Arsip Kategori: Cerita Minang di Rantau

“Samba Ampok-Ampok” Bang Themy

Di kedai ikan nila bakar Bang Themy, selain ikan dan ayam bakar bumbu padang, ada sejenis sambal yang juga dia jual di kedainya yaitu samba ampok-ampok. Bagi orang Minang, kata samba digunakan untuk merujuk pada aneka macam masakan yang dimakan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Minang di Rantau, Makanan enak | 2 Komentar

Kiriman Rendang dari Tanah Seberang

Saudara sepupu saya di Pekanbaru beberapa hari yang lalu mengirim satu paket rendang kepada saya di Bandung. Ia akan berangkat haji minggu depan lewat embarkasi Batam. Sebagaimana kebiasaan orang Minang yang akan berangkat haji pasti tidak lupa memasak bekal yang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Minang di Rantau, Makanan enak | 14 Komentar

Nonton Malam Pagelaran Seni Budaya Minang, UKM-ITB 2012

Minggu malam yang lalu saya hadir kembali untuk menyaksikan pentas kesenian minang yang diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswa ITB yang tergabung di dalam Unit Kesenian Minangkabau (UKM) ITB di Sasana Budaya Ganesha. Pentas seni ini adalah dalam rangka dies unit mereka yang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Minang di Rantau, Seputar ITB | 6 Komentar

Nonton Pagelaran Kesenian Minang dari UKM-ITB di Sabuga

Jumat malam yang lalu saya menghadiri acara pagelaran seni budaya minang yang diselenggarakan Unit Kesenian Minang (UKM) ITB. Ini untuk kesekian kalinya saya hadir. Sejak dulu sejak masih mahasiswa hingga menjadi bapak-bapak seperti sekarang ini saya tidak pernah melewatkan pertunjukan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Minang di Rantau, Seputar ITB | 11 Komentar

Mengikuti Acara “Baralek” di Rantau

Meskipun jauh dari kampung halaman, banyak orang Minang di perantauan yang menikahkan anak gadisnya tetap mempertahankan adat Minangkabau dalam acara baralek (perhelatan, kenduri). Seperti tadi siang, saya menghadiri acara baralek anak teman saya di gedung resepsi dekat Bandara Husein, Bandung … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Minang di Rantau | 5 Komentar

Sesama “Urang Awak” tetapi Pakai Bahasa Indonesia

Kalau bertransaksi dengan pedagang “urang awak” (sebutan buat suku Minang di rantau), saya lebih suka pakai Bahasa Indonesia saja. Saya agak kapok kalau pakai bahasa kampung sendiri, alias bahasa Minang. Ini berdasarkan pengalaman saya berbelanja ke Pasar Baru Bandung, yang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Minang di Rantau | 10 Komentar

Nonton (lagi) Pagelaran Seni Budaya Minang di Kampus

Minggu lalu saya menyempatkan diri menonton pageleran kesenian minang yang diadakan oleh Unit Kesenian Minang (UKM) ITB. Pada malam minggu yang cerah di kota Bandung, gedung Sabuga sudah penuh sesak dengan penonton yang rata-rata mahasiswa itu. Selain itu banyak juga … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Minang di Rantau, Seputar ITB | 16 Komentar

Memasak Rendang

Hari Senin kemaren tanggal merah, kami di rumah memasak randang (di sini dikenal dengan nama rendang padang). Kebetulan ada persediaan daging beku di freezer, dan kebetulan pula kami sudah lama tidak memasak rendang di rumah. Memasak rendang sendiri dilatari ketidapuasan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Minang di Rantau, Makanan enak | 31 Komentar

Nonton Malam Pagelaran Seni Budaya UKM 2009

Hari Minggu siang saya ketemu Catra, mahasiswa Teknik Mesin Angkatan 2006, di Sabuga (baru kali ini saya ketemu muka sama kamu, Cat, biasanya cuma di blog). “Pak, mana ulasannya di blog tentang malam pagelaran UKM?”, tanya si Catra ini. He..he, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Minang di Rantau, Seputar ITB | 15 Komentar

Menemukan “Palai Bada” di Bandung

Secara tidak sengaja saya menemukan samba masakan kampuang yang jarang ditemukan di perantauan, yaitu palai bada. Sebuah gerobak warung makan sederhana di dekat tempat ngetem bis DAMRI di Jalan Dipati Ukur (depan Kampus Unpad), menyediakan palai bada itu. Warung makan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Minang di Rantau, Makanan enak | 14 Komentar