Arsip Kategori: Cerita Ranah Minang

Gema Adzan di Bandara Minangkabau Padang

Jika Anda bepergian dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang, adakah sesuatu yang berbeda yang tidak ditemukan di bandara lain di Indonesia? Bukan bentuk atapnya yang tradisional khas rumah gadang yang membuatnya berbeda, bukan pula karena satu-satunya bandara yang namanya diambil … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 6 Komentar

Tidak Ada Ind*mart dan Alf*mart di Sumbar

Minggu lalu saya melakukan perjalanan ke beberapa kota di Sumatera Barat bersama teman-teman dosen lain di kampus. Suatu malam teman saya keluar dari hotel untuk mencari minimarket di kota Bukittinggi guna membeli beberapa barang keperluan sehari-hari. Dia bercerita kepada saya … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 7 Komentar

Poster Film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” yang Bikin Miris Itu

Melihat poster film Tenggalamnya Kapal Van Der Wjck (TKVDW) membuat saya miris. Saya memang belum menonton filmnya karena saat tulisan ini dibuat film tersebut belum beredar, saya hanya menilai dari poster saja. Poster film tersebut sangat kontroversial menurut saya. Lihatlah … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 42 Komentar

Jembatan Layang “Kelok Sambilan” nan Mempesona

Beberapa hari yang lalu Presiden SBY meresmikan jembatan layang di Kelok Sambilan (Kelok 9) di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Kelok Sambilan (yang artinya belokan jalan yang jumlahnya sembilan buah) adalah salah satu kelok jalan yang terkenal di Sumatera Barat. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 17 Komentar

Senja di Masjid Jami Birugo, Bukittinggi

Ketika libur lebaran yang lalu, saya dan keluarga mudik ke rumah istri di kota Bukittinggi. Rumah orang tua istri terletak di dekat daerah Birugo. Di pinggir Jalan Sudirman di kawasan Birugo terdapat sebuah masjid yang cantik, namanya Masjid Jami Birugo. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 3 Komentar

Jadi Gitu Toh Film “Cinta Tapi Beda”? Pesan Moralnya Sangat Buruk!

Sutradara Hanung Brahmantyo sekali lagi membuat film yang menyulut kontroversi. Kali ini orang Minang yang merasa dilecehkan oleh film Cinta Tapi Beda (CTB) yang dibuatnya. Dalam film tersebut digambarkan percintaan sepasang manusia yang berbeda agama. Sayangnya Hanung mengambil setting yang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 48 Komentar

Jalan-Jalan ke Pantai Purus, Padang

Tulisan ini masih merupakan catatan yang tersisa ketika saya mudik ke Padang pada akhir bulan Oktober yang lalu. Berhubung jadwal pesawat saya ke Jakarta pukul 20.30 malam, maka siang hari bersama anak saya menyempatkan jalan-jalan ke Pantai Purus. Selama ini … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 4 Komentar