Arsip Kategori: Cerita Ranah Minang

Jadi Gitu Toh Film “Cinta Tapi Beda”? Pesan Moralnya Sangat Buruk!

Sutradara Hanung Brahmantyo sekali lagi membuat film yang menyulut kontroversi. Kali ini orang Minang yang merasa dilecehkan oleh film Cinta Tapi Beda (CTB) yang dibuatnya. Dalam film tersebut digambarkan percintaan sepasang manusia yang berbeda agama. Sayangnya Hanung mengambil setting yang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 49 Komentar

Jalan-Jalan ke Pantai Purus, Padang

Tulisan ini masih merupakan catatan yang tersisa ketika saya mudik ke Padang pada akhir bulan Oktober yang lalu. Berhubung jadwal pesawat saya ke Jakarta pukul 20.30 malam, maka siang hari bersama anak saya menyempatkan jalan-jalan ke Pantai Purus. Selama ini … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 4 Komentar

Es Durian Pondok Padang yang “Yummy”

Ini cerita oleh-oleh waktu pulang kampung ke Padang pada akhir bulan Oktober yang lalu. Sudah lama ya, tetapi baru sempat menuliskannya sekarang. Tulisan ini untuk megisi kekosongan blog yang tidak sempat saya isi karena kesibukan pekerjaan. FYI, kawasan Pondok adalah … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang, Makanan enak | 8 Komentar

Berkunjung ke Sekolah SMA 1 Padang yang Baru

Minggu lalu saya pulang ke Padang dalam rangka berziarah ke makam orangtua berhubung sudah mendekati bulan puasa Ramadhan yang tidak lama lagi. Ibu dan ayah saya sudah tiada (ibu baru meninggal bulan November 2011 yang lalu). Di sela-sela pulang kampung … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 8 Komentar

Terkenang Daun Ruku-Ruku

Prof Amrinsyah, Guru Besar Teknik Sipil ITB, beberapa bulan lalu memberi saya bibit tanaman ruku-ruku. Saya menanamnya di dalam pot di pekarangan rumah. Tanpa perawatan yang berarti — apalagi saya tidak terlalu sering menjenguknya — tiba-tiba saja saya tersadar kemarin … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang, Makanan enak | 51 Komentar

Anak Penjual Kayu Bakar dari SMA 1 Pariaman Itu Diterima di ITB

Selalu saja ada kabar suka diantara derai air mata. Seperti kisah Yudi April Nando ini, anak penjual kayu bakar dari SMA 1 Pariaman, Sumatera Barat yang meraih nilai UN tertinggi di Sumbar dan diterima di STEI-ITB melalui SNMPTN jalur undangan. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang, Seputar ITB | 33 Komentar

Rumah Makan Masakan Padang Pertama di Kota Padang

Ketika pulang ke Padang minggu lalu, ada satu pemandangan yang janggal. Saya dan teman-teman alumni SMP 8 makan siang di Restoran Sederhana di dekat GOR H. Agus Salim. Pemandangan yang janggal itu adalah tulisan “Masakan Padang” pada papan nama restoran … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Ranah Minang | 23 Komentar