Arsip Kategori: Renunganku

Cara Menghilangkan Ujub dan Riya saat Sholat ke Masjid

Seorang teman pernah mengatakan di laman akun fesbuknya bahwa tantangan sholat ke masjid itu cuma dua. Tantangan pertama adalah mengalahkan rasa malas. Tantangan kedua adalah mengalahkan rasa ujub dan riya. Ujub artinya mengagumi diri sendiri, merasa bangga karena merasa lebih … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Agama, Renunganku | 1 Komentar

Penyesalan yang (Belum) Terlambat

Dulu pernah ada mahasiswa saya yang bercerita tentang penyesalan dia selama berkuliah. Dia menyesal kenapa dulu ia tidak kuliah dengan serius, malas, dan lebih banyak waktu terbuang untuk hal-hal yang tidak berguna.¬† Ketika sudah berada pada tahun keenam kuliah, tahun … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | Meninggalkan komentar

Pensiun (3)

Akhirnya satu persatu dosen senior saya memasuki masa purnabakti. Pensiun. Umur 65 tahun adalah batas usia seorang dosen mengabdi di almamaternya, kecuali profesor bisa sampai umur 70 tahun. Beberapa tahun sebelumnya sudah enam orang yang purnabakti. Tahun 2018 ini dua … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku, Seputar Informatika | 3 Komentar

Bersikap Istiqamah itu Jauh lebih Sulit

Beberapa hari ini media daring ramai memberitakan artis Indonesia yang melepas hijab (jilbabnya) setelah dua tahun memakainya. Tanggapan dan komentar pun datang silih berganti. Kalau yang melakukannya orang biasa, mungkin tidak ada orang peduli, tetapi karena yang melepas hijab adalah … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | 2 Komentar

Sebaskom Kecil Air Minum Untuk Kucing Liar

Di halaman rumah saya ada ember kecil untuk menampung cucuran air dari talang di atap rumah. Talang itu berfungsi untuk mengalirkan air hujan, selain itu juga untuk mengalirkan limpahan air dari toren penampung¬† air ledeng yang juga berada di atas … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Pengalamanku, Renunganku | 1 Komentar

Ingatlah Umurmu

Sewaktu melewati sebuah jalan di kawasan Kiaracondong, mata saya tertumbuk pada sebuah spanduk yang terpampang di tembok sebuah kantor biro perjalanan umrah dan haji. Isinya sebuah hadis Nabi, makjleb sekali maknanya. Spanduk tersebut mengingatkan kita akan usia yang selalu bertambah … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | Meninggalkan komentar

Jangan menawar harga dari pedagang kecil semacam ini

Kalau¬† berbelanja di supermarket atau toko swalayan, kita tidak pernah bisa menawar harga. Harga barang sudah pasti, tidak bisa dikurangi lagi. Tetapi, jika kita berbelanja di pasar tradisionil, maka tawar menawar harga merupakan seni berbelanja. Kepandaian mendapat harga lebih murah … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Renunganku | 3 Komentar