Arsip Kategori: Romantika kehidupan

ART yang Kembali Lagi

Pembantu (ART) di rumah kami sudah bekerja sejak si bungsu umur 6 bulan. Sekarang si bungsu sudah berumur 14 tahun, berarti ART sudah bekerja lebih dari 13 tahun. Awet ya. Sistemnya tidak menginap, dia datang pagi pukul 9 lalu pulang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | Meninggalkan komentar

Generasi kedua tahu Mang Yadi

Sudah beberapa bulan saya tidak melihat Mang Yadi lewat di depan rumah menjajakan tahunya. Tahuuuuu…, begitu teriaknya setiap kali lewat di depan rumah saya. Saya sudah berlangganan tahu Mang Yadi sudah cukup lama. Dia menjual tahu cibuntu, salah satu produk … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar

Keinginan Setelah Pandemi Corona

Apa keinginanmu setelah pandemi corona dinyatakan sudah aman (terkendali)? Cukup lama masyarakat kita kita berada di rumah saja, tidak bisa pergi ke mana-mana, atau menunda pergi ke mana-mana. Khawatir situasi belum aman, khawatir tertular corona, dan sebagainya. Beresiko. Maka, kebanyakan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan, Seputar Bandung | Meninggalkan komentar

Merasa Tidak Tega versus Kebutuhan Hidup Bang Gojek

Malam-malam saat hujan turun saya ingin makan martabak. Saya pesanlah  martabak di Babakan Sari via gofood.  Saya pikir Babakan Sari dekat dengan rumah saya di Antapani. Antapani dan Babakan Sari Kiaracondfong hanya dipisahkan oleh sebuah kali, Kali Cidurian namanya.   … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | Meninggalkan komentar

Mamang Pedagang Bacang

Pagi-pagi dia sudah berkeliling perumahan di Antapani dengan sepedanya, menjajakan bacang yang masih hangat. Tiga buah bacang harganya sepuluh ribu. Saya yang olahraga jalan kaki setiap pagi selalu bertemu dengan mamang ini. Saya lupa menanyakan namanya, sebut saja Mang Aryo. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | Meninggalkan komentar

Bapak Penjual Tahu Sumedang (2)

Tahuuu….. Setiap pagi bapak penjual tahu sumedang lewat di depan rumah saya. Dia memikul dua buah ketiding bambu (apa ya Bahasa Indonesianya?). Satu ketiding berisi penuh tahu goreng, satu ketiding lagi berisi lontong. Di kota besar seperti Bandung masih cukup … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | Meninggalkan komentar

Menanti Panggilan Kerja

Setiap pagi para pekerja serabutan duduk menanti di Jalan Indramayu, Antapani, Bandung. Mereka adalah buruh-buruh kuli yang umumnya berasal dari kampung yang sama di Majalengka, sebuah kabupaten di bagian timur Jawa Barat. Mereka datang ke Bandung jika di kampung tidak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar

Sepenggal Dialog Siang

Seorang pegawai Pizza H*t (sebuah waralaba pizza yang terkenal)  lewat di depan rumah dengan motornya menawarkan paket pizza seratus ribu empat buah. Saya yang sedang berdiri di depan rumah disapanya. +Pak, beli pizzanya, seratus ribu empat biji. Masih hangat pak, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | Meninggalkan komentar

Mamang Tukang Cukur Keliling

Seorang lelaki tua tampak berjalan kaki dengan berjalan perlahan di sekitar perumahan Antapani.  Dia, seorang bapak tukang cukur keliling. Setiap hari dia mengukur jalanan, masuk kampung keluar kampung, masuk gang keluar gang. Dengan memanggul tas besar berisi peralatan cukur dan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar

Bertahan Hidup pada Masa Pandemi

Sudah lima bulan pandemi corona berlangsung di tanah air (dan mungkin masih akan terus berlangsung). Sudah banyak orang terhempas secara ekonomi akibat pandemi corona. Sudah banyak orang kehilangan pekerjaan dan mata pencahariannya karena tidak ada orang yang mau memakai jasanya, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar