Arsip Kategori: Romantika kehidupan

Mamang Tukang Cukur Keliling

Seorang lelaki tua tampak berjalan kaki dengan berjalan perlahan di sekitar perumahan Antapani.  Dia, seorang bapak tukang cukur keliling. Setiap hari dia mengukur jalanan, masuk kampung keluar kampung, masuk gang keluar gang. Dengan memanggul tas besar berisi peralatan cukur dan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar

Bertahan Hidup pada Masa Pandemi

Sudah lima bulan pandemi corona berlangsung di tanah air (dan mungkin masih akan terus berlangsung). Sudah banyak orang terhempas secara ekonomi akibat pandemi corona. Sudah banyak orang kehilangan pekerjaan dan mata pencahariannya karena tidak ada orang yang mau memakai jasanya, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar

Bapak Tua Penjual Koran

Jika Anda sering melewati Masjid Salman ITB (jalan kecil menuju masjid di samping Taman Ganesha) tentu Anda sering melihat bapak tua ini. Dia menawarkan koran kepada siapapun yang lewat. Tidak banyak pejalan kaki yang membeli korannya. Kita semua paham bahwa … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar

Tetap Rukun Sampai Manula

Sepasang aki dan nini (sebutan buat kakek dan nenek dalam Bahasa Sunda) lewat di depan rumah saya. Ditaksir umur mereka sekitar 80-an. Mereka berjalan saling bergandengan tangan, tertatih-tatih dan sedikit-sedikit melangkah. Sang aki menggenggam erat tangan istrinya, khawatir jatuh. Jalanan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kisah Hikmah, Romantika kehidupan | 3 Komentar

Beli Meski Tidak Butuh

Suatu sore di Antapani… Seorang bapak duduk termenung di pinggir jalan di seberang Toserba Griya menjelang senja. Lelah dia berjalan setelah berkeliling menjajakan jualannya berupa barang remeh temeh seperti tisu, peniti, spon cuci piring, gunting kuku, jepit rambut, dll. Matanya … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar

Anak Kecil Penjual Serbet dan Keset

“Assalaamu’alaikum, Pak. Beli serbet dan kesetnya, Pak” Seorang bocah dengan baju yang tampak kebesaran tiba-tiba muncul di depan pagar rumah. Dia, si Ujang dari Cicalengka, menjajakan serbet dan keset dari rumah ke rumah di Antapani. Serbet lima belas ribu dua, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar

Pengemudi Gojek Perempuan itu Ternyata…

Sore hari saat jam pulang kantor saya memesan gojek motor dari sebuah rumah makan di Jalan Katamso. Saya mau pesan gojek ke rumah saya di Antapani. Di layar aplikasi ternyata yang mengambil order adalah seorang driver wanita.  Hmmm…batalkan nggak ya? … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar

Pengemudi Gojek Mantan Pelaut

Selalu saja ada cerita menarik tentang pengemudi gojek. Sudah sering saya temukan pengemudi gojek dulunya memiliki profesi hebat. Namun perjalanan hidup tidak selalu indah, kadangkala terjatuh dan harus bangkit lagi. Menjadi pengemudi gojek adalah salah satu pilihan mencari rezeki halal. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar

Bapak Penjual Ember Keliling

Seorang penjual ember dan baskom keliling lewat di dekat rumah saya di Antapani.  Penampilannya menarik perhatian saya. Hanya bersendal jepit dan mekakai baju kaos yang sudah basah dengan keringat, dia membawa begitu banyak ember dan baskom berukuran besar-besar. Dua buah … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar

Lima Ratus Rupiah yang Berarti

Beberapa kali melewati sekitar Jalan Supratman Bandung saya sering melihat bapak bersepeda dengan tulisan di depan sepedanya “Isi Korek Gas Keliling”. Kemarin ketika melewati Jalan Cilaki saya melihatnya lagi. Saya pun menghentikannya untuk mengetahui apa yang dia jual. Oh, ternyata … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan, Seputar Bandung | Meninggalkan komentar