Arsip Kategori: Romantika kehidupan

Bapak Penjual Tahu Sumedang (2)

Tahuuu….. Setiap pagi bapak penjual tahu sumedang lewat di depan rumah saya. Dia memikul dua buah ketiding bambu (apa ya Bahasa Indonesianya?). Satu ketiding berisi penuh tahu goreng, satu ketiding lagi berisi lontong. Di kota besar seperti Bandung masih cukup … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | Meninggalkan komentar

Menanti Panggilan Kerja

Setiap pagi para pekerja serabutan duduk menanti di Jalan Indramayu, Antapani, Bandung. Mereka adalah buruh-buruh kuli yang umumnya berasal dari kampung yang sama di Majalengka, sebuah kabupaten di bagian timur Jawa Barat. Mereka datang ke Bandung jika di kampung tidak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar

Sepenggal Dialog Siang

Seorang pegawai Pizza H*t (sebuah waralaba pizza yang terkenal)  lewat di depan rumah dengan motornya menawarkan paket pizza seratus ribu empat buah. Saya yang sedang berdiri di depan rumah disapanya. +Pak, beli pizzanya, seratus ribu empat biji. Masih hangat pak, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | Meninggalkan komentar

Mamang Tukang Cukur Keliling

Seorang lelaki tua tampak berjalan kaki dengan berjalan perlahan di sekitar perumahan Antapani.  Dia, seorang bapak tukang cukur keliling. Setiap hari dia mengukur jalanan, masuk kampung keluar kampung, masuk gang keluar gang. Dengan memanggul tas besar berisi peralatan cukur dan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar

Bertahan Hidup pada Masa Pandemi

Sudah lima bulan pandemi corona berlangsung di tanah air (dan mungkin masih akan terus berlangsung). Sudah banyak orang terhempas secara ekonomi akibat pandemi corona. Sudah banyak orang kehilangan pekerjaan dan mata pencahariannya karena tidak ada orang yang mau memakai jasanya, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar

Bapak Tua Penjual Koran

Jika Anda sering melewati Masjid Salman ITB (jalan kecil menuju masjid di samping Taman Ganesha) tentu Anda sering melihat bapak tua ini. Dia menawarkan koran kepada siapapun yang lewat. Tidak banyak pejalan kaki yang membeli korannya. Kita semua paham bahwa … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar

Tetap Rukun Sampai Manula

Sepasang aki dan nini (sebutan buat kakek dan nenek dalam Bahasa Sunda) lewat di depan rumah saya. Ditaksir umur mereka sekitar 80-an. Mereka berjalan saling bergandengan tangan, tertatih-tatih dan sedikit-sedikit melangkah. Sang aki menggenggam erat tangan istrinya, khawatir jatuh. Jalanan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kisah Hikmah, Romantika kehidupan | 3 Komentar

Beli Meski Tidak Butuh

Suatu sore di Antapani… Seorang bapak duduk termenung di pinggir jalan di seberang Toserba Griya menjelang senja. Lelah dia berjalan setelah berkeliling menjajakan jualannya berupa barang remeh temeh seperti tisu, peniti, spon cuci piring, gunting kuku, jepit rambut, dll. Matanya … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar

Anak Kecil Penjual Serbet dan Keset

“Assalaamu’alaikum, Pak. Beli serbet dan kesetnya, Pak” Seorang bocah dengan baju yang tampak kebesaran tiba-tiba muncul di depan pagar rumah. Dia, si Ujang dari Cicalengka, menjajakan serbet dan keset dari rumah ke rumah di Antapani. Serbet lima belas ribu dua, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar

Pengemudi Gojek Perempuan itu Ternyata…

Sore hari saat jam pulang kantor saya memesan gojek motor dari sebuah rumah makan di Jalan Katamso. Saya mau pesan gojek ke rumah saya di Antapani. Di layar aplikasi ternyata yang mengambil order adalah seorang driver wanita.  Hmmm…batalkan nggak ya? … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar