Arsip Kategori: Romantika kehidupan

Orang Indonesia malas membaca “term and condition” (kasus meminjam uang ke bank)

Saya belum pernah meminjam uang ke bank, tapi kisah tragis di bawah ini semoga menjadi pelajaran agar kita selalu lebih berhati-hati dan membaca sampai teliti setiap klausul yang ada di dalam kontrak peminjaman. Pak Edi Sasmito dari Mojokerto, Jawa Timur, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Indonesiaku, Romantika kehidupan | 8 Komentar

Bapak Tua Penjual Amplop Itu Telah Tiada

Sewaktu mau ke Masjid Salman ITB untuk sholat Jumat tadi, saya tidak melihat Bapak tua penjual amplop. Biasanya setiap hari Jumat dia sudah duduk menunggu dagangan amplopnya di samping pedagang kaki lima yang menjual VCD/DCVD bajakan. Saya bertanya ke pedagang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 13 Komentar

Tiga anak kecil peminta-minta

Tiga anak kecil Dalam langkah malu-malu Datang ke rumahku Pagi itu. Sambil menengadahkan tangan, mereka berkata: Pak, minta sedekahnya (Diadopsi dari puisi Taufik Ismail 1966, Karangan Bunga) ** Kemarin pagi ketika saya akan bersiap berangkat ke kampus, dua orang anak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 5 Komentar

Mamang Penjual Tangga Bambu

Pagi tadi saya duduk di depan rumah setelah menikmati sarapan. Seorang mamang lewat berjalan kaki membawa dagangan dari bambu. Ada tangga, ada sapu panjang, dan penjolok buah-buahan. Sungguh tidak tega melihat dia membawa barang dagangan yang berat itu di bahunya. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 5 Komentar

Rempeyek si Bapak “Buatan Istri Sendiri”

Pada hari minggu pagi ketika saya berdiri di depan rumah, lewatlah seorang pria paruh baya dengan sepeda motornya. Di belakang motornya ada kotak plastik besar berisi barang dagangan berupa rempeyek. Melihat saya berdiri di depan rumah, bapak itu menghentikan motornya, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar

Mang Tata Pengasah Gunting dan Pisau

Rumah saya hampir setiap hari didatangi orang-orang kecil yang mencari nafkah. Ada tukang sabit rumput, pedagang lauk impun, pedagang tahu, pedagang stroberi, ibu penjual ubi cilembu, pengamen, tukang rongsok, dan lain-lain. Selagi ada uang di rumah, saya beli dagangan mereka … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 10 Komentar

Tenda Jahit Pak Ajun (Andai Dulu Jadi Kuliah di Arsitektur ITB)

Pak Ajun namanya. Profesinya adalah sebagai tukang jahit di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Kuningan Raya, Antapani, Bandung. Dengan modal sebuah mesin jahit tua, dia menunggu pelanggan yang datang untuk mempermak pakaian. Ada pelanggan yang datang untuk memotong panjang celana, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 16 Komentar