Arsip Kategori: Romantika kehidupan

Tukang Ojek Perempuan yang Ikhlas Membantu Suaminya

Beberapa waktu yang lalu saya ke kampus Ganesha naik Go-Jek (karena motor saya masih kena tilang di kantor polisi). Ketika mengorder Go-Jek, pengemudi yang menerima order ternyata perempuan. Wah, saya kaget! Susi namanya, begitu yang tertera di layar aplikasi. Waduh, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 2 Komentar

Kesabaran Merawat Ibu yang Terkena Stroke

Dulu saya pernah menulis tentang kesabaran anak yang diuji dengan merawat orangtuanya yang sakit-sakitan di akhir hayatnya (Baca: “Ujian” dari Orangtua pada Saat Akhir Hayat). Kali ini saya menemukan kisah yang serupa lagi, yang dialami oleh tukang ojek langganan anak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 4 Komentar

Orang Indonesia malas membaca “term and condition” (kasus meminjam uang ke bank)

Saya belum pernah meminjam uang ke bank, tapi kisah tragis di bawah ini semoga menjadi pelajaran agar kita selalu lebih berhati-hati dan membaca sampai teliti setiap klausul yang ada di dalam kontrak peminjaman. Pak Edi Sasmito dari Mojokerto, Jawa Timur, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Indonesiaku, Romantika kehidupan | 8 Komentar

Bapak Tua Penjual Amplop Itu Telah Tiada

Sewaktu mau ke Masjid Salman ITB untuk sholat Jumat tadi, saya tidak melihat Bapak tua penjual amplop. Biasanya setiap hari Jumat dia sudah duduk menunggu dagangan amplopnya di samping pedagang kaki lima yang menjual VCD/DCVD bajakan. Saya bertanya ke pedagang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 14 Komentar

Tiga anak kecil peminta-minta

Tiga anak kecil Dalam langkah malu-malu Datang ke rumahku Pagi itu. Sambil menengadahkan tangan, mereka berkata: Pak, minta sedekahnya (Diadopsi dari puisi Taufik Ismail 1966, Karangan Bunga) ** Kemarin pagi ketika saya akan bersiap berangkat ke kampus, dua orang anak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 5 Komentar

Mamang Penjual Tangga Bambu

Pagi tadi saya duduk di depan rumah setelah menikmati sarapan. Seorang mamang lewat berjalan kaki membawa dagangan dari bambu. Ada tangga, ada sapu panjang, dan penjolok buah-buahan. Sungguh tidak tega melihat dia membawa barang dagangan yang berat itu di bahunya. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 5 Komentar

Rempeyek si Bapak “Buatan Istri Sendiri”

Pada hari minggu pagi ketika saya berdiri di depan rumah, lewatlah seorang pria paruh baya dengan sepeda motornya. Di belakang motornya ada kotak plastik besar berisi barang dagangan berupa rempeyek. Melihat saya berdiri di depan rumah, bapak itu menghentikan motornya, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Romantika kehidupan | 1 Komentar