Makan Siang di RM Padang Bu Mus, Buah Batu Bandung

Di Jalan Buah Batu  Bandung ada sebuah rumah makan padang yang sangat enak rasanya. Namanya Rumah Makan Padang Bu Mus. Kalau lewat jalan Buah Batu, saya selalu singgah di sini untuk makan siang atau sekedar dibungkus saja. Rumah makan ini dulu dikenal dengan nama rumah makan kapau, ada yang mengatakan Bu Mus ini masih punya hubungan saudara dengan Uni Lis yang berjualan nasi kapau di Pasar Bawah, Bukittinggi.

bumus1

Apa yang menarik dari rumah makan padang Bu Mus ini? Bukankah rumah makan padang ada di mana-mana dan menunya hampir seragam? Yang membedakan setiap rumah makan padang dengan rumah makan Padang lainnya adalah rasanya dan variasi masakannya. Di RM Bu Mus kita menemukan masakan rumahan yang jarang ditemukan di rumah padang lain, misalnya sayur anyang, goreng teri kentang balado, goreng jengkol, goreng terung cabe hijau, dan masih banyak lagi. Tentu saja masakan wajib seperti rendang, ayam goreng, gulai kepala ikan kakap, gulai nangka, gulai hati,  goreng ikan balado pasti ada. Di bawah ini foto-foto penampakan masakan di RM Bu Mus itu. Hmmmslurp… masakannya yang berwarna-warni sangat menggugah selera.

bumus5

bumus3

bumus4

Menurut saya yang beberapa kali makan di sana, masakan khas RM Bu Mus adalah gulai ikan tauco. Gulai ikan tauco ini berupa goreng ikan tenggiri di dalam kuah santan berisi irisan cabe hijau dengan saus tauco. Masakan kampung seperti ini sangat jarang ditemukan di rumah makan lain. Saya sangat menggemarinya karena sejak kecil memang suka dengan gulai tauco masakan almarhum ibu.

Soal harga di rumah makan ini memang relatif agak mahal. Sebagai perbandingan, saya membeli nasi bungkus dengan gulai ikan tauco ini harganya Rp22.000. Meski agak mahal, tetapi rumah makan ini banyak pelanggannya, tadi siang ketika membeli di sini seluruh meja makan penuh dengan pengunjung yang sedang makan. Masakan padang (lebih tepatnya masakan minang) memang sudah terkenal enak sejak dulu kala. Mau coba?

Dipublikasi di Makanan enak | 7 Komentar

Meme Kocak Dialog Skripsi Mahasiswa-Dosen

Kasus mahasiswa membunuh dosennya di Medan sempat menghebohkan Hardiknas tanggal 2 Mei 2016 yang lalu. Peristiwa tersebut antara lain disebabkan masalah skripsi. Peristiwa kriminal ini dikutuk banyak pihak, terutama dari kalangan pendidikan. Benarkah masalahnya gara-gara skripsi (Tugas Akhir atau Tesis)?  Wallahualam.

Di jejaring sosial bertebaran meme berisi dialog kocak terkait skripsi antara mahasiswa dengan dosen pembimbingnya melalui whatsap. Dialog tersebut jika dibaca sampai tuntas menimbulkan senyum tawa. Ahaii

tesis1

Tidak cukup sampai di situ, selanjutnya bermunculanlah meme-meme lain seperti berbalas pantun saja. Jika pada meme di atas dosennya keder setelah “ditakut-takuti” mahasiswa, maka pada meme di bawah ini dosen mulai berani unjuk gigi.

tesis2

atau yang ini:

tesis3

Masih ada lagi:

tesis4

dan yang ini:

tesis5

OK, jangan ditanggapi terlalu serius. Ini cuma lelucon saja.

Dipublikasi di Gado-gado | Meninggalkan komentar

Orang Indonesia malas membaca “term and condition” (kasus meminjam uang ke bank)

Saya belum pernah meminjam uang ke bank, tapi kisah tragis di bawah ini semoga menjadi pelajaran agar kita selalu lebih berhati-hati dan membaca sampai teliti setiap klausul yang ada di dalam kontrak peminjaman. Pak Edi Sasmito dari Mojokerto, Jawa Timur, ini harus kehilangan rumah dan tanahnya senilai Rp 700 juta karena dilelang oleh Bank Danamon seharga Rp 50 juta saja. Ceritanya begini. Pak Edi meminjam uang ke bank sebesar Rp 55 juta dengan jaminan sertifikat rumahnya. Di tengah perjalanan waktu, pengembalian utangnya ke bank macet, dia tak mampu melunasi utangnya, dia hanya bisa mengangsur tujuh kali senilai 21 juta. Setelah utang jatuh tempo dan dia tidak sanggup melunasi, akhirnya bank melelang rumahnya. Seorang pembeli memenangkan lelang dengan harga 50 juta. Rumah Edi menjadi hak milik pembeli dan dia harus mengosongkan rumahnya secara paksa. Cerita lengkap kisah tragis yang dramatis ini bisa dibaca pada pranala berikut: Utang Rp 55 Juta, Rumah Mewah eks Kades Dilelang Danamon Rp 50 Juta.

kontrak

Edi dan istrinya yang shock setelah rumahnya harus dikosongkan. (Sumber: Detikcom)

Pak Edi pasti dengan sadar meminjam uang di bank dan tahu resikonya. Yang jadi perhatian saya  adalah apakah dia telah membaca  dengan seksama klausul-klausul (term and condition) di dalam surat kontrak peminjaman uang di bank. Orang Indonesia pada dasarnya malas membaca dengan detil setiap kata-kata di dalam surat kontrak atau perjanjian apapun (misalnya kontrak kerja, surat persetujuan pembukaan rekening di bank, perjanjian sewa, dll). Kebanyakan orang kita langsung main tanda tangan saja. Parahnya lagi beberapa surat kontrak memuat tulisan dengan ukuran yang sangat kecil sehingga membuat orang malas membacanya, misalnya surat pembelian barang. Mungkin saja di dalam surat kontrak itu terdapat “jebakan betmen” yaitu pasal-pasal yang berisi “ancaman” jika konsumen tidak mematuhi persyaratan. Ketika terjadi persoalan  dikemudian hari, pihak ke satu (bank, penjual barang, dll) tidak bisa disalahkan karena konsumen sudah menandatangani isi kontrak.

Dalam dunia teknologi informasi kemalasan orang kita juga biasa terjadi. Mengisi isian daring (online) misalnya, kita sering tidak membaca seluruh term and condition, asal main centang saja agar cepat selesai urusannya. Padahal bisa jadi ada term and condition yang merugikan kita, namun karena sudah di-OK-kan maka kita tidak bisa membatalkan lagi.

Kembali ke kasus Pak Edi di atas. Selain karena kelalaian si pengutang, saya melihat ada yang janggal dalam kasus ini, ada semacam ketidakadilan. Mengapa pihak bank melelang rumah dengan harga yang sangat tidak wajar, melepas rumah dengan harga hanya 50 juta. Seharusnya jika pengutang tidak sanggup melunasi uatangnya, maka rumah yang dijadikan jaminan dijual dengan harga yang wajar, uangnya digunakan untuk melunasi kekurangan utang, dan kelebihan harga jualnya dikembalikan kepada pengutang. Kalau benar harga  rumah 700 juta dan harga lelang 50 juta, mungkinkah ada kolusi antara karyawan bank dengan pembeli? Wallahu alam, saya hanya bisa menduga-duga. Kasus ini bukan yang pertama, sebelumnya juga ada kasus yang mirip dan lebih tragis lagi,masih dengan bank yang sama. Baca ini:Kisah Pilu Masruroh, Tanah dan Bangunan Rp 10 Miliar Dieksekusi Gara-gara Utang Rp 30 Juta.

Moral dari kisah ini adalah, sedapat mungkin menghindari utang, baik ke pihak manapun dan jumlah berapapun. Jika terpaksa berutang, pikir-pikir dululah apakah mampu membayarnya dalam jangka waktu yang ditetapkan.

Dipublikasi di Indonesiaku, Romantika kehidupan | 7 Komentar

Rata-rata gaji dosen di Indonesia 3-jutaan

Tergelitik saya membaca berita di sebuah media daring di bawah ini: Rp 3 Jutaan… “Segitulah” Rata-rata Gaji Guru dan Dosen Indonesia!. Saya juga dosen, maka soal kesejahteraan tentu selalu menarik untuk dibahas.

Menurut berita itu,  “Hasil riset tersebut juga menunjukkan informasi gaji dari 3.473 responden yang berprofesi sebagai tenaga kerja pendidik. Mereka adalah dosen dan para guru, baik guru di taman kanak-kanak (TK), guru sekolah dasar (SD), maupun sekolah menengah atas (SMA), serta guru privat dan guru kursus bahasa asing.

Dari hasil riset itu terungkap bahwa gaji rata-rata yang diperoleh dosen di Indonesia adalah Rp 3.326.700 per bulan. Sementara itu, gaji rata-rata yang diperoleh guru TK adalah Rp 2.292.200 per bulan, guru SD hingga SMA sebesar Rp 2.530.350 per bulan, guru privat Rp 2.188.500 per bulan, dan guru kursus bahasa asing sebesar Rp 2.656.300 per bulan.”

Gaji dosen rata-rata “hanya” 3.3 juta per bulan. Itu rata-rata, namun diferensiasinya tentu cukup lebar. Tentu ada yang gajinya jauh lebih besar dari angka itu, namun saya kira lebih banyak yang berada di bawahnya. Itu baru gaji. Jika ditambah dengan penghasilan lain-lain, termasuk tunjangan sertifikasi dosen, maka THP (take home pay) lebih besar lagi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dosen tidak cukup mengandalkan gaji bulanan saja dari kampusnya, mereka mencari tambahan dari kerja sampingan, misalnya mengajar di PT lain, mengerjakan proyek, menjual jasa sebagai konsultan, bahkan berdagang. Apapun dilakukan untuk menutupi kebutuhan keluarganya, yang penting halal.

Dengan kerja atau usaha sampingan seperti itu, maka sukar mengharapkan peningkatan kualitas dosen. Kapan waktu mereka untuk meneliti? Kapan waktu untuk menulis publikasi? Jika waktunya habis untuk mengajar di tempat lain, kerja sampingan di luar, dan lain sebagainya, maka kualitas dosen di negara kita akan jalan di tempat. Ranking Perguruan Tinggi Indonesia masih kalah jauh dari Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.

Di negara-negara maju, penghasilan tambahan seorang dosen bukan dari kerja sampingan, tetapi dari penelitian maupun kerma dengan pihak luar (industri). Jadi, agar kesejahteraan dan kualitas dosen beriringan, maka perlu diperbanyak hibah penelitian maupun kerjasama  (kerma) kampus dengan pihak luar (industri/pemerintahan). Dari hibah penelitian dosen dapat melakukan riset di kampusnya dengan tenang sekaligus mendapat tambahan penghasilan dari honor riset. Dari penelitian dihasilkan publikasi berupa paper maupun jurnal. Penelitian jalan,  kesejahteraan juga meningkat.

Dipublikasi di Pendidikan | 2 Komentar

Sholat Dhuhur di Masjid Agung Trans Studio, Bandung

Hari Sabtu siang seusai melihat pameran Garuda Travel Fair di Trans Studio Mall (TSM), Bandung, saya melihat jam tangan ternyata sudah masuk waktu sholat Dhuhur. Sayup-sayup suara adzan berkumandang dari luar. Itu adalah suara adzan dari Masjid Agung Trans Studio yang terletak di sisi kanan mall terbesar di kota Bandung itu (dulu sebelum ada Trans Studio namanya Bandung Super Mall atau BSM).

13095739_1097745266960164_3787997577560306540_n

Tampak samping Trans Studio Mall (TSM). Di samping mall inilah berdiri Masjid Agung TSM

Saya bergegas untuk menunaikan sholat Dhuhur. Sholat berjamaah sudah usai, jadi saya sholat sendiri saja. Meskipun beberapa kali saya melewati masjid ini, namun saya belum pernah sholat di dalamnya. Masjid Agung Trans Studio adalah masjid yang megah dan indah. Dari luar kita merasakan aura seperti Masjid Nabawi di Madinah, hal ini karena eksterior berupa lengkungan yang berwarna hitam dan putih itu mengingatkan kita pada masjid Nabawi di Madinah (baca tulisan saya terdahulu: Kisah Perjalanan Umrah ke Tanah Suci (Bagian 3): Di dalam Masjid Nabawi).

13062330_1097745036960187_4472092016599818235_n

Tampak depan Masjid Agung Trans Studio Mall. Eksterior lengkungan yang berwarna hitam dan putih mengingatkan kita pada Masjid Nabawi di Madinah

Memasuki dalam masjid kita disambut hamparan karpet sajadah yang berwarna merah. Interior di dalam masjid terasa lapang dan sejuk. Dua buah kaligarfi besar berukuran raksasa yang bertuliskan Asmaul Husna terlihat di kedua dinding di samping mihrab. Lampu kristal yang besar menggantung dari atas kubah.

13062408_1097745126960178_2958961587852311813_n

Bagian depan masjid dengan dua kaligrafi bertuliskan Asmaul Husna dalam ukuran raksasa

13095757_1097745176960173_4834756554808668319_n

Pintu masjid di lihat dari depan mihrab

13076762_1098240933577264_2443244185032448835_n

Kaligrafi asmaul husna

Masjid ini terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar tempat berwudhu dan ruangan kantor. Lantai dua adalah lantai utama tempat saya sholat tadi, dan lantai tiga adalah tempat sholat untuk kaum perempuan.

13094204_1097745236960167_9117996121512773252_n

Lantai dua masjid

Berada di Masjid Agung Trans Studio bagaikan berada di tengah oase di pusat keramaian. Trans Studio Mall dikunjungi oleh puluhan ribu orang setiap hari, sedangkan pada akhir pekan bisa mencapai ratusan ribu orang. Kompleks TSM sangat luas, luasnya mungkin lebih dari luas dua buah RW. Di dalam kompleks ini ada mall atau pusat perbelanjaan dengan tenant-tenant ternama. Selain mall juga terdapat hotel berbintang enam yang megah yaitu Hotel Trans dan Hotel Ibis. Menyatu dengan mall, di sini juga terdapat pusat hiburan yang bernama yaitu Trans Studio. Ribuan orang setiap hari menikmati berbagai wahana permainan di dalam Trans Studio. Mereka datang tidak hanya dari seluruh Indonesia, tetapi juga dari mancanegara. Namun, saya sendiri sebagai warga Bandung belum pernah ke Trans Studio ini:-).

13087309_1097745333626824_5280364636200971450_n

Hotel Trans, satu-satunya hotel berbintang enam di Bandung

Nah, dengan puluhan ribu orang yang setiap harinya mengunjungi TSM, tentu dibutuhkan tempat sholat yang representatif. Bagi seorang muslim yang menjalankan kewajiban agamanya,  tempat sholat di mall adalah kebutuhan penting. Selama ini mall-mall hanya menyediakan mushola kecil di lantai parkir yang bising dan pengap. Di TSM sendiri sebenarnya sudah ada mushola yang representatif seperti yang pernah saya tulis dalam tulisan ini: Mushola di Trans Studio Mall (TSM) yang Bagus dan Bersih. Mushola itu terletak di lantai 3, dekat dengan bioskop Trans. Namun bagi Chairul Tanjung, mushola itu saja ternyata masih belum cukup. Ada hal yang lebih penting lagi yang dipikirkannya, yaitu kata-kata ibunya.

Menurut kisah yang saya baca, masjid Agung Trans Studio merupakan wujud janji Chairul Tanjung kepada ibunya. Chairul Tanjung adalah pengusaha pribumi yang besar dan sukses. Bisnisnya sudah berkembang menjadi konglomerasi. Dia telah memiliki stasiun Trans TV dan Trans 7, portal berita Detik.com, pusat hiburan Trans Studio di Makassar dan Bandung, pusat perbelanjaan Trans Studio Mall, Bank Mega, Bank Mega Syariah, hotel, supermarket Carefour dan TransMart. Dia sudah memiliki segalanya, hanya satu yang belum, yaitu membangun masjid yang megah. Ibunya pernah berkata, kalau Chairul Tanjung bisa membuat mall yang besar dan megah, kenapa tidak bisa membuat masjid yang megah dan indah? Kata-kata ibunya itu selalu terngijang-ngiang. Ibunya berpesan kepada Chairul Tanjung untuk membangun sebuah masjid yang megah, dan Chairul Tanjung berjanji mewujudkan permintaan ibunya itu. Dan ternyata, inilah masjid  yang besar dan indah yang dia janjikan itu. Dia tidak taruh masjid di bagian belakang mall, tapi dia bangun masjid itu di bagian depan sehingga terlihat bagi siapapun yang memasuki TSM.

Semoga niat ikhlas Chairul Tanjung itu mendapat balasan pahala dari Allah SWT dan menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi ummat Islam. Masjid Agung TSM terbuka untuk umum dan memiliki banyak kegiatan setiap pekan. Setiap hari Ahad ada pengajjian Dhuha di sana yang mengundang ustad-ustad ternama. Saya menemukan situs web masjid TSM sebagai informasi tambahan bagi anda. Jazakallah.

Dipublikasi di Agama, Seputar Bandung | 4 Komentar

Ketika Anak Merengek Ikut ke Masjid

Sebuah gambar di bawah ini saya peroleh dari akun Facebook ini. Isinya cukup menohok, khususnya bagi bapak-bapak yang punya anak masih kecil. Ketika sang anak berumur dua tahun dia merengek-rengek untuk ikut bapaknya ke masjid. Namun si bapak mengatakan tidak usah ikut sebab dia masih terlalu kecil. Hal yang sama juga dia katakan ketika anaknya sudah berumur empat tahun dan delapan tahun. Istrinya meminta untuk menunggu sebentar sebab anaknya ingin ikut ke masjid. Namun apa jawab si bapak? Dia masih terlalu kecil untuk ikut, masih anak-anak.

Ketika anaknya sudah berusia remaja dia sudah sulit diajak ke masjid. Bapaknya mengeluh  karena sudah berulangkali mengajak anaknya ke masjid tetapi dia tidak mau mendengar. Sudah terlambat, jawab istrinya, sebab putra mereka sudah bukan anak-anak lagi.

sholat-ke-masjid

Menyesal setelah anak yang sudah besar tidak mau ke masjid?

Apakah anda mempunyai pengalaman yang sama seperti cerita di dalam gambar di atas? Usia anak-anak adalah usia emas, pada usia itu segala ajaran mudah ditanamkan, apapun ajaran itu, ajaran baik maupun ajaran buruk. Anak-anak pada dasarnya meniru apa yang dilakukan orang-orang terdekatnya.

Mengajak anak sholat maupun ke masjid adalah pada usia masih dini, yaitu dibiasakan sejak kecil. Sebuah peribahasa berbunyi: kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa, sudah tua berubah tidak, yang artinya kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan sukar diubah pada masa dewasa.  Jika sejak kecil anak sudah diajak sholat ke masjid, maka kebiasaan itu akan terbawa sampai dewasa. Jika sholat ke masjid tidak pernah ditanamkan sejak kecil, maka jangan harap jika sudah besar nanti mereka menjadi orang yang cinta ke masjid.

Jadi, mengapa harus merasa repot ketika anakmu yang masih balita merengek-rengek ikut kamu ke masjid? Kerepotan itu akan berbuah manis ketika dia dewasa kelak. Mumpung anakmu masih kecil dan sebelum ada rasa penyesalan pada kemudian hari.

Dipublikasi di Agama | 7 Komentar

Google Doodle hari ini: Prof. Samaun Samadikun

Hari ini gambar doodle di laman utama Google ada yang istimewa. Jika anda membuka laman Google hari ini (www.google.co.id atau www.google.com), maka tampaklah gambar  seorang laki-laki dengan latar belakang kabel-kabel dan tombol yang membentuk tulisan ‘google’. Siapakah dia?

samaun

(Alm) Prof. Samaun Samadikun menjadi gambar Google hari ini

Dia adalah (alm) Prof. Samaun Samadikun. Beliau dulu adalah gurubesar dalam bidang mikroelektronika di ITB. Pak Samaun bukan orang sembarangan, beliau adalah bapak mikroelektronika Indonesia. Pada hari lahirnya yang bertepatan pada hari ini, Google menjadikannya sebagai doodle pada laman utamanya. Ini berarti Pak Samaun adalah ilmuwan kelas dunia.

Saya pribadi tidak mengenal beliau, meski sama-sama di ITB. Beliau adalah seorang dosen di Jurusan Teknik Elektro ITB, jurusan yang berbeda dengan saya di Informatika ITB. Jadi saya tidak pernah diajar oleh Pak Samaun. Meskipun saya tidak pernah diajar oleh Pak Samaun, namun saya sudah sering mendengar nama besar beliau melalui karya-karyanya dalam bidang bidang elektronika.

Saya kutip dari sini:

Prof. Dr. Samaun Samadikun sendiri lahir di Magetan pada tanggal 15 April 1931. Ia pernah menjadi salah seorang dosen di ITB yang semasa hidupnya dikenal karena kepribadian dan sikapnya yang sangat sederhana dan bersahaja, namun tanpa mengurangi sedikit pun kewibawaannya sebagai salah seorang yang disegani.

Berawal dari pendidikan Teknik Elektro di ITB yang ditempuhnya pada tahun 1950. Kemudian Prof Samaun pun melanjutkan kuliahnya dan lulus dari Universitas Standford untuk mengambil gelar M.Sc di tahun 1957, tak hanya itu gelar Ph.D. pun berhasil direngkunya pada tahun 1971 dalam bidang teknik elektro. Prof Samaun bersama dengan K.D Wise akhirnya berhasil menciptakan sebuah paten “Method for forming regions of predetermined in silicon” dengan nomor Us Patent No 3.888.708 pada tahun 1975.

Prof Samaun sendiri juga Pernah menjabat sebagai seorang direktur pertama dari sebuah Pusat Antar Universitas (PAU) Mikroelektronika di ITB pada periode tahun 1984 hingga 1989. Ia pun juga sempat mengambil cuti dalam mengajar di ITB karena ia mendapatkan jabatan sebagai Direktur Binsarak DIKTI dari pemerintah pada tahun 1973 hingga 1978. serta pada tahun 1989
sampai 1995 Prof. Dr. Samaun Samadikun diangkat menjadi ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Usai masa jabatan di LIPI berakhir, Prof Samaun Samadikun akhirnya memutuskan untuk kembali lagi mengajar di ITB. ia pun mengabdikan dirinya disana hingga akhirnya beliau meninggal dunia pada tahun 2006.

Tonton “Siapakah Samaun Samadikun ?” di YouTube

~~~~~~~~

Pak Samaun sudah tiada, tetapi karya-karyanya untuk ilmu pengetahuan Indonesia dan dunia menjadi warisan bagi generasi penerus. Doa alfatihah buat almarhum Pak Samaun Samadikun.

Dipublikasi di Indonesiaku, Seputar ITB | 4 Komentar