Mushola di Trans Studio Mall (TSM) yang Bagus dan Bersih

Sewaktu akan menonton film di bioskop TSM, saya mencari-cari mushola untuk sholat Dhuhur. Kebetulan film akan akan dimulai pada pukul 12.15, sedangkan waktu sholat Dhuhur adalah pukul 11.58. Saya menanyakan kepada petugas cleaning service di mana musholla di dekat bioskop. Dia menunjukkan musholla eksekutif yang jaraknya hanya 10 meter dari bioskop TSM. Saya segera menuju ke sana, dan saya sangat terkesan melihat mushola di TSM. Cukup luas, bersih, dan ditempatkan pada tempat yang layak, bukan di basement atau di tempat parkir yang penuh asap knalpot seperti pada mal-mal lain.

Di bawah ini foto-foto mushola eksekutif di Lantai 3 TSM.

Lorong masuk ke mushola

Lorong masuk ke mushola

Tempat sholat untuk pria

Tempat sholat untuk pria

Tempat sholat untuk wanita, dipisahkan oleh tabir.

Tempat sholat untuk wanita, dipisahkan oleh tabir.

Tempat berwudhu

Tempat berwudhu

Pintu masuk mushola

Pintu masuk mushola

Tempat penitipan sepatu

Tempat penitipan sepatu

Pintu ke tempat wudhu

Pintu ke tempat wudhu

Papan peringatan

Papan peringatan

Sepengetahuan saya baru dua mal di Bandung yang menyediakan mushola yang layak bagi kaum muslim yang berkunjung ke mal tersebut. Satu mal lagi adalah mal BIP, saya pernah menuliskan mushola di BIP pada tulisan ini: Mushala di Mal BIP Sekarang Sudah “Rancak”.

Jadi, kalau nanti kapan-kapan saya menonton lagi di mal TSM atau sekedar jalan-jalan, saya tidak khawatir lagi jika mencari tempat untuk sholat. Terima kasih kepada pengelola mal yang telah menyediakan kebutuhan vital bagi kaum muslim yang menunaikan kewajiban ibadah lima waktu mereka, yaitu sholat.

Dipublikasi di Seputar Bandung | 7 Komentar

Antara “Start-up” dan Keinginan Orangtua

Seorang ibu menelpon saya beberapa waktu yang lalu. Sedikit curhat dia menceritakan kegundahannya mengenai pilihan anaknya yang membuat sebuah perusahan pemula (sering disebut start-up company) di bidang IT setelah lulus dari Informatika ITB. Putranya itu adalah mantan mahasiswa saya dulu, dan setelah lulus sarjana dia dan teman-temannya satu alamamater sepakat membuat start-up.

Memang cukup banyak alumni kami yang berwirausaha membuat perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Mereka sudah memulai membuat start-up itu pada tahun-tahun terakhir kuliah, dan sesudah lulus sarjana mereka men-seriusi start-up tersebut. Idealisme dan mimpi-mimpi mereka direalisasikan melalui start-up mereka itu. Jika dihitung-hitung mungkin sudah puluhan perusahaan start-up yang dibuat alumni kami. Ada yang sudah tumbuh menjadi besar dan terkenal seperti eBdesk, Agate Studio, NoLimit, Bukalapak, dan lain-lain. Ada juga yang masih menapak menjadi perusahaan yang besar, namun ada juga yang masih begitu-begitu saja.

Bagi sang ibu ini, bekerja dengan membuat start-up tidak menjanjikan masa depan. Pikiran para orangtua pada umumnya tipikal, yaitu setelah lulus sarjana maka anaknya bekerja di perusahaan mapan. Apalagi bagi lulusan ITB, harapan itu lebih “berat” lagi, orangtua ingin anaknya bekerja di perusahaan besar –baik perusahaan nasional, BUMN, perusahaan asing maupun multinasional– dengan gaji yang besar pula. Nama besar ITB sepertinya adalah “beban” agar sang anak menjadi orang yang sukses dengan penghasilan yang mapan.

Oleh karena itu, ketika sang anak memutuskan berwirausaha seperti membuat start-up itu, maka sebagian orangtua yang berpikiran tipikal tadi seakan tidak (atau belum) bisa menerimanya. Meskipun ketidaksetujuan itu tidak disampaikan secara langsung kepada sang anak, hanya disimpan di dalam hati saja, namun dalam batin mereka tetap saja berharap sang anak bekerja di tempat yang pasti-pasti.

Terhadap kegundahan sang ibu tadi, saya hanya bisa memberikan jawaban “menghibur”, bahwa putranya sudah dewasa dan dia lebih tahu apa yang terbaik buat dirinya dan masa depannya. Jawaban yang umum, namun hanya itu yang bisa saya sampaikan kepadanya.

Dalam pandangan saya, berwirausaha itu bagus bahkan mulia karena bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain. Sudah saatnya anak-anak bangsa yang punya potensi tinggi memajukan negeri ini dengan inovasi produk dalam negeri namun berkualitas dunia. Saya percaya lulusan perguruan tinggi tanah air mampu bersaing menghasilkan produk IT yang hebat-hebat, tidak kalah dengan produk IT dari luar. Lulusan kami di ITB memiliki kreativitas yang tinggi sehingga inovasi mereka melahirkan produk yang brilian, mungkin ini dampak positif kebebasan berkreasi dalam membuat tugas-tugas besar aplikasi ketika kuliah.

Di sisi lain, keinginan membuat dan mengembangkan start-up sering berbenturan dengan harapan orangtua dan keluarga. Menurut saya komunikasi sangat penting untuk meyakinkan orangtua agar restu didapat. Restu orangtua itu sangat penting, sebab dalam agama kita (Islam) diajarkan bahwa ridho Allah kepada seorang anak bergantung pada keridhoan orangtuanya. Jika orangtua ridho (merestui), maka jalan ke depan terbuka lapang sebab Allah pun akan meridhoi. Nah, kalau orangtua belum (atau tidak) meridhoi, maka alamat bakal susah jalan ke depan. Ada cerita mahasiswa saya yang gagal dalam berwirausaha karena orangtuanya tidak merestui. Sudah tak terhitung darah dan air mata yang keluar dari diri dan orangtuanya karena kegagalan-kegagalan yang terjadi. Akhirnya, setelah orangtuanya merestui jalan pilihannya, barulah usahanya bisa stabil dan berkembang hingga sekarang.

Sukur-sukur punya orangtua yang membebaskan pilihan Anda setelah lulus, mau bekerja, kuliah lagi, atau berwirausaha. Lebih sukur lagi jika mereka memberikan dorongan dan mendukung setiap pilihan yang Anda lakukan. Namun tidak semua orangtua seperti itu kan? Dalam pandangan saya, ketika orangtua masih belum setuju dengan pilihan ber-start-up, maka keputusan bijaksana adalah menunda terlebih dahulu dengan mematuhi keinginan mereka agar Anda bekerja di perusahaan yang sudah mapan. Setelah beberapa tahun Anda bekerja di sana, sudah punya banyak pengalaman, dan Anda sudah membuktikan bahwa Anda sudah bisa mandiri, maka barulah Anda memikirkan kembali membuat start-up tersebut. Setidaknya Anda sudah punya simpanan modal dari penghasilan bekerja sebelumnya untuk berjaga-jaga jika start-up Anda itu masih belum dapat memberikan kontribusi materi yang signifikan untuk menopang masa depan Anda.

Bagaimanapun, restu orangtua tetap harus anda dapatkan terlebih dahulu ketika anda memutuskan berhenti bekerja dan membuat start-up tersebut. Menurut saya, pilihan bijaksana ini juga berlaku bagi Anda yang diharapkan menjadi tiang keluarga, setidaknya Anda sudah dapat membantu keluarga Anda sebelum memutuskan berhenti bekerja dan membuat start-up. Menurut saya inilah win-win solution atau jalan tengah dari pilihan yang sulit, antara membuat start-up dan keinginan orangtua.

Dipublikasi di Gado-gado, Seputar Informatika | 1 Komentar

Pantai Sanur yang Menenangkan

Ke Pulau Bali tanpa mengunjungi pantai tampaknya kurang afdhol. Siapapun yang mengunjungi Bali pasti menyempatkan diri ke salah pantainya. Ya, Bali identik dengan wisata pantai, selain budaya dan alamnya yang indah. Sebagian besar wisatawan pasti menuju Pantai Kuta. Namun Pantai Kuta saat ini sudah terlalu ramai dan tampak kotor (banyak sampah), jalanan di sana macet, dan kawasan pantainya sudah sesak dengan bangunan hotel, restoran, dan toko suvenir.

Lupakan Pantai Kuta dulu. Pada liburan akhir tahun 2013 yang lalu saya membawa keluarga liburan ke Pantai Sanur. Pantai Sanur mempunyai pesona tersendiri. Pantainya tidak terlalu ramai dibandingkan Kuta, pasirnya putih, selain itu ombak lautnya kecil sehingga aman bagi anak-anak untuk berenang. Biasanya orang ke Pantai Sanur untuk melihat sunrise (berkebalikan dengan Pantai Kuta dimana orang melihat sunset), karena Pantai Sanur terletak di sebelah timur Pulau Bali.

Pantai Sanur tampak dari lantai sebuah hotel

Pantai Sanur tampak dari lantai sebuah hotel

Pemandangan lain Pantai Sanur dari atas hotel

Pemandangan lain Pantai Sanur dari atas hotel

Pantai Sanur lebih sepi daripada Pantai Kuta. Kebanyakan turis asing yang ke sini adalah orang-orang yang sudah berumur mapan. Mereka menghindari Pantai Kuta yang sudah crowded. Mereka ke Sanur untuk mencari ketenangan selain tentu saja untuk melihat sunrise.

Pantai Sanur yang sepi

Pantai Sanur yang sepi

Sisi lain Pantai Sanur

Sisi lain Pantai Sanur

Pantainya landai, ombak hanya ada di tengah laut, kira-kira seratus meter dari bibir pantai. Berdiri di dalam air laut di Pantai Sanur serasa berdiri di pinggir danau. Kalau ingin berselancar tentu bukan di sini tempatnya.

Air laut di bibir pantai nyaris tiada berombak, serasa berdiri di pinggir danau saja.

Air laut di bibir pantai nyaris tiada berombak, serasa berdiri di pinggir danau saja.

Sebuah hotel megah yang tinggi berdiri di Pantai Sanur. Hotel yang bernama Inna Grand Bali Beach ini mungkin satu-satunya hotel di Bali yang “melanggar” pakem. Peraturan adat di Bali menyatakan mendirikan bangunan tidak boleh melebihi tinggi pohon kelapa. Jadi, jika Anda pergi ke Bali jangan heran hampir semua bangunan di pulau itu tidak ada yang tinggi-tinggi, rata-rata tingginya hampir mencapai tinggi pohon kelapa.

Hotel Inna Grand Bali Beach

Hotel Inna Grand Bali Beach

Hotel Inna Grand Bali Beach adalah hotel yang areanya sangat luas, melebar dari utara ke selatan. Selain bangunan yang tampak megah itu, hotel ini juga mempunyai bungalo-bangalo dan vila yang terpisah dari gedung. Kebayang berapa banyak pegawai hotelnya untuk melayani tamu-tamunya yang tinggal berpencar-pencar. Namun tamu hotel ini ketika saya ke sana tidak terlalu banyak, kamar-kamarnya banyak yang kosong padahal saat itu peak season, mungkin wisatawan yang berminat ke Sanur tidak sebanyak ke Pantai Kuta.

Area luas di depan hotel, dari jauh tampak lapangan golf.

Area luas di depan hotel, dari jauh tampak lapangan golf.

Area luas di depan hotel  tampak dari lantai 9

Area luas di depan hotel tampak dari lantai 9

Saya dan keluarga menginap di hotel ini. Halaman belakang hotel ini sudah berupa pantai, jadi kalau mau berenang di laut tidak perlu berjalan jauh lagi.

Foto narsis di Pantai Sanur dengan latar belakang Hotel Inna Grand Bali Beach

Foto narsis di Pantai Sanur dengan latar belakang Hotel Inna Grand Bali Beach

Foto narsis lainnya

Foto narsis lainnya

Di sepanjanng Pantai Sanur di belakang hotel terdapat jogging track yang banyak diguankan oleh para turis untuk berjalan atau lari-lari, termasuk bersepeda dengan menyewanya dari rental sepeda. Sangat asyik berjalan pagi di sini atau bersepeda tandem hingga menuju desa adat Sanur.

Sekali-sekali coba ke Pantai Sanur deh…

Dipublikasi di Cerita perjalanan | 6 Komentar

Passing Grade Rata-rata 10 Besar PTN pada SNMPTN/SBMPTN 2010-2013

Saya menerima kiriman informasi passing grade rata-rata hasil SNMPTN/SBMPTN 2010-2013 dari wakil Rektor ITB via milis. Bukan data rahasia sih, sebab memang buat konsumsi publik. Data ini hanya memberikan informasi 10 besar nilai rata-rata passing grade di perguruan tinggi negeri. Yang dimaksud rata-rata passing grade adalah jumlah seluruh passing grade setiap Program Studi/Fakultas di perguruan tinggi tersebut kemudian dibagi dengan jumlah Program Studi atau Fakultasnya (di ITB penerimaan mahaiswa per fakultas, bukan per-Prodi/Jurusan seperti PTN lain).

Di bawah ini 5 besar atau 10 besar PTN dengan rata-rata passing grade tertinggi. Rata-rata passing grade tersebut dibedakan antara kelompok IPA dan kelompok IPS. Di ITB ada dua fakultas yang termasuk kelompok IPS, yaitu Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) dan Fakultas Senirupa dan Desain (FSRD). Semua data angka bersumber dari Panitia SNMPTN/SBMPTN.

1. SNMPTN 2010

Lima besar PTN dengan passsing grade tertinggi SNMPTN kelompok IPA.

Lima besar PTN dengan passsing grade tertinggi SNMPTN kelompok IPA.

2. SNMPTN 2011 Jalur Ujian Tulis

Sepuluh besar PTN dengan rerata passing grade tertinggi pada SNMPTN  2012

Sepuluh besar PTN dengan rerata passing grade tertinggi pada SNMPTN 2012

3(a). SNMPTN 2012 Jalur Ujian Tulis Kelompok IPA

Sepuluh besar PTN dengan rerata passing grade tertinggi SNMPTN 2012 kelompok IPA.

Sepuluh besar PTN dengan rerata passing grade tertinggi SNMPTN 2012 kelompok IPA.

3(b). SNMPTN 2012 Jalur Ujian Tulis Kelompok IPS

Sepuluh besar PTN dengan rerata passing grade tertinggi SNMPTN 2012 Kelompok IPS

Sepuluh besar PTN dengan rerata passing grade tertinggi SNMPTN 2012 Kelompok IPS

4(a). SBMPTN 2013 Jalur Ujian Tulis Kelompok IPA

Sepuluh besar PTN dengan rerata passing grade tertinggi SBMPTN 2013 Kelompok IPA

Sepuluh besar PTN dengan rerata passing grade tertinggi SBMPTN 2013 Kelompok IPA


4(b). SBMPTN 2013 Jalur Ujian Tulis Kelompok IPS
Sepuluh

Sepuluh

Data passing grade di atas memang hanya data rata-rata saja, tidak menceritakan persaingan per program studi/fakultas baik dalam satu PTN maupun antar PTN. Jadi, mungkin saja passing grade Fakultas Kedoktearn UI lebih tinggi dari passing grade sebuah fakultas di ITB. Namun sebagai gambaran umum keseluruhan, data tersebut hanya memberikan sedikit informasi persaingan.

Alhamdulillah kampus saya, ITB, selalu menempati posisi teratas rata-rata passing grade, baik dalam kelompok IPA maupun kelompok IPS. Alhamdulillah kami selalu mendapat mahasiswa berkualitas baik, semoga keluarannya juga baik.

Semoga data ini bermanfaat buat adik-adik SMA yang akan menentukan pilihannya pada SBMPTN 2014 nanti.

Dipublikasi di Pendidikan, Seputar ITB | 16 Komentar

Kehadiran Kuliah Sebagai Komponen Nilai Akhir

Sangat sedikit ada dosen yang memasukkan kehadiran kuliah sebagai salah satu komponen nilai akhir. Saya termasuk dosen yang sedikit itu. Kehadiran kuliah saya hitung dalam menentukan indeks nilai mata kuliah. Tidak besar bobotnya, antara 2,5% hingga 5% saja dari keseluruhan nilai akhir. Meskipun sangat kecil, tetapi sekecil apapun nilainya sangat berarti ketika penentuan indeks nilai akhir dilakukan.

Di ITB ada sebagian dosen yang menjadikan kehadiran kuliah sebagai syarat mengikutu ujian. Misalnya jika jumlah kehadiran kuliah minimal 75%, jika kurang dari 75% maka seorang mahasiswa tidak dapat mengikuti ujian akhir. Kalau saya sebaliknya, tidak ada syarat minimal kehadiran untuk mengikuti ujian akhir, tetapi saya menjadikan kehadiran sebagai salah satu komponen penillaian.

Ada orang yang bertanya kenapa saya menjadikan kehadiran sebagai salah satu nilai akhir. Padahal, di era digital dan internet seperti sekarang, belajar materi kuliah bisa dilakukan di rumah, di tempat kos, atau di mana saja. Materi kuliah dapat dicari di Internet, e-book teks kuliah juga banyak tersedia, soal latihan juga banyak, toh belajar dapat dilakukan dari jarak jauh, jadi buat apa datang ke kelas kuliah? Apalagi jika dosennya tidak menarik, monoton, dan mengulang apa yang sudah ada di dalam buku, jadi buat apa perlu hadir?

Baik, Anda bisa saja membaca e-book, mengunduh materi kuliah dari Internet, cukup belajar di kamar kos dan keluar kamar jika perlu saja. Selain belajar ilmu pengetahuan secara langsung dari orang yang ahlinya (dosen), ada hal lain yang tidak Anda dapatkan jika tidak mau hadir di dalam kelas kuliah, yaitu interaksi sosial baik dengan dosen maupun dengan teman-teman mahasiswa lainnya. Hadir dalam kelas kuliah berarti Anda belajar berkomunikasi, belajar menghargai orang lain, dan belajar untuk empati. Selain itu, cerita-cerita, wejangan dan nasehat dari dosen juga amat berguna sebagai bekal kehidupan nanti.

Bagi saya, hadir dalam kelas kuliah adalah sebuah usaha dalam menuntut ilmu, dan usaha itu harus diapresiasi sebagai salah satu komponen nilai, sekecil apapun usaha itu. Inilah alasan mengapa saya memasukkan kehadiran kuliah sebagai bagian dari nilai akhir.

Dipublikasi di Seputar Informatika | Meninggalkan komentar

Menghadapi Rayuan Syaitan Saat akan Shalat Tahajud

Shalat tahajud (qiyamul-lail) adalah shalat malam yang tidak semua orang mampu melakukannya. Saat-saat semua orang tertidur lelap dalam mimpinya kita bangun untuk menegakkan shalat tahajud itu. Mata sangat berat untuk bangun pada dua pertiga malam.

Pengalaman saya ketika mau shalat tahajud, godaan terberat adalah menghadapi rayuan syaitan. Benar, rayuan syaitan. Saya sudah meniatkan diri untuk sholat malam, alarm di ponsel sudah saya setel untuk berdering pada jam yang saya inginkan. Karena memang sudah niat, maka Allah membangunkan saya pada jam tersebut sebelum alarm berbunyi.

Nah, setelah mata mulai membuka, di sini godaan syaitan mulai muncul. Syaitan tentu menghalang-halangi upaya kita untuk sholat pada malam sunyi itu. Perjuangan untuk bangkit dari tempat tidur dihadang oleh rayuan syaitan. Syaitan mulai membisiki begini: ah nantilah beberapa menit lagi, tidur lagilah agak sebentar, tidak usah buru-buru, dsb.

Jika Anda “setuju” dengan rayuan syaithan itu, dalam kondisi masih setengah sadar, Anda mungkin malas untuk bangkit dari tempat tidur. Anda mengiyakan rayuan syaitan tadi, ya tidur sebentar lagilah, kan masih lama waktu shubuh. Mata mulai dipicingkan kembali. Dalam keadaan kantuk yang amat sangat, siapa orang yang tidak terlena untuk tidur lagi. Akhirnya benar-benar tertidur sampai pagi, dan keinginan untuk sholat tahajud pun kandas sudah.

Di sinilah pentingnya memenangi pertarungan melawan rayuan syaithan. Jika Anda memang sudah berniat bulat untuk sholat tahajud, maka tiada pilihan lain: lawan rayuan untuk tidur lagi, langsung berdiri dan menuju tempat wudhu, dan tunaikan sholat malam itu. Alangkah nikmatnya setelah kita bisa sholat tahajud, alangkah damainya hati setelah berdialog dengan Tuhan pada malam yang sunyi, mencurahkan segala keluh kesah, memohon dan meminta ampunan.

Sebaik-baik sholat adalah sholat tahajud karena perjuangan yang sangat berat untuk bangkit dari tidur.

Dipublikasi di Pengalamanku | 2 Komentar

Mengunjungi Lembah Harau di Kabupaten 50 Kota

Dalam perjalanan ke Sumatera Barat akhir tahun yang lalu, kami rombongan dosen-dosen STEI-ITB mengunjungi obyek wisata Lembah Harau. Lembah Harau adalah obyek wisata andalan Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Lembah Harau terdiri dari tebing-tebing tinggi curam dengan kemiringan 90 derajat. Tebing-tebing tersebut disusun dari batu granit. Di bawahnya terdapat lembah datar yang berupa sawah, sungai, dan beberapa rumah pemukiman penduduk.

Lembah harau dari balik kaca bus

Lembah harau dari balik kaca bus

Tebing-tebing itu memanjang berliku-liku, panjangnya mungkin berkilo-kilometer. Lanskap alam yang hadir sungguh menakjubkan, terbayang juga kengerian jika berdiri di atas tebing yang tinggi itu. Menurut cerita rakyat 50 Kota, nenek moyang mereka turun dari puncak tebing Lembah Harau itu dan berkembang biak menghasilkan generasi yang sekarang. Benar tidaknya cerita tersebut wallahu alam.

Sebuah sungai mengalir di dasar lembah.

Sebuah sungai mengalir di dasar lembah.

Hamparan rumput dan sawah di bawah tebing

Hamparan rumput dan sawah di bawah tebing

Betapa kecil manusia di bawah tebing tersebut.

Betapa kecil manusia di bawah tebing tersebut.

Foto lainnya

Foto lainnya

Foto lainnya (2)

Foto lainnya (2)

Mungkin foto-foto jepretan saya di atas tidak terlalu berhasil memperlihatkan keindahan Lembah Harau, di bawah ini saya tampilkan foto Lembah Harau yang saya ambil dari sini.

Foto keindahan Lembah Harau (Sumber: http://jalanblog.wordpress.com/2013/01/30/1972/)

Foto keindahan Lembah Harau (Sumber: http://jalanblog.wordpress.com/2013/01/30/1972/)

Di tebing-tebing yang tinggi itu terdapat sejumlah air terjun, salah satu air terjun yang cukup besar saya abadikan di bawah ini.

Salah satu air terjun di Lembah Harau

Salah satu air terjun di Lembah Harau

Kolam di bawah air terjun

Kolam di bawah air terjun

Pengunjung air terjun

Pengunjung air terjun

Di dekat air terjun ini banyak kios yang menjual makanan, salah satunya pedagang durian ini. Durian lokal dari Kabupaten 50 Kota ini harganya murah-murah, satu buah hanya Rp10.000, jika dua buah Rp15.000. Semua durian adalah durian yang jatuh dari pohon, rasanya manis dan legit. Saya puas sekali makan durian di sini:-).

Pedagang durian dekat air terjun

Pedagang durian dekat air terjun

Ada juga pedagang tanaman berupa anggrek hutan dari Lembah Harau. Salah satu tanaman yang menarik perhatian saya adalah pakis monyet. Tanaman pakis ini mempunyai bulu-bulu tebal berwarna oranye yang mirip dengan bulu monyet, seperti foto di bawah ini.

Tanaman bunga dari hutan Lembah Harau.

Tanaman bunga dari hutan Lembah Harau.

Kalau mau menjelajah Lembah Harau kiranya perlu waktu satu hari, sebab tebing-tebing itu masih panjang lagi. Mungkin yang tersembunyi lebih indah lagi dari yang dilihat sekarang, namun sayang karena hari sudah sore kami pun segera meninggalkannya. Semoga suatu hari nanti saya bisa kembali ke Lembah Harau.

Beberapa foto dan informasi lain tentang Lembah harau dapat ditemukan di sini, di sini, di sini, dan di sini.

Dipublikasi di Cerita perjalanan | 4 Komentar