Meninggal Dunia pada Saat Tidur

Kemaren siang saya terkejut mendengar berita bahwa teman saya sesama dosen ITB, namun beda fakultas, meninggal dunia pada pagi hari ketika waktu bangun tidur. Saat dibangunkan oleh keluarganya dia sudah tidak ada, padahal almarhum tidak mempunyai gejala sakit suatu apa.

Beberapa waktu sebelumnya juga ada dua orang mahasiswa ITB yang meninggal dunia pada waktu tertidur. Ketika dibangunkan oleh teman-temannya dia sudah tidak ada. Saya juga masih belum lupa pada bulan lalu salah satu alumni yang juga mantan maahsiswa/asisten saya meninggal dunia di dalam apartemennya di Belanda ketika sedang tidur. Maut memang tidak mengenal waktu dan tempat dan tidak seorangpun dapat memprediksi kapan datangnya ajal.

Beberapa kasus kematian saat orang dalam keadaan tidur mengingatkan saya tentang ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa ketika kita sedang tidur sesungguhnya ruh (nyawa atau jiwa) kita sedang dipegang oleh Allah SWT. Jika ajal kita belum datang, maka ruh itu dilepaskan kembali ke dalam jasad (tubuh) saat kita bangun, sebaliknya jika saat tidur itu ajal kita tiba, maka ruh tersebut ditahan selamanya oleh-Nya sehingga tidak dapat kembali ke dalam tubuh.

Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Az-Zumar:42)

Jadi, manusia yang sedang tidur tidak ubahnya seperti orang yang sudah mati. Ruh orang yang sedang tidur diambil oleh malaikat-Nya, dan saat bangun tidur ruh tersebut dikembalikan lagi ke dalam tubuh sesuai izin Allah SWT. Batas antara tidur dan mati itu tipis sekali (termasuk juga di dalamnya pingsan dan keadaan koma).

Karena kita tidak mengetahui apakah setelah tidur kita akan bangun lagi (yakni dikembalikan lagi ruh ke dalam tubuh kita) atau tidak akan pernah bangun-bangun lagi (dengan kata lain mati), maka dalam ajaran agama (Islam) kita dianjurkan untuk selalu berdoa sebelum dan sesudah tidur.

Doa sebelum tidur: بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ (bismikallahumma ahya wa amutu), yang artinya:

Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati

dan doa sesudah bangun tidur: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ (alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur), yang artinya:

Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit

(Sumber: Doa Sebelum Tidur dan Doa Sesudah Bangun Tidur).

Semoga peristiwa kematian pada saat tidur menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita semua agar kita lebih mempersiapkan diri sebelum dipanggil oleh Allah SWT.

(Tulisan lain yang berkaitan: BUKTI KEBENARAN AL-QURAN : TIDUR DAN KEMATIAN)

Pos ini dipublikasikan di Renunganku. Tandai permalink.

4 Balasan ke Meninggal Dunia pada Saat Tidur

  1. otidh berkata:

    Saya jadi teringat sebuah quote dari Buya Hamka, kurang lebih redaksinya seperti ini:

    “Lebih banyak orang menghadapi kematian di atas tempat tidur daripada orang yang mati di atas pesawat. Tetapi kenapa lebih banyak orang yang takut mati ketika menaiki pesawat daripada orang yang takut menaiki tempat tidur.”

  2. Dewi Susilawaty Lubis berkata:

    Nice🙂

  3. Reblogged this on あさぎえんぴつ 'Asagi Enpitsu' and commented:
    Saya pernah menulis hal serupa, Pak..
    Betul, Pak. Hal ini menjadi ibroh penting bagi kita yang masih hidup:
    Belajar dari Aditya Prasetya – http://wp.me/p2cBEU-jG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s