Catatanku

Mengambil Kuliah Agama Berbeda

19 November 2009 · & Komentar

Seorang rekan saya, sesama dosen ITB, meminta pendapat. Ia bercerita bahwa salah seorang mahasiswa perwaliannya berkonsultasi tentang kuliah agama yang akan dia ambil di semester ini. Mahasiswa itu berencana mengambil mata kuliah agama dan etika (mata kuliah wajib 2 SKS), namun yang dia pilih adalah kuliah Agama dan Etika Budha, sementara dia sendiri bukan pemeluk agama Budha. Mahasiswa minta pendapat dosen Wali tentang rencananya itu.

Ini kasus yang umum di ITB. Mahasiswa bebas memilih mata kuliah yang dia inginkan, termasuk mata kuliah agama. Setiap tahun ada saja mahasiswa yang non-Budha mengambil kuliah Agama dan Etika Budha. Kebanyakan mereka yang non-Budha itu beragama Islam atau Kristen. Macam-macam alasan dan motivasinya. Ada yang karena motivasi nilai, sebab beredar rumor sejak dulu kala bahwa kuliah Agama Budha ini “sistem paket A”, alias sebagian besar mahasiswa yang mengambil kuliah mendapat nilai A. Ini yang paling banyak alasannya. He..he, saya harus konfirmasi nih kepada dosen mata kuliah Agama Budha, benarkah begitu? Ada juga yang karena ingin sekedar menambah pengetahuan saja tentang apa dan bagaimana agama Budha itu. Atau, ada juga yang sudah bosan dengan “indoktrinasi” di dalam agamanya sendiri, lalu mencari “udara baru” dengan mengambil kuliah agama Budha. Mungkin ada lagi alasan lain, misalnya kuliahnya ringan, tidak banyak tugas, dan lain-lain, pragmatislah pokoknya.

Zaman saya kuliah ada teman saya yang beragama Islam tetapi mengambil kuliah agama Budha. Dia tidak mau mengambil kuliah agama Islam karena dia sadar dirinya sangat awam soal Islam. Jelas saja begitu, karena sejak kecil hingga SMA dia disekolahkan oleh orangtuanya di sekolah Katolik. Dia sama sekali tidak bisa membaca Al-Quran. Dia khawatir kalau di kelas kuliah dia seperti “orang bodoh”, disuruh membaca Al-Quran ternyata tidak bisa, atau ditanya soal agama dia tidak bisa menjawab. Malu-maluin nanti, katanya. Jangan-jangan tidak lulus pula kuliah agama itu, katanya.

Sekarang, setelah menjadi dosen –apalagi menjadi dosen Wali– saya harus memecahkan masalah ini, seperti masalah rekan saya di atas. Bagaimana menjawab pertanyaan mahasiswa saya yang ingin mengambil kuliah agama berbeda? Pada intinya, dosen Wali tidak melarang mahasiswa mengambil kuliah agama apapun, keputusan ada di tangan mahasiswa itu sendiri. Aturan ITB sendiri soal mata kuliah agama juga tidak ada, sebab mahasiswa dianggap sudah dewasa untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya.

Dosen Wali cukup memberi saran saja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, apakah mahasiswa siap secara psikologis jika di transkip nilainya nanti tertulis nilai agama x, sementara dia beragama y? Apakah tidak ada masalah nanti di kemudian hari, misalnya dengan keluarga atau orangtua. Kedua, jika alasannya karena “takut” tidak bisa dengan kuliah agamanya sendiri (seperti kasus teman saya itu), justru inilah kesempatan untuk memperdalam agamanya itu, bukan? Ada banyak teman dan asisten yang bisa membantu. Belajar baca tulis Al-Quran misalnya.

Yang terbaik adalah mengambil kuliah agama sendiri sebagai bukti keistiqamahan (konsistensi). Itu saja. Kamu punya pendapat?

-

→ 4 CommentsKategori: Seputar ITB

Film “2012″ dan Kontroversi dari MUI Malang

18 November 2009 · & Komentar

Saat ini film 2012 sedang menggemparkan dunia. Film bertema bencana yang bercerita tentang kehancuran bumi (kiamat?) itu sedang menjadi film box office dan menjadi pembicaraan banyak orang, termasuk di Indonesia. Saya belum sempat sih menonton film ini.

Klik trailer video film 2012 di YouTube di bawah ini:

Di Indonesia film 2012 menjadi tambah ramai karena ada kontroversi yang muncul akibat pemutaran film ini. MUI Malang (kota atau kabupaten Malang ya?) mengeluarkan larangan bagi ummat Islam untuk menonton film ini (baca beritanya di sini). Alasannya, film 2012 bisa menyesatkan dan membuat orang yang lemah iman percaya bahwa kiamat itu memang akan terjadi pada tahun 2012. Padahal di dalam ajaran Islam kapan datangnya hari kiamat itu tidak ada seorangpun — termasuk nabi atau malaikat sekalipun — yang tahu. Hari kiamat adalah rahasia Allah SWT. Selain itu, menurut kata para ulama yang melarang film itu, penggambaran kiamat di film 2012 tidak sama dengan persepsi ajaran agama. Kiamat dalam ajaran Islam adalah kehancuran alam semesta dan seluruh isinya, bukan hanya planet bumi saja seperti yang digambarkan dalam film tersebut.

Setelah berita itu muncul di media online, kecaman pun datang dari masyarakat. Mereka menilai MUI Malang terlalu berlebihan menanggapi film tersebut. Saya baca komentar-komentar mereka di media online, tersirat jelas ejekan dan sinisme mereka kepada lembaga yang berisi para ulama yang dihormati itu. Bahkan ada komentar-komentar yang bernada menghina dan merendahkan martabat para ulama.

Saya sendiri berpendapat bahwa para ulama yang mengecam film itu tidak bisa disalahkan seluruhnya, namun tidak bisa juga dibenarkan semuanya. Kesalahannya ada pada ketidaktahuan mereka mengenai film 2012. Saya yakin ulama yang melarang belum pernah menonton film tersebut (termasuk saya, he..he), mereka mungkin hanya tahu dari berita yang berseliweran saja. Padahal jelas-jelas diceritakan di dalam film bahwa itu bukan kiamat sungguhan, sebab pada bagian akhir film digambarkan masih ada sekelompok manusia yang selamat di dalam kapal (kapal Nabi Nuh?). Lha, kalau yang namanya kiamat jelas seluruh kehidupan musnah, alam semesta hancur tidak bersisa. Menurut saya film ini murni fiksi belaka dan merupakan hasil imajinasi dari serangkaian efek visual hasil program komputer yang canggih. Angkat topi deh bagi produser film ini karena mereka berhasil membuat para penonton terkesima dengan efek visual tentang kehancuran bumi.

Tapi, ulama yang melarang film 2012 tidak juga bisa disalahkan sepenuhnya. Mereka, para ulama itu, hanya khawatir saja jika setelah menonton film 2012 orang-orang jadi percaya dengan perhitungan kalender bangsa Maya kuno — yang mendasari film 2012 itu — bahwa kiamat akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012 (yang juga merupakan tanggal kelahiran anak saya yang ketiga tuh, he..he). Tanggal 21 Desember 2012 adalah akhir kalender bangsa Maya. Adakah setelah menonton film ini orang-orang bakal percaya bahwa kiamat benar-benar terjadi pada tahun 2012? Mungkin saja ada, tapi saya rasa itu tidak banyak jumlahnya. Saya yakin sebagian besar orang tidak percaya dengan ramalan 2012 itu, sebab hampir semua umat Islam sepakat bahwa akhir dunia ini tidak ada yang tahu pasti kapan terjadi, semuanya adalah rahasia Ilahi. Jangankan kiamat, gempa saja tidak bisa diramalkan kapan persisnya.

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Q.S. Al A’raaf 187)

Sebagai bentuk kekhawatiran sih boleh-boleh saja, namun kalau diikuti dengan larangan menonton fim 2012, apalagi meminta Pemerintah melarang peredaran film itu, jelas tindakan yang tidak bijak. Berlebihan. Justru lebih bijak menyatakan: silakan menonton filmnya tetapi jangan percaya. Malah, larangan menonton akan membuat film ini semakin laris sebab orang-orang semakin penasaran saja untuk melihatnya, dan ini jelas kontraproduktif dengan tujuan larangan tadi. Memang yang mengusulkan larangan itu hanya MUI beberapa daerah saja, sementara MUI Pusat tidak pernah membuat larangan atau semacam itu, namun masyarakat menilai seolah-olah MUI telah membuat fatwa haram film 2012. Jelas hal ini dapat merugikan citra MUI itu sendiri dan dapat membuat ulama makin dilecehkan ummat, seperti yang tergambar pada komentar-komentar di forum online.

Masyarakat menilai, ketimbang film 2012 mengapa para ulama tidak melarang menonton film-film porno berkedok film hantu atau film komedi yang banyak diproduksi oleh para sineas berselera rendah? Justru film-film bermutu rendah itulah yang harus dibasmi, bukan film sains-fiksi semacam 2012 itu. Saya justru melihat bahwa film bertema bencana seperti Deep Impact, The Day After Tomorrow, dan 2012, malah membuat orang teringat akan mati dan sadar bahwa kehidupan ini suatu saat akan berakhir. Jadi, tidak usah terlalu dianggap seriuslah, itu film hiburan semata. Just a fun!

→ 12 CommentsKategori: Agama · Indonesiaku

Bagaimana Akhir “Sinetron KPK”?

13 November 2009 · 1 Komentar

Lama-lama bosan juga mengikuti perkembangan berita tentang kasus Bibit-Chandra dan kasus Antasari Azhar. Isi berita TV soal itu melulu, berita di koran dan media online juga sama. Bak sebuah sinetron, kita tidak tahu kapan dan apa ending-nya. Siapa yang benar dan siapa yang salah, kita juga tidak tahu. Bibit dan Chandra bersikukuh tidak menerima uang suap dari Anggodo, sementara polisi — katanya — memiliki bukti yang kuat bahwa keduanya menerima uang suap. Siapa yang benar?

Pada episode lain, kita juga dibuat tercengang dengan pengakuan Wiliardi Wizar, orang yang diduga terlibat dengan Antasari dalam kasus pembunuhuan Nasrudin. Wiliardi membuat pengakuan bahwa dia dirayu dan ditekan oleh perwira tinggi polisi untuk mengarahkan Antasari sebagai dalang pembunuhan Nasrudin. Polisi pun segera membantah telah menekan Wiliardi dan mereka pun membela diri dengan menayangkan video bahwa suasana pemeriksaan Wiliardi berlangsung santai dan penuh gelak tawa. Siapa yang benar?

Negara kita sedang mengalami krisis kepercayaan, confidence crisis, terhadap aparat penegak hukum. Tidak hanya kepada polisi, hakim, jaksa, dan pengacara. Jangan-jangan kita juga jadi ragu apakah KPK benar-benar bersih seperti yang dikesankan selama ini? Ini efek domino, kehilangan kepercayaan kepada satu lembaga publik dapat merembet ke lembaga lainnya, lembaga bersih sekalipun. Tidak ada satupun orang atau lembaga yang suci dan bebas kritik.

Uang. Itulah ujung dari semua masalah di atas. Demi uang, orang rela melakukan perbuatan apa saja, menghalalkan segala cara, untuk mendapatkannya. Tidakkah manusia mengambil pelajaran dari kasus-kasus serupa di masa lalu?

→ 1 CommentKategori: Indonesiaku

“Gurita Mafia Hukum” di Dunia Peradilan Indonesia

5 November 2009 · 1 Komentar

Hiiii…., serem sekali bila kita berurusan dengan pengadilan di Indonesia. Dunia peradilan di negeri ini sudah disusupi mafia yang sudah menggurita, mulai dari pintu masuk pengadilan hingga proses peradilan itu sendiri. Baca tulisan di bawah ini. Dikutip dari sini.

Kamis, 05 November 2009 pukul 01:22:00
Kegilaan Cengkeraman ‘Gurita Mafia Hukum’

Oleh: Muhammad Subarkah

”Apakah ada penegak hukum yang masih bersih? Jangan-jangan semuanya sudah terimbas mafia?” Pernyataan ini ditegaskan Sekjen Transparency International Indonesia (TII), Teten Masduki, ketika ditanya mengenai sampai sejauh mana cengkeraman ‘gurita mafia peradilan’ dalam dunia peradilan Indonesia.

”Bahkan, saya kira sudah terorganisasi. Jadi, mafia itu sudah ada di setiap elemen penegak hukum, mulai dari hakim, jaksa, hingga pengacara. Masing-masing sudah ada broker -nya. Kalau saya sih yakin bila ada jaksa, hakim, pengacara yang baik, itu tak lebih dari 10 persen saja,’ kata Teten, di Jakarta, Rabu (4/11).

Menurut Teten, munculnya mafia peradilan ini memang sudah sangat luar biasa. ”Misalnya begini. Begitu ada seorang terkena masalah hukum, dia akan segera tahu ke mana jalur untuk memengaruhi para penegak hukum itu. Dan, di situ sudah ada orang yang menjadi penunjuk jalannya.”

Tak berbeda dengan Teten, praktisi hukum Ary Yusuf Amir, juga mengakui kuatnya cengkeraman mafia peradilan di Indonesia. Namun, kata dia, situasi buruk itu hanya bisa dirasakan, tanpa bisa ditunjukkan buktinya. ”Semua orang pasti sudah tahu adanya mafia peradilan itu. Tapi, ini susah sekali dibuktikan secara kasat mata. Hanya terasa saja,” ujarnya.

Bukan hanya itu, lanjut Ary, tingkat daya rusak mafia peradilan kini sudah bisa dikatakan sangat luar biasa. Bahkan, ada sebuah pameo bila ada seorang pengacara bersikap idealis, dia tak akan bisa dapat klien. Perkara yang dipegangnya di forum pengadilan nantinya hanya akan menjadi bahan bulan-bulanan.

”Itu ekstremnya. Pengacara itu hampir pasti akan selalu kalah. Dan, ini pun terasa bukan hanya dalam kasus yang bernuansa ada kepentingan bernilai materi, tapi dalam kasus bernuansa politik, peran mafia hukum juga terasa. Ujung dari ini, misalnya, akan muncul putusan pengadilan yang aneh atau di luar nalar akal yang sehat,” tegas Ary.

Dalam sebuah artikel yang dikutip dari situs Komisi Reformasi Hukum Nasional (KRHN) dinyatakan mafia peradilan yang terjadi di lembaga peradilan di Indonesia sudah berlangsung sejak lama seperti yang ditunjukkan oleh beberapa hasil penelitiaan.

Bahkan, Daniel Kaufmann dalam laporan Bureaucratic and Judiciary Bribery tahun 1998, mengatakan tingkat korupsi di peradilan Indonesia paling tinggi di antara negara-negara Ukraina, Venezuela, Rusia, Kolombia, Yordania, Turki, Malaysia, Brunei, Afrika Selatan, dan Singapura.

Penelitian yang dilakukan Indonesia Corruption Watch (ICW) tahun 2002 juga menyebutkan bahwa mafia peradilan di Mahkamah Agung (MA) melibatkan para pegawai, pejabat, panitera, dan para hakim. Praktik mafia itu dilakukan dengan cara; pemerasan, penyuapan, pengaturan majelis hakim favourable , calo perkara, pengaburan perkara, pemalsuan vonis, pemberian ’surat sakti’, atau vonis yang tidak bisa dieksekusi.

Selain itu, mafia peradilan dapat diibaratkan suatu transaksi jual beli. Penjual sebagai pihak yang mempunyai kewenangan, sedangkan pembeli kelompok yang membutuhkan kemenangan dalam suatu proses hukum. Penjual, adalah hakim yang memutuskan perkara, dan pembeli adalah terdakwa yang membutuhkan putusan bebas.

Dalam praktik jual beli tersebut, posisi panitera, pegawai pengadilan, dan advokat hanyalah makelar perkara. Sebagai calo, mereka hanya berfungsi sebagai penghubung negosiasi antara penjual dan pembeli. Ibarat makelar jual beli tanah, mereka hanya mendapat komisi dari transaksi jual beli tersebut. Tanah akan langsung dinikmati oleh pembeli, sedangkan penjual akan mendapatkan sebagian besar uang hasil jual beli.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi Yudisial (KY), M Busyro Muqoddas, mengatakan, cengkeraman mafia peradilan di Indonesia sudah sangat kuat. Bahkan, indikasinya kekuatan mafia itu sudah memasuki semua elemen penegakan hukum.

”Bila dilihat dari sejarahnya, mafia peradilan itu mulai menggeliat semenjak munculnya Orde Baru. Saat itu, lembaga hukum berada di dalam hegemoni kekuasaan. Sementara di sisi lain, kekuatan masyarakat sipil tak berdaya sama sekali,” kata Busyro Muqoddas. Menurut Busyro, pihaknya tak bisa menentukan sampai berapa besar persentasenya pengaruh mafia peradilan itu. Tapi, jelas terlihat sudah sangat luar biasa.

→ 1 CommentKategori: Indonesiaku

Siapa Lagi yang Bisa Dipercaya?

4 November 2009 · & Komentar

Honesty is the foundation of services and the prerequisite for full realization of trust, fairness, respect and responsibility. Honesty begins with oneself and extends to others… (dikutip dari buku Komisi Pembelajaran ITB)

p4a5ee6c0cc14e_saya-cicak-berani-lawan-buayaKasus drama kriminalisiasi pimpinan KPK, Bibit dan Chandra, mencapai klimaksnya kemarin lewat “pengadilan rakyat” di di Mahkamah Konstitusi setelah diperdengarkan rekaman pembicaraan antara Anggodo (adik Anggoro, tersangka kasus korupsi) dengan para pejabat di Polri dan Kejaksaan Agung. Kasus ini membuat masyarakat semakin sinis kepada aparat penegak hukum. Hukum bisa dipermainkan oleh mereka, BAP bisa direkayasa dengan imbalan uang bermilyar-milyar dan mobil mahal dari orang kaya yang terjerat masalah hukum. Orang yang tidak bersalah dikorbankan supaya akal bulusnya tidak ketahuan. Tetapi, sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Sepandai-pandai menyimpan rapat kebusukan, akhirnya tercium juga. Itulah drama pertarungan cicak lawan buaya yang kita saksikan kemarin. Benar-benar menggemaskan sekaligus bikin geram.

Kasus ini juga menunjukkan betapa pejabat di negeri ini bisa diatur oleh para cukong. Para cukong alias pengusaha kaya yang terjerat masalah hukum tahu benar cara jitu untuk menggoda iman para pejabat itu. Gemerincingkan saja uang, maka mereka akan silau, silau, silau…., dan berhasillah para pejabat itu masuk ke dalam perangkap si pengusaha.

Siapa lagi yang bisa kita percaya ya? Polisi, jaksa, hakim, pengacara, sama saja kelakuannya, sama-sama mempermainkan hukum untuk kepentingan duniawi, mau menerima uang suap demi memuluskan perkara hukum para terdakwa. Memang tidak semua polisi, jaksa, hakim, pengacara itu mempunyai perilaku buruk seperti itu, masih banyak kok polisi yang baik, masih banyak yang jaksa yang jujur, masih banyak hakim yang lurus dan tetap amanah. Namun perilaku sebagian oknum merekalah yang membuat instansi mereka tercoreng. Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Akibatnya citra penegak hukum terlihat sangat bobrok dimata masyarakat. Prilaku para oknum itu telah merusak institusi mereka sendiri dan membuat kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian dan kejaksaan semakin tipis. Jadi, kalau aparat yang dipercaya menegakkan hukum saja mempermainkan hukum dengan imbalan uang, kepada siapa lagi kita harus percaya?

Saya heran dengan para pejabat yang rela menggadaikan amanah yang disandangnya untuk kepentingan sesaat. Untuk apa uang haram bermilyar-milyar itu ya? Perut kita terbatas kapasitasnya. Sebanyak-banyaknya kita makan hanya sanggup 2 piring. Dibelikan puluhan rumah, apakah semua rumah itu ditinggali? Dibelikan banyak kendaraan, apakah semuanya dinaiki? Pergi meninggalkan dunia ini, hanya selembar kain kafan yang bisa dibawa ke alam kubur, harta yang banyak itu harus ditinggalkan karena tidak bisa ikut serta. Belum lagi di pengadilan Allah semua perbuatan itu harus dipertanggungjawabkan. Tidak takutkah mereka dengan kehidupan sesudah mati, tidak takutkah mereka dengan siksa api neraka yang menyala-nyala karena telah memperoleh uang secara haram?

Lagu lama selalu benar: harta, tahta, dan wanita adalah tiga hal yang membuat silau mata manusia. Karena tiga hal itu manusia bisa jatuh binasa, karena tiga “ta” itu manusia rela menggadaikan imannya.

→ 4 CommentsKategori: Indonesiaku

“Awug Beras”, Jajanan Khas Bandung Kesukaan Pak Bondan

2 November 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Setiap hari dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah saya selalu melewati Jalan Ahmad Yani di daerah Cicadas, Bandung. Di pinggir jalan ada penjaja awug beras yang ramai pembelinya. Awug Beras Cibeunying namanya.

DSC00819

Awug adalah jajanan khas Bandung yang terbuat dari tepung beras, kelapa, aroma daun pandan, dan gula merah. Mirip dengan kue putu, bedanya kalau putu dikukus di dalam potongan bambu kecil sedangkan awug dikukus di dalam wadah yang berbentuk gunungan lancip, mirip gunungan nasi tumpeng. Potongan gula merah dicampur sedemikian rupa sehingga berbentuk mozaik. Awug rasanya manis dan legit, lebih enak dimakan pada sore dan malam hari dalam keadaan masih panas.

DSC00812

Setiap sore pedagang awug ini mulai berjualan. Awug yang baru matang setelah dikukus langsung dipotong-potong dalam potongan kecil-kecil. Satu kotak yang berisi sepuluh potongan harganya Rp 5000. Satu buah awug yang berbentuk lancip itu habis dalam seketika karena pembeli umumnya membeli beberapa kotak.

DSC00815

DSC00816

Proses pembuatan awug: Seorang pekerja menyiapkan adonan awug. Ada tepung beras, ada gula merah yang sudah dihancurkan.

DSC00813

Pekerja lain mengukus awug di dalam cetakan yang berbentuk gunungan lancip:

DSC00817

DSC00818

Pedagang awug ini makin “ge-er” setelah kedai awugnya dikunjungi Pak Bondan Winarno dan masuk tipi dalam acara Wisata Kuliner. Sebagai bentuk kebangaaannya masuk tipi, maka di gerobak awugnya dipasang foto pedagang dengan Pak Bondan, begitu pula di bagian depan gerobaknya. Sepertinya kalau pedagang makanan dikunjungi Pak Bondan maka dagangannya menjadi laris.

DSC00814

Jajanan tradisionil akan selalu bertahan karena penggemarnya masih banyak. Saya salah satunya.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Makanan enak

Soal Peringkat ITB yang “Turun”

30 Oktober 2009 · & Komentar

Suatu hari mahasiswa saya datang dengan pertanyaan yang gundah gulana. Ia menyoal tentang peringkat ITB yang berada di bawah peringkat UI dan UGM. Sepertinya dia tidak terima jika ITB berada di bawah UI dan UGM. Narsis juga dia, he..he.

Memang, baru-baru ini lembaga pemeringkat perguruan tinggi prestisius, Times Higher Education – QS World University Ranking (THE-QS World), mengumumkan secara resmi ranking 500 universitas terbaik dari 5.000 perguruan tinggi dunia yang disurvei. Publikasi dari Survei THE-QS World memang selalu menyita perhatian banyak orang, terutama dari kalangan akademisi Indonesia. Hasilnya, ITB berada pada peringkat ke-351 dunia pada 2009 ini. Tahun lalu, peringkat ITB sedikit lebih baik, yaitu ke-315. Sebagai pembanding, UI di peringkat ke-201 dunia, naik 86 peringkat dari tahun sebelumnya, ke-287. Sementara itu, UGM, yang tahun lalu berada di posisi ke-316, kini naik di peringkat ke-250 dunia.

Cuplikan peringkat universitas dunia menurut THE-QS (sumber dari sini):

1 HARVARD University (United States)
2 University of CAMBRIDGE (United Kingdom)
3 YALE University (United States)
4 UCL (University College London) (United Kingdom)
5 University of OXFORD (United Kingdom)

22 University of TOKYO (Japan)
23 KING’S College London (United Kingdom)
24 University of HONG KONG (Hong Kong)

30 National University of Singapore (NUS) (Singapore)

179 TEXAS A&m University (United States)
180 University of MALAYA (UM) (Malaysia)
181 Indian Institute of Technology Delhi (IIT) (India)
182 RWTH AACHEN University (Germany)

201 University of INDONESIA (Indonesia)

249 University of SURREY (United Kingdom)
250 GADJAH MADA University (Indonesia)
251 University of WOLLONGONG (Australia)

351 BANDUNG Institute of Technology (ITB) (Indonesia)
351 NATIONAL TAIWAN University of Science An… (Taiwan)
354 University of MARBURG Germany

(Catatan: Hanya tiga perguruan tinggi Indonesia yang masuk 500 besar dunia)

Saya tersenyum-senyum saja mendengar kegundahan mahasiswa saya itu. Tentu saja pemeringkatan itu bagi ITB dianggap kurang fair, karena ITB disejajarkan dengan universitas umum yang mempunyai lingkup jurusan yang beraneka ragam seperti di UI dan UGM. Pemeringkatan THE-QS memang menggunakan spektrum yang luas dan tidak membedakan antara universitas umum dan perguruan tinggi teknologi. Karakteristik pemeringkatannya didominasi oleh size (ukuran student body), scope (cakupan keilmuan), dan research intensity. Ini agak kurang menguntungkan untuk institut seperti ITB.

Contoh untuk scope, yang dinilai itu fully comprehensive untuk lima bidang keilmuan, yaitu life science, technology, biomodedicine, social science, dan arts and humanities. UI dan UGM mempunyai jurusan yang beraneka ragam, mulai dari ilmu-ilmu sosial, humaniora, ekonomi, kedokteran, hingga sains dan teknologi, sedangkan ITB adalah perguruan tinggi spesifik di bidang sains dan teknologi saja. Karena di ITB tidak ada bidang ilmu sosial dan humanities, maka skor untuk social sciences dan humanities tentu saja kecil, nah hal ini tentu membuat skor peringkat keseluruhan menjadi turun. Inilah yang membuat UI dan UGM unggul karena mereka memiliki semua kategori yang bisa dinilai. Apa ITB perlu membuat fakultas sastra ya supaya peringkatnya naik? Seperti joke teman saya, kuliah di ITB jurusan Sastra Mesin, katanya, he..he… Pernah ada angket yang diberikan kepada mahasiswa baru yang berisi pertanyaan fakultas baru apa yang perlu dibuka di ITB, banyak yang menjawab fakultas kedokteran. Nggak lah ya, kalau ITB buka kedokteran atau sastra, bukan institut lagi namanya, tetapi universitas.

Kembali ke soal peringkat, seharusnya pemeringkatan itu dibaca secara hati-hati, yaitu per kategori. Pada kategori teknologi (IT dan engeneering), ITB menempati 80 dunia, lebih tinggi daripada UI dan UGM. Jelas, ini meningkat dibandingkan tahun 2008 yang berada di urutan 90 dunia, dan tahun 2007 yang berada pada urutan 114, meskipun peringkat untuk bidang life science dan biomedicine, apalagi social science, masih belum baik dibandingkan dengan peringkat bidang teknologi.

Di Asia THE-QS juga melakukan pemeringkatan perguruan tinggi (lihat sumbernya di sini). Hasilnya, UI berada pada peringkat 50 besar Asia, kemudian UGM berada di peringkat 63, sedangkan ITB di peringkat 80. Walau ITB kalah di peringkat secara umum, namun ITB mendapatkan peringkat 21 di bidang Engineering & IT sementara UI dan UGM berada diperingkat 44 dan 51. Untuk bidang Natural Science, ITB mendapatkan peringkat 27. Kategori lainnya adalah adalah Arts & Humanities, Life Science & Biomedicine, dan Social Science. Selengkapnya (data diambil dari sini):

Bidang Studi: IT & Engineering:
1. ITB ranking 21
2. UI ranking 44
3. UGM ranking 51
4. Undip ranking 86
5. IPB ranking 87

Bidang Studi: Natural Sciences
1. ITB ranking 27
2. UGM ranking 37
3. UI ranking 58
4. IPB ranking 70

Bidang Studi: Life Sciences & Medicine
1. UGM ranking 16
2. UI ranking 29
3. ITB ranking 50
4. Unair ranking 59
5. Undip ranking 90
6. IPB ranking 92

Bidang Studi: Arts & Humanities
1. UGM ranking 14
2. UI ranking 15
3. ITB ranking 50
4. IPB ranking 86
5. Unair ranking 92
6. Undip ranking 96

Bidang Studi: Social Sciences
1. UI ranking 18
2. UGM ranking 25
3. ITB ranking 50
4. Unair ranking 64
5. Undip ranking 71
6. IPB ranking 88

Meskipun peringkat ITB secara umum di bawah UI dan UGM, masyarakat yang tidak kritis mungkin mempunyai penilaian lain. Mereka melihat prestasi ITB turun dan hal ini tentu saja bisa merugikan citra ITB sendiri. Dari segi marketing jelas ini kurang baik. Ini berbeda dengan UI dan UGM, kenaikan peringkat bagi mereka digunakan secara baik untuk memperbaiki citra dan tentu saja marketing. Memang tidak ada data apakah gara-gara peringkat itu terjadi penurunan minat masuk ke ITB. Setahu saya memang tidak ada hubungannya antara perringkat dan minat calon mahasiswa. Berdasarkan pengamatan saya terhadap siswa-siswa di daerah, ITB tetap menjadi tujuan utama para siswa daerah yang ingin menekuni bidang teknologi.

Meskipun para petinggi ITB tidak menganggap penting soal peringkat (baca berita ini), namun bagi saya sebaliknya. Kita tidak boleh menganggap remeh soal peringkat ini. Peringkat tetap penting, karena hal ini menunjukkan pengakuan dunia internasional terhadap perguruan tinggi di Indonesia.

→ 3 CommentsKategori: Seputar ITB

Foto-Foto SMA 1 Padang Setelah Gempa Besar

26 Oktober 2009 · & Komentar

Masih dalam rangkaian kunjungan pulang kampung ke Padang, saya sempatkan menjenguk bekas sekolah SMA saya dulu, SMA Negeri 1 Padang. SMAN 1 Padang termasuk salah satu dari ratusan sekolah yang hancur atau rusak berat karena diayun-ayun oleh gempa tanggal 30 September yang lalu. Awal tahun lalu saya juga mengunjungi sekolah ini, cerita dan foto-fotonya dapat dibaca di sini. Sekarang, bandingkan kondisi sekolah ini dengan 9 bulan yang lalu, jauh sekali bedanya.

Memasuki halaman sekolah, saya tidak mengenal siapapun lagi di sana, baik guru-guru maupun karyawannya. Maklum sudah 24 tahun saya tinggalkan, para gurunya sudah pensiun atau sudah dipanggil oleh Allah Yang Maha Kuasa. Saya berkeliling sekolah dan memotret bangunan-bangunan yang rusak. Dari luar sekilas sekolah ini aman-aman saja saja, seolah-olah tidak terkena gempa, tetapi jika melongok ke dalam barulah terlihat kerusakan parah akibat gempa. Secara umum gedung yang rusak adalah gedung peninggalan Belanda yang terrletak di sebelah kanan sehingga ruang-ruang kelasnya tidak bisa dipakai lagi, sementara gedung sebelah kiri yang terletak tidak mengalami kerusakan dan aman dipakai. Waktu itu saya lihat siswa-siswa sibuk mengerjakan soal UTS. Gedung lain yang rusak adalah gedung baru berlantai tiga yang bertetangga dengan SMA PGRI.

Berikut foto-fotonya:

1. Ruang kelas yang rusak parah

DSC00761

2. Lorong sekolah di gedung lama. Kesan dari luar tidak terlihat ada kerusakan, tapi jika kita menengok ke dalam ruangan kelas, alamaakk… pemandangan yang menyedihkan seperti gambar 1 di atas.

DSC00768

3. Bangunan baru berlantai tiga yang juga rusak parah

DSC00766

DSC00762

4. Karena banyak ruang kelas yang berbahaya jika digunakan kembali, maka siswa terpaksa belajar di dalam tenda-tenda bantuan UNICEF. Tenda-tenda itu didirikan di halaman sekolah dan di lapangan upacara. Gerah memang belajar di dalamnya, tapi mau bagaimana lagi. Perlu waktu lama untuk memperbaiki kembali sekolah yang rusak tanpa harus menghancurkan seluruhnya, karena bangunan sekolah ini cagar budaya yang dilindungi.

DSC00765

DSC00764

Sedih memang melihat sekolah kebanggaan saya dulu rusak parah oleh gempa, lebih sedih lagi menyakisikan kondisi siswanya yang belajar di bawah tenda. Mudah-mudahan para alumninya yang tersebar di seluruh dunia tergerak membantu setelah membaca tulisan ini.

→ 3 CommentsKategori: Cerita Ranah Minang

Pulang ke Padang Melihat Kedahsyatan Gempa

26 Oktober 2009 · & Komentar

Minggu lalu, saat UTS di ITB, saya menyempatkan diri pulang ke Padang. Setelah gempa besar melanda Padang dan Pariaman 30 September yang lalu, saya ingin sekali pulang ke Padang, ingin melihat langsung dahsyatnya gempa bumi itu.

Keluar dari Bandara Minangkabau Padang, saya belum melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. Hingga melewati Lubuk Buaya dan Tabing, rumah-rumah dan toko-toko di sepanjang jalan masih berdiri utuh. Hanya satu dua yang rusak. Tetapi ketika memasuki Jalan Khatib Sulaiman hingga Jalan Sudirman, barulah saya menyaksikan sendiri bangunan-bangunan yang ambruk, remuk redam, dan “patah pinggang” dihoyak gempa. Benar-benar mengerikan. Sebagian bangunan itu sudah ditutup dengan pagar seng, dan sebagian lagi sudah dibersihkan puing-puingnya.

Hari Sabtu saya menyusuri jalan-jalan yang bangunannya hondoh pondoh dilamun gempa bumi. Benar-benar mengerikan membayangkan gempa berskala 7,9 SR itu. Saya berjalan dari Jalan Sawahan hingga Simpang Haru. Lalu saya teruskan menuju area Pasar Raya, SMA 1 Padang, daerah Pondok (pecinan), Jalan Bundo Kandung, hingga Hotel Ambacang yang terkenal itu. Banyak bangunan yang rubuh atau rusak parah sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Berikut foto-foto bangunan yang berhasil saya jepret dengan kamera ponsel:

1. Ruko-ruko di Jalan Sawahan (dekat rumah saya) yang ambruk dan “patah pinggang:

DSC00753

DSC00754

2. Masjid Muhammadiyah Simpang Haru yang sudah rata dengan tanah. Bangunan STM di belakangnya rusak sedang, sedangkan STIE di bagian kanannya “patah pinggang”.

DSC00757

3. Toko di Pasar Raya Padang yang ambruk

DSC00774

Aktivitas di Pasar Raya Padang yang menjadi kacau pasca gempa, mereka terpaksa berdagang di luar karena bangunan pasar sudah roboh.

DSC00775

4. Sentral Pasar Raya yang hancur dan tidak bisa digunakan lagi.

DSC00783

5. Sebagian bangunan hotel Ina Muara yang sudah doyong

DSC00794

6. Sebagian bangunan gereja yang hancur di Jalan Bundo Kanduang

DSC00795

Sekolah Yayasan Prayoga yang luluh lantak:

DSC00797

7. Hotel Bumi Minang yang rusak parah

DSC00801

DSC00799

8. Hotel Mariani yang porak poranda

DSC00798

9. Reruntuhan hotel Ambacang

DSC00803

DSC00805

10. Matahari Dept. Store yang tidak bisa dipakai lagi

DSC00781

11. Jembatan Siti Nurbaya di kampung Nias selamat dari gempa.

DSC00789

→ 2 CommentsKategori: Cerita Ranah Minang

Ajaib, Kaki Bayi Bertuliskan Ayat Al-Quran

21 Oktober 2009 · & Komentar

bayi-Alquran1Wallahu alam, hanya Dia yang tahu pesan apa yang hendak Dia sampaikan kepada ummat manusia di dunia ini. Dunia sudah tua ataukah kiamat sudah dekat? Seorang bayi yang berusia 9 bulan di negara bagian Dagestan, Rusia, menunjukkan fenomena aneh. Di kaki bayi yang bernama Ali Yakubova itu terdapat tulisan ayat Al-Quran. Seperti yang ditulis di situs TempoInteraktif.com, harian Inggris The Sun menyebutkan bahwa sebelum muncul di kaki kalimat itu muncul pada pergelangan tangan, kaki, dan perut Ali. Kedua orang tua Ali pertama kali dibuat kaget ketika lafal Allah muncul pada dagu anaknya tak lama setelah lahir. Setelah itu beragam kalimat bertuliskan arab memenuhi seluruh anggota tubuh anak tersebut. (Berita tentang hal ini di media lainnya juga bisa dibaca di situs Hidayatullah, di situs Okezone.com, atau di situs Detik.com)

Video di YouTube tentang berita heboh ini bisa diklik di bawah ini:

Ali juga membuat kalangan dokter di Rusia pusing tujuh keliling. Seperti dilansir dari The Sun, tim medis mengatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan kondisi misterius Ali Yakubov, tapi mereka membantah, tanda ini ditulis oleh seseorang pada kulit bayi ini. Madina Yakubova, ibu sang bayi mengatakan ia dan suaminya tidak begitu taat dalam melaksanakan agama Islam sebelum kalimat tersebut muncul pada kulit anaknya.

bayi-Alquran2 Tulisan arab di kaki bayi itu begitu jelas dibaca. Coba lihat foto di kanan ini, di situ tertulis falanaqusshanna ‘alaihim dan seterusnya. Ada yang tahu artinya? Pada surat apa dan ayat berapa? Anehnya, tulisan di kaki itu selalu berganti. Menurut Madina kalimat berlafalkan Al-Qur’an itu muncul setiap dua pekan sekali. “Biasanya muncul pada malam antara hari Kamis dan Jumat,” akunya.

Sang ibu, mengatakan bahwa anak laki-lakinya dilahirkan dengan hematoma di dagunya, dan ketika memar pulih, kata ‘Allah’ tulisan Arab muncul. Dalam dunia medis, Hematoma adalah penampakan biru (keunguan) pada kulit, yang dapat terjadi karena benturan atau sebab lain.

Di balik kulit yang membiru itu, terdapat pembuluh darah yang pecah dan darahnya keluar, serta kemudian membeku (menjendal) di luar pembuluh darah itu. Jika letaknya cukup dekat dengan permukaan kulit, maka akan terlihat seperti warna biru/ungu. Umumnya terasa nyeri, terutama jika ditekan, dan kadang juga disertai pembengkakan.

bayi-Alquran4Masalahnya, semenjak muncul tulisan yang dipercaya “ayat-ayat Allah” pertama kali, sejak itu pula, munculnya tulisan-tulisan bernuansa Arab lain bertebaran di punggung, lengan, kaki, dan perutnya. Menariknya, keluarganya mengklaim, selalu ada tanda-tanda sebelum ayat-ayat baru muncul, dua kali dalam sepekan.

Paramedis tentu saja tidak percaya bahwa itu adalah mukjizat agama. Ludmila Luss, seorang dokter setempat, percaya bahwa cerita dengan tanda-tanda seperti itu, hanya didalangi oleh orangtua sang anak.

Menurut Ludmila Luss, kemungkinan besar tulisan itu adalah akibat efek iritasi, seperti lada dan garam, atau obat-obatan, yang memicu peradangan kulit dan meninggalkan jejak merah berbentuk huruf Arab,” katanya.

“Beberapa orang yang menderita patologi lambung memiliki kulit yang sangat sensitif. Jika Anda menggambar sesuatu pada kulit mereka dengan tongkat kecil, misalnya, gambar akan kemudian muncul,” kata Ludmila Luss.

bayi-Alquran3 Bayi bermata biru yang lucu, wajahnya benar-benar menggemaskan (lihat foto). “Anak ini adalah murni tanda dari Tuhan. Allah mengirimkannya ke Dagestan dalam rangka menghentikan perang dan ketegangan di republik ini,” kata Akhmedpasha Amiralaev, salah seorang pemuka agama di Dagestan, Rabu (21/10). Bila betul ini kebesaran Allah SWT, jangan sampai fenomena ini dijadikan klenik atau tahayul seperti yang sering terjadi di Indonesia.

→ 58 CommentsKategori: Gado-gado