Pengalaman Berteman dengan Orang Syiah

Kasus bentrokan terkait penganut Syiah di Sampang (Madura) yang menelan korban jiwa membuat saya teringat dengan beberapa teman yang beraliran Syiah. Di Indonesia penganut madzhab Syiah tidak banyak jumlahnya. Syiah populer di Indonesia saat terjadi Revolusi Islam di Iran pada tahun 1980-an, dengan tumbangnya Shah Iran oleh gerakan rakyat yang dipimpin oleh Ayatollah Imam Khomeini. Sejak itu buku-buku yang ditulis oleh kalangan Syiah (baik terjemahan dari Iran maupun tulisan asli dari penulis dalam negri) begitu gencar terbit di tanah air. Salah satu penulis yang terkenal dari Iran bernama Ali Syariati, sedangkan penulis syiah dari Indonesia adalah Kang Jalal (lengkapnya Jalaluddin Rahmat). Penerbit buku yang banyak menerbitkan buku-buku dari kalangan Syiah adalah Mizan. Pemilik Mizan yang bernama Haidar Bagir adalah penganut paham Syiah. Anak-anak Haidar Bagir kabarnya disekolahkan di Iran. Buku-buku revolusi Islam dari Iran itu banyak menginspirasi aktivis Islam saat itu. Saya ingat teman-teman saya di Masjid Salman waktu itu menjadikan buku-buku kalangan Syiah itu sebagai rujukan dalam berpikir. Saya juga memiliki buku dari Ali Syariati dan dari Kang Jalal.

FYI, Syiah adalah sebuah sekte di dalam Islam, selain Sunni. Kitab suci dan nabinya sama. Yang berbeda adalah dalam hal khilafah dan beberapa hukum fiqih (CMIIW). Orang syiah menolak kekhalifahan Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Usman bin Affan. Menurut orang Syiah, sesudah Nabi Muhammad wafat, maka yang berhak menjadi penerus kehalifahan adalah dari keluarga Nabi dan keturunannya, yaitu Ali bin Abi Thalib (menantu Nabi). Mereka menyebut keluarga Ali sebagai Ahlul Bait, dan jamaah Syiah disebut juga jamaah Ahlul Bait. Perseteruan tentang kehalifahan itu mencapai puncaknya dengan terbunuhnya Hasan dan Husein (cucu Nabi, anak dari Ali bin Abi Thalib dan Siti Fatimah putri Nabi) di Padang Karbala (Iraq). Orang Syiah memperingati terbunuhnya Hasan dan Husein dengan ritual perayaan yang menyakiti dirinya sendiri (melecuti badan dengan rantai besi yang ujungnya diberi paku atau benda tajam hingga berdarah-darah). Di Indonesia sisa-sisa peringatan terbunuhnya Hasan dan Husein itu masih ada di Pariaman (Sumatera Barat) dan Bengkulu dengan tradisi Tabuik (atau Tabot), namun tidak ada ritual darah-darahan seperti di Iran dan Pakistan.

Perbedaan lainnya yang saya tahu, madzhab Syiah tidak mengakui hadis-hadis yang bersumber dari Abu Bakar, Umar, dan Usman. Mereka hanya menggunakan hadis-hadis yang bersumber dari Fatimah dan Ali bin Abi Tahlib. Dari segi ibadah lainnya seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, sama dengan madzhab Sunni, yang berbeda setahu saya adalah tentang praktek shalat. Bagi orang Syiah, shalat itu cukup tiga waktu saja. Shalat Dhuhur dan Ashar dijamak dalam satu waktu, shalat Maghrib dan Isya dijamak dalam satu waktu. Shalat yang berdiri sendiri hanyalah shalat Subuh. Karena adanya jamak itu, maka di dalam ajaran Syiah tidak ada shalat Jumat. Kalau anda pergi ke Iran, tidak ada shalat Jumat di masjid-masjid. Oh ya, selain kota suci Makkah dan Madinah, penganut Syiah juga mempunyai kota suci ketiga yaitu kota Qom di Iran. Itu yang saya tahu.

Syiah berbeda dengan Ahmadiyah. Ahmadiyah bukan sekte, tetapi ajaran baru yang diluar Islam. Perbedaan mendasar Ahmadiyah dengan Syiah adalah orang Ahmadiyah mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi sesudah Muhammad SAW. Pengakuan ini bertentangan dengan hadis Nabi yang mengatakan tidak ada lagi Nabi sesudah dirinya, beliaulah Nabi penutup zaman. Disitu bedanya antara Syiah dan Ahmadiyah.

Seperti yang saya ceritakan di atas, saya berteman dengan teman-teman yang simpatisan syiah maupun yang syiah betulan. Seorang teman saya yang simpatisan syiah selalu membawa-bawa sekeping batu yang diyakininya berasal dari daerah Karbala, Iraq. Keping batu itu diletakkan di tempat sujud, dan setiap kali sujud dalam shalat maka keningnya beradu dengan batu itu. Tapi dia belum Syiah seratus persen, sebab dia masih rajin shalat lima waktu di Salman (bukan tiga waktu seperti yang saya sebutkan di atas). Entah ya kalau sekarang.

Teman Syiah saya yang satu lagi murni syiah. Dia hanya shalat tiga waktu seperti yang saya sebutkan di atas, menolak makan kepiting (ada hadis Syiahnya), dan lain-lain. Sedangkan teman saya yang satu lagi, Pak Dimitri, sesama dosen STEI ITB juga penganut Syiah. Pak Dimitri pernah menjadi ketua IJABI Jawa Barat, yaitu perkumplan orang Syiah di Indonesia yang bernama Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia. Kebanyakan orang Syiah suka menamai anak lelakinya dengan “Ali”, seperti anak Pak Dimitri yang pernah menjadi mahasiswa sawa di Informatika ITB.

Meskipun secara madzhab berbeda, hubungan saya dengan mereka baik-baik saja. Malah Pak Dimitri pernah mendoakan anak saya yang sakit. Sama halnya saya juga mempunyai banyak teman dari berbagai agama, suku, dan etnis, tetapi hubungan kami baik-baik saja. Dalam pemahaman saya yang masih awam ini, Syiah itu masih Islam (berbeda dengan Ahmadiyah yang sudah dinyatakan diluar Islam). Tidak perlu dipertentangkan dengan tajam antara Syiah dan Sunni, baik orang Sunni maupun Syiah sama-sama mencintai Ahlul Bait (baca artikel ini). Tidak perlu dijadikan karena alasan berbeda keyakinan maka bunuh-bunuhan. Karena itu saya menyayangkan ucapan kang Jalal yang terkesan mengancam terkait kekerasan di Sampang, seperti dikutip dari media ini: “Orang-orang Syiah pada suatu saat tidak akan membiarkan tindakan kekerasan itu terus menerus terjadi. Karena buat mereka, mengorbankan darah dan mengalirkannya bersama darah Imam Husein adalah satu mimpi yang diinginkan oleh orang Syiah. Saya tidak bermaksud mengancam ya tapi apakah kita harus memindahkan konflik Sunnah-Syiah dari Iraq ke Indonesia? Semua itu berpulang pada pemerintah”. Menurut saya ini ungkapan yang tidak bijak dan bersifat menyebarkan ancaman. Tidak usahlah darah di Karbala diulang di Indonesia.

Tulisan ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

318 Balasan ke Pengalaman Berteman dengan Orang Syiah

  1. pak de berkata:

    Permasalahannya selama ini saya lihat kaum syiah hanya memahami dari sumber atau literatur syiah sendiri, melihat hanya dari satu sisi,berdasarkan pengalaman saya lihat,kebanyakan kaum syiah merasa dialah yang bener ,klau diajar berdiskusi tidak akan ketemu ujungnya karena mereka merasa udah bener.

    contohnya masalah sholat dhuha, meraka tidak membolehkan melakukan sholat dhuha dan sholat tarawih di mesjid berjamah

    Dan saya heran lagi sholat lima waktu yang dilakukan 3 kali,padahal bukan sholat baik dilakukan awal waktu

    • kang jodhi berkata:

      Rasanya tidak juga pak de. Kalau saya diskusi dengan teman yang sepertinya simpati pada Syiah, mereka jago lho menggunakan menghadist Shahih Bukhari atau Muslim. Soal sholat tiga waktu misalnya : Subuh, jamak Dzuhur-Ashar, jamak Maghrib-Isya, mereka berdalil pada hadits shahih Muslim.

      Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasulullah SAW menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan.” (HR Muslim No 705).
      Ditanyakan kepada Ibnu Abbas ‘Apa maksud Nabi saw berbuat demikian itu?’ Ibnu Abbas menjawab maksudnya agar tidak memberatkan umatnya.”

      Ulama Islam mainstream atau Ahlussunnah wal jamaah memandang hadits ini dengan hati-hati. Mereka mentakwilkannya bahwa “menjama’ Shalat boleh dilakukan dalam keadaan takut atau keadaan hujan. Ulama Ahlussunnah wal jamaah tidak lalu menginterpretasikannya bahwa shalat jama’ boleh dilakukan kapan saja setiap hari seperti Syiah. Kenapa? Karena kenyataannya Rasulullah jarang menjama’ Shalat. Dalam kesehariannya jauh lebih sering Rasulullah shalat 5 waktu pada waktunya. Sedangkan kita mengikuti keseharian Rasulullah.

      • Kharafa berkata:

        kalau sunni itu menjama’ shalat ada penyebabnya, misalnya dlm perjlnan jauh, mk dijama’ lah shalat agar tdk memberatkan…..

      • M.Riyanto berkata:

        Setuju kang Jodhi

      • Sang Pemerhati berkata:

        Kang Jody maaf ya, lalu bagaimana dengan perilaku tentara rezim penguasa di SYRIA (penganut syiah) sudah terlalu banyak video yang menampilkan kekejaman kaum syiah memperlakukan lawannya padahal pegang senjata tinggal kokang cukup satu peluru gak perlu menyiksa macam itu.Terimaksih atas penjelasannya.

      • Radit Yudistira berkata:

        h….h….h….. Para penganut Ajaran Syi’ah tidak akan pernah menggunakan hadist yang diriwayatkah oleh para sahabat untuk dijadikan dalil tetapi mereka memakai hadist yang dibangun atas dasar TAQIYAH ( BOHONG ) karena orang-orang Syi’ah itu sangat benci kepada para sahabat mereka katakan bahwa mereka itu adalah Kafir, mereka pun tidak menyakini Al Qur’an mereka menganggap Al Qur’an itu tidak asli mereka menuduh bahwa Al Qur’an itu sudah diselewengkan oleh para sahbat Nabi, mereka mengaku bahwa mereka memiliki Al Qur’an tersendiri yang dikenal dengan Mushab Fatimah yang teridiri dari 17.000 ayat !!!…..orang-orang Syi’ah itu PEMBOHONG….. Ingat Syi’ah itu telah muncul dijaman khalifah Ali bin Abi Thalib….bahkan penggagasnya dihukum oleh Ali bin Abi Thalib……. karena itu orang-orang Syi’an bukanlah kalangan yang memuliakan Ahlul Bait tetapi mereka adalah golongan yang ingin membangun kembali kerajaan atau kekuatan PERSIYAH yang pernah diruntuhkan oleh islam…….. dan ingat IDE ajaran Syi’ah adalah berasal dari orang YAHUDI yang mengaku masuk islam yang bernama ABDULLAH bin SABA……daialah BIANG KEROKNYA Ajaran Syi’ah dan berbagai sektenya……. dan ingatlah bahwa ABDULLAH bin SABA sama dengan PAULUS yang merubah AJARAN NABI ISA alias YESUS menjadi KRISTEN…… sedangkan ABDULLAH bin SABA merubah AJARAN ISLAM menjadi AJARAN SYI’AH………… hanyalah orang-orang BODOH sajalah yang akan tertipu kepada AJARAN SYI’AH !!! =D

      • Wahyu Widodo berkata:

        1. Yunus menceritakan kepada kami, Hammad yakni Ibnu Zaid menceritakan kepada kami dari Az Zubair yakni Ibnu Khirrit dari Abdullah bin Syaqiq, ia berkata “Ibnu Abbas menyampaikan ceramah kepada kami setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari dan terbitnya bintang-bintang, sehingga orang-orang pun mulai berseru, “Shalat, Shalat”. Maka Ibnu Abbas pun marah, Ia berkata “Apakah kalian mengajariku Sunnah? Aku telah menyaksikan Rasulullah SAW menjamak Zhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’ “. Abdullah mengatakan “Aku merasa ada ganjalan pada diriku karena hal itu, lalu aku menemui Abu Hurairah, kemudian menanyakan tentang itu, ternyata Ia pun menyepakatinya”. (Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad jilid III no 2269).
        2. Abdurrazaq menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Az Zubair dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata “Nabi SAW menjama’ Zhuhur dengan Ashar di Madinah ketika tidak sedang bepergian dan tidak pula dalam kondisi takut(khawatir)”. Ia(Sa’id) berkata “Wahai Abu Al Abbas mengapa Beliau melakukan itu?”. Ibnu Abbas menjawab “Beliau ingin agar tidak memberatkan seorangpun dari umatnya”. (Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad jilid III no 2557).
        3. Yahya menceritakan kepada kami dari Daud bin Qais, ia berkata Shalih maula At Taumah menceritakan kepadaku dari Ibnu Abbas, ia berkata “Rasulullah SAW pernah menjama’ antara shalat Zhuhur dengan shalat Ashar dan antara shalat Maghrib dengan shalat Isya’ tanpa disebabkan turunnya hujan atau musafir”. Orang-orang bertanya kepada Ibnu Abbas “Wahai Abu Abbas apa maksud Rasulullah SAW mengerjakan yang demikian”. Ibnu Abbas menjawab “Untuk memberikan kemudahan bagi umatnya SAW” (Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad jilid III no 3235).
        4. Sufyan menceritakan kepada kami dari Abu Az Zubair dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata “ Aku pernah shalat bersama Nabi SAW delapan rakaat sekaligus dan tujuh rakaat sekaligus”. Aku bertanya kepada Ibnu Abbas “Mengapa Rasulullah SAW melakukannya?”.Beliau menjawab “Dia ingin tidak memberatkan umatnya”. (Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad jilid III no 3265).
        5. Abdurrazaq menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, Ibnu Bakar berkata Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, ia berkata Amr bin Dinar mengabarkan kepada kami bahwa Abu Asy Sya’tsa mengabarkan kepadanya bahwa Ibnu Abbas mengabarkan kepadanya, Ia berkata “Aku pernah shalat di belakang Rasulullah SAW delapan rakaat secara jamak dan tujuh rakaat secara jamak”. (Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad jilid III no 3467).
        Begitulah dengan jelas hadis-hadis shahih telah menetapkan bolehnya Menjamak Shalat Zhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’ ketika tidak sedang dalam perjalanan atau dalam uzur apapun. Hal ini adalah ketetapan dari Rasulullah SAW sendiri dengan tujuan memberikan kemudahan pada umatnya.
        Bagi siapapun yang mau berpegang pada prasangka mereka atau pada doktrin Ulama mereka bahwa hal ini tidak dibenarkan maka kami katakan Rasulullah SAW lebih layak untuk dijadikan pegangan.

        Hadits2 diatas tentu saja sejalan dengan kandungan Al-Qur’an dibawah ini :
        أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ‌ۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡہُودً۬

        “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan Qur`anal fajri. Sesungguhnya Qur`anal fajri itu disaksikan” (QS. Al-Isra`: 78)
        Menurut para mufassirin, di dalam ayat ini disebutkan waktu shalat yaitu sesudah matahari tergelincir, yaitu shalat Zhuhur dan Ashar. Sedangkan gelap malam adalah shalat Maghirb dan Isya` dan Qur`anal fajri yaitu shalat shubuh.

      • kisa berkata:

        sohih.. syukran penjelasan detailnya.. allahumma shalli ala muhammadin wa ali muhammad wa azil farajjahum

      • Muhammad Yusuf berkata:

        Satu lagi pertanyaan saya. Kok di syiah kawin kontrak halal. Menurut saya Allah memberi perintah untuk kebaikan manusia sendiri, sedangkan yang dilarang Allah pasti ada tidak baiknya. Contoh saja larangan minum khamer yang katanya juga dihalalkan di syiah padahal kan kalau kita minum khamar kita bisa sakit dan mabuk, kalo mabuk bisa memperkosa, membunuh bahkan bunuh diri. Kawin kontrak itu menurut bang wahyu tidak baik atau baik? Apa jikalau bang wahyu punya anak atau memang sudah punya anak perempuan apakah rela dikontrakkan? Coba bayangkan ketika kakek2 dari iran mau ngontrak putrinya bang wahyu apa rela bang wahyu? Apakah rela bang wahyu putrinya ditukar dengan uang? Maaf sebelumnya, saya hanya bertanya apakh bang wahyu rela.

    • Radit Yudistira berkata:

      h….h….h…… Ajaran Syi;ah dengan Ajaran Islam itu SANGAT BERBEDA…. untuk menyatukannya sama dengan menyatukan antara air dengan minyak….. karena itu SYI’AH bukan ISLAM dan ISLAM tidak sama dengan SYI’AH…….kalau Ahmadiyah itu menyakini bahwa Mirza Gulam Ahmad itu adalah seorang nabi setelah Muhammad akan tetapi tidak menjadikannya berkedudukan sebagai TUHAN tetapi Syi’ah menjadikan IMAM mereka pada kedudukan sebagai TUHAN….. karena itu AHAMADIYAH maupun SYI’AH bukanlah AJARAN ISLAM tetapi AJARAN yang telah diselewengkan !!!

    • Muhammad Yusuf berkata:

      Untuk bang wahyu.
      Stelah saya baca referansi hadis bang wahyu merupakan pendapat saja. Tidak pasti, karena semua hadis yang bang wahyu tulis hanya merupakan kata kata dari satu orang ke orang lain. Coba bang wahyu berikan referensi yang langsung dari nabi Muhammad sendiri. Menurut saya 5 waktu adalah wajib. Karena perintahnya langsung dari Allah. Ditunggu bang jawabannya.

    • jalan ahlul bait berkata:

      Buat salafi-wahabi dan suni
      Salafi-wahabi sudah kami ketahui adalah sebuah mazhab yg dibangun atas kedunguan dan kepalsuan. Mazhab ini tujuannya adalah menisbatkan bahwa mereka saja yg paling benar dan paling mengikuti Al-quran dan sunah Ini adalah ciri-ciri MANUSIA YG TAQABUR, SOMBONG DAN AROGAN,

      Dan suni celakanya mereka yg awam mudah terhasut propaganda salafi-wahabi yg banyak menyesatkan kaum muslimin didunia ini.
      Wahai salafi-wahabi…. Antum mau mencari org syiah ??? argument org syiah ??? ini ana siap menjawab semua pertanyaan yg ditujukan kesyiah. Jangan jadikan ketidaktahuan dan kebodohan antum dalam agama ini lalu telunjuk anda mengarah kepada kami syiah.
      Apakah antum mau bukti tentang kebodohan kaum salafi-wahabi dan suni yg syiahphobia ????
      1. Kalian menuduh bahwa syiah imamiyah mengkafirkan semua sahabat padahal org syiah tak seperti itu ratusan bahkan mungkin ribuan sahabat nabi saw berperang melawan aisyah dlm perang unta, berperang melawan muawiyah laknatullah dlm perang shiffin . Nah coba tanya sama org syiah apakah mrk mengkafirkan semua sahabat yg berperang dgn imam ali as tsb itu kafir ???? org yg paling bodoh saja dari kalangan syiah tak akan pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.

      2. Kalian mengatakan syiah banyak melaknat/menghina sahabat dlm hadist2 syiah. Kalo antum jujur wahai salafi-wahabi maka dikitab kalian pun seperti bukhari muslim banyak melaknat sahabat seperti : nabi saw mengatakan ada 12 sahabat yg munafik, nabi saw mengatakan muawiyah kafir (mati dlm keadaan selain islam), sebagian besar sahabat nabi saw dicampakan kedalam neraka (silahkan baca hadist al-haud/telaga). Bahkan imam2 hadist yg kalian banggakan seperti bukhari, muslim, ahmad, an-nasi’I turut memberikan referensi bahwa banyak sahabat nabi saw yg kafir setelah nabi saw wafat. Akibat kekafiran mereka shg Allah mencampakan sebagian besar sahabat edalam neraka !!! mau kalian bantah ??? silahkan itukan kitab hadist yg kalian bangga-banggakan sebgai kitab tershahih setelah Al-quran yaitu kitab hadist bukhari-muslim.

      3. Kalian mengatakan org syiah mencela sahabat, istri nabi aisah ra. Kalo kalian sadar dan menginginkan persatuan tak usah kalian ungkap disini sebab dihadist kalian sendiripun lebih banyak lagi penghinaan tersebut bahkan lebih buruk lagi. Kalo syiah Cuma mengina sahabat dan istri nabi saw maka kaum suni dan salafi-wahabi dalam kitab shahihnya bahkan sangat kurang ajar dari kitab hadist syiah. Imam kalian bukhari telah berani menghina bahwa ajaran hokum islam yaitu rajam bukan berasal dari ajaran nabi saw tapi berasal dari MONYET/KERA.

      Bukhari juga menuduh /menghina nabi saw adalah manusia paling sadis dlm menghukum seorang yg mencuri unta, sejak jaman nabi adam sampai sekarang yaitu MEMOTONG KEDUA TANGAN DAN KAKI SIPENCURI BAHKAN TEGA IMAM HADIST BUKHARI YG KALIAN BANGGAKAN ITU MENAMBAHKAN LAGI SETELAH NABI SAW MEMOTONG KEDUA KAKI DAN TANGAN, TIDAK PUAS DGN HAL ITU NABI SAW LALU MENCONGKEL MATA SERTA MENGHIMPIT SIPENCURI UNTA TERSEBUT DGN BATU BESAR DAN MENJEMURNYA DITENGAH PANAS MATAHARI (NAUZUBILLAH). Menurut kalian suni dan salafi wahabi mana lebih tercela dan durhaka perbuatan syiah atau suni + salafi-wahabi.

      Mana lebih kurang ajar apakah syiah yg mencela sahabat dan istri beliau saw dgn suni +salafi-wahabi yg menghina syariat Allah dan menghina rasulNYA ???

      Bahkan tidak cukup dgn itu, bahkan suni dan salafi-wahabi melalui kitab shahihnya bukhari juga melakukan penghinaan kepada nabi-nabi as Allah SWT. UNTUK LEBIH MENGETAHUI KESESATAN SUNI DAN SALAFI-WAHABI DLM KITAB HADIST TERSHAHIHNYA SILAHKAN MERUJUK PD KOMENT ANA TGL 1 AGUSTUS 2014 paling bawah.

      • jalan ahlul bait berkata:

        Bahkan tidak cukup dgn itu suni dan salafi-wahabi melalui kitab shahihnya bukhari juga melakukan penghinaan kepada nabi-nabi Allah SWT.
        Contoh :
        Nabi musa dikatakan lari dan keliling kampong dgn telanjang bulat , nabi musa menampar malaikat maut, nabi ayub tidak bersyukur akan karunia Allah bahkan bukhari mengatakan dalam kitab shahihnya Allah dating kepada nabi ayub dimana nabi ayub lagi telanjang bulat. Dan tanpa malu allah dan nabi ayub berdialoq sedangkan nabi ayub sedang telanjang bulat dan Allah tdk menyuruh nabi ayub berpakaian terlebih dahulu. ADAKAH PENGHINAAN DALAM AGAMA ISLAM YG SEPARAH INI DIMANA IA DILAKUKAN OLEH KITAB2 ORG SUNI YG MENGAKU-NGAKU PALING BENAR DIDUNIA INI ??

        ADAKAH KAUM YG LEBIH BODOH DARI KAUM SALAFI-WAHABI +SUNI MENGANGGAPNYA INI ADALAH SUATU KEBENARAN ATAS NAMA NABI SAW HANYA KARENA IA DIRIWAYATKAN OLEH BUKHARI (kitab paling shahih setelah Al-quran )

        Dgn kenyataan seperti ini apa masih punya malu kalian org suni dan salafi-wahabi mengaku kalian paling benar daripada syiah ???? kitab hadist kalian lebih baik dari kitab hadist syiah ???
        Kalo sudah tak punya malu ya….iklankanlah
        SEKALI LAGI SILAHKAN MERUJUK PD KOMENT ANA TGL 1 AGUSTUS 2014 paling bawah

      • masyhuri berkata:

        semakin jelas kan perbedaan sunni syiah, sebaiknya tidak usah dilakukan rekonsiliasi. tidak ada gunanya. Syiah ya sYiah, Islam ya Islam. Islam mencintai dan menghormati semua shahabat Nabi, syiah (IJABI), mencela bahkan mengkafirkan banyak sahabat Nabi. saya kira sudah cukup jelas.

      • jalan ahlul bait berkata:

        ANA AKAN BERIKAN 5 (lima) PAHAM SESAT DAN MENYESATKAN DOKTRIN ASWAJA DAN SALAFI-WAHABI YG TELAH DIYAKINI SALAFI-WAHABI SELAMA RATUSAN TAHUN JIKA ANTU BERILMU:
        1. SEMUA SAHABAT ADALAH ADIL, JUJUR DAN PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA

        2. KITAB BUKHARI-MUSLIM ADALAH KITAB TERSHAHIH DIDUNIA SETELAH AL-QURAN

        3. SELAIN PARA NABI DAN RASUL TIDAK ADA MANUSIA YG MAKSUM ATAU SUCI

        4. KETIGA KHALIFAH YAITU ABU BAKAR, UMAR DAN USMAN ADALAH KHALIFAH YG SAH BERDASARKAN SYARIAT ISLAM DAN PILIHAN SELURUH KAUM MUSLIMIN PADA SAAT ITU

        5. ABU BAKAR ADALAH MANUSIA TERBAIK SETELAH NABI SAW

        Silahkan antum buktikan 5 (LIMA) PAHAM SESAT SUNI DAN SALAFI-WAHABI diatas BENAR ADANYA dan berdasarkan dalil shahih jika kaum suni dan salafi-wahabi tak mau disebut MEMPUNYAI PAHAM DAN DOKTRIN YG SESAT/MENYIMPANG DARI AL-QURAN DAN HADIST SHAHIH.

        DAN TOLONG FOKUS DGN 5 POINT DIATAS. DAN TAK USAH ANTUM MENGARANG2 CERITA YG TAK ADA HUBUNGANNYA DGN 5 PERTANYAAN ANA DIATAS.PAHAM !!!!
        SAMPAI KAPANPUN SALAFI-WAHABI TAK AKAN MAMPU MEMBUKTIKAN 5 (lima ) point diatas adalah suatu doktrin yg berdasarkan dalil shahih. MAKANYA WAHAI KAUM SUNI DAN SALAFI-WAHABI JANGAN MALING TERIAK MALING, PADAHAL MALING SEJATINYA ADALAH SALAFI-WAHABI.

        Ditunggu jawaban yg fokus dan berbobot dari ahlul sunah wal jemaah dan salafi-wahabi dgn dalil shahih !!! SEKALI LAGI DITUNGGU !!!

      • jalan ahlul bait berkata:

        Masyuri
        Islam mencintai dan menghormati semua shahabat Nabi,…dst
        Jawab
        Darimana antum belajar agama bahwa Islam mencintai dan menghormati semua shahabat Nabi ??
        Kalo belajar sama syiekh2 jongos salafi-wahabi ya…beginilah jadinya. Sesat dan menyesatkan.
        Islam mengajarkan untk mencontoh manusia yg baik, taat kepada Allah dan rasulNYA. Patuh kepada Al-qran dan sunah nabi saw. INI AJARAN ISLAM YG BENAR BRO
        Sedangkan sahabat yg digambarkan oleh Al-quran dan hadist shahih berakhlak GADO-GADO. ADA DIANTARA MEREKA YG TAAT DAN TIDAK SEDIKIT SAHABAT YG MENENTANG PERINTAH ALLAH DAN RASLNYA.

        SEBAGAI CONTOH YG DICERITAKAN AL-QRAN DAN HADIST TTG SAHABAT :
        1. SAHABAT NABI SAW ADA YG MUNAFIQ…. Apakah antum mas masyuri mencintai sahabat nabi saw yg MUNAFIQ ????

        2. SAHABAT NABI SAW DICERITAKAN AL-QURAN BANYAK YG LARI DARI MEDAN JIHAD UHUD DAN HUNAIN KARENA TAKUT MATI….. Apakah antum mas masyuri mencintai dan menghormati semua shahabat Nabi YG LARI DARI MEDAN PERANG JIHAD ????

        3. SAHABAT NABI SAW DICERITAKAN HADIST SHAHIH MINUM KHAMAR, PEMBUNH DAN PENZINA ….. Apakah antum mas masyuri mencintai dan menghormati semua shahabat Nabi MINUM KHAMAR, PEMBUNH DAN PENZINA TSB ????

        4. SAHABAT NABI SAW DICERITAKAN HADIST SHAHIH BANYAK YG DILEMPAR KEDALAM NERAKA KARENA MRTAD ….. Apakah antum mas masyuri mencintai dan menghormati semua shahabat YG MRTAD DAN DICMPAKKAN KEDALAM NERAKA TSB ????

        5. SAHABAT NABI SAW DICERITAKAN HADIST/ATSAR SHAHIH SALING BERPERANG, SALING BUNUH SESAMA MEREKA DALAM PERANG SHIFFIN, JAMAL DAN NAHRAWAN ….. Apakah antum mas masyuri mencintai dan menghormati semua shahabat Nabi yg SALING BERPERANG, SALING BUNUH SESAMA MEREKA DALAM PERANG SHIFFIN, JAMAL DAN NAHRAWAN TSB ????

        MAKANYA BRO BELAJAR YG BENAR KALO TAK ADA ILMU LEBIH BAIK DIAM DAN JADI PENONTON SAJA DARIPADA KOMENT ANTUM AKAN MEMBUAT MALU ANTUM DISINI DISEBABKAN KETIDAK TAHUAN ANTM THD SEJARAH SAHABAT NABI SAW. LALU ANTUM PEGANG ERAT PAHAM SESAT TENTANG SAHABAT YAITU : SEMUA SAHABAT ADALAH ADIL, JUJUR DAN AMANAH DAN MATI MASUK SURGA“

        SILAHKAN TELA’’AH DOKTRIN SESAT SALAFI-WAHABI INI SEKALI LAGI DARIMANA SUMBERNYA !!!

        MASUK DIAKALKAH SAHABAT YG DILEMPAR KEDALAM NERAKA ADALAH BERSIFAT ADIL, JUJUR , AMANAH, PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA DAN MATI MASUK SURGA“ ???

        MASUK DIAKALKAH SAHABAT YG MUNAFIQ DIKATAGORIKAN SEBAGAI FIGUR YG BERSIFAT ADIL, JUJUR , AMANAH, PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA ???

        MASUK DIAKALKAH SAHABAT YG LARI DARI MEDAN JIHAD DAN TAKUT MATI DARI PEDANG ORG KAFIR QURAISY DIKATAKAN BERSIFAT ADIL, JUJUR , AMANAH, PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA

        MASUK DIAKALKAH SAHABAT YG BERZINA, MINUM KHAMAR BERSIFAT ADIL, JUJUR PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASLNYA , AMANAH,PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA DAN MATI MASUK SURGA“ ???

        MASUK DIAKALKAH SAHABAT YG SALING BUNUH SESAMA MUSLIM DIPERANG JAMAL, SHIFFIN DAN NAHRAWAN BERSIFAT ADIL, JUJUR PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASLNYA , AMANAH DAN MATI MASUK SURGA“ ???

        Kacian….deh lu masyuri yg FANATIQ BUTA DGN SYEIKH2 JONGOS SAUDI ARABIA

  2. MrChie berkata:

    baru tahu ternyata penerbit ternama Mizan pemiliknya orang syiah.
    pantes, waktu memproduseri film 3 HATI 2 DUNIA 1 CINTA menampilkan tokoh syiah, hadad alwi.

    kalau memang benar, menurutku saya pribadi mereka sangat pandai dalam membangun pencitraan. sehingga tidak terlihat dimana letak ‘syiah’ nya. lihat saja buku-buku yang mereka terbitkan, kemudian film2 yang mereka produseri. bahkan apa yang disampaikan Hadad Alwi dalam film tersebut menurutku sangat memberi solusi tetapi menyejukkan.

    wallahu’alam bishowab

    • Radit Yudistira berkata:

      h…..h…..h……. Orang-orang Syi’ah dihalalkan bertaqiyah ( berpura-pura / bohong ) mereka persis seperti bunglon barkamoflase menyembunyikan jati diri ketika mereka dalam keadaan minoritas….. Waspadalah di indonesia ini sudah mulai mereka masuk ke bagian pemerintah yang strategis…..mereka ada misi politik dan pada saat mereka sudah kuat maka indonesia ini akan mejadi seperti Syriah dan Mesir !!!………… mereka orang-orang Syi’ah tidak ada bedanya dengan YAHUDI !!! ingin menghancurkan islam !!! jika anda pergi ke iran maka anda akan ditanya apakah anda muslem apa sunni ??? maksud muslem adalah Syi’ah !!! ;)

  3. Astra Jingga berkata:

    ” Karena adanya jamak itu, maka di dalam ajaran Syiah tidak ada shalat Jumat. Kalau anda pergi ke Iran, tidak ada shalat Jumat di masjid-masjid. “. Apa iya tdk ada shalat Jumat ? setau sy sih ada shalat Jumat tetapi dipusatkan di satu masjid besar. Kalo di Teheran mereka shalat jumat di Masjid Universitas Teheran. Kaum perempuannya juga ikut serta dalam shalat Jumat tersebut.
    Al-Quran yg dipakai mereka juga sama. Silakan datang ke Kedubes Iran. Utk hadits2 nya mereka memakai kitab sendiri dan kitab hadits nya tdk dinamai Kitab Hadits shahih seperti di kalangan Suni. Jika ada hadits yg bertentangan dgn Al-Quran, mereka akan menolak hadits tsb

    • rinaldimunir berkata:

      Begitulah yang saya baca dari laporan perjalanan seorang jurnalis ke Iran yang dimuat di media lokal. Pada Hari Jumat dia tidak menemukan shalat Jumat di masjid-masjid seperti di Indonesia. Mungkin anda benar bahwa shalat Jumat hanya diadakan di masjid besar saja, dan jurnalis itu tidak memeriksa sampai di masid besar Universitas Teheran.

    • Joe berkata:

      Kalau tdk Ada sholat jumat, lantas kenapa di harian Irib (harian resmi Iran) selalu Ada liputan khotbah jumat. Kebanyakan sahabat2 sunny dlm menyampaikan berita dg Bekal”Katanya” krn bahkan blm pernah ke Iran.

    • Muhammad Iqbal berkata:

      Saya pernah bertugas di Kedutaan Besar Islam.. jangan sok tahu.. mereka tidak shalat jum’at, tapi mereka shalat dzuhur 4 rakaat.
      Kami warga indonesia disana, tidak melaksanakan shalat bersama syi’ah karena mereka sesat, Kantor Kedutaan paling sering dilempari petasan, karena kami semuanya orang ahlus sunnah

    • heru berkata:

      yang mengklaim syi’ah itu islam maka perlu ditanyakan iman anda, AL QUR AN 6666 AYAT DIKLAIM PALSU OLEH SYI’AH.
      bagaimana jingga dg ALHIJR 15 AYAT 9 ? ANDA ku dapuk masuk SYI’AH. walau sedikit banyak sudah terìndikasi anta syiah.lihat kitab ushululkafi 40.anta menyesatkan umat,dg mengatakan sama.yg sama cuma darah merah saja,ajaran berbohong,mirip benalu,kuman,kemana tuan rumah pergi,kuman bisa makan enak,tidak diusir,kalau yg berilmu,ke dokter.

      • muslim berkata:

        aku bukan syiah tp dalam islam kita wajib membasmi fitnah. isue suni-syiah banyak dijadikan yahudi da nasrani utk memecah belah islam. dan sekarang adalah masa keberhasilan tipu daya mrk. Persis seperti politik belanda utk memecah belah bangsa ini. kalo tdk tahu ttg syiah sebaiknya belajar dan baca buku2 terbitan syiah, jgn baca buku dari org yg membenci syiah. anda bisa terjerumus dlm memahami syiah.

        ini salah satu bukti Al-quran syiah imamiyah sama dgn umat islam yg lain. http://www.youtube.com/watch?v=h_ssEXN15CM
        (ANAK 5 TAHUN SYIAH IMAMIYAH HAPAL AL-QURAN DAN MAKNANYA BUKTI AL-QURAN SYIAH SAMA DGN KAUM MUSLIMIN LAINNYA)

      • jalan ahlul bait berkata:

        makanya belajar agama yang benar mas. Kalo hanya suatu teks yg bertentangan dgn pemahaman islam (al-quran dan hadist shahih) maka antum harus crosscheck ttg hadist tersebut baik itu dari kitab syiah maupun suni dan buktikan hadist tersebut apakah shahih, dhoif atau palsu sebelum menyerang lawan mazhab antum. Sehingga keawaman mas tentang ilmu hadist tidak kelihatan dan tidak jadi bahan tertawaan org syiah.
        Sekarang ana tanya apakah jika suatu perkataan yg mengatas namakan nabi saw, ahlul bait baik dikitab syiah dan suni sudah pasti shahih ??? kalo menurut mas itu sudah pasti shahih lebih baik mas belajar yg banyak dulu baru buat koment shg antum tdk malu.

        Contoh :
        Dikitab hadist suni yg diklaim sebgai kitab tershahih seperti bukhari muslim ( sdg kitab hadist syiah tak ada klaim kitab shahih bagi org syiah seperti al-kafi, bihar al anwar dll) terdapat banyak pelecehan, penghinaan thd islam. Mulai dari penghinaan bukhari thd hokum islam rajam yg dikatakannya berasal dari monyet, nabi saw seorang super zhalim yg tega memotong kaki, tangan dan mencongkel mata seorang pencuri, nabi musa as dikatakan bukhari,muslim pmer aurat dgn cara telanjang bulat sambil berteriak keliling kampong hingga dilihat oleh kaumnya, nabi ayub berbicara kpd Allah tidak rishi dalam keadaan telanjang, nabi ayub tdk puas atas limpahan berkah/rahmat Alllah , nabi saw punya hari-hari tertentu yang malamnya atau seharian menghabiskan waktunya untuk berjimak ria dgn istrinya tanpa berdakwah kpd umat dll cerita2 penghinaan, pelecehan didalam kitab bukhari muslim.

        Sekarang ana tanya apakah orang suni atau salafi-wahabi yg meyakini akan keshahihan kitab bukhari muslim otomatis meyakini perbuatan konyol yg berisi penghinaan kepada nabi saw dan nabi-nabi Allah serta syariat islam ???
        Apakah kaum suni/salafi wahabi adlah kaum sesat hanya karena hal pelecehan dan penghinaan yg dilakukan bukhari-muslim itu dala kitabnya ??
        Apakah kaum suni dan salafi-wahabi secara otomatis telah mengamalkan dan mendukung sepenuhnya pada bualan imam hadist kebanggaan suni-salafi wahabi itu dalam kehidupan sehari-hari ??

        Apakah semua perawi yg menceritakan hal-hal pelecehan dan penghinaan adalah ulama2 hadist yg terpercaya atau banyak dari mereka yg telah dicacat oleh ulama krn buruknya sifat2 pearawi hadist yg dikutif bukhari ??

        Bukankah kami kaum syiah juga bisa berkata kaum suni telah sesat sebab mengingkari hokum rajam adalah ajaran nabi serta meyakini bahwa hokum rajam berasal dari monyet sesuai kitab hadist shahih bukhari ??

        MAKANYA JANGAN JADIKAN KETERBATASAN ILMU ANTUM SEBAGAI SUATU DATA YG VALID DAN BENAR DALAMMENJUSTIFIKASI TTG KITAB MAZHAB ORG LAIN, PADAHAL DIKITAB HADIST JUNJUNGAN ANTUM sendiri SEPERTI BUKHARI-MUSLIM JUGA TERDAPAT HAL YG SAMA BAHKAN LEBIH PARAH DaRI ITU.

  4. pak de berkata:

    ntuk kangjodhi

    kangjodhi pernah ga ngelihat orang syiah sholatnya mengunakan batu kecil,tolong dijelasin mksudnya,,terus utk sholat dhuha bagi kaum syaih jg tdk ada….dan satu lagi orang syaih selalu menyembuyikan statusnya sebagai orang syiag(taqiyah ), kalau dia merasa ajarannya bener kenapa harus menyembuyikan status dalam beribadah kepada allah swt

    • kang jodhi berkata:

      waduh, saya ini muslim Indonesia mainstream pada umumnya, bukan pakarnya soal syiah.
      – soal batu, mungkin ini sejenis sutrah (penghadang). dahulu di zaman Rasulullah itu mesjid belum digaris-garis dengan karpet seperti sekarang. dahulu sahabat shalatnya menghadap dinding, atau menandai lokasi shalatnya dengan meletakkan tombak didepannya.
      – ga ngerti deh soal sholat dhuha.
      – soal menyembunyikan status Syiah, ya itulah strategi mereka, gencar berdakwah tapi menghindari perhatian. Jangankan syaikh, habib saja kabarnya sudah ada yang syiah.

      • Kang Jodhi, saya kutip dari artikel pak Rin

        “…setiap kali sujud dalam shalat maka keningnya beradu dengan batu itu…”

        Saya menangkap, batunya bukan sebagai sutrah melainkan sebagai tempat [alas] sujud.

      • syahbanu berkata:

        gak usah bgung liat habib syiah…malah skrg habib itu lebih banyak syiah..karena mereka ingin mengikuti ajaran kakeknya dan kelnya, kl blm terbuka itu untuk mmprtahankan ukhwah n secara prlahan menjelaskan agar tdk terjadi kesalah pahaman

      • ihsan berkata:

        Org syi’ah mencetak batu seukuran kotak korek api ygdiambil dari tanah di Karbala di dekat kuburan Husein yg dianggap suci. Jadi jelas ini perbuatan “bid’ah”dan syirik krn niatnya mengagungkan makhluk(Husein),dan “batu” ini dibawa ke-mana2 utk dibuat tempat sujud.Apakah shalatnya dianggap tdk sah kalo gak pake batu khusus? Terbukti bhw ajaran syi’ah ini Islam “aspal” atau Islam tiruan/palsu.

      • ihsan berkata:

        @kangjodhi,; Anda ini pintar bermain kata2,mengaku muslim tetapi aslinya syi’ah yg ber taqiyyah alias MUNAFIK. Karena org yg membela org syi’ah,berarti dia sendiri yg syi’ah dan akan terlihat keasliannya jika dia berada bersama komunitasnya. Kalau anda benar2 seorg muslim,tak perlu anda membela segala tata cara keberagamaan mereka.

      • jalan ahlul bait berkata:

        ihsan
        dan “batu” ini dibawa ke-mana2 utk dibuat tempat sujud.Apakah shalatnya dianggap tdk sah kalo gak pake batu khusus? Terbukti bhw ajaran syi’ah ini Islam “aspal” atau Islam tiruan/palsu.

        jawab
        Mas gunakan akal antum dgn benar sebab ia adalah karunia Allah yg terbesar kpd manusia yg tdk diberikan allah kpd mahluk lainnya. JANGAN KEBENCIAN ANTUM PADA SUATU KAUM MEMBUAT ANTUM BUTA MATA, IRI DAN DENGKI SEHINGGA ANTUM TDK DAPAT BERBUAT ADIL DAN OBJEKTIF. SEDANGKAN ADIL DAN OBJEKTIF /JUJUR ADALAH PERINTAH NABI SAW .

        Kalo antum mengatakan org yg membawa batu atau tanah karbala sbg tempat atau alas sujud dikatakan syirik lalu bagaimana dgn kaum suni, salafi-wahabi yg kemana-mana kita temukan diHAMPIR SEMUA mesjid suni selalu ada karpet made ini china, eropa, dan juga buatan Indonesia.

        KALO PIKIRAN ANTUM SEPERTI ITU MAKA KAMI JUGA BISA BERKATA ORG SUNI TELAH SYIRIK KARENA TELAH MENGAGUNGKAN KARPET/SAJADAH SEBAGAI TEMPAT SHOLAT DAN TERBUKTI HAMPIR SEMUA MESJID BAHKAN DIRUMAH2 ORG SUNI KITA TEMUKAN KARPET ATAU TIKAR SHOLAT YG BAHANNYA TDK JAUH DARI MESJID2 MEREKA.

        dan “KARPET/SAJADAH” ini dibawa ke-mana2 ATAU TERDAPAT DIMANA-MANA (MESJID SUNI/SALAFI-WAHABI ) utk dibuat tempat sujud. Apakah shalatnya dianggap tdk sah kalo gak pake KARPET/SAJADAH ? ? Terbukti bhw ajaran SUNI/SALAFI-WAHABI ini Islam “ASPAL” atau ISLAM TIRUAN/PALSU.

    • syahbanu berkata:

      batu kecil itu namanya turbah, tanah yg dimana imam husein terbunuh…sebernanya hanya untuk mngikuti ajran rasul yg mana solatlah diatas bumi(tanah atau batu)…tanah apapun sebener boleh yg penting dtanah ataupun batu..cm karena kaum syiah merasa tanah karbala adalah tanah tempat imam husein terbunuh dan darahnya mengalir disana makanya mereka pakai tanah itu..dan jg tanah itu bersih karena gak diinjek2, dan soal taqiyah sejak zaman nabi kita aja pengikut rasul dibunuh2in sm org islam jg..kl gk takiyah abis dong? yg mau nerusin syapa
      ajarannya? sejak zaman rasul jg sdh ada taqiyah…contoh sejarah memang berulang..dg adanya pembantaian disampang pengikur rasul n kelnya dbunuh dan diserang…itulah sebabnya ada taqiyah..bkan krn takut..tp untuk mnjaga ukhwah islamiyah agar ttp terjalin tnpa adanya salah paham krn masih sgt byk yg salah paham mngenai syiah

      • ihsan berkata:

        Itulah salah satu bukti bagaimana bodoh dan sesatnya org2 syi’ah yg terlalu mengagu- ng kan Husein,shg tanah yg di Karbala itu dianggap suci dan dibawa ke-mana2 untuk dijadikan alas sujud,berarti mereka membuat syariat sendiri yg bukan sunnah Nabi. Banyak lagi penyelewengan mereka,perintah shalat 5 waktu dijadikan 3,tidak melaksana kan shalat Jum’at yg jelas2 ada perintah didalam Al-Qur’an,kawin MUT’AH yg sudah di haramkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari ini saja sdh jelas pembangkangan mereka terhadap perintah Allah dan Rasulnya,jadi cara mereka beragama mirip dengan CARA2 org Kristen yang menurut apa kata pendeta/ Imam2 nya yg dianggap Ma’shum. Karena itu wahai saudara2 umat Islam jangan mau tertipu dengan cara2 licik org SYI’AH ini.

      • muslim berkata:

        ihsan
        apa bedanya kita dgn syiah dalam hal sujud kebanyakan mengunakan perantara. kita suni mengunakan karpet, tikar, ambal dll utk tempat meletakan kening ketika sujud. sdg syiah meletakan keningnya diatas batu/tanah karbala. kalo mau jujur seharusnya anda juga syirik krn ketika anda sholat mengunakan perantara sprti yg saya sebut diatas. …..alangkah anehnya anda ini pak ihsan, kalo pake batu/tanah karbala bisa syirik (padahal bahan alami) sdgkan yg pake karpet made in singapura atau eropa atau china (bahan sintetis) tdk syirik dan mungkin “paling afdhol”. belajarlah yg banyak pak ihsan jgn buat malu arg suni disini krn ketrbatasan ilmu anda.

  5. pak de berkata:

    ntuk kangjodhi, saya sangat senang berdiskusi dengan anda.

    terus terang saya memang bukan pakar tentang masalah ini cuman saya selalu berusaha mencari dan mempelajari perbedaan antara ajaran suny dan syiah.

    dan saya jg tidak mau langsung mengejek atau langsung mengatakan ajarannya sesat syiah sesat,cuman saya heran perbedaan2 itu dr sya saya baca (baik literatur syaih dan suny- meskipunu belum banyak ),dan menurut logika saya terlalu banyak kejangalan2 yg dilakukannya oleh kaum syaih dalam beribadah dan keyakinannanya.

    contoh : dalam berwudwu cukup membasuh tangan dan muka serta menguspa kaki.

    dlam shoalat tangan tidak bersedekaf.

    waktu salam tidak mengunakan asumulaiakum kiri & kanan.

    mengunakan batu kecil di tpt sholat

    dalam keyakinannya.anatara lain :
    – tidak mengakui khalifah 3 orang (abu bakar,umar dan usman ),padahal abau abakar dan umar adalah mertua rasulrullah swt dan usman adalah menentu rasullah.
    – boleh melakuakn nikah mut’ah (kawin kontrak ) dan tidak wajib memberi nafkah.
    – sholat zuhur di gabung dengan asar waktunya.
    – sholat magrib dan isya jg di gabung.
    – mengharamkan makanan ikan yang tidak bersisik.
    – klau dlam bulan ramadhan berbuka puasanya tidak sama dgn orang suny dengan melebihkanwaktu dulu 15 menit.
    – dalam bersalawat kapada nabi :
    kaum suny : allahuma sali a’ala mauhamad wa a’la ali muhamad.
    kaum syaih : allahuma sali a’ala maukamada wa ali muhamad.
    tidak mengunankan a’ala

    itu beberapa perbedaan dan masih byk perbedah fiqih yg lain.

    • nuroh berkata:

      Untuk tambahan ya pak,,,nikah mut’ah dalam islam dulu zaman rasul s.a.w memang dihalalkan,tp sesudah terjadinya perang khaibar nikahmut’ah itu dilarang krna sma dengan menghalalkn zina,,tp penganut syiah masih menjalanix,dan masalah sholat sebaik2 solat adalah tepat waktu smentara syiah boleh dijama’,kita orang suni tidak menjamak solat kecuali dalam perjalanan jauh slama 3 hari,dalam suni gk ada makanan yg diharamkn kcuali babi,sngat membenci umar ra krna mereka menganggp umar penggnti kalifah,

    • Abu Jundi berkata:

      Untuk Pak de,
      Semoga Allah sentiasa mengaruniai jiwa yang bersih dan akhlak terpuji. Sebagai referensi mungkin dapat membaca buku “Akhirnya Ku Temukan Kebenaran” catatan perjalanan spritual Dr. M. At Tijani As Samai.

  6. Safrony berkata:

    Maaf pak, sekedar info. untuk perbedaan aqidah antara sunni dan syiah memang sudah ada.
    misal untuk AlQuran,
    “Mereka mempunyai Mushaf Fatimah, yang tebalnya tiga kali lipat dari al Quran yang dipegang kaum muslimin sekarang, dan tidak ada satu hurufpun yang ada dengan al Qur’an sekarang.”
    (http://syiahindonesia.com/index.php/kajian-utama/aqidah-syiah/597-anggapan-akidah-sunni-sama-dengan-syiah-sangat-rancu-a-menyesatkan)

    • Astra Jingga berkata:

      Perbedaan sunni dan syiah adalah kalau kelompok Syiah mengikuti Sunnah Rasul melalui jalur para ahlul Bait Nabi , sedangkan kelompok Sunni mengikuti Sunnah Rasul melalui jalur para Sahabat.
      Kelompok Syiah menganggap Nabi mewasiatkan kepemimpinan kepada Ali bin Abi Thalib ra, sedangkan kelompok Sunni menganggap bahwa Nabi tdk berwasiat mengenai hal tsb.
      Al-Quran yg dipakai oleh Sunni & Syiah sama. Silakan cek ke Kedubes Iran. Utk info silakan klik

      http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=335137

    • syahbanu berkata:

      Alquran kaum syiah SAMA seprti yg ada di kalangan kaum muslim lain…jgn ditambah2kan fitnah soal itu…mushaf fatimah hanya hadis2 seperti yg ada di suni kayak kitab kuning ataupun bukhari muslim.sekali lg mushaf fatimah bukanlah ALquran kaum.syiah

      • Sa'ad berkata:

        terus Pak ini maksudnya apa..? ini dari Imam anda lho.. ” Dari Hisyam bin Saalim, dari Abu ‘Abdillah ‘alaihis-salaam ia berkata : “Sesungguhnya Al-Qur’an yang diturunkan melalui perantaraan Jibril ‘alaihis-salaam kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam terdiri dari 17.000 (tujuh belas ribu) ayat” [Al-Kaafiy 4/456].

      • gusssss berkata:

        lo syiah oon pelajari dulu agama lo tolol… mushaf al-quran syiah ada sendiri dan masih dibawa imam mahdi… konyol…. berarti secara tidak langsung syiah sendiri sekarang sesat karena tidak ada al-quran yg dijadikan petunjuk… dasar tolol semua lo syiah….

      • Abu Jundi berkata:

        Untuk Gusssss
        Istighfar jauh lebih baik dan bermanfaat …, maka ber istighfar lah segera

  7. Astra Jingga berkata:

    Bagi rekan-rekan yg berminat dgn kajian Islam Syiah silakan berkunjung ke http://tokobukuzainab.net/

  8. pak de berkata:

    Ntuk.. Astra Jingga

    Maaf sebelumnay apakah anda seorang penganut ajaran syiah…..?

    • Astra Jingga berkata:

      Saya sedang mempelajari sejarah syiah Pak. Kebetulan sy menyukai sejarah Islam. Yg menarik dari syiah adalah kemampuan logikanya. Itu yg sy pahami. Perbedaan mendasar dgn Sunni adalah masalah Imamah.
      Dalam syiah, (terutama syiah itsna asyariyah/ 12 Imam) para Imam adalah maksum. Mereka mempunyai dalil2 utk menguatkan hal tsb.
      Setau sy: Al-Quran nya sama, Nabi nya sama,
      Perbedaan dalam fikih adalah hal yg lumrah, sama spt perbedaan dalam 4 madzhab besar di Sunni.
      Sd saat ini fikih sy adalah fikih Syafii

  9. pak de berkata:

    Ntuk Astra jingga….

    maaf ya saran sebaiknya bapak jgn hanya mengali dari lteratur syiah saja, sebaiknya ada perimbangan (juga dr literatur penganut ajaran suny ),karena kalau saya denger dr orang yg menganut ajaran syiah karena mereka sudah membaca literatur syiah, tanpa mencoba menaanalisa dengan akal sehat, bahwasanya ibadah yg dilakasanakan oleh mereka kaum yg paling bener.

    yang jelas literatur kaun syiah pasti yang nulisnya orang syiah.

    bebrapa contohnya kasusnya adalah :

    -masalah berbuka puasa dalam bulan ramadhan.

    Pada Saat Adzan magrib telah berkumadang, berarti menandakan kita untuk berbuka puasa (membatalakan puasa ),tapi bagi penganut ajaran syiah, mereka menunggu atau menambah waktu lg 15 menit lagi, dengan alasan belum malam (gelap ) atau masih terang, dan klau berbuka saat adzan penganut ajaran suny berkumadang berarti puasanya batal – berarti semua orang muslim yg menganut ajaran suny puasnaya batal he….he….
    Silakan bpk gali atau pelajari alasan kaum syiah tentang hal itu dan apa jg pemahama penganut ajaran suny tentang hal ini.

    – Azan magrib penganut ajaran suny katanya masih terang belum waktunya sholat magrib
    – Tidak boleh makan ikan tidak bersisik, bagi penganut syiah haram contohnya : Ikan lele,cumi
    berarti penganut ajaran suny di dunia khususnya di indonesia yg memakan ikan lele dan cumi-cumi memakan makanan haram ….

    itulah bebeberapa kasus, mongo….pak astra Jingga di teleah dan di analisa. terima kasih

  10. Astra Jingga berkata:

    @Pak De,
    1. Org syiah berbuka puasa sesuai dengan perintah Allah & Sunnah Nabi SAW
    ” …… sempurnakanlah puasamu sampai malam…”. (QS 2:187). Jadi berbuka puasa sampai malam bukan sampai Maghrib, Apalagi kalau yg dimaksud Maghrib yg masih terang. Maka demi kehati-hatian biasanya mereka berbuka puasa kira2 15 menit stlh Maghrib.
    2. “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikan pula shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan oleh malaikat.” (QS Al-Isra`: 78)
    3. Utk ikan yg bersisik, sy baru tahu dr bapak. Bagi saya ini hanyalah masalah fikih saja, jd masing2 punya dalil yg kuat.

    Semoga bermanfaat

    • nuroh berkata:

      org syiah gak mengakui nabi muhammad s.a.w.sbg nabi karna mereka mengakui ali sbg nabi,bhkan saking bencix sma suni dimadinah almunawarah ada orang kencing dimasjid nabawi n skarang orang itu udah dihukum,,saking bencix pd umar r.a seorang suni dimekah ketahuan tuliskan nama umar r.a ditelapak kakix ktax biar bisa diinjak2,,orang itu jga udah dihukum,syiah katax suamiku kalo mau anakx jadi imam yang disegani si wanita harus bkin zina nanti kalo anakx lahir bisa jadi imam yang dimuliakan,,,ato biasax dipakekan sorban hitam dikepalax,,bahkan sekarang di iran sudah mulai meniru bikin kabah,orang syiah jarang bahkan gak harus kunjungi madinah,kata2 ini kudapat dari orang asli saudi,intix syiah sangat membenci sunni

      • Astra Jingga berkata:

        @nuroh.
        1. “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu” (QS49:6). Coba anda baca2 lg buku mengenai syiah dan kalau berminat silakan berkunjung ke http://tokobukuzainab.net/ Sejauh yg saya pahami, Syiah meyakini bahwa Nabi terakhir adalah Muhammad SAW, dan Ali adalah pengganti beliau.
        Setiap tahun jamaah Haji dari Iran menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, sama spt yg lainnya. Kalau utk latihan manasik haji, mgkn saja buat prototype baitulah. Saran saya, carilah informasi yg berimbang.
        2.”(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia di sisi Allah adalah besar” (QS24:15) . “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS17:36)
        Jadi berita2 yg sampai ke anda, harap anda cek kembali kebenarannya, tentunya langsung ke para Ulama2 syiah. TIdak ada jaminan beritanya benar meskipun sumbernya dari asli orang Saudi. Apa ada jaminan setiap orang Saudi akhlaknya pasti baik ?
        3. “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar ” (QS24:23). Anda telah mengatakan “syiah katax suamiku kalo mau anakx jadi imam yang disegani si wanita harus bkin zina nanti kalo anakx lahir bisa jadi imam yang dimuliakan” Sungguh nista sekali kata2 anda tsb, apalagi kalau dinisbatkan kepada para Imam2 mereka. Sudahkah anda bertanya kepada mereka yg mengetahuinya? Bertanyalah kepada para ulamanya, jangan anda bertanya kepada para pembencinya. Biasakan berpikir kritis, selalu cek & cek kembali berita2 yg sampai kepada kita.Sptnya anda tdk terbiasa berpikir kritis.
        Sekali lagi sy sampaikan hal2 sbb :
        1. Al-Quran yang dipakai Sunni & Syiah sama. Bahkan Musabaqah TIlawatil pun baru saja selesai dilaksanakan di Iran.
        2. Nabi nya sama yaitu Nabi Terakhir Muhammad SAW.
        3. Perbedaan hanya di masalah Imamah saja.

      • syahbanu berkata:

        dapetnya dr org saudi siiih yg wahabi para pembunuh kel rasul…kok fitnahnya kejem bgt …nabi muhammad adl nabi umat syiah jg n nabi terakhir…bkan ali, ali adalah imam..imam penerus ajaran nabi muhammad bkan nabi….mau punya ank imam hrs zinah…keji bgt fitnah itu…zina itu hharam di syiah jg haram…jgn lha fitnah2 seprti ituuuu. dosaaaa jauh dr rahmat…serem bgt fitnahnya

      • Muhammad berkata:

        Pak Nuroh, saya punya pengalaman saat Umroh tahun 2011 kemarin. Sy sempat berbincang dengan salah seorang warga Arab Saudi dan dia tinggal dan aktivitas kesehariannya pas didepan Kakbah atau atau tepatnya di Hotel Hilton samping Grand Zamzam yg besar itu loh.. percakapannya spt ini
        – Orang Saudi : Hai Haj, sy sering berkunjung ke Indonesia dan faham bahasa indonesia. Saya sering ke kota Bandung dan Bali, tujuan saya kesana untuk menikah selama 3 bulan dan setelah itu balik lagi ke Arab trus masuk kakbah untuk taubat
        – Saya Indonesia : Waaah ente betul2 bahlul menjadikan pernikahan hanya untuk bersenang2, apalagi dengan mengganti2 wanita untuk dinikahi dengan waktu dua atau tiga bulan.
        – Orang Saudi : Orang2 di Indonesia itu miskiiiiiin, disana para lelaki hanya punya satu istri, kami di sini mempunyai 4 atau 5 istri
        – Saya Indonesia, kegiatan itu sering kamu lakukan
        – Orang Saudi, : iyya, saya sering sekali ke Bali karena disana banyak orang cantik dan saya sangat senang dengan negara anda..

        NB : ini hanya percakapan kecil yang saya lakukan sama org Arab. Kalau memang org Arab menjadi sumber kebenaran trus apa maksud dari kata2 org Arab itu yang kata dia setiap kali pulang dari Indonesia kembali masuk ke Kakbah untuk melakukan pertaubatan… Sekarang aku akan kembalikan ke bapak Nuroh, apakah anda akan menerima semua perkataan org Arab yg seperti ini… tolong dianalisa..
        Afwan Katsira…

    • Jupri Rahman berkata:

      Yah, beginilah syiah. Sampe ayat aja dipelintir. Wong udah jelas disuruh mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.
      Aisyah ra yang notabene difitnah, menghalalkan nikah mut’ah, imam mereka dianggap maksum,dll. Kenapa harus ikut syiah kalo kebenaran sudah ada di depan mata. Dari dulu, syiah itu pintar berkelit.
      Trus dengan dibolehkannya berhaji ke makkah syiah dianggap akidahnya sama? ya ga bisa gitulah. Itu kan kebijakan pemerintah saudi saja.
      Prinsipnya, saya tidak menyukai kekerasan. Tapi fakta kalau syiah itu tidak satu akidah dengan kita apakah harus kita anggap jadi satu akidah? Saya rasa tidak bisa.

      • Astra Jingga berkata:

        1. Ayat mana yg dipelintir ? Bagaimana mau menyegerakan berbuka puasa jika memang menurut keyakinan mereka belum saatnya untuk berbuka.Tunjukkan saja kalau ada dalil berbuka puasa sampai Maghrib. Jika anda menafsirkan bahwa Maghrib adalah awal malam, silakan saja. Tetapi jgn pula anda mencela kalau ada yg menafsirkan tidak sama dgn penafsiran anda.
        2. Mengenai istri Nabi Siti Aisyah ra. Silakan anda buka kembali sejarah mengenai perang Jamal. Itu adalah pertempuran antara pasukan yg dikomandoi oleh Siti Aisyah ra dgn pasukan yg dikomandoi Imam Ali KW. Dua sahabat besar saling berhadapan. Siapa yg salah, siapa yg benar ? Mengapa Siti Aisyah ra keluar dari rumah & bertempur dgn khalifah yang sah ?
        3. Nikah mut’ah (temporary marriage) adalah realita dalam sejarah Islam. Nikah mut’ah mempunyai masa ‘iddah sebanyak 2 kali masa ‘iddah. Semua hukum pernikahan berlaku pada nikah mut’ah. Misalnya tidak boleh menikahi perempuan2 yg diharamkan untuk dinikahi, tidak boleh menikahi perempuan sebelum ‘iddahnya selesai. Yang membedakan nikah mut’ah & nikah daim adalah adanya persyaratan yg disetujui oleh kedua belah pihak. Setiap saat orang yang nikah mut’ah bisa mengubahnya menjadi nikah daim. Dalam nikah mut’ah tidak dibenarkan menceraikan istri sebelum waktunya habis. Sedangkan dalam nikah daim suami dapat menceraikan istrinya kapan saja, meskipun baru beberapa menit setelah akad nikah. Jadi nikah mut’ah adalah nikah sementara yang bisa dilestarikan, sedangkan nikah daim adalah nikah lestari yang setiap saat bisa diputuskan. Dalail nikah mut’ah bagi kalangan syiah merujuk kepada Al-Qur’an Surat An-NIsaa ayat 24.(QS 4:24)
        4. Ishmah adalah keterpeliharaan dari dosa & kesalahan. Dari segi makna, ishmah sama dengan ‘adalah. Jika sunni menetapkan ‘ishmah kepada semua sahabat Nabi SAW, maka Syiah hanya menetapkan ‘ishmah kepada 14 (empat belas) manusia suci, yaitu, Rasulullah SAW, Fatimah, Ali, Hasan, Husain & sembilan Imam dari keturunan Husain.Utk dalilnya, Al-Quran Surat Al-Ahzab ayat 33 (QS33:33). Perbedaan pendapat terletak pada pengertian Ahlul Bait.
        5. “Hai, orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram……..”(QS 9:28). Apabila orang-orang syiah dianggap musyrik, tentulah mereka tdk boleh mendekati Masjidil Haram utk menunaikan ibadah haji. Kalau Pemerintah Saudi menganggap syiah menyimpang akidahnya, tentunya tdk diperkenankan utk mendekati Masjidil Haram. Itu khan opini anda saja dgn menganggap itu kebijakan Kerajaan Saudi. Kebijakan mestinya harus sesuai dengan dalil-dalil yang kuat, apalagi jika menyangkut masalah ibadah haji
        6. Anda tdk harus ikut syiah & yang lainnya pun juga tdk harus mengikuti sunni. Saya belum menemukan dalil-dalil yg menyatakan bahwa harus mengikuti 4 madzhab yg terdapat dalam Sunni. Mgkn rekan2 bisa menunjukkan wajibnya mengikuti 4 Imam Madzhab ( yg itu pun sebetulnya adalah madzhab dalam fikih, sedangkan utk teologi setau saya, Sunni banyak mengambil dari Imam ‘As-Asyari).
        7. Baca kembali fatwa dari Syaikh Mahmud Syaltut yaitu Rektor Al-Azhar era 1950 an (kalau tdk salah), bahwa madzhab Jafar adalah salah satu madzhab dalam Islam.
        8. Perbedaan Sunii & syiah yg dominan adalah masalah Imamah. Masalah lainnya hanya merupakan masalah furuiyah saja.

      • kang jodhi berkata:

        om astra jingga mengaku saat ini penganut fiqih syafi’i . tapi rasanya ada inkonsistensi.
        1. Anda menyatakan kalau umat Islam mainstream menyatakan sahabat sebagai “terpelihara dari kesalahan”. Padahal imam Syafi’i menganggap pendapat para sahabat (termasuk Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) itu sebagai ijtihad saja yang tidak wajib diikuti, kecuali jika semua sahabat sepakat, itu namanya ijma. Jadi yang maksum hanya Rasululah SAW, sedangkan sahabat tidak. Hanya Rasulullah SAW sendiri yang menyatakan bahwa tiga generasi terbaik kaum muslimin adalah generasi sahabat dan dua generasi setelahnya (tabi’in da tabi’it tabi’in).
        2. Anda ini cepat sekali menggunakan logika (ra’yu) dalam berdalil, padahal imam Syafi’i baru menggunakan ijtihad jika tidak menemukan dalil yang bisa jadi rujukan langsung dalam Al Qur’an, As-sunnah dan ijma.
        3. Anda tidak berhati-hati dalam bahasa. Soal berbuka puasa, anda langsung mulai dengan definisi di pikiran anda “malam itu harus gelap”. Apa anda yakin konsep yang sama juga ada di pikiran orang Arab 14 atau 15 abad yang lalu. Imam Syafi’i yang lahir 150 tahun setelah hijrah saja harus susah-susah hidup bersama kaum Badui untuk mendapatkan bahasa Arab yan lebih dengan dengan bahasa zaman nabi dan belum bergeser maknanya karena kemajuan zaman.

      • nuroh berkata:

        Emg kebijakan raja saudi orang syiah haji,krna tidak bisa melarang wajib islam,tp coba kalo kalian lihat orang syiah disaudi mereka gk mendapatkn hak2 mereka seperti orang suni mendpatkn haknya secara penuh,jauh berbeda perlakuan orang syiah di saudi

      • nuroh berkata:

        Astra jingga.anda tau knapa ayat teraebut diturunkan?itukrna sbagian orang pernah menghina ummulmukminin bunda aisyah r.a,dN smpe skrgpun kaum syiah masih menikmati penghinaan terhadap beliau,trus knapa kaum syiah marah dan tidak mau terima kebenaran,kalo anda tinggal diarab coba saksikan tayangan di kanal”WESAL” dan kanal”DUAA”satelit nilesat,bagaimana mereka kaum syiah menghina dan memojokkan almarhumah bunda kita aisyah r.a,siapapun akan trenyuh dan menangis mendengar hinaan mreka,,amentara merek Mengucapkn hinaan itu seolah2 doa begitu gampangnya

      • Dawala berkata:

        Salut buat Astra Jingga :) Liked ur comment…….

      • jalan ahlul bait berkata:

        utk nuroh
        yg menghina aisah ra bukan hanya dikitab syiah saja tapi penghinaan aisyah juga terdapat dikitab suni. itulah liciknya suni mereka yg maling tp teriak maling kesyiah. berikut ana berikan hadist dari kitab suni yg menuduh aisah perempuan yg tdk benar

        AISYAH MEMASUKAN LELAKI YG BUKAN MUHRIMNYA DIRUMAHNYA

        Dalam Al-Muwatho’ hal. 197 Bab Tentang Menyusunya Pria Dewasa disebutkan sbb:
        …. Aisyah mengambil hukum ini untuk setiap pria yang ia sukai masuk menemuinya. Ia memerintah Ummu Kultsum putri Abu Bakar ash-Shiddîq; saudarinya dan anak-anak perempuan saudaranya untuk menyusui siapa yang Aisyah sukai untuk masuk menemuinya. Sementara para ISTRI NABI SAW. YANG LAIN TIDAK MAU MEMASUKKAN PRIA ASING DENGAN CARA AISYAH itu….

        Begitu hadits Aisyah radliyallahu ‘anha, bahwasanya ia berkata:
        دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدِي رَجُلٌ قَالَ يَا عَائِشَةُ مَنْ هَذَا قُلْتُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ قَالَ يَا عَائِشَةُ انْظُرْنَ مَنْ إِخْوَانُكُنَّ فَإِنَّمَا الرَّضَاعَةُ مِنْ الْمَجَاعَةِ
        “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemuiku dan saat itu DISAMPINGKU ADA SEORANG PEMUDA. Beliau bertanya: “Wahai Aisyah, siapakah orang ini?” Aku menjawab: “Ia saudara sesusuanku”. Beliau bersabda: “Wahai Aisyah teliti lagi, siapa sebenarnya yang menjadi saudara-saudara kalian yang sebenarnya, KARENA SESUSUAN ITU TERJADI KARENA KELAPARAN.” (HR. Bukhari no: 2453)

        Berdasarkan hadist aisyah inilah syeikh2 saudi kebanggaan antum memperbolehkan pria dewasa menyusui dgn wanita agar menjadi mahram. SUNGGUH MEMEALUKAN FATWA ULAMA SAUDI INI NAFSU DIBUNGKUS SYARIAT

        Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al Obaikan mengatakan bahwa supir dapat berinterakasi dengan bebas dengan seluruh anggota keluarga majikannya tanpa melanggar hukum Saudi Arabia jika mereka disusui oleh wanita yang memperkerjakan mereka.

        Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al Obaikan mengatakan “Seorang perempuan dapat menyusui pria dewasa sehingga ia menjadi anaknya. Dengan demikian ia dapat berinterkasi dengan seluruh wanita dalam rumah majikannya tanpa melanggar hukum Islam.”

        SEORANG WANITA SAUDI PROTES THD FATWA SESAT SYIEKH ANTUM INI
        Suzan Al Mashhadi, seorang penulis menanyakan “ Apakah wanita dapat menyusui sang supir tanpa kehadiran suaminya atau harus dengan kehadiran suaminya? Dan pertanyaan susulan “Siapa yang akan melindungi sang istri ketika sang suami masuk kedalam rumah dan melihat sang istri sedang menyusui sang supir?”

    • ronni berkata:

      maaf saudara asra jingga sepertinya anda bkn mempelajari lg tp anda sdh menjadi syiah.Pelopor syiah itu abdullata bi saba yg dbakar hidup2 oleh saydina Ali krn tlh me Tuhan kan beliau dan sblmnya tlh dsuruh tuk bertobat tp mnolak. Maaf saudara asra jingga baca buku Prof.DR. ALI AHMAD AS-SALUS “Ensoklopedi SUNNAH-SYIAH(studi perbandingan akidah&tafsir). smoga anda blm mnjd SYIAH sesat, amien

      • ronni berkata:

        Yahudi itu trbg mnjd 70 golongan,yg msk surga itu hanya 1 glongan saja yaitu golongan yg mengikuti syariat nabi Musa.
        Kaum Nasrani itu trbg mnjd 72 glongan sdngkan yg kan msk surga hny 1glongan yaitu umat nabi Isa yg taat pd ajaran nabi Isa sampai nabi Muhammad diutus oleh ALLAH YME.
        Islam itu terbagi 73 golongan yg kan msk surga itu hanya 1 yaitu golongan yang mengikuti AL-ALQU’AN & SUNNAH ROSUL (umat nabi MUHAMMAD saja)

      • ronni berkata:

        JANGAN TAKLIQ buta !!!
        Waspadalah!!..banyak ulama2,habaib,ustat2 yg menjual iman mereka demi harta,jabatan dr Pemerintah thogut negeri ini. Minta pentunjuklah kpd ALLAH YG MAHA PENGASIH LG MAHA PENYAYANG semata,
        Tp masih ada beberapa ulama/ustat yg gigih memperjuangkan akidah islam(al-qur’an&sunnah)yg benar walaupun taruhannya nyawanya sndr

      • Dawala berkata:

        Sebetulnya yang menjual ayat mah yang banyak om buka ustadz syiah aja….. :D Saya kira tidak perlu dipermasalahkan ke syiah…. xixixixixixi…… Itu mah udah masalah umum mas brow….

    • ihsan berkata:

      Terbukti bhw nt memang org syi’ah atau sdg ber-taqiyyah(pura2 sunni),sebab nt mem buat tafsir atau dalil sendiri sesuai dgn ajaran syi’ah.Jujur aja kalo syi’ah katakan syi’ah, gak ada yg marah kok.Kalo “sunni” fikihnya sdh jelas,apa madzhab Hanafi,Maliki,Syaf’i maupun Hambali,prinsipnya semua sama,gak ada tu pake”batu”Karbala utk sujud. Jadi kalo ingin “selamat”didunia dan Akhirat kembalilah ke ajaran Islam sesuai sunnah Nabi.

      • Laccolith Xeno berkata:

        Untuk Ihsan: sebenarnya Islam tidak ada mazhab-mazhab. Rasullullah dulu mengajar Islam tidak pernah dibukukan dan tidak pernah pakai buku, para sahabat hanya memperhatikan saja keseharian rasullullah. Karena selalu bersama-sama jadi tahu, Hanya berabad setelahnya baru dibukukan (Hebat sekali ya..orang Arab, daya ingat mereka hebat), sehingga muncul ajaran fikih dari berbagai mazhab. (Malah sekarang ada mazhab Wahabi segala)…. dan semua mengaku mengikut sunnah….. Padahal kalau Ihsan mempelajari mazhab Hambali, Hanafi, Maliki, Syafi’i…semua ada perbedaan, ada yang boleh menjama’ shalat, ada yang tidak membolehkan….. (Silahkan berfikir….)

      • Dawala berkata:

        Saya setuju dengan bang xeno….. Kadang2 orang mah lupa ke asalnya… xixixixixi…. malah sibuk berantem….. :D

  11. Jupri Rahman berkata:

    Ane numpang komentar Pak Rinaldi. Secara pribadi ane tidak suka kekerasan atau semacamnya. Tapi yang jelas secara akidah dan lain-lain, syiah berbeda jauh dengan sunni.

  12. Astra Jingga berkata:

    @Kang jodhi
    1. Jika keterangan anda bahwa Imam Safi’i tdk menganggap para sahabat maksum, maka pendapat Imam Safi’i mendekati pendapat madzhab syiah kecuali masalah Imamah. Setahu sy kelompok Sunni menganggap semua sahabat adalah adil. Sedangkan ishmah (terpelihara dari dosa) identik dgn adil. Lalu jika anda bertanya apakah ishmah sama dgn adil ? Sy hanya bisa menjawab saya tdk tahu. Silakan saja bertanya kepada yg paham mengenai bahasa, karena sy tdk mempunyai kompetensi dalam hal tsb.
    2. Anda mengatakan saya menggunakan logika (ra’yu) dalam hal apa? Lalu apa kriterianya seseorang dikatakan menggunakan ra’yu ?
    3, Sy ulangi kembali. Org syiah berbuka puasa sesuai dengan perintah Allah & Sunnah Nabi SAW
    ” …… sempurnakanlah puasamu sampai malam…”. (QS 2:187). Jadi berbuka puasa sampai malam bukan sampai Maghrib, Apalagi kalau yg dimaksud Maghrib yg masih terang. Maka demi kehati-hatian biasanya mereka berbuka puasa kira2 15 menit stlh Maghrib.
    4. Sd saat ini sy msh belum menemukan dalil2 mengenai waktu berbuka sampai magrhib. Mungkin ada yg bisa membantu ?
    Tks

    • tony berkata:

      wah iya nih jelas mas astra kamu udah jadi syiah.

      • ayakusni berkata:

        orang yang mengetahui sesuatu, bukan berarti golongan itu. Orang yang mengetahui Islam belum tentu Islam. Setuju??

    • syys berkata:

      tobat sampeyan mas….

    • Yudhi berkata:

      Mas astra jingga qs 2:187 bukan berbuka puasa menurut saya, Tapi mencampuri istri di malam hari atau hari sudah gelap, dalam bulan puasa, dan satu lagi surat annisa qs 4:24 bukanlah untuk kawin kontrak akan tetapi jika kamu mempunyai harta yg lebih nikahilah wanita wanita dan berlaku adil terhadap mereka .dan jika kamu sama2 sudah merelakan ( cerai) setelah kamu membagi hartamu, , bacanya jgn satu ayat mas, tapi baca dari aya 19, maka anda akan mengerti maksud ayat 24

      • Kisa berkata:

        Tanyakanlah pemimpin agamamu untuk urusan ayat. Dan satu lagi alangkah baiknya apabila setelah anda bertanya anda berfikir. Dan jgn lupakan sejarah.. Apakah tidak janggal menurut anda solat sunnah yg di jamaah kan? Tarawih? Mana ayat soal solat tarawih?

  13. Febryanshah berkata:

    Merhatiin komentar di atas sepertinya tak perlu lah kita tuker-tukeran mazhab untuk menjadi Muslim Sejati dalam naungan Islam yang Rahmatan lil Aalamin, masing-masing punya dalil Aqli maupun Naqli. Melihat kebaikan, orang tak pernah menilai apa agama dan keyakinan kita.
    Kebersatuan umat dalam NKRI ini sangat dibutuhkan buat mempertahankan Sumber Daya Alam yang terus dijarah neo imperialis; Padahal SDA NKRI notabene adalah juga untuk Masyarakat Muslim terbesar di muka bumi.

    • suka sekali komentar ini… jangan sampai kita terpecah belah, perang menyakitkan seperti di Timur Tengah itu biarkan hanya terjadi di sana dan tidak di Indonesia.

    • Siti Aicha berkata:

      لَکُمۡ دِیۡنُکُمۡ وَلِیَ دِیۡن Setuju banget sama Sdr Febriansyah & percik renuangan ..Persilihan tentang agama, agama apapun itu merupakan lingkaran setan. Semua merasa benar . Yang penting, setiap orang pegang teguh Al-qur’an dan sunnah Rasul, Buka & bersihkan hati . Jika kita benar2 bertaqwa kepada Allah & mengikuti Rasul , apakah masih pantas berkata-kata yang menyakitkan hati orang lain ? Membela agama bukan dengan cara menyalah-nyalahkan keyakinan orang & memaksa orang untuk mmebenarkan apa yg kita kira benar. Sejauh ini sahutan komen2 terbaca cukup nyaman, yang menjawab dan terasa org tersebut beriman .. Hanya ada beberapa komen yg emosional dan kata-katanya terasa pedas.. Seperty yang Sdr Ronni tulis

      “Yahudi itu trbg mnjd 70 golongan,yg msk surga itu hanya 1 glongan saja yaitu golongan yg mengikuti syariat nabi Musa.
      Kaum Nasrani itu trbg mnjd 72 glongan sdngkan yg kan msk surga hny 1glongan yaitu umat nabi Isa yg taat pd ajaran nabi Isa sampai nabi Muhammad diutus oleh ALLAH YME.
      Islam itu terbagi 73 golongan yg kan msk surga itu hanya 1 yaitu golongan yang mengikuti AL-ALQU’AN & SUNNAH ROSUL (umat nabi MUHAMMAD saja)”

      Marilah kita sibuk untuk menjadi yang satu golongan yang masuk surga! Semoga!

    • iwanes berkata:

      numpang komen….sunni dan syiah tak akan pernah bersatu sampai kiamat..karena syiah menghalalkan darah sunni…seperti yang terjadi ditimur tengah sekarang…di indonesia akan terjadi bila kaum syiah laknatullah sudah berkembang pesat menyamai kaum sunni..maka dari itu jagalah diri kita dan keluarga kita dari kesesatan yang nyata.semoga ALLAH melindungi kita dari fitnah yang dibuat abdullah bin saba..amin

      • ihsan berkata:

        Untuk ‘iwanes': SETUJU 100%,karena antara yg HAQ dan yg ‘bathil’ tdk akan bisa disatukan sampai hari qiyamat! Pelopor atau KADER utama ajaran syi’ah di Indonesia ini siapa lagi kalau bukan si JALALUDDIN RAHMAT. Sdgkan Abdullah bin Saba itu adalah perintis utamanya dimasa lampau.

  14. Zibran berkata:

    Dalam Ummat Islam itu ada 2 mazhab besar yaitu Sunni dan Syiah. Sunni memiliki paradigmanya sendiri dan Syiah pun demikian dan biarkanlah mereka berkembang dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Yang terpenting saling memahami, menjaga perasaan dan memupuk persatuan. Ingat Perpecahan, pertengkaran adalah HARAM, sedangkan Persatuan dalah HALAL.

  15. kelana berkata:

    Imam Syaafi’i rahimahullah
    ﺣَﺮْﻣَﻠَﺔُ ﺑْﻦُ ﻳَﺤْﻴَﻰ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ
    ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻲَّ، ﻳَﻘُﻮﻝُ: ﻟَﻢْ ﺃَﺭَ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﻣِﻦْ
    ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻷَﻫْﻮَﺍﺀِ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺑِﺎﻟﺰُّﻭﺭِ ﻣِﻦَ
    ﺍﻟﺮَّﺍﻓِﻀَﺔِ
    Harmalah bin Yahya mengabarkan
    kepadaku, ia berkata, “Aku mendengar
    Asy-Syaafi’i berkata, ‘Aku tidak
    pernah melihat seorang pun dari
    pengikut hawa nafsu yang aku
    saksikan kedustaannya daripada
    Raafidhah (Syiah)’.” (Diriwayatkan
    oleh Ibnu Abi Haatim dalam Adab
    Asy-Syafi’i, Hal. 144, hasan)

    http://tamima90.blogspot.com/2012/05/syiah-dan-kepentingan-politik.html?m=1

    • jalan ahlul bait berkata:

      Sudah dijawab mas kelana. silahkan baca koment ana disini tgl 02 agustus 2014

      http://www.akhirzaman.info/islam/syiah/2341-kesesatan-kesesatan-syiah-dan-kejahatan-kejahatannya-dalam-sejarah.html#comments

      1. DAFTAR NAMA PERIWAYAT SYIAH RAFIDHAH (SESAT/KAFIR MENURUT SALAFI-WAHABI) YANG HADISTNYA DIAMBIL PERAWI HADIS KUTUBUS SITTAH [bukhari, muslim, abu dawud, tirmidzi, nasa’i, ibnu majah] (BAG-1) (silahkan baca bag-1 s/d 9 dari atas kebawah membaca normal)

      2. Tidak boleh mencela, mengecam dan merendahkan para sahabat sekalipun mereka dilaknat, murtad, bahkan dicampakan dalam neraka kata ulama suni!!! Doktrin sesat dan menyesatkan ( BAG-1) SILAHKAN BACA BAG-1 S/D 8 DARI ATAS KEBAWAH

      silahkan tanya keimam ahli hadist antum mengapa mau mengambil hadist dari org syiah rafidhah padahal mrk menurut antumkan sesat, kafir (bukan muslim) ….atau memang imam hadist antum itu tdk tahu ttg siapa org syiah sebenarnya ??? sedangkan antum yg awam dan ilmu antum yg tak seberapa dalam agama jauh lebih paham dari imam2 hadist antum tsb ?? sungguh kasiah antum ini dalam memahami agama. pepatah mengatakan buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya. jadi perhatikanlah siapa “pohon”/guru yg antum dgr tersebut
      Silahkan dibantah ditunggu

  16. kelana berkata:

    Dari Fudlail bin Marzuuq, ia berkata,
    “Aku mendengar Ibraahiim bin Al-
    Hasan bin Al-Hasan, saudara
    ‘Abdullah bin Al-Hasan, berkata,
    ‘Sungguh, demi Allah, Raafidhah
    (Syiah) telah keluar (tidak taat)
    terhadap kami (ahlul bait)
    sebagaimana Al-Haruriyyah telah
    keluar (tidak taat) terhadap Ali bin
    Abi Thalib.” (Diriwayatkan oleh Ad-
    Daruquthni dalam Fadlailush-
    Shahabah, no.36, hasan).

  17. kelana berkata:

    Ibraahiim bin Al-Hasan bin Al-
    Hasan adalah anggota ahlul bait dari
    jalur Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib
    radhiallahu ‘anhu. Ibnu Hibban
    berkata, “Ia termasuk di antara
    pemimpin penduduk Madinah, dan
    ahlul bait yang mulia/
    agung.” (Masyahir ‘Ulama Al-
    Amshar, Hal.155 no. 995).
    Ya, kecintaan Syiah terhadap ahlul
    bait telah menjadi aib bagi kemuliaan
    ahlul bait. Mereka telah melakukan
    banyak kedustaan atas nama ahlul
    bait untuk merusak akidah Islam dari
    dalam.
    yang pada akhirnya, karana ke-
    egoisan mereka sendirilah, mereka
    terjerumus kedalam kesalahan dan
    kesesatan. Padahal, tidak ada
    satupun buku atau tulisan yang bisa
    menjelaskan kepada kita bahwa ‘Ali
    bin Abi Thalib Pernah meminta
    untuk di agungkan sedemikian rupa,
    dan pernah berkata bahwa dia
    menolak tiga imam Sunni sebelum
    beliau alaihi salam.

  18. MasPrabu berkata:

    Jika ada penganut SUNNI yang menghina simbol kesucian Penganut SYIAH atau Penganut SYIAH yang menghina simbol kesucian penganut SYIAH. Kemudian direkayasa, diberitakan, disebarluaskan, dikompori. Hati-hati anda terjebak perangkap INTELEGEN,,,bisa proyek BIN, MOSSAD, CIA.

    MOSSAD, CIA memang begitu leluasa beroperasi di INDONESIA, menjalin bisnis dengan BIN.

    Jadi wajar isu apapun di Indonesia bakal laku di JUAL. Mulai Isue mazhab sampeTERORIS….

    Memang Indonesia secara RESMI tidak memiliki hubungan diplomatik dengan ISRAEL tapi dibelakang lewat negara lain sebagai penghubung bisa bersahabat. Ingat Indonesia bukan negara Independen, Mandiri secara ekonomi dan budaya tapi faktanya bagian dari subordinasi NEGARA MAJU, AMERIKA dan EROPA. Indonesia adalah negara yang masih sangat 80 % ketergantungan pada Negara AMERIKA dan EROPA. Sehingga dalam penyikapan secara politik di kancah Internasional terkesan plin-plan ngga TEGAS.

    99,9 % perasaan rakyat Indonesia menolak PENJAJAHAN ATAS TANAH PALESTINA, 0,1 % elit politik ragu-ragu, menunggu dulu yang lain, terkesan lambat menyikapi. tapi kalo masalah TERORIS cepat tanggap.

    Yang membuat orang-orang TERORIS ,,,,,,AMERIKA dan ISRAEL, yang memberi bantuan finansial untuk memberantas TERORIS AMERIKA dan ISRAEL, yang sejahtera SIAPA ? rakyat geram, muak. KORUPSI terus tanpa henti….

    Salahnya,,rakyat dikelabui harus memili partai-partai semuanya yang opotunis jd ketika telah berkuasa memeras uang rakyat, pajak terus dinaikan, subsidi mau dicabut utang luar negeri tak lunas-lunas padahal sudah 66 Tahun Merdeka. Ditambah lagi proyek-proyek pembangunan ekonomi dipegang elit politik dari partai-partai yang berkoalisi dengan PENGUASA. sedang partai oposisi pun du jg begitu dan nati juga begitu.

    Masalahnya,,,sekarang ini kita hidup dalam moralitas, intelektualitas, budaya sekulerisme, kapitalisme,,,hidup dalam budaya ketidakpastian dan keterasingan sebagai sebuah bangsa yang mandiri dan berani.

    akan terjadi Perubahan Sosial di Indonesia yang lebih dari reformasi 98 di masa yang akan datang.
    ga usah dipercepat atau diperlambat, hukum alam, hukum sosial, hukum sejarah seringkali kita telah mengambil hikmah dan pelajaran dan akan membuktikanya.

  19. kelana berkata:

    Siapa yang melihat dari pemimpinnya sesuatu yang
    tidak disukainya, maka bersabarlah. Karena
    sesungguhnya orang yang memecah belah kesatuan
    umat (jama’ah) sejengkal saja, lalu ia mati, maka
    matinya seperti mati jahiliyyah (Shahih al-Bukhari
    kitab al-fitan bab satarauna ba’di umuran tunkirunaha,
    no. 7054).

  20. kelana berkata:

    “Akan ada pemimpin-pemimpin yang kalian kenal tapi
    kalian mengingkari mereka. Barangsiapa yang
    mengenali (dan tidak terbawa arus), maka ia terbebas
    dari dosa. Barangsiapa yang mengingkari, maka ia
    selamat. Akan tetapi siapa yang simpati dan mengikuti,
    maka ia tidak selamat.” Para shahabat bertanya:
    “Apakah kita harus memerangi mereka?” Rasul saw
    menjawab: “Tidak, selama mereka shalat.” (Shahih
    Muslim kitab al-imarah bab wujubil-inkar ‘alal-
    umara` fima yukhalifus-syar’a no. 3445-3446)

  21. kelana berkata:

    pemerintah itu bagaimana yang diperintah… !!!

  22. Zodia berkata:

    Tidak SEMUANYA SYIAH itu RAFIDHAH, jangan Meng-GENERALISIR Mazhab. Sebab di kalangan SUNNI juga ada yang PRO REZIM MUAWIYAH yang Zalim. MUAWIYAH Memberontak Kepada Khalifah ALI Bin ABi Thalib yang syah. Pemerintahan yang syah menurut ummat islam pada saat itu adalah Khalifah Abu Bakar Sidik, Ummar Bin Khattab, Utsman Bin Affan,dan Ali Bin Abi Thalib.

    • kelana berkata:

      kl ane mah kata Imam Syafi’i itu sndiri. bukan ngada2 ane sertain sumbernya juga. lagian y dibicarakan disini kan syiah. bukan ada brapa golongan syiah itu sendiri… ya kan… (o.0)

      (– ˛ — ٥ )

  23. Maman berkata:

    Memerangi secar FISIK Ga boleh,, Merubah SISTEM, Menjungkirbalikan Tata Nilai Jahiliyah itu wajib. Sebab JIka

    BERUBAH, BERMETAMORFOSA itu WAJIB

  24. Bowo berkata:

    Hadist yang menyatakan tidak boleh memberontak itu paling disenengin para Penguasa yang zalim mas.Selama berpegang pada penfsiran hadist seperti itu. Ummat sampai kapanpun ga bakalan Merdeka. Pemerintahan Yang ADIL ga bakalan tegak. Berilah penguasa yang zalim itu dengan nasihat Demontrasi, Orasi, Diskusi Ilmiah dan sadarkan dengan Perubahan Sosial dan Revolusi damai.

    • kelana berkata:

      Salah seorang sahabat Rasulullah saw
      yang unggul iaitu Hazrat Abu Darda r.a
      ada berkata: “Kamu mestilah menyuruh orang berbuat baik dan melarang mereka daripada
      melakukan kemungkaran, jika tidak Allah
      SWT akan membangkitkan seorang raja
      yang zalim memerintah kamu. Dia tidak
      akan menghormati orang tua kamu dan
      dia tidak belas kasih pada golongan
      muda dikalangan kamu. Pada masa itu
      doa orang yang soleh dikalangan kamu
      pun tidak akan diterima. Kamu inginkan
      bantuan, tetapi bantuan tidak akan
      diberikan. Kamu memohon keampunan
      tetapi kamu tidak akan diampuni”

      • kelana berkata:

        kl kt mrsa bhwa pemerintah kt zolim… ?
        mk,… brarty kt tdk menegakkan ‘amar ma’ruf nahi mungkar. mk sbab inilah Alloh SWT membangkitkan raja yang zolim. hakikatnya dr adanya raja y zolim adlh kelalaian kt sndiri. solusinya…. mari kita hidupkan a’mar ma’ruf nahi mungkar…. dng hikmah dan kasih sayang…. (●*∩_∩*●)

  25. kelana berkata:

    hadist itu bkn perkataan manusia biasa loh 0m. dan kl kt yakin dng ajaran Nabi SWA. mk kt tdk akan menganggap sebuah hadist itu kurang brmanfaat ato kt menganggap bahwa Rosullulloh dng ajarannya adalah lemah…. salam kenal 0m… (●*∩_∩*●)

  26. miranti berkata:

    Untuk pa astra, Anda mengatakan bahwa Anda adalah seorang penganut fiqih Syafi’i. Tetapi, saya membaca semua komentar Anda,, sepertinya Anda itu sangat memahami SEKALI ajaran Syiah dan Anda seakan2 menyudutkan kaum sunni. Perbedaan antara sunni dengan syiah bukan hanya masalah imamiah saja…

  27. pak de berkata:

    kayaknya betul tuh miranti, …..astra jingga ini pengikut kaum syiah, cuman biasa kauam syiah biasanya taqiyah-menyembuyikan identitas diri, …..dr komentarnya saya baca dia paham betul ajaran syiah, apa yg di utarakan memang pernah saya baca sekilas dr litertur syiah…

    kalau menurut saya sama jg dgn munafik tuh…..he…..he….,klau memang ngikut ajaran syiah akui aja, mari kita diskusi biar nambah pengetahuan dan wawasan….jgm memojokan kaum suny donk….astra jingga…..

  28. Astra Jingga berkata:

    @Pak de :
    1. Apa kriteria anda, sehingga berpendapat, bahwa sy pengikut syiah. Apakah karena seseorang mengetahui paham syiah lalu dianggap spt itu ? Bgmn dgn seseorang yg mempelajari “Das Kapital” nya Karl Marx dan paham serta ahli, lsg anda anggap sbg seorang Marxist ? Ilmu perbandingan madzhab & agama saja diajarkan di Perguruan Tinggi Islam.
    2. Apa beda taqiyah dengan munafik ? Sejauh yg saya ketahui, taqiyah adalah menyembunyikan sesuatu yang apabila menampakkannya dapat berakibat buruk dan dapat mencelakakan diri, di samping tidak memperoleh sesuatu hasil yang memadai. Contoh yg terkenal dari taqiyah adalah ketika sahabat Ammar bin Yassir ketika beliau disiksa oleh kaum musryik dan Nabi pun membenarkan perbuatan Ammar bin Yasir.
    3. Untuk cerita munafik, mungkin cerita mengenai Abdullah bin Ubay sangat populer (koreksi jika saya keliru).
    4. Silakan anda bertanya kepada para Ulama-Ulama yg berkompeten bukan kepada para pembencinya. Tentu saja anda berhak untuk mengambil dari sumber mana pun.
    5. Deklarasi Amman (Amman Message) Silakan klik di http://ammanmessage.com/index.php?option=com_content&task=view&id=91&Itemid=74

    Fatwa Syekh Universitas Al-Azhar, Mahmud Syaltut

    Kantor Pusat Universitas al-Azhar

    Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

    Teks Fatwa yang dikeluarkan Yang Mulia Syaikh Al-Akbar Mahmud Syaltut, Rektor Universitas Al-Azhar tentang Kebolehan Mengikuti Mazhab Syiah Imamiah

    Tanya:
    Yang Mulia, sebagian orang percaya bahwa penting bagi seorang muslim untuk mengikuti salah satu dari empat mazhab yang terkenal agar ibadah dan muamalahnya benar secara syar’i, sementara syiah imamiah bukan salah satu dari empat mazhab tersebut, begitu juga syiah Zaidiah. Apakah Yang Mulia setuju dengan pendapat ini dan melarang mengikuti mazhab syiah imamiah itsna asyariyah misalnya?

    Jawab:
    1. Islam tidak menuntut seorang muslim untuk mengikuti salah satu mazhab tertentu. Sebaliknya, kami katakan: setiap muslim punya hak mengikuti salah satu mazhab yang telah diriwayatkan secara sahih dan fatwa-fatwanya telah dibukukan. Setiap orang yang mengikuti mazhab-mazhab tersebut bisa berpindah ke mazhab lain, dan bukan sebuah tindakan kriminal baginya untuk melakukan demikian.

    2. Mazhab Ja’fari, yang juga dikenal sebagai syiah imamiyah itsna asyariyah (Syiah Dua Belas Imam) adalah mazhab yang secara agama benar untuk diikuti dalam ibadah sebagaimana mazhab suni lainnya.

    Kaum muslim mestinya mengetahui hal ini, dan seyogianya menghindarkan diri dari prasangka buruk terhadap mazhab tertentu mana pun, karena agama Allah dan syariahnya tidak pernah dibatasi pada mazhab tertentu. Para mujtahid mereka diterima oleh Allah Yang Mahakuasa, dan dibolehkan bagi yang bukan-mujtahid untuk mengikuti mereka dan menyepakati ajaran mereka baik dalam hal ibadah maupun transaksi (muamalah).

    Tertanda,

    Mahmud Syaltut

    Fatwa di atas dikeluarkan pada 6 Juli 1959 dari Rektor Universitas al-Azhar dan selanjutnya dipublikasikan di berbagai penerbitan di Timur Tengah yang mencakup, tetapi tidak terbatas hanya pada:

    1. Surat kabar Ash-Sha’ab (Mesir), terbitan 7 Juli 1959.

    2. Surat kabar Al-Kifah (Lebanon), terbitan 8 Juli 1959.

    Bagian di atas juga dapat ditemukan dalam buku Inquiries About Islam oleh Muhammad Jawad Chirri, Direktur Pusat Islam Amerika (Islamic Center of America), 1986, Detroit, Michigan.

    Sumber : http://dialogsunni-syiah.blogspot.com/2011/03/fatwa-syekh-universitas-al-azhar-mahmud.html

    • ronni berkata:

      assalammialaikum wr wb semuanya
      ingat semuanya & encamkaaannnnnn!
      bahwa syiah itu penuh dgn intrik, dmn ada syiah dsti a

    • penerang berkata:

      Anda sedang Bertaqiyah Pa Astra Jingga, jadi semua tau komentar anda. lanjutkan…taqiyahnya..

      • Syarifah berkata:

        Ahaha Mari kita saksikan taqiyah Astra Jingga yang belibet2, kita nonton aja, saran saya ambil bantal, snack kalo perlu, karena dijamin ntar kita ketiduran ihihihi

    • ihsan berkata:

      @Astrajingga,; Jelas sekali NT berbohong dan itu ciri khas org syi’ah bertaqiyyah,ngapa in nt mati2an membela syi’ah kalo bukan syi’ah.Pake nantang apa beda “taqiyah” dgn munafik,ya gak ada,jelas sama,krn sama2 bohong,kalo ketemu temannya yg syi’ah,dia akan mentertawakan org sunni yg bisa dibohonginya. Yg jelas nt gak bersyahadat spt ajaran Nabi,tetapi mengucap 14 kalimat syahadat,yaitu 2 kalimah syahadat(sunni) ditam bah 12 syahadat utk 12 Imam syi’ah. Kalo gak ngucapin dianggap kafir versi SYI’AH.

    • ihsan berkata:

      @Astrajingga,; Buat apa anda sembunyi2 lagi,sdh jelas kok BELANG anda yg sedang berTAQIYYAH,dasar org MUNAFIK. Siapapun anda tdk penting,karena sdh jadi kebiasa an org syi’ah yg berdalil diatas KEBOHONGAN. Mudah2an anda bisa kembali kejalan yg benar. Tidak ada itu madhab Ja’fari,itu hanya karangan org syi’ah saja utk membela kebohongannya,karena Ja’far Asshaddiq sendiri tdk pernah membuat ajaran sesat syi’ah seperti sekarang ini.

      • jalan ahlul bait berkata:

        antum itu yg bodoh. ilmu masih seujung kuku tapi berlagak sok tahu seperti ulama besar. syiah imamiyah bermazhab jakfari telah ada sebelum nenekmu dilahirrkan kemuka bumi. silahkan baca posting ana ttg risalah aman yordania thn 2005 yg mengaku ada 8 mazhab islam yg sah
        4 mazhab suni (maliki, hanafi, syafi’i dan hambali)
        2 mazhab syiah yaitu syiah zaidiyah atau mazhab zaidi dan syiah imamiyah atau mazhab jakfari
        dan mazhab ibadhi dan zahiri.

        makanya kalo tak punya ilmu jangan banyak bicara bro keliahatan antum itu masih awam tp berlagak kayak ulama besar. kalo antum sudah bodoh jangan membodoh-bodohi org awam. DOSA TAU.

  29. Baz berkata:

    Assalamu’alaikum
    Salam kenal..
    Klo menurut sy astra itu sy’i
    hayo Jgn dusta ..

    • Syarifah berkata:

      ahaha betul dia nyembunyiin eee dia sendiri yg buka, heran euy ga ada guna diskusi sama orang lagi taqiyyah, diplintir2, diuntel2 ampe gak tau lagi dia yg gila, apa kita ikutan gila iihihi

  30. JOJO berkata:

    Bismillahirrahmanirrahiim.
    Yg tahu kebenaran yg haq hanya Allah SWT,
    kita sebagai manusia hanya diwajibkan untuk mencari tahu tentang ilmu ma’rifatullah tersebut, yg harus diselaraskan dengan Alqur’an, dalil aqli (akal) dan dalil naqli… selesai.. Gak perlu debat, kita cm perlu diskusi dgn baik.. Toh Islam tidak memberatkan penganutnya,.

    Ngapain kita sibuk menyesatkan orang lain??! mending kita berkaca kpada diri kita. INTROSPEKSI DIRI.
    Ada perbedaan pendapat itu wajar. Rasul Saw jg pernah mengingatkan kita untuk bertindak lembut dan penuh mahabbah(cinta),, tidak saling menghujat.
    kembalikan semua kpd Allah yg maha mngetahui kebenaran.

  31. JOJO berkata:

    Islam itu agama cinta, bukan agama kebencian.

    Perlu kita ketahui Nabi SAW tidak pernah memaksa dalam berdakwah. Beliau hanya menyampaikan risalah ILLahi.

    Mari kita junjung persaudaraan sesama umat, agar Nabi muhammad Saw mencintai kita semua. karena Kecintaan beliau adalah kecintaan Allah SWT.

    wassalam :)

    • Awe wahab berkata:

      Banyak cara penyusupan syiah (liwat JIL, ingkaru sunnah, faham sufi)

      • dan kamukah yang paling benar, murni islamnya?

      • harapan jaya berkata:

        Dan kaum wahabi penjunjung suni perlahan2 menghilangkan semua bukti sejarah rasululullahdi mekah dengan alasan menghindari kemusyrikan….. kaum wahabi yang mempelopori pembasmian keluarga rasulullah….kaum wahabi yang demi kepentingan kekuasaannya menyembah amerika , zionis dan anteknya….terlihat dari kebijakan politik mereka di timur tengah….

  32. kelana berkata:

    اِنْ شَآ ءَ اللّهُ Tuan….. ia, kl kt meyakini bahwa Islam agama kita. mk y lebih utama dr sluruh sesiapapun dia. mk Nabi Muhammad SAW… adalah manusia ya paling brhak untuk jd Tuannya………
    krn muslim itu satu tubuh…. (●*∩_∩*●)

  33. syahbanu berkata:

    bkan menutupi…niat mereka…tp memang sprti itulah ajaran yg sbnrnya, apakah salah? jika kaum syiah lebih mengikuti ajaran rasulullah dan keluarganya? krena rasul pasti lebih dlu menurunkan ajarannya pada keluarganya sbelum kesahabatnya? rasul pasti lebih dkt dgn kelnya, apalagi rasulullah menyebutkan siti fatimah sbgai quratul uyun yg artinya biji mataku, rasuluallahpun mmberi gelar jg sebagai ummu abiha atau ibu dr ayahnya dan ali bkan hanya menantu rasul tp jg sepupu rasul yg mana setelah lahir drawat oleh rasulullah dan rasulullah bersabda ana madinAtul ilim wa aliyun babuha artinya aku kota ilmu dan ali pintuny, menrut sya distu sdh
    jelas kl mengikuti ajaran rasul n kelnya tdak salah dan sgat masih dlm ketentual islam yg sbnarnya, dan soal pringatan kematian imam husein yg org menyakiti drinya seperti diirak itu bkan ajaran syiah yg sebenarnya, karena syiahpun terbagi beberapa seperrti halnya sunni ada NU, muhamadiah dlk…bgtu jg syiah ada syiah imamiyah, zaidiah dll…dan yg mgikuti kel rasul n rasulnya adalah syiah imamiah yg mana disini tdk dibolehkan menganiaya diri sperti diirak…syiah imamiah saat peringatan hanya menangis dan menepuk dada pelan2 sebagai simbolis kepediha…sya menjelaskan ini krn sya rasa masih banyak kesalahpahaman dr yg sebenarny, soal solat bawa batu bkan mksd aneh tp mngikuti ajaran rasul yg mnyebutkan solat itu hrs diats tanah

  34. syahbanu berkata:

    lihat coba di madinah tempat solat nabi masih ada dan tdak dikasuh keramik..itu udh jelas khan

    • nuroh berkata:

      Syahbanu udah kemadinah ya,,,?kalo udah pasti pernah dengar org syiah yg dipancung gara2 kencing di masjid nabawi,dan kalo masalah wasiat mewasiatkn rasul s.a.w tidak pernah berwasiat ali r.a sbg pengganti kalifahx,beliau wktu sakit keras berpesan supaya umar bin khatab r.a,menggantikan beliau mengimami jamaah salat,beberapa saat sbelum beliau wafat,dan mengenai nikah mut’ah itu jelas2 dilarang,jngn bilang tanya ke ulamax syiah krna mereka anggap syiah paling benar daripda sunni

  35. jaishu muhamad berkata:

    syiah adalah orang orang yg gagal dalam merebut kekuasaan .abdulah bin saba tokoh yahudi yg menyebarkan syiah ..dari kluarga shlul bait ternyata anak dari sekian istri li ada yg bernama para sahabat arti nya ada mahabah para sahabat .tapi syiah bgtu benci nya dg sahabat kontra diksi brooo.

    • rubyyanto berkata:

      intinya kita harus lapang dada memahami perbedaan tentu juga harus di telaah alias di pelajari terlebih dahulu.
      ilmu islam itu luas guru saya tidak pernah berkata buruk tentang madzhab lain sblm dia benar2 sdh mmpljrnya. guru ngaji sy bkn ustadz kacangan yg cma modal baca kumpulan2 hadits tp dia kitab2 kuning karya ulama2 termashur. mknya dia gk angkuh.

    • jalan ahlul bait berkata:

      BUAT jaishu muhamad
      jawab

      ya….beginilah para mukalid buta dan taqlid dalam berhujjah semagkin kelihatan saja kebodohan dan pamer taqlid buta. kalo mereka sedikit pintar saja maka hadist2 suni ttg abdullah bin saba yg banyak diriwayatkan oleh ulama hadist suni berakhir dengan perawi bernama SAIF BIN UMAR AT-TAMIMI. DAN SEMUANYA HADIST TERSEBUT PALSU ATAU MAUDHU SEBAB PERAWINYA SAIF BIN UMAR AT-TAMIMI ADALAH SEORANG PEMALSU HADIST.

      KALO SUNI SAJA DGN TEGAS MENOLAK RIWAYAT ABDULLAH BIN SABA LALU APAKAH ANTUM MAU NGOTOT ITU HADIST ATAU ATSAR SHAHIH ??? KACIAN ANA MELIHAT ANTUM INI BRO. TERLALU MEMBABI BUTA DALAM MEMBENCI SYIAH SEHINGGA MENYERET ANTUM KEJURANG FITNAH.

      SILAHKAN LIHAT APA PENDAPAT AHLI HADIST ANTUM TENTANG PERAWI ABDULLAH BIN SABA YAITU SAIF BIN UMAR AT-TAMIMI INI.

      Saif bin Umar At Tamimi.
      • Dalam Mizan Al I’tidal no 3637 Yahya bin Mu’in berkata “Saif daif dan riwayatnya tidak kuat”.

      • Dalam Ad Dhu’afa Al Matrukin no 256, An Nasa’i mengatakan kalau Saif bin Umar adalah dhaif.

      • Dalam Al Majruhin no 443 Ibnu Hibban mengatakan Saif merujukkan hadis-hadis palsu pada perawi yang tsabit, ia seorang yang tertuduh zindiq dan seorang pemalsu hadis.

      • Dalam Ad Dhu’afa Abu Nu’aim no 95, Abu Nu’aim mengatakan kalau Saif bin Umar adalah orang yang tertuduh zindiq, riwayatnya jatuh dan bukan apa-apanya.

      • Dalam Tahzib At Tahzib juz 4 no 517 Abu Dawud berkata kalau Saif bukan apa-apa, Abu Hatim berkata “ia matruk”, Ad Daruquthni menyatakannya dhaif dan matruk. Al Hakim mengatakan kalau Saif tertuduh zindiq dan riwayatnya jatuh. Ibnu Adi mengatakan kalau hadisnya dikenal munkar dan tidak diikuti seorangpun.

      GIMANA SUDAH JELAS BRO !!! ULAMA HADIST ANTUM SAJA MENDUSTAINYA KOK BISA2NYA ANTUM MENYEBAR BERITA BAHWA ABDULLAHBIN SABA ADALAH YAHUDI YG MASUK ISLAM DAN BERPURA2 LALU MEMPENGARUHI SAHABAT DAN KAUM MUSLIMIN SAAT ITU ???

      APAKAH ANTUM AKAN MENGATAKAN IMAN PARA SAHABAT RAPUH KARENA DAPAT DIKADALI OLEH ABDULLAH BIN SABA ???? MAKANYA KALO BERHUJJAH PAKE LOGIKA DAN GUNAKAN AKAL DGN BENAR DAN PASTIKAN DALIL ANTUM ITU KETIKA MENUDUH SYIAH ADALAH DALIL SHAHIH BUKAN DALIL DARI PERAWI MATRUK.

      MAKANYA BANYAK BELAJAR BRO JANGAN ASBUN MELULU NANTI KELIHATAN ANTUM ITU AWAM YG JAHIL, BERDALIL PAKE DENGKUL BKAN PAKE ISI KEPALA

  36. mahyudin berkata:

    Masa sih syiah masih islam???? Khan agama syiah ciptaan ibnu sauda’ abdullah bin saba’

      • nina berkata:

        Syiah itu islam tp menyimpang jauh dari ajaran,dan banyak menciptakan bid’ah,dalam kita yg penganut sunni kita haji wajib adax hari arafah tp ummat syiah tdk trlalu penting ke arafah,,aku tahu krna diseklilingku skrg ini bnyak hajian dari iran,,

    • Syarifah berkata:

      sekte. bukan islam. ngakunya aja islam taat Allah dan Rasul, yg di lakukan nyimpang semua. tobat tobat semoga dpt hidayah, gak usah malu ama kita, malu sama Allah, Allah dah nyiapin cemeti buat kalian syiah rafidhah, yg seenak2nya ngaku2 islam. :)

  37. aef berkata:

    Kalo kwan2 mo tahu syiah, silahkan datang ke perum Kembang, mohammad toha bandung ato baca buku dialog antara syiah dan sunni (nama bukunya Mazhab pecinta keluarga nabi). mrk adalah orang-orang faqih yang pendapatnya bisa dipertanggungjawabkan.
    syiah skr adalah syiah imamiyah-itsna asyrah. sabaiyah, rofidhah, DAN ghulat adalah kelompok syiah yang orang syiah sendiri mengkafirkan mrk.
    Allah swt berfirman, bila kalian bertengkar, kembalilah kepada Allah swt dan Rasulnya. Rasulullah SAW pun bersabda, aku tinggalkan kepada kalian 2 perkara, bila kalian berpegang teguh kepada keduanya, selamanya kalian tidak akan tersesat, yaitu; kitab allah swt dan ahlul bait.
    KEMBALI WAHAI KAWAN-KAWAN KEPADA ALQURAN DAN SUNNAH……BILA DENGAR KABAR TTG SESUATU CEK N RICEK DULULAH MELALUI KESAHIHAN SANAD DAN MATAN HADIST TSB……………………MEREKA ADALAH ISLAM….JAGA PERSATUAN ISLAM …..JANGAN TERTIPU OLEH TIPU DAYA NASRANI DAN YAHUDI YANG TIDAK MAU UMAT ISLAM SELURUH DUNIA BERSATU…..

    • Laccolith Xeno berkata:

      untuk aef: kalau cuma urusan kafir mengkafirkan sih gampang, tidak harus sesama syiah; dan sunni merasa paling benar. Sekarang kita lihat saja di sekitar kita, apakah semua yang mengaku sunni sudah benar?. Di negara kita yang mayoritas sunni ini, berapa banyak yang shalat tapi percaya dengan kekuatan keris, pergi mencari jimat dll, atau anarkis, terorisme, poliandri kawin kontrak. Apakah semua itu dibenarkan. Karena itu BILA DENGAR KABAR TTG SESUATU CEK N RICEK DULULAH……………. Semoga selalu dalam bimbingan Allah swt…

  38. herlan berkata:

    berhati-hati lah dalam membaca buku yang menyangkut perbedaan aqidah jika kita merasa belum punya cukup ilmu untuk memahaminya. seperti halnya Rasulullaah SAW pernah melarang Abu Bakar r.a untuk membaca taurot.
    jgn terperdaya dgn isu-isu yang menghujat salah satu kaum, jika itu hanya menimbulkan perpecahan. saya takut ini salah satu akal2an org kafir untuk membuat kita sibuk untuk berdebat dan saling menghujat, sementara “mereka” bisa bebas berbuat apa saja yang mereka kehendaki. mungkin “mereka” sedang asyik menonton kita (kaum msulimin) yang sedang saling menghujat. Naudzubillaah.
    tulislah bagi siapapun yang ingin menulis atau mengomentari hal ini selama dengan niat yang baik karena Allah. Namun jika niat nya sudah berubah (karena hawa nafsu) maka urungkanlah untuk menulis.
    Jujur saya mendapatkan banyak ilmu baru dari diskusi saudara-saudar. Terimakasih banyak.

  39. iwan berkata:

    Imam Malik mengatakan barang siapa yang tidak mengkafirkan aqidah syiah berarti ia telah kafir.

  40. iwan berkata:

    SIlakan baca buku ini:
    Mengapa Saya Keluar dari Syiah, karangan Sayyid Husain Al-Musawi

    • iwanes berkata:

      numpang komen………bener tuh bukunya bagus…gw udah baca sebagian…isinya sangat mengejutkan..bagus untuk dibaca kaum syiah supaya melek matanya.

      • jalan ahlul bait berkata:

        ana sdh khatam baca buku tersebut. buku tersebut persis cerita fiktif disinetron malin kundang, sampuraga atau dora emon dll. cuma org syiahphobia dan salafi-wahabi saja yg tdk mengunakan akalnya saja yg mengatakan buku itu bagus. contoh : sipenulis dalam cerita tsb tdk pernah mencantumkan siapa nama ulama syiah yg ia sebutkan., sipenulis tak pernah mencantumkan alamat lengkap dan siapa nama kedua org tuanya dan alamat lengkap org tuanya, spesifik daerah kejadianpun tak ia sebutkan. nama asli dan alamat teman dan saudaranyapun tak ia cantumkan…….lalu antum katakan itu buiku bagus ???? eror sudah kepala kalian ini

  41. iwan berkata:

    Syiah Menghina Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Ahlul Bait

    Buku Gen Syiah

    Syi’ah secara dusta mengaku sebagai pecinta ahlul bait. Ucapan dan perbuatan mereka bertolak belakang dengan klaim mereka. Hal seperti ini tidaklah aneh atau asing pada diri anak cucu Majusi. Mereka telah berani menginjak-injak rumah tangga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka telah menghina Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam –semoga Allah melaknat mereka- mereka telah menghina istri-istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menjadi ibu-ibu bagi kaum mukminin. Mereka juga telah berani menginjak-injak imam pertama mereka yang diyakini ma’shum. Sifat mereka ini menjadi sempurna dengan menghinakan al-Hasan, al-Husain, Ali ibn al-Hasan dan para imam lainnya. Sebagaimana pula mereka telah menghina putri-putri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan yang utama adalah Fathimah az-Zahra’ Radhiallahu ‘Anha. Ini belum lagi dengan penghinaan mereka terhadap semua Nabi dan Rasul.

    Ash-Shadug di dalam kitab “al-Amal” meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Ali Radhiallahu ‘Anhu: “Seandainya aku tidak menyampaikan apa yang aku diperintah dengannya dari perkara wilayahmu (kepemimpinanmu) maka leburlah seluruh amalku.”1

    Sepertinya Allah yang Maha Suci tidak mengutus Rasul-Nya yang mulia melainkan hanya untuk menyampaikan wilayah Ali. Orang-orang yang tidak tahu diri itu telah mengecilkan kedudukan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam demi mewujudkan kepentingan dan tujuan mereka yang kotor. Ini semua mereka lakukan karena mustahil bagi mereka untuk mendatangkan bukti dan dalil tentang wilayah Ali Radhiallahu ‘Anhu.

    Al-Bahrani menukil dari as-Syyid ar-Ridah dari Ibnu Mas’ud, bahwa ia berkata: “Saya keluar menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, saya dapati beliau sedang ruku’ dan sujud, beliau berdo’a, “………………………

    “Ya Allah dengan (demi) kehormatan hamba-Mu Ali ampunilah orang-orang yang bermaksiat dari umatku.”2

    Coba perhatikanlah kenistaan ini, yang dengannya mereka ingin menunjukkan keutamaan Ali Radhiallahu ‘Anhu di atas Rasul yang diutus sebagai rahmat untuk alam semesta dan yang menjadi sayyid bagi manusia dari awal hingga akhir, sayyid kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

    An-Nu’mani secara dusta meriwayatkan dari imam Muhammad al-Baqir ‘Alaihi Sallam, ia berkata: “Ketika imam Mahdi muncul ia didukung oleh para malaikat dan orang pertama yang membai’atnya adalah Muhammad ‘Alaihi Sallam kemudian Ali ‘Alaihi Sallam.” Syaikh ath-Thusi meriwayatkan dari imam ar-Ridha ‘Alaihi Sallam bahwa di antar tanda-tanda munculnya al-Mahdi adalah dia akan muncul dalam keadaan telanjang di depan bulatan matahari.”3

    Perhatikan baik-baik pengakuan mereka tentang pembai’atan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian Ali Radhiallahu ‘Anhu kepada al-Mahdi yang diduga. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah makhluk Allah yang terbaik, apakah beliau akan berbai’at kepada orang yang di bawahnya? Berbai’at kepada orang yang telanjang bulat tanpa sehelai benangpun? Kerendahan macam apa yang dialamatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini?

    Perhatikan orang-orang Syi’ah yang “dungu” itu. Mereka menetapkan telanjangnya keturunan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan dia akan muncul di hadapan umat dalam keadaan telanjang! Apakah ini yang disebut sebagai penghormatan kepada ahlul bait? Ataukah ini justru menjadi penghinaan yang terang-terangan?!

    Al-Qummi menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika ada di Makkah tidak ada orang yang berani mengganggu beliau karena kedudukan Abu Thalib. Mereka memprovokasi anak-anak kecil untuk mengganggu beliau.

    Jika beliau keluar anak-anak kecil itu melemparinya dengan batu dan kerikil (dan debu). Maka beliau mengadukan hal itu kepada Ali Radhiallahu ‘Anhu.”4

    Mereka meriwayatkan, ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mi’raj ke langit beliau melihat Ali Radhiallahu ‘Anhu dan anak-anaknya yang telah sampai di sana sebelum Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Nabi mengucap salam kepada mereka. Padahal beliau telah berpisah dengan mereka di bumi.5

    Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya: “Dengan bahasa apakah Rabb anda berbicara dengan anda pada waktu mi’raj?” Beliau menjawab: “Dia berbicara kepadaku dengan bahasa Ali ibn Abi Thalib, hingga saya berkata “Engkaukah yang sedang berbicara kepadaku ataukah Ali?!”6

    Aku memohon ampun kepada-Mu ya Ilahi…….!!! Kita biarkan kebebasan para pembaca yang mulia untuk menginterpretasikan apa yang dimaksud dengan riwayat yang keji ini!!

    Mereka begitu rajin mengikuti langkah-langkah penghinaan, dengan berbagai rupa bentuk dan ukuran, sampai mereka meragukan kenabian Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena tiga putrinya; Zainab, Ummu Kultsum dan Ruqayyah. Hal ini terjadi ketika mereka menafikan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai bapak mereka. Mereka –semoga dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia semuanya-mengatakan bahwa “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak melahirkan mereka, tetapi mereka adalah anak-anak tirinya.”

    Muhsin al-Amin menambahkan: “Para sejarawan menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya memiliki empat putri, dan setelah meneliti teks-teks sejarah ternyata kita tidak mendapatkan bukti yang menetapkan adanya putri Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selain Fathimah az-Zahra’.”7

    Apakah semisal mereka bisa disebut sebagai “pecinta ahlul bait”?!

    Jika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak selamat dari kejahatan mereka, maka istri-istri beliaupun lebih tidak selamat. Bahkan telah keluar fatwa “kafir” bagi ibu-ibu kaum mukminin terutama Aisyah dan Hafshah Radhiallahu ‘Anha.8

    Cukuplah mengisyaratkan kepada apa yang beredar di kalangan Syi’ah bahwa firman Allah “Dan Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat” (at-Tahrim: 10). Al-Qummi pembesar Syi’ah dalam bidang tafsir (dusta) itu menyatakan :” Demi Allah yang dimaksud dengan pengkhianatan itu adalah zina. Artinya hendaklah menegakkan hukuman zina terhadap Fulanah yang telah melakukan zina dalam perjalanan ke Bashrah. Ada seorang laki-laki mencintainya, maka tatkala dia (Aisyah) hendak menuju Bashrah Fulan tadi berkata kepadanya: Kamu tidak halal pergi tanpa mahram. Maka dia mengawinkan dirinya dengan Fulan tersebut. 9

    Dan yang dimaksud dengan Fulan adalah Thalhah.

    Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Aisyah Radhiallahu ‘Anha adalah ibu bagi kaum mukminin semata.

    Sebagaimana mereka menghina Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, putri-putrinya dan istri-istrinya, mereka juga telah menghina imam mereka yang pertama Ali Radhiallahu ‘Anhu. (Menurut mereka), ketika mereka melukiskannya sebagai pengemis –wa al-‘iyadzu billah-. Telah disebutkan oleh Salim ibn Qais penulis buku Syi’ah pertama kali bahwa Ali telah menaikkan Fathimah di atas himar, dan ia menuntun al-Hasan dan al-Husain. Disebutkan bahwa Ali tidak meninggalkan satu sahabatpun melainkan ia telah mendatanginya di rumahnya untuk meminta haknya atas nama Allah.10

    Lihatlah penghinaan yang luar biasa ini, penghinaan terhadap Ali yang menuntun kedua putranya dan putrinya yang menaiki himar. Mereka berjalan berkeliling mendatangi rumah-rumah sahabat untuk meminta belas kasih mereka!!

    Apakah sifat seperti ini layak bagi kedudukan ahlul bait dan bagi seorang pemimpin dari pemimpin pemimpin kaum muslimin? Cerita, hikayat dan dongeng!

    Sebagaimana al-Kulaini meriwayatkan di dalam al-Kafi bahwa Fathimah tidak suka diperistri oleh Ali. Riwayat itu sebagai berikut: “Tatkala Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menikahkan Ali dengan Fathimah ‘Alaihi Sallam. Ali masuk menemui Fathimah yang ketika itu ia menangis. Maka Ali menanyakan: “Apa yang membuatmu menangis?! Demi Allah seandainya dalam keluargaku ada yang lebih baik dengannya, aku tidak akan menikahkan engkau dengannya, dan aku tidak akan menikahkannya akan tetapi Allah yang telah menikahkannya”.11

    Hingga imam mereka yang pertama dihina dan diturunkan derajatnya seperti ini?!

    Di mana “cinta” yang selama ini diumbar……dimana ia bersembunyi?

    Disebutkan oleh al-Ashfahani dari Ibn Abu Ishaq bahwa ia berkata: “Aku dimasukkan oleh ayahku ke dalam masjid pada hari Jum’at. Ia mengangkatku maka aku melihat Ali berkhutbah di atas mimbar, dia adalah orang tua yang botak, menonjol dahinya, bidang dadanya (lebar jarak antara dua pundaknya), jenggotnya memenuhi dadanya dan lemah matanya.”12

    Sebagaimana mereka meyakini bahwa Ali adalah hewan bumi. Ja’far berkata “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendatangi amirul mukminin ketika ia tidur di masjid dan berbantal tumpukan kerikil yang ia kumpulkan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengerak-gerakkannya (menggugahnya) dengan kakinya kemudian mengatakan: “Bangunlah wahai “hewan Allah”. Maka seorang sahabatnya bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah sebagian kita boleh menyebut sebagian yang lain dengan nama ini?” beliau bersabda: “Tidak. Demi Allah. Nama tadi khusus untuknya”13.

    Inilah imam pertama mereka yang mereka katakan bahwa ia akan menjadi “Dabbah” (hewan melata)!

    Betapa khawatirnya kita jika yang dimaksud adalah Ali Radhiallahu ‘Anhu akan menjadi hewan tunggangan bagi al-Mahdi ciptaan Syi’ah………..hasbunallah!!

    Merekapun telah menghina paman Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abbas dan putranya Abdullah dan juga ‘Aqil ibn Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu. Diriwayatkan oleh al-Kulaini bahwa Sudair bertanya kepada imam Muhammad al-Baqir: “Di manakah kecemburuan (ghirah) Bani Hasyim, kekuatan (syaukah) dan bilangan mereka yang banyak itu setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika dikalahkan oleh Abu Bakar, Umar dan orang-orang munafik lainnya?” Imam Muhammad al-Baqir berkata: “Siapa yang masih tersisa dari Bani Hasyim? Ja’far dan Hamzah yang menjadi bagian “as-Sabiqun al-Awwalun” dan “al-Mukminun al-Kamilun” telah meninggal dunia. Sementara dua orang yang lemah keyakinannya, yang hina jiwanya dan yang baru kenal Islam itulah yang tersisa, Abbas dan ‘Aqil.”14

    Sebagaimana Syi’ah telah menuduh Ibn ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhu mencuri dari baitul mal di Bashrah sewaktu pemerintahan Ali Radhiallahu ‘Anhu. Mereka mengklaim bahwa Ali naik mimbar dan berkhutbah ketika mendengar kabar, dia menangis dan berkata: “Ini adalah putra paman Rasulullah, dia dalam ilmu dan kedudukannya melakukan hal seperti ini…. Bagaimana bisa dipercaya orang-orang yang berada dibawah tingkatannya…. Ya Allah aku telah bosan dengan mereka, tenangkan aku dari mereka… dan cabutlah aku kepada-Mu bukan sebagai orang yang lemah.”15

    Al-Majlisi telah menyebutkan dalam bahasa Persia yang artinya: “Muhammad al-Baqir meriwayatkan dari imam Zainal Abidin ‘Alaihi Sallam dengan sanad yang dapat diandalkan bahwa ayat ini “Barang siapa di dunia ini buta maka di akhirat dia (juga) buta dan lebih sesat jalannya (QS. Al-Isra’: 72) turun pada diri Abdullah ibn Abbas dan bapaknya.”

    Inilah penghinaan Syi’ah terhadap paman Nabi, Abbas dan ‘Aqil dengan kelemahan, kehinaan dan pengecut serta tidak sempurna imannya. Begitu pula penghinaan terhadap Abbas dan putranya Habr al-Ummah Abdullah ibn Abbas Radhiallahu ‘Anhu. Adapun ayat tadi telah diturunkan tentang perihal orang-orang kafir……..Akan tetapi masalahnya bukan untuk orang yang melihat melainkan untuk orang yang memiliki!

    Mereka juga telah menghina al-Hasan dengan ucapan yang sangat menyakitkan. Mereka berkata tentangnya: “Wahai orang yang menghinakan kaum mukminin”.16

    Begitu juga mereka telah menghina Ali Zainal Abidin imam keempat yang ma’shum bagi mereka, mereka menuduhnya sebagai ornag yang pengecut dan budak. Telah disebutkan dalam al-Kafi bahwa putra Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir berkata: “Sesungguhnya Yazid ibn Mu’awiyah memasuki Madinah ingin menunaikan haji. Dia mengutus kepada seorang Quraisy. Setelah ia datang dia menanyainya, “Apakah engkau mengakui bahwa engkau adalah budakku, jika aku mau aku menjualmu dan jika aku mau aku menjadikan kamu budak?” Orang itu menjawab: “Demi Allah! Wahai Yazid hasabmu (kebaikanmu dan keluargamu) tidak lebih mulia dariku di kalangan Quraisy, ayahmu juga tidak lebih utama dari ayahku, waktu jahiliyah ataupun waktu Islam dan engkau juga tidak lebih mulia dan tidak lebih baik dariku dalam agama ini. Bagaiman aku mengakui permintaanmu?” Maka Yazid berkata: “Jika kamu tidak menyukainya, Demi Allah aku pasti membunuhmu.””Orang tadi menjawab: “Pembunuhan terhadapku olehmu tidak seagung pembunuhanmu terhadap al-Husain ibn Ali ‘Alaihi Sallam, putra Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Maka dia memerintahkan untuk membunuhnya. Dan terbunuhlah dia.

    Kemudian dia mengutus kepada Ali ibn al-Husain ‘Alaihi Sallam, kemudian ia mengatakan kepadanya apa yang telah dikatakan kepada seorang Quraisy di atas. Maka Ali ibn al-Husain bertanya: “Bagaimana seandainya aku tidak mau mengakui apakah engkau akan membunuhku sebagaimana engkau membunuh orang yang kemarin?” Yazid berkata: “Allah melaknatinya, ya.” Maka Ali ibn al-Husain (Ali Zainal Abidin) ‘Alaihi Sallam berkata: “Aku mengakui apa yang engkau minta. Aku adalah hamba yang dipaksa, jika kamu mau pertahankanlah aku dan jika kamu mau juallah aku.”17

    Mereka menjadikan imam mereka yang tidak lain adalah cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mau mengakui dirinya sebagai budak yang dijual belikan!

    Kami tidak habis pikir, bukankah orang-orang Majusi saja telah memiliki prinsip “Hidup mulia atau mati mulia”.

    Kalian benar-benar telah menghina ahlul bait secara habis-habisan hingga merampas harga diri dan kemuliaan!

    Adapun Muhammad al-Baqir imam kelima yang ma’shum bagi mereka, juga telah merasakan sengatan orang-orang Syi’ah. Zurarah ibn A’yun menjulukinya sebagai: “Orang tua yang tidak mengerti ilmu permusuhan”.18

    Dia juga berkata: “Allah merahmati Abu Ja’afar, sesungguhnya di dalam hatiku ada unsur berpaling dari padanya.”19

    Dia juga berkata: “Sahabat kamu juga tidak memiliki pengetahuan tentang ucapan para tokoh (orang-orang besar).”20

    Mereka juga menjuluki Ja’far, imam yang keenam sebagai “bermuka ganda”. Pernah ia memuji Abu Hanifah di hadapan Muhammad ibn Muslim, setelah ia keluar Ja’far mencelanya. Hal ini diriwaytkan oleh al-Kulaini dalam kisah yang panjang.

    Mereka menasabkannya kepada Ja’far bahwa ia berkata: “Sesungguhnya aku berbicara di atas 70 wajah, di dalam semuanya ada jalan keluar bagiku.”21

    Ahli hadits mereka, Muhammad al-Baqir al-Majlisi dalam kitan Jala’ al-‘Uyun menyebutkan: “Dari kakekku dari Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Jika dilahirkan Ja’far ibn Muhammad ibn Ali ibn al-Husian maka julukilah “shadiq”, karena jika lahir anak kelima dari anak-anaknya (ash-Shadiq) yang bernama Ja’far dan mengaku sebagai imam secara dusta dan membuat kebohongan atas nama Allah, dia di sisi Allah adalah Ja’far al-kadz-dzab.”22

    Yang mereka maksud dengan Ja’far al-kadz-dzab adalah putra imam yang suci salah satu imam ma’shum bagi Syi’ah. Ja’far al-kadz-dzab berdasarkan klaim mereka adalah saudara kandung imam ghaib, Muhammad al-Hasan al-‘Ashari (al-Mahdi, imam kedua belas).

    Sebagaimana mereka berkata tentangnya: “Dia pelaku maksiat secara terang-terangan, fasik, rusak, pemabuk berat, tokoh paling rendah yang pernah aku lihat dan yang paling menghina diri sendiri, tak bernilai dan tak berharga!”23

    Setelah ini semua apakah Syi’ah pecinta ahlul bait?!

    Sesungguhnya ahlul bait lebih mulia dan lebih suci dari pada bangkai-bangkai seperti mereka itu! Yang anjingpun tidak akan sudi mengendusnya!!

    1 Tafsir Nur ats-Tsaqalain. Jilid I. Hal 654.

    2 Al-Burhan fi Tafsir al-Qur’an. Jilid Iv. Hal 226.

    3 Al-Kafi fi al-Ushaul. Jilid I. Hal 504

    4 Tafsir al-Burhan. Jilid II. Hal 404.

    5 Ibid.

    6 Kasyf al-Ghummah. Jilid I. Hal 106.

    Dairah al-Ma’arif al-Islamiyah asy-Syi’iyyah. Jilid I. Hal 27. Dar al-Ma’arif. Beirut; Kasyf al-Ghitha’. Ja’far an-Najefi. Hal 5..

    8 Bihar al-Anwar. Jilid XXII. Hal 227-247.

    9 Ibid. hal 240-245; Tafsir al-Qummi. Jilid II. Hal 344.

    10 Kitab Salim ibn Qais. Hal 82-83.

    11 Al-Furu’ min al-Kafi.

    12 Maqatil ath-Thalibin. Hal 27-48.

    13 Bihar al-Anwar. Jilid XIII. Hal 213.

    14 Hayat al-Qulub. Jilid II. Hal 846; Furu’ al-Kafi. Jilid III, kitab ar-Rawdhah.

    15 Rijal al-Kasy-syi : 57

    16 Rijal al-Kasysyi. Hal 111.

    17 Ar-Rawdhah min al-Kafi. Jilid VIII. Hal 234-235.

    18 Al-Kafi fi al-Ushul.

    19 Rijal al-Kasysyi. Hal 152. Biografi Abu Bashir.

    20 Ibid. hal 133.

    21 Bashair ad-Darajat. Jilid III.

    22 Jala’ al-‘Uyun. Al-Majlisi. Hal 348.

    23 Ibid.

  42. celepuk berkata:

    Yang paling saya tidak suka dari syiah selain mengkafirkan sahabat2 Nabi adalah ketika mereka bertaqiyah,hampir2 saya tidak bisa membedakan ketika pembicaraan mengenai hal yang serius apakah mereka sedang berbohong ataukah jujur? أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ

  43. nuroh berkata:

    Muhammat,orang saudi itu gk semuanya sunni sebagiannya syiah kmu tau nggak,,kebanyakan yg kepuncak itu orang syiah,apa smua orang saudi menganut faham yang satu?nggak!!apa anda pernah tanya dia syiah ato sunni?kalo dia blang syiah apakah anda pernah tanya pendapatnya tntang saudi,pastilah dia blang saudi gk bagus,playanannya gk bagus orang syiah diakui di negara saudi cm krna mreka berkwargangaraan saudi.,jngn berksimpulan kalo orang saudi itu smuanya sunni,kalo km tau letak dammam saudi arabia,disana km bkal tau kumpulan orang syiah,syiah itu perusak dimana2,lihatlah tragedi bahrain,krna ulah kaum syiah,lihatlah bassar asat presden suria krna pnganut syiah membantai rakyat tnpa prikemanusiaan,sprti itulah orang saudi itu prgi ke indobrkali2 atas nama saudi,lain kali tanya pasti apa dia aliran syiah ato sunni baru kasikomentar oke!!!!!peaceeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

  44. Haidar Ali berkata:

    Gak usah berdebat tentang Syi’ah-Sunni karena ISRAEL DAN KRONI-KRONINYA akan semakin menertawai kita semua, wong mereka udah nyampe ke Bulan kita masih sibuk bertengkar tentang bagaimana kondisi dibulan Dsb. Hati-hati terlalu banyak yang menginginkan kehancuran islam.. Syi’ah dan Sunni sama-sama benar yang tidak benar adalah jika salah satunya mengganggu ketertiban,,…

  45. chuckedan berkata:

    hehehe…. kok ya lutju-lutju yaaaaa…hehehehehe..

    Coba liat di sini, kemunculan perdanakau:

    http://eddycorret.wordpress.com/2008/08/25/mengapa-satrio-piningit-sejati-sulit-ditemukan/

    -Satria Piningit-

  46. chuckedan berkata:

    Aku malah gak tau syiah atau sunni, yang penting Allah menerimaku, ruweeeeeeeeeeettttt aja…

    -Satria Piningit-

  47. chuckedan berkata:

    Mau tahu definisi asli dari ZINAAA?????

    Inilah yang dimaksud dengan zina:

    Melakukan hubungan seksual yang berpotensi merugikan fihak lain.

    Kesimpulannya: Hubungan seksual yang dilakukan kaum nudis di Amerika adalah HALAL 100%.

    “Mereka punya komitmen yang kuat, tidak ada kecemburuan apabila pasangannya di suatu hari kemudian keesokan harinya berganti pasangan”.

    Apa sih istimewanya upacara pernikahan itu? Haaaaaaaaaaaaa???? Benar-benar tolol. Masak manusia bisa kalah sama kucing, lha wong kucing aja gonta-ganti pasangan gak masalah, lhah kok manusia sebagai makhluk yang paling mulia malah menjadi sangat terbatas!

    Salahnya sendiri, mempersulit peraturan agama. Cinta itu bukan untuk manusia, bodohnya orang 1 triliun dimakan sendirian. Hanya Allah sebaik-baik tempat kembali.

    Tentu saja, seorang boss berhak untuk menyetubuhi sekretaris atau bawahan lainnya, 100% Haaalal, gak perduli masih single ataupun sudah bersuami. Kartini itu tahu aaapa? Duasarrrr! Sok tau!!

    Perempuan hanya layak bekerja dengan kondisi tidak mempunyai atasan langsung, misalnya berdagang, termasuk jualan vagina.

    Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, tidak dijelaskan dalam Al-Qur’anul Karim tentang apa yang akan dijual. Tentu saja narkoba tidak bisa disamakan dengan vagina. Narkoba jelas-jelas sangat merusak dengan rentetan efek dominonya apabila sudah tidak punya uang, tetapi soal ingin merasakan kehangatan vagina masih bisa diatasi dengan melakukan onani.

    Udah, cuapeeeeeeee deeeeeeeeee jelasinnya…hoahemmm….

    -Satria Piningit-

  48. Faqih berkata:

    Assalamualaikum Saudaraku sekalian. Dalam hal ini tidak akan ada ujungnya mendebatkan sesuatu tanpa mengetahui yang sebenarnya. Solusinya adalah bahwa islam berpegang pada alqur’an dan hadist. Oleh karena itu agar tidak buruk sangka coba dapatkan, lihat, selidiki, dan pelajari secara LANGSUNG kitab alqur’an yg dipegang oleh syiah lalu BANDINGKAN dengan alquran yang dipegang oleh mayoritas Kaum muslimin di tanah air.. Begitu pula hadist.. Itu lebih baik dari pada sekedar info melalui (katanya, dari artikel anu, kata si anu, dari berita anu dsb) tanpa seperti itu ga kan ada kata mufakat. Sekedar tambahan awal malam dalam islam dimulai pada saat terbenam matahari. Begitu pula dengan awal pagi yaitu pada saat matahari terbit. Adzan magrib berkumandang saat matahari terbenam itu penanda datang’Y malam. WALLAHAssalamualaikum Saudaraku sekalian. Dalam hal ini tidak akan ada ujungnya mendebatkan sesuatu tanpa mengetahui yang sebenarnya. Solusinya adalah bahwa islam berpegang pada alqur’an dan hadist. Oleh karena itu agar tidak buruk sangka coba dapatkan, lihat, selidiki, dan pelajari secara LANGSUNG kitab alqur’an yg dipegang oleh syiah lalu BANDINGKAN dengan alquran yang dipegang oleh mayoritas Kaum muslimin di tanah air.. Begitu pula hadist.. Itu lebih baik dari pada sekedar info melalui (katanya, dari artikel anu, kata si anu, dari berita anu dsb) tanpa seperti itu ga kan ada kata mufakat. Sekedar tambahan awal malam dalam islam dimulai pada saat terbenam matahari. Begitu pula dengan awal pagi yaitu pada saat matahari terbit. Adzan magrib berkumandang saat matahari terbenam itu penanda datang’Y malam. WALLAHAssalamualaikum Saudaraku sekalian. Dalam hal ini tidak akan ada ujungnya mendebatkan sesuatu tanpa mengetahui yang sebenarnya. Solusinya adalah bahwa islam berpegang pada alqur’an dan hadist. Oleh karena itu agar tidak buruk sangka coba dapatkan, lihat, selidiki, dan pelajari secara LANGSUNG kitab alqur’an yg dipegang oleh syiah lalu BANDINGKAN dengan alquran yang dipegang oleh mayoritas Kaum muslimin di tanah air.. Begitu pula hadist.. Itu lebih baik dari pada sekedar info melalui (katanya, dari artikel anu, kata si anu, dari berita anu dsb) tanpa seperti itu ga kan ada kata mufakat. Sekedar tambahan awal malam dalam islam dimulai pada saat terbenam matahari. Begitu pula dengan awal pagi yaitu pada saat matahari terbit. Adzan magrib berkumandang saat matahari terbenam itu penanda datang’Y malam. WALLAHAssalamualaikum Saudaraku sekalian. Dalam hal ini tidak akan ada ujungnya mendebatkan sesuatu tanpa mengetahui yang sebenarnya. Solusinya adalah bahwa islam berpegang pada alqur’an dan hadist. Oleh karena itu agar tidak buruk sangka coba dapatkan, lihat, selidiki, dan pelajari secara LANGSUNG kitab alqur’an yg dipegang oleh syiah lalu BANDINGKAN dengan alquran yang dipegang oleh mayoritas Kaum muslimin di tanah air.. Begitu pula hadist.. Itu lebih baik dari pada sekedar info melalui (katanya, dari artikel anu, kata si anu, dari berita anu dsb) tanpa seperti itu ga kan ada kata mufakat. Sekedar tambahan awal malam dalam islam dimulai pada saat terbenam matahari. Begitu pula dengan awal pagi yaitu pada saat matahari terbit. Adzan magrib berkumandang saat matahari terbenam itu penanda datang’Y malam. WALLAHU A’LAM

  49. reggaeman berkata:

    umat islam di indonesia harus semua nya berpegangan pada hadis rasul n alquran,rukun iman rukun islam,,dah itu aja
    Jangan terpengaruh pikiran sesat,, hidup ini realitas kawan,,bagi kaum syiah silahkan berputar2 dgn teori ny,,saya selaku umat muslim saya jalankan ibadah seperti biasa saja

    • jalan ahlul bait berkata:

      tidak ada yg berputar-putar disini reggaeman. antum saja yg masih awam dan masih sedikit ilmu dan buta ilmu tafsir Al-quran dan hadist tapi berlagak sok pakar agama dan paling tahu ttg islam.. jadi jangan paksakan pemahaman antum yg masih awam dgn dgn org yang sudah berilmu. kalo antum berilmu dibantah saja dgn dalil jangan mengalihkan pembicaraan hanya karena antum kebangkrutan hujjah.

  50. reggaeman berkata:

    umat islam di indonesia harus semua nya berpegangan pada hadis rasul n alquran,rukun iman rukun islam,,dah itu aja
    Jangan terpengaruh pikiran sesat,, hidup ini realitas kawan,,bagi kaum syiah silahkan berputar2 dgn teori ny,,saya selaku umat muslim saya jalankan ibadah seperti biasa saja ,,karena saya telah merasakan nikmat nya beribadah

  51. Say No To Shia berkata:

    coba tanya ahlinya KH> Athian Ali M Dai, Syiah itu kufur dan Beliau pernah langsung ke Iran

  52. raju berkata:

    belum selesai kalian memperdebatkan syiah dan sunni,bom-bom israel telah meledak dipalestina anak anak kehilangan orang tua mereka,al quran di bakar habis,mujahidin syahid disana,mereka(israel)tidak perduli syiah ataupun sunni…..mereka tertawa terhadap umat islam.

  53. bungkul berkata:

    Bagi orang Syiah, shalat itu cukup tiga waktu saja. Shalat Dhuhur dan Ashar dijamak dalam satu waktu, shalat Maghrib dan Isya dijamak dalam satu waktu. Shalat yang berdiri sendiri hanyalah shalat Subuh.

    Apa bukan suatu kebetulan jika ternyata Al-Quran juga hanya menyebut shalat wajib 5 kali hanya dalam 3 waktu?

    ”dirikanlah sholat dari matahari tergelincir (dzuhur dan ashar) sampai gelap malam (maghrib dan isya) dan subuh. Sesungguhnya sholat subuh disaksikan oleh para Malaikat” (Al-Isyra':78)

  54. Kenapa kesukaan orang adalah menjudgement orang lain?

    Lalu kapan menghitung diri sendiri?

    Nanti kalao udah mati kan tau dengan sendirinya, dan Allah yang akan menerangkan semuanya.

    Misalnya, soal pengrusakan tempat pelacuran, pertanyaannya adalah:
    “Apakah para pelacur itu menodongkan pistol ke kepala para lelaki untuk membeli tubuhnya?”
    Keliatan sekali, lemahnya iman diri sendiri, tetapi melemparkan kesalahan diri sendiri kepada orang lain, ini keterlaluan sekali, gak tau malu! Tak ubahnya seperti kelakuan anak kecil, yang lempar batu sembunyi tangan.
    Semua perintah Allah harus dipatuhi (kaffah), lalu di mana pelaksanaan HUKUM KHISAS?

    Nah, kalao mau memperingatkan ya harus dengan kesabaran, tetapi kalau dengan pengrusakan, anarkis, ini jelas-jelas konyol.
    Allah tidak butuh bantuan rasul untuk menegakkan agamanya, Allah mengutus rasul hanya sebagai pemberi peringatan, bukan pemberi petunjuk. Itu mutlak hak Allah.

    -Satria Piningit-

  55. Dwi Raharjo berkata:

    Islam itu simple, jangan dibikin ruwet, minimal dua ini harus dilaksanakan:
    1. Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, dan Muhammad saw adalah utusan-Nya.
    2. Hukum Khisas harus diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik.
    Kata-kata dibalas dengan kata-kata, perempuan bayar perempuan, uang bayar uang, nyawa bayar nyawa.

    Kalau yang dua itu sudah dilaksanakan dengan baik, tentu lebih mudah mencapai kehidupan yang tenteram, aman, sejahtera, lahir batin, dunia akherat.

    Kenyataan yang ada di lapangan tidak seperti itu, ambil satu contoh:
    Istri berselingkuh, lalu maen bunuh, main bacok, ini kan kucu? Hukum Khisasnya manaaa???
    Apa istri itu sudah menjadi Tuhannya sehingga main bunuh atas nama “Tuhan?”
    Istri berselingkuh justru advantage atau keuntungan bagi laki-laki, ada alasan untuk menceraikan secara baik-baik, dan dapat gantinya yang jauh lebih muda dan segar.

    -Satria Pningit-

  56. Dwi Raharjo berkata:

    Ada orang yang bertanya kepada rasululloh:

    “Ya rasululloh, berilah aku satu nasehat saja, yang dengan itu aku tidak perlu bertanya lagi tentang agamaku” Jawab rasululloh: “Katakanlah tidak ada Tuhan kecuali Allah” Lalu orang itu pulang. Beres dah, gak ruwet!

    Sesama Islam aja udah ruwet, wah wah wah, apalagi kalao lain agama, tambah kacau gak karu-karuan.

    Ingatlah, semua manusia itu dilahirkan sama, dalam keadaan yang suci.

    Bukan manusia musuh kita, tetapi syaitan, yang memang mempunyai tujuan untuk memecah belah umat manusia, yang akhirnya perpecahan itu tiada berguna apa-apa setelah semuanya kembali kepada Allah.

    -Satria Piningit-

  57. assalamu’alaikum wr. wb. diskusi yang bijak kawan2………… kita tidak boleh menghakimi suatu mazhab hanya dengan bersandar pada kitab2 yang kita miliki itu subjektifitas namanya..apakah ilmiah dan objektif jika kita ingin membuktikan kesesatan yahudi melalui al-qur’an. nah begitu juga jika ada orang yang menganggap syia’h itu sesat atau apalah namanya!!!!!!.. ayo kita buktikan dari kitab2 dan ulama2 mereka. saya pernah diskusi dengan orang syi’ah mereka jago dalam 9 kitab hadits suni..mereka bisa menunjukkan kelemahan mazhab kita dengan memakai kitab bukhari muslim, tetapi sebaliknya mereka bisa memperkuat mazhab mereka dengan kitab2 kita juga.. salah satu contohnya hadits TSAQALAIN.. mari kita duduk bersama2 saling mendengarkan dan saling berbagi. tidak usah saling klaim atau sampai adu jotos…coba lihat rukun islam syi’ah : 1. shalat 2. puasa 3. zakat 4. haji 5. wilayah (ketaatan pada imam), rukun iman syi’ah 1. tauhid 2.Nubuwah 3. ‘adalah 4. imamah 5. ma’ad (kebangkitan) kalo kita lihat mereka bertauhid, mengakui kenabian, shalat, puasa, haji, zakat, kalo dilihat dari sini tidak ada kesesatan sama sekali..untuk mengetahui lebih jauh tentu kita harus rela menelitinya lebih jauh,,jangan sampai kita main klaim saja tidak disertai pengetahuan yang cukup, al-Qur’an mengingatkan kita “WA LAA TAQFUF MAA LAISA LAKA BIHI ‘ILMUN” (jangan kamu ikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu di dalamnya),, alangkah bijaknya jika kita melakukan penelitian terlebih dahulu pada sumber aslinya…sebelum kita bilang mazhab mereka sesat..apalagi saya yakin sahabat2 yang ada disini adalah orang2 terpelajar semua…salam ukhuwah..

  58. me berkata:

    amar ma’ruf nahi munkar, awasi anak2 kita jangan sampai terpengaruh syiah!

  59. Anto berkata:

    Kok diskusi berhenti dengan tayangan video di atas ya?

  60. wisnu YW berkata:

    saya kira yg menjd alasan lain qt sbg pengikut sunni salah satunya prihal kemaksuman para imamnya yaitu terjaga dari kesalahan dan dosa,padahal Rosululloh sendiri pernah berkata Beliau tdk menjamin dirinya sendiri terbebas dari dosa dan kesalahan kecuali Allah SWT sendiri yg menjaminnya,salah satu sifat takabur yg disematkan pada para imam syiah, utk urusan sholat jum’at yg saya tahu hanya berlaku utk umat syiah yg dekat dgn masjid utama di teheran (entah nama masjidnya saya lupa) selain drpd itu tdk diwajibkan umat syiah sholat jumat selain dimasjid tersebut. oh ya saya juga mengingatkan TOLONG DIBEDAKAN ANTARA SYIAH DENGAN AHLUL BAYT keduanya berbeda dlm pokok ajarannya,jgn ada klaim hanya syiah pengikut ahlul bait Rosululloh

    • jalan ahlul bait berkata:

      Makanya belajar sejarah bro. emangnya semasa nabi saw dan dimasa 4 khalifah ada sholat jum’at diselenggarakan didua tempat atau masjid disatu kota atau daerah. Jika ada dalilnya silahkan ditampilkan.

      Setahu ana setelah nabi saw sampai imam ali as menyelenggarakan sholat jum’at hanya disatu tempat/masjid saja. Padahal masjid dijaman abu bakar, umar ,usaman dan imam ali as lebih dari satu didalam satu kota /daerah lalu mengapa hanya satu tempat saja keempat khalifah tersebut meyelenggarakan sholat jum’at.

      APAKAH ANTUM AKAN MENGATAKAN NABI SAW TDK PAHAM AJARAN ISLAM ???

      APAKAH ANTUM AKAN MENGATAKAN KEEMPAT KHALIFAH TDK MENGERTI APA YG DIAJARKAN NABI SAW KEPADA MEREKA SHG MEREKA TETAP MENYELANGGARAKAN SHOLAT JUM’AT HANYA PADA SATU MESJID/TEMPAT SAJA PADAHAL MESJID SUDAH BANYAK DALAM SATU KOTA/DAERAH.
      siapa yg dapat memberi pencerahan kepada ana ???

  61. willy berkata:

    CARA SYIAH MENSYIAHKAN KAUM MUSLIMIN:
    1. Memakai hadist lemah dari kitab2 sunni
    2. Memakai hadist palsu dari kalangan mereka sendiri
    3. Memakai Hadist sahih kitab2 sunni yang sesuai dengan keinginan mereka dan membuang hadist sahih yg tidak sesuai keinginan mereka.
    4. Merubah makna/ skenario dari hadist2 sahih sunni sehingga alur sejarah berubah sesuai keinginan mereka, sehingga contoh bila cerita antara sahabat yg saling memberitahu (pakai satu tanda seru !) oleh syiah dianggap saling mencaci diantara sahabat (pakai banyak tanda seru !!!!!). (ini harus mengusai bahasa arab tingkat wahid)
    5. Mereka mulai ‘masuk’ dari riwayat2 sejarah yg masih simpang siur kebenarannya dan masih diperdebatkan validitasnya. Kita aja gak tahu persis “dibalik layar” peristiwa politik indonesia yg carut marut saat ini, gimana peristiwa 1400 tahun silam

    So, hati2 dengan syiah. Kalo mau jadi pengikut Isa as janganlah seperti nasrani, klo mau jadi pengikut musa as janganlah seperti yahudi, klo mau jd pengikut Ali bin abi thalib ra janganlan seperti syiah rafidhah, karena sifat mereka sama: mengubah2 kitab Allah

    (dari mantan pengagum iran)

    • jalan ahlul bait berkata:

      silahkan baca koment ana ttg ajaran sesat suni-salafi yg berisi hadist2 pelecehan, penghinaan dan mengatakan sahabat banyak yg munafiq dan dicampakan kedalam neraka yg berasal dari kitab tersahahih kalian yaitu bukhari-muslim.

      kalo antum mengatakan kitab bukhari-muslim adalah kitab hadist palsu atau banyak membuat kitab hadist palsu berarti kita sependapat bro. tapi hampir semua ulama suni bahkan semua ulama salafi-wahabi telah mengklaim kitab bukhari-muslim adalah kitab tershahih setelah Al-quran.. silahakan baca koment ana tgl 1 agustus 2014 ttg isi kitab bukhari. ….silahkan antum kataka itu palsu, itu tdk ngaruh kepada kami org syiah. itu hanya jadi bumerang bagi yg menetpkan kitab bukhari-muslim adalah kitab tershahih setelah al-quran

  62. willy berkata:

    KLO NASRANI YAHUDI HINDU BUDHA MEMBUAT TANDINGAN2 ALLAH, MAKA SYIAH:
    1. Membuat tandingan Allah: mereka berdoa Ya Hussein! Ya Ali! Ya imam zaman! Ya Zahra!. selalu/ lebih sering dari pada Ya Allah, bahkan Ya muhammad jarang sekali mereka bertawasul
    2. membuat tandingan nabi saw: melebih kan bahwa Ali (dan imam2 mereka) padanan Nabi saw
    3. Membuat tandingan Al Qur’an: syiah punya Shahifah Fatimah, shahifah sajjadiyah, An namus, Al Abithah, Al jufr, dll. Sebagian syiah mengakui bahwa Al Qur’an yg ada sekarng sdh berubah/ tidak asli, Sebagian lainnya Al Quran syiah sama aja dengan sunni. Tapi paling tidak mereka semua memiliki tingkat respek yg minimal terhadap AlqQuran yg skg. Dan lagi semua syyiah rafidhah berkata Al quran yg asli berbeda susunannya dgn yg Skg
    4. Membuat tandingan Mekah Madinah: mereka punya tanah Suci Karbala
    5. Membuat tandingan nikah, yaitu mut’ah
    6. membuat tandingan hari kiamat, yaitu reinkarnasi (Raj’ah)
    7. membuat tandingan zakat: Khumus
    8. membuat tandingan madu, zaitun, habbattus sauda: ‘kotoran/ pup’ imam2 mereka bisa menyembuhkan segala macam penyakit
    DLL

    Seandainya syiah berkata Abu bakar, umar, utsman dan sahabat2 Rasulullah murtad setelah meninggalnya beliau saw dan memalsu hadist, maka kita katakan pengikut / syiah Ali, Hussein, dan Ja’fari lebih bisa murtad dan lebih bisa memalsu hadist imam2 mereka..

  63. muhyasir berkata:

    terima kasih.. Artikelnya sangat menarik, semoga tidak tertanam kebencian sesama muslim, syiah maupun sunni..

    • jalan ahlul bait berkata:

      buat ibn hasan yg lugu dan asbun

      DAFTAR NAMA PERIWAYAT SYIAH RAFIDHAH (SESAT/KAFIR MENURUT SALAFI-WAHABI) YANG HADISTNYA DIAMBIL PERAWI HADIS KUTUBUS SITTAH [bukhari, muslim, abu dawud, tirmidzi, nasa’i, ibnu majah] (BAG-1) (silahkan baca bag-1 s/d 9 dari atas kebawah membaca normal)

      وَمَكَرُوا وَ مَكَرَ اللهُ وَ اللهُ خَيْرُ الْماكِرينَ

      Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS.3:54)

      أَمْ يُريدُونَ كَيْداً فَالَّذينَ كَفَرُوا هُمُ الْمَكيدُونَ

      Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Orang-orang yang kafir itulah sebenarnya yang kena tipu daya..( QS.52:42)

      Jika salafi-wahabi mengatakan syiah = rafidha dan syiah rafidhah sama dengan kafir. Maka bahaya akan menimpa sumber-sumber hadist suni atau ahlul sunah wal-jemaah. Bayangkan dalam agama yg hanif ini perkataan atau hujjah dari org kafir sangat dilarang oleh ulama islam apalagi menisbatkan perkataan tsb adalah perkataan nabi saw. Tapi mengapa seperti imam-imam hadist yg “puja-puja oleh salafi-wahabi dan suni mau mengambil hadist dari seorang syiah rafidhah bahkan dari pengikut abdullah bin saba siyahudi laknatullah.

      Mulai sekarang antum harus buang semua hadist dari org syiah dalam kitab KUTUBUS SITTAH ANDA sebab mereka dimata salafi-wahabi dan suniphobia adalah manusia keji dan najis alias kafir. Mari kita lihat perawi syiah yang diambil hadistnya oleh imam-imam besar suni ( ulama suni menjilat lidah sendiri dlm tulisan akhi a bahwa mereka nyata2 mengatakan syiah adalah rafidha dan kafir). SEDANGKAN PERIWAYATAN DARI ORANG KAFIR JELAS HUKUMNYA HARAM !!! ATAU JANGAN-JANGAN SALAFI-WAHABI INI YG MISKIN ILMU DAN TAK DAPAT MEMBEDAKAN MANA SYIAH DAN MANA RAFIDHA ???

      1. ‘ABDULLAH BIN MUHAMMAD IBNU AL HANAFIAH
      Ahlus Sunnah Mengambil Hadis Dari Pengikut Saba’iyyah?

      Tulisan ini (dari web sitee secondprince) ti dak usah dianggap serius, hanya sekedar selingan untuk menyentil akal para nashibiy yang sudah keracunan Abdullah bin Saba’. Nashibiy tidak henti-hentinya menuduh bahwa Syi’ah adalah pengikut ‘Abdullah bin Saba’ tetapi mereka tidak menyadari bahwa dalam kitab hadis Ahlus Sunnah [yang entah menjadi pegangan mereka atau tidak] juga terdapat perawi hadis yang ternyata dikatakan sebagai pengikut Saba’iyyah.

      Menurut sebagian ulama ahlus sunnah, Saba’iyyah adalah penisbatan terhadap kaum atau kelompok yang mengikuti Abdullah bin Saba’. Tidak usah berpanjang lebar berikut nukilan dari Al Jauzjaniy dalam salah satu kitab-nya

      ثم السبئية غلت في الكفر فزعمت أن علياً إلهاً حتى حرقهم بالنار إنكاراً عليهم
      Kemudian As Saba’iyyah ghuluw dalam kekufuran, mereka menganggap Aliy sebagai Tuhan sehingga [Aliy] membakar mereka dengan api sebagai pengingkaran terhadap mereka [Ahwal Ar Rijaal Abu Ishaaq Al Jauzjaaniy hal 37]

      Kami tidak perlu meneliti nukilan ini karena para nashibi sangat mempercayainya dan berhujjah dengan nukilan ini untuk merendahkan Syi’ah. Bahkan Asy Sya’biy pernah berkata tentang As Saba’iyyah
      فلم أر قوما أحمق من هذه السبئية
      Aku tidak pernah melihat kaum yang lebih tolol dari kelompok Saba’iyyah ini [Al Kamil Ibnu Adiy 6/116]

      Jadi menurut anggapan para nashibi tersebut PENGIKUT SABA’IYYAH TERGOLONG ORANG YANG TOLOL DAN GHULUW DALAM KEKUFURAN. Kemudian

      perhatikan apa yang ditulis Bukhariy berikut
      عبد الله بن محمد ابن الحنفية ومحمد هو ابن على بن ابى طالب الهاشمي أبو هاشم اخو الحسن، سمع اباه، يعد في اهل المدينة، قال عبد الله بن محمد عن ابن عيينة حدثنا الزهري كان الحسن اوثقهما في انفسنا وكان عبد الله يتبع السبائية
      ‘Abdullah bin Muhammad Ibnu Al Hanafiah -dan Muhammad ia putra Aliy bin Abi Thalib Al Haasyimiy- Abu Haasyim saudara Hasan, mendengar dari Ayahnya termasuk penduduk Madiinah, Abdullah bin Muhammad berkata dari Ibnu Uyainah yang berkata telah menceritakan kepada kami Az Zuhriy yang berkata Al Hasan yang paling tsiqat diantara keduanya bagi diri kami dan Abdullah ia mengikuti As Saba’iyyah [Tarikh Al Kabir Al Bukhariy 5/187]

      Sanad riwayat Bukhari kedudukannya shahih, para perawinya tsiqat termasuk Az Zuhriy dan dia adalah murid Abdullah bin Muhammad Al Hanafiah
      1. Abdullah bin Muhammad, gurunya Bukhariy adalah Abdullah bin Muhammad bin Abdullah bin Ja’far Al Ju’fiy seorang yang tsiqat hafizh [At Taqrib Ibnu Hajar 1/321]

      2. Sufyan bin Uyainah adalah seorang imam tsiqat, termasuk sahabat Az Zuhriy yang paling tsabit dan ia lebih alim dalam riwayat ‘Amru bin Diinar daripada Syu’bah. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Abu Hatim [Al Jarh Wat Ta’dil 1/35]

      3. Az Zuhriy adalah Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdullah bin Syihaab Az Zuhriy seorang faqih hafizh disepakati kebesaran dan keitqanannya termasuk pemimpin thabaqat keempat [At Taqrib Ibnu Hajar 1/506]

    • jalan ahlul bait berkata:

      DAFTAR NAMA PERIWAYAT SYIAH RAFIDHAH (SESAT/KAFIR MENURUT SALAFI-WAHABI) YANG HADISTNYA DIAMBIL PERAWI HADIS KUTUBUS SITTAH [bukhari, muslim, abu dawud, tirmidzi, nasa’i, ibnu majah] (BAG-2)

      Faktanya Abdullah bin Muhammad Al Hanafiah atau Abdullah bin Muhammad bin Aliy bin Abi Thalib adalah perawi hadis kutubus sittah [Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah], sebagaimana telah ditegaskan oleh Ibnu Hajar dalam At Taqrib [Taqrib At Tahdzib Ibnu Hajar 1/321]

      Bukankah Saba’iyyah itu kelompok orang-orang tolol dan ghuluw dalam kekufuran lantas mengapa Abdullah bin Muhammad Al Hanafiah diambil hadisnya dalam kutubus sittah?. Kalau ada yang berdalih hadisnya hanya sebagai mutaba’ah dan ia dikuatkan oleh saudaranya Hasan bin Muhammad Al Hanafiah, maka itupun tetap bermasalah. Untuk apa mengambil hadis sebagai mutaba’ah perawi yang tolol dan ghuluw dalam kekufuran.
      Dan masalah utamanya adalah Abdullah bin Muhammad Al Hanafiah ini telah ditsiqatkan oleh para ulama ahlus sunnah seperti

      1. Ibnu Sa’ad berkata “tsiqat sedikit hadisnya” [Thabaqat Ibnu Sa’ad 7/322]

      2. Al Ijliy mengatakan bahwa Abdullah bin Muhammad tsiqat dan dia seorang syi’ah [Ma’rifat Ats Tsiqat 2/58]

      3. An Nasa’iy berkata bahwa Abdullah bin Muhammad tsiqat [At Tahdzib Ibnu Hajar 5/612]

      4. Ibnu Hibban memasukkan Abdullah bin Muhammad bin Aliy bin Abi Thalib dalam Ats Tsiqat [Ats Tsiqat Ibnu Hibban 7/2]

      5. Adz Dzahabiy menyatakan ia tsiqat dalam Al Miizan [Miizan Al I’tidal Adz Dzahabiy 2/483 no 4533]

      Jika dikatakan mereka yang menyatakan tsiqat kepada Abdullah bin Muhammad tidak mengetahui bahwa ia pengikut As Saba’iyyah maka inipun keliru, Ibnu Hajar dalam At Tahdzib telah menukil riwayat dari Az Zuhriy kalau ia pengikut Saba’iyyah tetapi dalam At Taqrib ia tetap menyatakan tsiqat. Dan Az Zuhriy sebagai muridnya yang mengakui kalau ia pengikut Saba’iyyah tetap meriwayatkan hadis Abdullah bersama saudaranya Hasan sebagaimana dapat dilihat dalam kitab hadis diantaranya Shahih Bukhariy.

      Mungkin dalam pandangan mereka menjadi pengikut As Saba’iyyah tidak menjatuhkan kredibilitas Abdullah bin Muhammad, ia tetap seorang yang tsiqat. Sebagaimana banyak perawi hadis yang ternyata khawarij, nashibi, rafidhah, murji’ah, qadariyah dan sebagainya yang dianggap sebagai firqah sesat tetapi tetap diambil hadisnya jika mereka termasuk orang-orang tsiqat. Hal ini juga ditemukan dalam kitab hadis Syi’ah yaitu perawi yang dikenal bermazhab menyimpang seperti waqifiy, fathhiy tetap diambil hadisnya jika yang bersangkutan memang tsiqat.

      Tetapi masalah-nya firqah-firqah sesat di sisi Ahlus Sunnah seperti khawarij, nashibi, rafidhah, murjiah dan firqah sesat di sisi Syi’ah seperti waqifiy dan fathahiy, semuanya tetap menyembah Allah SWT, tidak ada yang dikatakan menuhankan Imam Aliy seperti apa yang dinisbatkan pada As Saba’iyyah.

      Atau akan ada dalih bahwa As Saba’iyyah disana bukan bermakna sebagai pengikut Abdullah bin Saba’ yang menuhankan Imam Aliy. Kalau begitu ada berapa macam makna As Saba’iyyah dan Abdullah bin Muhammad ini termasuk As Saba’iyyah jenis yang mana?. Akhir kata seperti yang kami katakan tulisan ini cuma sekedar selingan dan kalau dipikirkan dengan serius hanya menimbulkan kebingungan saja.

    • jalan ahlul bait berkata:

      DAFTAR NAMA PERIWAYAT SYIAH RAFIDHAH (SESAT/KAFIR MENURUT SALAFI-WAHABI) YANG HADISTNYA DIAMBIL PERAWI HADIS KUTUBUS SITTAH [bukhari, muslim, abu dawud, tirmidzi, nasa’i, ibnu majah] (BAG-3)

      Namun mungkin karena keterpaksaan demi menutupi kekurangan materi Sunnah, akhirnya mereka juga mau menerima riwayat hadis sebagian dari “periwayat bermasalah” tersebut. Adz Dzahabi mengakui kenyataan pahit tersebut yaitu kabangkrutan yang dialami mazhabnya dalam materi hadis/Sunnah yang karenanya dengan terpaksa mau menerima hadis riwayat kaum Syi’ah. Ia berkata, “Jika hadis riwayat mereka (Syi’ah) itu ditolak pastilah jumlah yang banyak dari peninggalan kenabian akan hilang dan itu kerusakan nyata dalam agama.”[ Mîzân al ‘I’tidâl, 1/5, ketika menyebut data hidup Abân ibn Taghlib.]

      Akan tetapi bisa jadi selain alasan di atas, ada sebuah kenyataan yang tidak dapat mereka pungkiri bahwa kebanyakan periwayat Syi’ah itu telah diakui kejujuran keteguhan agamanya dan kehandalannya dalam periwayatan Sunnah, sehingga adalah wajar apabila mereka menaruh kepercayaan terhadap para priwayat Syi’ah itu! Al Khathib al Baghdadi melaporkan sebagai berikut, “Sesungguhnya Abdurrahman ibn Shaleh asy Syi’i (W.235H) sering mendatangi Ahmad ibn Hanbal, dan Ahmad pun mendekatkannya, lalu ada yang menegurnya, ‘Wahai Abu Abdillah (panggilan Imam Ahmad_pen), Abdurrahman adalah seorang Rafidhi!’ Maka Imam Ahmad menjawab, “Subhanallah! Seorang yang mencintai sekelompok dari Ahlulbait Nabi saw. kita katakan, ‘Jangan dicintai dia!’ ia itu SEORANG YANG TSIQAH! … Muhammad ibn Musa berkata, ‘Aku menyaksikan Yahya ibn Ma’in sering kali duduk di emperan rumah Abdurrahman, ia (Abdurrahman) mengeluarkan untuknya beberapa bendel buku lalu ia menyalinnya. Lalu ada yang menegur Yahya karena sikapnya (mau meriwayatkan darinya) itu, maka Yahya berkata, ‘ABDURRAHMAN IBN SHALEH ADALAH SEORANG SYI’AH YANG SHADÛQ/SANGAT JUJUR. Baginya lebih suka ia tersungkur dari atas langit dari pada berbohong pada separoh huruf.’”[ Târîkh Baghdad,10/260. Dâr al Kotob al Ilmiyah- Beirut dan Tahdzîb at Tahdzîb,6/197]

      Apa yang dilaporkan al Baghdadi di atas adalah satu dari ratusan atau bahkan ribuan potret hidup kualitas kejujuran para periwayat Syi’ah yang karenanya para ulama dan tokoh hadis Ahlusunnah berhutang budi kepada mereka demi memelihara keselamatan dan keutuhan Sunnah Nabi saw.

      [ Walaupun SEBAGIAN PENULIS BAYARAN BERUSAHA MEMFITNAH KAUM SYI’AH DENGAN MENUDUH PARA PERIWAYAT HADIS SYI’AH ADALAH PARA PEMBOHONG YANG HANYA GEMAR MEMALSU HADIS ATAS NAMA RASULULLAH SAW.! ORANG-ORANG YANG SUDAH TERCIPTA BERBERANGAN DENGA KARAKTER BERBOHONG DAN MEMALSU… TIDAK BERIMAN KEPADA ALLAH, RASUL-NYA DAN HARI AKHIR…. SEPERTI YANG DIFITNAHKAN OLEH DR. NASHIR AL QIFFARI DALAM BUKUNYA USHÛL MAZHAB SYI’AH.]

    • jalan ahlul bait berkata:

      DAFTAR NAMA PERIWAYAT SYIAH RAFIDHAH (SESAT/KAFIR MENURUT SALAFI-WAHABI) YANG HADISTNYA DIAMBIL PERAWI HADIS KUTUBUS SITTAH [bukhari, muslim, abu dawud, tirmidzi, nasa’i, ibnu majah] (BAG-4)

      Dalam kesempatan ini, penulis akan menyebutkan daftar bererapa nama yang menjadi korban ‘Unshuriyah Madzhabiyah/fan atisme kemazhaban dan harus disingkirkan dari arena periwayatan Sunnah Nabi saw. berdasarkan metodologi periwayatan versi penguasa.

      2. ABÂN IBN TAGHLIB (W 141 H)
      [ Hadis darinya telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, at Turmudzi, An Nasa’i, Abu Daud dan Ibnu Majah, masing-masing dalam kitab Sunan mereka. Para ulama yang meriwayatkan langsung darinya adalah Musa ibn Uqbah al Azdi, Syu’bah ibn Jajaj, Sufyan ibn ‘Uyainan dan selain mereka. (Baca Tahdzîb at Tahdzîb,1/63)]

      Yaqut al Hamawi berkata, “Abân adalah seorang pakar ilmu qira’at, pakar bahasa Arab dan ahli fikih yang berkembang. Ia tsiqah, agung kedudukannya dan tinggi kemuliaannya.”
      Abu Nu’aim berkata, ‘Ia adalah puncak dalam segalanya.”
      Adz Dzahabi berkata, “Abân ibn Taghlin Al Kufi, seorang SYI’AH TULEN tetapi ia sangat jujur… Dan ia telah ditsiqahkan oleh Ahmad ibn Hanbal, Ibnu Ma’in dan Abu Hatim.[ Mîzân al ‘I’tidâl,1/5.]

      Ibnu Hajar berkomentar tentangnya, “Abân tsiqah, ia dibicarakan sebab kesyi’ahannya.” … ia berkata juga, “berkata Ahmad, Yahya, Abu Hatim dan an Nasa’i bahwa Abân tsiqah… Ibnu Adi berkata, ‘Ia memiliki beberapa naskah yang kebanyakannya adalah mustaqim/lulus jika hadis darinya diriwayatkan oleh seorang yang tsiqah. Ia termasuk penyandang kejujuran dalam meriwayatkan kendati ia bermazhab Syi’ah…. .’ (Tahdzîb at Tahdzîb,1/63)

      Ibnu Adi mengatakan, “Ia seorang SYI’AH EKSTRIM”.
      Al ‘Uqaili berkata, “Aku mendengar Abu Abdillah ia menyebut-nyebut Abân dan memuji kemuliaan adab/sopan santun, dan kemantapan akal serta kesahihan hadis hanya saja terdapat padanya KESYIAHANYA YG KENTAL.’”[ Adh Dhu’afâ’; al ‘Uqaili,1/37. Dâr al Kotob al Ilmiyah.]

      Azdi berkata, ‘Ia sangat ekstrim dalam KESYI’AHAN dan aku tidak menemukannya adalaj masalah pada periwayatanya.”
      Dan karena tidak terdapat cacat pada kepribadian dan kejujurannya, para gembong kaum Nawashib seperti al Jauzajâni menuduhnya dengan mengatakan, ABÂN MENYIMPANG dan terkecam mazhabnya (syiah jakfari).” Seperti juga yang ia tuduhkan tanpa dasar kepada Ajlah dan periwayat Syi’ah atau yang mencintai Ahlulbait Nabi saw.

    • jalan ahlul bait berkata:

      DAFTAR NAMA PERIWAYAT SYIAH RAFIDHAH (SESAT/KAFIR MENURUT SALAFI-WAHABI) YANG HADISTNYA DIAMBIL PERAWI HADIS KUTUBUS SITTAH [bukhari, muslim, abu dawud, tirmidzi, nasa’i, ibnu majah] (BAG-5)

      2 ISMA`IL IBN `ABDUL-RAHMAN IBN ABU KARIMAH AL-KUFI
      Lebih dikenali sebagai al-Sadi, Dia seorang pentafsir al-Quran yang terkenal. Menyebutkan biograpfinya, al-Thahbi menerangkan beliau sebagai ‘DIPENUHI DENGAN SHIA.” Husayn ibn Waqid al-Maruzi membincangkanny a,dengan mengatakan bahawa dia pernah mendengar beliau suatu ketika MENGUTUK ABU BAKR AND `UMAR. Walaupun terdapat tuduhan yang sebegini, beliau telah disebutkan oleh al-Thawri dan Abu Bakr ibn `Ayyash dan banyak lagi penulis yang setaraf dengannya. Muslim dan penulis empat buku sahih menganggap beliau sebagai PENYAMPAI HADITH, sedangkan Ahmed memberikan sepenuh kepercayaan kepada beliau. Ibn `Adi berkata bahawa dia adalah benar. Yahya al-Qattan berkata tidak terdapat kesalahan pada ahadith yangdisampaikan oleh beliau. Yahya ibn Sa`id berkata: “Saya tidak pernah mendengar sesiapa yang berkata tidakbaik mengenai beliau, al-Sadi; tiada siapa yang pernah meninggalkan beliau.” Ibrahim al-Nakh`i suatu ketikamelepasi al-Sadi sedang beliau mentafsirkan al-Quran. Ibrahim berkata bahawa al-Sadi mentafsirkan al-Quranmenurut cara yang digunakan umum. Jika kamu membaca mengenai al-Sadi di dalam Mizan al-I`tidal, kamu akan dapati yang lebih khusus mengenai apa yang kami sebutkan diatas. RUJUK KEPADA HADITH AL-SADI DI DALAM SAHIH MUSLIM DARI ANAS IBN MALIK, SA`D IBN `UBAYDAH, DAN YAHYA IBN `ABBAD. ABU `AWANAH, AL-THAWRI, AL-HASAN IBN SALIH, ZA’IDAH, DAN ISRA’IL SEMUANYA TELAH MENYEBUTKAN DARI BELIAU, SEBAGAI PENASIHAT MEREKA,seperti mana yang disebutkan di dalam buku sahih yang empat. Dia meninggal pada tahun 127 H.

      3. ISMA`IL IBN MUSA AL-FAZARI AL-KUFI
      Al-Thahbi: Al-Mizan menyebutkan Ibn `Uday sebagai berkata, “MANUSIA BENCI TERHADAP PANDANGAN SHIA NYA YANG EKSTRIM’ Al-Mizan juga menyebut `Abdan sebagai berkata: “Hammad dan Ibn Abu Shaybah menentang kami menziarahi beliau.” Dia bertanya beliau suatu ketika bagaimana perasaannya dengan ‘yang tidak bermoral yang mengutuk keturunan kita.’ Walaupun terdapat semua ini, keduanya Ibn Khuzaymah dan Abu`Arubah menyebutkan dari beliau, yang juga juru tunjuk di dalam kelas mereka. Dia adalah di dalam kategori yang sama dengan ABU DAWUD DAN AL-TIRMITHI YANG MENYEBUTKAN DARI BELIAU DAN BERGANTUNG PADA PENYAMPAIAN HADITHNYA DI DALAM SAHIH MEREKA. Abu Hatim menyebut beliau dan mengatakan bahawa beliau boleh dipercayai. ” Al-Nisa’i berkata “dia adalah benar.” Semua ini tertulis di dalam biografi beliau di dalam al-Thahbi: Al-Mizan.Rujuk kepada hadith beliau di dalam SAHIH AL-TIRMITHI DAN SUNAN ABU DAWUD SEPERTI YANG DISAMPAIKAN OLEHMALIK, SHARIK, DAN `UMAR IBN SHAKIR, SEORANG SAHABAT ANAS. Dia meninggal pada tahun 245. Dia adalah anakkepada anak perempuan al-Sadi, walaupun dia menafikannya, dan Allah lebih mengetahui.

      4. TALID IBN SULAYMAN AL-KUFI, AL-A`RAJ
      Ibn Ma`in menyebut beliau dan berkata: “Dia pernah mengutuk `Uthman. Sebahagian dari pengikut Uthmanmendengar nya. Mereka membaling batu kepada beliau, lalu mematahkan kaki beliau, itulah sebabnya makabeliau dapat panggilan “al-A`raj,” si tempang. ABU DAWUD ADA MENYEBUTNYA DAN BERKATA BELIAU ADALAH RAFIDI YANG MENGUTUK ABU BAKR DAN `UTHMAN. Walaupun terdapat semua ini, Ahmad bin hanbal dan Ibn Namir bergantung pada penyampaian hadithnya, walaupun mereka mengetahui BELIAU ADALAH SHIA. Ahmad telah berkata, “TALID ADALAH SEORANG SHI`A, BAHKAN KAMI TIDAK MENJUMPAI APA-APA KESALAHAN DENGAN APA YANG BELIAU SAMPAIKAN.” Al-Thahbi ada menyebut beliau di dalam bukunya Al-Mizan, menyebut kenyataan mengenai beliau yang diperkatakan oleh mereka yang terpelajar seperti yang tertulis diatas. DIA MELETAKKAN TANDA AL-TIRMITHI PADA NAMA BELIAU UNTUK MENUNJUKKAN BAHAWA AL-TIRMITHI MENGANGGAP BELIAU SEBAGAI PENYAMPAI HADITH. Rujuk ke pada hadith beliau di dalam SAHIH AL-TIRMITHI MELALUI `ATA IBN AL-SA’IB DAN `ABDEL-MALIK IBN `UMAYR.

  64. tony berkata:

    Copas dari tetangga :

    Orang Syiah –dalam hal ini diwakili oleh Khomaini– mengatakan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menyembunyikan sebagian risalah dan gagal membina umat.
    Khomaini –semoga Allah memberikan balasan setimpal kepadanya- berkata :

    وواضح أنَّ النبي لو كان بلغ بأمر الإمامة طبقاً لما أمر به الله، وبذل المساعي في هذه المجال، لما نشبت في البلدان الإسلامية كل هذه الإختلافات….
    “Dan telah jelas bahwasannya Nabi jika ia menyampaikan perkara imamah sebagaimana yang Allah perintahkan (padanya) dan mencurahkan segenap kemampuannya dalam permasalahan ini, niscaya perselisihan yang terjadi di berbagai negeri Islam tidak akan berkobar…..” (Kasyful-Asrar, Hal. 155).
    لقد جاء الأنبياء جميعاً من أجل إرساء قواعد العدالة في العالم؛ لكنَّهم لم ينجحوا حتَّى النبي محمد خاتم الأنبياء، الذي جاء لإصلاح البشرية وتنفيذ العدالة وتربية البشر، لم ينجح في ذلك….
    “Sungguh semua Nabi telah datang untuk menancapkan keadilan di dunia, akan tetapi mereka tidak berhasil. Bahkan termasuk Nabi Muhammad, penutup para Nabi, dimana beliau datang untuk memperbaiki umat manusia, menginginkan keadilan, dan mendidik manusa – tidak berhasil dalam hal itu….” (Nahju Khomaini, Hal. 46). Dan yang lainnya.[4]

    Dimanakah posisi firman Allah Ta’ala yang menyatakan bahwa Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah suri tauladan yang baik,
    لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)?

    Orang Syiah Mengafirkan Ahlussunnah

    Jika mereka mengafirkan para shahabat radhiallahu‘anhum, maka jangan heran seandainya mereka juga mengafirkan orang-orang yang sepemahaman dengan para shahabat radhiallahu ‘anhum, yaitu Ahlussunnah. Berikut perkataan para ulama Syiah dalam hal ini:
    Al-Mufiid berkata,
    اتّفقت الإماميّة على أنّ من أنكر إمامة أحد من الأئمّة وجحد ما أوجبه الله تعالى له من فرض الطّاعة فهو كافر ضالّ مُستحقّ للخلود في النّار
    “Madzhab Imaamiyyah telah bersepakat bahwasannya siapa saja yang mengingkari imaamah salah seorang di antara para imam, dan mengingkari apa yang telah Allah Ta’ala wajibkan padanya tentang kewajiban taat, maka ia kafir lagi sesat berhak atas kekekalan di neraka.” (Awailul-Maqalat, Hal. 44 –sumber : http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-aqaed/avael-maqalat/a01.htm).
    Orang yang mengingkari keimamahan versi mereka tentu saja adalah Ahlussunnah.
    Yuusuf Al-Bahrani berkata,
    إن إطلاق المسلم على الناصب وأنه لا يجوز أخذ ماله من حيث الإسلام خلاف ما عليه الطائفة المحقة سلفا وخلفا من الحكم بكفر الناصب ونجاسته وجواز أخذ ماله بل قتله
    “Sesungguhnya pemutlakan muslim terhadap nashib (baca: ahlussunnah) bahwasannya tidak diperbolehkan mengambil hartanya dengan sebab Islam (telah melarangnya), maka itu telah menyelisihi apa yang dipahami oleh kelompok yang benar (baca: Syiah Rafidhah) baik dulu maupun sekarang (salaf dan khalaf) tentanghukum kafirnya nashib, kenajisannya, dan diperbolehkannya mengambil hartanya, bahkan membunuhnya.” (Al-Hadaiqun An-Nadhirah, 12:323-324 –sumber: shjaffar.jeeran.com).

    • jalan ahlul bait berkata:

      setahu ana sayyid imam ali khomeni rah. tdk pernah meterjemahkan bukunya dalam bahasa arab. sedangkan yg antum tampilkan dalam bahasa arab. artinya ini bukan buku imam ali khoemeni.

      http://syiahnews.wordpress.com/2010/12/25/membongkar-pemalsuan-kitab-hukumat-i-islam-karya-imam-khomaini/

      silahkan baca disini:
      Selain memalsukan Kitab Kasyful Asrar karya Ayatullah Khomeini, para Nawashib telah pula memalsukan karya beliau yang lain, yakni Kitab yang berjudul Hukumat I Islami. Di situs jejaring sosial karya imam khomaini ini telah dipelintir sedemikian rupa sehingga kehilangan pesan asli dari penulisnya. Tulisan ini bermaksud kembali membongkar kejahatan Nashibi yang telah dengan sengaja memalsukan dan mengedarkan kepalsuanya kitab karya Imam Khomaini tersebut.

      Pernyataan Dr Hamid Algar Tentang Pemalsuan Kitab Hukumat-I Islami
      Dr Hamid Algar menuliskan dalam pengantar buku Edisi Bahasa Inggris yang diterjemahkan dari buku asli Hukumat-I Islami dengan judul Islamic Goverment, ia mengatakan “ Terjemahan yang lengkap dari buku Hukumat-I Islami ini ada dalam versi bahasa Perancis, Arab Turki, dan Urdu , pada Tahun 1978 , sebuah badan yang bernama Joint Publications Reserch Service, yang merupakan bagian penerjemahan pada organisasi CIA (Central Intelligent Agency) Amerika, menerjemahkan buku Humuat-i Islami dari teks bahasa Arab ke dalam bahasa Inggris. Hasil terjemahan sub badan CIA dalam bahasa inggris tersebut sangat kasar dan kandunganya banyak dimanipulasi. Kemudian hasil terjemahan yang sudah dimanipulasi tersebut diterbitkan dalam format yang vulgar dan sensaional oleh Manor Books, sebuah penerbit Komersial di kota New York“

  65. tony berkata:

    COPAS LAGI DARI TETANGGA tentang BANTAHAN kalau Quran SUNI & SYIAH sama, munurut orang SYIAH beda :

    1. Orang Syiah Rafidhah mengatakan Alquran yang ada di tangan kaum muslimin (baca: Ahlussunnah) berbeda dengan Alquran versi ahlul bait.
    Muhammad bin Murtadha Al-Kasyi –seseorang yang dianggap berilmu dan ahli hadis dari kalangan Syiah- mengatakan,
    لم يبق لنا اعتماد على شيء من القران. اذ على هذا يحتمل كل اية منه أن يكون محرفاً ومغيراً ويكون على خلاف ما أنزل الله فلم يقب لنا في القران حجة أصلا فتنتفى فائدته وفائدة الأمر باتباعه والوصية بالتمسك به
    “Tidaklah tersisa bagi kami untuk berpegang pada satu ayat pun dari Alquran. Hal ini disebabkan setiap ayat telah terjadi pengubahan sehingga berlawanan dengan yang diturunkan Allah. Dan tidaklah tersisa dari Alquran satu ayat pun sebagai argumentasi. Maka tidak ada lagi faedahnya, dan faedah untuk menyuruh dan berwasiat untuk mengikuti dan berpegang dengan Alquran ….” (Tafsir Ash-Shaafi, 1:33)
    Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini –seorang yang dianggap ahli hadis dari kalangan Syiah– (w. 328/329 H) mengatakan,
    عن أبي بصير عن أبي عبد الله عليه السلام قال : وَ إِنَّ عِنْدَنَا لَمُصْحَفَ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) وَ مَا يُدْرِيهِمْ مَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) قَالَ قُلْتُ وَ مَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) قَالَ مُصْحَفٌ فِيهِ مِثْلُ قُرْآنِكُمْ هَذَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَ اللَّهِ مَا فِيهِ مِنْ قُرْآنِكُمْ حَرْفٌ وَاحِدٌ قَالَ قُلْتُ هَذَا وَ اللَّهِ الْعِلْمُ
    Dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah‘alaihissalam a berkata, “Sesungguhnya pada kami terdapat Mushhaf Fathimah ‘alaihassalam. Dan tidaklah mereka mengetahui apa itu Mushaf Fathimah.” Aku berkata, “Apakah itu Mushhaf Fathimah?” Abu Abdillah menjawab, “Mushhaf Fathimah itu, tiga kali lebih besar daripada Alquran kalian. Demi Allah, tidak ada di dalamnya satu huruf pun dari Alquran kalian.” Aku berkata, “Demi Allah, ini adalah ilmu.” (Al-Kaafi, 1:239).
    عَنْ هِشَامِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ إِنَّ الْقُرْآنَ الَّذِي جَاءَ بِهِ جَبْرَئِيلُ ( عليه السلام ) إِلَى مُحَمَّدٍ ( صلى الله عليه وآله ) سَبْعَةَ عَشَرَ أَلْفَ آيَةٍ
    Dari Hisyam bin Salim, dari Abu Abdillah‘alaihissalam ia berkata, “Sesungguhnya Alquran yang diturunkan melalui perantaraan Jibril‘alaihissalam kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam terdiri dari 17.000 (tujuh belas ribu) ayat.” (Al-Kaafi, 2:634). Maksudnya teks Alquran sekarang banyak ayat-ayat yang dihapus oleh para sahabat, sehingga jumlah ayatnya hanya 6000an.
    Muhammad Baqir Taqi bin Maqshud Al-Majlisi (w. 1111 H) ketika mengomentari hadis di atas,
    موثق، وفي بعض النسخ عن هشام بن سالم موضع هارون ابن سالم، فالخبر صحيح ولا يخفى أن هذا الخبر وكثير من الأخبار في هذا الباب متواترة معنى، وطرح جميعها يوجب رفع الاعتماد عن الأخبار رأسا، بل ظني أن الأخبار في هذا الباب لا يقصر عن أخبار الامامة فكيف يثبتونها بالخبر ؟
    ”Shahih. Dalam sebagian naskah tertulis, ”Dari Hisyaam bin Salim” pada tempat rawi yang bernama Harun bin Saalim. Maka kabar/riwayat ini shahih dan tidak tersembunyi lagi bahwasannya riwayat ini dan banyak lagi yang lainnya dalam bab ini telah mencapai derajat mutawatir secara makna. Menolak keseluruhan riwayat ini (yang berbicara tentang perubahan Alquran) berkonsekuensi menolak semua riwayat (yang berasal dari ahlul bait). Aku kira, riwayat-riwayat dalam bab ini tidaklah lebih sedikit dibandingkan riwayat-riwayat tentang imamah. Nah, bagaimana masalah imamah itu bisa ditetapkan melalui riwayat? (Mir’atu Al-‘Uquul fii Syarhi Akhbari Alir-Rasul, 12:525).
    Kemudian,…. inilah hal yang membuktikan validitas keyakinan Syiah bahwasanya Alquran sekarang telah berubah:
    Di atas adalah perkataan Dr. Al-Qazwini, salah seorang ulama kontemporer Syiah yang cukup terkenal. Menurutnya firman AllahTa’ala,
    إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ
    “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).” (QS. Ali ‘Imran: 33).
    Menurutnya, yang benar adalah
    إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ وَآلَ مُحَمَّدٍ عَلَى الْعَالَمِينَ
    “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, keluarga Imran,dan keluarga Muhammad melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).”
    Tambahan kalimat keluarga Muhammad ini dihilangkan oleh para sahabatradhiallahu ‘anhum –(dan ini adalah kedustaan yang sangat nyata!!).[1]
    Lantas mau dikemanakan firman Allah Ta’ala,
    إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
    “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9) ?
    2. Orang Syiah Rafidhah telah mengafirkan para sahabat, terutama Abu Bakr Ash-Shiddiq dan Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhuma.
    Orang Syiah telah mendoakan laknat atas Abu Bakr dan Umar radhiallahu ‘anhuma– yang naasnya, doa itu dinisbatkan secara dusta kepada ‘Ali bin Abi Thalibradhiallahu ‘anhu[2] – sebagai berikut,
    اللهم صل على محمد، وآل محمد، اللهم العن صنمي قريش، وجبتيهما، وطاغوتيهما، وإفكيهما، وابنتيهما، اللذين خالفا أمرك، وأنكروا وحيك، وجحدوا إنعامك، وعصيا رسولك، وقلبا دينك، وحرّفا كتابك…..
    “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ya Allah, laknat bagi dua berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar pen.), Jibt dan Thaghut, kawan-kawan, serta putra-putri mereka berdua. Mereka berdua telah membangkang perintah-Mu, mengingkari wahyu-Mu, menolak kenikmatan-Mu, mendurhakai Rasul-Mu, menjungkir-balikkan agama-Mu, merubah kitab-Mu…..dst.”
    Saksikan video berikut,bagaimana ulama Syiah, Yasir Habiib, melaknat Abu Bakr, Umar, dan para shahabat lain radhiallahu ‘anhum dalam shalatnya:
    Dan mari kita lihat sumber ajaran Syiah dalam kitab mereka yang mengafirkan para sahabat,
    عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ( عليه السلام ) قَالَ كَانَ النَّاسُ أَهْلَ رِدَّةٍ بَعْدَ النَّبِيِّ ( صلى الله عليه وآله ) إِلَّا ثَلَاثَةً فَقُلْتُ وَ مَنِ الثَّلَاثَةُ فَقَالَ الْمِقْدَادُ بْنُ الْأَسْوَدِ وَ أَبُو ذَرٍّ الْغِفَارِيُّ وَ سَلْمَانُ الْفَارِسِيُّ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ عَلَيْهِمْ
    Dari Abu Ja’far ‘alaihis-salam, ia berkata, “Orang-orang (yaitu para shahabat pen.) menjadi murtad sepeninggal Nabi shallallaahu ‘alaihi wa alihi wa sallam kecuali tiga orang.” Aku (perawi) berkata, “Siapakah tiga orang tersebut?” Abu Ja’far menjawab, “Al-Miqdad, Abu Dzar Al-Ghiffari, dan Salman Al-Farisiy rahimahullah wa barakatuhu ‘alaihim…” (Al-Kaafi, 8:245; Al-Majlisi berkata, “hasan atau muwatstsaq”).
    عَنْ أَبِي عبد الله عليه السلام قال: …….والله هلكوا إلا ثلاثة نفر: سلمان الفارسي، وأبو ذر، والمقداد ولحقهم عمار، وأبو ساسان الانصاري، وحذيفة، وأبو عمرة فصاروا سبعة
    Dari Abu Abdillah ‘alaihissalam, ia berkata, “…….Demi Allah, mereka (para sahabat) telah binasa kecuali tiga orang: Salman Al-Farisiy, Abu Dzar, dan Al-Miqdad. Dan kemudian menyusul mereka ‘Ammar, Abu Sasan, Hudzaifah, dan Abu Amarah sehingga jumlah mereka menjadi tujuh orang.” (Al-Ikhtishash oleh Al-Mufiid, Hal.5, lihat: http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-hadis/ekhtesas/a1.html).
    عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَحَدِهِمَا عليهما السلامقَالَ إِنَّ أَهْلَ مَكَّةَ لَيَكْفُرُونَ بِاللَّهِ جَهْرَةً وَ إِنَّ أَهْلَ الْمَدِينَةِ أَخْبَثُ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ أَخْبَثُ مِنْهُمْ سَبْعِينَ ضِعْفاً .
    Dari Abu Bashir, dari salah seorang dari dua imam ‘alaihimassalam, ia berkata, “Sesungguhnya penduduk Mekah kafir kepada Allah secara terang-terangan. Dan penduduk Madinah lebih busuk/jelek daripada penduduk Mekah 70 kali.” (Al-Kaafi, 2:410; Al-Majlisi berkata : Muwatstsaq).
    Riwayat yang semacam ini banyak tersebar di buku-buku Syiah.
    Dimanakah posisi firman Allah Ta’ala,
    وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” (QS. At-Taubah: 100).
    مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
    “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Fath: 29)?

  66. yanti berkata:

    begini aja ya..
    jujur aja..
    allah pernah berfirman agamaku agamaku dan agamamu adalah agamamu
    sudahlah mari kita saling menghargai..
    yang sunni biarkan mereka brpndapat tentang agama mereka dan jangan menyalahkan dan menyudutkan satu sama lain..
    klo memang tidak suka jangan mendoktrin orang lain utk berpendapat yang sama dg pendapat anda-anda sekalian..
    klo kalian ingin di hargai maka hargailah orang lain :D
    mari ciptakan indonesia dan islam yang damai tanpa perpecahan..
    selama syiah gk mengganggu sunni dan sunni tdk mengganggu syiah sudahlah :D

      • iwanes berkata:

        numpang komen….sy engga akur…coba anda renungkan dan telaah…dimana ada syiah, disitu ada kekacauan..karena sudah sejak jaman abdullah bin saba,,syiah telah menjadi duri dalam daging umat islam..

    • ihsan berkata:

      @yanti,; Dasar anda sok tau,atau karena tdk bisa membantah semua bukti KESESATAN Syi’ah yg jelas nyata dibongkar disini. Mana ada firman Allah “agamaku agamaku dan agamamuadalah agamamu” ? Inilah contoh orang selain SESAT(syi’ah) BODOH pula. Siapa bilang “syi’ah” gak mengganggu Sunni ? Justru karena mereka menyebarkan ajar an SESAT nya lah maka pihak Islam (Ahlus Sunnah) sangat-sangat terganggu. Dengan segala cara mereka mempengaruhi terutama para generasi muda untuk menjadi ANTEK syi’ah ,dibujuk utk dapat beasiswa ke Iran, pulangnya jadi pendakwah Syi’ah utk menye satkan Umat Islam Indonesia. Yg jelas : Syi’ah adalah BUKAN Islam, tapi Pseudo- Islam .

  67. tony berkata:

    Semoga bu Yanti bukan Syiah, dan semoga Allah menjaga diri kita, keluarga, sahabat dan bangsa ini dari syubhat-syubhat Syiah :

    Mohon dilihat juga tulisan di bawah ini, kalau kita diminta menjaga persatuan dengan sesama Islam (bahasa-nya Syiah).

    Bagaimana mungkin kita mencintai Taqiyah yang seolah-olah “mencintai Rasullullah” andai anda mengaku seorang MUSLIM.

    Memang agama Syiah “sepertinya” bukan Islam kalau merujuk kesini (copas dari tetangga juga neh yang meneliti Syiah), Lihat pernyataan yang “SANGAT KOTOR” kalau memang mereka masih Islam. : (KALAU KITA TIDAK PUNYA KEBENCIAN KEPADA AJARAN SYIAH YANG MENDESKRIDITKAN RASULLULLAH , IMAN KITA MUNGKIN DIPERTANYAKAN DI AKHIRAT KELAK) .

    http://aslibumiayu.wordpress.com/2012/09/26/antara-iran-film-the-innocence-of-muslims-dan-photo-rasulullah/

    Beranda> ahlul bait,syiah > ANTARA IRAN , FILM “THE INNOCENCE OF MUSLIMS” DAN PHOTO RASULULLAH
    ANTARA IRAN , FILM “THE INNOCENCE OF MUSLIMS” DAN PHOTO RASULULLAH
    September 26, 2012Tinggalkan KomentarGo to comments

    Rate This

    ANTARA IRAN , FILM “THE INNOCENCE OF MUSLIMS” DAN PHOTO RASULULLAH
    ( Ket.Gambar : Photo Rasulullah versi syi’ah )
    Mulut petinggi Iran kembali menyalak galak.Konon, mereka akan memburu sutradara dan produser film yg menghujat Nabi shallallahu alaihi wasallam.

    SEKADAR BERBAGI TANDA TANYA:

    Apa iya Iran akan melakukan itu, bukannya Syiah yang selama ini telah menistakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?

    MARI LIHAT FAKTANYA DARI MEREKA !

    PERTAMA :

    إن النبي لا بد أن يدخل فرجه النار, لأنه وطئ بعض المشركات (كشف الأسرار وتبرئة الأئمة الأطهار 24
    “Sesungguhnya Nabi (Muhammad) seharusnya kemaluannya masuk ke dalam neraka, karena telah menggauli beberapa wanita musyrik!.” (menurut mereka ‘Aisyah dan Hafsah radhiyallahu anhuma adalah musyrik). (Al-Muswy, Kasyful-Asror Wa Tabriatul-Aimmah al Athhaar, hal :24).

    KEDUA :
    At-Tabrizi Al-Anshari dalam kitabnya Al-Lum’atul Baidha’ Hal.235 menambahkan: “Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengusap-usapkan wajahnya diantara kedua payudara Fathimah disetiap siang dan malam, juga menciuminya dan berlezat-lezat ketika menciuminya. Atas dasar ini, ia (Fathimah) disebut Raihana diri nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam….”

    KETIGA :
    Mereka mengecam film IOM, karena memerankan Rasulullah, tetapi sebaliknya mereka mencetak photo lukisan Rasulullah dan menjualnya dgn murah, seperti photo2 lainnya ? Lihatlah video berikut :

    http://ikabul.com/videofeed/6li7oH2DLt8

    KEEMPAT :
    SELURUH NABI TELAH GAGAL DALAM MISINYA, dan Rasulullah adalah salah satu dari para Nabi tersebut :
    Ayatusyaithan Al-Khomeini berkata :
    فكل نبي من الأنبياء إنما جاء لإقامة العدل وكان هدفه هو تطبيقه في العالم لكنه لم ينجح، وحتى خاتم الأنبياء صلى الله عليه وآله وسلم الذي كان قد جاء لإصلاح البشر وتهذيبهم وتطبيق العدالة فإنه هو أيضاً لم يوفَّق، وإن من سينجح بكل معنى الكلمة ويطبق العدالة في جميع أرجاء العالم هو المهدي المنتظر
    “Maka setiap Nabi dari nabi-nabi yang ada, sesungguhnya datang untuk menegakkan keadilan, dan tujuannya adalah menerapkannya di seluruh dunia. AKAN TETAPI MEREKA TIDAK BERHASIL, BAHKAN SAMPAI PENUTUP PARA NABI (yakni Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) yang datang untuk memperbaiki keadaan manusia dan membimbing mereka serta menerapkan keadilan juga TIDAK DIBERIKAN TAUFIQ. Dan sesungguhnya orang yang akan berhasil dengan segala makna kalimat dan menerapkan keadilan diseluruh penjuru dunia adalah Al-Mahdi Al-Muntazhar” [Mukhtarat Min Ahadits Wa Khithabat Al-Imam Al-Khomeini 2/42]

    KELIMA :
    Mereka (Syi’ah Iran ) sendiri sedang memproduksi film yang menampilkan sosok agung Rasulullah, cuplikan berita :
    Di dunia lain dalam kasus yang sama, Produser sekaligus sutradara film Iran, Majdi Mujaedi, menyatakan siap merilis film yang berjudul ‘ Muhammad Shallallahu alaihi wasallam’ Desember mendatang. Film yang penulisan naskahnya menghabiskan waktu 3 tahun, mulai direkam pada Oktober tahun lalu tersebut, dan menelan biaya 30 juta USDollar, akan menampilkan sosok nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

    http://almokhtsar.com/node/80642

  68. tony berkata:

    KENAPA SYIAH ITU HARUS DIWASPADAI, KARENA DARAH ORANG SUNI ITU HALAL MENURUT ORANG SYIAH, SUNI BISA DIBUNUH DAN DIAMBIL HARTANYA DARI FATWA-FAWA IMAM MEREKA, LALU BAGAIMANA ANDA MAU PERCARA ORANG-ORANG SYIAH YG SELALU MENGATAKAN PERSATUAN ISLAM ITU PENTING, DIAJARAN KRISTEN SAJA RASANYA TIDAK ADA KEHARUSAN MEMBUNUH ORANG ISLAM/SUNNI :

    Dari Rasullullah :
    “Barangsiapa yang menjaga darah seorang kafir kemudian ia menghianatinya,maka saya berlepas diri dari sang pembunuh walau pun ia seorang muslim.

    Walaupun Rasulullah telah mensabdakan demikan,kaum syiah tetap menghalalkan darah dan harta Ahlu sunnah(sunni),dan para ulama mereka memfatwakan hal yang demikian.Syekh Muhammad bin Ali bin Bawabih Al-Qummi yang mereka gelari dengan Ash-Shadduq meriwayatkan dalam kitab nya Ilal Asy-syar’iy halaman 601 terbitan najaf,dari Daud bin faruq berkata:

    “Aku berkata kepada Abi Abdillah as,apa pendapat anda mengenai hukum membunuh kaum an-nasib(ahlu sunnah)?”Beliau menjawab:”darah kaum sunni itu halal,akan tetapi saya mengingatkan anda,jika anda mampu untuk memendamnya di bawah dinding,atau menenggelamkan nya di air agar merekatidak menyaksikan hal tersebut,maka lakukan lah.”Kemudian aku bertanya kembali mengenai hukum harta orang ahlu sunnah?Ia menjawab:”Binasakan lah semampu anda.”

    Syekh Al-Hurra Al-Amili telah menyebutkan riwayat yang busuk ini dalam kitab nya :Wasa’il Syiah.18/463,dan As-Sayyid Nikmatullah Al-Jaza’iri dalam kitab nya Al-Anwar Nu’maniyyah 2/307,yang menyebutkan:

    “kita boleh membunuh mereka(sunni)dan harta mereka halal.”

    Adapun berkenaan dengan hala nya harta Ahlu sunnah,juru bicara Syiah dan syaikh mereka telah meriwayat kan dari Abu Abdillah,ia mengatakan:

    “Ambil lah harta kaum Ahlu sunnah di mana saja kamu dapat,dan bayarlah Khumusnya(seperlimanya)kepada kami”Riwayat ini telah di keluarkan pula oleh abu ja’far At-Thusi dalam kitab nya: tahzib Al-Ahkam 3/122,dan Imam Al-faidh Al-Kasaani dalam kitab Al-Wafi,6/43,terbitan Daar Al-Kitab al-islamiyah,Teheran.Riwayat ini telah telah di sadurkan pula oleh Ad-darazi Al-Bahrani dalam kitab Al-Majalis An-nafsiyah halaman 168,dan ia menerangkan secara jelas kandungan pesan ini yang telah di fatwakan oleh Marja(Tokoh rujukan)mereka yang terbesar yang bernama Ruhullah Khumaini dalam kitab nya Tahrir Al-Wasilah,1/352 yang berbunyi:

    “yang paling tepat adalah menghukumi para An-nawasib(Ahlu sunnah)sebagai Ahli harb yang boleh di ambil hartanya sebagai harta rampasan perang dan di ambil 1/5(khumus)darinya,bahkan secara terang-terangan boleh mengambil harta mereka di manapun harta tersebut terdapat,dan wajib mengeluarkan khumus nya.”

    Riwayat ini di sadur pula oleh Muhsin Al-Muallim dalam kitab nya:An-nasbu wan Nawaasib cetakan Darul Al-hadi,Beirut.”beliau nmenunjuk kan bolehnya mengambil harta kaum ahlu sunnah karena mereka di pandang sebagai An-nawasib.”

    Syaikh Yusuf Al-Bahrani mengatakan dalam buku nya Al-hada’iq An-Nadhirah Fil Ahkam Al-Itrah at-Thahirah,12/323,324,yang berbunyi:

    “Sesungguhnya keharusan terhadap seorang muslim secara umum adalah tidak boleh mengambil harta nya dari segi hukum islam,berbeda dengan komentar yang di berikan pleh para ulama baik salaf maupun khalaf,bahwa An-nasib(Ahlu sunnah) hukum nya adalah kafir,najis dan hartanya boleh di ambil,bahkan darahnya halal untuk di bunuh”

    pada juz lain nya(10/360)Al-bahrani menjelaskan:’yang berpendapat seperti ini di antaranya Abu Shalah,Ibnu Idris,dan Sallar,merupakan kebenaran yang sangat jelas dari pesan-pesan yang ada,yang begitu banyak dan detil mengenai para mukhtalif dan para An-nasib dan sekutunya,bahwa darah dan hartanya halal,sebagaimana yang telah kami terang kan di muka tampa ada satupun dalil yang meragukan dan menentang nya.semua ini terdapat dalam kitab As-Shihab tsakib fil bayan ma’na An-nasib wama yatarattab alaihi minal mathalib.

    adapun mengenai kenajisan kaum sunni dalam iktikad kaum syiah,marja mereka yang bernama Al-marja Al-ha’iri Al-Ihqaqi berkata dalam kitab nya Ahkam As-syiah,1/137,Maktab ja’far As-Shadiq,Kuwait:“orang2 yang najis berjumlah 12 golongan,termasuk di dalamnya para orang kafir,dan para An-nasib terhitung sebagai golongan yang kafir.”

    Syaikh Nikmatullah Al-jaza’iri berkata dalam kitab nya Al_anwar An-Nukmaniyyah 2/306 cetakan Al-A’lami,Beirut:

    “Adapun tentang an-Nasib dan kaitan hukum yang meliputinya maka terbagi dalam 2 penjelasan:Pertama:penjelasan makna an-nasib sebagaimana yang terdapat di dalam berbagai keterangan,bahwa hukunya adalh najis,dan mereka lebih jahat dari yahudi,nasrani dan majusi.dan ulama Imamiah Ridwanallah alaihim telah berkonsensus akan kenajisan para Ahlu sunnah.”

    • jalan ahlul bait berkata:

      KALO ANTUM MAS TONI BERILMU SEEDIKIIIIIIIT AJA. SILAHKAN BUKTIKAN HADIST YG ANTUM KUTIP DARI HADIST SYIAH ITU SHAHIH. SEBAB DIKITAB SYIAH SEPERTI AL-KAFI, BIHAR AL-ANWAR BANYAK SEKALI TERDAPAT HADIST2 DHOIF BAHKAN PALSU. KALO HANYA MENCANTUMKAN SUATU HADIST DAN TIDAK MENENTUKAN STATUS HADIST TERSEBUT BERARTI ANTU ADALAH SEORANG PELAJAR YG AWAM DAN SYIAHPHOBIA.
      Da lihat tgl 01 agustus dimana ana menampilkan hadist2 dari suni yg terbukti shahih seperti bukhari-muslim. Dimana dihadist tersebut terdapat banyak pelecehan, penghinaan kepada para nabi termasuk nabi saw dan penghinaan bukhari terhadap syariat islam khususnya hukum rajam yg diklaim bukhari bukan berasal dariajaran nabi saw tapi sebaliknya berasal dari binatang yaitu dari monyet.

      artinya kalo mengacu pada hadist terbukti suni atau salafi-wahabi adalah ajaran sesat juga da keluar dari ajaran islam.

  69. tony berkata:

    Saya kira, dulu memang waktu kita banyak terkelabui dengan bahasa “persatuan Islam” atau “sama-sama Islam” tetapi qadarullah dengan kemajuan IT, informasi akan me-link kemana-mana, dan Taqiyah itu makin nyata, makin membuka perbedaan agama kita (Islam sunni) dan apa itu agama Syiah. Selanjutnya silahkan anda searching sendiri dengan Bismillah. Referensi-referensi Syiah umumnya adalah tertutup kecuali bagi golongan ustad-ustad mereka. Untuk tingkat awam mungkin masih banyak terkelabui, semoga mereka diberi hidayah Allah untuk kembali ke ajaran yang benar.

    Karena link ini link milik dosen ITB, sebagai sesama alumni ITB, saya juga sangat cemas dengan apa yg terjadi terakhir dengan brosur di Gamais, penetrasi tokoh-tokoh Syiah di kampus Ganesha dan juga dibanyak kampus di Indonesia dengan judul “Iranian Corner”. Saya sendiri sangat bertanya-tanya dengan kerjasama pak Rektor dengan universitas Teheran baru-baru ini. Mungkin mereka belum berani kalau langsung buat Iranian corner di kampus kita. Kita berdoa semoga Allah yang menjaga kita semua dari Syubhat-syubhat yang nyata maupun tersamar. Amin 3x

  70. shohibul firdaus berkata:

    aku ingin tahu banyak tentang syiah karena syiah jalurnya dari Ali bin Abi Tholib, terus bagaimana ak tahu tentang ajaran syiah kalau syiah menutupi ajarannya. saat ini argumen-argumen yang diperbincangkan di internet atau dimanapun itu tentang syiah saya angap tidak syahih. baik dari sunni maupun syiah. saya ingin menilai dari kitab-kitab yang menjadi panutanya.

  71. hamba Allah berkata:

    Innalillahi, syiah jelas jelas bukan termasuk islam. jelas2 mereka mengkafirkan ke 3 sahabat nabi, bahkan ada yang sampai menuhankan Ali. bukankah itu syirik ? kalau Ali masih hidup jaman sekarang beliau sudah marah habis – habisan. carilah ilmu yang shahih dan ‘ilmiah teman2 . wallahu’alam.

  72. ali berkata:

    iqra…iqra…iqra….

    • Raden Gatotkoco berkata:

      Astaghfiruullah hal ‘adzhim, sungguh saya sakit hati umat Islam pada cakar cakaran, saling mengkafirkan, karena tidak memahami tentang hukum Fikih dan Hukum Syariah kalau saya teliti diskusi anda dari awal seperti rebutan pepesan kosong tanpa isi.
      saya jijik ada umat Islam yang masih seperti ini, maka perlulah belajar study banding yang lebih tinggi, belajar itu bukan hanya berpatokan pada salah satu kitab saja, berguru salah satu saja, perlu adanya penelitian dan Riset, sekolah tidak cukup hanya S1 saja teruskan S2, S3 hingga mencapai ilmunya bermanfaat untuk umat Islam dalam Risetnya mencapai baldatun toyibatun warobun ghofur demi kesjahteraan umat Islam.
      Orang Islam tidak suka dengan penelitian, gampang diadu domba, menerima informasi ditelan sampai habis mentah mentah, tidak profesional.
      apa itu profesional ? profesional adalah amal soleh, taunya umat Islam amal soleh itu hanya solat, puasa, haji berbakti pada orang tua hanya itu saja, itu suatu ppandangan yang dangkal dan bodoh bin jahiliah.
      Allah telah berfirman dunia ini saya wariskan kepada hambaku yang beramal soleh, artinya kalau umat Islam mau mmenguasai dunia harus yang PROFESINAL
      Kayak gitu diomongin, adu debat, adu otot urat leher gak ada gunya diketawain orang KRISTEN dan musuh musuh Islam
      ALLAH telah mensinyalir dalam Alqur”an.
      1.Janganlah memebangga banggakan mazhab /golongan nanti kamu akan sesat.
      2. Janganlah kamu berbantah bantahan tinggalkanlah, nanti ALLAH akan membngunkan suatu bangunan yang tinggi disurga nnanti.
      3. Wahai orang yang beriman, apabila kamu mendapatkan suati informasi telitilah terlebuh daulu.
      Kalau ALLAH berfirman JANGAN berarti haram, bukan anjing babi saja yg haram itu.

  73. sarhid berkata:

    Bismillah. Sesama Islam saling cakar-cakaran kalau perbedaan masalah dunia itu memang dosa lebih baik dibawakan ke hakim yang pandai dan adil … Sesama Islam saling cakar-cakaran itu kalau masalah agama tetap dosa lebih baik dibawakan ke ulama/ustadz yang pandai dan adil … Intinya agar tidak saling mendzholimi bahkan dengan orang kafir tidak boleh cakar-cakaran kalau memang tidak ada pelanggaran syariah yang dibenarkan. khusus untuk syiah dengan berbagai modelnya, yang sekarang ada saja kita cari sebagai contoh terbaik dalam mengamalkan ajarannya, bagaimana kalau kita lihat paham mayoritas penduduknya syiah… iran, lihat dan sedikit baca ulasan kekagetan orang sunni Indonesia…dalam hal ini Bapak Dahlan Iskan berhadapan dengan paham syiah masalah soal kesulitan shalat jumat ketika ke teheran…http://www.pln.co.id/?p=2825 “Shalat Jumat ternyata memang tidak wajib di Negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan shalat dzuhur. Jadi siapa pun yang shalat Jumat tetap harus shalat dzuhur.” tidak ada kewajidab shalat jumat, disini..(mungkin sunnah??), kita di Indonesia laki-laki muslim 3x tidak hadir shalat jumat tanpa alasan dibenarkan syariah… :( :( :(. ini hanya SEDIKIT perbedaan yang katanya ndak perlu dibesar-besarkan :) aneh tapi nyata

  74. Raden Gatotkoco berkata:

    Saudara Sarhid, anda masih ngotot mau mengadu domba umat Islam boleh boleh saja kalau kepada orang yang gampag kau bodohi, saya sering solat di Istiqlal dan sering ketemu orang Syiah Iran, Irak banyak disana, saya juga ketemu di Masdil Harom, Masjid Nabawi ketemu juga orang Syiah. Jangan bohong ente, Nabi Muhamad Rosullulah, Tidak pernah bohong Loohhhh bagaimana konsekwensinya kamu ngaku ngaku Ahlulul Sunah Wal Jamaah, bohong lagi Yaaaaa.
    Wahai orang orangfyang beriman apabila kamu mendapatkan suatu informasi telitilah terlebih dahulu ( berarti harus pebnelitian, Riset ). jangan ditelan mentah2 nnt menyesal.
    Wahai orang orang yang beriman berhati hatilah dengan orang MUNAFIK karena orang munafik juga melakukan solat, puasa, haji, zakat, sodaqoh dll, tapi hanya berpura pura target sebenarnya adalah menghacurkan Islam melalui adu domba, pecah belah, rakayasa gambar/VCD ( HOAX ), orang munafik pantasnya tinggal di kerak neraka jurang paling dalam, karena seburuk buruknya mmakhluk dan lebih buruk dari SYETAN.

  75. aji berkata:

    Heran tuk membuktikann syiah punya quran sendiri saja yang simpel aja, yaitu lihat langsung ke iran, kedubes iran atau ke rumah orang syiah kan gampang terus jika yang benar posting aja mana yang beda kalau ndak ya minta maaf aja repot, harus ngalur panjang lebar gitu

  76. aji berkata:

    trus mut’ah tanya aja ke puncak dia syiah atau suni gampang kan terus apalagi datang aja ke iranmutah disana gimana, gitu aja repot

  77. aji berkata:

    Hidup Wahabi, bersorak wahabi lihat kalian semua

  78. Raden Gatotkoco berkata:

    Wahaby, Sunny, Syiah, Khawaritz, Sallafi, NU, Mumahdiyah, PERSIS seluruhnya adalah saudara kita dan patut kita cintai, hanya orang orang munafiklah yang mengkultuskan Golongan, Mazhab, organisasi, kelompok dll, HIDUP ISLAM damai dibumi damai dihati untuk mewujudkan Kesejahtertaan Umat, Lihat kalian semua Haa haa…………Alluhuakbar………………………..mapuslah kau orang orang munafik.

  79. tony berkata:

    Saya pernah berdiskusi dengan orang Syiah, bahasanya selalu “persatuan” umat Islam. Tapi begitu dia sakit hati dengan argumen-argumen yang dikemukakan: sumpah serapahnya kasar luar biasa, bahkan kutukan Neraka untuk anda !, bisa dengan mudah diulang-ulang.
    Walau (kebetulan) dia orang terpelajar, alumni ITB. Sesuatu yang terlarang untuk orang Sunni (kalau dia belajar).
    Jadi bukan doa semoga saudara kita yang (dianggapnya) tersesat mendapat hidayah

    Sesuatu yang sulit dibayangkan oleh orang Sunni (yang dia belajar), dan terpelajar untuk dengan mudah mengucapkan kutukan membabi buta. Dasar-dasarnya :

    ‘Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya.’ ” (HR. Bukhari 10/464)

    “Bukanlah seorang Mukmin itu seorang yang suka mencela, tidak pula seorang yang suka melaknat, bukan seorang yang keji dan kotor ucapannya.” (HR. Bukhari dalam Kitabnya Al Adabul Mufrad halaman 116 dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Hadits ini disebutkan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i hafidhahullah dalam Kitabnya Ash Shahih Al Musnad 2/24)

    Dan melaknat itu bukan pula sifatnya orang-orang yang jujur dalam keimanannya (shiddiq), karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Tidak pantas bagi seorang shiddiq untuk menjadi seorang yang suka melaknat.” (HR. Muslim no. 2597)

    “Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2598 dari Abi Darda radhiallahu ‘anhu)

    Tapi (kalau tidak salah) orang-orang Syiah tidak pakai hadist Bukhari-Muslim kecuali kalau mereka cari-cari kelemahan orang Sunni.

    Apakah Mahzab penting? Orang Indonesia mayoritas syafii, orang Afrika Maliki, orang Arab Hambali,, orang-orang India-Pakistan Hanafi, semua benar selama merunut -mentahrijnya benar.

    Tapi kalau merunut beberapa perkataan ulama Syiah sbb (saya ragu), Sunni dianggap Islam oleh Syiah. Kalau darah & hartanya saja halal diambil.:

    “Ambil lah harta kaum Ahlu sunnah di mana saja kamu dapat,dan bayarlah Khumusnya(seperlimanya)kepada kami”Riwayat ini telah di keluarkan pula oleh abu ja’far At-Thusi dalam kitab nya: tahzib Al-Ahkam 3/122,dan Imam Al-faidh Al-Kasaani dalam kitab Al-Wafi,6/43,terbitan Daar Al-Kitab al-islamiyah,Teheran.Riwayat ini telah telah di sadurkan pula oleh Ad-darazi Al-Bahrani dalam kitab Al-Majalis An-nafsiyah halaman 168,dan ia menerangkan secara jelas kandungan pesan ini yang telah di fatwakan oleh Marja(Tokoh rujukan)mereka yang terbesar yang bernama Ruhullah Khumaini dalam kitab nya Tahrir Al-Wasilah,1/352 yang berbunyi:

    “yang paling tepat adalah menghukumi para An-nawasib(Ahlu sunnah)sebagai Ahli harb yang boleh di ambil hartanya sebagai harta rampasan perang dan di ambil 1/5(khumus)darinya,bahkan secara terang-terangan boleh mengambil harta mereka di manapun harta tersebut terdapat,dan wajib mengeluarkan khumus nya.”

    Riwayat ini di sadur pula oleh Muhsin Al-Muallim dalam kitab nya:An-nasbu wan Nawaasib cetakan Darul Al-hadi,Beirut.”beliau nmenunjuk kan bolehnya mengambil harta kaum ahlu sunnah karena mereka di pandang sebagai An-nawasib.”

    Syaikh Yusuf Al-Bahrani mengatakan dalam buku nya Al-hada’iq An-Nadhirah Fil Ahkam Al-Itrah at-Thahirah,12/323,324,yang berbunyi:

    “Sesungguhnya keharusan terhadap seorang muslim secara umum adalah tidak boleh mengambil harta nya dari segi hukum islam,berbeda dengan komentar yang di berikan pleh para ulama baik salaf maupun khalaf,bahwa An-nasib(Ahlu sunnah) hukum nya adalah kafir,najis dan hartanya boleh di ambil,bahkan darahnya halal untuk di bunuh”

    pada juz lain nya(10/360)Al-bahrani menjelaskan:’yang berpendapat seperti ini di antaranya Abu Shalah,Ibnu Idris,dan Sallar,merupakan kebenaran yang sangat jelas dari pesan-pesan yang ada,yang begitu banyak dan detil mengenai para mukhtalif dan para An-nasib dan sekutunya,bahwa darah dan hartanya halal,sebagaimana yang telah kami terang kan di muka tampa ada satupun dalil yang meragukan dan menentang nya.semua ini terdapat dalam kitab As-Shihab tsakib fil bayan ma’na An-nasib wama yatarattab alaihi minal mathalib.

    adapun mengenai kenajisan kaum sunni dalam iktikad kaum syiah,marja mereka yang bernama Al-marja Al-ha’iri Al-Ihqaqi berkata dalam kitab nya Ahkam As-syiah,1/137,Maktab ja’far As-Shadiq,Kuwait:“orang2 yang najis berjumlah 12 golongan,termasuk di dalamnya para orang kafir,dan para An-nasib terhitung sebagai golongan yang kafir.”

  80. Kiansantang berkata:

    Mr. Tony; Saya belum pernah mendengar Orang SyiaH MENCACI MAKI orang Suny, Justru orang yang mengakui Sunny katanya, yang suka mencaci maki , menganiaya dan Zdolim, terhadap Syiah itu fakta dilapangan padahal semua itu saudra kita semua, dan mendapat perlindungan dari Pemerintah, yang saya dengar adalah orang munafik yang ingin mengaduk ngaduk Islam, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cerdas dapat memilih dan memilah mana yang benar dan yang salah.

    • kisa berkata:

      absolutely true gan.. terlihat mana yang berakhlak dan tidak..
      sesungguhnya baginda rasulullah diturunkan untuk memperbaiki akhlak.. salah satunya adalah pembebasan kota mekkah :)

  81. hamba Allah berkata:

    “Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia”

    (HR. Abu Dawud, Dinyatakan Hasan shahih oleh Syaikh Al Albani)

    daripada debat disini yang terlalu heterogen orang-orangnya,sulit buat tau yang benar dan salah secara pasti karena yang disini kebanyakan opini, mending cari ilmu aja yg shahih, dengan sumber yang tepat, cari tau hadits yang paling shahihnya..
    toh orang syiah ga akan menunjukkan ke-syiah-annya di depan umum, jadi kemungkinan ada diantara opini disini yang menjurus ke syiah, meskipun dia tidak mengaku syiah..
    jadi, tinggalkan debat, cari ilmu.. minta kepada Allah agar diberikan jalan yang paling lurus

    #cuma opini

  82. Kiansantang berkata:

    Mr. Yang mengaku sebagai Hamba ALLAH: anda keliatannya benci sekali dengan Syiah, Tau nggak apa sebenarnya yang menjadi permaslahan sampai sekarang permusuhan antara Syiah dan Sunny, sebenarnya hanya masalah politik antar Sayina Ali dan Muawiyah yang dilanjutkan oleh putra Mahkota Muawiyah yang bernama Yaszid Islam diaduk aduk dan diadu domba belajar sejarah dulu yaaan Ilmu Islam tidak hanya cukup Qur’an dan Hadist saja, Kalau Alqur’an sudah paten kebenarannya, tetapi kalau hadist perlu penelitian dan penyelidikan tentang kebenrannya, apalagi kalau anda hanya mengaji hanya satu orang guru dan satu kitab Fikih saja serta terlalu cinta dg oraganisasi kelompoknya, berarti masih dangkal ilmu anda.
    Syiah dan Sunny belum tentu benar semua dan tidak dpt terjamin sesat atau tidak, Ahlul Sunah Wal jamaah tidak ada diorganisasi atau kelompok tapi ada dimana mana karena adanya dihati dengan ALLAH. jangan sok pintar yaa kuliah dulu tidak cukup hanya S1.

  83. hamba Allah berkata:

    maaf, terima kasih sudah diingatkan

  84. pembelaswaja berkata:

    kesesatan syiah rafidhah sudah jelas. terkait doktrin cinta ahlul baitnya sendiri adalah cinta yg justru ditolak oleh kalangan ahlul bait sendiri. namun untuk menyadarkan mereka memang harus dengan hikmah dan cara yg lemah lembut.

  85. nach berkata:

    Mngkn sebaikx anda harus tau betul ttg syiah…perbedaab qta sgguh bagaikan air dan minyak bu…amalan mereka itu adlah taqiyah alias kamuflase..so hati2 aja…khan ibu ga mau klo ntar anakx di mut’ah???

  86. dimas2011 berkata:

    rame banget ……… bbm mau naik …..

  87. rangga berkata:

    saya mau tanya, dulu saya pernah bacar aritkel yang syiah menghalalkan darah menyatakan darah orang” ahlus sunnah wal jamaah. dan kemudian saya temukann sebuah kalimat yang menyatakan apabila ada orang yang membunuh kamu ahlus sunnah wal jamaah maka dia di anggap berjihad. mohon jawabannya ini benar atau tidak? saya mengharapkann jawaban dari orang syiah. terimakasih wassalamualaikum wr wb

    • kisa berkata:

      anda dapat berita itu darimana? gausah soal agama.. yg namanya membunuh untuk masalah hukum aja ada hukumnya..
      jadilah pengkoreksi berita kak rangga, jangan jadi pembawa berita.. :)

  88. kisa berkata:

    kenapa anda harus mengurusi kang astra yg sedang mempelajari ilmu.. selamatkan aja dirimu, keluargamu, baru orang lain… (apakah anda sadar? dengan terus menanyakan apakah mas astra syi’ah apa enggak atau bisa dibilang mengurusi urusan orang lain dan anda merasa pintar padahal itu salah satu kebodohan anda yang terlihat?)

    ini negara demokrasi.. kebebasan beragama…
    jangan terlalu cepat menjudge paham sesama..

    anda bisa mengatakan org lain salah dan anda benar?
    apakah dari kecil anda telah mengkoreksi semua pelajaran yang anda dapat?

  89. Muhammad Yusof Benmahfudzy berkata:

    Assalamu Alaikum WWB

    Hai semuanya :
    Percayalah bahwa yang paling benar itu adalah : melaksanakan perintah Allah dan Rasulnya baik yang wajib maupun yang sunah ( tak peduli ia mazhab syiah ataupun shuni ) : yang terpeting adalah :

    1) Membaca dua kalimat syahadat,
    2) Sholat,
    3) Puasa,
    4) Zakat,
    5) Naik Haji (jika mampu),

    Jika pengikut syiah maupun suni telah melaksanakan nya dan bersungguh-sungguh dengan mengacu kepada Rukun Iman maka, maka dia adalah islam ( titik ).

    Orang yang bisa berpendapat seperti ini adalah hanyalah orang yang pernah bersungguh-sungguh membahas soal suni dan syiah selama bertahun-tahun, dan saya telah mengkaji soal suni-syiah sejak tahun 1986 sampai saat ini, antara syiah dan suni ( tidak ada masalah perbedaan yang serius – kecuali soal perbedaan kepemimpinan umat setelah wafatnya Rasulullah Muhammad SAW, oleh karenanya yang memperdebatkan-nya adalah hanya orang kurang pengetahuan tentang suni/syiah – maka dari itu berhenti lah berdebat soal ini.

    Wassalam
    Hormat saya
    Muhammad Yusof Benmahfudzy – Kuala Enok Inhil Riau Indonesia

    • Ajo berkata:

      Mas Muhammad Yusof Benmahfudzy, sungguh disayangkan anda membuang waktu anda yang berharga puluhan tahun mengkaji soal suni-syiah, tapi komentar anda sungguh seperti orang yang awam sama sekali tentang syiah. Semoga anda mendapat hidayah.

  90. otack berkata:

    Wah ASTRA JINGGA KATANYA BARU BELAJAR BACA BUKU SYIAH.TAPU NADANYA SUDAH NENYERANG TERUS….WAH NAU DAKWAH SYIAH LO YAA…BAU ASEM NIH. .

  91. ND Achmad berkata:

    Syi’ah memang tidak semuanya rafidhoh (Pencaci-maki Sahabat dan istri nabi).. Tapi bukan berarti mereka tidak satu kubu… Seperti halnya satu kaum, mereka saling mendukung dan melindungi…

    Hal2 yang sangat bertolak belakang dengan Muslim mayoritas (Sunni) seperti penghalalan Mut’ah, yang pengharamannya jelas2 berasal dari Imam Ali (Sahih, termuat dalam kitab mereka sendiri) adalah salah satu contoh “kerusakan” pemikiran Kaum Syi’ah. Jika hujah ini disampaikan, selalu saja mereka berkata “tidak ada dalil pengharaman dari Al-Quran”, padahal pengharaman “ikan tak bersisik” pun tak ada dalam Al-Quran..

    Masalah Imamah, hingga 12 Imam, logika saja bisa menyimpulkan, aqidah ini hanya bualan. Tak satu kalipun Nabi (dalam riwayat2 Sahih) yang menyatakan hal ini.

    Hati2 dengan Syi’ah, sebetulnya (jika Astra memang bukan Syi’ah) LOGIKA Syi’ah yang diagadang2-diangung2kan adalah copy paste kaum Mu’tazilah (pembasmi muslim yang menolak kemakhlukan Al-Quran) yang ulama2 Mu’tazilah ini terusir dari posisi2 strategis di masa Khilafah pengganti sebelumnya yang mendukung penuh ajaran Mu’tazilah,, dan kemudian ulama2 ini diterima oleh penguasa2 Syi’ah yang kemudian melebur dalam ajaran mereka.

    Posisi Sunni= Mu’tazilah yang bid’ah dibuang, kemudian diterima Syi’ah yang bid’ah pula… hasilnya Bid’ah kuadrat

  92. Raden Gatotkoco berkata:

    Syiah, Sunny, Jamaan Tablegh, Salafy, NU, Muhamadyah, PERSIS, LDII, NII, semua pada gak bener. Saya lebih bangga dengan Islam………………………………………………………….! iS THE BEST.

  93. mang_ato berkata:

    emang pada pinter semua….dah pada megang kebenaran satu-satu,dah pada yakin masuk surga kalian semua,yang tidak satu bendera dah dianggap kafir/sesat,luar biasa……pengadilan manusia…..ketahuilah!!! jikalau tuhan mau,semua nya bisa dibuat sama,serupa.Orang berilmu itu seharusnya makin tinggi semakin menunduk seperti padi…

  94. supeno berkata:

    Sepertinya memang banyak kesalahpahaman tentang syiah itu sendiri yang sebenarnya normal dalam berbagai sistim keyakinan. Dalam ahlul sunnah wal jamaah sendiri banyak perbedaan yang substansial bahkan fatal (misalnya penentuan awal dan akhir ramadhan). Secara pribadi saya memilih untuk tidak pernah menilai seseorang dari keyakinan yang dianutnya. Selama dia berbuat baik terhadap sesama, tidak menzolimi orang lain dan menjalankan fungsinya dengan baik di masyarakat maka tidak masalah apakah dia syiah, sunnni, ahmadia, yahudi atau atheis sekalipun. Orang baik tetaplah baik apapun keyakinannya sementara orang zolim tetaplah zolim apapun keyakinannya.

  95. affanzbasalamah berkata:

    Bisa baca buku ini untuk mendapatkan perspektif lain akan Bahaya Syiah: http://heliconia.wordpress.com/bahaya-syiah/

    Kalau mau nonton video pembahasannya ada di sini:

    Buku ini ditulis oleh Abuya Syekh Imam Ashaari Muhammad Attamimi, yaitu ulama pertama di Malaysia yang berani terang-terangan melawan Syiah di tahun 1987, waktu Khomeini masih jaya-jayanya, di kala ulama-ulama lain diam terhadap Syiah.

    Silakan hujjah-hujjah di buku dan video tadi dibantah oleh orang yg membela Syiah :)

    • kisa berkata:

      malaysia itu justru zionist bro… coba cari tentang ceritanya.. jgn asal nyeplok dan menjudge… jangan terlalu puas dengan ilmu.. cari perbedaan… dan cari yang benar.. :)
      kita tidak saling membenarkan dan menghujat satu kaum… itu jelas berlebihan..

      sekarang bagaimana menurut anda aksi FPI? BENAR ATAU SALAH?

  96. Fatah berkata:

    Syahadat Syiah…Apa bener cuma masalah imamah aja??? Lg taqiyah tuh org2 syiah

  97. Fatah berkata:

    Silakan tonton video berikut ini. Pada video seorang yang ingin masuk agama Syi’ah harus mengikrarkan syahadat baru, tentu saja syahadatnya ala Syi’ah. Di antara isi syahadat Syi’ah adalah mengutuk para sahabat Nabi (Abu Bakar, Umar, dan Utsman). Juga mengutuk istri Nabi ‘Aisyah dan Hafshoh (lihat menit ke: 02:13). Di video ini Syahadat ala Syi’ah dipandu oleh seorang pendeta Syi’ah yang sangat terkenal yaitu “Yasir Habib”.

  98. Ali Al Mujtaba berkata:

    Semua yang menjelekkan syi’ah itu fitnah! Semua tukang fitnah itu tanduk syaithon (Itu sabda Rosul SAWW)!

    • Ajo berkata:

      Mas Ali, semoga anda mendapat hidayah.

      • PEMEBELA SUNNAH DI INDONESIA berkata:

        MAU TAHU INFO TTG KESESATAN SYIAH,,??
        KLIK AJA NIH..WWW.HAULASYIAH.WORDPRESS.COM
        SEMOGA BERTAMBAH BANYAK YG BERTAUBAT DARI AGAMA MADE IN ABDULLOH BIN SABA’ INI, SEBELUM AJAL MENJEMPUT…

  99. yogi berkata:

    Sedih rasanya melihat 3 Sahabat Nabi dihina dihina dikafirkan oleh syiah..
    dan lebih sedih lagi semua itu mereka (syiah) lakukan atas nama ahlul bait..

    Ya Alloh bila syiah benar masukan mereka (syiah) ke surgaMu yg paling mulia,
    tapi bila syiah salah semoga apa yang mereka (syiah) laknatkan kpd para Sahabat nabi kembali kpd mereka, perlihatkan semua kesalahan mereka, perlihatkan kepalsuan mereka

    Amin..

    Demi Alloh, ini doa saya..sembari menangis krn membaca status2 facebook, komen2 penganut syiah yg melaknat abu bakar, umar, utsman dan menghina alquran.

  100. dede kurnia berkata:

    Saudaraku seimam : cukup perkataan imam syafi’i yg mengatakan : syi’ah sudah keluar dari ajaran islam. penulis artikel di atas adalah orang syi’ah yang ber-taqiyah, berpura-pura awam ttg syi’ah.

  101. AHLU SUNNAH WAL JAMAAH berkata:

    Hai syiah laknatullah Demi ALLAH SWT. kalian yang mengingkari sahabat nabi Dan meng ghuluw kan Ali r.a. kalian Akan mendapatkan balasannya di harinya nanti, lihat itu imam yang kalian bilang mahsum Khomeini laknatullah telah meninggal dengan sangat terhina. TAKBIR ALLAHUAKBAR!!! TAKBIR ALLAHUAKBAR!!! TAKBIR ALLAHUAKBAR!!!

  102. Rudy berkata:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Sebagian dari kelompok Syiah ada yang mengingkari mushaf Al-Quran yang dimiliki umat Islam sedunia. Mereka konon punya jenis mushaf sendiri yang berbeda isinya. Seandainya ada sekelompok orang dari kalangan Syiah atau selain Syiah yang punya i’tikad seperti, maka jelaslah kekafiran mereka.

    Sebagian dari kelompok Syiah ekstrem ada yang tidak mengakui kenabian Muhammad SAW. Mereka berkeyakinan bahwa malaikat Jibril salah menurunkan wahyu, seharusnya bukan kepada nabi Muhammad SAW, tetapi seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib. Mereka bukan saja mengingkari Abu Bakar, Umar dan Utsman, bahkan sampai mengingkari kenabian Muhammad SAW. Kalau ada sekelompok orang dari kalangan Syiah atau selain Syiah yang sudah sampai kepada keyakinan seperti ini, jelaslah kekafiran mereka.

    Dua contoh kasus di atas hanyalah contoh kecil dari bentuk-bentuk penyimpangan aqidah yang sudah tidak bisa ditolelir lagi. Sehingga siapa pun yang berpaham demikian, dianggap telah ingkar kepada esensi paling fudamental dari ajaran Islam. Dan wajar bila termasuk ke dalam kalangan kafir.

    Tapi yang jadi pertanyaan di sini adalah: Apakah semua kalangan Syiah berpendapat demikian? Apakah setiap masyarakat yang punya latar belakang paham Syiah, lantas semuanya ingkar kepada Al-Quran dan kenabian Muhammad SAW?

    Jawabannya tentu tidak. Lebih banyak di antara mereka yang beriman kepada Al-Quran yang dimiliki oleh umat Islam pada umumnya. Lebih banyak di antara mereka yang tetap mengakui kenabian Muhammad SAW.

    Tentunya sebagaimana kalangan kebanyakan masyarakat Sunni, tidak sedikit juga muncul paham-paham ekstrim yang sesungguhnya sudah keluar dari batas-batas paham aqidah Sunni sendiri. Misalnya, paham takfir yang berkeyakinan bahwa semua orang yang tidak ikut berbaiat kepada imam dari kalangan mereka adalah kafir. Paham takfir ini banyak melanda kelompok-kelompok sesat, di mana latar belakang aqidahnya sebenarnya terbilang Sunni.

    Oleh karena itu kita tidak bisa main pukul rata dalam menjatuhkan vonis kafir kepada suatu kelompok. Kecuali setelah kita bedah secara mendalam dan dengan kepala dingin. Rupanya, di dalam tubuh Syiah sendiri ada begitu banyak paham dan variasi keyakinan, mulai dari kutub yang paling ekstrim hingga kutub yang paling moderat. Tentu sangat tidak adil untuk menuduh semuanya kafir.

    Sebagaimana tidak adil bila kita mengatakan semua Sunni itu kafir, hanya lantaran adanya kelompok-kelompok sempalan yang mengerucutkan aqidahnya hingga keluar batas yang benar.

    Benarkah Syi’ah Itsna Asy’ariyah Lebih Berbahaya dari Yahudi?

    Beredar di kalangan sebagian umat Islam fatwa yang membingungkan. Yaitu haram hukumnya umat Islam membantu perjuangan Hizbullah karena dianggap bukan Islam, bahkan dianggap lebih berbahaya dari Yahudi itu sendiri.

    Syeikh Faishal Maulawi, wakil ketua Majelis Kajian dan Fatwa Eropa telah mengeluarkan fatwa yang intisarinya sebagai berikut:

    Jumhur ulama di masa lalu dan di masa kini telah menyepakati bahwa Syiah Itsna Asy-‘ariyah termasuk orang-orang Islam dan termasuk ahlul qiblah. Sebab mereka mengikrarkan tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji.

    Memang ada sebagian kecil dari ulama yang memandang kelompok ini kafir, lantaran ada sebagian lafadz dari kitab-kitab mereka yang bisa ditafsirkan keluar dari aqidah yang benar. Tetapi tuduhan ini dijawab oleh para ulama lain bahw kita tidak bisa menuduh kafir hanya dengan menafsirkan tulisan mereka. Sebab perkara menjatuhkan vonis kafir tidak bisa hanya berdasarkan penafsiran semata.

    Sehingga bila kita lihat ke belakang, sepanjang sejarah Islam tidak pernah ada larangan bagi penganut paham Syiah Itsna Asy’ariyah untuk menunaikan ibadah haji ke baitullah. Seandainya mereka divonis kafir, seharusnya mereka tidak boleh masuk ke tanah haram, lantaran danggap bukan muslim. Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa umat Islam sepanjang masa tidak pernah menganggap mereka kafir.

    Syeikh juga membantah anggapan sementara orang bahwa Syiah Itsna Asy’ariyah termasuk paham yanglebih berbahaya dari Yahudi. Menurut beliau tuduhan seperti ini mengada-ada dan keterlaluan. Seorang muslim tidak layak untuk mengatakan hal yang demikian. Sebab tingkat keberbahayaan Yahudi sudah sangat jelas, baik aqidah, manhaj, idealisme, sistem hidup dan semua. Sesuatu yang tidak demikian pada kelompok Syiah ini.

    Demikian petikan fatwa beliau yang berisi bantahan atas tuduhan yang kurang tepat atas kelompok Syiah.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc.

    • Ajo berkata:

      Penjelasan di atas akan bermanfa’at jika disebutkan kelompok Syiah mana yang aqidahnya tidak menyimpang. Ada yang bisa menyebutkan?

    • jalan ahlul bait berkata:

      buat rudi
      kalo antum ngomong mbok ya pake referensi kapan ia fatwa itu dicetuskan siapa yg menghadirinya, dimana ia diselenggarakan. jangan buat koment yg akan menandakan antum itu seorang yg dunggu dan asbun krn mengidap penyakit syiahphobia.

      ini ana kasih contoh tentang keislaman syiah imamiyah atau syiah mazhab jakfari yg dicetskan diaman-yordania (risalah aman) thn 2005 lengkap dgn ratusan ulama dunia berbagai mazhab dan lintas negara yg telah mengakui keislaman syiah imamiyah dan zaidiyah. perhatikan bro

      KONFERENSI INI DIADAKAN DI AMMAN, YORDANIA, DENGAN TEMA “ISLAM HAKIKI DAN PERANNYA DALAM MASYARAKAT MODERN” (27-29 JUMADIL ULA 1426 H. / 4-6 JULI 2005 M.)

      Bismillahir-Rahmanir-Rahim
      SALAM DAN SALAWAT SEMOGA TERCURAH PADA BAGINDA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA YANG SUCI

      Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa… (Al-Nisa’,4:1)

      Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh YTH Imam Besar Syaikh Al-Azhar, YTH Ayatollah Sayyid Ali Al-Sistani, YTH Mufti Besar Mesir, para ulama Syiah yang terhormat (baik dari kalangan Syiah Ja’fari maupun Zaidi), YTH Mufti Besar Kesultanan Oman, Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabia, Dewan Urusan Agama Turki, YTH Mufti Besar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania, dan YTH Syaikh Dr. YUSUFf Al-QARADAWI;Sesuai dengan kandungan pidato Yang Mulia Raja Abdullah II bin Al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan konferensi;

      Sesuai dengan pengetahuan tulus ikhlas kita pada Allah SWT;
      Dan sesuai dengan seluruh makalah penelitian dan kajian yang tersaji dalam konferensi ini, serta seluruh diskusi yang timbul darinya;
      Kami, yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyetujui dan menegaskan kebenaran butir-butir yang tertera di bawah ini:

      (1) Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari EMPAT MAZHAB AHLUS SUNNAH (SYAFI’I, HANAFI, MALIKI, HANBALI), DUA MAZHAB SYIAH (JA’FARI DAN ZAYDI), MAZHAB IBADI DAN MAZHAB ZHAHIRI ADALAH MUSLIM. TIDAK DIPERBOLEHKAN MENGKAFIRKAN SALAH SEORANG DARI PENGIKUT/PENGANUT MAZHAB-MAZHAB YANG DISEBUT DI ATAS. DARAH, KEHORMATAN DAN HARTA BENDA SALAH SEORANG DARI PENGIKUT/PENGANUT MAZHAB-MAZHAB YANG DISEBUT DI ATAS TIDAK BOLEH DIHALALKAN. Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya, meyakini Rasulullah (saw) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

      (2) Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam mazhab-mazhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan di antara mereka. Para pengikut/penganut kedelapan mazhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip-prinsip utama Islam (Ushuluddin). Semua mazhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah yang Mahaesa dan Makakuasa; percaya pada al-Qur’an sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: DUA KALIMAT SYAHADAT (SYAHADATAYN); KEWAJIBAN SHALAT; ZAKAT; PUASA DI BULAN RAMADHAN, DAN HAJI KE BAITULLAH DI MEKKAH. Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. PERBEDAAN DI ANTARA ULAMA KEDELAPAN MAZHAB ISLAM TERSEBUT HANYA MENYANGKUT MASALAH-MASALAH CABANG AGAMA (FURU’) DAN TIDAK MENYANGKUT PRINSIP-PRINSIP DASAR (USHUL) ISLAM. Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ‘ulama adalah hal yang baik.

      (3) MENGAKUI KEDELAPAN MAZHAB DALAM ISLAM tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing mazhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh mazhab-mazhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukan ijtihad mutlak dan menciptakan mazhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepastian Syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab yang telah disebut di atas.

      (4) ESENSI RISALAH AMMAN, YANG DITETAPKAN PADA MALAM LAILATUL QADAR TAHUN 1425 H DAN DIDEKLARASIKAN DENGAN SUARA LANTANG DI MASJID AL-HASYIMIYYIN, adalah kepatuhan dan ketaatan pada mazhab-mazhab Islam dan metodologi utama yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap mazhab tersebut di atas dan meneguhkan penyelenggaraan diskusi serta pertemuan di antara para penganutnya dapat memastikan sikap adil, moderat, saling memaafkan, saling menyayangi, dan mendorong dialog dengan umat-umat lain.

      (5) KAMI SEMUA MENGAJAK SELURUH UMAT UNTUK MEMBUANG SEGENAP PERBEDAAN DI ANTARA SESAMA MUSLIM DAN MENYATUKAN KATA DAN SIKAP MEREKA; MENEGASKAN KEMBALI SIKAP SALING MENGHARGAI; MEMPERKUAT SIKAP SALING MENDUKUNG DI ANTARA BANGSA-BANGSA DAN NEGARA-NEGARA UMAT ISLAM; MEMPERKUKUH TALI PERSAUDARAAN YANG MENYATUKAN MEREKA DALAM SALING CINTA DI JALAN ALLAH. DAN KITA MENGAJAK SELURUH MUSLIM UNTUK TIDAK MEMBIARKAN PERTIKAIAN DI ANTARA SESAMA MUSLIM DAN TIDAK MEMBIARKAN PIHAK-PIHAK ASING MENGGANGGU HUBUNGAN DI ANTARA MEREKA.

      Allah berfirman:
      Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu islahkan hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmat-Nya. (Al-Hujurat, 49:10).
      Amman, 27-29 Jumadil Ula 1426 H./ 4-6 Juli 2005 M.

      Para penandatangan:
      AFGHANISTAN
      YTH. Nusair Ahmad Nour
      Dubes Afghanistan untuk Qatar

      ALJAZAIR
      YTH. Lakhdar Ibrahimi
      Utusan Khusus Sekjen PBB; Mantan Menlu Aljazair
      Prof. Dr. Abd Allah bin al-Hajj Muhammad Al Ghulam Allah
      Menteri Agama
      Dr. Mustafa Sharif
      Menteri Pendidikan
      Dr. Sa’id Shayban
      Mantan Menteri Agama
      Prof. Dr. Ammar Al-Talibi
      Departemen Filsafat, University of Algeria
      Mr. Abu Jara Al-Sultani
      Ketua LSM Algerian Peace Society Movement

      AUSTRIA
      Prof. Anas Al-Shaqfa
      Ketua Komisi Islam
      Mr. Tar afa Baghaj ati
      Ketua LSM Initiative of Austrian Muslims

      AUSTRALIA
      Shaykh Salim ‘Ulwan al-Hassani
      Sekjen, Darulfatwa, Dewan Tinggi Islam

      AZERBAIJAN
      Shaykh Al-Islam Allah-Shakur bin Hemmat Bashazada
      Ketua Muslim Administration of the Caucasus
      BAHRAIN
      Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Sutri
      Menteri Kehakiman
      Dr. Farid bin Ya’qub Al-Miftah
      sekretaris Kementerian Agama

      BANGLADESH
      Prof. Dr. Abu Al-Hasan Sadiq
      Rektor Asian University of Bangladesh

      BOSNIA dan HERZEGOVINA
      Prof. Dr. Syaikh Mustafa Ceric
      Ketua Majlis ‘Ulama’dan Mufti Besar Bosnia dan Herzegovina
      Prof. Hasan Makic
      Mufti Bihac
      Prof. Anes Lj evakovic
      Peneliti dan Pengajar, Islamic Studies College

      BRAZIL
      Syaikh Ali Muhmmad Abduni
      Perwakilan International Islamic Youth Club di Amerika Latin

      KANADA
      Shaykh Faraz Rabbani
      Guru, Hanafijurisprudence, Sunnipath.com

      REPUBLIK CHAD
      Shaykh Dr. Hussein Hasan Abkar
      Presiden, Higher Council for Islamic Affair; Imam Muslim, Chad

      MESIR
      Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq
      Menteri Agama
      Prof. Dr. Ali Jumu’a
      Mufti Besar Mesir
      Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Tayyib
      Rektor Universitas Al-Azhar University
      Prof. Dr. Kamal Abu Al-Majd
      Pemikir Islam; Mantan Menteri Informasi;
      Dr. Muhammad Al-Ahmadi Abu Al-Nur
      Mantan Menteri Agama Mesir; Profesor Fakultas Syariah, Yarmouk University, Jordan
      Prof. Dr. Fawzi Al-Zifzaf
      Ketua Masyayikh Al-Azhar; Anggota the Academy of Islamic Research
      Prof. Dr. Hasan Hanafi
      Peneliti dan Cendekiawan Muslim, Departemen Filsafat, Cairo University
      Prof. Dr. Muhammad Muhammad Al-Kahlawi
      Sekjen Perserikatan Arkeolog Islam;
      Dekan Fakultas Studi Kesejarahan Kuno, Cairo University
      Prof. Dr. Ayman Fuad Sayyid
      Mantan Sekjen, Dar al-Kutub Al-Misriyya
      Syaikh Dr. Zaghlul Najjar
      Anggota Dewan Tinggi Urusan Islam, Mesir
      Syaikh Moez Masood
      Dai Islam
      Dr. Raged al-Sirjani
      Dr. Muhammad Hidaya

      INDONESIA
      Dr. Tutty Alawiyah
      Rektor Universitas Islam Al-Syafi’iyah
      Rabhan Abd Al-Wahhab
      Dubes RI untuk Yordania
      KH Ahmad Hasyim Muzadi
      Mantan Ketua PBNU
      Rozy Munir
      Mantan Wakil Ketua PBNU
      Muhamad Iqbal Sullam
      International Conference of Islamic Scholars, Indonesia

      IRAN
      Ayatollah Syaikh Muhammad Ali Al-Taskhiri
      Sekjen Majma Taqrib baynal Madzahib Al-Islamiyyah.
      Ayatollah Muhammad Waez-zadeh Al-Khorasani
      Mantan Sekjen Majma Taqrib baynal Madzahib Al-Islamiyyah
      Prof. Dr. Mustafa Mohaghegh Damad
      Direktur the Academy of Sciences; Jaksa; Irjen Kementerian Kehakiman
      Dr. Mahmoud Mohammadi Iraqi
      Ketua LSM Cultural League and Islamic Relations in the Islamic Republic of Iran
      Dr. Mahmoud Mar’ashi Al-Najafi
      Kepala Perpustakaan Nasional Ayatollah Mar’ashi Al-Najafi
      Dr. Muhammad Ali Adharshah
      Sekjen Masyarakat Persahabatan Arab-Iran
      Shaykh Abbas Ali Sulaymani
      Wakil Pemimpin Spiritual Iran di wilayah Timur Iran

      IRAK
      Grand Ayatollah Shaykh Husayn Al-Mu’ayyad
      Pengelola Knowledge Forum
      Ayatollah Ahmad al-Bahadili
      Dai Islam
      Dr. Ahmad Abd Al-Ghaffur Al-Samara’i
      Ketua Diwan Waqaf Sunni

      ITALIA
      Mr. Yahya Sergio Pallavicini
      Wakil Ketua, Islamic Religious Community of Italy (CO.RE.IS.)

      INDIA
      H.E. Maulana Mahmood Madani
      Anggota Parlemen
      Sekjen Jamiat Ulema-i-Hind
      Ja’far Al-Sadiq Mufaddal Sayf Al-Din
      Cendikiawan Muslim
      Taha Sayf Al-Din
      Cendikiawan Muslim
      Prof. Dr. Sayyid Awsaf Ali
      Rektor Hamdard University
      Prof. Dr. Akhtar Al-Wasi
      Dekan College of Humanities and Languages

      JERMAN
      Prof. Dr. Murad Hofmann
      Mantan Dubes Jerman untuk Maroko
      Syaikh Salah Al-Din Al- Ja’farawi
      Asisten Sekjen World Council for Islamic Propagation

      PERANCIS
      Syaikh Prof. Dalil Abu Bakr
      Ketua Dewan Tinggi Urusan Agama Islam dan Dekan Masjid Paris
      Dr. Husayn Rais
      Direktur Urusan Budaya, Masjid Jami’ Paris

      YORDANIA
      Prof. Dr. Ghazi bin Muhammad
      Utusan Khusus Raja Abdullah II bin Al-Hussein
      Syaikh Izzedine Al-Khatib Al-Tamimi
      Jaksa Agung
      Prof. Dr. Abdul-Salam Al-Abbadi
      Mantan Menteri Agama
      Prof. Dr. Syaikh Ahmad Hlayyel
      Penasehat Khusus Raja Abdullah dan Imam Istana Raja
      Syaikh Said Al-Hijjawi
      Mufti Besar Yordania
      Akel Bultaji
      Penasehat Raja
      Prof. Dr. Khalid Touqan
      Menteri Pendidikan dan Riset
      Syaikh Salim Falahat
      Ketua Umum Ikhwanul Muslimin Yordania
      Syaikh Dr. Abd Al-Aziz Khayyat
      Mantan Menteri Agama
      Syaikh Nuh Al-Quda
      Mantan Mufti Angkatan Bersenjata Yordania
      Prof. Dr. Ishaq Al-Farhan
      Mantan Menteri Pendidikan
      Dr. Abd Al-Latif Arabiyyat
      Mantan Ketua DPR Yordania;
      Shaykh Abd Al-Karim Salim Sulayman Al-Khasawneh
      Mufti Besar Angkatan Bersenjata Yordania
      Prof. Dr. Adel Al-Toweisi
      Menteri Kebudayaan
      Mr.BilalAl-Tall
      Pemimpin Redaksi Koran Liwa’
      Dr. Rahid Sa’id Shahwan
      Fakultas Ushuluddin, Balqa Applied University

      KUWAIT
      Prof. Dr. Abdullah Yusuf Al-Ghoneim
      Kepala Pusat Riset dan Studi Agama
      Dr. Adel Abdullah Al-Fallah
      Wakil Menteri Agama

      LEBANON
      Prof. Dr. Hisham Nashabeh
      Ketua Badan Pendidikan Tinggi
      Prof. Dr. Sayyid Hani Fahs
      Anggota Dewan Tinggi Syiah
      Syaikh Abdullah al-Harari
      Ketua Tarekat Habashi
      Mr. Husam Mustafa Qaraqi
      Anggota Tarekat Habashi
      Prof. Dr. Ridwan Al-Sayyid
      Fakultas Humaniora, Lebanese University; Pemred Majalah Al-Ijtihad
      Syaikh Khalil Al-Mays
      Mufti Zahleh and Beqa’ bagian Barat

      LIBYA
      Prof. Ibrahim Al-Rabu
      Sekretaris Dewan Dakwah Internasional
      Dr. Al-Ujaili Farhat Al-Miri
      Pengurus International Islamic Popular Leadership

      MALAYSIA
      Dato’ Dr. Abdul Hamid Othman
      Menteri Sekretariat Negara
      Anwar Ibrahim
      Mantan Perdana Menteri
      Prof. Dr. Muhamad Hashem Kamaly
      Dekan International Institute of Islamic Thought and Civilisation
      Mr. Shahidan Kasem
      Menteri Negara Bagian Perlis, Malaysia
      Mr. Khayri Jamal Al-Din
      Wakil Ketua Bidang Kepemudaan UMNO

      MALADEWA
      Dr. Mahmud Al-Shawqi
      Menteri Pendidikan

      MAROKO
      Prof. Dr. Abbas Al-Jarari
      Penasehat Raja
      Prof. Dr. Mohammad Farouk Al-Nabhan
      Mantan Kepala DarAl-Hadits Al-Hasaniyya
      Prof. Dr. Ahmad Shawqi Benbin
      Direktur Perpustakaan Hasaniyya
      Prof. Dr. Najat Al-Marini
      Departemen Bahasa Arab, Mohammed V University

      NIGERIA
      H.H. Prince Haji Ado Bayero
      Amir Kano
      Mr. Sulayman Osho
      Sekjen Konferensi Islam Afrika

      KESULTANAN OMAN
      Shaykh Ahmad bin Hamad Al-Khalili
      Mufti Besar Kesultanan Oman
      Shaykh Ahmad bin Sa’ud Al-Siyabi
      Sekjen Kantor Mufti Besar

      PAKISTAN
      Prof. Dr. Zafar Ishaq Ansari
      Direktur Umum, Pusat Riset Islam, Islamabad
      Dr. Reza Shah-Kazemi
      Cendikiawan Muslim
      Arif Kamal
      Dubes Pakistan untuk Yordania
      Prof. Dr. Mahmoud Ahmad Ghazi
      Rektor Islamic University, Islamabad; Mantan Menteri Agama Pakistan

      PALESTINA
      Shaykh Dr. Ikrimah Sabri
      Mufti Besar Al-Quds dan Imam Besar Masjid Al-Aqsa
      Shaykh Taysir Raj ab Al-Tamimi
      Hakim Agung Palestina

      PORTUGAL
      Mr. Abdool Magid Vakil
      Ketua LSM Banco Efisa
      Mr. Sohail Nakhooda
      Pemred Islamica Magazine

      QATAR
      Prof. Dr. Shaykh Yusuf Al-Qaradawi
      Ketua Persatuan Internasional Ulama Islam
      Prof. Dr. Aisha Al-Mana’i
      Dekan Fakultas Hukum Islam, University of Qatar

      RUSIA
      Shaykh Rawi Ayn Al-Din
      Ketua Urusan Muslim
      Prof. Dr. Said Hibatullah Kamilev
      Direktur, Moscow Institute of Islamic Civilisation
      Dr. Murad Murtazein
      Rektor, Islamic University, Moskow

      ARAB SAUDI
      DR. ABD AL-AZIZ BIN UTHMAN AL-TOUAIJIRI
      DIREKTUR UMUM, THE ISLAMIC EDUCATIONAL, SCIENTIFIC AND CULTURAL ORGANIZATION (ISESCO)
      SYAIKH AL-HABIB MUHAMMAD BIN ABDURRAHMAN AL-SAQQAF
      SENEGAL
      Al-Hajj Mustafa Sisi
      Penasehat Khusus Presiden Senegal

      SINGAPORA
      Dr. Yaqub Ibrahim
      Menteri Lingkuhan Hidup dan Urusan Muslim

      AFRIKA SELATAN
      Shaykh Ibrahim Gabriels
      Ketua Majlis Ulama Afrika Utara South African ‘Ulama’

      SUDAN
      Abd Al-Rahman Sawar Al-Dhahab
      Mantan Presiden Sudan
      Dr. Isam Ahmad Al-Bashir
      Menteri Agama

      SWISS
      Prof. Tariq Ramadan
      Cendikiawan Muslim

      SYRIA
      Dr. Muhammad Sa’id Ramadan Al-Buti
      Dai, Pemikir dan Penulis Islam
      Prof. Dr. Syaikh Wahba Mustafa Al-Zuhayli
      Ketua Departemen Fiqih, Damascus University
      Syaikh Dr. Ahmad Badr Hasoun
      Mufti Besar Syria

      THAILAND
      Mr. Wan Muhammad Nur Matha
      Penasehat Perdana Menteri
      Wiboon Khusakul
      Dubes Thailand untuk Irak

      TUNISIA
      Prof. Dr. Al-Hadi Al-Bakkoush
      Mantan Perdana Menteri Tunisia
      Dr. Abu Baker Al-Akhzuri
      Menteri Agama

      TURKI
      Prof. Dr. Ekmeleddin I lis an og hi
      Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI)
      Prof. Dr. Mualla Saljuq
      Dekan Fakultas Hukum, University of Ankara
      Prof. Dr. Mustafa Qag nci
      Mufti Besar Istanbul
      Prof. Ibrahim Kafi Donmez
      Profesor Fiqih University of Marmara

      UKRAINa
      Shaykh Dr. Ahmad Tamim
      Mufti Ukraina

      UNI EMIRAT ARAB
      Mr. Ali bin Al-Sayyid Abd Al-Rahman Al-Hashim
      Penasehat Menteri Agama
      Syaikh Muhammad Al-Banani
      Hakim Pengadilan Tinggi
      Dr. Abd al-Salam Muhammad Darwish al-Marzuqi
      Hakim Pengadilan Dubai

      INGGRIS
      Syaikh Abdal Hakim Murad / Tim Winter
      Dosen, University of Cambridge
      Syaikh Yusuf Islam /Cat Steven
      Dai Islam dan mantan penyanyi
      Dr.FuadNahdi
      Pemimpin Redaksi Q-News International
      SamiYusuf
      Penyanyi Lagu-lagu Islam

      AMERIKA SERIKAT
      Prof. Dr. Seyyed Hossein Nasr
      Penulis dan profesor Studi-studi Islam, George Washington University
      Syaikh Hamza Yusuf
      Ketua Zaytuna Institute
      Syaikh Faisal Abdur Rauf
      Imam Masjid Jami Kota New York
      Prof. Dr. Ingrid Mattson
      Profesor Studi-studi Islam, Hartford Seminary; Ketua Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA)

      UZBEKISTAN
      Syaikh Muhammad Al-Sadiq Muhammad Yusuf
      Mufti Besar

      YAMAN
      Syaikh Habib ‘Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz
      Ketua Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim
      Syaikh Habib Ali Al-Jufri
      Dai Internasional
      Prof. Dr. Husayn Al-Umari
      Anggota UNESCO; Profesor Sejarah,

  103. hajid berkata:

    assalamualaikum.
    manusia dr kaum laki2 yg paling dicintai rosululloh adl abu bakar ra.
    sedang dr kaum wanita adl aisyah ra.
    banyak sekali hadist shohih yg meriwayatkan khabar tsb.
    tetapi oleh kaum syiah 2 orang itu mereka hinakan kedudukanya.
    bahkan sampai taraf pengkafiran.
    orang yg di muliakan rosul saw mereka hinakan….bagaimaña penjelasanya?

  104. castalana berkata:

    Buat orang2 yg belain syiah : udah nggak usah banyak omong deh, mending bawa istri anda, anak perempuan anda, saudari perempuan anda kerumah saya biar saya “mut’ah”in mereka satu-satu (mas kawinnya duit goceng). Lumayan kan buat modal anda nyebarin taqiyah n bid’ah nanti!!! Goblok kok di piara seh!!!!!

  105. adi pras berkata:

    Sejak kecil saya mendirikan sholat sebagaimana diajarkan oleh kedua

    orangtuaku dan juga pelajaran agama di sekolah2. Ketika dewasa baru aku tahu

    bahwa tatacara ibadah yang aku amalkan selama ini adalah mengikuti tatacara

    yang ditetapkan para ulama ahlussunnah wal jamaah, khususnya ulama 4 madzab.
    Seorang kawan bertanya “bagaimana cara kamu sholat ?”, saya jawab pendek “ya

    sesuai tuntunan Rasulullah.” Setengah bercanda kawan saya kembali bertanya ”

    kapan kamu ketemu Rasulullah ?” Baru aku mengerti arah pertanyaannya.
    Baru aku sadari bhw apa yg aku amalkan itu tidak langsung mencontoh rasul,

    ttp mengikuti apa yang sdh dirumuskan Imam Syafi’i, Imam Maliki, Imam Hanafi,

    dan Imam Hambali (meskipun ada beberapa perbedaan antara satu dengan yg

    lain). Apa yang beliau-beliau ini tetapkan sebagai suatu kebenaran ya itulah

    yang benar, tidak ada kebenaran lain. Bernarkah ???
    Belakangan baru aku ketahui ternyata ada satu madzab lagi yaitu ahlul bait.

    Madzab ini terdengar sangat asing bagiku karena dari kecil akses informasi

    mengenai madzab ini sama sekali tidak ada, baik di lingkungan keluarga,

    masyarakat maupun pendidikan formal.
    Kalau kita mau jujur, sebenarnyalah antara sunni dan syiah memiliki kedudukan

    setara. Contoh, kalau penganut syiah tidak mau mengikuti pendapat ulama

    sunni, apa salahnya, sebagaimana penganut sunni tidak mengakui pendapat para

    ulama syiah. Kalau penganut syiah tidak mengakui 3 kekalifahan Abu Bakar,

    Umar dan Ustman, apa salahnya, sebagaimana penganut sunni tidak mengakui 12

    imamah di syiah. Karena kedua madzab ini memang berbeda. Namun keduanya

    memiliki rujukan2 dan dalil2 masing2 yang diyakini kebenaran pengikutnya

    menuju ajaran Rasulullah. Tidak selayaknya kedua madzab ini saling bermusuhan

    dan saling menghujat sepanjang keduanya saling menghormati madzab masing2.

    Soal madzab mana yang paling benar, kembalikan saja dan itu urusan Allah swt.
    Bagi saya pribadi mengikuti madzab sunni atau syiah tidaklah penting, karena

    kedua madzab ini belum ada di jaman rasulullah. Akan lebih penting mencermati

    ajaran2nya baik sunni maupun syiah kalau saya yakini benar akan saya ikuti,

    namun bila saya tidak yakin ya saya tinggalkan.
    Subhanallah…

  106. hidayat berkata:

    hei syiah tolol,skalian aja lo buka puasa setelah azan isya biar afdol
    syiah tu cuma baik di muka di belakang malah ngebunuh,org syiah kalo ngebunuh org sunni mereka dapet ganjaran syurga(ajaran goblog)

  107. agus berkata:

    utk sdr hidayat. kalau anda mengaku org sunni, sbg sesama sunni saya merasa malu membaca komen anda yg hanya bisa teriak tolol dan goblog tanpa hujjah yg benar. akhlak rasulullah mana yg anda contoh. ?

  108. Ajo berkata:

    Pak Rinaldi, iko ado info tambahan tentang syiah, silahkan lihat di http://nahimunkar.com/syiah-aliran-sesat-paling-berbahaya/

  109. iwan berkata:

    beberapa hal yg baru yg bkn dr rosulullah… contoh kecil adalah azan… azan itu muncul sejak zaman rosulullah hidup.. apakah sebutan “ali waliyullah” dlm azan itu ada dizaman rosulullah?.. apakah manusia yg azan lbh dtrima yg menggunakan “ali waliyullah” atw tdk menggunakan itu? jelaslah mereka mengarang azan tambahan… sdgkan sunni mengikuti rosulullah dgn azannya saja.. saat itu syaidina ali hny pengikut.. ahlusunnah mengikuti rosulullah sdgkan syiah mengangkat Ali padahal Ali sendiri tdk mw hal ini terjadi.. contoh kecil yg lain apakah rosulullah pd zamannya hasan husein tlh wafat? jelas blm.. mereka masih balita.. apakah dahulu zaman rosulullah sdh ada org sholat dgn tanah karbala? sdgkan hasan husien blm wafat.. apakah kewajibn kita mengikuti rosulullah ataukah mengikuti pengikut rosulullah yg senang dgn berlebih lebihan seperti menambahkan azan juga menggunakan tanah karbala?
    . bknkah Allah membenci org yg berlebih lebihan

    • Laccolith Xeno berkata:

      Untuk sdr Iwan: saya ingin mencoba menjawab dengan ilmu saya yang sedikit tentang syiah. Sepeninggal rasullullah saww, kepemimpinan Islam oleh rasullullah diwariskan kepada Imam Ali (Ali bin Abi Thalib r.a) dan keturunannya (Hasan (Imam Syiah kedua) dan Husein (Imam syiah ketiga..keduanya cucunda rasulullah saww). Tentang estafet kepemimpinan ini sangat jelas dalam hadis Ghadir Khum dan rasulullah saww sendiri yang menginginkan tongkat estafet seperti demikian (tingkatan hadis shahih, tapi tidak banyak diketahui), jadi bukan diteruskan ke Abu Bakar, Umar ataupun Usman. Setelah Imam Ali, masih ada 11 imam yang datang kemudian…hingga Imam Mahdi (Muhammad al-Mahdi; tentang Imam Mahdi juga ada hadisnya,…bahwa ia akan mempunyai nama sama seperti namaku..begitu sabda Rasullullah saww). Jadi di dalam syiah, diharuskan untuk taqlid (patuh, mengikut) kepada pemimpin yaitu para Imam, dan ini masuk akal karena para Imam adalah wakil Tuhan dalam membimbing manusia. Dan dalam syiah dikatakan bahwa para imam ini maksum (terpelihara dari dosa). Nah, jadi menurut saya penambahan kata2 “Ali waliyullah” ini dimasukkan pada masa sesudah Imam Ali, atas saran atau usulan Imam berikutnya (pastinya/atau sejarahnya saya juga belum tahu, tapi pemikiran saya seperti itu). Inilah bedanya sunni dan syiah. Syiah punya Imam, untuk ditaqlid, untuk tempat bertanya tentang masalah kekinian, beda dengan sunni, tidak punya gurupun (hanya belajar dari buku bacaan) orang sunni oke2 saja. Dalam keyakinan syiah, semua Imam Syiah yang dua belas orang sudah terlahir, semuanya sudah meningal dunia, kecuali Imam Muhammad al-Mahdi (keturunan rasullullah dari Fatimah dan Ali bin Abi Thalib). Beliau saat ini sedang ghaib, dan akan muncul saat menjelang hari kiamat. Jika anda dapat meyakini bahwa Nabi Isa akan turun ke bumi saat menjelang akhir zaman tentu anda juga dapat saja meyakini apa yang diyakini syiah (Bagi Allah swt tidak ada yang mustahil), hanya masalahnya mau percaya atau tidak, itu saja. Makanya seperti di Iran, mereka punya pemimpin spiritual seperti para Ayatollah, yang menjadi tempat bertanya bagi segala persoalan agama dan juga persoalan kekinian, istilahnya marja’. Masih menurut keyakinan Syiah, Imam Mahdi dapat berkomiunikasi dengan para marja’ atau orang alim (entah bagaimana caranya) Untukuntuk membantu memimpin umat….. . Jadi orang sunni menganggap tambahan ‘Ali waliyullah’ itu bid’ah (mengada-ada), tapi tidak demikian bagi syiah, karena mereka punya Imam yang ditaqlid… Begitu saja jawaban saya..

      • ihsan berkata:

        @ Laccolith Seno,;Sungguh menggelikan dan juga menyedihkan dgn jawaban anda yg membela syi’ah,tetapi begitulah cara orang syi’ah yg bertaqlid kpd “imam”nya,walau tdk masuk akal. Memang betul apa yg dikatakan sdr.Iwan itu,bahwa apa yg dilakukan org Syi’ah TIDAK ada dalilnya dari Nabi SAW. Mana dalilnya kepemimpinan yg diwariskan pd Ali bin Abithalib dan seterusnya kpd 11 org keturunannya?Hadits Ghadir Khum? Itukan cuma karangan org Syi’ah,apa lebih penting dan berharga mengikuti “Imam” daripada mengikuti ajaran (Sunnah) Rasulullah SAW?Apalagi Kau percaya pula kpd Imam Mahdi yang “ghaib ” sejak 1400 tahun yg lalu? Kemana otak anda,kok ada orang yg dipercaya masih “hidup” selama 14 Abad? Mikir dong,jangan mau dibodohi oleh pendeta2 Syi’ah BODOH itu. Kalian persis seperti org Kristen yg dibodohi oleh Sri Paus,ngikut aja tanpa mikir, percuma punya otak. Dalam Al-Qur’an aja,Allah SWT selalu mengakhiri ayatnya dgn”Apakah kamu tdk berfikir”? Kalau Kau bodoh tentang “syi’ah”, jangan pula ngajarin orang yg ilmunya lebih banyak. Dasar org syi’ah selain SESAT,juga memalukan. Kiyai Khomeini yg kalian bangga2kan itu aja sudah divonis KAFIR oleh Rabithah ‘Alam Islami yg berpusat di Makkah Mukarramah pada thn 1987 M yl..

    • menujumu22 berkata:

      Ya, ujung-ujungnya, spt Firman Allah [2:269]:

      “Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” [2:269]

  110. iwan berkata:

    syiah ga usah kita lalui dgn pemahaman pemahaman yg berbeda… hal yg sepele sbg bukti kasus keinginan nafsu saja bisa diliat dr azan syiah… khususnya kpd para syiah jika dpt menjawab ini maka saya akan masuk syiah.. apakah azan dizaman rosulullah menggunakan ” ali waliyullah?” silahkan dijawab..

    • Laccolith Xeno berkata:

      Untuk sdr. Iwan: saya ingin mencoba menjawab dengan ilmu saya yang sedikit tentang syiah. Sepeninggal rasullullah saww, kepemimpinan Islam oleh rasullullah diwariskan kepada Imam Ali (Ali bin Abi Thalib r.a) dan keturunannya (Hasan (Imam Syiah kedua) dan Husein (Imam syiah ketiga..keduanya cucunda rasulullah saww). Tentang estafet kepemimpinan ini sangat jelas dalam hadis Ghadir Khum dan rasulullah saww sendiri yang menginginkan tongkat estafet seperti demikian (tingkatan hadis shahih, tapi tidak banyak diketahui), jadi bukan diteruskan ke Abu Bakar, Umar ataupun Usman. Setelah Imam Ali, masih ada 11 imam yang datang kemudian…hingga Imam Mahdi (Muhammad al-Mahdi; tentang Imam Mahdi juga ada hadisnya,…bahwa ia akan mempunyai nama sama seperti namaku..begitu sabda Rasullullah saww). Jadi di dalam syiah, diharuskan untuk taqlid (patuh, mengikut) kepada pemimpin yaitu para Imam, dan ini masuk akal karena para Imam adalah wakil Tuhan dalam membimbing manusia. Dan dalam syiah dikatakan bahwa para imam ini maksum (terpelihara dari dosa). Nah, jadi menurut saya penambahan kata2 “Ali waliyullah” ini dimasukkan pada masa sesudah Imam Ali, atas saran atau usulan Imam berikutnya (pastinya/atau sejarahnya saya juga belum tahu, tapi pemikiran saya seperti itu). Inilah bedanya sunni dan syiah. Syiah punya Imam, untuk ditaqlid, untuk tempat bertanya tentang masalah kekinian, beda dengan sunni, tidak punya gurupun (hanya belajar dari buku bacaan) orang sunni oke2 saja. Dalam keyakinan syiah, semua Imam Syiah yang dua belas orang sudah terlahir, semuanya sudah meningal dunia, kecuali Imam Muhammad al-Mahdi (keturunan rasullullah dari Fatimah dan Ali bin Abi Thalib). Beliau saat ini sedang ghaib, dan akan muncul saat menjelang hari kiamat. Jika anda dapat meyakini bahwa Nabi Isa akan turun ke bumi saat menjelang akhir zaman tentu anda juga dapat saja meyakini apa yang diyakini syiah (Bagi Allah swt tidak ada yang mustahil), hanya masalahnya mau percaya atau tidak, itu saja. Makanya seperti di Iran, mereka punya pemimpin spiritual seperti para Ayatollah, yang menjadi tempat bertanya bagi segala persoalan agama dan juga persoalan kekinian, istilahnya marja’. Masih menurut keyakinan Syiah, Imam Mahdi dapat berkomiunikasi dengan para marja’ atau orang alim (entah bagaimana caranya) untuk membantu memimpin umat….. . Jadi orang sunni menganggap tambahan ‘Ali waliyullah’ itu bid’ah (mengada-ada), tapi tidak demikian bagi syiah, karena mereka punya Imam yang ditaqlid… Begitu saja jawaban saya..

  111. Laccolith Xeno berkata:

    saya ingin mencoba menjawab dengan ilmu saya yang sedikit tentang syiah. Sepeninggal rasullullah saww, kepemimpinan Islam oleh rasullullah diwariskan kepada Imam Ali (Ali bin Abi Thalib r.a) dan keturunannya (Hasan (Imam Syiah kedua) dan Husein (Imam syiah ketiga..keduanya cucunda rasulullah saww). Tentang estafet kepemimpinan ini sangat jelas dalam hadis Ghadir Khum dan rasulullah saww sendiri yang menginginkan tongkat estafet seperti demikian (tingkatan hadis shahih, tapi tidak banyak diketahui), jadi bukan diteruskan ke Abu Bakar, Umar ataupun Usman. Setelah Imam Ali, masih ada 11 imam yang datang kemudian…hingga Imam Mahdi (Muhammad al-Mahdi; tentang Imam Mahdi juga ada hadisnya,…bahwa ia akan mempunyai nama sama seperti namaku..begitu sabda Rasullullah saww). Jadi di dalam syiah, diharuskan untuk taqlid (patuh, mengikut) kepada pemimpin yaitu para Imam, dan ini masuk akal karena para Imam adalah wakil Tuhan dalam membimbing manusia. Dan dalam syiah dikatakan bahwa para imam ini maksum (terpelihara dari dosa). Nah, jadi menurut saya penambahan kata2 “Ali waliyullah” ini dimasukkan pada masa sesudah Imam Ali, atas saran atau usulan Imam berikutnya (pastinya/atau sejarahnya saya juga belum tahu, tapi pemikiran saya seperti itu). Inilah bedanya sunni dan syiah. Syiah punya Imam, untuk ditaqlid, untuk tempat bertanya tentang masalah kekinian, beda dengan sunni, tidak punya gurupun (hanya belajar dari buku bacaan) orang sunni oke2 saja. Dalam keyakinan syiah, semua Imam Syiah yang dua belas orang sudah terlahir, semuanya sudah meningal dunia, kecuali Imam Muhammad al-Mahdi (keturunan rasullullah dari Fatimah dan Ali bin Abi Thalib). Beliau saat ini sedang ghaib, dan akan muncul saat menjelang hari kiamat. Jika anda dapat meyakini bahwa Nabi Isa akan turun ke bumi saat menjelang akhir zaman tentu anda juga dapat saja meyakini apa yang diyakini syiah (Bagi Allah swt tidak ada yang mustahil), hanya masalahnya mau percaya atau tidak, itu saja. Makanya seperti di Iran, mereka punya pemimpin spiritual seperti para Ayatollah, yang menjadi tempat bertanya bagi segala persoalan agama dan juga persoalan kekinian, istilahnya marja’. Masih menurut keyakinan Syiah, Imam Mahdi dapat berkomiunikasi dengan para marja’ atau orang alim (entah bagaimana caranya) untuk membantu memimpin umat….. . Jadi orang sunni menganggap tambahan ‘Ali waliyullah’ itu bid’ah (mengada-ada), tapi tidak demikian bagi syiah, karena mereka punya Imam yang ditaqlid… Begitu saja jawaban saya..

    • jaya berkata:

      Yang jadi masalah Syiah di Indonesia ini sekarang sedang bertaqiyah. Mengingat pengikutnya belum mayoritas. Nanti setelah mayoritas maka bukan sesuatu yang aneh akan menjadi syiah seperti yang ada di Iran. Dimana mereka secara terang2an melaknat para sahabat dan istri nabi bahkan mengkafirkannya dan bahkan menyatakan ahlul sunnah adalah kafir juga. Jika kita perhatikan syahadat syiah di Iran berbeda dengan ahlul sunnah. Syahadat syiah ada penambahan kesaksian terhadap Ali dan pernyataan kekafiran ketiga shabat dan kedua istri nabi. Al Qur’an yang kita yakini sekarang bagi mereka hanya sementara saja sampai diturunkannya lagi al qur’an musaf fatimah (oleh imam mahdi) yang banyak ayatnya 3 kali lipat dan tidak ada satupun huruf dan bahasa yang sama dengan Al Qur’an yang sekarang. Itu sudah merupakan keyakinan dari Syiah Imamiyah.
      Mereka selalu berlindung atas nama Ahlul Bait. Padahal Ahlul Sunnah sangat mencintai dan menghormati Ahlul Bait.
      Seperti itukah akhlak para Ahlul Bait ? mencela, melaknat bahkan mengkafirkan para sahabat ?
      Apakah Sayidina Ali, Fatimah, Hasan dan Husein adalah orang2 yang suka melaknat para sahabat ? Apakah mereka mencontohkan perbuatan tersebut terutama didalam setiap do’anya ?

      22 tahun Nabi Muhammad berjuang bersama para sahabat bahkan Alloh pun meridhoi mereka (para sahabat) namun tiba2 setelah wafatnya Rasul para sahabat dan istri nabi langsung dianggap kafir dan murtad oleh mereka. Logiskah ?

      Intinya waspadalah dengan ajaran syiah. Jangan pernah percaya seratus persen terhadap mereka. Kewaspadaan tingkat tinggi harus terus dipertahankan.
      Jika mereka mengaku ahlul bait nasihati saja untuk menjadi ahlul bait yang baik seperti yang dicontohkan Rasul, Sayidina Ali dan Fatimah yang tidak mencela-cela dan melaknat-laknat para sahabat.

    • Airiansyah berkata:

      ;”Imam mahdi dapat berkomunikasi dengan para marja atau orang alim ( entah bagaimana caranya)”
      Keyakinan tentang imam mahdi syiah dengan nabi isa tidak bisa disamakan saya tidak bisa meyakini keyakinan syiah. sebab berita tentang turunya nabi isa as ini jelas2 tertulis dalam al’quran dan hadist.sedang keyakinan syiah yg anda sampaikanmnrut hasil pemikiran manusia.bagaimana mungkin seseorang syiah dapat mengatakan yg demikian bila saat ini mushaf fatimah masih ada pada imam mahdi sedang imam mahdi akan muncul apabila akan datang hari kiamat dan tidak adaseorangpun( yg saya tahu) bahkan ahlul bait sekalipun yg meriwayatkan hadistnya.terimakasih.

    • menujumu22 berkata:

      tadinya, sy pikir juga begitu begitu boz. namun setelah lihat video, & khotbah bang jalal ‘ada bonusnya’. ‘Mengerikan’. Coba liat sendiri:

      1. http://www.youtube.com/watch?v=xzf2zqJPhVY
      2. http://www.youtube.com/watch?v=euf1o9RnhEM
      3. http://www.youtube.com/watch?v=_nrPHPDrbg8
      4. http://www.youtube.com/watch?v=UPKWbVBcvlI

  112. gandhen aryo nanggolo berkata:

    Salamu alaika ya akhi dan akhina sesama muslimin dan muslimat. Muminin dan mukminat.
    Membaca ulasan para saudara saudara sesama disini sungguh saya merasa takjub dan memberi hormat yang setinggi tingginya.
    Sungguh saudara saudara ku diberikan suatu kelebihan bisa mempelajari agama begitu luas dan tingginya.
    Saya sebagai manusia biasa sering kali lupa apa yang pernah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu, sehingga sering saya ditegur dan diingatkan oleh seseorang yg pernah mendengar ucapan saya tersebut.
    Rasulullah SAW, hidup 1.400 tahun lebih dari saat ini.
    Ada hadis beliau yang mengatakan, umat yang sangat aq cintai adalah umat sesudah ku. Mereka mengimani tanpa bertemu dengan ku.
    Agama diturunkan kemuka bumi ini untuk menjadikan kita manusia yang amal makruf nahi munkar.
    Bukan untuk saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya, saling kafir mengkafirkan. Islam itu rahmatan lilalamin. Yang terpenting adalah amal perbuatan.
    Masalah perbedaan tidak perlu diumbar didalam media seperti ini. Bersilahturahmilah kepada para pemikir aliran aliran yang ada. Lakukan diskusi, tanya jawab, belajar mengajar, saling mengisi, tentunya saling menghormati.
    Buat saya hidup dijaman sekarang sungguh sangat rumit, tinggi godaannya, banyak pernak perniknya. Jadi janganlah dipersulit lagi dengan hal hal yg sungguh diluar kekuasaan dan kemampuan kita sebagai manusia biasa.
    Buat yang mengimani mazhab suni, jalankanlah apa yg diimani dengan sesempurna mungkin, demikian pula untuk mazhab syiah.
    Juga mazhab mazhab lain yg diakui oleh konstitusi ulama ulama dunia beberapa waktu yg lalu.
    Sikap yang seperti ini saya punya keyakinan yg sangat dalam sangatlah sulit buat dijalankan, untuk melakukan hal demikian dibutuhkan keimanan yang sangat luar biasa baiknya.
    Pada era rasulullah pun sering kali beliau tidak mempermasalahkan perbedaan diantara umatnya. Tidak menyalahkan satu dan lainnya. Beliau mengamini.
    Kita sekarang berada 1.400 tahun paska beliau, apa masih mau menang menangan? Kafir kafiran, bid’ah bid’ahan, gontok gontokan?
    Kalau tidak mengimani mazhab lain hormatilah, cari tau, pelajari, setelah bisa memilah mana yg benar kuat kita. Imanilah jalankanlah dengan sepenuh hati.
    Karena kita beribadah hanya untuk keridhaan Allah azza wa jalla menerima kita dalam kehidupan yg kekal dan abadi dalam kedudukan yg tinggi dan mulia disisiNya, Rasulullah dan keluarganya juga para sahabatnya.
    Afwan wa shalawat

  113. Muhammad Iqbal berkata:

    Saya pernah bertugas jadi staff Kedubes RI di Iran
    Syi’ah itu Sesat Bosss// Naudzubillah saya paling tahu kesesatan syi’ah.. Ritual Tukar Pasangan Swinger Party Seks di Samping Mesjid mereka, dan ulama mereka ikut turut serta mendo’akannya.

  114. Hater berkata:

    Penulis menulis seperti ini di atas:
    “Sama halnya saya juga mempunyai banyak teman dari berbagai agama, suku, dan etnis, tetapi hubungan kami baik-baik saja. Dalam pemahaman saya yang masih awam ini, Syiah itu masih Islam (berbeda dengan Ahmadiyah yang sudah dinyatakan diluar Islam). Tidak perlu dipertentangkan dengan tajam antara Syiah dan Sunni, baik orang Sunni maupun Syiah sama-sama mencintai Ahlul Bait”.

    Ngawur! Ngawur! Ngawur!
    Semoga penulis tidak ikut Syi’ah…belajar agama lagi lebih mendalam…

  115. yusrizal berkata:

    Syi’ah sendiri kan ada bermacam-macam, seperti Imamiyyah, Ismailiyyah, Zaidiyyah, Saba-iyyah, dll.
    Masing-masing dari golongan Syi’ah itu juga memiliki pemahaman dan ideologi Islam yang berbeda-beda.
    Kalau yg sering disebut menolak para sahabat selain Ali dan memiliki perbedaan cukup banyak dengan ajaran Islam umumnya, itu Syi’ah Rafidhah atau disebut juga Imamiyyah itsna Asyariah.

    Kalau menurut pemahaman saya pribadi, saya ga ingin memukul rata semua Syi’ah itu bukan Islam. Yang banyak beredar di kalangan orang Sunni sekarang itu kebanyakan poin-poin negatif dari Syi’ah, padahal Syi’ah sendiri ada berbagai golongan lagi.

    Lebih baik kita menjalin hubungan baik sesama manusia. Jangan menimbulkan permusuhan di antara satu sama lain. Salah satunya yg menimbulkan permasalahan adalah: Menghakimi golongan lain itu sesat dan mengumbar-umbar poin2 negatif dari golongan tersebut, padahal tidak semua poin negatif itu adalah milik keseluruhan golongan tersebut.

    Misalnya, ada seorang Muslim melakukan kejahatan teroris. Apakah bijak jika kemudian orang dari agama selain Islam menghakimi bahwa “Islam adalah teroris” secara keseluruhan? Tentu tidak begitu kan.

  116. Jati berkata:

    katanya oh katanya…katanya oh katanya….euceuk jeung cenah….

    • Justnuna berkata:

      Waduhhh panjang rek ini bahasannya. Tapi menarik :) buat saya pribadi lakum dinukum waliyadin. Sunni-syiah-kristen-budha-hindu apapun itu tetap lakum dinukum waliyadin. Yang penting rasa toleransi dalam beragama. Tekan rasa egois dan merasa paling benar. Itu saja sudah cukup menjadi syarat kedamaian.

  117. Bukan Hamba Bulan Bintang berkata:

    Siapa yang patut dicontoh dalam berislam dan beriman? Semua Ulama, Kiyai, Syekh, Wali, Haji pasti akan MENGAKU mengikuti Rasulullah SAW. Tapi kenapa umat jadi berbeda-beda? Sudah tentu mereka mengikuti persepsi terhadap Rasulullah SAW.

    ISLAM itu adalah MENGIKUTI/TUNDUK pada utusan Allah. Bila ada yang dengan sadar tidak mengikuti/tunduk pada Rasulullah, layakkah dia disebut Islam? Keberagaman terhadap Islam adalah bukti adanya PERCABANGAN dalam mengikuti/tunduk pada utusan Allah. Percabangan dimulai antara Ali bin Abu Thalib VS Abu Bakar-Umar-Ustman-Muawiyah. Siapa yang layak diikuti? Seperti halnya umat GENERASI AWAL dibebaskan dalam memilih, maka sesuai PRINSIP KEADILAN hal itu harusnya juga berlaku bagi GENERASI SEKARANG. Setiap orang BERHAK MEMILIH ingin ISLAM YANG MANA, tunduk pada siapa, mengikuti siapa.

    Tidak ada paksaan dalam agama. Agama ISLAM bukan milik oknum2 tertentu. ISLAM adalah mengikuti/tunduk pada pemimpin2 ILAHI di bumi, sejak Khalifah ADAM hingga Imam MAHDI. Pekerjaan umat adalah mencari siapa pemimpinnya. Tidak ada sejak dulu agama Allah dipimpin/diurus/diimami oleh para koruptor tamak pencari kekayaan dan penyebar fitnah demi kekuasaan. Pemimpin/Imam agama Allah yang membawa rahmat bagi seluruh alam itu telah hilang/GHAIB. Banyaknya yang menguasai mimbar sekarang adalah Imam2/pemimpin2 robot, tidak dapat memimpin, tidak bijaksana, hanya menyalahkan pihak lain atas keterpurukan Islam. Rusaknya mayoritas umat akibat dari kepemimpinan yang gagal.

  118. Justnuna berkata:

    Waduhhh panjang rek ini bahasannya. Tapi menarik :) buat saya pribadi lakum dinukum waliyadin. Sunni-syiah-kristen-budha-hindu apapun itu tetap lakum dinukum waliyadin. Yang penting rasa toleransi dalam beragama. Tekan rasa egois dan merasa paling benar. Itu saja sudah cukup menjadi syarat kedamaian.

  119. ANSHORUS-SUNNAH ASSALAFY berkata:

    WA NA’UUDZUBILLAAHI MINASY-SYI’IE

  120. PEMEBELA SUNNAH DI INDONESIA berkata:

    Bismillaahirrohmaanirrohiem
    KAMI SAMPAIKAN INFORMASI PENTING DAN BERHARGA BAGI SEGENAP KAUM MUSLIMIN/MAT DIMANAPUN BERADA YG MENCINTAI ALLOH DAN ROSULNYA DARI RACUN/VIRUS YG KRONIS DAN LATEN YG BERNAMA PENYIMPANGAN AGAMA MADE IN ABDULLOH BIN SABA’ AL-YAHUD YAITU AGAMA SYIAH (karena memang syiah bukanlah bagian dari ISLAM selama-lamanya sampai qiamat) SILAHKAN MENGAKSES SITUS: http://WWW.HAULASYIAH.WORDPRESS.COM
    Semoga berfaidah
    SEBARKANKAN KPD SAUDARA-SAUDARA KITA KAUM MUSLIMIN LAINNYA AGAR TERSELAMATKAN AGAMANYA DARI RACUN/VIRUS MADE IN YAHUDI KARYA bapak abdulloh bin saba’ alyahud LAKNATULLOHI ALAIH….!!!!

  121. aan berkata:

    bagi w aliran2 yg menyimpang dr al-quran dan nabi muhammad..nabi akhir zaman… ntu dah pztie salah bgt dan haram untuk di ikuti..bagi w allah sudah jelas memberi kan jawaban2nya melalui al-quran..jd jika ada org islam yg melakukan ibadahnya tanpa mengikuti ketetapan yg allah buat..sudah pztie dya bkan islam..
    pikirkan baik2 itu kawan…

  122. menujumu22 berkata:

    kata pak quraish shihab, shiah ada beberapa aliran. sy tidak tahu. hanya, beberapa hr lalu, sy lihat video di youtube. khotbah ulama shiah. isinya 180drajat berbeda dr pemahaman di atas. abu bakar & umar sangat berbeda dengan dengan pemahaman non siah. juga sangat buruk kpd aisyah & hafsah. juga, quran yg sekarang adalah sementara. nunggu mushaf fatimah datang isinya 17rban ayat.

    klo berteman dg non-shiah, perbedaan itu tdk disebutkan. spy tdk konflik. klo jumlahnya memadai, mungkin berbeda. jadi ‘baik-baik’ saja, spt tulisan di atas. pengalaman sy begitu. klo dibandingkan dg ahmadiyah, tambahannya ghulam ahmad. rasanya, shiah lebih ‘mengerikan’ krn keyakinan & ucapan kpd sahabat & istri nabi.

    itu pendapat. biar, biar fair, cari youtube ‘shii why we hate omar’, ato ‘aisyah’. atau google ‘ajaran shiah’. baru komentar tulisan disambung. ucapan buruk, tidak disebutkan. dalam beberapa forum pak jalal menyebutnya ‘fitnah’, padahal di ceramahnya ‘juga mirip’.

    biar terhindar dari fitnah, youtube sendiri:
    1. http://www.youtube.com/watch?v=xzf2zqJPhVY
    2. http://www.youtube.com/watch?v=euf1o9RnhEM
    3. http://www.youtube.com/watch?v=_nrPHPDrbg8
    4. http://www.youtube.com/watch?v=UPKWbVBcvlI

    selesai lihat, ditunggu komentar admin. ya admin ya. bener lho, biar obyektif. kan ‘mendosen’.
    klo ada kesalahan itu saya, kebenaran hanya milik Allah. Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yg terkutuk.

  123. Ibnu Ali berkata:

    kalau kita menjadi penganut syi’ah maka kita akan ditanamkan cinta ahlul bait yang sempit, karena istri nabi bukan ahlul bait, bahkan mereka mencaci maki istri nabi. Jadi sesungguhnya ketika kita masuk syi’ah berarti menyakini bahwa nabi saw gagal memilih istri dan tidak layak jadi teladan keluarganya. Kedua : Mereka meyakini bahwa Abu Bakar, Umar, dan Ustman merebut kekhilafahan dari Ali. Berarti Nabi gagal mendidik sahabatnya, karena begitu beliau meninggal sahabatnya berebut kekuasaan. Jadi nabi sebagai nabi telah gagal dalam keyakinin orang syi’ah sadar atau tidak mereka sadari. Semua itu amat sangat bertentangan dengan al qur’an, sabda nabi sendiri dan logika serta sejarah. Al Qur-an memuji istri nabi dalam surat al ahzab, memuji kaum muhajiri dan anshar dan menyediakan bagi mereka surga yang kekal abadi dan keridhaan Allah. Hadits nabi yang jumlahnya ribuan memuji para sahabat. Karena islam telah sampai kepada kita melalui mereka. Secara sejarah kaum syi’ah itu buta dgn realitas sejarah, bahwa Ali menjadi penasehat di zaman Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tidak ada penentangan dari Ali. Kalau memang Ali lebih berhak kenapa beliau tidak pernah mengerahkan pasukannya untuk berjihad merebut hak nya. jadi tidak ada masalah dalam pandangan Ali bin Abi Thalib sendiri. Ali menamakan anak dan cucunya dengan nama Abu Bakar, Umar dan Ustman. Jadi tidak ada rasa dengki dan iri. Bahkan akhirnya Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah ke 4. Maka khulafaur Rasyidin itu 4 orang. Dan sejarah sdh selesai. Ali sudah jadi khalifah yang berarti selesai semuanya. Maka janganlah kita menghancurkan dan mengungkit-ungkit sejarah cemerlang umat Islam dengan ajaran syi’ah. Toh semua adalah kebangaan bagi umat Islam. Semoga orang-orang syi’ah dan simpatisannya sadar.

  124. Aris Priyono berkata:

    “Syiah adalah sebuah sekte di dalam Islam, selain Sunni. Kitab suci dan nabinya sama”
    mas kalo belom ngerti syiah gak usah sok ngajarin orang. banyak website lain yang jauh lebih bermutu. kalo mau copas aja itu lebih baik. kecuali ente syiah ya gak heran.

  125. warto berkata:

    Org suni pake literatur sunni, org syiah pake literatur syiah…. wajar tho…. aneh jg kalo ada yg blg kenal org syiah, alqurannya sama, nabinya dan shalatnya sama, lalu diblg ooo itu syiah pandai bohong/taqiyah…. lalu kalo ada yg lg mempelajari sejarah syah… lalu dibilang jgn pelajari syiah dari literatur org syiah saja spy fair… coba baca tulisan sunni… yg jelas kalo baca ttg syiah dr org sunni apa jadi fair kalo org sunni selalu klaim syiah sesat? lalu org syiah gak punya hak bela diri dihujat sesat???? lalu apa pasti org sunni gak ada yg bohong??? pasti benar dan pasti jujur??? tahu gak di Indonesia banyak org sunni tp koruptor merajalela..??? semua sunni jujur??? semua syiah pembohong???? ini ada or2 yg sdh kebabalsan merasa jadi Tuhan, mrk ini yg ngaku paling benar tp mau mengaimbil hak Tuhan… konyollll!!!!!

  126. bejo berkata:

    adakah didalam alquran dan hadist nabi muhammad yang mengatakan untuk mengharuskan mencela… memaki dan mengkafirkan abu bakar… umar…. utsman dan aisyah…..

    klu tidak ada maka buang jauh jauh fatwa tentang pengkafiran para sahabat nabi muhammad saw… begitu aja report

  127. Purwanto berkata:

    nyuwunsewu kalau boleh saya berkomentar, maaf saya hanya melihat dari kacamata etika saja jika kita menjelek-jelekan orang lain atau mencaci maki orang lain siapa pun itu secara etika tidak terpuji apalagi dari keluarga Nabi Muhammad SAW yang mulia, coba kita renungkan bersama kalau orangtua kita kakak kita istri kita anak kita dimaki orang lain pasti kita akan marah, sakit hati dll apakah saudara kita yang syiah dapat menjelaskan kenapa saudara (syiah) mencaci – maki sahabat Nabi SAW dan juga istri Nabi SAW , saya saja yang hanya manusia biasa yang tidak punya gelar dan kekuasaan sedih , marah jika orang lain mencaci maki orang – orang yang saya cintai apa saudara tidak marah dan sakit hati jika orang terdekat anda di caci maki ? apakah itu ajaran yang akan membawa keberkahan semoga kita mendapat petunjuk dari Allah SWT.

  128. paimin berkata:

    One of his pupils tells us Sayyid Hussein Musawi, a former student Homeinjai, who later accepted Islam, reveals in his book, ‘To Allah then for History, “the truth about Shiaism, among other things, about their experiences with their former teacher. Here is an excerpt from the book: When Khomeini lived in Iraq, we used the opportunity to visit it every day to learn from him, until finally strengthen our personal relationship. Khomeini received a call from a distant place, and he asked me to him on this journey that he be accompanied. I agreed. When we arrived, we received a very warm and friendly. Later, on returning, “said Imam (Khomeini) that we will stop in Baghdad to visit a place called Etaifeya, where he stayed Iraqi SAHEB Sayyid, who was a close friend of Khomeini. The man was delighted by the unexpected visit Khomeini. It was noon, and he began to prepare lunch and phoned one of his close cousin. House was full of people who wanted to see Khomeini. Khomeini’s friend asked him to stay the night and Khomeini accepted the invitation. When it was time for lunch they brought food and everyone began to love Khomeini hand and began to ask questions. When it was time to sleep, they all left the house except family – Sayyid SAHEB. Khomeini saw one little girl, daughter of Sayyid SAHEB, which had only four years and was very nice. Khomeini was asked Sayyid SAHEB that brought him to his room so he could do with it MUTAH (enjoyment), and the fact that there were girls and adults in the house but he ignored them. To my surprise, the father consented, with an expression on the face of overwhelming joy. Khomeini took the girl to his room all night and we heard a terrible cry of the little girls in his room. When it dawned, we were all moved to the breakfast table. Khomeini has noticed a clear expression of disapproval on my face what happened that night, and he asked me: “Oh Sayyid Hussain, what you say about MUTAH (enjoyment) with a small child?” I said (in my mind I could not criticize it publicly), “O Imam, the answer will be your answer, because I’m just a student.” Khomeini replied that it was okay to do with the MUTAH child, only to be met by touching the genitals and a loving, and establishes a connection between his legs, but must be careful not to reach into the vagina, because it can not handle. Evidence for this is what is done

    We can see in his fatwa in a book he wrote Tahrir al-Wasilla (Tom-2, Page-241 / books on marriage) مسألة 12: لا يجوز وطء الزوجة قبل إكمال تسع سنين, دواما كان النكاح أو منقطعا, وأما سائر الاستمتاعات كاللمس بشهوة والضم والتفخيذ فلا بأس بها حتى فى الرضيعة. Translation: Not allowed to have sex with his wife, while she turns 9 years. whether temporary or permanent marriage. Like other specialties, with a touch of joy, hugging and thigh nasladzivanje medzi it’s not a problem, even if it is novorodzence. (NEUDHUBILLAH)

    • 4lastday berkata:

      Saya kutip tulisan di atas I:
      “Syiah berbeda dengan Ahmadiyah. Ahmadiyah bukan sekte, tetapi ajaran baru yang diluar Islam. Perbedaan mendasar Ahmadiyah dengan Syiah adalah orang Ahmadiyah mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi sesudah Muhammad SAW. Pengakuan ini bertentangan dengan hadis Nabi yang mengatakan tidak ada lagi Nabi sesudah dirinya, beliaulah Nabi penutup zaman. Disitu bedanya antara Syiah dan Ahmadiyah.”

      Komentar:
      1. Ahmadiyah mengakui ‘Ghulam Ahmad’ sebagai nabi, jadi ada nabi setelah Muhammad saw, maka di luar Islam. Muhammad penutup nabi-nabi [33:40]
      “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [33:40]

      “Allah menjadikan Muhammad sebagai penutup para nabi dan rasul, serta menjadikan syari’at yang dibawanya sebagai syari’at penutup. Allah memerintahkan kepada seluruh manusia untuk beriman & mengikuti syari’at yang dibawa oleh Muhammad sampai Hari Kiamat, yang hal ini secara otomatis menghapus seluruh syari’at selainnya.

      Dan adanya perintah Allah untuk menyampaikannya kepada seluruh manusia, menjadikan syariat agama Muhammad tetap abadi & terjaga. Adalah suatu kemustahilan, Allah membebani hamba-hamba-Nya untuk mengikuti sebuah syari’at yang bisa punah. Sudah kita maklumi bahwa dua sumber utama syari’at Islam adalah Al-Qur`an & As-Sunnah. Maka bila Al-Qur’an telah dijamin keabadiannya, tentu As-Sunnah pun demikian ( Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fi al Aqaid wa Al Ahkam, karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal. 19-20)”

      2. Shiah percaya Imam 12, yang maksum. Maksum artinya, bebas dosa & ucapannya adalah hujjah/hukum. Pertanyaannya, apa bedanya nabi dengan maksum. Kan sama. Hanya pakai istilah beda. kalau Muhammad nabi, Imam Maksum. Padahal sama. Bebas dosa & ucapannya adalah hujah. Jadi, meyakini 12 ‘nabi’ setelah Muhammad dengan ‘istilah’ Imam yg maksum, sedangkan Ahmadiyah ‘langsung’ menggunakan istilah nabi. Silahkan disimpulkan.

      3. Kalau sebatas meyakini Imam Ali lebih utama, dibanding yg lain, ya silahkan. Akan tetapi, menghujat, mengkafirkan para sahabat itu ‘luar biasa’ & tidak dicontohkan dalam sahadat Rasulullah. Lihat video & tulisan dilink di bawah.

      4. Dan, tidak mungkin Imam Ali bin Abi Thalib mengijinkan Umar bin Khathab menikah dengan putri Imam Ali (Lihat video di sini: http://selamat22.wordpress.com/2014/03/08/silsilah-sayidina-ali-bin-abu-thalib-ra/), seandainya Umar kafir. Bahkan mereka semua bersaudara amat dekat & menamakan putra-putrinya dengan nama Abu Bakar, Umar, Utsman, & Aisyah.

      5. Bahkan, Imam Ja’far Ash Shadiq (yg diyakini salah 1 Imam maksum) membantah keyakinan Shiah (Baca tulisan ini: http://tadaburtera.wordpress.com/2014/02/11/imam-jafar-ash-shadiq-manuskrip-perdebatan-dengan-orang-syiah/ ). Terus dari mana keyakinan itu??
      ———-
      Saya kutip tulisan di atas II:
      “Dalam pemahaman saya yang masih awam ini, Syiah itu masih Islam (berbeda dengan Ahmadiyah yang sudah dinyatakan diluar Islam). Tidak perlu dipertentangkan dengan tajam antara Syiah dan Sunni, baik orang Sunni maupun Syiah sama-sama mencintai Ahlul ”

      Komentar:
      1. Islam artinya taat, patuh hanya pada Allah. Silahkan dilihat link di atas, apakah masih ‘memenuhi’ atau tidak. Juga bagi yg lain, apakah sudah ‘menghisap dirinya’, sebelum dihisap?

      Di dalam atau di luar Islam tidak perlu dipertentangkan. Karena, memang bagian dari ‘ketentuan’ Tuhan yang harus diakui. Kalau Allah menghendaki, maka manusia akan dijadikan umat yg satu. Ini karena, Allah akan menguji: mana yg taat mana yg bangkang. Hanya kepada Allahlah kembalinya semua masalah. Allahu Akbar.

      “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) & batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan & janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan & jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,” [5:48]

      Yang bisa disampaikan adalah:

      “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah & pelajaran yang baik & bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya & Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” [16:125]

      “Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu”.” [10:108]

      “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [66:6]

      Kalau ada kesalahan, itu dari saya, mohon dimaafkan. Kebenaran hanya milik Allah.

    • 4lastday berkata:

      1. Larangan Rasulullah terhadap orang yg sudah mati:
      “Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah mencaci maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai pada balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” ” [Riwayat Bukhari]

      2. Larangan prasangka, mencari kesalahan, & menggunjing (apalagi yg sudah meninggal)
      “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” [49:12]

      3. Larangan membuka aib orang
      “Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Berbahagialah orang yang tersibukkan dengan AIBnya, sehingga ia tidak memperhatikan aib orang lain.”” [Riwayat Al-Bazzar dengan sanad hasan.]

      4. Menutup AIB
      “Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menurutpi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (AIBnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.”” [Riwayat Muslim.]

      5. AIB sendiri
      “Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti AIB diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain.” [HR. Ad-Dailami]

      6. Menutup AIB “Nasehat bagi kaum muslimin umumnya”.
      “Artinya, membimbing mereka menuju kemaslahatan dunia dan akhirat, tidak menyakiti mereka, mengajarkan kepada mereka urusan agama yang belum mereka ketahui dan membantu mereka dalam hal itu baik dengan perkataan maupun perbuatan, menutup aib dan kekurangan mereka, menolak segala bahaya yang dapat mencelakakan mereka, mendatangkan manfaat bagi mereka, memerintahkan mereka melakukan perkara yang ma’ruf dan melarang mereka berbuat mungkar dengan penuh kelembutan dan ketulusan.

      Mengasihi mereka, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda dari mereka, diselingi dengan memberi peringatan yang baik (mau‘izhah hasanah), tidak menipu dan berlaku hasad (iri) kepada mereka, mencintai kebaikan dan membenci perkara yang tidak disukai untuk mereka sebagaimana untuk diri sendiri, membela (hak) harta, harga diri, dan hak-hak mereka yang lainnya baik dengan perkataan maupun perbuatan, menganjurkan mereka untuk berperilaku dengan semua macam nasehat di atas, mendorong mereka untuk melaksanakan ketaatan dan sebagainya” [Syarh Shahih Muslim (II/34), I’lamul-Hadits (I/193)].

      6. Allah akan menutupi aibnya di dunia & di akhirat
      “Barangsiapa melapangkan kesusahan (kesempitan) untuk seorang mukmin di dunia maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat dan barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi AIB seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka menolong kawannya.

      Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah baginya jalan ke surga. Suatu kaum yang berkumpul dalam sebuah rumah dari rumah-rumah Allah, bertilawat Al Qur’an dan mempelajarinya bersama maka Allah akan menurunkan ketentraman dan menaungi mereka dengan rahmat. Para malaikat mengitari mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan para malaikat yang ada di sisiNya. Barangsiapa lambat dengan amalan-amalannya maka tidak dapat dipercepat dengan mengandalkan keturunannya.” [HR. Muslim]

      7. Janganlah saling mencari-cari AIB yang lain
      “Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari AIB yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” [Shahih Muslim No.4646]

      8. Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat
      “Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
      Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya. Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” [Shahih Muslim No.4677]

      9. Larangan membuka aib sendiri.
      “Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
      Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Semua umatku akan ditutupi segala kesalahannya kecuali orang-orang yang berbuat maksiat dengan terang-terangan. Masuk dalam kategori berbuat maksiat terang-terangan adalah bila seorang berbuat dosa di malam hari kemudian Allah telah menutupi dosanya, lalu dia berkata (kepada temannya): Hai Fulan! Tadi malam aku telah berbuat ini dan itu. Allah telah menutupi dosanya ketika di malam hari sehingga ia bermalam dalam keadaan ditutupi dosanya, kemudian di pagi hari ia sendiri menyingkap tirai penutup Allah dari dirinya.” [Shahih Muslim No.5306]

      10. Melihat AIB segera memperbaikinya.
      “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat AIB padanya dia segera memperbaikinya.” [HR. Bukhari]

      @Imam Khomeini sudah wafat, sudah meninggal. Beliau sudah memperoleh apa yg sudah diusahakannya. Ada larangan dari baginda Rasul. Taatlah kepada Allah & Rasulnya agar mendapat rahmat.

      11. Taat
      “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” [3:132]

      Kalau ada kesalahan, itu dari saya, mohon dimaafkan. Kebenaran hanya milik Allah.

  129. klo ga sholat jumat ya 100% sesat dan nyeleneh banget. gimana sih penulis blog ini. yang nulis ini pasti orang syiah jg yg sedang bertaqiah. DASAR SYIAH GOBLOK GAK ADA OTAKNYA

    • 4lastday berkata:

      1. Larangan Allah:
      “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,” [104:1]

      2. Tuntunan junjungan Rasulullah:
      “Dari Abu Darda’ Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah murka kepada orang yang berperangai jahat & berlidah kotor.”” [Hadits shahih riwayat Tirmidzi].

      “Menurut riwayatnya yang lain dalam hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud r.a: “Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, bukan yang suka melaknat, bukan yang berperangai jahat, & bukan pula yang berlidah kotor.” [Hadits hasan & shahih menurut Tirmidzi. Daruquthni menilainya hadits mauquf.]

      3. Perintah Allah: ajak dengan cara yg baik
      “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik & bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” [16:25]

      4. Taatilah, agar diberi rahmat
      “Dan taatilah Allah & Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” [3:132]

      • Perihal ayat2 diatas yg anda tulis itu lebih memberatkan di tujukan kepada orang-orang syiah. dan untuk orang2 yg telah mencaci maki para sahabat kta di haruskan bersikap tegas dan dilarang bersikap manis kepada mereka.

        LARANGAN BERSIKAP MANIS KEPADA ORANG2 SYIAH :
        Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullah- (w 728) berkata, “Allah mengetahui, dan cukuplah Allah yang Mahamengetahui, tidak adalah dalam seluruh kelompok yang menisbatkan kepada Islam dengan kebid’ahan dan kesesatan yang lebih parah dari mereka (orang-orang syi’ah rafidhah), tidak adalah yang lebih BODOH, lebih PENDUSTA, lebih ZALIM, lebih dekat kepada kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan, serta lebih jauh dari hakikat iman melebihi mereka (orang-orang syi’ah rafidah).” (Minhaj Sunnah, 1/160)

        Imam Malik –rahimahullah- (w 179) berkata, “Orang yang mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memiliki tempat dalam Islam.” (Sunnah, Al Khallal, 1/493)

        Beliau juga pernah ditanya bagaimana menyikapi orang-orang rafidhah, maka ia menjawab, “Jangan berbicara kepada mereka dan jangan bersikap MANIS, karena mereka semua pendusta.” (Minhaj Sunnah, 1/61)

        Al Qadhi Abu Yusuf –rahimahullah- (w 182) berkata, “Saya tidak shalat dibelakang seorang Jahmi, Rafidhi (penganut syi’ah rafidhah) dan qadari (penganut qadariyyah).” (Syarh Ushul I’tiqad Ahli Sunnah, 4/733)

        Imam Syafi’i –rahimahullah- (w 204) berkata, “Aku tidak pernah melihat seorang pun dari kalangan pengekor hawa nafsu yang paling berdusta dalam pengakuan dan paling palsu dalam kesaksian melebihi orang-orang rafidah.” (Ibnu Bathah dalam Al Ibanah Al Kubra, 2/545)

        Muhammad bin Yususf Al Faryabi –rahimahullah- (w 212) berkata, “Saya tidak memandang orang-orang rafidhah dan jahmiyah melainkan kezindikan (kufur).” (Syarh Ushul I’tiqad Ahli Sunnah, 8/1457)

        Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullah- (w 241) ketika ditanya oleh anak beliau Abdullah bin Ahmad perihal orang yang mencela seorang sahabat Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia berkata, “Aku tidak memandangnya berada diatas Islam.” (Sunnah, Al Khallal, 1/493)

        Imam Bukhari –rahimahullah- (w 256) berkata, “Aku shalat dibelakang seorang jahmi atau rafidhy sama dengan shalat dibelakang yahudi atau nasrani. Tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, membantu mereka, menikah, memberi kesaksian dan memakan sembelihan-sembelihan mereka.” (Khalq af’aal Al Ibaad, hal. 125)

        Abu Bakar Ibnul Arabi –rahimahullah- (w 543) berkata, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak merasa ridha dengan para sahabat Nabi Musa dan Nabi Isa. Orang-orang rafidhah pun tidak merasa ridha dengan para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika mereka menghukumi bahwa para sahabat Nabi itu telah bersepakat dalam kekufuran dan kebatilan.” (Al ‘Awashim wal Qawashim, hal. 192)

        Ibnul Jauzi –rahimahullah- (w 597) berkata, “Sikap berlebihan orang-orang rafidhah dalam mencintai Ali radhiyallahu ‘anhu telah membuat mereka mengarang hadis-hadis palsu yang sangat banyak tentang keutamaan Ali, yang kebanyakannya malah memperburuk Ali. Mereka juga memiliki madzhab-madzhab dalam fikih yang dibuat-buat, khurafat-khurafat yang menyelisihi ijma dalam banyak permasalahan … Keburukan-keburukan rafidhah tidak terhitung jumlahnya.” (Talbis Iblis, hal. 136-137)

        Beliau juga berkata, “Mereka orang-orang rafidah itu, jika tidak munafik, maka bodoh. Tidak ada orang jahmiyah dan tidak ada orang rafidhah kecuali ia itu munafik atau bodoh dengan ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada satu pun dari mereka yang alim tentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Minhaj Sunnah, 1/161)

        Ibnul Qayyim –rahimahullah- (w 751) berkata, “Orang-orang rafidah mengeluarkan kekufuran, celaan terhadap para tokoh sahabat, golongan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para pembela dan penolongnya dibalik nama cinta terhadap ahli bait, fanatisme dan loyalitas terhadap mereka.” (Ighastatul Lahfaan, 2/75)

        Ibnu Katsir –rahimahullah- (w 774) berkata, “Akan tetapi mereka itu (orang-orang syi’ah rafidhah) adalah kelompok yang sesat, golongan yang rendah, mereka berpegang kepada dalil-dalil yang mutasyabih (samar) dan meninggalkan perkara-perkara yang muhkamah (jelas) disisi para ulama Islam.” (Al Bidayah wa An Nihayah, 5/251)

      • 4lastday berkata:

        1. “PERTANYAANNYA LEBIH PINTAR MANA PENULIS BLOG YANG ANAK BARU KEMAREN MELEK AGAMA DI BANDINGKAN IMAM-IMAM BESAR TERDAHULU YANG TELAH JELAS KEILMUANNYA”

        Bukan membandingkan, antara para Imam itu dengan penulis blog. Apa yg disampaikan, ok. Tapi, pertanyaannya sudahkah kita masing-masing memeriksa amal sendiri, dibanding membuka ‘kesalahan’ orang. Jangan sampai, ‘ngurusin’ Shiah yg sudah jelas:

        a. Baca bantahan Imam Ja’far Ash-Shodiq (salah 1 Imam maksum), terhadap keyakinan salah Shiah. (Baca, BAGUS SEKALI http://selamat22.wordpress.com/2014/02/11/imam-jafar-ash-shadiq-ucapan-beliau-tentang-khalifah/).
        b. Mengajarkan shahadat yang tidak dicontohkan Rasul (LIHAT, BURUK SEKALI http://tadaburtera.blogspot.com/2014/02/apakah-allah-rasulnya-mengajarkan.html)
        c. Mengajarkan bahwa Imam Ali lebih utama, bahkan ‘bermusuhan’ dengan sahabat. Padahal cucu mereka saling menikah. Umar menikah dengan putri Ali bin Abu Thalib. Cucu Abu Bakar juga ada yg sahid di Karbala. (Lihat disini BAGUS SEKALI http://selamat22.wordpress.com/2014/03/08/silsilah-sayidina-ali-bin-abu-thalib-ra/)
        d. Malah lupa amal sendiri. Kenapa?

        2. Syarat masuk surga, Quran tidak menyebut suni atau syiah, seperti ayat berikut:

        “Dan barang siapa yang menaati Allah & Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid & orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

        Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.” [4:69-70]

        Jadi, peluang kita masuk surga adalah: syahid atau ‘shaleh’. Sudah??

        3. Kepada pembaca semua, saya mengajak untuk:
        a. membacakan Quran kepada semua orang, dimulai dari diri sendiri, kerabat dekat
        b. membantu pengadaan Quran & terjemahannya (boleh uangnya atau Qurannya)
        c. saat ini sudah berlangsung, termasuk di lapas, rutan. masih perlu banyak Quran
        d. seandanya menjelaskan, hindari cacian, kutukan. sehingga orang awam spt sy, bisa paham. klo cacian, pertama dilarang, kedua reaksinya adalah balasan cacian. kita yang awam ingin tahu, ‘binatang’ yg sebenarnya, malah bingung.

        4. Tidak semua mendapat anugrah, karena di hatinya ada penyakit
        Kepahaman itu Anugrah Allah. “Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an & As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” [2:269]

        “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; & bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” [2:10]

        “Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) & mereka mati dalam keadaan kafir.” [9:125]

        5. Obat penyakit hati adalah Quran:
        “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu & penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada & petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” [10:57]

        6. Kesesatan
        Ancaman bagi yg berpaling, “Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” [43:36]

        7. Mari baca, pahami, amalkan, & ajarkan Quran & Sunah. Agar, tiap individu telah terpasang benteng kuat, atas ijin Allah.

        8. Kalau salah itu dari saya, & mohon dimaafkan; kebenaran hanya milik Allah mutlaq. Amin.

  130. Fatwa Para Ulama Terdahulu Tentang Kafirnya Syi’ah

    Pendapat Tentang Kekafiran syi’ah

    Yang berpendapat bahwa Syi’ah itu kafir adalah para Imam-Imam Besar Islam, seperti: Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Bukhari dan lain-lain. Berikut ini kata-kata dari fatwa para Imam dan Ulama Islam mengenai golongan Rafidhah yang disebut dengan Itsna Asy’ariyah dan Ja’fariyah.

    Pernyataan pada Makalah-makalah Para Ulama Terkenal dan pada Buku-buku Induk Mereka.

    Akan dimulai dengan mengutarakan fatwa Imam Malik, kemudian Imam Ahmad, lalu Imam Bukhari. Selanjutnya saya akan utarakan fatwa Imam-imam yang lain sesuai dengan masa hidup mereka. Saya memilih fatwa para imam yang besar, atau para ulama yang hidup semasa dengan golongan Rafidhah (Syi’ah) yang tinggal dalam satu negeri atau dari kitab-kitab mereka dan dari ulama Islam yang mempelajari madzhab mereka.

    Imam Malik:

    Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar al Marwadzi, katanya: “Saya mendengar Abu Abdullah berkata, bahwa Imam Malik berkata: “Orang yang mencela[1] shahabat-shahabat Nabi, maka ia tidak termasuk dalam golongan Islam.”[2]
    Ibnu katsir berkata – dalam kaitan dengan firman Allah surah Al-Fath ayat 29:

    مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

    Artinya: Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

    Ia berkata: “Dari ayat ini, dalam satu riwayat dari Imam Malik, ia mengambil satu kesimpulan bahwa golongan Rafidhah, yaitu orang-orang yang membenci para shahabat Nabi saw adalah kafir. Beliau berkata: “Karena mereka ini membenci para shahabat. Barangsiapa membenci para shahabat, maka ia adalah kafir berdasarkan ayat ini.” Pendapat ini disepakati oleh segolongan ulama.[3]

    Al Qurthubi berkata: “Sungguh ucapan Imam Malik itu benar dan penafsirannya pun benar. Siapa pun yang menghina seseorang Shahabat atau mencela periwayatannya,[4] maka ia telah menentang Allah, Tuhan seru sekalian alam dan membatalkan syariat kaum Muslimin.[5]

    Imam Ahmad:

    Beberapa riwayat diriwayatkan orang darinya tentang pendapat beliau yang mengkafirkan golongan Syi’ah.
    Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar al Marwadzi, ia berkata: “Saya bertanya kepada Abu Abdullah tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan Aisyah? Jawabnya: Saya berpendapat bahwa dia bukan orang Islam.”[6]

    Al Khalal berkata: “Abdul Malik bin Abdul Hamid menceritakan kepadaku, katanya: “Saya mendengar Abu Abdullah berkata: “Barangsiapa mencela (Shahabat) maka aku khawatir ia menjadi kafir seperti halnya orang-orang Rafidhah. Kemudian beliau berkata: “Barangsiapa mencela Shahabat Nabi maka kami khawatir dia keluar dari Islam (tanpa disadari).”[7]

    Ia berkata: “Abdullah bin Ahmad bin Hambal bercerita kepada kami, katanya: “Saya bertanya kepada ayahku perihal seseorang yang mencela salah seorang dari Shahabat Nabi Saw. Maka jawabnya: “Saya berpendapat ia bukan orang Islam”.[8]

    Tersebut dalam kitab As Sunnah karya Imam Ahmad, mengenai pendapat beliau tentang golongan Rafidhah: “Mereka itu adalah golongan yang menjauhkan diri dari shahabat Muhammad saw dan mencelanya, menghinanya serta mengkafirkannya kecuali hanya empat orang saja yang tiada mereka kafirkan, yaitu: Ali, Ammar, Miqdad dan Salman. Golongan Rafidhah ini sama sekali bukan Islam.”[9]

    Syi’ah Itsna Asy’ariyah mengkafirkan para shahabat, kecuali beberapa orang yang jumlahnya tidak melebihi jari-jari satu tangan. Mereka melaknat shahabat, baik dalam doa, saat berziarah, di tempat-tempat pertemuan mereka maupun di dalam kitab-kitab induk mereka. Mereka mengkafirkan para shahabat sampai hari Kiamat.[10]

    Ibnu Abdil Qawiy berkata: “Imam Ahmad telah mengkafirkan orang-orang yang menjauhkan diri dari shahabat, orang yang mencela Aisyah, ummul Mukminin dan menuduhnya berbuat serong, padahal Allah telah mensucikannya dari tuduhan tersebut seraya beliau membaca ayat: “Allah menasehati kamu, agar kamu jangan mengulang hal seperti itu untuk selama-lamanya, jika kamu benar-benar beriman.”[11]

    Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan di dalam kitab Majmu’ al Fatawa, bahwa pernyataan mengkafirkan golongan Rafidhah seakan-akan ada perbedaan antara Imam Ahmad dan lain-lainnya.[12]

    Pernyataan-pernyataan Imam Ahmad yang tersebut di atas dengan jelas memuat kata mengkafirkan mereka. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah memperingatkan duduk persoalan pendapat yang tidak mengkafirkan golongan Rafidhah (Syi’ah), karena perbuatan mereka mencela Shahabat. Dengan demikian batallah anggapan
    tentang pernyataan Imam Ahmad yang seakan-akan bertentangan – kafir tidaknya Syi’ah.

    Selanjutnya Ibnu Taimiyyah berkata: “Adapun seseorang yang mencela shahabat dengan kata-kata yang tidak sampai mengingkari kejujuran mereka dan agama mereka, seperti mengatakan bahwa ada shahabat yang bakhil, atau penakut, atau kurang ilmunya, atau tidak zuhud dan sejenisnya, maka orang semacam ini wajib mendapatkan pengajaran dan hukuman. Tetapi kita tidak menggolongkannya sebagai orang kafir, semata-mata karena perbuatan tersebut. Demikianlah yang dimaksud oleh pernyataan kalangan ulama yang tidak mengkafirkan orang-orang yang mencela shahabat.[13]

    Maksudnya, barangsiapa mencela para shahabat dengan kata-kata yang mengingkari kejujuran mereka dan agama mereka, maka ia digolongkan sebagai orang kafir oleh sebagian kalangan ulama. Kalau begitu, lalu bagaimana halnya dengan orang yang menyatakan bahwa para shahabat telah murtad?

    Al Bukhari (wafat tahun 256 H)

    Ia berkata: “Bagi saya sama saja, apakah aku shalat dibelakang Imam beraliran Jahm atau Rafidhah, atau aku shalat dibelakang Imam Yahudi atau Nashrani. Dan (seorang muslim) tidak boleh memberi salam kepada mereka, mengunjungi mereka ketika sakit, kawin dengan mereka, menjadikan mereka sebagai saksi dan memakan sembelihan mereka.”[14]

    Abdur Rahman bin Mahdi [15]

    Bukhari berkata, Abdur Rahman Mahdi berkata: “Dua hal ini (mengingkari kejujuran shahabat dan menganggap mereka murtad) merupakan agama bagi golongan Jahmiyah dan Rafidhah.”[16]

    Al Faryabi [17]

    Al Khalal meriwayatkan, katanya: “Telah menceritakan kepadaku Harb bin Ismail al Kirmani, katanya: “Musa bin Harun bin Zayyad menceritakan kepada kami, katanya: “Saya mendengar al Faryabi dan seseorang yang bertanya kepadanya tentang orang yang mencela Abu Bakar. Jawabnya: “Dia Kafir.” Lalu ia berkata: “Apakah orang semacam itu boleh dishalatkan jenazahnya?” Jawabnya: “Tidak.” Dan aku bertanya pula kepadanya: “Apa yang dilakukan terhadapnya, padahal orang itu juga telah mengucapkan Laa Ilaaha Illallah?” Jawabnya: “Jangan kamu sentuh (Jenazahnya) dengan tangan kamu, tetapi kamu angkat dengan kayu sampai kamu menurunkan ke liang lahatnya.”[18]

    Ahmad bin Yunus[19]

    Beliau berkata: “Sekiranya seorang Yahudi menyembelih seekor binatang dan seorang Rafidhi (Syi’i) juga menyembelih seekor binatang, niscaya saya hanya memakan sembelihan si Yahudi, dan aku tidak mau makan sembelihan si Rafidhi. Karena dia telah murtad dari Islam.”[20]

    Abu Zur’ah ar Razi [21]

    Beliau berkata: “Bila anda melihat seseorang merendahkan (mencela) salah seorang shahabat Rasulullah saw maka ketahuilah, bahwa orang tersebut adalah Zindiq. Karena ucapannya itu berakibat membatalkan Al Qur’an dan As Sunnah.”[22]

    Ibnu Qutaibah [23]

    Beliau berkata: bahwa sikap berlebihan golongan Syi’ah dalam mencintai Ali tergambar di dalam perilakunya dengan melebihkan beliau di atas orang-orang yang dilebihkan oleh Nabi dan para Shahabatnya, anggapan mereka, bahwa Ali sebagai sekutu Nabi Saw dalam kenabian, dan para Imam dari keturunannya mempunyai pengetahuan tentang hal-hal yang ghaib. Pandangan seperti itu dan banyak hal-hal rahasia lainnya menjadikannya sebagai perbuatan dusta dan kekafiran, kebodohan dan kedunguan yang keterlaluan.[24]

    Abdul Qadir al Baghdadi [25]

    Beliau berkata: “Golongan Jarudiyah, Hisyamiyah, Jahmiyah, Imamiyah sebagai golongan pengikut hawa nafsu yang telah mengkafirkan Shahabat-shahabat terbaik Nabi, maka menurut kami mereka adalah kafir. Menurut kami mereka tidak boleh dishalatkan dan tidak sah berma’mum shalat dibelakang mereka.”[26]

    Beliau berkata: “Mengkafirkan mereka adalah suatu hal yang wajib, karena mereka menyatakan Allah bersifat al Badaa’ (tidak tahu apa yang akan terjadi). Mereka beranggapan, bahwa Allah apabila menghendaki sesuatu, maka Allah mengetahuinya setelah sesuatu itu muncul. Mereka pun beranggapan, bahwa Allah dalam memerintahkan sesuatu (tidak tahu baik-buruknya), bila kemudian muncul (buruknya), maka dibatalkannya perintah itu.
    Kami apabila melihat dan mendengar sesuatu sifat kekafiran senantiasa sifat itu melekat pada golongan Rafidhah (Syi’ah).[27]

    Al Qadhi Abu Ya’la [28]

    Beliau berkata: “Adapun hukum terhadap orang Rafidhah”, jika ia mengkafirkan shahabat atau menganggap mereka fasik yang berarti mesti masuk neraka, maka orang semacam ini adalah kafir.”[29]

    Padahal golongan Rafidhah (Syi’ah) sebagaimana terbukti di dalam pokok-pokok ajaran mereka adalah orang-orang yang mengkafirkan sebagian besar Shahabat Nabi.

    Ibnu Hazm

    Beliau berkata: “Pendapat golongan Nashrani yang menyatakan bahwa golongan Rafidhah (Syi’ah) menuduh Al Qur’an telah diubah, maka sesungguhnya dakwaan semacam itu menunjukkan golongan Syi’ah adalah bukan muslim.[30] Karena golongan ini muncul pertama kali dua puluh lima (25) tahun setelah wafatnya Rasulullah. Ia merupakan golongan yang melakukan kebohongan dan kekafiran seperti yang dilakukan kaum Yahudi dan Nashrani.”[31]

    Beliau berkata: “Salah satu pendapat golongan Syi’ah Imamiyah, baik yang dahulu maupun sekarang ialah Al Qur’an itu sesungguhnya telah diubah.”[32]

    Kemudian beliau berkata: “Orang yang berpendapat, bahwa Al Qur’an ini telah diubah adalah benar-benar kafir dan men-dustakan Rasulullah Saw.[33]

    Beliau berkata: “Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan semua kelompok umat Islam Ahlus Sunnah, Mu’tazilah, Murji’ah, Zaidiyah, bahwa adalah wajib berpegang kepada Al Qur’an yang biasa kita baca ini ” Dan hanya golongan Syi’ah ekstrim sajalah yang menyalahi sikap ini. Dengan sikapnya itu mereka menjadi kafir lagi musyrik, menurut pendapat semua penganut Islam. Dan pendapat kita sama sekali tidak sama dengan mereka (Syi’ah). Pendapat kita hanyalah sejalan dengan sesama pemeluk agama kita.”[34]

    Beliau berkata pula: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah tidak pernah menyembunyikan satu kata pun atau satu huruf pun dari syariat Ilahi. Saya tidak melihat adanya keistimewaan pada manusia tertentu, baik anak perempuannya atau keponakan laki-lakinya atau istrinya atau shahabatnya, untuk mengetahui sesuatu syariat yang disembunyikan oleh Nabi terhadap bangsa kulit putih, atau bangsa kulit hitam atau penggembala kambing. Tidak ada sesuatu pun rahasia, perlambang ataupun kata sandi di luar apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah kepada umat manusia. Sekiranya Nabi menyembunyikan sesuatu yang harus disampaikan kepada manusia, berarti beliau tidak menjalankan tugasnya. Barang siapa beranggapan semacam ini, berarti ia kafir.[35]

    Al Asfaraayaini [36]

    Telah diriwayatkan beberapa macam aqidah Syi’ah, misalnya: Mereka mengkafirkan shahabat , Al Qur’an telah diubah dari keasliannya dan terdapat tambahan serta pengurangan, mereka menantikan kedatangan imam ghaib mereka yang akan muncul untuk mengajarkan syariat kepada mereka ” beliau berkata: “Semua kelompok Syi’ah Imamiyah telah sepakat pada keyakinan sebagaimana kami sebutkan di atas.” Kemudian beliau menyatakan tentang hukum mereka sebagaimana dikatakannya: “Dalam keyakinan mereka semacam itu sama sekali bukanlah merupakan ajaran Islam dan hanya berarti suatu kekafiran. Karena di dalam keyakinan semacam itu tak ada lagi sedikit pun ajaran Islam tersisa.”[37]

    Abu Hamid Al Ghazali [38]

    Beliau berkata: Karena golongan Rafidhah[39] dalam memahami Islam itu lemah (dangkal), maka mereka melakukan kedurhakaan dengan membuat aqidah al Badaa’. Meriwayatkan dari Ali, bahwa beliau tidak mau menceritakan hal yang ghaib, karena khawatir diketahui oleh Allah, sehingga Allah akan mengubah-nya.[40] Mereka pun meriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad, bahwa ia berkata: “Allah tidak mengetahui sesuatu kejadian dimasa datang sebagaimana hanya pada peristiwa Ismail, yaitu peristiwa penyembelihannya.[41] ” Aqidah semacam ini benar-benar suatu kekafiran, dan menganggap Allah itu bodoh dan mudah terpengaruh. Hal semacam ini mustahil, karena Allah itu ilmu-Nya Maha meliputi segala sesuatu.[42]

    Al-Ghazali berkata: “Seseorang yang dengan terus terang mengkafirkan Abu Bakar dan Umar -semoga Allah meridhai mereka- maka ia telah menentang dan membinasakan ijma’ kaum muslimin. Padahal tentang diri mereka (para shahabat) ini terdapat ayat-ayat yang menjanjikan surga kepada mereka dan pujian bagi mereka serta mengukuhkan atas kebenaran kehidupan agama mereka, keteguhan aqidah mereka dan kelebihan mereka dari manusia-manusia lain. Kemudian kata beliau: “Bilamana riwayat yang begini banyak telah sampai kepadanya, namun ia tetap berkeyakinan bahwa para shahabat itu kafir, maka orang semacam ini adalah kafir. Karena ia telah mendustakan Rasulullah. Sedangkan orang yang mendustakan satu kata saja dari ucapan beliau, maka menurut ijma’ kaum muslimin, orang tersebut adalah kafir.[43]

    Al Qadhi ‘Iyadh [44]

    Beliau berkata: “Kita telah menetapkan kekafiran orang-orang Syi’ah yang telah berlebihan dalam keyakinan mereka, bahwa para imam mereka lebih mulia daripada Nabi.”[45]

    Begitu pula dihukum kafir orang yang mengatakan, bahwa Ali dan para imam sesudahnya mempunyai wewenang kenabian yang sama dengan Nabi Saw. Setiap imam Syi’ah menempati derajat sama dengan Nabi Saw. Di dalam hal kenabian dan sumber penetapan agama. Beliau menyatakan, bahwa mayoritas golongan Syi’ah berkeyakinan seperti ini.[46] Begitu juga seseorang yang mengaku-ngaku memperoleh wahyu, sekalipun tidak mengaku sebagai Nabi[47].

    Beliau berkata: “Kami juga mengkafirkan siapa saja yang mengingkari Al Qur’an, walaupun hanya satu huruf atau menyatakan ada ayat-ayat yang diubah atau ditambah di dalamnya, sebagaimana keyakinan golongan Bathiniyyah dan Isma’iliyyah.[48]

    As Sam’aani [49](Wafat, 562 H)

    Beliau berkata: “Umat Islam telah bersepakat untuk mengkafirkan golongan imamiyah (Syi’ah) karena mereka berkeyakinan, bahwa para shahabat telah sesat, mengingkari ijma’ mereka dan menisbatkan hal-hal yang patut bagi mereka.”[50]& [51]

    Ar Rozi [52]

    Ar Rozi menyebutkan, bahwa shahabat-shahabatnya dari aliran Asyairah mengkafirkan golongan Rafidhah (Syi’ah), karena tiga alas an:

    Pertama: karena mengkafirkan para pemuka kaum muslimin (para shahabat Nabi). Setiap orang yang mengkafirkan seseorang muslim, maka dia adalah kafir. Dasarnya adalah sabda Nabi Saw (artinya): “Barangsiapa berkata kepada saudaranya, hai kafir!, maka sesungguhnya salah seseorang dari keduanya atau lebih patut sebagai orang kafir.”[53]
    Dengan demikian mereka (golongan Syi’ah) otomatis menjadi kafir.

    Kedua: mereka telah mengkafirkan suatu umat (kaum) yang telah ditegaskan oleh Rasulullah sebagai orang-orang terpuji dan memperoleh kehormatan (para shahabat Nabi).
    Dengan demikian golongan Syi’ah menjadi kafir, karena mendustakan apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah.

    Ketiga: Umat Islam telah ijma’ menghukum kafir siapa saja yang mengkafirkan para tokoh dari kalangan shahabat[54]

    Ibnu Taimiyyah

    Beliau berkata: “Barang siapa beranggapan bahwa Al Qur’an dikurangi ayat-ayatnya atau ada yang disembunyikan, atau beranggapan bahwa Al Qur’an mempunyai penafsiran-penafsiran batin, maka gugurlah amal-amal kebaikannya. Dan tidak ada perselisihan pendapat tentang kekafiran orang semacam ini”
    Barang siapa beranggapan para shahabat Nabi itu murtad setelah wafatnya Rasulullah – kecuali tidak lebih dari sepuluh orang – atau mayoritas dari mereka sebagai orang fasik, maka tidaklah diragukan lagi, bahwa orang yang semacam ini adalah kafir. Karena dia telah mendustakan penegasan Al Qur’an yang terdapat di dalam berbagai ayat mengenai keridhaan dan pujian Allah kepada mereka. Bahkan kekafiran orang semacam ini, adakah orang yang meragukannya? Sebab kekafiran orang semacam ini sudah jelas. Sebab jika pernyataan orang semacam itu mengandung pengertian, bahwa orang-orang yang telah menyampaikan riwayat Al Qur’an dan sunnah Nabi adalah orang-orang kafir atau fasik, padahal ayat berikut ini menegaskan: “Kamu adalah sebaik-baik umat yang ditampilkan kepada semua umat manusia”.[55] Begitu juga periode mereka merupakan sebaik-baik periode sejarah manusia, namun dikatakan, bahwa sebagian besar dari mereka adalah orang-orang kafir atau fasik. Ini berarti bahwa umat ini (umat Islam) adalah sejahat-jahat umat dan pendahulunya adalah sejelek-jelek manusia. Dan orang yang beranggapan seperti ini adalah kafir, sebab mengacaukan atau merusak citra agama Islam.[56]

    Syeikhul Islam berkata: “Mereka ini lebih jahat dari sebagian besar golongan pengikut hawa nafsu dan lebih patut diperangi daripada golongan Khawarij.[57]

    Mereka itu telah kafir terhadap ajaran yang dibawa oleh Rasulullah, yang hanya Allah-lah mengetahui berapa banyak ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya. Golongan ini terkadang mendustakan hadits-hadits yang sah dari Rasulullah dan terkadang mendustakan ayat-ayat Al Qur’an.

    Sungguh, Allah telah menyatakan pujian kepada para shahabat di dalam Al Qur’an, ridha kepada mereka dan mengampuni mereka, namun orang-orang Syi’ah mengingkari kebenaran ini. Allah telah menyatakan di dalam Al Qur’an adanya keharusan berjum’ah dan keharusan berjihad serta taat kepada ulil amri, tetapi mereka mengingkari hal ini.

    Allah mengatakan di dalam kitab Al Qur’an bahwa sesama kaum mukminin saling mengayomi, saling mencintai, mendamaikan perselisihan sesama mereka. Tetapi golongan Syi’ah mengingkari semua ini.
    Allah menyatakan di dalam Al Qur’an larangan membantu golongan kafir dan saling mencintai sesama mereka. Tetapi golongan Syi’ah melanggarnya.

    Allah menyebutkan di dalam Al Qur’an haramnya menumpahkan darah orang Islam, merusak harta dan kehormatan mereka, mengharamkan menggunjing mereka, mengolok-olok dan member nama yang tak baik, tetapi golongan Syi’ah ternyata merupakan manusia yang paling depan dalam menghalalkan semua ini.
    Allah menyebutkan di dalam Al Qur’an perintah berjama’ah dan bersatu padu, melarang bergolong-golongan dan bercerai-berai, tetapi Syi’ah jauh menyimpang dari ketetapan ini.
    Allah menyebutkan di dalam kitab-Nya agar taat kepada Rasulullah, mencintainya dan mengikuti hukumnya, tetapi Syi’ah mengingkarinya.

    Allah menyebutkan di dalam kitab-Nya hak-hak isteri-isteri Rasulullah, tetapi Syi’ah mendurhakainya.
    Allah menyatakan di dalam Al Qur’an tentang ketauhidan-Nya, ketunggalan-kekuasaan-Nya, hak tunggal bagi-Nya, untuk disembah, tiada sesuatu apapun yang menjadi sekutu-Nya, tetapi Syi’ah mengingkarinya. Mereka telah melakukan kesyirikan, karena mereka merupakan manusia yang paling hebat dalam mengagungkan kuburan sehingga menjadikannya sebagai sesembahan selain Allah.
    Allah menyebutkan di dalam kitan-Nya, bahwa Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segalanya, Pencipta segalanya dan Pemilik segala kekuatan, tetapi Syi’ah kafir kepadanya.

    Kemudian Syeikhul Islam berkata: “Barang siapa beranggapan baik dia dikatakan berilmu atau lain sebagainya, bahwa pembenaran memerangi golongan Syi’ah diqiyaskan dengan hukum memerangi para pemberontak terhadap pemerintahan Islam yang sah, karena mereka melakukan takwil yang dapat ditolerir,[58] Sesungguhnya dia adalah keliru lagi jahil terhadap hakekat syariat Islam, karena golongan Syi’ah ini telah mengingkari syariat dan sunnah Rasulullah sehingga ia lebih jahat daripada golongan khawarij yang berpendapat bahwa umat Islam bebas untuk mempunyai imam atau tidak. Padahal golongan Syi’ah ini tidaklah menggunakan takwil yang dapat ditolerir, karena takwil jenis ini boleh digunakan hanya apabila tidak ada nash yang tegas, misalnya para ulama yang berbeda pendapat mengenai sumber-sumber ijtihad, sehingga mereka menggunakan takwil jenis tersebut. Sedangkan golongan Syi’ah ini bukanlah mengikuti takwil yang dapat ditolerir yang biasa digunakan para ulama di dalam memahami Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’, tetapi menggunakan takwil yang digunakan oleh umat Yahudi dan Nashrani. Bahkan takwil yang digunakan golongan Syi’ah adalah takwil pengikut hawa nafsu yang paling jahat.[59]

    Tetapi, Syeikhul Islam mengkafirkan golongan yang punya pendapat semacam ini, dengan syarat dia telah mengetahui dalil yang benar dan risalah Islam telah sampai kepadanya. Oleh karena itu terhadap kasus golongan Syi’ah yang telah tertangkap (oleh pemerintah Islam), beliau member fatwa sebagai berikut:

    Fatwa Syekhul Islam Tentang Golongan Syi’ah Yang Telah Dikalahkan
    Beliau berkata: “Diketahui bahwa dahulu di sebuah pantai negeri Syiria terdapat sebuah gunung besar yang dihuni oleh ribuan kaum Syi’ah yang masih senang membunuh dan merampas harta orang. Dahulu pun mereka telah menewaskan banyak orang dan merampok harta mereka. Pada tahun terjadinya perang Ghazan[60] kaum Muslimin menyerbu mereka, sehingga dapat merampas kuda, senjata serta memperoleh tawanan.

    Mereka ini dijual kepada golongan kafir dan Nashrani di Cyprus. Kaum Muslimin menangkap tentara Syi’ah yang lewat di depan mereka. Kaum Syi’ah ini jauh lebih berbahaya bagi kaum muslimin daripada musuh-musuh yang lain. Sebagian tokoh mereka memanggul bendera Nashrani. Bila dia ditanya, manakah yang lebih baik, kaum Muslimin atau kaum Nashrani? Jawabnya: “Kaum Nashrani!” Dan kalau dia ditanya: “Pada hari kiamat kelak kamu dikumpulkan bersama siapa?” Jawabnya: “Bersama kaum Nashrani.” Kaum Syi’ah inilah yang telah menyerahkan kepada kaum Nashrani sebagian dari negeri-negeri umat Islam.

    Walaupun demikian, tatkala sebagian komandan pasukan Islam minta nasehat (kepadaku) tentang peperangan dengan kaum Syi’ah, kemudian aku tulis jawaban singkat berkenaan dengan perang yang mereka lakukan[61]” lalu kami pergi ke perkemahan mereka. Kemudian datanglah kepadaku beberapa orang diantara mereka dan terjadilah tukar pikiran serta perdebatan panjang antara aku dengan mereka. Kemudian tatkala kaum Muslimin berhasil menaklukkan negeri mereka (Syi’ah) dan menangkap sebagian dari mereka, maka saya melarang tentara Islam untuk membunuh mereka, menawan mereka, tetapi kami pindahkan mereka ke berbagai daerah wilayah Islam, agar tidak dapat bersatu kembali.”[62]

    Demikianlah fatwa dari seorang tokoh Ahli Sunnah pada zamannya. Jelaslah, bahwa Ahli Sunnah mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka yang telah dibawa oleh Rasul-Nya. Mereka tidak begitu saja mengkafirkan orang-orang yang berbeda pendapat dengan mereka di dalam mencari kebenaran. Bahkan mereka ini adalah orang yang lebih mengetahui kebenaran dan lebih mengasihi manusia. Hal ini berbeda sekali dengan pengikut hawa nafsu yang suka mengada-ada pendapat dan mengkafirkan siapa saja yang berbeda pendapat dengan mereka dalam mencari kebenaran.[63]

    Ibnu Katsir[64]

    Ibnu Katsir telah mengetengahkan hadits-hadits yang sah di dalam as Sunnah dan berisikan sanggahan terhadap anggapan adanya ayat Al Qur’an dan Washiyat kepada Ali yang diklaim oleh golongan Syi’ah. Kemudian beliau memberi komentar sebagai berikut: “Sekiranya masalah (washiyat) sebagaimana yang mereka perkirakan itu ada, niscayalah tidak seorang shahabat Nabi pun yang akan mengingkari. Sebab mereka ini adalah manusia yang paling taat kepada Allah dan Rasul-Nya, baik selama beliau masih hidup maupun sesudah beliau wafat. Karena itu sama sekali tidak benar, kalau mereka berani mengambil ketetapan mendahulukan orang yang tidak didahulukan oleh Rasulullah dan mengakhirkan orang yang didahulukan oleh Rasulullah dengan ketetapannya. Barangsiapa menganggap para shahabat yang diridhai oleh Allah dengan tanggapan semacam ini, berarti menganggap semua shahabat berlaku durhaka, dan bersepakat menentang Rasulullah serta melawan putusan dan ketetapan beliau. Siapa saja yang berani berpendapat semacam ini, berarti dia telah melepaskan tali simpul Islam, kafir terhadap ijma’ seluruh umat Islam. Dan menumpahkan darah orang semacam ini lebih halal daripada membuang khamr.[65]

    Dengan sah terbukti dari pendirian golongan Syi’ah, sebagaimana tersebut di atas, bahwa mereka mempunyai anggapan, sesungguhnya Rasulullah Saw telah memberikan suatu dekrit untuk Ali, tetapi para shahabat menolak dekrit tersebut, dan karena itu mereka murtad. Inilah pendapat yang dilontarkan oleh Syi’ah dewasa ini dan para leluhur mereka dahulu.[66]

    Abu Hamid Muhammad al Muwaddasi

    Sesudah beliau membicarakan berbagai macam kelompok Syi’ah dan aqidahnya, lalu beliau berkata: “Buat orang Islam yang punya pemikiran jernih, maka tidaklah ia ragu bahwa sebagian besar dari permasalahan aqidah kaum Syi’ah yang mempunyai berbagai macam aliran sebagaimana telah kami kemukakan pada bab sebelumnya, jelas adalah kekafiran yang nyata, dan pengingkaran yang timbul karena kebodohan yang busuk, sehingga membuat orang yang mengerti urusan mereka berani mengkafirkan mereka dan menghukumi mereka keluar dari agama Islam.”[67]

    Abul Mahaasin Yusuf al Waasithi [68]

    Beliau menyebutkan sejumlah sebab kekafiran mereka antara lain berkata:
    “Mereka menjadi kafir, karena mengkafirkan para shahabat Nabi yang telah terbukti kejujurannya dan dinyatakan oleh Allah kebersihannya di dalam al-Qur’an dengan firman-Nya:
    لِّتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ
    “Agar kami menjadi saksi atas (perbuatan manusia). (Al-Baqarah: 143).

    Dan Kesaksian Allah tentang diri mereka, bahwa mereka bukanlah orang-orang kafir, sebagaimana firman-Nya:
    فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَؤُلاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ

    “Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, Maka Sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya”. (Al-An’am:89).

    Mereka menjadi kafir, karena menganggap tidak perlu naik haji ke Makkah, bila sudah ziarah ke kuburan Husein. Sebab mereka menganggap ziarah ke kuburan ini membuat seseorang terampuni segala dosanya. Mereka namakan ziarah tersebut sebagai Haji Akbar. Begitu juga mereka menjadi kafir, karena tidak mau berjihad dan memerangi orang-orang kafir, yang menurut anggapan mereka memerangi orang kafir hanya dibolehkan bersama dengan imam yang ma’shum, padahal imam ini sedang ghaib.[69]

    Mereka menjadi kafir, karena mencela sunnah Nabi yang mutawatir bertalian dengan shalat berjamaah, shalat Dhuha, shalat Witir, shalat Rawatib sebelum atau sesudah shalat wajib dan sunnah-sunnah muakkadah lainnya.[70]

    Ali Bin Shultaan bin Muhammad Al-Qaari[71]

    Beliau berkata: “Adapun orang yang mencela salah seorang shahabat Nabi, maka dia adalah orang fasik dan ahlul Bid’ah, demikian menujur ijma’. Terkecuali apabila orang tersebut punya keyakinan, bahwa dibolehkan melakukan celaan semacam itu, sebagaimana pendirian sebagian golongan Syi’ah dan para pengikut mereka, atau menganggap perbuatan tersebut mendapatkan pahala, sebagaimana biasa mereka katakan. Atau karena beranggapan para shahabat dan ahli Sunnah itu kafir. Maka orang yang beranggapan semacam ini menurut ijma’ adalah kafir”.[72]

    Selanjutnya, beliau mengetengahkan sejumlah dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang berisikan pujian kepada shahabat dan pernyataan keridhaan Allah kepada mereka. Beliau dengan dalil-dalil tersebut, lalu mengambil kesimpulan, bahwa golongan Syi’ah kafir, karena sikapnya (mengkafirkan) para shahabat Nabi.[73]

    Kemudian beliau menyebutkan, bahwa salah satu sebab kafirnya golongan Syi’ah adalah karena mereka punya anggapan Al-Qur’an kurang dan telah diubah. Beliau pun mengetengahkan sebagian dari pernyataan-pernyataann mereka berkaitan dengan masalah ini.[74]

    Muhammad bin Abdul Wahhaab [75]

    Imam Muhammad bin Abdul Wahhaab telah menetapkan sejumlah aqidah Syi’ah Itsna Asy ‘Ariyah sebagai kekafiran. Sesudah beliau mengutarakan aqidah Syi’ah Itsna Asy ‘Ariyah yang mencela shahabat dan melaknat mereka, padahal Allah dan Rasul-Nya memuji mereka, selanjutnya beliau berkata antara lain:
    “Bila anda mengetahui banyaknya ayat-ayat Al-Qur’an yang menerangkan kelebihan mereka dan hadits-hadits mutawatir yang seluruhnya menjelaskan kesempurnaan mereka, maka bila ada orang yang beranggapan mereka itu fasik atau sebagian besar fasik, mereka murtad atau sebagian besar murtad dari Islam, atau beranggapan berhak mencela mereka dan dibolehkan berbuat demikian, atau memandang baik melakukan seperti itu, maka ia telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya ” Tidak mengetahui riwayat mutawatir bukanlah satu alasan. Sedangkan upaya mentakwilnya dan memberi makna lain tanpa dalil yang kuat adalah tidak ada gunanya, seperti halnya orang yang mengingkari shalat wajib lima waktu, dengan alasan tidak mengetahui kewajiban Fardlunya. Maka kejahilan semacam itu menjadikan dia kafir. Begitu juga orang yang mentakwilkan sesuatu keluar dari pengertian yang biasa kita pergunakan, maka ia adalah kafir. Sebab ilmu yang diperoleh dari nash-nash Al-Qur’an dan hadits-hadits berkaitan dengan kelebihan para shahabat adalah Qath’I (sah dan pasti).”

    Barang siapa secara khusus mencela beberapa shahabat, jika orang-orang yang dicelanya ini terdapat riwayat-riwayat mutawatir menyatakan kelebihannya dan kesempurnaannya, seperti para Khulafaaur Raasyidin, maka orang yang beranggapan ber-hak atau boleh mencela, berati ia kafir. Sebab ia telah mendustakan riwayat yang nyata-nyata sah dari Rasulullah Saw. Maka orang yang mendustakannya adalah kafir. Barang siapa mencela seseorang shahabat tanpa adanya keyakinan punya hak untuk mencelanya atau boleh melakukan hal itu, maka dia telah berbuat fasik. Sebab mencela sesama muslim adalah perbuatan fasik. Sungguh sebagian ulama menghukumi orang yang mencela Abu Bakar dan Umar sebagai orang yang benar-benar kafir.

    Jika shahabat yang dicela itu tidak terdapat riwayat-riwayat mutawatir tentang kelebihan dan kesempurnaannya, maka yang jelas, pencelanya adalah fasik. Jika ia mencela seseorang karena statusnya sebagai shahabat Rasulullah, maka ia telah melakukan kekafiran.

    Pada umumnya golongan Syi’ah yang biasa mencela para shahabat berkeyakinan berhak dan dibenarkan mencelanya, bahkan wajib melakukan hal tersebut. Karena perbuatan itu mereka jadikan sebagai cara untul mendekatkan diri kepada Allah dan mereka pandang sebagai urusan agama yang penting.[76]& [77]
    Kemudian beliau Rahimahullah berkata: “Adanya riwayat sah dari para ulama, bahkan Ahlul Kitab tidaklah dapat dikafirkan, barangkali berlaku bagi orang yang perbuatan bid’ahnya tidak menyebabkan kekafiran, ” tetapi, tidak diragukan lagi, bahwa mendustakan riwayat yang sah datang dari Rasulullah, maka dia adalah kafir. Sedangkan kebodohan yang bersangkutan dalam masalah seperti ini tidaklah menjadi alasan pemaaf.[78]

    Beliau Rahimahullah berkata: “Sesudah terbukti adanya dakwaan yang tertulis di dalam kitab-kitab mereka, bahwa Al Qur’an ayatnya berkurang dan diubah, lalu karena ini, mereka mengkafirkan shahabat, termasuk Ali sekalipun, sebab meridhai perbuatan semacam itu ” maka berarti mereka mendustakan firman Allah: “(Al Qur’an itu) tidak tersentuh oleh kebathilan, pada zamannya atau sesudahnya. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijak lagi Maha Terpuji”.[79] Dan firman-Nya: “Sungguh, kami benar-benar telah menurunkan Al Qur’an dan sungguh kami benar-benar menjaganya”. [80] Maka barang siapa berkeyakinan, bahwa Al Qur’an ini tidak terpelihara, karena menganggap adanya ayat yang hilang dan meyakini ada ayat-ayat lain yang sama sekali tidak terdapat pada Aslinya, maka sesungguhnya ia telah kafir.[81]

    Asy-Syeikh -semoga Allah merahmatinya- berkata: “Barang siapa mengadakan perantara-perantara dirinya dengan Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh golongan Syi’ah yang menjadikan para imamnya sebagai perantara, maka barangsiapa melakukan perantara semacam ini antara dirinya dengan Allah, baik berupa memohon kepada mereka ataupun meminta perantara mereka dan tawakal kepada mereka, maka menurut Ijma’ ia adalah kafir.[82]

    Beliau pun berkata, bahwa seseorang yang melebihkan para imam dari para Nabi, maka menurut Ijma’, dia adalah kafir, sebagaimana pendapat ini diriwayatkan oleh banyak ulama.[83]

    Syah Abdul Aziz Dahlawi [84]

    Sesudah mempelajari dengan tuntas Madzhab Itsna Asy-Ariyah dari sumber-sumber mereka yang terpercaya, beliau berkata: “Seseorang yang menyibak aqidah mereka yang busuk dan apa yang terkandung didalamnya, niscaya ia tahu bahwa mereka ini sama sekali tidak berhak sebagai orang Islam dan tampak jelaslah baginya kekafiran mereka.[85]

    Muhammad bin Ali Asy Syaukaani [86]

    Beliau berkata: “Sungguh, inti dakwah Syi’ah adalah memperdayakan agama dan melawan syariat kaum muslimin. Tetapi yang sangat diherankan dari sikap para ulama, para pemimpin agama adalah mengapa mereka membiarkan orang-orang itu melakukan kemungkaran, yang tujuan dan maksudnya sangat busuk. Orang-orang yang rendah tersebut ketika bermaksud menentang syariat Islam yang suci dan menyalahinya, mereka melakukan cercaan terhadap kehormatan para penegak syariat ini, yaitu orang-orang yang menjadi jalan sampainya syariat tersebut kepada kita, mejerumuskan orang-orang awam dengan caranya yang terkutuk itu dan cara syaitan, sehingga mereka mengutarakan celaan dan laknat kepada sebaik-baik manusia (para shahabat) dan menyembunyikan permusuhan terhadap syariat Islam dengan menyingkirkan hukum Islam dari tengah umat manusia.

    Cara yang mereka tempuh ini adalah lebih keji daripada dosa-dosa besar, yang merupakan perbuatan yang sangat jahat. Sebab cara semacam itu adalah menentang Allah dan Rasul-Nya serta syariat-Nya.
    Perbuatan yang mereka lakukan mencakup empat (4) dosa besar, masing-masing dari dosa-dosa besar ini merupakan kekafiran yang terang-terangan.:

    Pertama : Menentang Allah.
    Kedua : Menentang Allah dan Rasul-Nya
    Ketiga : Menentang syariat Islam yang suci dan upaya mereka untuk melenyapkannya.
    Keempat : Mengkafirkan para shahabat yang di ridhai oleh Allah yang di dalam Al Qur’an telah dijelaskan sifat-sifatnya, bahwa mereka orang yang paling keras kepada golongan kuffar, Allah menjadikan golongan kuffar sangat benci kepada mereka, Allah meridhai mereka dan disamping itu telah menjadi ketetapan hukum di dalam syariat Islam yang suci, bahwa barangsiapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka dia telah kafir, sebagaimana tersebut di dalam Bukhari, Muslim dan lain-lainnya, hadits Ibnu Umar, Rasulullah bersabda:
    Artinya: Apabila seseorang mengatakan kepada saudaranya “wahai kafir!”, maka jika orang yang dipanggilnya itu benar seperti apa yang dikatakannya, maka ia patut sebagai orang kafir. Tetapi jika tidak, maka kembali kepada dirinya sendiri.[87]

    Dengan demikian, jelaslah, bahwa setiap orang Syi’ah adalah orang jahat (busuk) lagi menjadi orang kafir, karena mengkafirkan seorang shahabat. Maka apalagi kalau mengkafirkan semua shahabat, kecuali beberapa orang sebagai siasat untuk menyesatkan khalayak ramai yang tidak mampu memikirkan dalih-dalihnya.[88]

    Para Syeikh dan Ulama masa Kekhalifahan Utsmaniyah

    Zainal Abidin bin Yusuf al Askubi meriwayatkan di dalam salah satu risalahnya yang ia tulis pada masa Sultan Utsmani, yaitu Raja Muhammad bin Khan bin Sultan Ibrahim Khan, bahwa para ulama mutaakhirin dari negeri ini seluruhnya telah memberikan fatwa tentang kekafiran Syi’ah.[89]

    Para Ulama Sebelah Timur Sungai Jaihun [90]

    Al Alusi – seorang penulis tafsir – berkata: “Sebagian besar ulama di sebelah timur sungai ini menyatakan kekafiran golongan Itsna Asy ‘Ariyah dan menetapkan halalnya darah mereka, harta mereka dan menjadikan wanita mereka menjadi budak, sebab mereka ini mencela shahabat Nabi saw terutama Abu Bakar dan Umar, yang menjadi telinga dan mata Rasulullah ; mengingkari kekhilafahan Abu Bakar; menuduh Aisyah Ummul Mukminin berbuat zina, padahal Allah sendiri menyatakan kesuciannya, melebihkan Ali dari rasul-rasul ulul Azmi, sebagian mereka melebihkannya dari Rasulullah sendiri dan mengingkari terpeliharanya Al Qur’an dari kekurangan dan tambahan”.[91]

    Demikianlah, sebagian fatwa para imam dan ulama umat Islam perihal Syi’ah ini. Dan dicukupkan uraiannya sekedar ini saja. Kitab-kitab fiqih memuat banyak pendapat-pendapat yang mengkafirkan Syi’ah, yang dengan mudah dapat dibaca oleh setiap orang. Karena itu tidak dirasa perlu untuk mengetengahkannya disini.[92]

    Di Sini Perlu Diperhatikan Beberapa Hal

    Pertama: demikianlah penetapan para ulama rahimahumullah, sebelum kitab-kitab golongan Rafidhah (Syi’ah) tersiar di tengah umat dan mereka berani menyatakan terus terang aqidahnya seperti dewasa ini. Oleh karena itu pembahasan ini halaman-halamannya berisikan aqidah-aqidah Itsna Asy ‘Ariyah, yang oleh para ulama Islam dinyatakan sebagai ajaran Qaramithah Bathiniyyah, misalnya kepercayaan mereka bahwa Al Qur’an telah berkurang ayatnya dan dipalsukan. Kepercayaan ini memenuhi kitab-kitab mereka. Begitu juga sejumlah pokok-pokok aqidah yang didapati di dalam ajaran mereka. Bahkan mereka mempunyai aqidah-aqidah yang tidak pernah dikenal dimasa leluhur mereka, seperti aqidah at Thinah dan lain sebagainya. Hal ini berarti bahwa Syi’ah dewasa ini lebih jahat dan sesat dari pendahulunya.

    Kedua: Golongan Syi’ah belakangan dan dewasa ini telah mempadukan berbagai aliran yang paling busuk dan berbahaya. Mereka mempadukan pendapat al Qadariyah yang mengingkari takdir, pendapat aliran Jahmiyah yang mengingkari sifat-sifat Allah dan menyatakan Al Qur’an sebagai makhluk, pendapat kaum kebathinan – yang diikuti oleh beberapa tokoh mereka – tentang adanya keyakinan kesatuan Allah dengan makhluk, aliran Sabaa-iyah yang menganggap Ali sebagai Tuhan, golongan Khawarij dan al Wa’idiyah yang mengkafirkan kaum muslimin, golongan Murji’ah yang berkeyakinan bahwa mencintai Ali merupakan kebajikan yang tak akan dapat dirusak oleh perbuatan dosa ” bahkan mereka telah mengikuti cara-cara kaum musyrik di dalam mengagungkan kuburan, thawaf di sekelilingnya, bahkan shalat menghadap kuburan dan membelakangi Kiblat, serta perbuatan-perbuatan lainnya yang menjadi ciri kaum musyrikin.
    Apakah setelah membaca ini semua, masih ada keraguan bahwa golongan Syi’ah telah rela mengikuti suatu aliran di luar aliran kaum muslimin. Walaupun mereka ini mengucapkan dua kalimah syahadat, namun mereka telah membatalkannya dengan banyak hal yang bertentangan sebagaimana telah anda ketahui.
    Akan tetapi suatu hal yang wajib diperhatikan bertalian dengan cara ahli Sunnah di dalam mengkafirkan mereka adalah bahwa pendapat-pendapat yang telah mereka ucapkan dan diketahui berlawanan dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw adalah suatu kekafiran. Begitu pula perbuatan-perbuatan mereka antara lain mengkafirkan kaum muslimin adalah suatu kekafiran. Tetapi untuk mengkafirkan seseorang tertentu di antara ahli Kiblat dan menyatakannya masuk neraka kekal adalah tergantung kepada syarat-syarat kekafiran yang dipenuhinya. Dan tidak dikategorikan sebagai kafir, bila semua syarat-syaratnya tidak terpenuhi. Kami menyebutkan kaidah umum perihal nash-nash yang menyatakan janji dan ancaman, pengkafiran dan pen-fasikan, dan bukannya menghukum orang-orang tertentu masuk di dalam kategori kaidah umum ini sebelum yang bersangkutan memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Oleh karena itulah para ulama tidak mengkafirkan orang-orang yang menghalalkan sesuatu yang haram karena orang-orang tersebut baru memeluk Islam atau tinggal di suatu tempat yang jauh terpencil. Tetapi seseorang itu dikenakan hukum kafir, bila dakwah (missi) Islam telah sampai kepadanya, sedangkan ada orang-orang yang belum kedatangan ketentuan syariat yang berlawanan dengan pandangan hidupnya, dan tidak tahu kalau Rasulullah diutus dengan itu, tetapi orang yang telah kedatangan syariat, namun dia mengingkarinya, maka kafirlah dia. Sedangkan bagi yang belum , tidak dipandang kafir.

    [1]Syi’ah menganggap bahwa melaknat shahabat sebagai suatu perilaku keagamaan dan syariat. Mereka dengan terus terang menyatakan para shahabat itu kafir, terkecuali beberapa orang yang tidak lebih dari jumlah jari-jari satu tangan. Lihat Alkafi.
    [2]Al Khalal/As Sunnah, 2:557. Korektor buku ini menyatakan: Hadits ini shahih sanadnya.
    [3]Tafsir Ibnu Katsir, 4:219. Baca: Ruhul Ma’ani, oleh Al-Alusi, 26:116. Baca pula kesimpulan yang menyatakan kekafiran Syi’ah dari ayat ini/Ash-Shaarim al-Maslul, hal. 579.
    [4]Sumber Syi’ah, sebagaimana sudah tersebut pada dewasa ini menyatakan bahwa riwayat-riwayat shahabat-shahabat, seperti: Abu Hurairah, Amr bin Ash, Samurah bin Jundab, menurut penilaian mereka nilainya tidak berharga sama sekali, walaupun seberat sayap nyamuk. (baca hal. 361).
    [5]Tafsir al Qurthubi, 16:297.
    [6]Al Khalal/As Sunnah, 2:557. Korektor buku ini berkata: “Sanadnya Shahih”. Baca: Syarah As Sunnah, Ibnu Batthah, hal. 161, Ash Shaarim al Maslul, hal. 571.
    [7]Al Khalal/As Sunnah, 2:558. Korektor buku ini berkata: “Sanadnya Shahih”.
    [8]Ibid. Bacalah: Manaakib al Imam Ahmad, oleh Ibnu Al Jauzi, hal. 214.
    [9]As Sunnah, oleh Imam Ahmad, hal. 82, ditashih oleh Syeikh Ismail al Anshari
    [10]Baca buku Ar Risalah hal. 751 dan seterusnya.
    [11]An Nur ayat 17, ayat ini menjadi dasar pendapat Imam Ahmad, dalam buku karya Imam Abi Muhammad Rizkullah bin Abdul Qawiy at Tamimi, wafat tahun 480 H, al Wardah 21.
    [12]Al Fatawa, 3:352.
    [13]Ash Shaarim al Maslul, hal. 586. Dan baca hal. 571, tentang pendapat Qadhi Abu Ya’la mengenai riwayat yang menyatakan tidak – kafiran Syi’ah.
    [14]Imam Bukhari/Khalqu Af’alil ‘Ibad, hal. 125.
    [15]Al Imam al Hafizhil Ilmi Abdur Rahman bin Mahdi bin Hasaan bin Abdur Rahman al ‘Ambari, Al Bashri, wafat 198 H. (Tahdzibut Tahdzib, 6:279-281).
    [16]Khalqu Af’alil ‘Ibad, Bukhari, hal. 125. Dan bacalah: Majmu’ Fatawaa, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah, 35:415.
    [17]Muhammad bin Yusuf al Faryabi, Bukhari meriwayatkan dari padanya dua puluh enam hadits. Dia adalah Ahli Hadits terbaik di zamannya, wafat tahun 212 H. (Tahdzibut Tahdzib, 9:535).
    [18]Al Khalal, As Sunnah 6:566, korektor kitab ini berkata: Di dalam sanad hadits ini terdapat seorang rawi bernama Musa bin Harun bin Zayyad yang aku tidak mengetahui ke-maushul-annya. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam Kitab Ash Shaarim al Maslul, hal. 570 menisbathkan hadits ini kepada Al Faryabi berdasarkan Jazm (dugaan kuat).
    [19]Ahmad bin Yunus, yaitu Ibnu Abdillah. Ia dinisbathkan kepada datuknya, yaitu salah seorang Imam (tokoh) As Sunnah. Beliau termasuk penduduk Kufah, tempat tumbuhnya golongan Rafidhah. Beliau menceritakan perihal Rafidhah dengan berbagai macam alirannya. Ahmad bin Hambal telah berkata kepada seseorang: “Pergilah anda kepada Ahmad bin Yunus, karena dialah seorang Syeikhul Islam.” Para ahli Kutubus Sittah telah meriwayatkan Hadits dari beliau. Abu Hatim berkata: “Beliau adalah orang kepercayaan lagi kuat hafalannya”. An Nasaai berkata: “Dia adalah orang kepercayaan.” Ibnu Sa’ad berkata: “Dia adalah seorang kepercayaan lagi jujur, seorang Ahli Sunnah wal Jama’ah.” Ibnu Hajar menjelaskan, bahwa Ibnu Yunus telah berkata: “Saya pernah datang kepada Hammad bin Zaid, saya minta kepada beliau supaya mendiktekan kepadaku sesuatu hal tentang kelebihan Utsman. Jawabnya: “Anda ini siapa?” Saya jawab: “Seseorang dari negeri Kufah.” Lalu ia berkata: “Seorang Kufah menanyakan tentang kelebihan-kelebihan Utsman. Demi Allah, aku tidak akan menyampaikannya kepada anda, kalau anda tidak mau duduk sedangkan aku tetap berdiri!” Beliau wafat tahun 227 H. (Tahdzibut Tahdzib, 1:50, Taqribut Tahdzib, 1:29).
    [20]Ash Shaarim al Maslul, hal. 570.
    [21]Abdullah bin Abdul Kariim bin Zayid bin Farukh al Mahzumi di Al Wala'(?), bergelar Abu Zur’ah Ar Rozi, termasuk salah seorang penghafal hadits dan tokoh terkemuka. Beliau telah hafal seratus ribu (100.000) hadits, sehingga ada yang berkata: “Setiap hadits yang tidak dikenal oleh Abu Zur’ah, maka hadits tersebut berarti tidak punya asal usul. Beliau wafat tahun 264 H.
    [22]Baca al Kifayah, hal. 49.
    [23]Abu Muhammad Abdullah bin Muslim bin Qutaibah ad Dainuri pengarang Kitab-Kitab yang baik, berisikan berbagai ilmu yang bermanfaat, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Katsir. Wafat, 276 H. (Baca Wafayaatul A’yaan, 3:22-44; Tarikh Baghdad, 10:170-174; Al Bidayaayat Wan Nihaayah, 11:48).
    [24]Kitab: Al Ikhtilaf fil Lafdhi war Raddu ‘alal Jahmiyah wal Musabbihah, hal. 47. Cet. As Sa’adah Mesir, tahun 1349 H.
    [25]Abdul Qaahir bin Thahir bin Muhammad al Baghdadi at Tamiimi al Isfiraayiini, Abu Manshuur, beliau deberi gelar di masanya sebagai “Shadrul Islam”. Beliau mempelajari tujuh belas ilmu. Wafat, 429 H. (Baca: Thabaqaatus Syafi’iyyah, 5:136-145; An Baaur Ruwaat, 2:185-186).
    [26]Al Farqu bainal Firaq, hal. 357.
    [27]Al Milal wa Nihaal, hal. 5253, koreksian oleh Miir Nasri Nadir.
    [28]Muhammad bin Al Husein bin Muhammad bin Khalaf bin Al Faraa’ Abu Ya’la, seorang alim di dalam urusan aqidah dan syariah pada masanya, wafat tahun 458 H.
    [29]Al Mu’tamad, hal. 267.
    [30]Maksudnya: omongan mereka tidak bisa dipertanggungjawabkan atas nama kaum muslimin maupun Al Qur’an.
    [31]Al Fashl, 5:40.
    [32]Terkecuali tiga orang shahabat.
    [33]Al Fashl, 5:40.
    [34]Al Ihkam Fii Ushuuli Ahkaam, 1:96.
    [35]Al Fashl, 2:274-275. Orang yang berkeyakinan semacam ini dikafirkan oleh Ibnu Hazm. Dan keyakinan semacam ini depegang oleh Syi’ah Itsna Asy’ariyah. Pendapat ini dikuatkan oleh guru-guru beliau pada masanya dan para ulama sebelumnya.
    [36]Abu al Mughafar Syahfur, bin Thahir bin Muhammad al Asfaraayaini, seorang imam ahli kalam, ahli Fiqh lagi ahli Tafsir banyak karangan-karangannya, antara lain: At Tafsiir al Kabiir dan at Tabshiir Fiddiin. Wafat, 471 H. (Baca: Thabaqaat Asy Syafi’iyyah, 5:11 dan Al A’laam, 3:260).
    [37]At Tabshiir Fiddiin, hal. 24-25.
    [38]Muhammad bin Muhammad bin Ahmad at Thuusi al Ghazali. Ibnu Katsir berkata: Beliau dahulu adalah orang yang terpandai di dalam setiap bidang pembahasannya. Karangannya banyak sekali yang tersebar di dalam berbagai macam bidang ilmu. Di antara kitab-kitabnya: Fadhaail al Baathiiniyah. Wafat, 505 H. (Baca: Al Bidaayah wan Nihaayah, 12:173-174; Miraatul Janaani, 3:177-192).
    [39]Seseorang yang mempelajari aqidah al badaa’ dalam madzhab Rafidhah akan mengetahui, bahwa keyakinan tersebut muculnya bukan karena pemahaman agama yang lemah tetapi sudah merupakan suatu jalan pemikiran yang dengan sengaja diciptakan oleh adanya keyakinan yang berlebih-lebihan terhadap para imam mereka. Pendapat imam Ghazali ini serupa dengan pernyataan imam Al Amidi (Al Ihkaam, 3:109). Beliau berkata: Golongan Rafidhah tidak bisa memahami perbedaan antara nasakh dan al Badaa’. Kata-kata al Amidi ini lebih jauh dikomentari oleh Syeikh Abdur Razak Afifi. Katanya: “Barang siapa mengetahui dengan jelas hal ikhwal Rafidhah, memahami kebusukan hatinya dan kezindikannya berupa sikap merahasiakan kekafiran dan menampakkan keislaman, mewarisi prinsip-prinsip agamanya dari Yahudi, menempuh cara-cara memperdayakan islam sebagaimana dilakukan orang yahudi, maka ia tentu memahami bahwa segala kebohongan dan kedustaan (tentang al Badaa’) adalah suatu pernyataan yang bertujuan jahat, rasa kedengkian kepada kebenaran dan pemeluknya, dan karena fanatik buta, sehingga membuat mereka berani melakukan tipu daya dan berbagai bentuk perbuatan merusak secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan guna menghancurkan syariat Islam dan negara-negara yang menegakkannya. (Al Ihkaam fii Ushuuli Ahkaam, 3:109-110-catatan pinggir).
    [40]Riwayat ini terdapat dalam kitab Al-Bihaar, oleh Al-Majlisi dan dinisbatkan riwayat ini kepada rawi yang terdekat (Bihaarul Anwaar, 4:97). Pada riwayat lain ucapan tersebut dinisbatkan kepada Ali bin Al-Husein (Baca Tafsiirul ‘Iyyaasyi, 2:215; Bihaarul Anwar, 4:118; Al Burhaan, 2:299; Tafsir Ash Shafii, 3:75).
    [41]Bacalah riwayat ini di dalam kitab At Tauhiid, oleh Ibnu Baabawaih, hal. 36.
    [42]Al Mustashfaa, 1:110.
    [43]Fadhaaihul Bathiniyyah hal. 149.
    [44]Iyad bin Musa bin ‘Iyadh bin Amaruun al Yahshabi, seorang ulama Maghribi, tokoh Ahli Hadits pada zamannya. Wafat tahun 544 H. (Baca: Wafayaatul A’yaan, 3:483; Al ‘Ibaar, oleh Adz Dzahabi, 2:467; Bughyatut Thais, oleh Ad Dhabi, hal. 437; Tarikh Qudhatul Andalus, oleh An Nabaahi, hal. 101)
    [45]Kaum Syi’ah dewasa ini beranggapan, bahwa I’tikad mengkafirkan para shahabat merupakan salah satu pokok ajaran mereka. Sedangkan orang yang mengingkari prinsip ini, ,mereka memandangnya kafir.
    Al-Mamqaani yang merupakan guru Syi’ah berkata: “Termasuk prinsip madzhab kami adalah bahwa para imam kami lebih mulia daripada Nabi Bani Israil, sebagaimana telah dinyatakan oleh keterangan-keterangan yang mutawatir. Orang yang memahami berita-berita Ahlil Bait (para imam yang dua belas), bahwa para imam tersebut memiliki keajaiban luar biasa sama dengan yang ada pada para Nabi, bahkan lebih hebat. Para Nabi dan para ulama salaf hanya memperoleh satu atau dua pintu ilmu. Sedangkan para imam Syi’ah, karena ibadah dan ketaatan mereka, maka seseorang dapat naik ke tingkat menyamai Allah. Jika ia mengatakan kepada sesuatu “jadilah”, maka terbukalah semua pintu-pintu (ilmu).
    [46]Aqidah semacam ini kita temukan pada golongan itsna Asy’Ariyah. Karena mereka beranggapan, bahwa imamah lebih tinggi dari kenabian. Para imam Syi’ah diyakini sebagai pokok pegangan bagi semua umat manusia seperti halnya para Rasul.
    [47]Demikianlah perkataan kaum Rafidhah. Baca Ar-Risalah, hal. 325 dan seterusnya.
    [48]Disini perlu perhatian serius. Sebab sebagian dari para imam syi’ah menisbatkan keyakinan tentang perubahan Al Qur’an kepada golongan Ismaili, padahal sebenarnya adalah pendapat golongan Itsna Asy’Ariyah, sedangkan golongan Ismaili tidak pernah menyatakan pendapat seperti ini, tetapi golongan ini hanya menggunakan penakwilan ayat-ayat Al Qur’an secara bathini (perlambang).
    [49]Imam penghafal hadits, Abu Sa’d Abdul Kariim bin Muhammad bin Manshuur at-Tamimi as-Sam’aani, pengarang buku al-Ansaab dan lain-lain. Ia sering melakukan kunjungan dan mendengar dari banyak guru hadits. Ibnu katsir berkata: “Ibnu Khalkan telah menyebutkan perihal orang ini, yang mempunyai banyak karya tulis, antara lain sebuah kitab yang telah menghimpun seribu hadits dari seratus orang guru hadits berserta pembicaraan sanadnya dan matannya. Buku ini sangat berguna. Beliau wafat tahun 562 H. (Wafayaatul A’yaan, 3:209; al-Bidayah wan Nihayah, 12:175).
    [50]Kata-kata “hal-hal yang patut bagi mereka” Demikianlah yang ada pada tulisan aslinya. Kalau kata ganti “Mereka” tertuju kepada golongan Rafidhah, maka kalimat tersebut sudah benar. Maksudnya, golongan Rafidhah menyebut para shahabat sebagai orang-orang sesat. Adalah patutnya tertuju pada diri mereka sendiri. Sedangkan, kalau kata ganti “Mereka” tertuju kepada para shahabat, berarti pada kalimat tersebut ada kata yang hilang. Barangkali yang benar kalimat tersebut berbunyi “Apa yang tidak patut bagi mereka”.
    [51]Al-Anshab, 6:341.
    [52]Muhammad bin Umar bin Al-Husein, dikenal dengan gelar al-Fakhru Razi, seorang musafir, ahli kalam, seorang faqih, seorang ushul. Di antara karya-karya tulisnya adalah: At-Tafsiir al-Kabiir, al-Mahshul dan lain sebagainya. Ada orang mengira, bahwa beliau ini berkecenderungan Syi’ah. Wafat, 606 H. (Lisaanul Miizaan), 4:426; As-Shuyuthi, Tabaqatul Mufazziriin, hal. 115.
    [53]Akan dijelaskan perawi haditsnya.
    [54]Ar-Rozi, Nihaayatul Uquul, Al-Waraqah hal 212a. (masih tertulis tangan).
    [55]Ali Imran, ayat 110.
    [56]Ash Shaarim al Maslul, hal. 586-587.
    [57]Majmu’ Fataawa, Ibnu Taimiyyah, 28:482.
    [58]Baca al Fatawa, 28:484-485.
    [59]Ibid, hal. 486.
    [60]Bacalah kitab Risalah, hal. 1239.
    [61]Mudah-mudahan begitu yang ada di al Fataawa, 28:389.
    [62]Minhaajus Sunnah, 3:39.
    [63]Ar-Risalah, hal. 1239.
    [64]Beliau adalah tokoh ahli hadits serta mufthi yang cemerlang, sebagaimana yang dikatakan oleh Adz Dzahabi. Nama lengkapnya Abul Fidaa’ Ismail bin Umar bin Katsir. Asy Syaukaani berkata: Beliau punya banyak karangan berfaedah, antara lain: Tafsiir Ibnu Katsir, yang dapat digolongkan tafsir yang terbaik, bahkan mungkin yang paling baik. Wafat, 774 H. (Ibnu Hajar, ad Duraru al Kaaminah, 1:373-374; Asy Syaukaani, al Badr at Thali’, 1:153).
    [65]Bacalah halaman 751 dan 1125 dari Ar Risaalah.
    [66]Yaitu Muhammad bin Khalil bin Yusuf Ar Ramli al Muqaddasi. Beliau salah seorang ahli Fiqh Syafi’iyah. Wafat, 888 H. (Bacalah: Asy Syakhawi ad Dha-uu al Laami’u, 7:234; Asy Syaukaani, al Badr At Thaali’, 2:169).
    [67]Risalah fii Ar Raddi alaa Ar Raafidhah, hal. 200.
    [68]Yaitu Yusuf al-Jamal Abu Mahasin al-Waasithi, salah seorang ulama abad IX. (Bacalah: Asy Syakhawi, Adh Dhauu ‘alaa Mii’u. 10:338-339)
    [69]Al-Munaazharah baina ahli sunnah war Raafizhah, al-Waraqah, hal. 66 (tulisan tangan).
    [70]Ibid. hal. 67 (tulisan tangan).
    [71]Ali bin Sulthaan bin Muhammad al Hawaari, dikenal dengan panggilan al-Qaari al-Hanaafi. Ia salah seorang narasumber ilmu. Banyak sekali karangannya yang bermanfaat, antara lain Syarah al Misykaat. Buku ini adalah karyanya yang terbesar. Syarah Asy-Syifaa’, an Nukhbah dan lain-lain. Wafat, 1014 H. (Bacalah: Khulashatul ‘Atsar, 3:185-186; Al-Budurut Thaali’, 1:445-446).
    [72]Syamsul ‘Awaaridh Fii Dzammil Rawaafidh, al-Waraqah, 6a. (tulisan tangan).
    [73]Ibid, al-Waraqah, hal. 252-254.
    [74]Ibid, al-Waraqah, hal. 259a
    [75]Muhammad bin Abdul Wahhaab bin Sulaiman bin Ahmad at Tamiimi an-Najdi, seorang imam Mujadid Islam di Jazirah Arab pada abad XII H. Seruannya kepada Tauhid yang bersih dan membuang bid’ah merupakan percikan pertama yang membangkitkan pembaharuan di seluruh dunia Islam. Gerakannya mempengaruhi tokoh-tokoh pembaharu di India, Mesir, Irak, Syiria dan lain-lainnya. Wafat, 1206 H. (Bacalah: Abdul Aziz bin Baaz, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dakwahnya dan sejarahnya; Sulaiman An Nadwi, Muhammad bin Abdul Wahhab, pembaharu yang terdhalimi dan kebohongan yang dibuat atas namanya; Bah-jatul Atsaari, Muhammad bin Abdul Wahhab, penganjur tauhid dan pembaharu Abad Modern).
    [76]Risaalah Fir Raddi’ ‘Alar Raafidhah, hal. 18-19.
    [77]Bahkan, mereka dari mencela berkelanjutan sampai mengkafirkan. Bahkan mereka berkeyakinan siapa saja yang menganggap Abu Bakar dan Umar itu Islam, maka kelak Allah tidak akan mau melihat dia, berbicara dengannya dan akan mendapat adzab pedih. (Baca Ar Risaalah ini hal. 759). Cacian mereka kepada para shahabat bertambah dan terus berjalan dari dulu sampai hari ini, dilakukan dengan semakin keterlaluan.
    [78]Risalah Fii Raddi ‘Alar Raafidhah, hal. 20.
    [79]Fushshilat, ayat 20.
    [80]Al Hijr, ayat 9.
    [81]Risaalah Fir Raddi ‘Alar Raafidhah, hal. 14-15.
    [82]Risaalah Nawaaqidhul Islam, hal. 283.
    [83]Risaalah Fir Raddi ‘Alar Raafidhah, hal. 29.
    [84]Abdul Aziz bin Ahmad (Waliullah) bin Abdur Rahiim al Faruuqi, bergelar Sirajul Hind. Muhibbuddiin al Khathib berkata: “Beliau adalah ulama India terbesar pada masanya. Beliau seorang penelaah buku-buku Syi’ah lagi amat menguasainya. Wafat, 1239 H. (Bacalah Al A’laam, 4:138; Muhaddimah Mukhtashaarat Tuhfah al Itsna Asy ‘Ariyah, Muhibbuddiin Khatib).
    [85]Mukhtashaar at Tuhfah al Itsna Asy ‘Ariyah, hal. 300.
    [86]Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdillah asy Syaukaani, seorang ulama Yaman, pengarang kitab Fathul Qadiir, Nailul Authar dan lain-lain kitab-kitab yang bermanfaat, Wafat, 1250 H. (Bacalah al-Badr at-Thalii’, 2:214-225).
    [87]Hadits dengan lafadh ini terdapat di dalam Shahih Bukhari, Kitabul Adab, bab: Man kafara akhaahu min ghairi takwiilin fahuwa kamaa qaala: juz VII: 97; Muslim, Kitabul Iman, bab: Bayaani haali iimaani man qaala liakhiihi almuslim “yaa kaafir”, I:79; Abu Dawud, Kitaabus Sunnah, bab: Ziyaadatil iiman, V:64 (H. 4687); Turmudzi, Kitaabul Iman, bab: Maa ja-a fii man ramaa akhaahu bikufrin, V:2 (H. 2637); Malik fil muwaatha’, Kitabul Kalaam, bab: Maa yukrahu minal kalaami, hal. 984; Ahmad, II:18, 23, 44, 47; At Thayaalisi, hal. 252 (H. 1842).
    [88]Asy Syaukani, Natsrul Jauhar ‘ala hadiitsi Abi Dzar, al Waraqah, hal. 15-16. (tulisan tangan).
    [89]Al Askubi, Ar-Rad ‘alas Syi’ah, al Waraqah: 5B.
    [90]Sungai Jaihun, terletak di Khurasan. Wilayah yang terletak di sebelah timurnya dinamakan Bayathillah. Sesudah zaman Islam tempat ini dinamakan daerah di seberang sungai. Sebelah barat sungai ini adalah negeri Khurasan dan daerah Khawarizm ” (Mu’jamul Buldan, 5:45).
    [91]Nahjus Salaamah, hal. 29&30.
    [92]Bacalah, misalnya – al ‘Uqud ad Durriyah fii tanqiihil Fatawa al Hamidiyah, Ibnu Abidin. Di dalam kitab ini diketengahkan fatwa Syeikh Muhammad al Hanafi, dimana beliau mengkafirkan Syi’ah karena banyak alasan. Hal ini merupakan fatwa beliau yang panjang. (Bacalah, al ‘Uqud Ad Durriyah, hal. 92).
    Juga disebutkan pendapat Abu Su’ud, seorang ahli tafsir Qur’an dan beliau meriwayatkan didalam kitabnya ini ijma’ para ulama Syi’ah untuk mengkafirkan para shahabat (Ibid, hal. 93).
    Di dalam buku Al Fataawa al Bazaziyah, oleh Syeikh Muhammad bin Syihab, yang dikenal dengan nama Ibnul Bazaz, Wafat, 827 H. beliau berkata: “Adalah wajib mengkafirkan Syi’ah Kisaniyah, karena mereka menyatakan Allah bersifat al Bada’ mengkafirkan golongan Rafidhah, karena mereka menyatakan adanya raj’ah (reinkarnasi)”dan seterusnya. (Al Fatawaa al Bazaziyah, cetakan pada catatan pinggir dari kitab al Fataawa al Hindiyah, 6:318).
    Di dalam kitab al Asybah wan Nadhaair oleh ibnu Nujaim, katanya: “Mencela dan melaknat Abu Bakar dan Umar adalah kafir. (halaman 19). Bacalah: Nawaaqidh ar Rawaafidh, oleh Mahdum asy Syirazi, dia mengetengahkan pendapat dari pengikut-pengikut madzhab empat mengenai pengkafiran golongan Syi’ah (Rafidhah) al Waraqah, hal. 187A dan seterusnya dan pengkafiran Syi’ah oleh muthahar bin Abdur Rahman bin Ismail, al Waraqah, hal. 51.

    PERTANYAANNYA LEBIH PINTAR MANA PENULIS BLOG YANG ANAK BARU KEMAREN MELEK AGAMA DI BANDINGKAN IMAM-IMAM BESAR TERDAHULU YANG TELAH JELAS KEILMUANNYA

    • febrian berkata:

      Saya gatal untuk komentar balasan, sedemikian banyak dasar ilmunya yang mas sampaikan, cuman kok rasanya kurang satu : kebijaksanaan…. langsung aja masnya menghina-hina yang punya blog, bukan nya lebih baik mengingatkan dengan bahasa halus tanpa kebencian… itulah penyakit umat Islam, ya apa sampeyan lebih baek dari yang punya Blog, saya aja yang sangat buta agama tahu bahwa jika Nabi Muhammad menghadapi hal seperti ini tentunya dengan bahasa yang lebih halus….

      • rinaldimunir berkata:

        He..he, biasa saja Mas Febrian, ini adalah resiko menulis. Saya hanya mengungkapkan apa yang saya tahu, bukan sebagai orang yang sok tahu. Ilmu agama saya memang tidak sepintar orang-orang itu. Soal tuduhan syiah, saya tertawa sendiri. Saya sejak lahir hingga sekarang adalah seperti kebanyakan orang Islam lain di Indonesia, yaitu ahlu sunnah wal jamaah.

      • 4lastday berkata:

        “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah & pelajaran yang baik & bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya & Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” [16:125]

    • lina nb berkata:

      istigfar mas…tidak baik mecela dn mejelek2an satu kaum yg belum tentu keburukan nya…itu sm saja zolim,,,,lebih baik kita saling intropeksi diri saja dn mencari ke ridhoan allah SWT sesuai ajaran yg kita anut, kita hrs malu dengan katolik, budha dll mereka bsa ko saling menjaga dn menghormati kita sesama umat muslim malah saling menghujat. se org penulis sebelum menulis mereka pasti selalu mendalami dan mempelajari literaturnya dulu dn pastinya dengan pakta dn bukti2 yg akuran. anda bsa saja mencela penulis blok ini tpi anda blm tentu bsa seperti penulis blok ini yg bsa menerima nya.

  131. Ariz berkata:

    Wahabbi detected!! Hati hati pak rinaldi blog anda dikerubuti ahlu fitnah!!

  132. DMC berkata:

    sudahlah ga usah ngeributin suni syiah, seharusnya umat islam tuh ngeributin kapan berbuat baik, dengan manusia, alam sekitarnya dan mahluk sekitarnya, dan mempertebal kemantapan ketauhidan kepada Nya, yang saya tahu Rasul muhammad SAW tidak pernah sedikitpun untuk mengajarkan umatnya untuk berbuat kedengkian dan menghujat satu sama lainnya, kalau anda yang sunni merasa benar maka teruskanlah untuk memperdalam kesunniannya, begitupun syiah, yang saya tahu manusia sejati itu manusia yang tidak pernah terpengaruh oleh orang lain, karna sesungguhnya kita diberikan ruh itu dalam keadaan suci dan islam. maka jangan kamu rusak ruh itu karena nafsu. seharusnya kalian malu sama tuhan yang telah memberikan ruh tersebut, kalian rusak seenaknya dengan nafsu kebencian dengan sesamanya, marilah kita bergandengan tangan, orang yang masih meributkan anatra sunni syiah itu adalah orang yang masih belum bener ilmu ketauhidannya. saya yakin dan sangat yakin sekali kalau setiap umat manusia sudah bener2 ilmu ketauhidannya maka dunia dan seisinya akan aman dan tentram… “Barang Siapa belum mengenal diri Nya maka ia belum mengenal Tuhan nya”

  133. Nova T berkata:

    Menilai suatu sekte atau aliran, harus dari sumber ajaran khususnya, bukan dari apa yang nampak di keseharian mereka. Orang Buddha juga baik, sopan, alim dan menyenangkan. Tapi apakah lantas agama Buddha menjadi suatu kebenaran bagi seorang muslim? Jangan salah menentukan metodologi mengambil data.

  134. Sang Penengah berkata:

    Sudahlah semuanya kembali kepada ajaran Al Qur’an dan Sunah Nabi SAW dengan sungguh-sungguh karena itu adalah perintah Baginda Nabi SAW sebelum beliau wafat, Sunni atau Syi’ah tidak ada pada masa Nabi SAW masih hidup atau pada 2 khalifah utama (Abu Bakar ra dan Umar ra) namun bibitnya sudah ada sejak zaman khalifah Utsman ra

  135. heru berkata:

    ※syi’ah dan sunni beda.ibarat laki2 dan wanita, langit dg bumi※
    -Taqyah(pura2 islam) adalah fardhu ain,yg melanggar wajib dibunuh.9/10 taqyah ajaran syi’ah.alkulaeni dari abo abdola:’hai omar,taqyah itu agamaku(syi’ah)(fardhu ain),jagalah agama kalian,tutuplah dg taqyah”makin dusta makin sholih.Mut’ah:alkafi 5-452,mut’ah awal 1/3 naar padam,ke 2 maka 2/3 naar padam,dst.Alloh swt dihina dg asma AL BADA’,Nabi Muhammad s.a.w kini disiksa karna zina

  136. Amr Abdul Jabr berkata:

    kenapa kita memepermasalahkan syiah atau sunny.
    musuh kita adalah orang kafir.

    ketika ibadah haji, berbaur tuh muslim dari segala penjuru dunia, mau syiah, mau sunny, atau apaapun namanya. Mereka berbaur beribadah bareng. Gue juga pernah bersebelahan dengan orang Iran, sambil menunggu waktu sholat kamu duduk dan berusaha mengobrol meski dengan bahasa isyarat. Dia menunjukkan gambar Ali di HPnya dan gue mengatakan dari Indonesia yg kebanyakan kaum sunny. Its no problem.

  137. Kalau berakhlak sesuai dengan Islam yang sebenarnya, apakah diajarkan berdoa untuk melaknat?? Nabi Muhammad SAW saat berdakwah lau dihujat,diludahi, dicelakain malah berdoa yang baik terhadap pelakunya. Sementara Syiah berdoa melaknat sahabat-sahabat nabi, istri Nabi siti Aisyah. letak benarnya dimana? Logika baiknya dimana? Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk tidak meratapi seseorang yang meninggal secara berlebihan seperti kaum kafir Quraisyi, terus bagaiman syiah punya ritual seperti melukai diri karena memperingati tragedi Karbala yang dilakukan secara Massal..!!!, Kita diajarkan untuk mempelajari islam secara kaffah, atau menyeluruh yang artinya dari Kitab Alqur’an. Hadits dan kehidupan yang dilakukan sehari-hari Nabi Muhammad SAW. Bohonglah kalau Sayidina Ali melakukan apa yang syiah sekarang kerjakan, Terus siapa yang syiah contohkan??. Udah ga ada logikanya ajaran syiah ini.

  138. Tanpa nama berkata:

    untukmu agamamu untukku agamaku

  139. haneda kusnadi berkata:

    syiah lah sebenar benarnya khawarij,,, anjing2 neraka dajjal,, cepatlah bertaubat kembali ke sunni,, umar abu bakar, ustman, Ali , kedudukannya adalah sahabat2 yang mulia,, bashar dan khomeini anak haram mutah lah yang akan berada di kerak neraka jahanam karena mengkafirkan umar , muawiyah dkk

  140. lina nb berkata:

    saudara2 sesama muslim kita punya pandangan masing2 tentang islam seperti halnya sunni yg banyak di akui. tpi tlg kita tdk bsa menghakimi dn bilang mana yg sesat dn tidak karna sesunguhnya kita semua berpatokan kepada Al-Qur an. hanya org2 zolim lah yg bsa berkata itu sesat. tpi kita blm tentu kebenaran nya hanya allah SWT yg tau. klu pun mereka sesat tpi kita tdk boleh bersikap zolim biarkan dengan kepercayaan nya msing2

  141. tofixwae1979 berkata:

    katanya syiah ada ritual bertukar pasangan laki dan perempuan dlm ruangan gelap,,apakah benar ada?,,,saya lupa apa nama ritual itu

  142. acu berkata:

    Saya kira latar belakang yang mendasari sunni-syiah adalah kompetisi yang awalnya adalah bermuatan politik antara suku arab dan persia. kebudayaan persia yang sudah advance dibanding kebudayaan arab yang baru rise/bangkit saat itu. Terjadi perbedaan yang terus meruncing selama 1400 tahun, dan itu adalah sesuatu yang masuk akal sebagai karakter manusia di mana pun.

    Ada satu hal yang saya catat, dalam literatur sejarah perkembangan ilmu pengetahuan lebih berkembang saat negara memiliki madhab syi’ah. Masyrakat syiah lebih terbuka mengenai masalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara umum masyarakat sunni cenderung lebih ‘statis’/’konservatif’ dibanding syi’ah dalam aspek ini.

    Demikian yang saya simpulkan dari buku-buku dan guru-guru sewaktu Madrasah Aliyah dalam pelajaran sejarah kebudayaan Islam, untuk perkembangan global saat ini hampir tidak mengamati lagi.

    • selo berkata:

      Benar acu … sp dengan sekarang yg terdengar berkembang tuk keilmuan tuk negara islam yg mandiri ya iran yg bermadzab syiah …kalau negara2 arab jauh banget …jd berpikir jg kalau islam yg benar yg dilakukan seharusnya jd maju dan berkembang …melihat keterbelakangan masyarakat islam sekarang berarti memang masyarakat islam yg kurang pas menjalankan ajaran islam yg dipilihnya atau memilih ajaran islam yg kurang pas ….

    • Muhammad Nurhasby berkata:

      Saya ada pengikut aliran Sunnah dan pernah bersekolah disebuah sekolah beraliran Syiah dan saya merasa sangat beruntung oleh karena hal itu. Hal ini karena saya telah mengalami hidup di “2 dunia” dan bisa mendapatkan kebijakkan untuk hidup dengan toleransi beragama. Ada cukup banyak perbedaan antara kedua aliran tersebut akan tetapi tidak menghalangi saya untuk saling menjaga kerukunan antar hidup beragama. Ada beberapa poin mengenai ajaran Syiah yg saya setuju dan tidak setujui akan tetapi perbedaan tersebut mengarah kepada satu hal bahwa “kepastian itu adalah milik Allah” dan tugas kita hanyalah menjaga ketentraman hidup beragama kita walaupun terdapat cukup banyak perbedaan antara kita.
      Saya memiliki banyak sahabat Sunni sebagaimana saya juga memiliki banyak sahabat Syiah. Dan kami tetap teguh memegang nilai2 yg kami anut dgn tetap menjaga kedamaian antara kami. Kami tidak perlu merasa takut untuk menjaga ‘identitas’ kami masing2 karena kerukunan tetap kami jaga. Kami merasa tidak perlu untuk saling ‘mengkafirkan’ satu dengan yg lain karena kebenaran sejati akan terbuka wujudnya di akhirat nanti.
      Akan lebih menyenangkan apabila melihat kedua ‘kubu’ tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan antar mereka dan mereka cenderung ‘berlomba-lomba’ untuk memajukan dunia islam yg sekarang sedang terpuruk. Akan lebih menyenangkan bila melihat kedua kubu saling berlomba-lomba untuk memajukan kualitas hidup saudara2 mereka dibelahan bumi lain yg sedang di dera kemiskinan dan kebodohan. Akan lebih menyenangkan bila melihat kedua kubu saling berlomba-lomba dan berkerjasama untuk membebaskan saudara2 mereka yg sedang berjuang untuk lepas dari agresi zionis.
      Semoga…

  143. AGUS berkata:

    ISLAM ITU SATU GAK ADA SUNI GAK ADA SYI’AH, ISLAM YA ISLAM. SEDIH MELIHAT KYAK GNI. PANTAS ISLAM SELALU KALAH DAN DI BANTAI KARENA HAL KYA GNI YG SELALU DI PER DEBATKAN!!! BERSATULAH BIAR KITA JAYA LAGI.

  144. dani berkata:

    assalamu’alaikum, maaf sblmnya tulisan anda saya koreksi karna almarhumah ibu saya pernah jd penganut syiah & saya baca semua buku ibu saya, ibu saya rutin pengajian syiah 1 mgg 3x. stlh saya telaah saya menarik kesimpulan syiah sama dg ahmadiyah karna syahadatnya jg berbeda dimana syahadat syiah menghujat sahabat nabi dg memasukan para sahabat masuk neraka & jg ada nabi baru yaitu Ali Bin Abi Thalib karna menurut mereka Nabi Besar Nabi Muhammad dan Nabi kecil Ali Bin Abi Thalib Al Qur’annya pun berbeda contoh pada saat saya di ajak almarhumah ibu saya mengikuti pengajian sdg di bahas surat Al Baqoroh bagi mereka sapi betina itu adalah siti Aisyah naudzubillah, keji sekali..tp bila dg org yg bkn kelompoknya mereka berkamuflase

  145. Salaf berkata:

    Bagaimana anda bisa berteman baik (tdk dlm rangka dakwah mengajak kpd akidah ahlus sunnah) dengan org yg akidahnya mengkafirkan sahabat dan istri rasulullah,menganggap ummul mukminin pezina dll dan anda jg blg perbedaan ini tdk usah di pertajam??????.kaidah dan logika apa yg anda pakai ????seandainya istri anda di di fitnah sbg pezina bagaimana sikap anda…????sedang ini ummul mukminin…istri rasulullah.shiah kaffir adalah ijma ulama ahlus sunnah.

  146. jalan ahlul bait berkata:

    Buat salafi-wahabi dan suni
    Salafi-wahabi sudah kami ketahui adalah sebuah mazhab yg dibangun atas kedunguan dan kepalsuan. Mazhab ini tujuannya adalah menisbatkan bahwa mereka saja yg paling benar dan paling mengikuti Al-quran dan sunah Ini adalah ciri-ciri MANUSIA YG TAQABUR, SOMBONG DAN AROGAN,

    Dan suni celakanya mereka yg awam mudah terhasut propaganda salafi-wahabi yg banyak menyesatkan kaum muslimin didunia ini.
    Wahai salafi-wahabi…. Antum mau mencari org syiah ??? argument org syiah ??? ini ana siap menjawab semua pertanyaan yg ditujukan kesyiah. Jangan jadikan ketidaktahuan dan kebodohan antum dalam agama ini lalu telunjuk anda mengarah kepada kami syiah.
    Apakah antum mau bukti tentang kebodohan kaum salafi-wahabi dan suni yg syiahphobia ????

    1. Kalian menuduh bahwa syiah imamiyah mengkafirkan semua sahabat padahal org syiah tak seperti itu ratusan bahkan mungkin ribuan sahabat nabi saw berperang melawan aisyah dlm perang unta, berperang melawan muawiyah laknatullah dlm perang shiffin . Nah coba tanya sama org syiah apakah mrk mengkafirkan semua sahabat yg berperang dgn imam ali as tsb itu kafir ???? org yg paling bodoh saja dari kalangan syiah tak akan pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.

    2. Kalian mengatakan syiah banyak melaknat/menghina sahabat dlm hadist2 syiah. Kalo antum jujur wahai salafi-wahabi maka dikitab kalian pun seperti bukhari muslim banyak melaknat sahabat seperti : nabi saw mengatakan ada 12 sahabat yg munafik, nabi saw mengatakan muawiyah kafir (mati dlm keadaan selain islam), sebagian besar sahabat nabi saw dicampakan kedalam neraka (silahkan baca hadist al-haud/telaga). Bahkan imam2 hadist yg kalian banggakan seperti bukhari, muslim, ahmad, an-nasi’I turut memberikan referensi bahwa banyak sahabat nabi saw yg kafir setelah nabi saw wafat. Akibat kekafiran mereka shg Allah mencampakan sebagian besar sahabat edalam neraka !!! mau kalian bantah ??? silahkan itukan kitab hadist yg kalian bangga-banggakan sebgai kitab tershahih setelah Al-quran yaitu kitab hadist bukhari-muslim.

  147. jalan ahlul bait berkata:

    3. Kalian mengatakan org syiah mencela sahabat, istri nabi aisah ra. Kalo kalian sadar dan menginginkan persatuan tak usah kalian ungkap disini sebab dihadist kalian sendiripun lebih banyak lagi penghinaan tersebut bahkan lebih buruk lagi. Kalo syiah Cuma mengina sahabat dan istri nabi saw maka kaum suni dan salafi-wahabi dalam kitab shahihnya bahkan sangat kurang ajar dari kitab hadist syiah. Imam kalian bukhari telah berani menghina bahwa ajaran hokum islam yaitu rajam bukan berasal dari ajaran nabi saw tapi berasal dari MONYET/KERA. Bukhari juga menuduh nabi saw adalah manusia paling sadis dlm menghukum seorang yg mencuri unta, sejak jaman nabi adam sampai sekarang yaitu MEMOTONG KEDUA TANGAN DAN KAKI SIPENCURI BAHKAN TEGA IMAM HADIST BUKHARI YG KALIAN BANGGAKAN ITU MENAMBAHKAN LAGI SETELAH NABI SAW MEMOTONG KEDUA KAKI DAN TANGAN, TIDAK PUAS DGN HAL ITU NABI SAW LALU MENCONGKEL MATA SERTA MENGHIMPIT SIPENCURI UNTA TERSEBUT DGN BATU BESAR DAN MENJEMURNYA DITENGAH PANAS MATAHARI (NAUZUBILLAH). Menurut kalian suni dan salafi wahabi mana lebih tercela dan durhaka perbuatan syiah atau suni + salafi-wahabi.
    Mana lebih kurang ajar apakah syiah yg mencela sahabat dan istri beliau saw dgn suni +salafi-wahabi yg menghina syariat Allah dan menghina rasulNYA ???

    Bahkan tidak cukup dgn itu suni dan salafi-wahabi melalui kitab shahihnya bukhari juga melakukan penghinaan kepada nabi-nabi Allah SWT.
    Contoh :
    Nabi musa dikatakan lari dan keliling kampong dgn telanjang bulat , nabi musa menampar malaikat maut, nabi ayub tidak bersyukur akan karunia Allah bahkan bukhari mengatakan dalam kitab shahihnya Allah dating kepada nabi ayub dimana nabi ayub lagi telanjang bulat. Dan tanpa malu allah dan nabi ayub berdialoq sedangkan nabi ayub sedang telanjang bulat dan Allah tdk menyuruh nabi ayub berpakaian terlebih dahulu. ADAKAH PENGHINAAN DALAM AGAMA ISLAM YG SEPARAH INI DIMANA IA DILAKUKAN OLEH KITAB2 ORG SUNI YG MENGAKU-NGAKU PALING BENAR DIDUNIA INI ??

    ADAKAH KAUM YG LEBIH BODOH DARI KAUM SALAFI-WAHABI +SUNI MENGANGGAPNYA INI ADALAH SUATU KEBENARAN ATAS NAMA NABI SAW HANYA KARENA IA DIRIWAYATKAN OLEH BUKHARI (kitab paling shahih setelah Al-quran )

    Dgn kenyataan seperti ini apa masih punya malu kalian org suni dan salafi-wahabi mengaku kalian paling benar daripada syiah ???? kitab hadist kalian lebih baik dari kitab hadist syiah ???
    Kalo sudah tak punya malu ya….iklankanlah

  148. jalan ahlul bait berkata:

    BERIKUT HADISTNYA :
    HADIST DALAM BUKHORI-KERA BERZINA

    صحيح البخاري ٣٥٦٠: حَدَّثَنَا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ
    رَأَيْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ قِرْدَةً اجْتَمَعَ عَلَيْهَا قِرَدَةٌ قَدْ زَنَتْ فَرَجَمُوهَا فَرَجَمْتُهَا مَعَهُمْ

    1. Shahih Bukhari 3560: Telah menceritakan kepada kami Nu’aim bin Hammad telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Hushain dari ‘Amru bin Maimun berkata; “Aku pernah melihat di zaman jahiliyyah seekor monyet sedang dikerumuni oleh monyet-monyet lainnya. MONYET ITU TELAH BERZINA lalu MONYET-MONYET LAIN MERAJAMNYA (melempari dengan batu) dan aku ikut merajamnya bersama mereka”.

    Imam besar ahli hadis Sunni; Bukhari mendongengkan kepada kita sebuah kisah melalui sebuah riwayat (yang tentunya sangat shahih dan dosa ditolak atau ditakwil!!!) tentang perselingkuhan seekor kera dengan lawan jenisnya (tentunya tanpa ada ikatan nikah yang disahkan dengan ijab dan qabul di hadapan penghulu yang tentunya juga dari kalangan kera tapi yang sarjana lulusan fakultas Syari’at).. dan untuk mempertangung jawabkan perbuatannya itu, si kera malang itu dirajam rame-rame oleh sekawanan kera (entah waktu itu Amirul Kera-nya siapa namanya, Imam Bukhari tidak memberitahukan dalam riwayat itu)

    Saya tidak berani berkomentar apa-apa tentang hadis shahih Imam Bukhari di atas. hanya saja dalam pikiran saya bertanya-tanya (mungkin teman-teman Salafi-Wahabi yang ahli-ahli dalam ilmu hadis bisa melegahkan pikiran saya):

    A) Apakah dalam masyarakat kera dan binatang sejenisnya ada syari’at? lalu siapa nabinya? apa juga dari bangsa kera ada yang lulus sensor “langit”, atau siapa?

    B) Apakah hukuman yang berlaku untuk masyarakt kera jika berzina itu juga Rajam? sama seperti syari’atnya Nabi Muhammad saw.?

    C) Apa pembuktian perzinahan itu juga diharuskan ada empat saksi?

    D) Dari manakah ‘Amr ibn Maimun tahu bahwa kera itu telah berzina dan kawan-kawannya yang marajamnya itu segadai hukum had? Apakah ‘Amr mengerti bahawa kera? Sekolah di LIPIA, atau fakultas sastra Lughatul Qiradah mana?

  149. jalan ahlul bait berkata:

    Shahih Bukhari : kekejaman Rasulullah saw MEMOTONG TANGAN DAN KAKI SERTA MENCONGKEL MATA PENCURI UNTA di dalam Shahih Bukhari
    Baca ini wahai Sunni dan salafi-wahabi dan buatlah beribu alasan wahai umat agama Wahabi.

    Shahih Bukhari,Hadits no.1405 :
    حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ نَاسًا مِنْ عُرَيْنَةَ اجْتَوَوْا الْمَدِينَةَ فَرَخَّصَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْتُوا إِبِلَ الصَّدَقَةِ فَيَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا فَقَتَلُوا الرَّاعِيَ وَاسْتَاقُوا الذَّوْدَ فَأَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُتِيَ بِهِمْ فَقَطَّعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسَمَرَ أَعْيُنَهُمْ وَتَرَكَهُمْ بِالْحَرَّةِ يَعَضُّونَ الْحِجَارَةَ تَابَعَهُ أَبُو قِلَابَةَ وَحُمَيْدٌ وَثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ
    Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas radliallahu ‘anhu bahwa ada sekelompok orang dari ‘Urainah yang sakit terkena udara dingin kota Madinah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengobati mereka dengan memberi bagian dari zakat unta, yang mereka meminum susu-susunya dan air kencingnya. Namun kemudian orang-orang itu membunuh pengembala unta tersebut dan mencuri unta-untanya sejumlah antara tiga hingga sepuluh. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang. Akhirnya mereka dibawa ke hadapan Beliau, lalu kemudian BELIAU SAW MEMOTONG TANGAN DAN KAKI MEREKA SERTA MENCONGKEL MATA-MATA MEREKA DENGAN BESI PANAS LALU MENJEMUR MEREKA DIBAWAH PANAS DAN DITINDIH DENGAN BEBATUAN. Hadits ini dikuatkan juga oleh Abu Qalabah dan Humaid dari Tsabit dari Anas

  150. jalan ahlul bait berkata:

    HADIST BUKHARI . MUSA LARI TELANJANG
    صحيح البخاري ٣١٥٢: حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ الْحَسَنِ وَمُحَمَّدٍ وَخِلَاسٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مُوسَى كَانَ رَجُلًا حَيِيًّا سِتِّيرًا لَا يُرَى مِنْ جِلْدِهِ شَيْءٌ اسْتِحْيَاءً مِنْهُ فَآذَاهُ مَنْ آذَاهُ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَقَالُوا مَا يَسْتَتِرُ هَذَا التَّسَتُّرَ إِلَّا مِنْ عَيْبٍ بِجِلْدِهِ إِمَّا بَرَصٌ وَإِمَّا أُدْرَةٌ وَإِمَّا آفَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ أَرَادَ أَنْ يُبَرِّئَهُ مِمَّا قَالُوا لِمُوسَى فَخَلَا يَوْمًا وَحْدَهُ فَوَضَعَ ثِيَابَهُ عَلَى الْحَجَرِ ثُمَّ اغْتَسَلَ فَلَمَّا فَرَغَ أَقْبَلَ إِلَى ثِيَابِهِ لِيَأْخُذَهَا وَإِنَّ الْحَجَرَ عَدَا بِثَوْبِهِ فَأَخَذَ مُوسَى عَصَاهُ وَطَلَبَ الْحَجَرَ فَجَعَلَ يَقُولُ ثَوْبِي حَجَرُ ثَوْبِي حَجَرُ حَتَّى انْتَهَى إِلَى مَلَإٍ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَرَأَوْهُ عُرْيَانًا أَحْسَنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ وَأَبْرَأَهُ مِمَّا يَقُولُونَ وَقَامَ الْحَجَرُ فَأَخَذَ ثَوْبَهُ فَلَبِسَهُ وَطَفِقَ بِالْحَجَرِ ضَرْبًا بِعَصَاهُ فَوَاللَّهِ إِنَّ بِالْحَجَرِ لَنَدَبًا مِنْ أَثَرِ ضَرْبِهِ ثَلَاثًا أَوْ أَرْبَعًا أَوْ خَمْسًا فَذَلِكَ قَوْلُهُ
    { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا }

    Shahih Bukhari 3152: Telah bercerita kepadaku Ishaq bin Ibrahim telah bercerita kepada kami Rauh bin ‘Ubadah telah bercerita kepada kami ‘Auf dari Al Hasan, Muhammad dan Khilas dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Nabi Musa ‘Alaihissalam adalah seorang pemuda yang sangat pemalu dan senantiasa badannya tertutup sehingga tidak ada satu pun dari bagian badannya yang terbuka karena sangat pemalunya. Pada suatu hari ada orang-orang dari Bani Isra’il yang mengolok-oloknya. Mereka berkata; “Sesungguhnya tidaklah dia ini menutupi tubuhnya melainkan karena kulit tubuhnya sangat jelek, bisa jadi karena menderita sakit kusta, bisul atau penyakit-penyakit lainnya”. Sungguh Allah ingin membebaskan Nabi Musa dari apa yang mereka katakan terhadap Musa, sehingga pada suatu hari dia mandi sendirian dengan talanjang dan meletakkan pakaiannya di atas batu. Maka mandilah dia dan ketika telah selesai dia beranjak untuk mengambil pakaiannya namun batu itu telah melarikan pakaiannya. Maka Musa mengambil tongkatnya dan mengejar batu tersebut sambil memanggil-manggil; “Pakaianku, wahai batu. Pakaianku, wahai batu”. Hingga akhirnya dia sampai ke tempat kerumunan para pembesar Bani Isra’il dan mereka melihat Musa dalam keadaan telanjang yang merupakan sebaik-baiknya ciptaan Allah. Dengan kejadian itu Allah membebaskan Musa dari apa yang mereka katakan selama ini. Akhirnya batu itu berhenti lalu Musa mengambil pakaiannya dan memakainya. Kemudian Musa memukuli batu tersebut dengan tongkatnya. Sungguh demi Allah, batu tersebut masih tampak bekas pukulan Musa, tiga, empat atau lima pukulan. Inilah di antara kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam seperti difirmankan Allah Ta’ala: (“Wahai orang-orang beriman janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang mengolok-olok (menyakiti) Musa lalu Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan”) (QS al-Ahzab ayat 69).

  151. jalan ahlul bait berkata:

    Shahih Bukhari ; Allah ngobrol dengan Nabi Ayub as ketika Nabi Ayub as sedang mandi dalam keadaan telanjang
    Shahih Bukhari ; Allah ngobrol dengan Nabi Ayub as ketika Nabi Ayub as sedang mandi dalam keadaan telanjang

    Shahih Bukhari,Hadits no 270 :
    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا أَيُّوبُ يَغْتَسِلُ عُرْيَانًا فَخَرَّ عَلَيْهِ جَرَادٌ مِنْ ذَهَبٍ فَجَعَلَ أَيُّوبُ يَحْتَثِي فِي ثَوْبِهِ فَنَادَاهُ رَبُّهُ يَا أَيُّوبُ أَلَمْ أَكُنْ أَغْنَيْتُكَ عَمَّا تَرَى قَالَ بَلَى وَعِزَّتِكَ وَلَكِنْ لَا غِنَى بِي عَنْ بَرَكَتِكَ وَرَوَاهُ إِبْرَاهِيمُ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا أَيُّوبُ يَغْتَسِلُ عُرْيَانًا
    Dan (masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya) dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Tatkala Ayyub mandi dalam keadaan telanjang, tiba-tiba muncul belalang dari emas. Lalu Ayyub mengumpulkan dan memasukkannya ke dalam baju. Maka Raabnya memanggilnya: ‘Wahai Ayyub, bukankah aku sudah memberimu kecukupan sebagaimana kau lihat? ‘ Ayyub menjawab, ‘Benar, dan demi segala kemuliaan-Mu. Tetapi aku tidak pernah merasa puas dari limpahan barakah-Mu’. Ibrahim juga meriwayatkan dari Musa bin ‘Uqbah dari Shafwan bin Sulaim dari ‘Atha’ bin Yasar dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Ketika Ayyub mandi dalam keadaan telanjang.

    http://bb.indoquran.com/en/hadith-bukhari/surah/5.html

    Volume 1, Book 5, Number 277 :

  152. jalan ahlul bait berkata:

    12 ORANG SAHABAT NABI SAW YG MUNAFIQ
    Terkait dengan hadis dua belas orang munafik terdapat salafy nashibi yang membuat tulisan khusus dengan tujuan membela doktrin mereka dan mencela orang yang ia tuduh Syiah. Kami ingatkan wahai pembaca budiman, hadis ini tidak ada kaitannya dengan Syiah. Kami akan membahas tulisan mereka secara objektif dan menunjukkan apapun tafsiran yang mereka perbuat mereka tidak akan bisa mempertahankan doktrin “keadilan sahabat ala nashibi”.
    حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة حدثنا أسود بن عامر حدثنا شعبة بن الحجاج عن قتادة عن أبي نضرة عن قيس قال قلت لعمار أرأيتم صنيعكم هذا الذي صنعتم في أمر علي أرأيا رأيتموه أو شيئا عهده إليكم رسول الله صلى الله عليه و سلم ؟ فقال ما عهد إلينا رسول الله صلى الله عليه و سلم شيئا لم يعهده إلى الناس كافة ولكن حذيفة أخبرني عن النبي صلى الله عليه و سلم قال قال النبي صلى الله عليه و سلم في أصحابي اثنا عشر منافقا فيهم ثمانية لا يدخلون الجنة حتى يلج الجمل في سم الخياط ثمانية منهم تكفيكهم الدبيلة وأربعة لم أحفظ ما قال شعبة فيهم
    Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah yang berkata telah menceritakan kepada kami Aswad bin Amir yang berkata telah menceritakan kepada kami Syu’bah bin Hajjaj dari Qatadah dari Abi Nadhrah dari Qais yang berkata “saya pernah bertanya kepada Ammar, bagaimana pendapatmu tentang perang terhadap Ali? Atau bagaimana pesan yang disampaikan Rasulullah SAW kepadamu?. Ammar menjawab “Rasulullah SAW tidak pernah menyampaikan pesan kepada kami suatu pesan yang tidak Beliau sampaikan juga kepada orang-orang”. Saya diberitahu oleh Huzaifah dari Nabi SAW yang bersabda “DI KALANGAN SAHABATKU ADA DUA BELAS ORANG MUNAFIK. DI ANTARA MEREKA ADA DELAPAN ORANG YANG TIDAK AKAN MASUK SURGA SAMPAI UNTA MASUK KE LUBANG JARUM”. Delapan orang diantara mereka akan mendapat Dubailah, sedangkan empat lainnya aku tidak hafal yang dikatakan Syu’bah tentang mereka. [Shahih Muslim 4/2143 no 2779 (9) tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi]

  153. jalan ahlul bait berkata:

    HADIST-HADIST BUKHARI tentang SAHABAT BANYAK YANG DILEMPAR KEDALAM NERAKA KRN MURTAD (KAFIR) SETELAH NABI SAW WAFAT

    1. HADIST NO – 6090

    و حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْمُغِيرَةِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ وَلَيُرْفَعَنَّ مَعِي رِجَالٌ مِنْكُمْ ثُمَّ لَيُخْتَلَجُنَّ دُونِي فَأَقُولُ يَا رَبِّ أَصْحَابِي فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ تَابَعَهُ عَاصِمٌ عَنْ أَبِي وَائِلٍ وَقَالَ حُصَيْنٌ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Telah menceritakan kepadaku Amru bin Ali telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Mughirah mengatakan; aku mendengar Abu Wa`il dari Abdullah radliyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Akulah yang mendahului kalian yang mendatangi telaga, dan diperlihatkan bersamaku beberapa orang diantara kalian, kemudian dicabut dari pandanganku, maka aku pun berteriak; ‘YA RABBI, ITU SAHABATKU! ‘ maka ada suara; ‘ENGKAU TAK TAHU YANG MEREKA LAKUKAN SEPENINGGALMU’.” hadits ini diperkuat oleh oleh ‘Ashim dari Abu Wa`il. Dan Husain mengatakan; dari Abu Wa’il dari Khudzaifah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

    Shahih Bukhari,Hadits No.3100 :Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan telah bercerita kepada kami Al Mughirah bin an-Nu’man berkata telah bercerita kepadaku Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma dari NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM BERSABDA: Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (pada hari qiyamat) dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan. Lalu Beliau membaca firman Allah QS al-Anbiya’ ayat 104 yang artinya (Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti dari Kami. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya). Dan orang yang pertama kali diberikan pakaian pada hari qiyamat adalah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan ada segolongan orang dari sahabatku yang akan diculik dari arah kiri lalu aku katakan: ITU SAHABATKU, ITU SAHABATKU. Maka Allah Ta’ala berfirman: SESUNGGUHNYA MEREKA MENJADI MURTAD (KAFIR) SEPENINGGAL KAMU. Aku katakan sebagaimana ucapan hamba yang shalih (firman Allah dalam QS al-Maidah ayat 117 – 118 yang artinya (Dan aku menjadi saksi atas mereka selagi aku bersama mereka. Namun setelah Engkau mewafatkan aku…) hingga firman-Nya (….Engkau Maha Perkasa lagi Maha bijaksana).

  154. jalan ahlul bait berkata:

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: “Ketika aku sedang berdiri, terlihat olehku sekelompok orang. Setelah aku kenali mereka, ada seorang di antara mereka keluar dan mengajak kawan-kawannya, ‘Ayo, mari’ Aku bertanya, ke mana? ia menjawab, ‘ke neraka,’ Lalu aku bertanya lagi, mengapa nasib mereka sampai demikian? Kemudian dijawab: ‘Sesungguhnya mereka telah murtad sejak kau tinggalkan dan berbalik ke belakang (innahum irtaddu ba‘da-ka ‘ala Adbari-himi l-Qahqariyy). Kemudian terlihat sekelompok lain lagi. Ketika aku kenali mereka, ada seorang di antara mereka keluar dan menyeru kawan-kawannya: ‘Ayo, mari’ Aku bertanya, ke mana? Ia menjawab: ‘Ke neraka’ Lalu aku bertanya lagi, mengapa mereka? dijawab: ‘SESUNGGUHNYA MEREKA TELAH MURTAD SEPENINGGALMU DAN KEMBALI KE BELAKANG. Kulihat tidak ada yang selamat dan lolos KECUALI BEBERAPA ORANG SAJA YANG JUMLAHNYA CUKUP SEDIKIT, SEPERTI JUMLAH ONTA YANG TERSESAT DARI ROMBONGANNYA (fala ara-hu yakhlusu minhum illa mithlu hamali n-Na‘ am)” (Shahih Bukhari,8/150. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Musyayib dari banyak sahabat Nabi).

    Sahih al-Bukhari. Hadis no. 586. Daripada Ibn Musayyab bahawa Nabi (Saw.) bersabda: Sebahagian daripada para sahabatku akan mendatangiku di Haudh, dan mereka akan dipisahkan dari Haudh.Maka aku berkata:Wahai Tuhanku! Mereka adalah para sahabatku (ashabi), maka akan dijawab: Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka.Sesungguhnya MEREKA TELAH MENJADI KAFIR MURTAD KE BELAKANG selepas anda meninggalkan mereka (inna-hum irtaddu ba‘da-ka ‘ala Adbari-ka l-Qahqariyy)

  155. Derasip Duwur berkata:

    Ada tweet bagus dari Habib Ali Aljifri (Ulama terkenal di TimTeng):
    إلى عموم السنة والشيعة في العراق: عدوكم “الحقيقي” هو من استطاع إقناعكم أنكم أعداء
    “Kepada seluruh Ahlussunnah (Sunni) dan Syi’ah di Iraq: Musuh kalian yang sebenarnya (hakiki) adalah mereka yang menyakinkan kalian bahwa kalian (Sunni-Syi’ah) adalah bermusuhan”

    Memang ada provokator, biasanya sebentar memihak yg satu dan dilain waktu memihak yg lain, orang islam paling gampang disuruh musuh2an sesamanya , sebab bahan perbedaan berlimpah tinggal di expose dibesar2kan maka pasti pada saling caci dan maki, tiap aliran dan mazhab bahkan beda pesantren beda ibadahnya, jadi gampang diadu domba

  156. jalan ahlul bait berkata:

    kalo modal cuma youtbe lebih baik akhi ryan jadi penonton yg budiman saja. Kalo salafi-wahabi memang adalah kelompok atau sekte manusia TAQABUR, SOMBONG DAN AROGAN. SEMUA GOLONGAN DILUAR SALAFI-WAHABI DIANGGAP SESAT. …..DIANGGAP AHLUL BID’AH. Kalo salafi-wahabi berhadapan dgn mazhab syiah mereka selalu membajak nama suni atau aswaja tp kalo tdk berhadapan dgn syiah lidah mereka fasih ntuk menyesatkan suni…..membid’ahkan suni/aswaja.. berapa banyak amalan suni yg kalian sesatkan wahai salafi-wahabi. ….kalian sama seperti bunglon. syiah dan suni tetap saja dimata kalian sesat dan ahlul bid’ah.

  157. jalan ahlul bait berkata:

    ANA AKAN BERIKAN 5 (lima) PAHAM SESAT DAN MENYESATKAN DOKTRIN ASWAJA DAN SALAFI-WAHABI YG TELAH DIYAKINI SALAFI-WAHABI SELAMA RATUSAN TAHUN JIKA ANTU BERILMU:
    1. SEMUA SAHABAT ADALAH ADIL, JUJUR DAN PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA

    2. KITAB BUKHARI-MUSLIM ADALAH KITAB TERSHAHIH DIDUNIA SETELAH AL-QURAN

    3. SELAIN PARA NABI DAN RASUL TIDAK ADA MANUSIA YG MAKSUM ATAU SUCI

    4. KETIGA KHALIFAH YAITU ABU BAKAR, UMAR DAN USMAN ADALAH KHALIFAH YG SAH BERDASARKAN SYARIAT ISLAM DAN PILIHAN SELURUH KAUM MUSLIMIN PADA SAAT ITU

    5. ABU BAKAR ADALAH MANUSIA TERBAIK SETELAH NABI SAW

    Silahkan antum buktikan 5 (LIMA) PAHAM SESAT SUNI DAN SALAFI-WAHABI diatas BENAR ADANYA dan berdasarkan dalil shahih jika kaum suni dan salafi-wahabi tak mau disebut MEMPUNYAI PAHAM DAN DOKTRIN YG SESAT/MENYIMPANG DARI AL-QURAN DAN HADIST SHAHIH.

    DAN TOLONG FOKUS DGN 5 POINT DIATAS. DAN TAK USAH ANTUM MENGARANG2 CERITA YG TAK ADA HUBUNGANNYA DGN 5 PERTANYAAN ANA DIATAS.PAHAM !!!!
    SAMPAI KAPANPUN SALAFI-WAHABI TAK AKAN MAMPU MEMBUKTIKAN 5 (lima ) point diatas adalah suatu doktrin yg berdasarkan dalil shahih. MAKANYA WAHAI KAUM SUNI DAN SALAFI-WAHABI JANGAN MALING TERIAK MALING, PADAHAL MALING SEJATINYA ADALAH SALAFI-WAHABI.

    Ditunggu jawaban yg fokus dan berbobot dari ahlul sunah wal jemaah dan salafi-wahabi dgn dalil shahih !!! SEKALI LAGI DITUNGGU !!!

  158. ello berkata:

    sebagian ulama sdh mengeluarkn syi’ah dr kelompk, artinya mereka dianggap kafir..
    gmn bs shalat hnya 3 wktu smentara yg diwajibkn 5 waktu..
    bnyak penyimpangan mereka yg sdh melewati batas, semisal mngkafirjb sebagian sahabat, pdhl bnyak keutamaan yg Allah ta’ala sebutkn dlm al-qur’an tntang mreka. itu berarti mereka telah menolak nash al-qur’an. mereka jg berani menambahk jumlah surat dlm al-qur’an..
    atas dasar inilah, para ulama mengkafirkn mereka..

  159. male berkata:

    maaf ane ga begitu faham masalah syiah dan sunni atau apalah itu ane hanya menjalan yang sudah di ajarkan dari kecil tentang solat dan ngaji…, kebetulan ane pernah baca sebuah buku entah judul dan pengarangnya lupa di buku di tulis begini…… Rosullah berkata jika aku meninggal maka ali lah pengganti ku, sebab ia adalah gudangnya ilmu, terjadilah perdebatan diantara sahabat rosullah setelah rosul wafat, adanya pembangkangan atas perintah rosul karna ali pengganti rosul sebagai khalifah sedangkan yang selama ini bersama rosul dan yg pertama kali masuk islam adalah abu bakar ( kalo tdk salah ya jgn di omelin) atas pembangkangan itulah putri rosullah fattimah azzahra marah kepada para sahabat dan berjanji kepada suaminya ali jika aku meninggal jangan ada yang tahu dimana aku di makamnya, pesan ini seolah olah membuat umat muslim di masa yang akan datang bertanya-tanya kenapa tidak ada yang tahu dimana makamputri rosullah itu sedangkan ia adalah putri kesayangan rosul, bahkan siapa yang menyakiti fattimah maka ia menyakitiku, siapa yang menbahagiakannya maka ia membahagiakan ku…. jarak wafat rosullah dan putrinya hanya beberapa bulan kenapa siti fattimah azzahrah tidak di makamkan berdampingan dengan ayahandanya? satu lagi saya mau tanya kenapa ali mendapatkan alaihisalam di belakangnya sedangkan keempat khalifah yang lain tidak ,,,,, maaf ya saya cuma share jangan marah kalo salah yo di betulkan … terima kasih wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s