Pengalaman Berteman dengan Orang Syiah

Kasus bentrokan terkait penganut Syiah di Sampang (Madura) yang menelan korban jiwa membuat saya teringat dengan beberapa teman yang beraliran Syiah. Di Indonesia penganut madzhab Syiah tidak banyak jumlahnya. Syiah populer di Indonesia saat terjadi Revolusi Islam di Iran pada tahun 1980-an, dengan tumbangnya Shah Iran oleh gerakan rakyat yang dipimpin oleh Ayatollah Imam Khomeini. Sejak itu buku-buku yang ditulis oleh kalangan Syiah (baik terjemahan dari Iran maupun tulisan asli dari penulis dalam negri) begitu gencar terbit di tanah air. Salah satu penulis yang terkenal dari Iran bernama Ali Syariati, sedangkan penulis syiah dari Indonesia adalah Kang Jalal (lengkapnya Jalaluddin Rahmat). Penerbit buku yang banyak menerbitkan buku-buku dari kalangan Syiah adalah Mizan. Pemilik Mizan yang bernama Haidar Bagir adalah penganut paham Syiah. Anak-anak Haidar Bagir kabarnya disekolahkan di Iran. Buku-buku revolusi Islam dari Iran itu banyak menginspirasi aktivis Islam saat itu. Saya ingat teman-teman saya di Masjid Salman waktu itu menjadikan buku-buku kalangan Syiah itu sebagai rujukan dalam berpikir. Saya juga memiliki buku dari Ali Syariati dan dari Kang Jalal.

FYI, Syiah adalah sebuah sekte di dalam Islam, selain Sunni. Kitab suci dan nabinya sama. Yang berbeda adalah dalam hal khilafah dan beberapa hukum fiqih (CMIIW). Orang syiah menolak kekhalifahan Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Usman bin Affan. Menurut orang Syiah, sesudah Nabi Muhammad wafat, maka yang berhak menjadi penerus kehalifahan adalah dari keluarga Nabi dan keturunannya, yaitu Ali bin Abi Thalib (menantu Nabi). Mereka menyebut keluarga Ali sebagai Ahlul Bait, dan jamaah Syiah disebut juga jamaah Ahlul Bait. Perseteruan tentang kehalifahan itu mencapai puncaknya dengan terbunuhnya Hasan dan Husein (cucu Nabi, anak dari Ali bin Abi Thalib dan Siti Fatimah putri Nabi) di Padang Karbala (Iraq). Orang Syiah memperingati terbunuhnya Hasan dan Husein dengan ritual perayaan yang menyakiti dirinya sendiri (melecuti badan dengan rantai besi yang ujungnya diberi paku atau benda tajam hingga berdarah-darah). Di Indonesia sisa-sisa peringatan terbunuhnya Hasan dan Husein itu masih ada di Pariaman (Sumatera Barat) dan Bengkulu dengan tradisi Tabuik (atau Tabot), namun tidak ada ritual darah-darahan seperti di Iran dan Pakistan.

Perbedaan lainnya yang saya tahu, madzhab Syiah tidak mengakui hadis-hadis yang bersumber dari Abu Bakar, Umar, dan Usman. Mereka hanya menggunakan hadis-hadis yang bersumber dari Fatimah dan Ali bin Abi Tahlib. Dari segi ibadah lainnya seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, sama dengan madzhab Sunni, yang berbeda setahu saya adalah tentang praktek shalat. Bagi orang Syiah, shalat itu cukup tiga waktu saja. Shalat Dhuhur dan Ashar dijamak dalam satu waktu, shalat Maghrib dan Isya dijamak dalam satu waktu. Shalat yang berdiri sendiri hanyalah shalat Subuh. Karena adanya jamak itu, maka di dalam ajaran Syiah tidak ada shalat Jumat. Kalau anda pergi ke Iran, tidak ada shalat Jumat di masjid-masjid. Oh ya, selain kota suci Makkah dan Madinah, penganut Syiah juga mempunyai kota suci ketiga yaitu kota Qom di Iran. Itu yang saya tahu.

Syiah berbeda dengan Ahmadiyah. Ahmadiyah bukan sekte, tetapi ajaran baru yang diluar Islam. Perbedaan mendasar Ahmadiyah dengan Syiah adalah orang Ahmadiyah mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi sesudah Muhammad SAW. Pengakuan ini bertentangan dengan hadis Nabi yang mengatakan tidak ada lagi Nabi sesudah dirinya, beliaulah Nabi penutup zaman. Disitu bedanya antara Syiah dan Ahmadiyah.

Seperti yang saya ceritakan di atas, saya berteman dengan teman-teman yang simpatisan syiah maupun yang syiah betulan. Seorang teman saya yang simpatisan syiah selalu membawa-bawa sekeping batu yang diyakininya berasal dari daerah Karbala, Iraq. Keping batu itu diletakkan di tempat sujud, dan setiap kali sujud dalam shalat maka keningnya beradu dengan batu itu. Tapi dia belum Syiah seratus persen, sebab dia masih rajin shalat lima waktu di Salman (bukan tiga waktu seperti yang saya sebutkan di atas). Entah ya kalau sekarang.

Teman Syiah saya yang satu lagi murni syiah. Dia hanya shalat tiga waktu seperti yang saya sebutkan di atas, menolak makan kepiting (ada hadis Syiahnya), dan lain-lain. Sedangkan teman saya yang satu lagi, Pak Dimitri, sesama dosen STEI ITB juga penganut Syiah. Pak Dimitri pernah menjadi ketua IJABI Jawa Barat, yaitu perkumplan orang Syiah di Indonesia yang bernama Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia. Kebanyakan orang Syiah suka menamai anak lelakinya dengan “Ali”, seperti anak Pak Dimitri yang pernah menjadi mahasiswa sawa di Informatika ITB.

Meskipun secara madzhab berbeda, hubungan saya dengan mereka baik-baik saja. Malah Pak Dimitri pernah mendoakan anak saya yang sakit. Sama halnya saya juga mempunyai banyak teman dari berbagai agama, suku, dan etnis, tetapi hubungan kami baik-baik saja. Dalam pemahaman saya yang masih awam ini, Syiah itu masih Islam (berbeda dengan Ahmadiyah yang sudah dinyatakan diluar Islam). Tidak perlu dipertentangkan dengan tajam antara Syiah dan Sunni, baik orang Sunni maupun Syiah sama-sama mencintai Ahlul Bait (baca artikel ini). Tidak perlu dijadikan karena alasan berbeda keyakinan maka bunuh-bunuhan. Karena itu saya menyayangkan ucapan kang Jalal yang terkesan mengancam terkait kekerasan di Sampang, seperti dikutip dari media ini: “Orang-orang Syiah pada suatu saat tidak akan membiarkan tindakan kekerasan itu terus menerus terjadi. Karena buat mereka, mengorbankan darah dan mengalirkannya bersama darah Imam Husein adalah satu mimpi yang diinginkan oleh orang Syiah. Saya tidak bermaksud mengancam ya tapi apakah kita harus memindahkan konflik Sunnah-Syiah dari Iraq ke Indonesia? Semua itu berpulang pada pemerintah”. Menurut saya ini ungkapan yang tidak bijak dan bersifat menyebarkan ancaman. Tidak usahlah darah di Karbala diulang di Indonesia.

Entri ini ditulis dalam Agama. Buat penanda ke permalink.

135 Respon untuk Pengalaman Berteman dengan Orang Syiah

  1. pak de berkata:

    Permasalahannya selama ini saya lihat kaum syiah hanya memahami dari sumber atau literatur syiah sendiri, melihat hanya dari satu sisi,berdasarkan pengalaman saya lihat,kebanyakan kaum syiah merasa dialah yang bener ,klau diajar berdiskusi tidak akan ketemu ujungnya karena mereka merasa udah bener.

    contohnya masalah sholat dhuha, meraka tidak membolehkan melakukan sholat dhuha dan sholat tarawih di mesjid berjamah

    Dan saya heran lagi sholat lima waktu yang dilakukan 3 kali,padahal bukan sholat baik dilakukan awal waktu

    • kang jodhi berkata:

      Rasanya tidak juga pak de. Kalau saya diskusi dengan teman yang sepertinya simpati pada Syiah, mereka jago lho menggunakan menghadist Shahih Bukhari atau Muslim. Soal sholat tiga waktu misalnya : Subuh, jamak Dzuhur-Ashar, jamak Maghrib-Isya, mereka berdalil pada hadits shahih Muslim.

      Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasulullah SAW menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan.” (HR Muslim No 705).
      Ditanyakan kepada Ibnu Abbas ‘Apa maksud Nabi saw berbuat demikian itu?’ Ibnu Abbas menjawab maksudnya agar tidak memberatkan umatnya.”

      Ulama Islam mainstream atau Ahlussunnah wal jamaah memandang hadits ini dengan hati-hati. Mereka mentakwilkannya bahwa “menjama’ Shalat boleh dilakukan dalam keadaan takut atau keadaan hujan. Ulama Ahlussunnah wal jamaah tidak lalu menginterpretasikannya bahwa shalat jama’ boleh dilakukan kapan saja setiap hari seperti Syiah. Kenapa? Karena kenyataannya Rasulullah jarang menjama’ Shalat. Dalam kesehariannya jauh lebih sering Rasulullah shalat 5 waktu pada waktunya. Sedangkan kita mengikuti keseharian Rasulullah.

  2. MrChie berkata:

    baru tahu ternyata penerbit ternama Mizan pemiliknya orang syiah.
    pantes, waktu memproduseri film 3 HATI 2 DUNIA 1 CINTA menampilkan tokoh syiah, hadad alwi.

    kalau memang benar, menurutku saya pribadi mereka sangat pandai dalam membangun pencitraan. sehingga tidak terlihat dimana letak ‘syiah’ nya. lihat saja buku-buku yang mereka terbitkan, kemudian film2 yang mereka produseri. bahkan apa yang disampaikan Hadad Alwi dalam film tersebut menurutku sangat memberi solusi tetapi menyejukkan.

    wallahu’alam bishowab

  3. Astra Jingga berkata:

    ” Karena adanya jamak itu, maka di dalam ajaran Syiah tidak ada shalat Jumat. Kalau anda pergi ke Iran, tidak ada shalat Jumat di masjid-masjid. “. Apa iya tdk ada shalat Jumat ? setau sy sih ada shalat Jumat tetapi dipusatkan di satu masjid besar. Kalo di Teheran mereka shalat jumat di Masjid Universitas Teheran. Kaum perempuannya juga ikut serta dalam shalat Jumat tersebut.
    Al-Quran yg dipakai mereka juga sama. Silakan datang ke Kedubes Iran. Utk hadits2 nya mereka memakai kitab sendiri dan kitab hadits nya tdk dinamai Kitab Hadits shahih seperti di kalangan Suni. Jika ada hadits yg bertentangan dgn Al-Quran, mereka akan menolak hadits tsb

    • rinaldimunir berkata:

      Begitulah yang saya baca dari laporan perjalanan seorang jurnalis ke Iran yang dimuat di media lokal. Pada Hari Jumat dia tidak menemukan shalat Jumat di masjid-masjid seperti di Indonesia. Mungkin anda benar bahwa shalat Jumat hanya diadakan di masjid besar saja, dan jurnalis itu tidak memeriksa sampai di masid besar Universitas Teheran.

    • Joe berkata:

      Kalau tdk Ada sholat jumat, lantas kenapa di harian Irib (harian resmi Iran) selalu Ada liputan khotbah jumat. Kebanyakan sahabat2 sunny dlm menyampaikan berita dg Bekal”Katanya” krn bahkan blm pernah ke Iran.

  4. pak de berkata:

    ntuk kangjodhi

    kangjodhi pernah ga ngelihat orang syiah sholatnya mengunakan batu kecil,tolong dijelasin mksudnya,,terus utk sholat dhuha bagi kaum syaih jg tdk ada….dan satu lagi orang syaih selalu menyembuyikan statusnya sebagai orang syiag(taqiyah ), kalau dia merasa ajarannya bener kenapa harus menyembuyikan status dalam beribadah kepada allah swt

    • kang jodhi berkata:

      waduh, saya ini muslim Indonesia mainstream pada umumnya, bukan pakarnya soal syiah.
      - soal batu, mungkin ini sejenis sutrah (penghadang). dahulu di zaman Rasulullah itu mesjid belum digaris-garis dengan karpet seperti sekarang. dahulu sahabat shalatnya menghadap dinding, atau menandai lokasi shalatnya dengan meletakkan tombak didepannya.
      - ga ngerti deh soal sholat dhuha.
      - soal menyembunyikan status Syiah, ya itulah strategi mereka, gencar berdakwah tapi menghindari perhatian. Jangankan syaikh, habib saja kabarnya sudah ada yang syiah.

      • Kang Jodhi, saya kutip dari artikel pak Rin

        “…setiap kali sujud dalam shalat maka keningnya beradu dengan batu itu…”

        Saya menangkap, batunya bukan sebagai sutrah melainkan sebagai tempat [alas] sujud.

      • syahbanu berkata:

        gak usah bgung liat habib syiah…malah skrg habib itu lebih banyak syiah..karena mereka ingin mengikuti ajaran kakeknya dan kelnya, kl blm terbuka itu untuk mmprtahankan ukhwah n secara prlahan menjelaskan agar tdk terjadi kesalah pahaman

      • ihsan berkata:

        Org syi’ah mencetak batu seukuran kotak korek api ygdiambil dari tanah di Karbala di dekat kuburan Husein yg dianggap suci. Jadi jelas ini perbuatan “bid’ah”dan syirik krn niatnya mengagungkan makhluk(Husein),dan “batu” ini dibawa ke-mana2 utk dibuat tempat sujud.Apakah shalatnya dianggap tdk sah kalo gak pake batu khusus? Terbukti bhw ajaran syi’ah ini Islam “aspal” atau Islam tiruan/palsu.

    • syahbanu berkata:

      batu kecil itu namanya turbah, tanah yg dimana imam husein terbunuh…sebernanya hanya untuk mngikuti ajran rasul yg mana solatlah diatas bumi(tanah atau batu)…tanah apapun sebener boleh yg penting dtanah ataupun batu..cm karena kaum syiah merasa tanah karbala adalah tanah tempat imam husein terbunuh dan darahnya mengalir disana makanya mereka pakai tanah itu..dan jg tanah itu bersih karena gak diinjek2, dan soal taqiyah sejak zaman nabi kita aja pengikut rasul dibunuh2in sm org islam jg..kl gk takiyah abis dong? yg mau nerusin syapa
      ajarannya? sejak zaman rasul jg sdh ada taqiyah…contoh sejarah memang berulang..dg adanya pembantaian disampang pengikur rasul n kelnya dbunuh dan diserang…itulah sebabnya ada taqiyah..bkan krn takut..tp untuk mnjaga ukhwah islamiyah agar ttp terjalin tnpa adanya salah paham krn masih sgt byk yg salah paham mngenai syiah

      • ihsan berkata:

        Itulah salah satu bukti bagaimana bodoh dan sesatnya org2 syi’ah yg terlalu mengagu- ng kan Husein,shg tanah yg di Karbala itu dianggap suci dan dibawa ke-mana2 untuk dijadikan alas sujud,berarti mereka membuat syariat sendiri yg bukan sunnah Nabi. Banyak lagi penyelewengan mereka,perintah shalat 5 waktu dijadikan 3,tidak melaksana kan shalat Jum’at yg jelas2 ada perintah didalam Al-Qur’an,kawin MUT’AH yg sudah di haramkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari ini saja sdh jelas pembangkangan mereka terhadap perintah Allah dan Rasulnya,jadi cara mereka beragama mirip dengan CARA2 org Kristen yang menurut apa kata pendeta/ Imam2 nya yg dianggap Ma’shum. Karena itu wahai saudara2 umat Islam jangan mau tertipu dengan cara2 licik org SYI’AH ini.

  5. pak de berkata:

    ntuk kangjodhi, saya sangat senang berdiskusi dengan anda.

    terus terang saya memang bukan pakar tentang masalah ini cuman saya selalu berusaha mencari dan mempelajari perbedaan antara ajaran suny dan syiah.

    dan saya jg tidak mau langsung mengejek atau langsung mengatakan ajarannya sesat syiah sesat,cuman saya heran perbedaan2 itu dr sya saya baca (baik literatur syaih dan suny- meskipunu belum banyak ),dan menurut logika saya terlalu banyak kejangalan2 yg dilakukannya oleh kaum syaih dalam beribadah dan keyakinannanya.

    contoh : dalam berwudwu cukup membasuh tangan dan muka serta menguspa kaki.

    dlam shoalat tangan tidak bersedekaf.

    waktu salam tidak mengunakan asumulaiakum kiri & kanan.

    mengunakan batu kecil di tpt sholat

    dalam keyakinannya.anatara lain :
    – tidak mengakui khalifah 3 orang (abu bakar,umar dan usman ),padahal abau abakar dan umar adalah mertua rasulrullah swt dan usman adalah menentu rasullah.
    – boleh melakuakn nikah mut’ah (kawin kontrak ) dan tidak wajib memberi nafkah.
    - sholat zuhur di gabung dengan asar waktunya.
    - sholat magrib dan isya jg di gabung.
    - mengharamkan makanan ikan yang tidak bersisik.
    - klau dlam bulan ramadhan berbuka puasanya tidak sama dgn orang suny dengan melebihkanwaktu dulu 15 menit.
    - dalam bersalawat kapada nabi :
    kaum suny : allahuma sali a’ala mauhamad wa a’la ali muhamad.
    kaum syaih : allahuma sali a’ala maukamada wa ali muhamad.
    tidak mengunankan a’ala

    itu beberapa perbedaan dan masih byk perbedah fiqih yg lain.

    • nuroh berkata:

      Untuk tambahan ya pak,,,nikah mut’ah dalam islam dulu zaman rasul s.a.w memang dihalalkan,tp sesudah terjadinya perang khaibar nikahmut’ah itu dilarang krna sma dengan menghalalkn zina,,tp penganut syiah masih menjalanix,dan masalah sholat sebaik2 solat adalah tepat waktu smentara syiah boleh dijama’,kita orang suni tidak menjamak solat kecuali dalam perjalanan jauh slama 3 hari,dalam suni gk ada makanan yg diharamkn kcuali babi,sngat membenci umar ra krna mereka menganggp umar penggnti kalifah,

  6. Safrony berkata:

    Maaf pak, sekedar info. untuk perbedaan aqidah antara sunni dan syiah memang sudah ada.
    misal untuk AlQuran,
    “Mereka mempunyai Mushaf Fatimah, yang tebalnya tiga kali lipat dari al Quran yang dipegang kaum muslimin sekarang, dan tidak ada satu hurufpun yang ada dengan al Qur’an sekarang.”
    (http://syiahindonesia.com/index.php/kajian-utama/aqidah-syiah/597-anggapan-akidah-sunni-sama-dengan-syiah-sangat-rancu-a-menyesatkan)

    • Astra Jingga berkata:

      Perbedaan sunni dan syiah adalah kalau kelompok Syiah mengikuti Sunnah Rasul melalui jalur para ahlul Bait Nabi , sedangkan kelompok Sunni mengikuti Sunnah Rasul melalui jalur para Sahabat.
      Kelompok Syiah menganggap Nabi mewasiatkan kepemimpinan kepada Ali bin Abi Thalib ra, sedangkan kelompok Sunni menganggap bahwa Nabi tdk berwasiat mengenai hal tsb.
      Al-Quran yg dipakai oleh Sunni & Syiah sama. Silakan cek ke Kedubes Iran. Utk info silakan klik
      http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=335137

    • syahbanu berkata:

      Alquran kaum syiah SAMA seprti yg ada di kalangan kaum muslim lain…jgn ditambah2kan fitnah soal itu…mushaf fatimah hanya hadis2 seperti yg ada di suni kayak kitab kuning ataupun bukhari muslim.sekali lg mushaf fatimah bukanlah ALquran kaum.syiah

      • Sa'ad berkata:

        terus Pak ini maksudnya apa..? ini dari Imam anda lho.. ” Dari Hisyam bin Saalim, dari Abu ‘Abdillah ‘alaihis-salaam ia berkata : “Sesungguhnya Al-Qur’an yang diturunkan melalui perantaraan Jibril ‘alaihis-salaam kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam terdiri dari 17.000 (tujuh belas ribu) ayat” [Al-Kaafiy 4/456].

  7. Astra Jingga berkata:

    Bagi rekan-rekan yg berminat dgn kajian Islam Syiah silakan berkunjung ke http://tokobukuzainab.net/

  8. pak de berkata:

    Ntuk.. Astra Jingga

    Maaf sebelumnay apakah anda seorang penganut ajaran syiah…..?

    • Astra Jingga berkata:

      Saya sedang mempelajari sejarah syiah Pak. Kebetulan sy menyukai sejarah Islam. Yg menarik dari syiah adalah kemampuan logikanya. Itu yg sy pahami. Perbedaan mendasar dgn Sunni adalah masalah Imamah.
      Dalam syiah, (terutama syiah itsna asyariyah/ 12 Imam) para Imam adalah maksum. Mereka mempunyai dalil2 utk menguatkan hal tsb.
      Setau sy: Al-Quran nya sama, Nabi nya sama,
      Perbedaan dalam fikih adalah hal yg lumrah, sama spt perbedaan dalam 4 madzhab besar di Sunni.
      Sd saat ini fikih sy adalah fikih Syafii

  9. pak de berkata:

    Ntuk Astra jingga….

    maaf ya saran sebaiknya bapak jgn hanya mengali dari lteratur syiah saja, sebaiknya ada perimbangan (juga dr literatur penganut ajaran suny ),karena kalau saya denger dr orang yg menganut ajaran syiah karena mereka sudah membaca literatur syiah, tanpa mencoba menaanalisa dengan akal sehat, bahwasanya ibadah yg dilakasanakan oleh mereka kaum yg paling bener.

    yang jelas literatur kaun syiah pasti yang nulisnya orang syiah.

    bebrapa contohnya kasusnya adalah :

    -masalah berbuka puasa dalam bulan ramadhan.

    Pada Saat Adzan magrib telah berkumadang, berarti menandakan kita untuk berbuka puasa (membatalakan puasa ),tapi bagi penganut ajaran syiah, mereka menunggu atau menambah waktu lg 15 menit lagi, dengan alasan belum malam (gelap ) atau masih terang, dan klau berbuka saat adzan penganut ajaran suny berkumadang berarti puasanya batal – berarti semua orang muslim yg menganut ajaran suny puasnaya batal he….he….
    Silakan bpk gali atau pelajari alasan kaum syiah tentang hal itu dan apa jg pemahama penganut ajaran suny tentang hal ini.

    - Azan magrib penganut ajaran suny katanya masih terang belum waktunya sholat magrib
    - Tidak boleh makan ikan tidak bersisik, bagi penganut syiah haram contohnya : Ikan lele,cumi
    berarti penganut ajaran suny di dunia khususnya di indonesia yg memakan ikan lele dan cumi-cumi memakan makanan haram ….

    itulah bebeberapa kasus, mongo….pak astra Jingga di teleah dan di analisa. terima kasih

  10. Astra Jingga berkata:

    @Pak De,
    1. Org syiah berbuka puasa sesuai dengan perintah Allah & Sunnah Nabi SAW
    ” …… sempurnakanlah puasamu sampai malam…”. (QS 2:187). Jadi berbuka puasa sampai malam bukan sampai Maghrib, Apalagi kalau yg dimaksud Maghrib yg masih terang. Maka demi kehati-hatian biasanya mereka berbuka puasa kira2 15 menit stlh Maghrib.
    2. “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikan pula shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan oleh malaikat.” (QS Al-Isra`: 78)
    3. Utk ikan yg bersisik, sy baru tahu dr bapak. Bagi saya ini hanyalah masalah fikih saja, jd masing2 punya dalil yg kuat.

    Semoga bermanfaat

    • nuroh berkata:

      org syiah gak mengakui nabi muhammad s.a.w.sbg nabi karna mereka mengakui ali sbg nabi,bhkan saking bencix sma suni dimadinah almunawarah ada orang kencing dimasjid nabawi n skarang orang itu udah dihukum,,saking bencix pd umar r.a seorang suni dimekah ketahuan tuliskan nama umar r.a ditelapak kakix ktax biar bisa diinjak2,,orang itu jga udah dihukum,syiah katax suamiku kalo mau anakx jadi imam yang disegani si wanita harus bkin zina nanti kalo anakx lahir bisa jadi imam yang dimuliakan,,,ato biasax dipakekan sorban hitam dikepalax,,bahkan sekarang di iran sudah mulai meniru bikin kabah,orang syiah jarang bahkan gak harus kunjungi madinah,kata2 ini kudapat dari orang asli saudi,intix syiah sangat membenci sunni

      • Astra Jingga berkata:

        @nuroh.
        1. “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu” (QS49:6). Coba anda baca2 lg buku mengenai syiah dan kalau berminat silakan berkunjung ke http://tokobukuzainab.net/ Sejauh yg saya pahami, Syiah meyakini bahwa Nabi terakhir adalah Muhammad SAW, dan Ali adalah pengganti beliau.
        Setiap tahun jamaah Haji dari Iran menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, sama spt yg lainnya. Kalau utk latihan manasik haji, mgkn saja buat prototype baitulah. Saran saya, carilah informasi yg berimbang.
        2.”(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia di sisi Allah adalah besar” (QS24:15) . “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS17:36)
        Jadi berita2 yg sampai ke anda, harap anda cek kembali kebenarannya, tentunya langsung ke para Ulama2 syiah. TIdak ada jaminan beritanya benar meskipun sumbernya dari asli orang Saudi. Apa ada jaminan setiap orang Saudi akhlaknya pasti baik ?
        3. “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar ” (QS24:23). Anda telah mengatakan “syiah katax suamiku kalo mau anakx jadi imam yang disegani si wanita harus bkin zina nanti kalo anakx lahir bisa jadi imam yang dimuliakan” Sungguh nista sekali kata2 anda tsb, apalagi kalau dinisbatkan kepada para Imam2 mereka. Sudahkah anda bertanya kepada mereka yg mengetahuinya? Bertanyalah kepada para ulamanya, jangan anda bertanya kepada para pembencinya. Biasakan berpikir kritis, selalu cek & cek kembali berita2 yg sampai kepada kita.Sptnya anda tdk terbiasa berpikir kritis.
        Sekali lagi sy sampaikan hal2 sbb :
        1. Al-Quran yang dipakai Sunni & Syiah sama. Bahkan Musabaqah TIlawatil pun baru saja selesai dilaksanakan di Iran.
        2. Nabi nya sama yaitu Nabi Terakhir Muhammad SAW.
        3. Perbedaan hanya di masalah Imamah saja.

      • syahbanu berkata:

        dapetnya dr org saudi siiih yg wahabi para pembunuh kel rasul…kok fitnahnya kejem bgt …nabi muhammad adl nabi umat syiah jg n nabi terakhir…bkan ali, ali adalah imam..imam penerus ajaran nabi muhammad bkan nabi….mau punya ank imam hrs zinah…keji bgt fitnah itu…zina itu hharam di syiah jg haram…jgn lha fitnah2 seprti ituuuu. dosaaaa jauh dr rahmat…serem bgt fitnahnya

      • Muhammad berkata:

        Pak Nuroh, saya punya pengalaman saat Umroh tahun 2011 kemarin. Sy sempat berbincang dengan salah seorang warga Arab Saudi dan dia tinggal dan aktivitas kesehariannya pas didepan Kakbah atau atau tepatnya di Hotel Hilton samping Grand Zamzam yg besar itu loh.. percakapannya spt ini
        - Orang Saudi : Hai Haj, sy sering berkunjung ke Indonesia dan faham bahasa indonesia. Saya sering ke kota Bandung dan Bali, tujuan saya kesana untuk menikah selama 3 bulan dan setelah itu balik lagi ke Arab trus masuk kakbah untuk taubat
        - Saya Indonesia : Waaah ente betul2 bahlul menjadikan pernikahan hanya untuk bersenang2, apalagi dengan mengganti2 wanita untuk dinikahi dengan waktu dua atau tiga bulan.
        - Orang Saudi : Orang2 di Indonesia itu miskiiiiiin, disana para lelaki hanya punya satu istri, kami di sini mempunyai 4 atau 5 istri
        - Saya Indonesia, kegiatan itu sering kamu lakukan
        - Orang Saudi, : iyya, saya sering sekali ke Bali karena disana banyak orang cantik dan saya sangat senang dengan negara anda..

        NB : ini hanya percakapan kecil yang saya lakukan sama org Arab. Kalau memang org Arab menjadi sumber kebenaran trus apa maksud dari kata2 org Arab itu yang kata dia setiap kali pulang dari Indonesia kembali masuk ke Kakbah untuk melakukan pertaubatan… Sekarang aku akan kembalikan ke bapak Nuroh, apakah anda akan menerima semua perkataan org Arab yg seperti ini… tolong dianalisa..
        Afwan Katsira…

    • Jupri Rahman berkata:

      Yah, beginilah syiah. Sampe ayat aja dipelintir. Wong udah jelas disuruh mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.
      Aisyah ra yang notabene difitnah, menghalalkan nikah mut’ah, imam mereka dianggap maksum,dll. Kenapa harus ikut syiah kalo kebenaran sudah ada di depan mata. Dari dulu, syiah itu pintar berkelit.
      Trus dengan dibolehkannya berhaji ke makkah syiah dianggap akidahnya sama? ya ga bisa gitulah. Itu kan kebijakan pemerintah saudi saja.
      Prinsipnya, saya tidak menyukai kekerasan. Tapi fakta kalau syiah itu tidak satu akidah dengan kita apakah harus kita anggap jadi satu akidah? Saya rasa tidak bisa.

      • Astra Jingga berkata:

        1. Ayat mana yg dipelintir ? Bagaimana mau menyegerakan berbuka puasa jika memang menurut keyakinan mereka belum saatnya untuk berbuka.Tunjukkan saja kalau ada dalil berbuka puasa sampai Maghrib. Jika anda menafsirkan bahwa Maghrib adalah awal malam, silakan saja. Tetapi jgn pula anda mencela kalau ada yg menafsirkan tidak sama dgn penafsiran anda.
        2. Mengenai istri Nabi Siti Aisyah ra. Silakan anda buka kembali sejarah mengenai perang Jamal. Itu adalah pertempuran antara pasukan yg dikomandoi oleh Siti Aisyah ra dgn pasukan yg dikomandoi Imam Ali KW. Dua sahabat besar saling berhadapan. Siapa yg salah, siapa yg benar ? Mengapa Siti Aisyah ra keluar dari rumah & bertempur dgn khalifah yang sah ?
        3. Nikah mut’ah (temporary marriage) adalah realita dalam sejarah Islam. Nikah mut’ah mempunyai masa ‘iddah sebanyak 2 kali masa ‘iddah. Semua hukum pernikahan berlaku pada nikah mut’ah. Misalnya tidak boleh menikahi perempuan2 yg diharamkan untuk dinikahi, tidak boleh menikahi perempuan sebelum ‘iddahnya selesai. Yang membedakan nikah mut’ah & nikah daim adalah adanya persyaratan yg disetujui oleh kedua belah pihak. Setiap saat orang yang nikah mut’ah bisa mengubahnya menjadi nikah daim. Dalam nikah mut’ah tidak dibenarkan menceraikan istri sebelum waktunya habis. Sedangkan dalam nikah daim suami dapat menceraikan istrinya kapan saja, meskipun baru beberapa menit setelah akad nikah. Jadi nikah mut’ah adalah nikah sementara yang bisa dilestarikan, sedangkan nikah daim adalah nikah lestari yang setiap saat bisa diputuskan. Dalail nikah mut’ah bagi kalangan syiah merujuk kepada Al-Qur’an Surat An-NIsaa ayat 24.(QS 4:24)
        4. Ishmah adalah keterpeliharaan dari dosa & kesalahan. Dari segi makna, ishmah sama dengan ‘adalah. Jika sunni menetapkan ‘ishmah kepada semua sahabat Nabi SAW, maka Syiah hanya menetapkan ‘ishmah kepada 14 (empat belas) manusia suci, yaitu, Rasulullah SAW, Fatimah, Ali, Hasan, Husain & sembilan Imam dari keturunan Husain.Utk dalilnya, Al-Quran Surat Al-Ahzab ayat 33 (QS33:33). Perbedaan pendapat terletak pada pengertian Ahlul Bait.
        5. “Hai, orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram……..”(QS 9:28). Apabila orang-orang syiah dianggap musyrik, tentulah mereka tdk boleh mendekati Masjidil Haram utk menunaikan ibadah haji. Kalau Pemerintah Saudi menganggap syiah menyimpang akidahnya, tentunya tdk diperkenankan utk mendekati Masjidil Haram. Itu khan opini anda saja dgn menganggap itu kebijakan Kerajaan Saudi. Kebijakan mestinya harus sesuai dengan dalil-dalil yang kuat, apalagi jika menyangkut masalah ibadah haji
        6. Anda tdk harus ikut syiah & yang lainnya pun juga tdk harus mengikuti sunni. Saya belum menemukan dalil-dalil yg menyatakan bahwa harus mengikuti 4 madzhab yg terdapat dalam Sunni. Mgkn rekan2 bisa menunjukkan wajibnya mengikuti 4 Imam Madzhab ( yg itu pun sebetulnya adalah madzhab dalam fikih, sedangkan utk teologi setau saya, Sunni banyak mengambil dari Imam ‘As-Asyari).
        7. Baca kembali fatwa dari Syaikh Mahmud Syaltut yaitu Rektor Al-Azhar era 1950 an (kalau tdk salah), bahwa madzhab Jafar adalah salah satu madzhab dalam Islam.
        8. Perbedaan Sunii & syiah yg dominan adalah masalah Imamah. Masalah lainnya hanya merupakan masalah furuiyah saja.

      • kang jodhi berkata:

        om astra jingga mengaku saat ini penganut fiqih syafi’i . tapi rasanya ada inkonsistensi.
        1. Anda menyatakan kalau umat Islam mainstream menyatakan sahabat sebagai “terpelihara dari kesalahan”. Padahal imam Syafi’i menganggap pendapat para sahabat (termasuk Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) itu sebagai ijtihad saja yang tidak wajib diikuti, kecuali jika semua sahabat sepakat, itu namanya ijma. Jadi yang maksum hanya Rasululah SAW, sedangkan sahabat tidak. Hanya Rasulullah SAW sendiri yang menyatakan bahwa tiga generasi terbaik kaum muslimin adalah generasi sahabat dan dua generasi setelahnya (tabi’in da tabi’it tabi’in).
        2. Anda ini cepat sekali menggunakan logika (ra’yu) dalam berdalil, padahal imam Syafi’i baru menggunakan ijtihad jika tidak menemukan dalil yang bisa jadi rujukan langsung dalam Al Qur’an, As-sunnah dan ijma.
        3. Anda tidak berhati-hati dalam bahasa. Soal berbuka puasa, anda langsung mulai dengan definisi di pikiran anda “malam itu harus gelap”. Apa anda yakin konsep yang sama juga ada di pikiran orang Arab 14 atau 15 abad yang lalu. Imam Syafi’i yang lahir 150 tahun setelah hijrah saja harus susah-susah hidup bersama kaum Badui untuk mendapatkan bahasa Arab yan lebih dengan dengan bahasa zaman nabi dan belum bergeser maknanya karena kemajuan zaman.

      • nuroh berkata:

        Emg kebijakan raja saudi orang syiah haji,krna tidak bisa melarang wajib islam,tp coba kalo kalian lihat orang syiah disaudi mereka gk mendapatkn hak2 mereka seperti orang suni mendpatkn haknya secara penuh,jauh berbeda perlakuan orang syiah di saudi

      • nuroh berkata:

        Astra jingga.anda tau knapa ayat teraebut diturunkan?itukrna sbagian orang pernah menghina ummulmukminin bunda aisyah r.a,dN smpe skrgpun kaum syiah masih menikmati penghinaan terhadap beliau,trus knapa kaum syiah marah dan tidak mau terima kebenaran,kalo anda tinggal diarab coba saksikan tayangan di kanal”WESAL” dan kanal”DUAA”satelit nilesat,bagaimana mereka kaum syiah menghina dan memojokkan almarhumah bunda kita aisyah r.a,siapapun akan trenyuh dan menangis mendengar hinaan mreka,,amentara merek Mengucapkn hinaan itu seolah2 doa begitu gampangnya

    • ronni berkata:

      maaf saudara asra jingga sepertinya anda bkn mempelajari lg tp anda sdh menjadi syiah.Pelopor syiah itu abdullata bi saba yg dbakar hidup2 oleh saydina Ali krn tlh me Tuhan kan beliau dan sblmnya tlh dsuruh tuk bertobat tp mnolak. Maaf saudara asra jingga baca buku Prof.DR. ALI AHMAD AS-SALUS “Ensoklopedi SUNNAH-SYIAH(studi perbandingan akidah&tafsir). smoga anda blm mnjd SYIAH sesat, amien

      • ronni berkata:

        Yahudi itu trbg mnjd 70 golongan,yg msk surga itu hanya 1 glongan saja yaitu golongan yg mengikuti syariat nabi Musa.
        Kaum Nasrani itu trbg mnjd 72 glongan sdngkan yg kan msk surga hny 1glongan yaitu umat nabi Isa yg taat pd ajaran nabi Isa sampai nabi Muhammad diutus oleh ALLAH YME.
        Islam itu terbagi 73 golongan yg kan msk surga itu hanya 1 yaitu golongan yang mengikuti AL-ALQU’AN & SUNNAH ROSUL (umat nabi MUHAMMAD saja)

      • ronni berkata:

        JANGAN TAKLIQ buta !!!
        Waspadalah!!..banyak ulama2,habaib,ustat2 yg menjual iman mereka demi harta,jabatan dr Pemerintah thogut negeri ini. Minta pentunjuklah kpd ALLAH YG MAHA PENGASIH LG MAHA PENYAYANG semata,
        Tp masih ada beberapa ulama/ustat yg gigih memperjuangkan akidah islam(al-qur’an&sunnah)yg benar walaupun taruhannya nyawanya sndr

    • ihsan berkata:

      Terbukti bhw nt memang org syi’ah atau sdg ber-taqiyyah(pura2 sunni),sebab nt mem buat tafsir atau dalil sendiri sesuai dgn ajaran syi’ah.Jujur aja kalo syi’ah katakan syi’ah, gak ada yg marah kok.Kalo “sunni” fikihnya sdh jelas,apa madzhab Hanafi,Maliki,Syaf’i maupun Hambali,prinsipnya semua sama,gak ada tu pake”batu”Karbala utk sujud. Jadi kalo ingin “selamat”didunia dan Akhirat kembalilah ke ajaran Islam sesuai sunnah Nabi.

  11. Jupri Rahman berkata:

    Ane numpang komentar Pak Rinaldi. Secara pribadi ane tidak suka kekerasan atau semacamnya. Tapi yang jelas secara akidah dan lain-lain, syiah berbeda jauh dengan sunni.

  12. Astra Jingga berkata:

    @Kang jodhi
    1. Jika keterangan anda bahwa Imam Safi’i tdk menganggap para sahabat maksum, maka pendapat Imam Safi’i mendekati pendapat madzhab syiah kecuali masalah Imamah. Setahu sy kelompok Sunni menganggap semua sahabat adalah adil. Sedangkan ishmah (terpelihara dari dosa) identik dgn adil. Lalu jika anda bertanya apakah ishmah sama dgn adil ? Sy hanya bisa menjawab saya tdk tahu. Silakan saja bertanya kepada yg paham mengenai bahasa, karena sy tdk mempunyai kompetensi dalam hal tsb.
    2. Anda mengatakan saya menggunakan logika (ra’yu) dalam hal apa? Lalu apa kriterianya seseorang dikatakan menggunakan ra’yu ?
    3, Sy ulangi kembali. Org syiah berbuka puasa sesuai dengan perintah Allah & Sunnah Nabi SAW
    ” …… sempurnakanlah puasamu sampai malam…”. (QS 2:187). Jadi berbuka puasa sampai malam bukan sampai Maghrib, Apalagi kalau yg dimaksud Maghrib yg masih terang. Maka demi kehati-hatian biasanya mereka berbuka puasa kira2 15 menit stlh Maghrib.
    4. Sd saat ini sy msh belum menemukan dalil2 mengenai waktu berbuka sampai magrhib. Mungkin ada yg bisa membantu ?
    Tks

  13. Febryanshah berkata:

    Merhatiin komentar di atas sepertinya tak perlu lah kita tuker-tukeran mazhab untuk menjadi Muslim Sejati dalam naungan Islam yang Rahmatan lil Aalamin, masing-masing punya dalil Aqli maupun Naqli. Melihat kebaikan, orang tak pernah menilai apa agama dan keyakinan kita.
    Kebersatuan umat dalam NKRI ini sangat dibutuhkan buat mempertahankan Sumber Daya Alam yang terus dijarah neo imperialis; Padahal SDA NKRI notabene adalah juga untuk Masyarakat Muslim terbesar di muka bumi.

  14. Zibran berkata:

    Dalam Ummat Islam itu ada 2 mazhab besar yaitu Sunni dan Syiah. Sunni memiliki paradigmanya sendiri dan Syiah pun demikian dan biarkanlah mereka berkembang dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Yang terpenting saling memahami, menjaga perasaan dan memupuk persatuan. Ingat Perpecahan, pertengkaran adalah HARAM, sedangkan Persatuan dalah HALAL.

  15. kelana berkata:

    Imam Syaafi’i rahimahullah
    ﺣَﺮْﻣَﻠَﺔُ ﺑْﻦُ ﻳَﺤْﻴَﻰ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ
    ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻲَّ، ﻳَﻘُﻮﻝُ: ﻟَﻢْ ﺃَﺭَ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﻣِﻦْ
    ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻷَﻫْﻮَﺍﺀِ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺑِﺎﻟﺰُّﻭﺭِ ﻣِﻦَ
    ﺍﻟﺮَّﺍﻓِﻀَﺔِ
    Harmalah bin Yahya mengabarkan
    kepadaku, ia berkata, “Aku mendengar
    Asy-Syaafi’i berkata, ‘Aku tidak
    pernah melihat seorang pun dari
    pengikut hawa nafsu yang aku
    saksikan kedustaannya daripada
    Raafidhah (Syiah)’.” (Diriwayatkan
    oleh Ibnu Abi Haatim dalam Adab
    Asy-Syafi’i, Hal. 144, hasan)

    http://tamima90.blogspot.com/2012/05/syiah-dan-kepentingan-politik.html?m=1

  16. kelana berkata:

    Dari Fudlail bin Marzuuq, ia berkata,
    “Aku mendengar Ibraahiim bin Al-
    Hasan bin Al-Hasan, saudara
    ‘Abdullah bin Al-Hasan, berkata,
    ‘Sungguh, demi Allah, Raafidhah
    (Syiah) telah keluar (tidak taat)
    terhadap kami (ahlul bait)
    sebagaimana Al-Haruriyyah telah
    keluar (tidak taat) terhadap Ali bin
    Abi Thalib.” (Diriwayatkan oleh Ad-
    Daruquthni dalam Fadlailush-
    Shahabah, no.36, hasan).

  17. kelana berkata:

    Ibraahiim bin Al-Hasan bin Al-
    Hasan adalah anggota ahlul bait dari
    jalur Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib
    radhiallahu ‘anhu. Ibnu Hibban
    berkata, “Ia termasuk di antara
    pemimpin penduduk Madinah, dan
    ahlul bait yang mulia/
    agung.” (Masyahir ‘Ulama Al-
    Amshar, Hal.155 no. 995).
    Ya, kecintaan Syiah terhadap ahlul
    bait telah menjadi aib bagi kemuliaan
    ahlul bait. Mereka telah melakukan
    banyak kedustaan atas nama ahlul
    bait untuk merusak akidah Islam dari
    dalam.
    yang pada akhirnya, karana ke-
    egoisan mereka sendirilah, mereka
    terjerumus kedalam kesalahan dan
    kesesatan. Padahal, tidak ada
    satupun buku atau tulisan yang bisa
    menjelaskan kepada kita bahwa ‘Ali
    bin Abi Thalib Pernah meminta
    untuk di agungkan sedemikian rupa,
    dan pernah berkata bahwa dia
    menolak tiga imam Sunni sebelum
    beliau alaihi salam.

  18. MasPrabu berkata:

    Jika ada penganut SUNNI yang menghina simbol kesucian Penganut SYIAH atau Penganut SYIAH yang menghina simbol kesucian penganut SYIAH. Kemudian direkayasa, diberitakan, disebarluaskan, dikompori. Hati-hati anda terjebak perangkap INTELEGEN,,,bisa proyek BIN, MOSSAD, CIA.

    MOSSAD, CIA memang begitu leluasa beroperasi di INDONESIA, menjalin bisnis dengan BIN.

    Jadi wajar isu apapun di Indonesia bakal laku di JUAL. Mulai Isue mazhab sampeTERORIS….

    Memang Indonesia secara RESMI tidak memiliki hubungan diplomatik dengan ISRAEL tapi dibelakang lewat negara lain sebagai penghubung bisa bersahabat. Ingat Indonesia bukan negara Independen, Mandiri secara ekonomi dan budaya tapi faktanya bagian dari subordinasi NEGARA MAJU, AMERIKA dan EROPA. Indonesia adalah negara yang masih sangat 80 % ketergantungan pada Negara AMERIKA dan EROPA. Sehingga dalam penyikapan secara politik di kancah Internasional terkesan plin-plan ngga TEGAS.

    99,9 % perasaan rakyat Indonesia menolak PENJAJAHAN ATAS TANAH PALESTINA, 0,1 % elit politik ragu-ragu, menunggu dulu yang lain, terkesan lambat menyikapi. tapi kalo masalah TERORIS cepat tanggap.

    Yang membuat orang-orang TERORIS ,,,,,,AMERIKA dan ISRAEL, yang memberi bantuan finansial untuk memberantas TERORIS AMERIKA dan ISRAEL, yang sejahtera SIAPA ? rakyat geram, muak. KORUPSI terus tanpa henti….

    Salahnya,,rakyat dikelabui harus memili partai-partai semuanya yang opotunis jd ketika telah berkuasa memeras uang rakyat, pajak terus dinaikan, subsidi mau dicabut utang luar negeri tak lunas-lunas padahal sudah 66 Tahun Merdeka. Ditambah lagi proyek-proyek pembangunan ekonomi dipegang elit politik dari partai-partai yang berkoalisi dengan PENGUASA. sedang partai oposisi pun du jg begitu dan nati juga begitu.

    Masalahnya,,,sekarang ini kita hidup dalam moralitas, intelektualitas, budaya sekulerisme, kapitalisme,,,hidup dalam budaya ketidakpastian dan keterasingan sebagai sebuah bangsa yang mandiri dan berani.

    akan terjadi Perubahan Sosial di Indonesia yang lebih dari reformasi 98 di masa yang akan datang.
    ga usah dipercepat atau diperlambat, hukum alam, hukum sosial, hukum sejarah seringkali kita telah mengambil hikmah dan pelajaran dan akan membuktikanya.

  19. kelana berkata:

    Siapa yang melihat dari pemimpinnya sesuatu yang
    tidak disukainya, maka bersabarlah. Karena
    sesungguhnya orang yang memecah belah kesatuan
    umat (jama’ah) sejengkal saja, lalu ia mati, maka
    matinya seperti mati jahiliyyah (Shahih al-Bukhari
    kitab al-fitan bab satarauna ba’di umuran tunkirunaha,
    no. 7054).

  20. kelana berkata:

    “Akan ada pemimpin-pemimpin yang kalian kenal tapi
    kalian mengingkari mereka. Barangsiapa yang
    mengenali (dan tidak terbawa arus), maka ia terbebas
    dari dosa. Barangsiapa yang mengingkari, maka ia
    selamat. Akan tetapi siapa yang simpati dan mengikuti,
    maka ia tidak selamat.” Para shahabat bertanya:
    “Apakah kita harus memerangi mereka?” Rasul saw
    menjawab: “Tidak, selama mereka shalat.” (Shahih
    Muslim kitab al-imarah bab wujubil-inkar ‘alal-
    umara` fima yukhalifus-syar’a no. 3445-3446)

  21. kelana berkata:

    pemerintah itu bagaimana yang diperintah… !!!

  22. Zodia berkata:

    Tidak SEMUANYA SYIAH itu RAFIDHAH, jangan Meng-GENERALISIR Mazhab. Sebab di kalangan SUNNI juga ada yang PRO REZIM MUAWIYAH yang Zalim. MUAWIYAH Memberontak Kepada Khalifah ALI Bin ABi Thalib yang syah. Pemerintahan yang syah menurut ummat islam pada saat itu adalah Khalifah Abu Bakar Sidik, Ummar Bin Khattab, Utsman Bin Affan,dan Ali Bin Abi Thalib.

    • kelana berkata:

      kl ane mah kata Imam Syafi’i itu sndiri. bukan ngada2 ane sertain sumbernya juga. lagian y dibicarakan disini kan syiah. bukan ada brapa golongan syiah itu sendiri… ya kan… (o.0)

      (– ˛ — ٥ )

  23. Maman berkata:

    Memerangi secar FISIK Ga boleh,, Merubah SISTEM, Menjungkirbalikan Tata Nilai Jahiliyah itu wajib. Sebab JIka

    BERUBAH, BERMETAMORFOSA itu WAJIB

  24. Bowo berkata:

    Hadist yang menyatakan tidak boleh memberontak itu paling disenengin para Penguasa yang zalim mas.Selama berpegang pada penfsiran hadist seperti itu. Ummat sampai kapanpun ga bakalan Merdeka. Pemerintahan Yang ADIL ga bakalan tegak. Berilah penguasa yang zalim itu dengan nasihat Demontrasi, Orasi, Diskusi Ilmiah dan sadarkan dengan Perubahan Sosial dan Revolusi damai.

    • kelana berkata:

      Salah seorang sahabat Rasulullah saw
      yang unggul iaitu Hazrat Abu Darda r.a
      ada berkata: “Kamu mestilah menyuruh orang berbuat baik dan melarang mereka daripada
      melakukan kemungkaran, jika tidak Allah
      SWT akan membangkitkan seorang raja
      yang zalim memerintah kamu. Dia tidak
      akan menghormati orang tua kamu dan
      dia tidak belas kasih pada golongan
      muda dikalangan kamu. Pada masa itu
      doa orang yang soleh dikalangan kamu
      pun tidak akan diterima. Kamu inginkan
      bantuan, tetapi bantuan tidak akan
      diberikan. Kamu memohon keampunan
      tetapi kamu tidak akan diampuni”

      • kelana berkata:

        kl kt mrsa bhwa pemerintah kt zolim… ?
        mk,… brarty kt tdk menegakkan ‘amar ma’ruf nahi mungkar. mk sbab inilah Alloh SWT membangkitkan raja yang zolim. hakikatnya dr adanya raja y zolim adlh kelalaian kt sndiri. solusinya…. mari kita hidupkan a’mar ma’ruf nahi mungkar…. dng hikmah dan kasih sayang…. (●*∩_∩*●)

  25. kelana berkata:

    hadist itu bkn perkataan manusia biasa loh 0m. dan kl kt yakin dng ajaran Nabi SWA. mk kt tdk akan menganggap sebuah hadist itu kurang brmanfaat ato kt menganggap bahwa Rosullulloh dng ajarannya adalah lemah…. salam kenal 0m… (●*∩_∩*●)

  26. miranti berkata:

    Untuk pa astra, Anda mengatakan bahwa Anda adalah seorang penganut fiqih Syafi’i. Tetapi, saya membaca semua komentar Anda,, sepertinya Anda itu sangat memahami SEKALI ajaran Syiah dan Anda seakan2 menyudutkan kaum sunni. Perbedaan antara sunni dengan syiah bukan hanya masalah imamiah saja…

  27. pak de berkata:

    kayaknya betul tuh miranti, …..astra jingga ini pengikut kaum syiah, cuman biasa kauam syiah biasanya taqiyah-menyembuyikan identitas diri, …..dr komentarnya saya baca dia paham betul ajaran syiah, apa yg di utarakan memang pernah saya baca sekilas dr litertur syiah…

    kalau menurut saya sama jg dgn munafik tuh…..he…..he….,klau memang ngikut ajaran syiah akui aja, mari kita diskusi biar nambah pengetahuan dan wawasan….jgm memojokan kaum suny donk….astra jingga…..

  28. Astra Jingga berkata:

    @Pak de :
    1. Apa kriteria anda, sehingga berpendapat, bahwa sy pengikut syiah. Apakah karena seseorang mengetahui paham syiah lalu dianggap spt itu ? Bgmn dgn seseorang yg mempelajari “Das Kapital” nya Karl Marx dan paham serta ahli, lsg anda anggap sbg seorang Marxist ? Ilmu perbandingan madzhab & agama saja diajarkan di Perguruan Tinggi Islam.
    2. Apa beda taqiyah dengan munafik ? Sejauh yg saya ketahui, taqiyah adalah menyembunyikan sesuatu yang apabila menampakkannya dapat berakibat buruk dan dapat mencelakakan diri, di samping tidak memperoleh sesuatu hasil yang memadai. Contoh yg terkenal dari taqiyah adalah ketika sahabat Ammar bin Yassir ketika beliau disiksa oleh kaum musryik dan Nabi pun membenarkan perbuatan Ammar bin Yasir.
    3. Untuk cerita munafik, mungkin cerita mengenai Abdullah bin Ubay sangat populer (koreksi jika saya keliru).
    4. Silakan anda bertanya kepada para Ulama-Ulama yg berkompeten bukan kepada para pembencinya. Tentu saja anda berhak untuk mengambil dari sumber mana pun.
    5. Deklarasi Amman (Amman Message) Silakan klik di http://ammanmessage.com/index.php?option=com_content&task=view&id=91&Itemid=74

    Fatwa Syekh Universitas Al-Azhar, Mahmud Syaltut

    Kantor Pusat Universitas al-Azhar

    Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

    Teks Fatwa yang dikeluarkan Yang Mulia Syaikh Al-Akbar Mahmud Syaltut, Rektor Universitas Al-Azhar tentang Kebolehan Mengikuti Mazhab Syiah Imamiah

    Tanya:
    Yang Mulia, sebagian orang percaya bahwa penting bagi seorang muslim untuk mengikuti salah satu dari empat mazhab yang terkenal agar ibadah dan muamalahnya benar secara syar’i, sementara syiah imamiah bukan salah satu dari empat mazhab tersebut, begitu juga syiah Zaidiah. Apakah Yang Mulia setuju dengan pendapat ini dan melarang mengikuti mazhab syiah imamiah itsna asyariyah misalnya?

    Jawab:
    1. Islam tidak menuntut seorang muslim untuk mengikuti salah satu mazhab tertentu. Sebaliknya, kami katakan: setiap muslim punya hak mengikuti salah satu mazhab yang telah diriwayatkan secara sahih dan fatwa-fatwanya telah dibukukan. Setiap orang yang mengikuti mazhab-mazhab tersebut bisa berpindah ke mazhab lain, dan bukan sebuah tindakan kriminal baginya untuk melakukan demikian.

    2. Mazhab Ja’fari, yang juga dikenal sebagai syiah imamiyah itsna asyariyah (Syiah Dua Belas Imam) adalah mazhab yang secara agama benar untuk diikuti dalam ibadah sebagaimana mazhab suni lainnya.

    Kaum muslim mestinya mengetahui hal ini, dan seyogianya menghindarkan diri dari prasangka buruk terhadap mazhab tertentu mana pun, karena agama Allah dan syariahnya tidak pernah dibatasi pada mazhab tertentu. Para mujtahid mereka diterima oleh Allah Yang Mahakuasa, dan dibolehkan bagi yang bukan-mujtahid untuk mengikuti mereka dan menyepakati ajaran mereka baik dalam hal ibadah maupun transaksi (muamalah).

    Tertanda,

    Mahmud Syaltut

    Fatwa di atas dikeluarkan pada 6 Juli 1959 dari Rektor Universitas al-Azhar dan selanjutnya dipublikasikan di berbagai penerbitan di Timur Tengah yang mencakup, tetapi tidak terbatas hanya pada:

    1. Surat kabar Ash-Sha’ab (Mesir), terbitan 7 Juli 1959.

    2. Surat kabar Al-Kifah (Lebanon), terbitan 8 Juli 1959.

    Bagian di atas juga dapat ditemukan dalam buku Inquiries About Islam oleh Muhammad Jawad Chirri, Direktur Pusat Islam Amerika (Islamic Center of America), 1986, Detroit, Michigan.

    Sumber : http://dialogsunni-syiah.blogspot.com/2011/03/fatwa-syekh-universitas-al-azhar-mahmud.html

    • ronni berkata:

      assalammialaikum wr wb semuanya
      ingat semuanya & encamkaaannnnnn!
      bahwa syiah itu penuh dgn intrik, dmn ada syiah dsti a

    • penerang berkata:

      Anda sedang Bertaqiyah Pa Astra Jingga, jadi semua tau komentar anda. lanjutkan…taqiyahnya..

      • Syarifah berkata:

        Ahaha Mari kita saksikan taqiyah Astra Jingga yang belibet2, kita nonton aja, saran saya ambil bantal, snack kalo perlu, karena dijamin ntar kita ketiduran ihihihi

    • ihsan berkata:

      @Astrajingga,; Jelas sekali NT berbohong dan itu ciri khas org syi’ah bertaqiyyah,ngapa in nt mati2an membela syi’ah kalo bukan syi’ah.Pake nantang apa beda “taqiyah” dgn munafik,ya gak ada,jelas sama,krn sama2 bohong,kalo ketemu temannya yg syi’ah,dia akan mentertawakan org sunni yg bisa dibohonginya. Yg jelas nt gak bersyahadat spt ajaran Nabi,tetapi mengucap 14 kalimat syahadat,yaitu 2 kalimah syahadat(sunni) ditam bah 12 syahadat utk 12 Imam syi’ah. Kalo gak ngucapin dianggap kafir versi SYI’AH.

  29. Baz berkata:

    Assalamu’alaikum
    Salam kenal..
    Klo menurut sy astra itu sy’i
    hayo Jgn dusta ..

    • Syarifah berkata:

      ahaha betul dia nyembunyiin eee dia sendiri yg buka, heran euy ga ada guna diskusi sama orang lagi taqiyyah, diplintir2, diuntel2 ampe gak tau lagi dia yg gila, apa kita ikutan gila iihihi

  30. JOJO berkata:

    Bismillahirrahmanirrahiim.
    Yg tahu kebenaran yg haq hanya Allah SWT,
    kita sebagai manusia hanya diwajibkan untuk mencari tahu tentang ilmu ma’rifatullah tersebut, yg harus diselaraskan dengan Alqur’an, dalil aqli (akal) dan dalil naqli… selesai.. Gak perlu debat, kita cm perlu diskusi dgn baik.. Toh Islam tidak memberatkan penganutnya,.

    Ngapain kita sibuk menyesatkan orang lain??! mending kita berkaca kpada diri kita. INTROSPEKSI DIRI.
    Ada perbedaan pendapat itu wajar. Rasul Saw jg pernah mengingatkan kita untuk bertindak lembut dan penuh mahabbah(cinta),, tidak saling menghujat.
    kembalikan semua kpd Allah yg maha mngetahui kebenaran.

  31. JOJO berkata:

    Islam itu agama cinta, bukan agama kebencian.

    Perlu kita ketahui Nabi SAW tidak pernah memaksa dalam berdakwah. Beliau hanya menyampaikan risalah ILLahi.

    Mari kita junjung persaudaraan sesama umat, agar Nabi muhammad Saw mencintai kita semua. karena Kecintaan beliau adalah kecintaan Allah SWT.

    wassalam :)

  32. kelana berkata:

    اِنْ شَآ ءَ اللّهُ Tuan….. ia, kl kt meyakini bahwa Islam agama kita. mk y lebih utama dr sluruh sesiapapun dia. mk Nabi Muhammad SAW… adalah manusia ya paling brhak untuk jd Tuannya………
    krn muslim itu satu tubuh…. (●*∩_∩*●)

  33. syahbanu berkata:

    bkan menutupi…niat mereka…tp memang sprti itulah ajaran yg sbnrnya, apakah salah? jika kaum syiah lebih mengikuti ajaran rasulullah dan keluarganya? krena rasul pasti lebih dlu menurunkan ajarannya pada keluarganya sbelum kesahabatnya? rasul pasti lebih dkt dgn kelnya, apalagi rasulullah menyebutkan siti fatimah sbgai quratul uyun yg artinya biji mataku, rasuluallahpun mmberi gelar jg sebagai ummu abiha atau ibu dr ayahnya dan ali bkan hanya menantu rasul tp jg sepupu rasul yg mana setelah lahir drawat oleh rasulullah dan rasulullah bersabda ana madinAtul ilim wa aliyun babuha artinya aku kota ilmu dan ali pintuny, menrut sya distu sdh
    jelas kl mengikuti ajaran rasul n kelnya tdak salah dan sgat masih dlm ketentual islam yg sbnarnya, dan soal pringatan kematian imam husein yg org menyakiti drinya seperti diirak itu bkan ajaran syiah yg sebenarnya, karena syiahpun terbagi beberapa seperrti halnya sunni ada NU, muhamadiah dlk…bgtu jg syiah ada syiah imamiyah, zaidiah dll…dan yg mgikuti kel rasul n rasulnya adalah syiah imamiah yg mana disini tdk dibolehkan menganiaya diri sperti diirak…syiah imamiah saat peringatan hanya menangis dan menepuk dada pelan2 sebagai simbolis kepediha…sya menjelaskan ini krn sya rasa masih banyak kesalahpahaman dr yg sebenarny, soal solat bawa batu bkan mksd aneh tp mngikuti ajaran rasul yg mnyebutkan solat itu hrs diats tanah

  34. syahbanu berkata:

    lihat coba di madinah tempat solat nabi masih ada dan tdak dikasuh keramik..itu udh jelas khan

    • nuroh berkata:

      Syahbanu udah kemadinah ya,,,?kalo udah pasti pernah dengar org syiah yg dipancung gara2 kencing di masjid nabawi,dan kalo masalah wasiat mewasiatkn rasul s.a.w tidak pernah berwasiat ali r.a sbg pengganti kalifahx,beliau wktu sakit keras berpesan supaya umar bin khatab r.a,menggantikan beliau mengimami jamaah salat,beberapa saat sbelum beliau wafat,dan mengenai nikah mut’ah itu jelas2 dilarang,jngn bilang tanya ke ulamax syiah krna mereka anggap syiah paling benar daripda sunni

  35. jaishu muhamad berkata:

    syiah adalah orang orang yg gagal dalam merebut kekuasaan .abdulah bin saba tokoh yahudi yg menyebarkan syiah ..dari kluarga shlul bait ternyata anak dari sekian istri li ada yg bernama para sahabat arti nya ada mahabah para sahabat .tapi syiah bgtu benci nya dg sahabat kontra diksi brooo.

    • rubyyanto berkata:

      intinya kita harus lapang dada memahami perbedaan tentu juga harus di telaah alias di pelajari terlebih dahulu.
      ilmu islam itu luas guru saya tidak pernah berkata buruk tentang madzhab lain sblm dia benar2 sdh mmpljrnya. guru ngaji sy bkn ustadz kacangan yg cma modal baca kumpulan2 hadits tp dia kitab2 kuning karya ulama2 termashur. mknya dia gk angkuh.

  36. mahyudin berkata:

    Masa sih syiah masih islam???? Khan agama syiah ciptaan ibnu sauda’ abdullah bin saba’

      • nina berkata:

        Syiah itu islam tp menyimpang jauh dari ajaran,dan banyak menciptakan bid’ah,dalam kita yg penganut sunni kita haji wajib adax hari arafah tp ummat syiah tdk trlalu penting ke arafah,,aku tahu krna diseklilingku skrg ini bnyak hajian dari iran,,

    • Syarifah berkata:

      sekte. bukan islam. ngakunya aja islam taat Allah dan Rasul, yg di lakukan nyimpang semua. tobat tobat semoga dpt hidayah, gak usah malu ama kita, malu sama Allah, Allah dah nyiapin cemeti buat kalian syiah rafidhah, yg seenak2nya ngaku2 islam. :)

  37. aef berkata:

    Kalo kwan2 mo tahu syiah, silahkan datang ke perum Kembang, mohammad toha bandung ato baca buku dialog antara syiah dan sunni (nama bukunya Mazhab pecinta keluarga nabi). mrk adalah orang-orang faqih yang pendapatnya bisa dipertanggungjawabkan.
    syiah skr adalah syiah imamiyah-itsna asyrah. sabaiyah, rofidhah, DAN ghulat adalah kelompok syiah yang orang syiah sendiri mengkafirkan mrk.
    Allah swt berfirman, bila kalian bertengkar, kembalilah kepada Allah swt dan Rasulnya. Rasulullah SAW pun bersabda, aku tinggalkan kepada kalian 2 perkara, bila kalian berpegang teguh kepada keduanya, selamanya kalian tidak akan tersesat, yaitu; kitab allah swt dan ahlul bait.
    KEMBALI WAHAI KAWAN-KAWAN KEPADA ALQURAN DAN SUNNAH……BILA DENGAR KABAR TTG SESUATU CEK N RICEK DULULAH MELALUI KESAHIHAN SANAD DAN MATAN HADIST TSB……………………MEREKA ADALAH ISLAM….JAGA PERSATUAN ISLAM …..JANGAN TERTIPU OLEH TIPU DAYA NASRANI DAN YAHUDI YANG TIDAK MAU UMAT ISLAM SELURUH DUNIA BERSATU…..

  38. herlan berkata:

    berhati-hati lah dalam membaca buku yang menyangkut perbedaan aqidah jika kita merasa belum punya cukup ilmu untuk memahaminya. seperti halnya Rasulullaah SAW pernah melarang Abu Bakar r.a untuk membaca taurot.
    jgn terperdaya dgn isu-isu yang menghujat salah satu kaum, jika itu hanya menimbulkan perpecahan. saya takut ini salah satu akal2an org kafir untuk membuat kita sibuk untuk berdebat dan saling menghujat, sementara “mereka” bisa bebas berbuat apa saja yang mereka kehendaki. mungkin “mereka” sedang asyik menonton kita (kaum msulimin) yang sedang saling menghujat. Naudzubillaah.
    tulislah bagi siapapun yang ingin menulis atau mengomentari hal ini selama dengan niat yang baik karena Allah. Namun jika niat nya sudah berubah (karena hawa nafsu) maka urungkanlah untuk menulis.
    Jujur saya mendapatkan banyak ilmu baru dari diskusi saudara-saudar. Terimakasih banyak.

  39. iwan berkata:

    Imam Malik mengatakan barang siapa yang tidak mengkafirkan aqidah syiah berarti ia telah kafir.

  40. iwan berkata:

    SIlakan baca buku ini:
    Mengapa Saya Keluar dari Syiah, karangan Sayyid Husain Al-Musawi

  41. iwan berkata:

    Syiah Menghina Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Ahlul Bait

    Buku Gen Syiah

    Syi’ah secara dusta mengaku sebagai pecinta ahlul bait. Ucapan dan perbuatan mereka bertolak belakang dengan klaim mereka. Hal seperti ini tidaklah aneh atau asing pada diri anak cucu Majusi. Mereka telah berani menginjak-injak rumah tangga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka telah menghina Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam –semoga Allah melaknat mereka- mereka telah menghina istri-istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menjadi ibu-ibu bagi kaum mukminin. Mereka juga telah berani menginjak-injak imam pertama mereka yang diyakini ma’shum. Sifat mereka ini menjadi sempurna dengan menghinakan al-Hasan, al-Husain, Ali ibn al-Hasan dan para imam lainnya. Sebagaimana pula mereka telah menghina putri-putri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan yang utama adalah Fathimah az-Zahra’ Radhiallahu ‘Anha. Ini belum lagi dengan penghinaan mereka terhadap semua Nabi dan Rasul.

    Ash-Shadug di dalam kitab “al-Amal” meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Ali Radhiallahu ‘Anhu: “Seandainya aku tidak menyampaikan apa yang aku diperintah dengannya dari perkara wilayahmu (kepemimpinanmu) maka leburlah seluruh amalku.”1

    Sepertinya Allah yang Maha Suci tidak mengutus Rasul-Nya yang mulia melainkan hanya untuk menyampaikan wilayah Ali. Orang-orang yang tidak tahu diri itu telah mengecilkan kedudukan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam demi mewujudkan kepentingan dan tujuan mereka yang kotor. Ini semua mereka lakukan karena mustahil bagi mereka untuk mendatangkan bukti dan dalil tentang wilayah Ali Radhiallahu ‘Anhu.

    Al-Bahrani menukil dari as-Syyid ar-Ridah dari Ibnu Mas’ud, bahwa ia berkata: “Saya keluar menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, saya dapati beliau sedang ruku’ dan sujud, beliau berdo’a, “………………………

    “Ya Allah dengan (demi) kehormatan hamba-Mu Ali ampunilah orang-orang yang bermaksiat dari umatku.”2

    Coba perhatikanlah kenistaan ini, yang dengannya mereka ingin menunjukkan keutamaan Ali Radhiallahu ‘Anhu di atas Rasul yang diutus sebagai rahmat untuk alam semesta dan yang menjadi sayyid bagi manusia dari awal hingga akhir, sayyid kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

    An-Nu’mani secara dusta meriwayatkan dari imam Muhammad al-Baqir ‘Alaihi Sallam, ia berkata: “Ketika imam Mahdi muncul ia didukung oleh para malaikat dan orang pertama yang membai’atnya adalah Muhammad ‘Alaihi Sallam kemudian Ali ‘Alaihi Sallam.” Syaikh ath-Thusi meriwayatkan dari imam ar-Ridha ‘Alaihi Sallam bahwa di antar tanda-tanda munculnya al-Mahdi adalah dia akan muncul dalam keadaan telanjang di depan bulatan matahari.”3

    Perhatikan baik-baik pengakuan mereka tentang pembai’atan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian Ali Radhiallahu ‘Anhu kepada al-Mahdi yang diduga. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah makhluk Allah yang terbaik, apakah beliau akan berbai’at kepada orang yang di bawahnya? Berbai’at kepada orang yang telanjang bulat tanpa sehelai benangpun? Kerendahan macam apa yang dialamatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini?

    Perhatikan orang-orang Syi’ah yang “dungu” itu. Mereka menetapkan telanjangnya keturunan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan dia akan muncul di hadapan umat dalam keadaan telanjang! Apakah ini yang disebut sebagai penghormatan kepada ahlul bait? Ataukah ini justru menjadi penghinaan yang terang-terangan?!

    Al-Qummi menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika ada di Makkah tidak ada orang yang berani mengganggu beliau karena kedudukan Abu Thalib. Mereka memprovokasi anak-anak kecil untuk mengganggu beliau.

    Jika beliau keluar anak-anak kecil itu melemparinya dengan batu dan kerikil (dan debu). Maka beliau mengadukan hal itu kepada Ali Radhiallahu ‘Anhu.”4

    Mereka meriwayatkan, ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mi’raj ke langit beliau melihat Ali Radhiallahu ‘Anhu dan anak-anaknya yang telah sampai di sana sebelum Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Nabi mengucap salam kepada mereka. Padahal beliau telah berpisah dengan mereka di bumi.5

    Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya: “Dengan bahasa apakah Rabb anda berbicara dengan anda pada waktu mi’raj?” Beliau menjawab: “Dia berbicara kepadaku dengan bahasa Ali ibn Abi Thalib, hingga saya berkata “Engkaukah yang sedang berbicara kepadaku ataukah Ali?!”6

    Aku memohon ampun kepada-Mu ya Ilahi…….!!! Kita biarkan kebebasan para pembaca yang mulia untuk menginterpretasikan apa yang dimaksud dengan riwayat yang keji ini!!

    Mereka begitu rajin mengikuti langkah-langkah penghinaan, dengan berbagai rupa bentuk dan ukuran, sampai mereka meragukan kenabian Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena tiga putrinya; Zainab, Ummu Kultsum dan Ruqayyah. Hal ini terjadi ketika mereka menafikan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai bapak mereka. Mereka –semoga dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia semuanya-mengatakan bahwa “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak melahirkan mereka, tetapi mereka adalah anak-anak tirinya.”

    Muhsin al-Amin menambahkan: “Para sejarawan menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya memiliki empat putri, dan setelah meneliti teks-teks sejarah ternyata kita tidak mendapatkan bukti yang menetapkan adanya putri Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selain Fathimah az-Zahra’.”7

    Apakah semisal mereka bisa disebut sebagai “pecinta ahlul bait”?!

    Jika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak selamat dari kejahatan mereka, maka istri-istri beliaupun lebih tidak selamat. Bahkan telah keluar fatwa “kafir” bagi ibu-ibu kaum mukminin terutama Aisyah dan Hafshah Radhiallahu ‘Anha.8

    Cukuplah mengisyaratkan kepada apa yang beredar di kalangan Syi’ah bahwa firman Allah “Dan Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat” (at-Tahrim: 10). Al-Qummi pembesar Syi’ah dalam bidang tafsir (dusta) itu menyatakan :” Demi Allah yang dimaksud dengan pengkhianatan itu adalah zina. Artinya hendaklah menegakkan hukuman zina terhadap Fulanah yang telah melakukan zina dalam perjalanan ke Bashrah. Ada seorang laki-laki mencintainya, maka tatkala dia (Aisyah) hendak menuju Bashrah Fulan tadi berkata kepadanya: Kamu tidak halal pergi tanpa mahram. Maka dia mengawinkan dirinya dengan Fulan tersebut. 9

    Dan yang dimaksud dengan Fulan adalah Thalhah.

    Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Aisyah Radhiallahu ‘Anha adalah ibu bagi kaum mukminin semata.

    Sebagaimana mereka menghina Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, putri-putrinya dan istri-istrinya, mereka juga telah menghina imam mereka yang pertama Ali Radhiallahu ‘Anhu. (Menurut mereka), ketika mereka melukiskannya sebagai pengemis –wa al-‘iyadzu billah-. Telah disebutkan oleh Salim ibn Qais penulis buku Syi’ah pertama kali bahwa Ali telah menaikkan Fathimah di atas himar, dan ia menuntun al-Hasan dan al-Husain. Disebutkan bahwa Ali tidak meninggalkan satu sahabatpun melainkan ia telah mendatanginya di rumahnya untuk meminta haknya atas nama Allah.10

    Lihatlah penghinaan yang luar biasa ini, penghinaan terhadap Ali yang menuntun kedua putranya dan putrinya yang menaiki himar. Mereka berjalan berkeliling mendatangi rumah-rumah sahabat untuk meminta belas kasih mereka!!

    Apakah sifat seperti ini layak bagi kedudukan ahlul bait dan bagi seorang pemimpin dari pemimpin pemimpin kaum muslimin? Cerita, hikayat dan dongeng!

    Sebagaimana al-Kulaini meriwayatkan di dalam al-Kafi bahwa Fathimah tidak suka diperistri oleh Ali. Riwayat itu sebagai berikut: “Tatkala Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menikahkan Ali dengan Fathimah ‘Alaihi Sallam. Ali masuk menemui Fathimah yang ketika itu ia menangis. Maka Ali menanyakan: “Apa yang membuatmu menangis?! Demi Allah seandainya dalam keluargaku ada yang lebih baik dengannya, aku tidak akan menikahkan engkau dengannya, dan aku tidak akan menikahkannya akan tetapi Allah yang telah menikahkannya”.11

    Hingga imam mereka yang pertama dihina dan diturunkan derajatnya seperti ini?!

    Di mana “cinta” yang selama ini diumbar……dimana ia bersembunyi?

    Disebutkan oleh al-Ashfahani dari Ibn Abu Ishaq bahwa ia berkata: “Aku dimasukkan oleh ayahku ke dalam masjid pada hari Jum’at. Ia mengangkatku maka aku melihat Ali berkhutbah di atas mimbar, dia adalah orang tua yang botak, menonjol dahinya, bidang dadanya (lebar jarak antara dua pundaknya), jenggotnya memenuhi dadanya dan lemah matanya.”12

    Sebagaimana mereka meyakini bahwa Ali adalah hewan bumi. Ja’far berkata “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendatangi amirul mukminin ketika ia tidur di masjid dan berbantal tumpukan kerikil yang ia kumpulkan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengerak-gerakkannya (menggugahnya) dengan kakinya kemudian mengatakan: “Bangunlah wahai “hewan Allah”. Maka seorang sahabatnya bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah sebagian kita boleh menyebut sebagian yang lain dengan nama ini?” beliau bersabda: “Tidak. Demi Allah. Nama tadi khusus untuknya”13.

    Inilah imam pertama mereka yang mereka katakan bahwa ia akan menjadi “Dabbah” (hewan melata)!

    Betapa khawatirnya kita jika yang dimaksud adalah Ali Radhiallahu ‘Anhu akan menjadi hewan tunggangan bagi al-Mahdi ciptaan Syi’ah………..hasbunallah!!

    Merekapun telah menghina paman Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abbas dan putranya Abdullah dan juga ‘Aqil ibn Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu. Diriwayatkan oleh al-Kulaini bahwa Sudair bertanya kepada imam Muhammad al-Baqir: “Di manakah kecemburuan (ghirah) Bani Hasyim, kekuatan (syaukah) dan bilangan mereka yang banyak itu setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika dikalahkan oleh Abu Bakar, Umar dan orang-orang munafik lainnya?” Imam Muhammad al-Baqir berkata: “Siapa yang masih tersisa dari Bani Hasyim? Ja’far dan Hamzah yang menjadi bagian “as-Sabiqun al-Awwalun” dan “al-Mukminun al-Kamilun” telah meninggal dunia. Sementara dua orang yang lemah keyakinannya, yang hina jiwanya dan yang baru kenal Islam itulah yang tersisa, Abbas dan ‘Aqil.”14

    Sebagaimana Syi’ah telah menuduh Ibn ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhu mencuri dari baitul mal di Bashrah sewaktu pemerintahan Ali Radhiallahu ‘Anhu. Mereka mengklaim bahwa Ali naik mimbar dan berkhutbah ketika mendengar kabar, dia menangis dan berkata: “Ini adalah putra paman Rasulullah, dia dalam ilmu dan kedudukannya melakukan hal seperti ini…. Bagaimana bisa dipercaya orang-orang yang berada dibawah tingkatannya…. Ya Allah aku telah bosan dengan mereka, tenangkan aku dari mereka… dan cabutlah aku kepada-Mu bukan sebagai orang yang lemah.”15

    Al-Majlisi telah menyebutkan dalam bahasa Persia yang artinya: “Muhammad al-Baqir meriwayatkan dari imam Zainal Abidin ‘Alaihi Sallam dengan sanad yang dapat diandalkan bahwa ayat ini “Barang siapa di dunia ini buta maka di akhirat dia (juga) buta dan lebih sesat jalannya (QS. Al-Isra’: 72) turun pada diri Abdullah ibn Abbas dan bapaknya.”

    Inilah penghinaan Syi’ah terhadap paman Nabi, Abbas dan ‘Aqil dengan kelemahan, kehinaan dan pengecut serta tidak sempurna imannya. Begitu pula penghinaan terhadap Abbas dan putranya Habr al-Ummah Abdullah ibn Abbas Radhiallahu ‘Anhu. Adapun ayat tadi telah diturunkan tentang perihal orang-orang kafir……..Akan tetapi masalahnya bukan untuk orang yang melihat melainkan untuk orang yang memiliki!

    Mereka juga telah menghina al-Hasan dengan ucapan yang sangat menyakitkan. Mereka berkata tentangnya: “Wahai orang yang menghinakan kaum mukminin”.16

    Begitu juga mereka telah menghina Ali Zainal Abidin imam keempat yang ma’shum bagi mereka, mereka menuduhnya sebagai ornag yang pengecut dan budak. Telah disebutkan dalam al-Kafi bahwa putra Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir berkata: “Sesungguhnya Yazid ibn Mu’awiyah memasuki Madinah ingin menunaikan haji. Dia mengutus kepada seorang Quraisy. Setelah ia datang dia menanyainya, “Apakah engkau mengakui bahwa engkau adalah budakku, jika aku mau aku menjualmu dan jika aku mau aku menjadikan kamu budak?” Orang itu menjawab: “Demi Allah! Wahai Yazid hasabmu (kebaikanmu dan keluargamu) tidak lebih mulia dariku di kalangan Quraisy, ayahmu juga tidak lebih utama dari ayahku, waktu jahiliyah ataupun waktu Islam dan engkau juga tidak lebih mulia dan tidak lebih baik dariku dalam agama ini. Bagaiman aku mengakui permintaanmu?” Maka Yazid berkata: “Jika kamu tidak menyukainya, Demi Allah aku pasti membunuhmu.””Orang tadi menjawab: “Pembunuhan terhadapku olehmu tidak seagung pembunuhanmu terhadap al-Husain ibn Ali ‘Alaihi Sallam, putra Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Maka dia memerintahkan untuk membunuhnya. Dan terbunuhlah dia.

    Kemudian dia mengutus kepada Ali ibn al-Husain ‘Alaihi Sallam, kemudian ia mengatakan kepadanya apa yang telah dikatakan kepada seorang Quraisy di atas. Maka Ali ibn al-Husain bertanya: “Bagaimana seandainya aku tidak mau mengakui apakah engkau akan membunuhku sebagaimana engkau membunuh orang yang kemarin?” Yazid berkata: “Allah melaknatinya, ya.” Maka Ali ibn al-Husain (Ali Zainal Abidin) ‘Alaihi Sallam berkata: “Aku mengakui apa yang engkau minta. Aku adalah hamba yang dipaksa, jika kamu mau pertahankanlah aku dan jika kamu mau juallah aku.”17

    Mereka menjadikan imam mereka yang tidak lain adalah cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mau mengakui dirinya sebagai budak yang dijual belikan!

    Kami tidak habis pikir, bukankah orang-orang Majusi saja telah memiliki prinsip “Hidup mulia atau mati mulia”.

    Kalian benar-benar telah menghina ahlul bait secara habis-habisan hingga merampas harga diri dan kemuliaan!

    Adapun Muhammad al-Baqir imam kelima yang ma’shum bagi mereka, juga telah merasakan sengatan orang-orang Syi’ah. Zurarah ibn A’yun menjulukinya sebagai: “Orang tua yang tidak mengerti ilmu permusuhan”.18

    Dia juga berkata: “Allah merahmati Abu Ja’afar, sesungguhnya di dalam hatiku ada unsur berpaling dari padanya.”19

    Dia juga berkata: “Sahabat kamu juga tidak memiliki pengetahuan tentang ucapan para tokoh (orang-orang besar).”20

    Mereka juga menjuluki Ja’far, imam yang keenam sebagai “bermuka ganda”. Pernah ia memuji Abu Hanifah di hadapan Muhammad ibn Muslim, setelah ia keluar Ja’far mencelanya. Hal ini diriwaytkan oleh al-Kulaini dalam kisah yang panjang.

    Mereka menasabkannya kepada Ja’far bahwa ia berkata: “Sesungguhnya aku berbicara di atas 70 wajah, di dalam semuanya ada jalan keluar bagiku.”21

    Ahli hadits mereka, Muhammad al-Baqir al-Majlisi dalam kitan Jala’ al-‘Uyun menyebutkan: “Dari kakekku dari Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Jika dilahirkan Ja’far ibn Muhammad ibn Ali ibn al-Husian maka julukilah “shadiq”, karena jika lahir anak kelima dari anak-anaknya (ash-Shadiq) yang bernama Ja’far dan mengaku sebagai imam secara dusta dan membuat kebohongan atas nama Allah, dia di sisi Allah adalah Ja’far al-kadz-dzab.”22

    Yang mereka maksud dengan Ja’far al-kadz-dzab adalah putra imam yang suci salah satu imam ma’shum bagi Syi’ah. Ja’far al-kadz-dzab berdasarkan klaim mereka adalah saudara kandung imam ghaib, Muhammad al-Hasan al-‘Ashari (al-Mahdi, imam kedua belas).

    Sebagaimana mereka berkata tentangnya: “Dia pelaku maksiat secara terang-terangan, fasik, rusak, pemabuk berat, tokoh paling rendah yang pernah aku lihat dan yang paling menghina diri sendiri, tak bernilai dan tak berharga!”23

    Setelah ini semua apakah Syi’ah pecinta ahlul bait?!

    Sesungguhnya ahlul bait lebih mulia dan lebih suci dari pada bangkai-bangkai seperti mereka itu! Yang anjingpun tidak akan sudi mengendusnya!!

    1 Tafsir Nur ats-Tsaqalain. Jilid I. Hal 654.

    2 Al-Burhan fi Tafsir al-Qur’an. Jilid Iv. Hal 226.

    3 Al-Kafi fi al-Ushaul. Jilid I. Hal 504

    4 Tafsir al-Burhan. Jilid II. Hal 404.

    5 Ibid.

    6 Kasyf al-Ghummah. Jilid I. Hal 106.

    Dairah al-Ma’arif al-Islamiyah asy-Syi’iyyah. Jilid I. Hal 27. Dar al-Ma’arif. Beirut; Kasyf al-Ghitha’. Ja’far an-Najefi. Hal 5..

    8 Bihar al-Anwar. Jilid XXII. Hal 227-247.

    9 Ibid. hal 240-245; Tafsir al-Qummi. Jilid II. Hal 344.

    10 Kitab Salim ibn Qais. Hal 82-83.

    11 Al-Furu’ min al-Kafi.

    12 Maqatil ath-Thalibin. Hal 27-48.

    13 Bihar al-Anwar. Jilid XIII. Hal 213.

    14 Hayat al-Qulub. Jilid II. Hal 846; Furu’ al-Kafi. Jilid III, kitab ar-Rawdhah.

    15 Rijal al-Kasy-syi : 57

    16 Rijal al-Kasysyi. Hal 111.

    17 Ar-Rawdhah min al-Kafi. Jilid VIII. Hal 234-235.

    18 Al-Kafi fi al-Ushul.

    19 Rijal al-Kasysyi. Hal 152. Biografi Abu Bashir.

    20 Ibid. hal 133.

    21 Bashair ad-Darajat. Jilid III.

    22 Jala’ al-‘Uyun. Al-Majlisi. Hal 348.

    23 Ibid.

  42. celepuk berkata:

    Yang paling saya tidak suka dari syiah selain mengkafirkan sahabat2 Nabi adalah ketika mereka bertaqiyah,hampir2 saya tidak bisa membedakan ketika pembicaraan mengenai hal yang serius apakah mereka sedang berbohong ataukah jujur? أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ

  43. nuroh berkata:

    Muhammat,orang saudi itu gk semuanya sunni sebagiannya syiah kmu tau nggak,,kebanyakan yg kepuncak itu orang syiah,apa smua orang saudi menganut faham yang satu?nggak!!apa anda pernah tanya dia syiah ato sunni?kalo dia blang syiah apakah anda pernah tanya pendapatnya tntang saudi,pastilah dia blang saudi gk bagus,playanannya gk bagus orang syiah diakui di negara saudi cm krna mreka berkwargangaraan saudi.,jngn berksimpulan kalo orang saudi itu smuanya sunni,kalo km tau letak dammam saudi arabia,disana km bkal tau kumpulan orang syiah,syiah itu perusak dimana2,lihatlah tragedi bahrain,krna ulah kaum syiah,lihatlah bassar asat presden suria krna pnganut syiah membantai rakyat tnpa prikemanusiaan,sprti itulah orang saudi itu prgi ke indobrkali2 atas nama saudi,lain kali tanya pasti apa dia aliran syiah ato sunni baru kasikomentar oke!!!!!peaceeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

  44. Haidar Ali berkata:

    Gak usah berdebat tentang Syi’ah-Sunni karena ISRAEL DAN KRONI-KRONINYA akan semakin menertawai kita semua, wong mereka udah nyampe ke Bulan kita masih sibuk bertengkar tentang bagaimana kondisi dibulan Dsb. Hati-hati terlalu banyak yang menginginkan kehancuran islam.. Syi’ah dan Sunni sama-sama benar yang tidak benar adalah jika salah satunya mengganggu ketertiban,,…

  45. chuckedan berkata:

    hehehe…. kok ya lutju-lutju yaaaaa…hehehehehe..

    Coba liat di sini, kemunculan perdanakau:

    http://eddycorret.wordpress.com/2008/08/25/mengapa-satrio-piningit-sejati-sulit-ditemukan/

    -Satria Piningit-

  46. chuckedan berkata:

    Aku malah gak tau syiah atau sunni, yang penting Allah menerimaku, ruweeeeeeeeeeettttt aja…

    -Satria Piningit-

  47. chuckedan berkata:

    Mau tahu definisi asli dari ZINAAA?????

    Inilah yang dimaksud dengan zina:

    Melakukan hubungan seksual yang berpotensi merugikan fihak lain.

    Kesimpulannya: Hubungan seksual yang dilakukan kaum nudis di Amerika adalah HALAL 100%.

    “Mereka punya komitmen yang kuat, tidak ada kecemburuan apabila pasangannya di suatu hari kemudian keesokan harinya berganti pasangan”.

    Apa sih istimewanya upacara pernikahan itu? Haaaaaaaaaaaaa???? Benar-benar tolol. Masak manusia bisa kalah sama kucing, lha wong kucing aja gonta-ganti pasangan gak masalah, lhah kok manusia sebagai makhluk yang paling mulia malah menjadi sangat terbatas!

    Salahnya sendiri, mempersulit peraturan agama. Cinta itu bukan untuk manusia, bodohnya orang 1 triliun dimakan sendirian. Hanya Allah sebaik-baik tempat kembali.

    Tentu saja, seorang boss berhak untuk menyetubuhi sekretaris atau bawahan lainnya, 100% Haaalal, gak perduli masih single ataupun sudah bersuami. Kartini itu tahu aaapa? Duasarrrr! Sok tau!!

    Perempuan hanya layak bekerja dengan kondisi tidak mempunyai atasan langsung, misalnya berdagang, termasuk jualan vagina.

    Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, tidak dijelaskan dalam Al-Qur’anul Karim tentang apa yang akan dijual. Tentu saja narkoba tidak bisa disamakan dengan vagina. Narkoba jelas-jelas sangat merusak dengan rentetan efek dominonya apabila sudah tidak punya uang, tetapi soal ingin merasakan kehangatan vagina masih bisa diatasi dengan melakukan onani.

    Udah, cuapeeeeeeee deeeeeeeeee jelasinnya…hoahemmm….

    -Satria Piningit-

  48. Faqih berkata:

    Assalamualaikum Saudaraku sekalian. Dalam hal ini tidak akan ada ujungnya mendebatkan sesuatu tanpa mengetahui yang sebenarnya. Solusinya adalah bahwa islam berpegang pada alqur’an dan hadist. Oleh karena itu agar tidak buruk sangka coba dapatkan, lihat, selidiki, dan pelajari secara LANGSUNG kitab alqur’an yg dipegang oleh syiah lalu BANDINGKAN dengan alquran yang dipegang oleh mayoritas Kaum muslimin di tanah air.. Begitu pula hadist.. Itu lebih baik dari pada sekedar info melalui (katanya, dari artikel anu, kata si anu, dari berita anu dsb) tanpa seperti itu ga kan ada kata mufakat. Sekedar tambahan awal malam dalam islam dimulai pada saat terbenam matahari. Begitu pula dengan awal pagi yaitu pada saat matahari terbit. Adzan magrib berkumandang saat matahari terbenam itu penanda datang’Y malam. WALLAHAssalamualaikum Saudaraku sekalian. Dalam hal ini tidak akan ada ujungnya mendebatkan sesuatu tanpa mengetahui yang sebenarnya. Solusinya adalah bahwa islam berpegang pada alqur’an dan hadist. Oleh karena itu agar tidak buruk sangka coba dapatkan, lihat, selidiki, dan pelajari secara LANGSUNG kitab alqur’an yg dipegang oleh syiah lalu BANDINGKAN dengan alquran yang dipegang oleh mayoritas Kaum muslimin di tanah air.. Begitu pula hadist.. Itu lebih baik dari pada sekedar info melalui (katanya, dari artikel anu, kata si anu, dari berita anu dsb) tanpa seperti itu ga kan ada kata mufakat. Sekedar tambahan awal malam dalam islam dimulai pada saat terbenam matahari. Begitu pula dengan awal pagi yaitu pada saat matahari terbit. Adzan magrib berkumandang saat matahari terbenam itu penanda datang’Y malam. WALLAHAssalamualaikum Saudaraku sekalian. Dalam hal ini tidak akan ada ujungnya mendebatkan sesuatu tanpa mengetahui yang sebenarnya. Solusinya adalah bahwa islam berpegang pada alqur’an dan hadist. Oleh karena itu agar tidak buruk sangka coba dapatkan, lihat, selidiki, dan pelajari secara LANGSUNG kitab alqur’an yg dipegang oleh syiah lalu BANDINGKAN dengan alquran yang dipegang oleh mayoritas Kaum muslimin di tanah air.. Begitu pula hadist.. Itu lebih baik dari pada sekedar info melalui (katanya, dari artikel anu, kata si anu, dari berita anu dsb) tanpa seperti itu ga kan ada kata mufakat. Sekedar tambahan awal malam dalam islam dimulai pada saat terbenam matahari. Begitu pula dengan awal pagi yaitu pada saat matahari terbit. Adzan magrib berkumandang saat matahari terbenam itu penanda datang’Y malam. WALLAHAssalamualaikum Saudaraku sekalian. Dalam hal ini tidak akan ada ujungnya mendebatkan sesuatu tanpa mengetahui yang sebenarnya. Solusinya adalah bahwa islam berpegang pada alqur’an dan hadist. Oleh karena itu agar tidak buruk sangka coba dapatkan, lihat, selidiki, dan pelajari secara LANGSUNG kitab alqur’an yg dipegang oleh syiah lalu BANDINGKAN dengan alquran yang dipegang oleh mayoritas Kaum muslimin di tanah air.. Begitu pula hadist.. Itu lebih baik dari pada sekedar info melalui (katanya, dari artikel anu, kata si anu, dari berita anu dsb) tanpa seperti itu ga kan ada kata mufakat. Sekedar tambahan awal malam dalam islam dimulai pada saat terbenam matahari. Begitu pula dengan awal pagi yaitu pada saat matahari terbit. Adzan magrib berkumandang saat matahari terbenam itu penanda datang’Y malam. WALLAHU A’LAM

  49. reggaeman berkata:

    umat islam di indonesia harus semua nya berpegangan pada hadis rasul n alquran,rukun iman rukun islam,,dah itu aja
    Jangan terpengaruh pikiran sesat,, hidup ini realitas kawan,,bagi kaum syiah silahkan berputar2 dgn teori ny,,saya selaku umat muslim saya jalankan ibadah seperti biasa saja

  50. reggaeman berkata:

    umat islam di indonesia harus semua nya berpegangan pada hadis rasul n alquran,rukun iman rukun islam,,dah itu aja
    Jangan terpengaruh pikiran sesat,, hidup ini realitas kawan,,bagi kaum syiah silahkan berputar2 dgn teori ny,,saya selaku umat muslim saya jalankan ibadah seperti biasa saja ,,karena saya telah merasakan nikmat nya beribadah

  51. Say No To Shia berkata:

    coba tanya ahlinya KH> Athian Ali M Dai, Syiah itu kufur dan Beliau pernah langsung ke Iran

  52. raju berkata:

    belum selesai kalian memperdebatkan syiah dan sunni,bom-bom israel telah meledak dipalestina anak anak kehilangan orang tua mereka,al quran di bakar habis,mujahidin syahid disana,mereka(israel)tidak perduli syiah ataupun sunni…..mereka tertawa terhadap umat islam.

  53. bungkul berkata:

    Bagi orang Syiah, shalat itu cukup tiga waktu saja. Shalat Dhuhur dan Ashar dijamak dalam satu waktu, shalat Maghrib dan Isya dijamak dalam satu waktu. Shalat yang berdiri sendiri hanyalah shalat Subuh.

    Apa bukan suatu kebetulan jika ternyata Al-Quran juga hanya menyebut shalat wajib 5 kali hanya dalam 3 waktu?

    ”dirikanlah sholat dari matahari tergelincir (dzuhur dan ashar) sampai gelap malam (maghrib dan isya) dan subuh. Sesungguhnya sholat subuh disaksikan oleh para Malaikat” (Al-Isyra’:78)

  54. Kenapa kesukaan orang adalah menjudgement orang lain?

    Lalu kapan menghitung diri sendiri?

    Nanti kalao udah mati kan tau dengan sendirinya, dan Allah yang akan menerangkan semuanya.

    Misalnya, soal pengrusakan tempat pelacuran, pertanyaannya adalah:
    “Apakah para pelacur itu menodongkan pistol ke kepala para lelaki untuk membeli tubuhnya?”
    Keliatan sekali, lemahnya iman diri sendiri, tetapi melemparkan kesalahan diri sendiri kepada orang lain, ini keterlaluan sekali, gak tau malu! Tak ubahnya seperti kelakuan anak kecil, yang lempar batu sembunyi tangan.
    Semua perintah Allah harus dipatuhi (kaffah), lalu di mana pelaksanaan HUKUM KHISAS?

    Nah, kalao mau memperingatkan ya harus dengan kesabaran, tetapi kalau dengan pengrusakan, anarkis, ini jelas-jelas konyol.
    Allah tidak butuh bantuan rasul untuk menegakkan agamanya, Allah mengutus rasul hanya sebagai pemberi peringatan, bukan pemberi petunjuk. Itu mutlak hak Allah.

    -Satria Piningit-

  55. Dwi Raharjo berkata:

    Islam itu simple, jangan dibikin ruwet, minimal dua ini harus dilaksanakan:
    1. Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, dan Muhammad saw adalah utusan-Nya.
    2. Hukum Khisas harus diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik.
    Kata-kata dibalas dengan kata-kata, perempuan bayar perempuan, uang bayar uang, nyawa bayar nyawa.

    Kalau yang dua itu sudah dilaksanakan dengan baik, tentu lebih mudah mencapai kehidupan yang tenteram, aman, sejahtera, lahir batin, dunia akherat.

    Kenyataan yang ada di lapangan tidak seperti itu, ambil satu contoh:
    Istri berselingkuh, lalu maen bunuh, main bacok, ini kan kucu? Hukum Khisasnya manaaa???
    Apa istri itu sudah menjadi Tuhannya sehingga main bunuh atas nama “Tuhan?”
    Istri berselingkuh justru advantage atau keuntungan bagi laki-laki, ada alasan untuk menceraikan secara baik-baik, dan dapat gantinya yang jauh lebih muda dan segar.

    -Satria Pningit-

  56. Dwi Raharjo berkata:

    Ada orang yang bertanya kepada rasululloh:

    “Ya rasululloh, berilah aku satu nasehat saja, yang dengan itu aku tidak perlu bertanya lagi tentang agamaku” Jawab rasululloh: “Katakanlah tidak ada Tuhan kecuali Allah” Lalu orang itu pulang. Beres dah, gak ruwet!

    Sesama Islam aja udah ruwet, wah wah wah, apalagi kalao lain agama, tambah kacau gak karu-karuan.

    Ingatlah, semua manusia itu dilahirkan sama, dalam keadaan yang suci.

    Bukan manusia musuh kita, tetapi syaitan, yang memang mempunyai tujuan untuk memecah belah umat manusia, yang akhirnya perpecahan itu tiada berguna apa-apa setelah semuanya kembali kepada Allah.

    -Satria Piningit-

  57. assalamu’alaikum wr. wb. diskusi yang bijak kawan2………… kita tidak boleh menghakimi suatu mazhab hanya dengan bersandar pada kitab2 yang kita miliki itu subjektifitas namanya..apakah ilmiah dan objektif jika kita ingin membuktikan kesesatan yahudi melalui al-qur’an. nah begitu juga jika ada orang yang menganggap syia’h itu sesat atau apalah namanya!!!!!!.. ayo kita buktikan dari kitab2 dan ulama2 mereka. saya pernah diskusi dengan orang syi’ah mereka jago dalam 9 kitab hadits suni..mereka bisa menunjukkan kelemahan mazhab kita dengan memakai kitab bukhari muslim, tetapi sebaliknya mereka bisa memperkuat mazhab mereka dengan kitab2 kita juga.. salah satu contohnya hadits TSAQALAIN.. mari kita duduk bersama2 saling mendengarkan dan saling berbagi. tidak usah saling klaim atau sampai adu jotos…coba lihat rukun islam syi’ah : 1. shalat 2. puasa 3. zakat 4. haji 5. wilayah (ketaatan pada imam), rukun iman syi’ah 1. tauhid 2.Nubuwah 3. ‘adalah 4. imamah 5. ma’ad (kebangkitan) kalo kita lihat mereka bertauhid, mengakui kenabian, shalat, puasa, haji, zakat, kalo dilihat dari sini tidak ada kesesatan sama sekali..untuk mengetahui lebih jauh tentu kita harus rela menelitinya lebih jauh,,jangan sampai kita main klaim saja tidak disertai pengetahuan yang cukup, al-Qur’an mengingatkan kita “WA LAA TAQFUF MAA LAISA LAKA BIHI ‘ILMUN” (jangan kamu ikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu di dalamnya),, alangkah bijaknya jika kita melakukan penelitian terlebih dahulu pada sumber aslinya…sebelum kita bilang mazhab mereka sesat..apalagi saya yakin sahabat2 yang ada disini adalah orang2 terpelajar semua…salam ukhuwah..

  58. me berkata:

    amar ma’ruf nahi munkar, awasi anak2 kita jangan sampai terpengaruh syiah!

  59. Anto berkata:

    Kok diskusi berhenti dengan tayangan video di atas ya?

  60. wisnu YW berkata:

    saya kira yg menjd alasan lain qt sbg pengikut sunni salah satunya prihal kemaksuman para imamnya yaitu terjaga dari kesalahan dan dosa,padahal Rosululloh sendiri pernah berkata Beliau tdk menjamin dirinya sendiri terbebas dari dosa dan kesalahan kecuali Allah SWT sendiri yg menjaminnya,salah satu sifat takabur yg disematkan pada para imam syiah, utk urusan sholat jum’at yg saya tahu hanya berlaku utk umat syiah yg dekat dgn masjid utama di teheran (entah nama masjidnya saya lupa) selain drpd itu tdk diwajibkan umat syiah sholat jumat selain dimasjid tersebut. oh ya saya juga mengingatkan TOLONG DIBEDAKAN ANTARA SYIAH DENGAN AHLUL BAYT keduanya berbeda dlm pokok ajarannya,jgn ada klaim hanya syiah pengikut ahlul bait Rosululloh

  61. willy berkata:

    CARA SYIAH MENSYIAHKAN KAUM MUSLIMIN:
    1. Memakai hadist lemah dari kitab2 sunni
    2. Memakai hadist palsu dari kalangan mereka sendiri
    3. Memakai Hadist sahih kitab2 sunni yang sesuai dengan keinginan mereka dan membuang hadist sahih yg tidak sesuai keinginan mereka.
    4. Merubah makna/ skenario dari hadist2 sahih sunni sehingga alur sejarah berubah sesuai keinginan mereka, sehingga contoh bila cerita antara sahabat yg saling memberitahu (pakai satu tanda seru !) oleh syiah dianggap saling mencaci diantara sahabat (pakai banyak tanda seru !!!!!). (ini harus mengusai bahasa arab tingkat wahid)
    5. Mereka mulai ‘masuk’ dari riwayat2 sejarah yg masih simpang siur kebenarannya dan masih diperdebatkan validitasnya. Kita aja gak tahu persis “dibalik layar” peristiwa politik indonesia yg carut marut saat ini, gimana peristiwa 1400 tahun silam

    So, hati2 dengan syiah. Kalo mau jadi pengikut Isa as janganlah seperti nasrani, klo mau jadi pengikut musa as janganlah seperti yahudi, klo mau jd pengikut Ali bin abi thalib ra janganlan seperti syiah rafidhah, karena sifat mereka sama: mengubah2 kitab Allah

    (dari mantan pengagum iran)

  62. willy berkata:

    KLO NASRANI YAHUDI HINDU BUDHA MEMBUAT TANDINGAN2 ALLAH, MAKA SYIAH:
    1. Membuat tandingan Allah: mereka berdoa Ya Hussein! Ya Ali! Ya imam zaman! Ya Zahra!. selalu/ lebih sering dari pada Ya Allah, bahkan Ya muhammad jarang sekali mereka bertawasul
    2. membuat tandingan nabi saw: melebih kan bahwa Ali (dan imam2 mereka) padanan Nabi saw
    3. Membuat tandingan Al Qur’an: syiah punya Shahifah Fatimah, shahifah sajjadiyah, An namus, Al Abithah, Al jufr, dll. Sebagian syiah mengakui bahwa Al Qur’an yg ada sekarng sdh berubah/ tidak asli, Sebagian lainnya Al Quran syiah sama aja dengan sunni. Tapi paling tidak mereka semua memiliki tingkat respek yg minimal terhadap AlqQuran yg skg. Dan lagi semua syyiah rafidhah berkata Al quran yg asli berbeda susunannya dgn yg Skg
    4. Membuat tandingan Mekah Madinah: mereka punya tanah Suci Karbala
    5. Membuat tandingan nikah, yaitu mut’ah
    6. membuat tandingan hari kiamat, yaitu reinkarnasi (Raj’ah)
    7. membuat tandingan zakat: Khumus
    8. membuat tandingan madu, zaitun, habbattus sauda: ‘kotoran/ pup’ imam2 mereka bisa menyembuhkan segala macam penyakit
    DLL

    Seandainya syiah berkata Abu bakar, umar, utsman dan sahabat2 Rasulullah murtad setelah meninggalnya beliau saw dan memalsu hadist, maka kita katakan pengikut / syiah Ali, Hussein, dan Ja’fari lebih bisa murtad dan lebih bisa memalsu hadist imam2 mereka..

  63. muhyasir berkata:

    terima kasih.. Artikelnya sangat menarik, semoga tidak tertanam kebencian sesama muslim, syiah maupun sunni..

  64. tony berkata:

    Copas dari tetangga :

    Orang Syiah –dalam hal ini diwakili oleh Khomaini– mengatakan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menyembunyikan sebagian risalah dan gagal membina umat.
    Khomaini –semoga Allah memberikan balasan setimpal kepadanya- berkata :

    وواضح أنَّ النبي لو كان بلغ بأمر الإمامة طبقاً لما أمر به الله، وبذل المساعي في هذه المجال، لما نشبت في البلدان الإسلامية كل هذه الإختلافات….
    “Dan telah jelas bahwasannya Nabi jika ia menyampaikan perkara imamah sebagaimana yang Allah perintahkan (padanya) dan mencurahkan segenap kemampuannya dalam permasalahan ini, niscaya perselisihan yang terjadi di berbagai negeri Islam tidak akan berkobar…..” (Kasyful-Asrar, Hal. 155).
    لقد جاء الأنبياء جميعاً من أجل إرساء قواعد العدالة في العالم؛ لكنَّهم لم ينجحوا حتَّى النبي محمد خاتم الأنبياء، الذي جاء لإصلاح البشرية وتنفيذ العدالة وتربية البشر، لم ينجح في ذلك….
    “Sungguh semua Nabi telah datang untuk menancapkan keadilan di dunia, akan tetapi mereka tidak berhasil. Bahkan termasuk Nabi Muhammad, penutup para Nabi, dimana beliau datang untuk memperbaiki umat manusia, menginginkan keadilan, dan mendidik manusa – tidak berhasil dalam hal itu….” (Nahju Khomaini, Hal. 46). Dan yang lainnya.[4]

    Dimanakah posisi firman Allah Ta’ala yang menyatakan bahwa Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah suri tauladan yang baik,
    لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)?

    Orang Syiah Mengafirkan Ahlussunnah

    Jika mereka mengafirkan para shahabat radhiallahu‘anhum, maka jangan heran seandainya mereka juga mengafirkan orang-orang yang sepemahaman dengan para shahabat radhiallahu ‘anhum, yaitu Ahlussunnah. Berikut perkataan para ulama Syiah dalam hal ini:
    Al-Mufiid berkata,
    اتّفقت الإماميّة على أنّ من أنكر إمامة أحد من الأئمّة وجحد ما أوجبه الله تعالى له من فرض الطّاعة فهو كافر ضالّ مُستحقّ للخلود في النّار
    “Madzhab Imaamiyyah telah bersepakat bahwasannya siapa saja yang mengingkari imaamah salah seorang di antara para imam, dan mengingkari apa yang telah Allah Ta’ala wajibkan padanya tentang kewajiban taat, maka ia kafir lagi sesat berhak atas kekekalan di neraka.” (Awailul-Maqalat, Hal. 44 –sumber : http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-aqaed/avael-maqalat/a01.htm).
    Orang yang mengingkari keimamahan versi mereka tentu saja adalah Ahlussunnah.
    Yuusuf Al-Bahrani berkata,
    إن إطلاق المسلم على الناصب وأنه لا يجوز أخذ ماله من حيث الإسلام خلاف ما عليه الطائفة المحقة سلفا وخلفا من الحكم بكفر الناصب ونجاسته وجواز أخذ ماله بل قتله
    “Sesungguhnya pemutlakan muslim terhadap nashib (baca: ahlussunnah) bahwasannya tidak diperbolehkan mengambil hartanya dengan sebab Islam (telah melarangnya), maka itu telah menyelisihi apa yang dipahami oleh kelompok yang benar (baca: Syiah Rafidhah) baik dulu maupun sekarang (salaf dan khalaf) tentanghukum kafirnya nashib, kenajisannya, dan diperbolehkannya mengambil hartanya, bahkan membunuhnya.” (Al-Hadaiqun An-Nadhirah, 12:323-324 –sumber: shjaffar.jeeran.com).

  65. tony berkata:

    COPAS LAGI DARI TETANGGA tentang BANTAHAN kalau Quran SUNI & SYIAH sama, munurut orang SYIAH beda :

    1. Orang Syiah Rafidhah mengatakan Alquran yang ada di tangan kaum muslimin (baca: Ahlussunnah) berbeda dengan Alquran versi ahlul bait.
    Muhammad bin Murtadha Al-Kasyi –seseorang yang dianggap berilmu dan ahli hadis dari kalangan Syiah- mengatakan,
    لم يبق لنا اعتماد على شيء من القران. اذ على هذا يحتمل كل اية منه أن يكون محرفاً ومغيراً ويكون على خلاف ما أنزل الله فلم يقب لنا في القران حجة أصلا فتنتفى فائدته وفائدة الأمر باتباعه والوصية بالتمسك به
    “Tidaklah tersisa bagi kami untuk berpegang pada satu ayat pun dari Alquran. Hal ini disebabkan setiap ayat telah terjadi pengubahan sehingga berlawanan dengan yang diturunkan Allah. Dan tidaklah tersisa dari Alquran satu ayat pun sebagai argumentasi. Maka tidak ada lagi faedahnya, dan faedah untuk menyuruh dan berwasiat untuk mengikuti dan berpegang dengan Alquran ….” (Tafsir Ash-Shaafi, 1:33)
    Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini –seorang yang dianggap ahli hadis dari kalangan Syiah– (w. 328/329 H) mengatakan,
    عن أبي بصير عن أبي عبد الله عليه السلام قال : وَ إِنَّ عِنْدَنَا لَمُصْحَفَ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) وَ مَا يُدْرِيهِمْ مَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) قَالَ قُلْتُ وَ مَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) قَالَ مُصْحَفٌ فِيهِ مِثْلُ قُرْآنِكُمْ هَذَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَ اللَّهِ مَا فِيهِ مِنْ قُرْآنِكُمْ حَرْفٌ وَاحِدٌ قَالَ قُلْتُ هَذَا وَ اللَّهِ الْعِلْمُ
    Dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah‘alaihissalam a berkata, “Sesungguhnya pada kami terdapat Mushhaf Fathimah ‘alaihassalam. Dan tidaklah mereka mengetahui apa itu Mushaf Fathimah.” Aku berkata, “Apakah itu Mushhaf Fathimah?” Abu Abdillah menjawab, “Mushhaf Fathimah itu, tiga kali lebih besar daripada Alquran kalian. Demi Allah, tidak ada di dalamnya satu huruf pun dari Alquran kalian.” Aku berkata, “Demi Allah, ini adalah ilmu.” (Al-Kaafi, 1:239).
    عَنْ هِشَامِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ إِنَّ الْقُرْآنَ الَّذِي جَاءَ بِهِ جَبْرَئِيلُ ( عليه السلام ) إِلَى مُحَمَّدٍ ( صلى الله عليه وآله ) سَبْعَةَ عَشَرَ أَلْفَ آيَةٍ
    Dari Hisyam bin Salim, dari Abu Abdillah‘alaihissalam ia berkata, “Sesungguhnya Alquran yang diturunkan melalui perantaraan Jibril‘alaihissalam kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam terdiri dari 17.000 (tujuh belas ribu) ayat.” (Al-Kaafi, 2:634). Maksudnya teks Alquran sekarang banyak ayat-ayat yang dihapus oleh para sahabat, sehingga jumlah ayatnya hanya 6000an.
    Muhammad Baqir Taqi bin Maqshud Al-Majlisi (w. 1111 H) ketika mengomentari hadis di atas,
    موثق، وفي بعض النسخ عن هشام بن سالم موضع هارون ابن سالم، فالخبر صحيح ولا يخفى أن هذا الخبر وكثير من الأخبار في هذا الباب متواترة معنى، وطرح جميعها يوجب رفع الاعتماد عن الأخبار رأسا، بل ظني أن الأخبار في هذا الباب لا يقصر عن أخبار الامامة فكيف يثبتونها بالخبر ؟
    ”Shahih. Dalam sebagian naskah tertulis, ”Dari Hisyaam bin Salim” pada tempat rawi yang bernama Harun bin Saalim. Maka kabar/riwayat ini shahih dan tidak tersembunyi lagi bahwasannya riwayat ini dan banyak lagi yang lainnya dalam bab ini telah mencapai derajat mutawatir secara makna. Menolak keseluruhan riwayat ini (yang berbicara tentang perubahan Alquran) berkonsekuensi menolak semua riwayat (yang berasal dari ahlul bait). Aku kira, riwayat-riwayat dalam bab ini tidaklah lebih sedikit dibandingkan riwayat-riwayat tentang imamah. Nah, bagaimana masalah imamah itu bisa ditetapkan melalui riwayat? (Mir’atu Al-‘Uquul fii Syarhi Akhbari Alir-Rasul, 12:525).
    Kemudian,…. inilah hal yang membuktikan validitas keyakinan Syiah bahwasanya Alquran sekarang telah berubah:
    Di atas adalah perkataan Dr. Al-Qazwini, salah seorang ulama kontemporer Syiah yang cukup terkenal. Menurutnya firman AllahTa’ala,
    إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ
    “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).” (QS. Ali ‘Imran: 33).
    Menurutnya, yang benar adalah
    إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ وَآلَ مُحَمَّدٍ عَلَى الْعَالَمِينَ
    “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, keluarga Imran,dan keluarga Muhammad melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).”
    Tambahan kalimat keluarga Muhammad ini dihilangkan oleh para sahabatradhiallahu ‘anhum –(dan ini adalah kedustaan yang sangat nyata!!).[1]
    Lantas mau dikemanakan firman Allah Ta’ala,
    إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
    “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9) ?
    2. Orang Syiah Rafidhah telah mengafirkan para sahabat, terutama Abu Bakr Ash-Shiddiq dan Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhuma.
    Orang Syiah telah mendoakan laknat atas Abu Bakr dan Umar radhiallahu ‘anhuma– yang naasnya, doa itu dinisbatkan secara dusta kepada ‘Ali bin Abi Thalibradhiallahu ‘anhu[2] – sebagai berikut,
    اللهم صل على محمد، وآل محمد، اللهم العن صنمي قريش، وجبتيهما، وطاغوتيهما، وإفكيهما، وابنتيهما، اللذين خالفا أمرك، وأنكروا وحيك، وجحدوا إنعامك، وعصيا رسولك، وقلبا دينك، وحرّفا كتابك…..
    “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ya Allah, laknat bagi dua berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar pen.), Jibt dan Thaghut, kawan-kawan, serta putra-putri mereka berdua. Mereka berdua telah membangkang perintah-Mu, mengingkari wahyu-Mu, menolak kenikmatan-Mu, mendurhakai Rasul-Mu, menjungkir-balikkan agama-Mu, merubah kitab-Mu…..dst.”
    Saksikan video berikut,bagaimana ulama Syiah, Yasir Habiib, melaknat Abu Bakr, Umar, dan para shahabat lain radhiallahu ‘anhum dalam shalatnya:
    Dan mari kita lihat sumber ajaran Syiah dalam kitab mereka yang mengafirkan para sahabat,
    عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ( عليه السلام ) قَالَ كَانَ النَّاسُ أَهْلَ رِدَّةٍ بَعْدَ النَّبِيِّ ( صلى الله عليه وآله ) إِلَّا ثَلَاثَةً فَقُلْتُ وَ مَنِ الثَّلَاثَةُ فَقَالَ الْمِقْدَادُ بْنُ الْأَسْوَدِ وَ أَبُو ذَرٍّ الْغِفَارِيُّ وَ سَلْمَانُ الْفَارِسِيُّ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ عَلَيْهِمْ
    Dari Abu Ja’far ‘alaihis-salam, ia berkata, “Orang-orang (yaitu para shahabat pen.) menjadi murtad sepeninggal Nabi shallallaahu ‘alaihi wa alihi wa sallam kecuali tiga orang.” Aku (perawi) berkata, “Siapakah tiga orang tersebut?” Abu Ja’far menjawab, “Al-Miqdad, Abu Dzar Al-Ghiffari, dan Salman Al-Farisiy rahimahullah wa barakatuhu ‘alaihim…” (Al-Kaafi, 8:245; Al-Majlisi berkata, “hasan atau muwatstsaq”).
    عَنْ أَبِي عبد الله عليه السلام قال: …….والله هلكوا إلا ثلاثة نفر: سلمان الفارسي، وأبو ذر، والمقداد ولحقهم عمار، وأبو ساسان الانصاري، وحذيفة، وأبو عمرة فصاروا سبعة
    Dari Abu Abdillah ‘alaihissalam, ia berkata, “…….Demi Allah, mereka (para sahabat) telah binasa kecuali tiga orang: Salman Al-Farisiy, Abu Dzar, dan Al-Miqdad. Dan kemudian menyusul mereka ‘Ammar, Abu Sasan, Hudzaifah, dan Abu Amarah sehingga jumlah mereka menjadi tujuh orang.” (Al-Ikhtishash oleh Al-Mufiid, Hal.5, lihat: http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-hadis/ekhtesas/a1.html).
    عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَحَدِهِمَا عليهما السلامقَالَ إِنَّ أَهْلَ مَكَّةَ لَيَكْفُرُونَ بِاللَّهِ جَهْرَةً وَ إِنَّ أَهْلَ الْمَدِينَةِ أَخْبَثُ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ أَخْبَثُ مِنْهُمْ سَبْعِينَ ضِعْفاً .
    Dari Abu Bashir, dari salah seorang dari dua imam ‘alaihimassalam, ia berkata, “Sesungguhnya penduduk Mekah kafir kepada Allah secara terang-terangan. Dan penduduk Madinah lebih busuk/jelek daripada penduduk Mekah 70 kali.” (Al-Kaafi, 2:410; Al-Majlisi berkata : Muwatstsaq).
    Riwayat yang semacam ini banyak tersebar di buku-buku Syiah.
    Dimanakah posisi firman Allah Ta’ala,
    وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” (QS. At-Taubah: 100).
    مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
    “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Fath: 29)?

  66. yanti berkata:

    begini aja ya..
    jujur aja..
    allah pernah berfirman agamaku agamaku dan agamamu adalah agamamu
    sudahlah mari kita saling menghargai..
    yang sunni biarkan mereka brpndapat tentang agama mereka dan jangan menyalahkan dan menyudutkan satu sama lain..
    klo memang tidak suka jangan mendoktrin orang lain utk berpendapat yang sama dg pendapat anda-anda sekalian..
    klo kalian ingin di hargai maka hargailah orang lain :D
    mari ciptakan indonesia dan islam yang damai tanpa perpecahan..
    selama syiah gk mengganggu sunni dan sunni tdk mengganggu syiah sudahlah :D

  67. tony berkata:

    Semoga bu Yanti bukan Syiah, dan semoga Allah menjaga diri kita, keluarga, sahabat dan bangsa ini dari syubhat-syubhat Syiah :

    Mohon dilihat juga tulisan di bawah ini, kalau kita diminta menjaga persatuan dengan sesama Islam (bahasa-nya Syiah).

    Bagaimana mungkin kita mencintai Taqiyah yang seolah-olah “mencintai Rasullullah” andai anda mengaku seorang MUSLIM.

    Memang agama Syiah “sepertinya” bukan Islam kalau merujuk kesini (copas dari tetangga juga neh yang meneliti Syiah), Lihat pernyataan yang “SANGAT KOTOR” kalau memang mereka masih Islam. : (KALAU KITA TIDAK PUNYA KEBENCIAN KEPADA AJARAN SYIAH YANG MENDESKRIDITKAN RASULLULLAH , IMAN KITA MUNGKIN DIPERTANYAKAN DI AKHIRAT KELAK) .

    http://aslibumiayu.wordpress.com/2012/09/26/antara-iran-film-the-innocence-of-muslims-dan-photo-rasulullah/

    Beranda> ahlul bait,syiah > ANTARA IRAN , FILM “THE INNOCENCE OF MUSLIMS” DAN PHOTO RASULULLAH
    ANTARA IRAN , FILM “THE INNOCENCE OF MUSLIMS” DAN PHOTO RASULULLAH
    September 26, 2012Tinggalkan KomentarGo to comments

    Rate This

    ANTARA IRAN , FILM “THE INNOCENCE OF MUSLIMS” DAN PHOTO RASULULLAH
    ( Ket.Gambar : Photo Rasulullah versi syi’ah )
    Mulut petinggi Iran kembali menyalak galak.Konon, mereka akan memburu sutradara dan produser film yg menghujat Nabi shallallahu alaihi wasallam.

    SEKADAR BERBAGI TANDA TANYA:

    Apa iya Iran akan melakukan itu, bukannya Syiah yang selama ini telah menistakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?

    MARI LIHAT FAKTANYA DARI MEREKA !

    PERTAMA :

    إن النبي لا بد أن يدخل فرجه النار, لأنه وطئ بعض المشركات (كشف الأسرار وتبرئة الأئمة الأطهار 24
    “Sesungguhnya Nabi (Muhammad) seharusnya kemaluannya masuk ke dalam neraka, karena telah menggauli beberapa wanita musyrik!.” (menurut mereka ‘Aisyah dan Hafsah radhiyallahu anhuma adalah musyrik). (Al-Muswy, Kasyful-Asror Wa Tabriatul-Aimmah al Athhaar, hal :24).

    KEDUA :
    At-Tabrizi Al-Anshari dalam kitabnya Al-Lum’atul Baidha’ Hal.235 menambahkan: “Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengusap-usapkan wajahnya diantara kedua payudara Fathimah disetiap siang dan malam, juga menciuminya dan berlezat-lezat ketika menciuminya. Atas dasar ini, ia (Fathimah) disebut Raihana diri nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam….”

    KETIGA :
    Mereka mengecam film IOM, karena memerankan Rasulullah, tetapi sebaliknya mereka mencetak photo lukisan Rasulullah dan menjualnya dgn murah, seperti photo2 lainnya ? Lihatlah video berikut :
    http://ikabul.com/videofeed/6li7oH2DLt8

    KEEMPAT :
    SELURUH NABI TELAH GAGAL DALAM MISINYA, dan Rasulullah adalah salah satu dari para Nabi tersebut :
    Ayatusyaithan Al-Khomeini berkata :
    فكل نبي من الأنبياء إنما جاء لإقامة العدل وكان هدفه هو تطبيقه في العالم لكنه لم ينجح، وحتى خاتم الأنبياء صلى الله عليه وآله وسلم الذي كان قد جاء لإصلاح البشر وتهذيبهم وتطبيق العدالة فإنه هو أيضاً لم يوفَّق، وإن من سينجح بكل معنى الكلمة ويطبق العدالة في جميع أرجاء العالم هو المهدي المنتظر
    “Maka setiap Nabi dari nabi-nabi yang ada, sesungguhnya datang untuk menegakkan keadilan, dan tujuannya adalah menerapkannya di seluruh dunia. AKAN TETAPI MEREKA TIDAK BERHASIL, BAHKAN SAMPAI PENUTUP PARA NABI (yakni Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam) yang datang untuk memperbaiki keadaan manusia dan membimbing mereka serta menerapkan keadilan juga TIDAK DIBERIKAN TAUFIQ. Dan sesungguhnya orang yang akan berhasil dengan segala makna kalimat dan menerapkan keadilan diseluruh penjuru dunia adalah Al-Mahdi Al-Muntazhar” [Mukhtarat Min Ahadits Wa Khithabat Al-Imam Al-Khomeini 2/42]

    KELIMA :
    Mereka (Syi’ah Iran ) sendiri sedang memproduksi film yang menampilkan sosok agung Rasulullah, cuplikan berita :
    Di dunia lain dalam kasus yang sama, Produser sekaligus sutradara film Iran, Majdi Mujaedi, menyatakan siap merilis film yang berjudul ‘ Muhammad Shallallahu alaihi wasallam’ Desember mendatang. Film yang penulisan naskahnya menghabiskan waktu 3 tahun, mulai direkam pada Oktober tahun lalu tersebut, dan menelan biaya 30 juta USDollar, akan menampilkan sosok nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.
    http://almokhtsar.com/node/80642

  68. tony berkata:

    KENAPA SYIAH ITU HARUS DIWASPADAI, KARENA DARAH ORANG SUNI ITU HALAL MENURUT ORANG SYIAH, SUNI BISA DIBUNUH DAN DIAMBIL HARTANYA DARI FATWA-FAWA IMAM MEREKA, LALU BAGAIMANA ANDA MAU PERCARA ORANG-ORANG SYIAH YG SELALU MENGATAKAN PERSATUAN ISLAM ITU PENTING, DIAJARAN KRISTEN SAJA RASANYA TIDAK ADA KEHARUSAN MEMBUNUH ORANG ISLAM/SUNNI :

    Dari Rasullullah :
    “Barangsiapa yang menjaga darah seorang kafir kemudian ia menghianatinya,maka saya berlepas diri dari sang pembunuh walau pun ia seorang muslim.

    Walaupun Rasulullah telah mensabdakan demikan,kaum syiah tetap menghalalkan darah dan harta Ahlu sunnah(sunni),dan para ulama mereka memfatwakan hal yang demikian.Syekh Muhammad bin Ali bin Bawabih Al-Qummi yang mereka gelari dengan Ash-Shadduq meriwayatkan dalam kitab nya Ilal Asy-syar’iy halaman 601 terbitan najaf,dari Daud bin faruq berkata:

    “Aku berkata kepada Abi Abdillah as,apa pendapat anda mengenai hukum membunuh kaum an-nasib(ahlu sunnah)?”Beliau menjawab:”darah kaum sunni itu halal,akan tetapi saya mengingatkan anda,jika anda mampu untuk memendamnya di bawah dinding,atau menenggelamkan nya di air agar merekatidak menyaksikan hal tersebut,maka lakukan lah.”Kemudian aku bertanya kembali mengenai hukum harta orang ahlu sunnah?Ia menjawab:”Binasakan lah semampu anda.”

    Syekh Al-Hurra Al-Amili telah menyebutkan riwayat yang busuk ini dalam kitab nya :Wasa’il Syiah.18/463,dan As-Sayyid Nikmatullah Al-Jaza’iri dalam kitab nya Al-Anwar Nu’maniyyah 2/307,yang menyebutkan:

    “kita boleh membunuh mereka(sunni)dan harta mereka halal.”

    Adapun berkenaan dengan hala nya harta Ahlu sunnah,juru bicara Syiah dan syaikh mereka telah meriwayat kan dari Abu Abdillah,ia mengatakan:

    “Ambil lah harta kaum Ahlu sunnah di mana saja kamu dapat,dan bayarlah Khumusnya(seperlimanya)kepada kami”Riwayat ini telah di keluarkan pula oleh abu ja’far At-Thusi dalam kitab nya: tahzib Al-Ahkam 3/122,dan Imam Al-faidh Al-Kasaani dalam kitab Al-Wafi,6/43,terbitan Daar Al-Kitab al-islamiyah,Teheran.Riwayat ini telah telah di sadurkan pula oleh Ad-darazi Al-Bahrani dalam kitab Al-Majalis An-nafsiyah halaman 168,dan ia menerangkan secara jelas kandungan pesan ini yang telah di fatwakan oleh Marja(Tokoh rujukan)mereka yang terbesar yang bernama Ruhullah Khumaini dalam kitab nya Tahrir Al-Wasilah,1/352 yang berbunyi:

    “yang paling tepat adalah menghukumi para An-nawasib(Ahlu sunnah)sebagai Ahli harb yang boleh di ambil hartanya sebagai harta rampasan perang dan di ambil 1/5(khumus)darinya,bahkan secara terang-terangan boleh mengambil harta mereka di manapun harta tersebut terdapat,dan wajib mengeluarkan khumus nya.”

    Riwayat ini di sadur pula oleh Muhsin Al-Muallim dalam kitab nya:An-nasbu wan Nawaasib cetakan Darul Al-hadi,Beirut.”beliau nmenunjuk kan bolehnya mengambil harta kaum ahlu sunnah karena mereka di pandang sebagai An-nawasib.”

    Syaikh Yusuf Al-Bahrani mengatakan dalam buku nya Al-hada’iq An-Nadhirah Fil Ahkam Al-Itrah at-Thahirah,12/323,324,yang berbunyi:

    “Sesungguhnya keharusan terhadap seorang muslim secara umum adalah tidak boleh mengambil harta nya dari segi hukum islam,berbeda dengan komentar yang di berikan pleh para ulama baik salaf maupun khalaf,bahwa An-nasib(Ahlu sunnah) hukum nya adalah kafir,najis dan hartanya boleh di ambil,bahkan darahnya halal untuk di bunuh”

    pada juz lain nya(10/360)Al-bahrani menjelaskan:’yang berpendapat seperti ini di antaranya Abu Shalah,Ibnu Idris,dan Sallar,merupakan kebenaran yang sangat jelas dari pesan-pesan yang ada,yang begitu banyak dan detil mengenai para mukhtalif dan para An-nasib dan sekutunya,bahwa darah dan hartanya halal,sebagaimana yang telah kami terang kan di muka tampa ada satupun dalil yang meragukan dan menentang nya.semua ini terdapat dalam kitab As-Shihab tsakib fil bayan ma’na An-nasib wama yatarattab alaihi minal mathalib.

    adapun mengenai kenajisan kaum sunni dalam iktikad kaum syiah,marja mereka yang bernama Al-marja Al-ha’iri Al-Ihqaqi berkata dalam kitab nya Ahkam As-syiah,1/137,Maktab ja’far As-Shadiq,Kuwait:“orang2 yang najis berjumlah 12 golongan,termasuk di dalamnya para orang kafir,dan para An-nasib terhitung sebagai golongan yang kafir.”

    Syaikh Nikmatullah Al-jaza’iri berkata dalam kitab nya Al_anwar An-Nukmaniyyah 2/306 cetakan Al-A’lami,Beirut:

    “Adapun tentang an-Nasib dan kaitan hukum yang meliputinya maka terbagi dalam 2 penjelasan:Pertama:penjelasan makna an-nasib sebagaimana yang terdapat di dalam berbagai keterangan,bahwa hukunya adalh najis,dan mereka lebih jahat dari yahudi,nasrani dan majusi.dan ulama Imamiah Ridwanallah alaihim telah berkonsensus akan kenajisan para Ahlu sunnah.”

  69. tony berkata:

    Saya kira, dulu memang waktu kita banyak terkelabui dengan bahasa “persatuan Islam” atau “sama-sama Islam” tetapi qadarullah dengan kemajuan IT, informasi akan me-link kemana-mana, dan Taqiyah itu makin nyata, makin membuka perbedaan agama kita (Islam sunni) dan apa itu agama Syiah. Selanjutnya silahkan anda searching sendiri dengan Bismillah. Referensi-referensi Syiah umumnya adalah tertutup kecuali bagi golongan ustad-ustad mereka. Untuk tingkat awam mungkin masih banyak terkelabui, semoga mereka diberi hidayah Allah untuk kembali ke ajaran yang benar.

    Karena link ini link milik dosen ITB, sebagai sesama alumni ITB, saya juga sangat cemas dengan apa yg terjadi terakhir dengan brosur di Gamais, penetrasi tokoh-tokoh Syiah di kampus Ganesha dan juga dibanyak kampus di Indonesia dengan judul “Iranian Corner”. Saya sendiri sangat bertanya-tanya dengan kerjasama pak Rektor dengan universitas Teheran baru-baru ini. Mungkin mereka belum berani kalau langsung buat Iranian corner di kampus kita. Kita berdoa semoga Allah yang menjaga kita semua dari Syubhat-syubhat yang nyata maupun tersamar. Amin 3x

  70. shohibul firdaus berkata:

    aku ingin tahu banyak tentang syiah karena syiah jalurnya dari Ali bin Abi Tholib, terus bagaimana ak tahu tentang ajaran syiah kalau syiah menutupi ajarannya. saat ini argumen-argumen yang diperbincangkan di internet atau dimanapun itu tentang syiah saya angap tidak syahih. baik dari sunni maupun syiah. saya ingin menilai dari kitab-kitab yang menjadi panutanya.

  71. hamba Allah berkata:

    Innalillahi, syiah jelas jelas bukan termasuk islam. jelas2 mereka mengkafirkan ke 3 sahabat nabi, bahkan ada yang sampai menuhankan Ali. bukankah itu syirik ? kalau Ali masih hidup jaman sekarang beliau sudah marah habis – habisan. carilah ilmu yang shahih dan ‘ilmiah teman2 . wallahu’alam.

  72. ali berkata:

    iqra…iqra…iqra….

    • Raden Gatotkoco berkata:

      Astaghfiruullah hal ‘adzhim, sungguh saya sakit hati umat Islam pada cakar cakaran, saling mengkafirkan, karena tidak memahami tentang hukum Fikih dan Hukum Syariah kalau saya teliti diskusi anda dari awal seperti rebutan pepesan kosong tanpa isi.
      saya jijik ada umat Islam yang masih seperti ini, maka perlulah belajar study banding yang lebih tinggi, belajar itu bukan hanya berpatokan pada salah satu kitab saja, berguru salah satu saja, perlu adanya penelitian dan Riset, sekolah tidak cukup hanya S1 saja teruskan S2, S3 hingga mencapai ilmunya bermanfaat untuk umat Islam dalam Risetnya mencapai baldatun toyibatun warobun ghofur demi kesjahteraan umat Islam.
      Orang Islam tidak suka dengan penelitian, gampang diadu domba, menerima informasi ditelan sampai habis mentah mentah, tidak profesional.
      apa itu profesional ? profesional adalah amal soleh, taunya umat Islam amal soleh itu hanya solat, puasa, haji berbakti pada orang tua hanya itu saja, itu suatu ppandangan yang dangkal dan bodoh bin jahiliah.
      Allah telah berfirman dunia ini saya wariskan kepada hambaku yang beramal soleh, artinya kalau umat Islam mau mmenguasai dunia harus yang PROFESINAL
      Kayak gitu diomongin, adu debat, adu otot urat leher gak ada gunya diketawain orang KRISTEN dan musuh musuh Islam
      ALLAH telah mensinyalir dalam Alqur”an.
      1.Janganlah memebangga banggakan mazhab /golongan nanti kamu akan sesat.
      2. Janganlah kamu berbantah bantahan tinggalkanlah, nanti ALLAH akan membngunkan suatu bangunan yang tinggi disurga nnanti.
      3. Wahai orang yang beriman, apabila kamu mendapatkan suati informasi telitilah terlebuh daulu.
      Kalau ALLAH berfirman JANGAN berarti haram, bukan anjing babi saja yg haram itu.

  73. sarhid berkata:

    Bismillah. Sesama Islam saling cakar-cakaran kalau perbedaan masalah dunia itu memang dosa lebih baik dibawakan ke hakim yang pandai dan adil … Sesama Islam saling cakar-cakaran itu kalau masalah agama tetap dosa lebih baik dibawakan ke ulama/ustadz yang pandai dan adil … Intinya agar tidak saling mendzholimi bahkan dengan orang kafir tidak boleh cakar-cakaran kalau memang tidak ada pelanggaran syariah yang dibenarkan. khusus untuk syiah dengan berbagai modelnya, yang sekarang ada saja kita cari sebagai contoh terbaik dalam mengamalkan ajarannya, bagaimana kalau kita lihat paham mayoritas penduduknya syiah… iran, lihat dan sedikit baca ulasan kekagetan orang sunni Indonesia…dalam hal ini Bapak Dahlan Iskan berhadapan dengan paham syiah masalah soal kesulitan shalat jumat ketika ke teheran…http://www.pln.co.id/?p=2825 “Shalat Jumat ternyata memang tidak wajib di Negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan shalat dzuhur. Jadi siapa pun yang shalat Jumat tetap harus shalat dzuhur.” tidak ada kewajidab shalat jumat, disini..(mungkin sunnah??), kita di Indonesia laki-laki muslim 3x tidak hadir shalat jumat tanpa alasan dibenarkan syariah… :( :( :( . ini hanya SEDIKIT perbedaan yang katanya ndak perlu dibesar-besarkan :) aneh tapi nyata

  74. Raden Gatotkoco berkata:

    Saudara Sarhid, anda masih ngotot mau mengadu domba umat Islam boleh boleh saja kalau kepada orang yang gampag kau bodohi, saya sering solat di Istiqlal dan sering ketemu orang Syiah Iran, Irak banyak disana, saya juga ketemu di Masdil Harom, Masjid Nabawi ketemu juga orang Syiah. Jangan bohong ente, Nabi Muhamad Rosullulah, Tidak pernah bohong Loohhhh bagaimana konsekwensinya kamu ngaku ngaku Ahlulul Sunah Wal Jamaah, bohong lagi Yaaaaa.
    Wahai orang orangfyang beriman apabila kamu mendapatkan suatu informasi telitilah terlebih dahulu ( berarti harus pebnelitian, Riset ). jangan ditelan mentah2 nnt menyesal.
    Wahai orang orang yang beriman berhati hatilah dengan orang MUNAFIK karena orang munafik juga melakukan solat, puasa, haji, zakat, sodaqoh dll, tapi hanya berpura pura target sebenarnya adalah menghacurkan Islam melalui adu domba, pecah belah, rakayasa gambar/VCD ( HOAX ), orang munafik pantasnya tinggal di kerak neraka jurang paling dalam, karena seburuk buruknya mmakhluk dan lebih buruk dari SYETAN.

  75. aji berkata:

    Heran tuk membuktikann syiah punya quran sendiri saja yang simpel aja, yaitu lihat langsung ke iran, kedubes iran atau ke rumah orang syiah kan gampang terus jika yang benar posting aja mana yang beda kalau ndak ya minta maaf aja repot, harus ngalur panjang lebar gitu

  76. aji berkata:

    trus mut’ah tanya aja ke puncak dia syiah atau suni gampang kan terus apalagi datang aja ke iranmutah disana gimana, gitu aja repot

  77. aji berkata:

    Hidup Wahabi, bersorak wahabi lihat kalian semua

  78. Raden Gatotkoco berkata:

    Wahaby, Sunny, Syiah, Khawaritz, Sallafi, NU, Mumahdiyah, PERSIS seluruhnya adalah saudara kita dan patut kita cintai, hanya orang orang munafiklah yang mengkultuskan Golongan, Mazhab, organisasi, kelompok dll, HIDUP ISLAM damai dibumi damai dihati untuk mewujudkan Kesejahtertaan Umat, Lihat kalian semua Haa haa…………Alluhuakbar………………………..mapuslah kau orang orang munafik.

  79. tony berkata:

    Saya pernah berdiskusi dengan orang Syiah, bahasanya selalu “persatuan” umat Islam. Tapi begitu dia sakit hati dengan argumen-argumen yang dikemukakan: sumpah serapahnya kasar luar biasa, bahkan kutukan Neraka untuk anda !, bisa dengan mudah diulang-ulang.
    Walau (kebetulan) dia orang terpelajar, alumni ITB. Sesuatu yang terlarang untuk orang Sunni (kalau dia belajar).
    Jadi bukan doa semoga saudara kita yang (dianggapnya) tersesat mendapat hidayah

    Sesuatu yang sulit dibayangkan oleh orang Sunni (yang dia belajar), dan terpelajar untuk dengan mudah mengucapkan kutukan membabi buta. Dasar-dasarnya :

    ‘Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya.’ ” (HR. Bukhari 10/464)

    “Bukanlah seorang Mukmin itu seorang yang suka mencela, tidak pula seorang yang suka melaknat, bukan seorang yang keji dan kotor ucapannya.” (HR. Bukhari dalam Kitabnya Al Adabul Mufrad halaman 116 dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Hadits ini disebutkan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i hafidhahullah dalam Kitabnya Ash Shahih Al Musnad 2/24)

    Dan melaknat itu bukan pula sifatnya orang-orang yang jujur dalam keimanannya (shiddiq), karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Tidak pantas bagi seorang shiddiq untuk menjadi seorang yang suka melaknat.” (HR. Muslim no. 2597)

    “Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2598 dari Abi Darda radhiallahu ‘anhu)

    Tapi (kalau tidak salah) orang-orang Syiah tidak pakai hadist Bukhari-Muslim kecuali kalau mereka cari-cari kelemahan orang Sunni.

    Apakah Mahzab penting? Orang Indonesia mayoritas syafii, orang Afrika Maliki, orang Arab Hambali,, orang-orang India-Pakistan Hanafi, semua benar selama merunut -mentahrijnya benar.

    Tapi kalau merunut beberapa perkataan ulama Syiah sbb (saya ragu), Sunni dianggap Islam oleh Syiah. Kalau darah & hartanya saja halal diambil.:

    “Ambil lah harta kaum Ahlu sunnah di mana saja kamu dapat,dan bayarlah Khumusnya(seperlimanya)kepada kami”Riwayat ini telah di keluarkan pula oleh abu ja’far At-Thusi dalam kitab nya: tahzib Al-Ahkam 3/122,dan Imam Al-faidh Al-Kasaani dalam kitab Al-Wafi,6/43,terbitan Daar Al-Kitab al-islamiyah,Teheran.Riwayat ini telah telah di sadurkan pula oleh Ad-darazi Al-Bahrani dalam kitab Al-Majalis An-nafsiyah halaman 168,dan ia menerangkan secara jelas kandungan pesan ini yang telah di fatwakan oleh Marja(Tokoh rujukan)mereka yang terbesar yang bernama Ruhullah Khumaini dalam kitab nya Tahrir Al-Wasilah,1/352 yang berbunyi:

    “yang paling tepat adalah menghukumi para An-nawasib(Ahlu sunnah)sebagai Ahli harb yang boleh di ambil hartanya sebagai harta rampasan perang dan di ambil 1/5(khumus)darinya,bahkan secara terang-terangan boleh mengambil harta mereka di manapun harta tersebut terdapat,dan wajib mengeluarkan khumus nya.”

    Riwayat ini di sadur pula oleh Muhsin Al-Muallim dalam kitab nya:An-nasbu wan Nawaasib cetakan Darul Al-hadi,Beirut.”beliau nmenunjuk kan bolehnya mengambil harta kaum ahlu sunnah karena mereka di pandang sebagai An-nawasib.”

    Syaikh Yusuf Al-Bahrani mengatakan dalam buku nya Al-hada’iq An-Nadhirah Fil Ahkam Al-Itrah at-Thahirah,12/323,324,yang berbunyi:

    “Sesungguhnya keharusan terhadap seorang muslim secara umum adalah tidak boleh mengambil harta nya dari segi hukum islam,berbeda dengan komentar yang di berikan pleh para ulama baik salaf maupun khalaf,bahwa An-nasib(Ahlu sunnah) hukum nya adalah kafir,najis dan hartanya boleh di ambil,bahkan darahnya halal untuk di bunuh”

    pada juz lain nya(10/360)Al-bahrani menjelaskan:’yang berpendapat seperti ini di antaranya Abu Shalah,Ibnu Idris,dan Sallar,merupakan kebenaran yang sangat jelas dari pesan-pesan yang ada,yang begitu banyak dan detil mengenai para mukhtalif dan para An-nasib dan sekutunya,bahwa darah dan hartanya halal,sebagaimana yang telah kami terang kan di muka tampa ada satupun dalil yang meragukan dan menentang nya.semua ini terdapat dalam kitab As-Shihab tsakib fil bayan ma’na An-nasib wama yatarattab alaihi minal mathalib.

    adapun mengenai kenajisan kaum sunni dalam iktikad kaum syiah,marja mereka yang bernama Al-marja Al-ha’iri Al-Ihqaqi berkata dalam kitab nya Ahkam As-syiah,1/137,Maktab ja’far As-Shadiq,Kuwait:“orang2 yang najis berjumlah 12 golongan,termasuk di dalamnya para orang kafir,dan para An-nasib terhitung sebagai golongan yang kafir.”

  80. Kiansantang berkata:

    Mr. Tony; Saya belum pernah mendengar Orang SyiaH MENCACI MAKI orang Suny, Justru orang yang mengakui Sunny katanya, yang suka mencaci maki , menganiaya dan Zdolim, terhadap Syiah itu fakta dilapangan padahal semua itu saudra kita semua, dan mendapat perlindungan dari Pemerintah, yang saya dengar adalah orang munafik yang ingin mengaduk ngaduk Islam, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cerdas dapat memilih dan memilah mana yang benar dan yang salah.

  81. hamba Allah berkata:

    “Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia”

    (HR. Abu Dawud, Dinyatakan Hasan shahih oleh Syaikh Al Albani)

    daripada debat disini yang terlalu heterogen orang-orangnya,sulit buat tau yang benar dan salah secara pasti karena yang disini kebanyakan opini, mending cari ilmu aja yg shahih, dengan sumber yang tepat, cari tau hadits yang paling shahihnya..
    toh orang syiah ga akan menunjukkan ke-syiah-annya di depan umum, jadi kemungkinan ada diantara opini disini yang menjurus ke syiah, meskipun dia tidak mengaku syiah..
    jadi, tinggalkan debat, cari ilmu.. minta kepada Allah agar diberikan jalan yang paling lurus

    #cuma opini

  82. Kiansantang berkata:

    Mr. Yang mengaku sebagai Hamba ALLAH: anda keliatannya benci sekali dengan Syiah, Tau nggak apa sebenarnya yang menjadi permaslahan sampai sekarang permusuhan antara Syiah dan Sunny, sebenarnya hanya masalah politik antar Sayina Ali dan Muawiyah yang dilanjutkan oleh putra Mahkota Muawiyah yang bernama Yaszid Islam diaduk aduk dan diadu domba belajar sejarah dulu yaaan Ilmu Islam tidak hanya cukup Qur’an dan Hadist saja, Kalau Alqur’an sudah paten kebenarannya, tetapi kalau hadist perlu penelitian dan penyelidikan tentang kebenrannya, apalagi kalau anda hanya mengaji hanya satu orang guru dan satu kitab Fikih saja serta terlalu cinta dg oraganisasi kelompoknya, berarti masih dangkal ilmu anda.
    Syiah dan Sunny belum tentu benar semua dan tidak dpt terjamin sesat atau tidak, Ahlul Sunah Wal jamaah tidak ada diorganisasi atau kelompok tapi ada dimana mana karena adanya dihati dengan ALLAH. jangan sok pintar yaa kuliah dulu tidak cukup hanya S1.

  83. hamba Allah berkata:

    maaf, terima kasih sudah diingatkan

  84. pembelaswaja berkata:

    kesesatan syiah rafidhah sudah jelas. terkait doktrin cinta ahlul baitnya sendiri adalah cinta yg justru ditolak oleh kalangan ahlul bait sendiri. namun untuk menyadarkan mereka memang harus dengan hikmah dan cara yg lemah lembut.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s