Gemuk Setelah Menikah = Bahagia?

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa orang yang gemuk setelah menikah berarti pernikahannya bahagia. Baca artikelnya di sini: http://www.kabar24.com/index.php/gemuk-setelah-nikah-jadi-indikator-kebahagiaan-perkawinan/ atau artikel ini: Jadi Gemuk Setelah Menikah Itu Artinya Pernikahannya Bahagia.

Wah, berarti saya kurang bahagia dong karena badan saya tetap saja langsing hingga sekarang (lihat foto saya di Perihalku)? Setelah menikah badan saya tidak gemuk-gemuk. Memang sih berat badan saya bertambah, tetapi pertambahannya tidak terlalu besar. Sebelum menikah berat badan saya hanya 52 kg, sekarang 59 kg. Padahal kalau soal makan, saya makan apa saja, tidak ada pantangan. Saya menikmati makan, bagi saya makan itu enak-enak saja tuh, bahkan ngemil juga sering. Namun toh badan saya tidak gemuk drastis. Badan yang langsing juga “menular” kepada anak saya. Hanya satu orang anak saya yang badannya agak berisi, sementara dua orang anak saya yang lain kenaikan berat badannya sangat lambat, padahal makannya sudah banyak lho, susu juga rutin dua kali sehari. Kata orang, makanan itu cuma numpang lewat saja di dalam badan, tidak menjadi daging.

Kalau saya perhatikan teman-teman saya (dan juga mantan mahasiswa saya yang sudah menikah), sebagian besar badannya melar atau berkembang pesat. Saya sungguh kaget ketika bertemu teman SMA, dulu waktu kuliah badannya kurus sekali, tetapi sejak menikah malah menjadi gembrot dan pipinya tembem, sampai-sampai saya tidak mengenalinya lagi. Alumni Informatika yang berkunjung ke kantor saya juga sama, badan mereka makmur-makmur. Mungkin susunya cocok kali, Pak, kata mereka bercanda, he..he..

Saya tidak akan membantah artikel di atas. Kalau soal pernikahan bahagia, saya merasa bahagia. Badan saya tetap langsing mungkin karena dua hal. Pertama, mungkin sudah “bakat” saya langsing. Kedua, saya menjaga pola makan. Saya lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan, makan daging jarang, lebih banyak makan ikan, dan rutin olahraga dua kali seminggu. Jadi, bagaimana lemak di badan saya mau bertahan kalau saya sendiri selalu bergerak?

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Gemuk Setelah Menikah = Bahagia?

  1. si uman berkata:

    kalo saya Pak, malah gak bisa langsing ini .___.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s