Pedagang Program Bajakan di Depan Kampus

Berjalanlah di sepanjang Jalan Ganesha, maka anda akan menemukan beberapa pedagang program (software) bajakan yang menggunakan tenda sebagai gerainya. Seperti foto di bawah ini:

Harga program bajakan yang dijual pedagang ini (dalam bentuk keping CD atau DVD) berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000. Mau pesan program lain yang tidak ada di sana juga bisa. Pelanggannya cukup banyak, mulai dari mahasiswa, dosen, pelajar, orang kantoran, dan masyarakat umum. Tidak hanya menjual program bajakan, mereka juga menjual aneka CD game. Mereka menjual produk bajakan itu terang-terangan tanpa takut dirazia atau ditangkap oleh aparat. Seperti halnya para pedagang VCD bajakan di emper-emper toko dan kaki lima, mereka tetap aman berdagang meskipun tidak jauh dari situ ada polisi hilir mudik. Polisi pun membiarkan saja pedagang itu, mungkin mereka pikir itu orang-orang kecil yang mencari nafkah.

Kebanyakan program ketika diinstalasi (setup) ke komputer akan menanyakan kunci atau nomor registrasi sebagai prasyarat sebelum bisa dipakai oleh pengguna. Pada program yang dibeli secara legal, kunci atau nomor registrasi itu tertera di balik bungkus CD/DVD atau pengguna harus melakukan registrasi dulu secara online ke server pengembang untuk mendapatkan kunci yang valid. Bagi pembajak, mereka tidak kehilangan akal untuk mendapatkan kunci pada setiap keping CD/DVD bajakannya. Mereka cukup membeli satu program yang legal (yang berarti mendapatkan kuncinya), lalu membuat program cracker untuk membangkitkan kunci tersebut (program keygen). Program keygen hanya membangkitkan kunci-kunci yang legal (yang berarti akan dikenali oleh program setup). Program keygen disisipkan di dalam setiap CD/DVD bajakan. Pembeli program bajakan hanya perlu menjalankan program keygen ini ketika program setup menanyakan kunci, lalu meng-copy-paste kunci yang dihasilkan ke pertanyaan program setup. Sederhana, bukan?

Di lingkungan kampus, program bajakan itu banyak disimpan di komputer server lab. Bagi mahasiswa yang mencari program yang dibutuhkannya, ia hanya perlu melakukan telnet atau ftp ke server tersebut untuk mengunduh program tersebut lengkap dengan keygen nya.

Jika dipikir-pikir pedagang itu untung besar menjual program bajakan. Modalnya hanya CD/DVD kosong yang harganya tidak sampai 2000 rupiah per keping. Mereka meng-copy program ke setiap keping, lalu menjualnya dengan harga lima hingga sepuluh kali harga CD/DVD kosong. CD bajakan jumlahnya bisa ribuan buah yang didistribusikan ke seluruh Indonesia. Harga program yang legal mungkin berkisar ratusan ribu hingga jutaan, tapi di tangan pedagang itu hanya dihargai 20 ribu prak. Benar-benar menggemaskan dan menjengkelkan bagi si pembuat program. Padahal membuat program itu butuh waktu berbulan-bulan dengan menguras pikiran, tenaga, biaya, bahkan perasaan, namun di tangan pembajak karya mereka dihargai sama dengan sepiring bakso. Pantaslah pembajakan itu adalah perbuatan kriminal karena merugikan pembuatnya. Indonesia adalah surga bagi para pembajak. Pembajakan apa saja, mulai dari film, musik, buku, hingga piranti lunak. Yang belum ada hanya pembajak pesawat🙂.

Pedagang program itu tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Sistemlah yang membuat pembajakan itu ada. Harga program yang legal tidak terjangkau oleh masyarakat umum. Selain itu, yang masalah utama adalah akses untuk mendapatkan program legal tidak mudah, mencarinya pun susah-susah gampang. Program yang legal tidak selalu ada gerai resminya. Coba sebagai contoh kecil, dimana kita bisa membeli program WinZip atau WinRar yang legal yang sering dipakai untuk kompresi/dekompresi? Ketika kebutuhan akan sebuah piranti lunak itu sangat mendesak (kepepet) dan mencari yang legalnya sulit, akhirnya orang mencarinya di gerai-gerai bajakan itu. Hayo, siapa yang tidak pernah menggunakan program bajakan? VCD bajakan? DVD bajakan? Saya pernah (hi..hi, ngaku). Saya rasa hampir semua orang pernah memakai program bajakan. Coba periksa apakah semua program di laptop atau komputer anda semuanya program legal? I think no.

Menyedihkan memang, tapi itulah faktanya. Kampanye penggunaan freeware ataupun open source hanya berhasil mengatasi sebagian masalah (karena tidak semua program ada opensource atau freeware nya), sebagian lagi tidak dan ini adalah peluang subur untuk tumbuhnya industri pembajakan. Keberadaan pedagang program bajakan itu dibenci (karena melakukan kriminal pembajakan) tapi pada sisi lain ia dibutuhkan (kalau lagi butuh-butuhnya program yang diinginkan). Benci tapi rindu.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

21 Balasan ke Pedagang Program Bajakan di Depan Kampus

  1. Willy Permana berkata:

    Pembajak pesawat sudah ada, Pak. Dulu itu sempat kan, Garuda dibajak, lalu dibebaskan Kopassus di debut perdananya

    • alan berkata:

      Soal bajakan jangankan DVD atau sejenisnya, polisi atau parat penegak hukum juga ada yang bajakan… Pokoknya Indonesia serba bajakan…. Duit di atas sgala2nya…. Orang pintar beli yang asli bukan yang bajakan… Stuju????

  2. Kang Jodhi berkata:

    Apa pak Rinaldi pernah membeli kaset semasa SMA di Padang dulu di toko musik? Toko-toko musik ini sekarang sudah tidak ada lagi di Padang, soalnya mereka tidak bisa bersaing dengan DVD bajakan yang dijajakan jauh lebih murah di emperan.

    • rinaldimunir berkata:

      Oh, begitu ya situasinya sekarang, Jod? Sama juga dengan yang terjadi di Bandung, toko Aquarius Dago (samping Gelael) yang menjual kaset maupun CD/DVD sekarang sudah tutup. Dulu waktu mahasiswa tahun 85-90 saya sering membeli kaset di sana.

  3. petra berkata:

    apa boleh buat, pak.
    masyarakat kita memang kurang menghargai hal-hal intangible. ^_^
    dulu saya sering beli. tapi sekarang setelah tau capeknya bikinnya, jadi gak pernah beli lagi.
    untungnya di bidang informatika banyak aplikasi-aplikasi yang gratis.

  4. mahasiswa tingkat akhir berkata:

    “mereka tetap aman berdagang meskipun tidak jauh dari situ ada polisi hilir mudik. Polisi pun membiarkan saja pedagang itu, mungkin mereka pikir itu orang-orang kecil yang mencari nafkah..”

    coba bapak perhatiin, kenapa mobil patroli ini sering berhenti

    ternyata ketika berhenti, pedagang dvd bajakkan ini menghampiri sambil membawa uang, yg saya lihat 5 ribu rupiah

    nah ada berapa jumlah lapak dvd bajakkan di sekitar ITB?

    begitu pula para tukang parkir di sekitar ITB sampai ganesha stationery juga kena

    jadi berapa total penghasilan polisi yang sedang bertugas ini dari hal ini saja?😀

    Polisi membiarkan bukan karena kasihan mereka orang kecil yang sedang mencari nafkah

    tapi karena mereka adalah ladang siap petik setiap hari

    • rinaldimunir berkata:

      Oh, begitukah? Kalau begitu pedagang dan polisi saling membutuhkan ya. Pedagang butuh polisi seperti itu supaya dagangannya aman tidak dirazia, polisi butuh pedagang karena uang. Mutualisma.

  5. arifrahmat berkata:

    Sambil menunggu jemputan, saya pernah nongkrong di lapak DVD dekat Salman/Taman Ganesha. Lihat-lihat perkembangan saja, versi Linux, tool/program apa saja sih yang sekarang lagi ‘in’.

    Kalau DVD di sana tidak ada, dia ambil DVD di lapak Jl. Ganesha (ternyata pemiliknya sama).

    Di belakang ITB (Taman Sari) juga ada lapak DVD, di samping tambal ban.

    Alhamdulillah, untuk OS, office tools, development tools, dan anti virus kami pakai lisensi asli, ada yang gratis, ada yang beli, ada yang diberi dari Microsoft.

    Kalau ada yang butuh lisensi anti virus asli dengan harga miring, bisa cek di sini…
    http://arifrahmat.wordpress.com/jual-antivirus-kis-2010/

  6. pemerhati berkata:

    kalo membajak software, jatuhnya haram kan? berarti yang membeli dan memperdagangkan barang haram, jatuh hukumnya bagaimana ya? kalo memang haram, ironis juga krn jual-belinya pas di depan masjid ya.

  7. rosa berkata:

    ada freeware untuk pengganti winzip dan winrar Pak, namanya 7-zip. Yup pembajakan emang dosa (pembajak dan pengguna bajakannya). Sekarang saya hanya baru tahap menggunakan freeware selama bisa freeware. Tapi kalo nggak belum bisa jadi prioritas untuk beli lisensinya. Mahal. (Sebenarnya kalau ada kemauan pasti bisa :D). Parahnya sekarang pembajak dan yang menggunakan bajakan sudah sering tidak menganggap itu dosa.

  8. ananto berkata:

    Untuk menghargai jerih payah Microsoft membuat Windows, kemarin saya beli Genuine Windows 7 Home Premium.

  9. dafit berkata:

    apa boleh buat, software asli mahal, mudah2 an masyarakat indonesia semakin sejahtera sehingga bisa beli software asli

  10. Astonix berkata:

    Kenapa ga pake FOSS & GNU/Linux saja? selain kita lebih mandiri, dsitu kita juga bisa mengembangkannya bersama komunitas. Jadi Dari, Oleh dan Untuk komunitas🙂

  11. arif fathurohman berkata:

    solusinya pake software open source pak..🙂

  12. Joko berkata:

    Kalo harga yg ori sama seperti harga yg bajakan, ane borong deh cd/dvd musik dan film2 kesukaan ane😀

  13. cakcak berkata:

    pembajakan apalagi software bajakan adalah perlawanan terhadap kapitalisme😀😀😀
    UKM2 di bandung apalagi yg bergerak di bidang creativepreneur kayanya sulit tumbuh di awal2 tanpa windows bajakan, photoshop bajakan, corel bajakan dsb

  14. al nur berkata:

    Menurut sy untuk meminimize/menghilangkan pembajakan software, hrsnya produsen menjual software (mis.OS Windows) dg harga terjangkau bg user. Dijual dg kisaran harga $ 25 sehingga org2 seperti sy bisa beli & jk masing2 pemilik pc/note bk/laptp beli asli toh produsen tdk rugi he.. he.. he..

  15. Arnold berkata:

    pada munafik lu
    emang barang2 yg lu pake semua di rumah original
    bajakan bukan dalam hal software aja…
    dalam hal ini produsen hadware pc juga diuntungkan
    coba lu pikir aja,cuma beli windows jutaan
    belum beli software2 lain nya..
    bisa2 produsen hadware pc/latop gulung tikar
    sebab hanya orang2 tertentu saja yg sanggup punya pc/latop

  16. Aba Abiel berkata:

    untuk produk dalam negeri jangan dibajak..!!! seperti Smadav dan Program2 lokal lainnya kita harus beli untuk mendukung mereka terus maju dan berkarya..,kalo untuk produk luar sih monggo..kita dijajah secara global dalam ekonomi dan politik, kita balas jajah mereka dengan bajakan..hahaahaaa..

  17. vian nugraha berkata:

    dengan adanya program bajakan saya sebagai orang kecil cukup terbantu untuk bisa belajar program2, tanpa harus kursus, setelah bekerja baru ke perusahaan minta yang ori….,/.//m,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s