Mendidik dengan Memberi Contoh

Suatu hari anak saya yang bungsu pergi belanja sendiri ke minimarket dengan menggunakan sepeda. Diam-diam saya buntuti dia, karena saya agak khawatir kalau dia tidak lihat kiri kanan saat menyeberang jalan dengan sepedanya (minimarket itu berada di seberang jalan). Tiba di minimarket, saya amati dia dari jauh. Setelah membayar belanjaan di kasir, ternyata ada sisa kembalian berupa uang receh. Uang receh itu lalu dia masukkan ke kotak amal yatim piatu yang terletak di luar dekat pintu masuk minimarket. Dia melakukan hal itu (memasukkan uang ke dalam kotak amal) karena sering melihat saya melakukan hal yang sama ketika dia diajak berbelanja ke minimarket. Hmmm…padahal saya tidak pernah lho menyuruh dia untuk memasukkan uang ke kotak kencleng, tapi sekarang dia melakukan amal kecil yang pernah saya lakukan.

Saya pun tersadar. Pendidikan terbaik bagi anak-anak adalah dengan memberikan contoh. Tidak perlu berteori yang muluk-muluk atau berceramah  panjang lebar, tapi perlihatkan dengan contoh teladan. Apa saja yang anda lakukan, maka anak anda akan menirunya karena dia menganggap orangtua dan guru adalah contoh yang patut ditiru, terlepas apakah perbuatan itu baik atau buruk. Anak anda akan mem-foto-copy apa yang anda lakukan.

Maka, bila anda memperlihatkan teladan baik, anak anda akan mencontohnya. Bila anda memperlihatkan sikap buruk, anak anda  pun akan menirunya. Anda membanting pintu sebagai pelampiasan marah di depan anak anda, maka anak anda akan melakukan hal yang sama. Anda merokok di depannya, anak anda akan jadi perokok juga, diam-diam atau terang-terangan. Pada contoh cerita saya di atas, anda bersedekah di dekatnya, maka dia pun akan melakukan hal yang sama kelak. Percayalah.

Saya merasa tindakan apa yang saya lakukan selama ini ternyata berpengaruh besar terhadap sikap anak. Selain sikap yang menurut pandangan umum adalah baik, kadang-kadang saya menyesal bila pernah memberi contoh yang kurang baik. Makan minum sambil berdiri misalnya, maka anak saya pun sering begitu. Membawa ponsel ke toilet, maka anak pun juga membawa ponselnya ke sana. Duh, saya menyesal telah memberi contoh yang  kurang baik dan sekarang harus memperbaiki kembali bangunan yang sudah salah terbentuk.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Mendidik dengan Memberi Contoh

  1. michael berkata:

    Betul sekali pak. Ke karyawan juga begitu. Kalau kita memberi contoh sebagai atasan yang punya integritas, pekerja keras, mau bertanggung jawab dan visioner, maka tanpa banyak beretorika, karyawan akan melakukan hal yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s