Berkunjung ke Masjid Al-Hakim, Masjid Baru nan Cantik di Pinggir Laut Pantai Padang

Setelah hampir dua tahun tidak pernah pulang kampung karena pandemi corona, akhirnya saya bisa pulang kampung juga ke tempat kelahiran di kota Padang minggu lalu. Dari Jakarta saya naik pesawat Citilink penerbangan pagi (menginap dulu di hotel kapsul di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta), dan turun di Bandara Minangkabau.

Waktu dua hari dan satu malam di Padang tentu sangat singkat, namun saya manfaatkan pergi berziarah ke makam orangtua di Bukit Seberang Padang. Satu lagi: mengunjungi dan sholat di Masjid Al-Hakim, masjid baru nan cantik yang terletak di pinggir laut di Pantai Padang. Selama ini saya kan hanya melihat dan membaca di media sosial saja tentang masjid baru tersebut, nah sekarang mumpung di Padang saya ingin melihat langsung ke sana.

Hari Minggu pagi, saya berjalan kaki dari rumah ke Pantai Padang, yah sambil olahraga jalan pagi maksudnya. Pantai Padang itu memanjang dari kawasan Muaro sampai ke utara ke arah Purus. Nah, Masjid Al-Hakim terletak yang dekat Muaro itu, yaitu tempat pertemuan Sungai Batang Arau dengan Samudera Hindia.

Pantai Padang

Hari minggu pagi banyak warga yang berolahraga di plaza sepanjang Pantai Padang. Jalur pedesterian yang lebar sangat nyaman untuk berjalan kaki atau olahraga lari, sambil menikmati sejuknya udara pantai. Di kiri kita terhampar Samudera Hindia dengan ombak yang menghempas-hempas ke pantai, seakan-akan memanggil perantau untuk pulang (seperti syair sebuah lagu berjudul Pantai Padang, yang dulu didendangkan oleh penyanyi Elly Kasim). Memang sangat menyenangkan berjalan-jalan menikmati pantai.

Video lagu cik uniang Elly Kasim (almh) berjudul Pantai Padang

Dari kejauhan sudah terlihat Masjid Al-Hakim yang berwarna putih. Letaknya ke arah ujung di dekat muara. Saya terus berjalan kaki, melewati berbagai tempat kenangan semasa kecil dan semasa bersekolah di Padang.

Nah, akhirnya sampailah saya di depan masjid ini, di pertigaan jalan Samudera. Cantik nian masjid Al-Hakim ini, arsitekturnya mirip dengan Taj Mahal di India. Langit yang cerah pagi itu menghasilkan foto yang menawan seperti di bawah ini yang saya jepret dengan kamera ponsel.

Masjid Al-Hakim

Dikutip dari laman Wikipedia, “Masjid Al-Hakim Padang adalah sebuah masjid bergaya Taj Mahal di tepi Pantai Padang, Kota Padang, Sumatra Barat, Indonesia. Masjid ini mulai dibangun pada awal 2017. Biaya pembangunannya berasal dari seorang donatur, sementara lahannya disediakan oleh Pemerintah Kota Padang seiring penataan Pantai Padang yang dilakukan sejak 2014.

Lahan masjid ini dulunya merupakan area permainan anak dan dipenuhi tenda-tenda pedagang kaki lima (PKL). Pada 2016, seorang donatur menyampaikan niatnya untuk membangun masjid di tepi pantai. Berkat pendekatan yang dilakukan pemerintah setempat, PKL bersedia direlokasi ke tempat baru sehingga pembangunan masjid dapat dikerjakan.

Sejak 4 September 2020, Masjid Al-Hakim Padang sudah dibuka terbatas untuk aktivitas ibadah dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Menurut rencana, masjid akan diresmikan pada November 2020.

Masjid Al-Hakim memiliki program ATM Beras, program bantuan berupa beras yang ditujukan kepada 100 Kepala Keluarga (KK) di sekitar masjid. Penerima bantuan dapat mengambil beras pada jadwal yang ditentukan.

Saya masuk ke dalam masjid, hendak menunaikan sholat Dhuha. Pagi itu ada beberapa orang ibu-ibu yang juga sholat Dhuha. Sepertinya mereka adalah wisatawan lokal yang berkunjung ke masjid ini. Masjid Al-Hakim menjadi magnet baru di Pantai Padang dan menjadi salah satu obyek wisata religi di kota Padang.

Interior di dalam masjid terlihat cantik dan suasananya terasa lapang dengan karpet merah tebal sebagai alas sholat. Lampu kristal menggantung di tengah-tengah.

Suasana di dalam masjid

Usai sholat saya berjalan ke luar, naik tangga melalui koridor. Tampak dari sini laut di pinggir masjid. Ya, masjid Al-Hakim memang persis di pinggir pantai. Tampak dari sini Bukit Padang yang menjadi ikon Pantai Padang. Bukit Padang ini satu kesatuan dengan bukit Gado-Gado yang menjadi tempat legenda Siti Nurbaya. Bukit Gado-gado ini juga membentengi sungai Batang Arau. Di bawah bukit inilah bermuara sungai Batang Arau sehingga kawasan ini dinamakan Muaro (muara).

Tampak laut dari atas Masjid Al-Hakim

Di Muaro ini ada pelabuhan kecil bernama Pelabuhan Muaro sebagai tempat pemberangkatan kapal-kapal ke Kepulauan Mentawai. Keluar dari sungai Batang Arau ini bertemulah air tawar dan air laut. Kota Padang sudah ada sejak Abad 18. Dulu kota Padang bermula di kawasan Muaro ini karena ada pelabuhan kapal, sehingga kawasan Muaro disebut juga kawasan kota tua. Di kawasan Muaro masih terdapat bangunan-bangunan peninggalan Belanda (VOC) seperti kantor VOC, gudang rempah-rempah, kantor pelabuhan, dan bangunan lainnya yang dilestarikan oleh Pemerintah kota.

Kembali ke cerita Masjid Al-Hakim. Untuk menghindari abrasi yang menggerus Pantai Padang, maka di pinggir pantai di depan masjid Al-Hakim ditanam batu-batu penahan ombak. Namun hempasan ombak di dekat Muaro ini tidak sebesar ombak pantai yang ke arah utara. Berikut penampakan beberapa foto pemandangan laut dan pantai di samping Masjid Al-Hakim.

Halaman belakang masjdi Al-Hakim berupa pantai
Batu-batu penahan abrasi

Satu hal yang menarik di sekitar Masjid Al-Hakim ini adalah di seberang masjid terdapat vihara Budha. Vihara ini sudah ada sebelum masjid dibangun. Kawasan Muaro memang merupakan kawasan pecinan di kota Padang. Di sini terdapat daerah pemukiman dan perniagaan kaum Tionghoa yang dikenal dengan nama daerah Pondok. Dua ratus meter dari vihara, atau dua ratus meter dari masjid Al-Hakim, di tepi jalan Samudera, terdapat Gereja Advent Hari Ketujuh. Jadi, keberadaan masjid, vihara, dan gereja memperlihatkan kerukunan beragama yang baik di Ranah Minang.

Setelah puas mengitari masjid, saya pun meninggalkan Masjid Al-Hakim. Alhamdulillah, tercapai juga keinginan untuk mengunjungi dan sholat di masjid nan cantik ini. Saya pun memesan Gojek untuk pulang. Eh, tidak langsung pulang ding, tetapi pergi ke RS Bunda di Tarandam untuk melakukan tes antigen sebagai persyaratan naik pesawat. Saya kembali ke Jakarta sore hari dengan pesawat Citilink lagi. Semoga saya dapat kembali ke Masjid A-Hakim dan sholat di masjid ini bila pulang kampung lagi. Amiin.

Video vlog yang saya buat ketika mengunjungi Masjid Al-Hakim dapat ditonton pada kanal Youtube saya di bawah ini.

Pos ini dipublikasikan di Cerita Ranah Minang. Tandai permalink.

3 Balasan ke Berkunjung ke Masjid Al-Hakim, Masjid Baru nan Cantik di Pinggir Laut Pantai Padang

  1. Depok Citizen berkata:

    Wah keren sekali pemandangannya langsung ke pantai.
    Pak Rin sudah ganti tahun tidak ngeblog, semoga sehat selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.