Musim Liburan, Musim Sunat (Pengalaman Khitan Anak di Klinik Dokter Seno)

Liburan telah tiba, anak-anak bergembira karena membayangkan pergi liburan ke tempat wisata. Tapi tidak dengan sebagian orangtua, liburan datang artinya waktunya untuk mengkhitankan anak. Saya pun begitu, dua orang anak laki-laki saya sudah waktunya untuk dikhitan. Sejak awal tahun 2010 saya sudah mengkondisikan mereka bahwa liburan panjang pertengahan tahun nanti mereka akan disunat, agar mereka sudah siap. Teman-teman sekelas mereka sudah banyak dikhitan, jadi anak saya malu juga kalau dirinya yang sudah besar belum disunat.

Di dalam Islam berkhitan adalah sunnah Rasul bagi anak laki-laki sebelum akil baliq (masa menginjak dewasa). Tanda seorang menjadi muslim adalah dia dikhitan. Ajaran khitan ternyata tidak hanya dalam agama Islam saja, penganut Yahudi juga melaksanakan khitan. Dalam sejarahnya Nabi Isa (Yesus) juga dikhitan karena dia terlahir dari seorang Yahudi, namun pengikut agama Nasrani saat ini tidak melaksanakan khitan sebagaimana Nabi Isa. Saya tidak tahu alasannya, mungkin pembaca yang beragama Kristen bisa menjelaskannya.

Khitan artinya membuang kulit kulup penutup (maaf) alat kelamin laki-laki. Ilmu kedokteran sudah mengakui kalau khitan ternyata mempunyai manfaat ditinjau dari sudut medis, yaitu untuk menghindari penularan penyakit kelamin, HIV, dan sebagainya. Kulit penutup alat kelamin laki-laki tadi adalah sarangnya kotoran yang sulit dibersihkan dan tempat subur kuman penyakit. Dengan membuang kulup tadi maka seorang laki-laki terhindar dari penyakit melalui alat kelaminnya. Karena alasan medis tadi, banyak orang yang bukan muslim sekalipun melaksanakan khitan, termasuk di klink khitan yang akan saya ceritakan nanti.

Tiap suku bangsa di Indonesia mempunyai tradisi khitan masing-masing. Orang Sunda mengkhitankan anaknya ketika masih balita, yaitu umur 3 hingga 5 tahun. Sebaliknya orang Jawa mengkhitankan anak ketika mendekati akil baliq, yaitu kira-kira masih kelas 6 SD atau umur 12 tahun. Sedangkan orang Minang seperti saya tengah-tengahnya, yaitu ketika anak berumur 9 atau 10 tahun (kelas 4 atau 5 SD). Di tanah Sunda prosesi khitan diakhiri dengan pesta syukuran dengan menghadirkan kesenian sisingaan. Anak laki-laki yang telah dikhitan dinaikkan ke atas sisingaan sebagai pengantin sunat, lalu ditandu oleh orang dewasa yang membawa sisingaan itu. Tujuannya adalah untuk memberi hiburan bagi anak dan melupakan rasa sakit akibat disunat. Saat ini kesenian sisingaan sudah banyak digantikan dengan orgen tunggal.

Sejak awal tahun 2010 saya sudah survei tempat-tempat khitan dan bertanya kepada teman-teman serta tetangga. Saya juga membaca tentang teknik khitan yang beraneka ragam, ada yang cara biasa, ada pula dengan teknik laser (yang sebenarnya adalah pisau elektrik atau cauter). Pokoknya cari tempat khitan yang tidak menimbulkan terlalu sakit bagi anak. Pilihan saya jatuh pada Klinik Khitan Dokter Seno (Seno Medika) di Jalan Ahmad Yani, Cicadas Bandung. Klinik ini memang sudah terkenal sejak tahun 1973 sebagai tempat khitan. Alasan memilih tempat ini berdasarkan pengalaman orang yang anaknya dikhitan. Katanya khitan oleh Dokter Seno tidak terasa sakit dan cepat sembuh (tiga hari sudah sembuh). Selain itu luka khitan tidak diperban. Oh ya, Dokter Seno juga sudah pengalaman mengkhitan anak-anak berkebutuhan khusus seperti autis, hiperaktif, down syndrome, dan sebagainya (klik situs web Dokter Seno).

Yang disunat adalah anak, tetapi yang stres adalah orangtuanya. Orangtua stres kalau nanti anaknya meronta, ketakutan, takut banyak pendarahan, dan pelbagai pikiran buruk lainnya menghantui. Sayapun begitu, malam sebelum dikhitan saya tidak bisa tidur membayangkan apa yang terjadi esok hari. Waktu khitan yang saya pilih adalah subuh. Waktu terbaik untuk khitan adalah dinihari hingga pagi hari sebab waktu itu aktivitas anak belum banyak bergerak sehingga peredaran darahnya belum terlalu lancar (tidak banyak pendarahan kalau dikhitan).

Setelah shalat Subuh kami membawa anak ke klinik dokter Seno. Oalah, ternyata musim liburan ini banyak sekali anak yang mau disunat. Yang disunat hanya seorang, tetapi pengantarnya banyak sekali, seperti mengantar jamaah haji saja. Mulai orangtua, kakek nenek, paman, dan sudara mengantar si anak ke dokter Seno. Ruang tunggu penuh dengan pengantar.

Satu per satu anak-anak dipanggil masuk ke ruang operasi. “Sini ya, difoto dulu”, kata petugas. Ternyata ucapan mau difoto itu hanya taktik agar si anak tidak takut. Ajaib, si anak menurut saja seolah-olah terhipnotis tanpa merasa takut sama sekali. Ih, seperti mau masuk bioskop saja. Pengantar hanya boleh sampai di depan pintu saja, setelah itu urusan petugas medis dan dokter. Saya tidak tahu apa yang terjadi di dalam. Eh, lima belas menit kemudian si anak sudah keluar sambil senyum-senyum. Di kepalanya ada topi hadiah dari dokter, lalu tangannya memegang sebungkus besar makanan ringan kesukaan anak-anak. Anak-anak keluar dengan memakai celana seperti dia masuk. Habis disunat sudah bisa pakai celana dan sama sekali tidak ada pendarahan. Saya tanya anak saya apa yang terjadi di dalam. Katanya dokter mengajaknya ngobrol-ngobrol, lalu disuruh melihat TV di depan. Tahu-tahu sudah selesai. Sakitnya hanya waktu disuntik kebal, seperti digigit semut. Saya dengar anak-anak yang disunat dokter Seno seolah-olah seperti terhipnotis saja, meskipun saya kira itu bukan hipnotis, mungkin semacam sugesti saja.

Banyak sekali anak-anak yang dikhitan hari itu, tidak henti-hentinya anak-anak mengalir datang dan pergi. Saya juga melihat dua orang anak dari etnis Tionghoa menunggu giliran untuk dikhitan. Saya juga mendengar nama anak yang berbau nama baptis (Laurensius) dipanggil masuk ke ruang operasi. Rupanya para orangua yang non muslim sudah banyak yang menyadarai manfaat khitan ini sehingga merekapun membawa anak-anaknya khitan di klinik dokter Seno.

Alhamdulillah, masa sulit itu akhirnya berakhir. Hari ini tadi pagi sungguh terasa berat, tetapi sekarang sudah lega rasanya. Salah satu fase dalam kehidupan anak lelaki muslim akhirnya sudah berhasil dilewati. Tinggal menunggu penyembuhan selama tiga hari, dan selama tiga hari itu saya tidak ke kantor untuk merawat luka khitan di rumah. Di rumah luka jahitan setelah dikhitan harus rajin ditetes obat supaya cepat kering dan lekas sembuh. Mudah-mudahan setelah dikhitan anak-anak itu menjadi anak yang shaleh. Mereka sudah melaksanakan salah satu sunnah Rasul.

Tulisan ini dipublikasikan di Agama, Gado-gado. Tandai permalink.

31 Balasan ke Musim Liburan, Musim Sunat (Pengalaman Khitan Anak di Klinik Dokter Seno)

  1. reiSHA berkata:

    Wah jadi ingat adik saya yang paling kecil. Kalo ga salah direncanakan tahun ini sunatnya. Tapi gtw deh :P

  2. petra berkata:

    kalau menurut Taurat, perintah khitan terhadap umat Yahudi itu pertama diturunkan ke Abraham dan seterusnya (untuk waktu yang sangat lama) jadi penanda kaum Yahudi.
    hanya untuk informasi aja :)

  3. Zakka berkata:

    15 menit doang dan langsung bisa pakai celana, Pak? Wah enaknya…

    Dulu saya dikhitan pas masuk kelas 1 SD, masih perlu pakai sarung pula beberapa saat setelahnya (kurang ingat, beberapa hari barangkali).

  4. edratna berkata:

    Selamat pak…tugas sudah selasai dengan lancar…semoga putranya cepat sembuh…

    Di daerah saya, laki-laki yang dikhitan umurnya sangat bervariasi…saat SMA saya pernah diundang acara khitanan temanku…hehehe

    Jadi orangtua, mengkhitankan anak bikin senewen sendiri, apalagi saat itu si sulung mendadak minta dikhitan (saya lupa, sekitar kelas 3 atau 4 SD)…katanya kalau tak segera khitan, nanti pisau yang dipakai makin besar. Akhirnya saya memilih dikhitan di Bandung, selain dokter nya teman suami, juga tak perlu ada acara rame-rame..lha mau pesta bagaimana wong udah senewen. Ternyata anakku ketakutan di detik terakhir, dokter dan perawat ditendang, akibatnya dia dibius total.

    Masalah tak berhenti disini, rumah kami di Bandung, airnya pakai PAM, yang hanya deras saat malam hari. Tiap si sulung mau kencing, terpaksa nguras kamar mandi…dia bilang…”Habis burungnya nggak bisa dikontrol, bu.” Suami saya ditanya tak memberi jawaban, alasannya sudah lupa…saya tanya anak buahku, dia yang akhirnya mengajari anakku, agar tak membanjiri bak kamar mandi. Belakangan, saya baru sadar, anak buahku tadi orang Bali..yang tak harus di sunat.

    Dasar lagi senewen..untuk anak buahku tak mentertawakanku…

    • rinaldimunir berkata:

      Betul Bu, kami juga senewen, was-was, dag-dig-dug, campur aduk. Soal “pesta”, saya tidak melakukannya karena bukan tradisi kami, namun karena saya hidup di tatar parahyangan yang menjadikan khitanan sebagai acara kenduri, maka kami memesan nasi kotak lalu membagikannya kepada tetangga sebagi pemberitahuan kalau putra2 kami sudah dikhitan.

  5. aespe berkata:

    boleh tau biayanya brapa pak?

    • rinaldimunir berkata:

      Ada kelas-kelasnya Pak. Untuk anak usia 3 hingga 4 tahun dan kelas umum, biayanya Rp 350.000 (kalau nggak salah). Waktu khitannya jam 3 pagi hingga pukul 5 pagi. Kalau kelas khusus biayanya Rp 550.000 dan kelas VIP (setelah jam 5 pagi) biayanya Rp 850 ribu. Kelas khusus dan kelas VIP bedanya pada lama aktif efek obat kebalnya (setelah operasi). Kelas khusus lama obat kebalnya 4 jam sedangkan kelas VIP bisa sampai 7 jam.

  6. arifrahmat berkata:

    Dari yang pernah saya dengar, di salah satu daerah di Nusa Tenggara Barat, biasanya anak dikhitan pada usia 2-3 bulan, intinya sebelum 1 tahun.

    Di http://niewindy.blogspot.com/2010/01/serba-serbi-khitanan-zio-part-1.html juga ada cerita pengalaman khitan di klinik Dr. Seno, biayanya sih 400 ribu, tapi upetinya minta ampun: Roti Buaya, Tumpeng, Chocolate Fudge Cake, Cheese Cake, Macaronie Schootel, Kornet Lidah, Salmon Sushi, ngisi game Ben10 alien force, Avatar, Cars di PSP plus Nonton Padle Pop Kombatei di Sabuga.

    Kurang sebanding ya, pengorbanan lelaki yang dikhitan cuma sekali, tapi perempuan melahirkan (kadang) berkali-kali.

  7. cape berkata:

    keren pak,jaman sekarang khitan dah ada klinik khususnya yg bagus gitu.orang jaman dulu di bukittinggi cerita datuk saya,pake bambu buat eksekusinya,hehe.itu yg sering diceritain datuk saya pas cucu2nya masih kecil2 (belum sunat).pas jaman saya sih udah didatangin mantri ke rumah.sunatannya berdua sekaligus biar murah katanya,hehe.

  8. shazykirana berkata:

    mo tanya klo khitan untuk org dewasa sktr umr 28thn gmn proses nya?

    • rinaldimunir berkata:

      Di Klinik Seno Medika juga melayani khitan untuk orang dewasa (saya baca dalam brosurnya begitu), misalnya karena mualaf atau karena alasan medis/estetis. Tekniknya sama saja dengan khitan anak-anak, bedanya kalau orang dewasa luka khitannya diperban. Pembiusan juga bisa dipilih, bisu lokal atau total.

  9. Arif berkata:

    Terimakasih informasinya pak. Bermanfaat bagi saya yg juga sedang siap2 mengkhitankan anak.

  10. windu abidin berkata:

    anak saya, Raja Abizar Akbar mo dikhitan disini nanti tgl 29 Jun 2011, baru 7 th, anak saya tetang2 aja karna dia yg minta tapi kok saya jadinya melankolis gini ya? hehehe

    • rinaldimunir berkata:

      Memang begitu Pak, anak sih tenang2 saja, orangtuanya saja yang “panas dingin”, khawatir dan segala macam “ketakutan”. Itu adalah hal yang wajar. Tenang saja Pak, Insya Allah semua baik-baik saja

  11. nandi berkata:

    iya nih lagi nyari tempat sunat buat nank saya..

  12. ika berkata:

    ktanya buka cabang d jkt dmna yh thank’s

  13. Fransisca Verawaty berkata:

    Adakah para cowok yg mau sunat tapi malas atau takut apapun alasannya ?
    Jika ada sekarang kalian semua baik Anak kecil,ABG,Remaja sampai Orangtua jangan repot-repot di sunat dgn potong Kulup(TiTit)kebanggaan kalian yg indah karena sangat kebetulan sobat lakiku ahli”permak”Kulup tanpa lukai apalagi potong Titit bertarif sangat murah bahkan dulu pernah ada pasien sangat miskin di tolongnya secara sukarela(bayar seikhlasnya atau Gratis).Jika kalian serius silakan minta info alamat email & No.HPnya via PM atau emailku: fransisca_verawaty@ceweq.com sambil sebutkan data kalian: Nama,alamat,Umur,No.HP,email(rahasia terjamin). Penawaran pada calon pasien”Permak”Kulup lebih di utamakan dari wilayah : Banten,Jabotabek,Cirebon,Bandung,Tasikmalaya,Semarang & Jogja.Berlaku bagi agama apapu

  14. anis berkata:

    amiin…
    kbtln hri ni putra sya jg dikhitan. usianya
    msh 3thun. khitan td pgi pke sstim laser tp tdk da obat luar. kira2 obat ttes spt yg anda ccrtkn pa bs beli diapotttik???
    trim. wassalmlkm wr.wb

  15. vina berkata:

    Lagi cari ttg khitan eh ketemunya blog nya bang er. Makasih bang sharing nya. Jadi mantap ni u mengkhitankan anak2.

  16. Vera berkata:

    Trimakasih byk sharingnya, bsk sy coba k dokter seno ah,mdh2an udh buka jd bs langsung daftar

  17. ADIT berkata:

    terimakasih informasinya mas,aku juga siap2 khitan putra saya,takut juga rasanya,setelah baca ceritanya ya,mudah2an lancar nanti khitannya…

  18. nurhikmah berkata:

    minta info nmr telpnya bisa gak ya pak……mohon bantuannya……saya sedang memerlukannya…..terima kasih

  19. Nugraha Basuki berkata:

    Terima kasih infonya, apakah di Semarang beliau (dr seno) juga praktek ? atau mungkin ada dokter yang memiliki teknik pendekatan seperti beliau ? terima kasih atas infonya

  20. nugi berkata:

    Assalammu’alaikum WrWb, perkenalkan saya nugi dari Semarang, apakah dr seno memiliki klinik di Semarang ? mohon infonya, trims. Wassalammu’alaikum WrWb

  21. undan berkata:

    Sekarang klinik khitan sudah bertebaran dimana-mana,kalo anggota keluarga kami biasa dikhitan di klinik Paramedika Jl bypass bandung, sudah turun temurun, sbg saran aja disunat itu lebih baik sekitaran umur Balita, 7 hari sampe 5 tahun, biar efek penyembuhannya lebih cepat

  22. rio day junior berkata:

    makasih atas info nya,..ini sangat bermanfaat skali untuk para ortu yg malah jd takut liat anak nya mau di sunat

  23. Ping balik: alamat perawatan kulit di bandung

  24. gerry berkata:

    Sunat itu salah satu tradisi Indonesia jauh sebelum Islam ada.
    Sampai sekarang orang Kristen/Katolik suku Jawa, Nias, Toraja lazim menyunat anak laki-lakinya.

    Bahkan kebiasaan orang Sunda muslim menyunat anak lelaki pada umur sekitar 5-6 tahun kemungkinan adalah pengaruh dari tradisi agama Sunda wiwitan, mengingat bangsa Arab umumnya bersunat pada umur dibawah 2 tahun.
    Terbukti Suku Baduy yang menolak masuk Islam, dan tetap memeluk agama asli Sunda, juga menyunat anak laki-laki pada umur sekitar 5 tahun.
    Di Jawa, suku Tengger yang juga menolak Islam, walaupun beragama Hindu, juga lazim bersunat seperti anak-anak suku Jawa umumnya.

    Yang repot adalah saudara kita yang muslim, karena kurang pengetahuan sering meng’klaim’ sunat sebagai ‘milik’ mereka.

  25. daser berkata:

    sunat itu sakit gx to

  26. Ping balik: Acara Tv Anak Jaman Dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s