Pada bulan Ramadhan tahun ini, di layar TV hampir setiap hari muncul wajah ustad muda yang namanya sedang melejit. Dialah ustad Yusuf Mansur, ustad muda dari Betawi. Usianya memang masih sangat muda, setelah mencari data lewat Mbah Google saya baru tahu kalau dia lahir pada tanggal 19 Desember 1976, jadi usianya baru 33 pada tahun ini. Wajahnya yang baby face, bersih, dan terkesan imut-imut.
Setelah pamor Aa Gym redup, ada beberapa ustad muda yang tengah naik daun. Mereka diantaranya adalah Ustad Jefry, Ustad Arifin Ilham, dan Ustad Yusuf Mansur (Ustad = guru). Kalau ustad Jefry dikenal sebagai “ustad gaul” karena dia populer di kalangan anak-anak muda. Kalau Ustad Arifin Ilham populer dengan majelis dzikirnya yang menghadirkan ribuan ummat dengan dress code putih-putih. Oh ya, saya ada sedikit kritikan buat Arifin Ilham, menurut saya dzikir itu tidak perlu dilakukan secara massal dan terbuka seperti itu, apalagi disiarkan secara langsung oleh televisi yang menampilkan Ustad Arifin Ilham menangis tersedu-sedu diikuti oleh para jamaahnya. Kurang sreg gitu, menurut saya eksploitasi seperti itu dapat mengurangi kekhusukan dzikir sebagai ibadah personal antara makhluk dengan Khaliknya.
Namun terhadap ustad Yusuf Mansur saya memberi respon positif. Saya mengikuti ceramah, diskusi, maupun obrolan dari ustad ini di televisi. Kata-katanya sederhana namun bernas dan mengena di hati. Ustad Yusuf Mansur mengusung tema “shadaqoh” atau sedekah dalam setiap dakwahnya. Dia mengajak ummat Islam untuk rajin bersedekah. Sebagian besar ummat Islam memahami sedekah adalah sebuah pemberian secara ikhlas untuk membantu orang dhuafa, misalnya memberi sedekah kepada pengemis, anak yatim, orang miskin, dan kaum papa lainnya. Setelah memberi sedekah umumnya kita melupakan pemberian tadi dan menganggap sedekah sebagai hal yang biasa saja.
Tapi, di “tangan” ustad Yusuf Mansur, makna sedekah (giving) lebih dari sekedar memberi. Dia menulis di dalam bukunya, The Power of Giving, tentang manfaat bersedekah. Sedekah tidak hanya untuk mensucikan harta, tetapi juga dapat menghapus dosa, memperoleh ampunan Allah, mendapatkan ridha dan kasih sayang dari Allah, memperoleh bantuan dari Allah, dan memakbulkan doa-doa. Dia menjelaskan konsep yang bernama “matematika sedekah”. Konsep matematika sedekah tidak sama dengan matematika yang kita kenal. Dasarnya ada pada Al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 160 dimana Allah menjanjikan balasan 10 kali lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (bersedekah adalah salah satu perbuatan baik):
Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). QS. Al-An’am (6) : 160
Begini konsep matematika sedekah itu (dikutip dari sini):
Menurut pelajaran matematika yang kita kenal di sekolah dasar,
10 – 1 = 9,
tetapi, di dalam matematika sedekah,
10 – 1 = 19,
sebab setiap kali kita bersedekah dengan memberikan satu unit rizki (harta) kita, Allah akan menggantinya (membalasanya) 10 kali lipat.
Jika matematika sedekah itu dilanjutkan, maka kita memperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
10 – 2 = 28
10 – 3 = 37
10 – 4 = 46
10 – 5 = 55
10 – 6 = 64
10 – 7 = 73
10 – 8 = 82
10 – 9 = 91
10 – 10 = 100
Jadi, setelah 10 unit harta kita habis disedekahkan, maka kita memperoleh balasan dari Allah SWT 10 kali lipat dari semula, yaitu 100 unit. Matematika sedekah ini juga menjelaskan bahwa seseorang tidak akan jatuh miskin karena sering bersedekah, sebaliknya rizkinya makin bertambah. Subhanallah. Karena itu tidaklah perlu seseorang mempunyai sifat pelit atau kikir kepada orang lain.
Apakah balasan dari Allah SWT yang 10 kali lipat itu? Apakah berupa rezki yang jumlahnya 10 kali lipat dari harta yang kita sedekahkan? Wallahu alam, bisa begitu atau dalam bentuk yang lain, hanya Allah yang tahu. Balasan dari Allah SWT bisa berupa bantuan yang tidak terduga datangnya, bisa juga berupa dikabulkannya doa dan keinginan yang selama ini selalu dipinta. Ustad Yusuf Mansur menghadirkan kisah orang-orang yang mendapat anugerah tidak terduga karena kebiasaan bersedekah. Ada tukang bubur ayam keliling yang mendapat hadiah naik haji, ada wanita yang sudah “pertu” (perawan tua) mendapat jodoh, ada orang yang terlilit hutang yang ditolong orang lain sehingga hutangnya lunas, dan sebagainya. Ini membuktikan bahwa memang Allah SWT membalas pemberian ummat-Nya dengan balasan yang tidak pernah ia bayangkan.
Satu hal yang pasti, Allah SWT sangat menyayangi ummat-Nya. Bersedekah atau memberi dapat mengijabah doa dan memudahkan banyak urusan. Memberi itu memang menakjubkan, giving is amazing.
Allah maha Kaya dan maha Benar dengan firman/janji-Nya, jadi tidak ada kesulitan sama sekali bagi Allah untuk membalasa sedekah/kebaikan umatnya berkali-kali lipat.
seeep
Saya pernah mendengar tentang cerita mengenai sedekah ini pak tapi saya tidak ingat apakah ada hubungannya dengan Ustad Yusuf.
Suatu waktu ada seorang perempuan yang gajinya hanya cukup untuk satu bulan.. lalu si perempuan datang kepada salah satu ustad dan menceritakan ttg kesusahan yang dialaminya.. Lalu si ustad memberikan solusi kepada si perempuan untuk mensedekahkan gajinya seluruhnya ketika menerima gaji..
Mendengarkan solusi yang diberikan membuat si perempuan menjadi kaget..
Singkat cerita akhirnya si perempuan tadipun mengerjakan apa yang dianjurkan ama si ustad…. Beberapa hari setelah si perempuan mensedekahkan gajinya satu bulan, akhirnya si perempuan dilamar oleh seorang pria yg hidupnya sudah jauh mapan…. (wallahu’alam Bishowab)
Yup, dah ngalamin sendiri Pak, semakin kita pelit rejeki makin sulit, semakin kita banyak bersedekah, memang sulit di awal, tapi kalau lulus keikhlasan, imbalannya lebih dari yang kita kira.
Btw, saya tidak terlalu percaya ustad yang ada di TV, karena UUD juga
. Peace.
anda tidak perlu percaya sama orangnya, tp anda kudu and wajib percaya sama keterangan yg para ustdz bawa, karena itu sifatnya wahyu Allah yg sifatnya absolut mutlak benarnya.OK
jagan terlalau fanatik dengan orang aja, nanti ya semuanya baik tp terus jagan sampai setelahnya jadi celaan
Ustad mansur is the best buat hidup ku tetap Berjuang ustad ku i Love you………….dakwah mu buat ku bisa jadi yang terbaik tuk ku dan semuanya…jangan ragu ku yakin ustad yang terbaik walau banyak yang ga percaya dan bilang ustad UUD ga masalah tapi bagi orang beriman dan tau siapa ALLAH itu PAsti dia Bilang USTAD MANSUR IS THE BEST
gimana kalo rumus berikut : 1 + 1 = 10, anda mo membantahnya? en mengatakan tuh tidak termasuk dalam ilmu matematika? ANDA SALAH BESAR!!! tuh juga masuk dalam ranah ilmu matematika, yaitu matematikanya para programmer(matematika binari)…
setuuuuuujuuuuuuuuu
Ah itu matematika sedekah darimana?
Kalo ekonomi (termasuk ekonomi keluarga) diterapkan dengan rumus 10-10 = 100, saya jamin bubar semuanya.
Kalau mau bilang bahwa dengan bersedekah itu baik, boleh aja. Dan saya yakin betul bahwa orang sebaiknya tidak pelit dan tidak peduli terhadap orang sekitarnya yang lebih miskin atau menderita.
Tapi ya, jangan bawa-bawa matematika dong. Matematika itu dibangun ribuan tahun melalui pergulatan logika juga dengan disiplin penggunaannya. Dengan kesadaran bahwa matematika punya kelemahan dan keterbatasannya.
Kalau tau-tau dipakai bikin rumus yang ‘ngawur’ dan dinamai matematika, gawatnya, dampak buruknya bukan pada matematika.
Matematika akan tetap sama dan tidak tercemar, hanya karena seorang ustadz merusak sistem dasar sifat aditif bilangan asli. Tapi yang justru mungkin terjadi adalah: orang-orang yang paham matematika justru akan ogah bersedekah.
Kenapa?
Dibutuhkan jauh lebih banyak argumen yang kuat, logis, dan matematis untuk bisa secara persuasif mengajak orang bersedekah. Tidak bisa dengan rumus ngawur orang paham matematika begitu mudahnya terbujuk bersedakah semata-mata karena dijanjikan 10-10 = 100.
Kalau saya punya uang/modal/asset senilai 10, saya sedekahkan semuanya, rumusnya 10-10=0.
Habis. Usaha saya ludes. Nggak ada modal untuk berusaha lagi besok. Nggak bisa sedekah bulan depan.
Lantas, orang yang paham matematika akan berpikir. Wah, baiknya jangan bersedekah saja. Bikin ludes. Ternyata matematika sedekah ngawur.
Gitu lho.
@Mamanglo: makanya ditulis dalam tanda kutip, “matematika”, untuk membedakannya dengan matematika yang Mamanglo pahami. Bagi seorang mukmin, ilmu Allah itu tidak selalu bisa dipahami dengan logika manusia.
Setuju Bang R…. !
Dengan keterbatasan akal manusia, ga semua ilmu Alloh masuk logika manusia.
Tapi yakin dan percaya aja ma aturan Alloh orang Alloh yang buat manusia kok..
setuju mas Rinal.
Mamanglo> Belajar lagi yo mas… Mudah2an Allah membuktikan kehebatan “matematika-Nya” pada anda, bahasa anda sama dengan menantang Allah Rabbul Alamiin silakan anda berjalan dengan rumus matematika yang anda punya itu, atau apalah rumus yg anda agung2kan selama ini…
dan saya yakin anda tidak akan pernah menang dengan Allah!!!
makanya fahami pake iman mas…. klo dah pke iman gak ada yang gak mungkin,, jangankan orang miskin yang jadi kaya…. Ilmu matematikanya mamanglo itu bisa di punahkan dari peredaran otaknya mamanglo klo Allah SWT kehendaki….
ente belum sampe ilmu nya bozz,makanya kaga nyambung…makom ente beda.ini masalah akherat bukan dunia
ente kudu belajar ngaji dulu baru ketemu rumus nya,di situ udah ngomong
rumus sedekah bukan rumus pitagoras.
setuju mas Imam.
mamanglo tu agamanya apa??? klo islam ms dia gak tau balasan dr Allah berlipat ganda… sy ja yg agamanya masih kurang tau kok….
jangan hanya berpikir dengan logika dan sadar tidak semua hal di dunia ini dapat d nalar dngn akal karena itu adanya agama yg dapat d jalankan dngn iman yg harus d pahami ke 6 rukunnya dengan khafah. ente buka lagi kitab suci ente pelajari dan renungkan dan ente belajar lagi matematika ente darimana asal mulanya matemetika dan d mana ujungnya ane yakin semua bilangan bermula dari nol dan berahir d nol sedang kebutuhan kite hanya sandiwara perjalanan hidup yg berahir pada alam yg kekal entah senang selamanya atau susah selamanya.
maka bekal apa lagi yg ente siapkan sebelum menyesal selamanya.
walah mas sampean itu gimana to..wong matematika dunia…kok di hubungkan sama matematika SEDEKAH ..ya jelas tdk relevan to…ya..klu situ gak percaya ama..matematika ya sudah,,jagn coment yg macem2…kelihatan tu klau orang macam kamu itu ,orang matrialistis….,yg bodoh itu kamu..bukan ustad nya….gue..yakin orang macem loh..pasti gak akan percaya akan datng nya hari KIAMAT….pasti itu…dah makan aja harta loh..sampai loh mati pun kagak akan loh bwa itu harta………
makanya banyak2 baca al quran jgan dijadikan hiasan saja mas,
Itu kan ilmu logika manusia, bukan ilmu logikanya allah.
Manusia sama Allah cuma di kasi akal 1 % untuk berfikir, yang 99% punya Allah semua.
Tidak ada yang menyangka besok orang itu beruntung / buntung, ini ada sedikit cerita yang g masuk akal menurut manusia tp mmg nyata.
Orang dengan kekayaan Milyaran rupiah dengan hitungan jam sudah ludes smua, padahal dia g punya utang, rmh sendiri, mobil banyak dan perusahaan ada. Tapi knp kok begitu? G tau kan km? Itu lah ilmunya Allah.
ini soal iman bung,bukan soal matematika.klu gak ngerti makanya belajar!!!!
itu kan matematikanya dunia non..kalo matematikanya ALLAH ya beda,kita takan pernah tau apa rencana ALLAH yg jelas 10 kali lipat yang dijanjikan ALLAH DALAM aL qURAN AKN DIBUKTIKANNYA,KITA HANAY MANUSIA biasa dimana semua yang kita miliki adalah titipan ilahi..janji kita akan terkabul atas kehendak ALLAH,sedangkan janji ALLAH sudah pasti dia laksanakan karena dia maha kaya dan pemurah ..kita tidak perlu khawatir,,kalo non g percaya coba buktikan..,smua karunia yang kita miliki yang merupakan anugrah dari Allah adalah gratis, seandainya salah satu dari indra kita tidak berfungsi bagaimana rsanya,misalnya kita mengalami kesulitan bernafas dan harus menggunakan bantuan oksigen,brapa besar biaya yang harus kita kluarkan apakh bisa kita menghitungnya dengan matemeatika dunia seandainya seumur hidup kita harus dengan bantuna tabung oksigen..,Allah maha pengasih non jangankan hanya untuk melipatgandakan sedekah kita dengan ganjaran yang telah Allah rencanakan,proses dalam tubuh kita yang teramat sangan rumit aja bisa ia berikan secara gratis. . Subhanallah kun fayakun hal yang tidak mungkin menurut pemikiran manusia pasti sangat mungkin untuk Allah..
Kalo rasa tauhid kita ‘kurang’ emang gak bakal percaya dengan matematika sedekah itu… tp subhanallah aku sendiri udah buktiin teori matematika itu….. Allah emang Maha Pemurah dan Maha Kaya….
sippp
Ya beginilah kalo orang berfikir akai otak kiri terus, sekali2 pakai ortak kanan mas!!
hooh.setuju
Jika menggunakan rumus matematika hasil dari akal manusia, jelas ga akan nyambung dengan rumus matematika shodakoh dari Allah SWT. Contoh : menurut akal manusia 10-10=0, menurut firman Allah SWT : 10-10 = 100. Jadi matematika sedekah itu jangan dianalogikan dgn akal manusia, tapi gunakanlah hati sanubari berdasarkan keimanan kpd Allah SWT, bahwa kita mengakui kebenaran dari firman Allah SWT ( Al-Qur’an S:Al-An’am ayat : 6
biar akur gini aja relasinya:
didefinisikan a # b = 10*b + (a – b),
10#10 = 10*10 + (10-10)= 100
10#8 = 10*8 + (10-8) = 8
ctt: { tanda # = disedekahkan, bukan tanda – (minus) karena bersedakah bukan pengurangan.
semoga tidak memperselisihkan antara pakem matematika dengan ‘matematika sedekah’.
biar akur gini aja relasinya:
didefinisikan a # b = 10*b + (a – b),
10#10 = 10*10 + (10-10)= 100
10#8 = 10*8 + (10-8) = 82
ctt: { tanda # = disedekahkan, bukan tanda – (minus) karena bersedakah bukan pengurangan.
semoga tidak memperselisihkan antara pakem matematika dengan ‘matematika sedekah’.
ya,,saya setuju sekali,,
karena matematika “sedekah ” jangan disamakan dengan matematika ilmu pasti,,
Ass. Wr. Wb. Aku setuju bung dengan rumus solusinya. emang ini rumus bukan matematika biasa yang hanya pakai logika aja, tapi ini matematika sedekah seperti dah dibilang ama ustaz Yusuf Mansur sehingga perlu dipahami pakai keyakinan atau iman. dan kita sebenarnya juga nggak boleh leter legk kaya gitu. sebab sebenarnya Allah itu hanya memberi motivasi kepada manusia yang masih lemah imannya (maqomanya masih rendah /orang awam), yang suka males2san agar lebih giat dalam beramal atau beribadah, tidak hanya sedekah saja tapi dalam ibadah yang lain spt puasa romadhan, kita dijanjikan dihapus segala dosanya, sholat pada malam lailatul qodar, sama nilainya denga seribu bulan (+ – 83 th.)
kerena nafsu manusia cenderung senang pada keberuntungan sehingga Allah perlu memberi iming-iming bonus. Lagian sebernanya mengharap balasan dari Allah itu tidak apa-apa justru dianjurkan, nah kalo mengharap pada makhluk Allah itu yang dilarang (Syirik). Mari coba kita resapi syair lagu para Ulama salafus sholihin waliyyu Allah berikut :
Ya Tuhanku aku tak pantas menghuni/ahli surga (Firdous), tetapi aku juga tak mampu menahan siksa neraka (Jahiem), maka dari itu terimalah tobat hamba dan ampunilah
dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau maha pengampun dosa-dosaku yang amat besar. Inilah cermin iman yang kuat, walau banyak amal soleh tapi masih selalu merasa banyak dosanya sehingga perlu pengampunan Allah SWT. Wassalam alaikumWr. Wb.
nah ini baru namanya orang beragama yg berilmu.
Setuju PAK rohman munawar. lanjutkan..
,.klo itu sih pndpat yg tag hrus dhirauin..,
.,krn kamoe gag tau btpa khebatan sang pncipta.,
benr mas, nga akan ada yg menyangka, jalan Allah sangat mustahil bg manusia
@mamanglo: belajar lagi ya…?
Sampeyan masih perlu belajar lagi,…. gak pa-pa mudah-mudahan kelak bisa paham…
Mr. Mamanglo, ente diem aja deh….
emang kalau dah pikirannya ga ikhlas untuk ngambil ilmunya, ya susah mahami kayak gimana aja tidak nyambung! kudu legowo aja, mamalo
matematika yang dijelaskan diatas bukanlah matematika yang biasa kita kenal yang ada di dunia ini, buka pula perhitungan yang semata-mata untuk memberikan hasil tertentu …
subahanallah, ilmu yang kita pelajari di dunia ini tak akan pernah sampai setitik debu pun dari ilmu yang Allah punya …
yang penting dari pembahasan diatas adalah keikhlasan untuk memberi dan bershodaqoh …
berapapun yang diberikan dengan tujuan shodaqoh, insya Allah akan dibalas dengan pahala yang berlipat pula …
Mamanglo@ menurut ane sebaik nya antum praktekin aja lah dulu jgn terlalu banyak ngeles..benarkah 10-10 itu hasilnya nol kalau d infak kan di jln Allah.
Tp kalau antum punya harta 10-10 di pakai buat jln maksiat bisa jadi -100 (minus seratus).
Ane perhatikan ente terlalu perhitungan banget deh ma Allah. Kita nggak usah berdebat soal ganjaran sedekah deh. Coba ente bayarin tu nafas yg ente pakai semenjang ente bangun tidur hingga tidur lg nggak usah ngaur deh sehari saja..
Oke lah neh pengalaman ane pribadi..
Ane kehabisan modal wat jualan duit di kantong ane hanya 20 ra itu pun sebenarnya wat jatah mkn siang.. Dr semalam ane kagak bisa tidur mikirin gimana caranya untuk ndapatin uang 200 rb. Kesana kemari ane minjam nggak ada yg mau minjamin termasuk org2 yg selama ini ane baikin. Singkat cerita didalam kegalauan itu lah ane sujud pada Allah.. Selepas sholat ada perasaan ringan kemudian ane memandangin itu uang yg hanya satu2nya dalam kantong ane kemudian ane kasihin ama janda miskin. Kagak kepikir lg wat makan siang.. Nah selang beberapa jam ane di datangin ama teman di ajak lah kerumah nya. Nyawpe dirumahnya d tawarin lah makan ama istrinya, ya ane makan wong namanya lapar.. Nah sehabis pulang dari sana ane tidur2an dirumah. Entah kenapa mata ane tertuju pada sebuah karung yg terletak di pojok rumah,. Setelah ane bukak ternyata itu adalah sisa dagangan ane beberapa bulan yg lalu yg kagak laku lagi ane jual.. Dgn niat mengharap pertolongan Allah ane bawalah barang itu kepasar.. Alham dulìlah laku bah kan ane bisa ngantongin duit 400 rb pulang nya.. Padahal sebelum nya boro laku ngelihat aja org ogah pa lagi sampai mau beli.. Nah td ane kan butuh 200 rb tp Allah kasih 400 rb lebih kan dr yg ane butuh kan..
Uang d kantong ane cuma 20rb ane sedekahan semua lalu balasan dr Allah ane dikasih mkn ama teman lalu ane dapat duit pula 400 rb dr jualan..
Nah singkat cerita dari uang 400 rb itulah ane beralih jualan yg lain n sekarang masuk tahun kedua ane jualan n Alham dulilah dr hasil jualan itulah dah dua kali ane dpt pulang kampung berturut2 setahun inipadahal sebelum nya kakak pernah kepikir wat ane pulang kampung nah itulah bukti kebesaran Allah
mantappp,,,lanjutkan pak ustad
mamanglo
apa yang km tulis secara rasional mungkin benar, tapi itu matematika yg sudah terdefinisi…….
matematika Allah Swt tidak terdefinisi….
belajarlah lebih banyak
Ilmu dunia dengan ilmu akhirat jelas beda dong….mamanglo
tergantung pada keyakinan kita masing2
Itu matematika dunia soobzzz, cuma segitu doang bisanya….Buat Allah jangankan 10-10=100, 10-10=10.000 dengan “kun fayakun ” mudah saja terjadi..
Sebaiknya, terhadap Allah kita percaya saja, karena ilmu ekonomi kita gak akan mungkin menyamai Dia, apalagi cuma ekonomi keluarga..
mamanglo memang goblok ke laut aja ya…
kalau g bisa 10 – 10
ya cukup 10 -2 atau 10 -3
mas….
mamanglo di mulut aja kau dah pelit/ memang parahlah kau…coba kau yg miskin ga bisa makan, dan tak ada yg bersedekah /kan mati miskin dan masuk neraka kau………..kau bisa jadi dr air mani….kok bisa ( itulah butuhnya iman)
Siapa yg ragu dengan kebenaran Alquran dia kafir, 10 – 10 = 100 itu kecil bagi Allah, dunia ini kalau Allah mau hapus tidak ada masalah bagi Allah, oleh nya hai manusia jangan sombong dan angkuh dengan ilmu yang anda miliki, karena Allah pemilik segala Nya dan Allah maha dalam segala hal.
INNALILAHI WAINAILAIHI ROJI’UN #SEMUA DATANG DARI ALLAH DAN AKAN KEMBALI KEPADA ALLAH# SEMUA TABIR AKAN TERBUKA KALAU KT SUDAH MATI DAN DARI ITU KT AKAN TAU MANA YG BENAR DAN YG SALAH WALAUPUN SEMUANYA ITU SUDAH ADA PEMBUKTIAN,PELAJARAN DARI SEMUANYA.
eh koen ojok asu,,,kata siapa ?, orang habis sedekah itu trus bangkrut
ente g usah ngomong kalo g ngarti al-qur’an…mang ini ngitungnya bukan pke otak,,g bakal nyampe kayak ente ini,,(maaf) otaknya blum nyampe..mangkenye kalo ente g ngarti apa-apa, diem aja,,MATEMATIKA SHODAQOH ITU HANYA BISA DIHITUNG SAMA ORANG YANG PERCAYA DAN BERIMAN..matematika hanya lah prsoalan pnamaan,ente ribut d sini,smentara ente g galau ilmu matematika ini d rebut dan di curi orang barat dahulu yang d temukan oleh ilmuwan islam yakni al-jabar,,yg d ubah dan di kenal oleh orang skarang theorema phytaghoras..
hai bung mamanglo aku nggak percaya 100% kalau anda orang muslim..sudah buanyak non muslim yg mau merusak islam dari dalam dengan berpura-pura menjadi muslim.al.masuk pesantren atau mengaku mantan santrilah.padahal semua cuma bohong belaka.yg akhirnya ketahuan juga.karena dalam firmannya.lebih kurang (maaf aku bukan uzdtasd) agam islam cuma untuk orang2 yg ikhlas saja .makanya orang2 itu cepat ketahuan belangnya geng. gitu lho.
hai friends yg beriman .jangan cepat terpancing dengan komentar bung mamanglho.seorang muslim yg paling goblok sekalipun INSYA ALLAH.akan paham dengan rumus diatas.makanya belanda awet di negeri ini karena masyarakatnya gampang termakan isyu yg menyesatkan.alias gampang di adu domba.
pakailah terus ilmu matematika ente, insyaallah2, ente akan begitu2 j hidupnya, mlh + mleraaaaat…..
lo blang 10-10=0,emang lu bisa byr udara yg lo hirup tiap hari…..blom lg jantung,ginjal,am paru2 lo yg g usah isi ulang batre,msih mo itung2an???PIKIR PAKE LOGIKA
pola fikir yg anda ungkpkn menunjukan bhw anda org pelit dan tdk percaya masudnya kurang imannya dan penakut uangnya ludes. gak begitu kaliiiiiiii.Untuk ustad mansur teruskan dakwahnya biarkan hanya ada satu org palingan yg tdk percaya pokoknya masih bnyak yg percaya dg dakwahnya beliau
itukan FirmanNya. Dia yang menciptakan langit dan bumi, dan Dia yang berjanji seperti itu melalui FirmanNya. Yakini itu, imani itu dan amini. Jangan percaya sebagian gak percaya sebagian . Allah yang berjanji 10 kali lipat, bukan ustad yusuf mansur. Dengan iman mujizat matematika sedekah akan kita alami.
PEEENTING BRO…beruntunglah orang-orang yang ikhlas mereka pelita-pelita dalam kegelapan.segala fitnah yg gelap tampak jelas bagi mereka .(HR.BAIHAKI )
matamu yoo …itu hanya artikel ,you tidak stuju jgn jelek2.in d.publik !!!
saya mau tanya ni orang .., profesor matematika bukan.., klo blom jadi di bidang ahli matematika jangan sok tau ..ya..!! sekarng saya mau tanya sama anda , bisa anda menghitung jaringan saraf dan sel2 kecil yang ada di otak anda…?? lagian sedekah itu kan juga membantu mengurangi kemiskinan , dan mengurangi angka kriminalitas., dengan menolong sesama berarti kita perduli dan kepedulian itu menimbulkan rasa kasih sayang. jadi ngga ada rasa iri sama dengki.., klo orang indonesia berfikir seperti anda semua , maka bakalan rusak negara ini…!!!
ini kok tidak mengerti maksud dari 10-10=100, sebenarnya ini hanya contoh gambaran dari pesan Ustad Mansur, malah ini salah kaprah.. maksudnya dari 10 -10= 100, jika kita mendapatkan rejeki 10, dan disedahkan 10, maka kita akan memperoleh 100, karena setiap 1 sedekah kita mendapatkan 10 kai lipat yang telah disedahkan. Dan paling salah yang dimaksud 10 itu adalah gaji bulanan, modal usaha dan lagi digambarkan sebagai finansial. ini kan salah lagi maksud dari pesannya. Yang dimaksud 10 adalah rejeki yang kita dapat tanpa dugaan keinginan kita. Misalkan kita dapat bonus dari kantor diluar gaji kita, bonus inilah yang dimaksud untuk disedahkan. Allah itu tidak senang dengan hambanya yang menyakiti diri sendiri. bisa saja ilmu yang kita punya dan memberikan kepada anak – anak yang tidak mampu bersekolah, dengan mengajarkan anak – anak tersebut. Ini juga sedekah, jadi 10 itu bukan sedekah material saja, tetapi non material.
mengapa hal itu bisa terjadi ?? karena anda munGkin kurang yaqin sama firman alloh yang ada di al-quran thu…, dan penyusunan itu juga ugak karena Ustadz yusuf manshur thu pgen menghancurkan logika matematika. tapi ingin meMOTIVASI agar orang” awam thu mau bersedekah , tau ?? buka sono al-qurannya .
mamanglo , itu harus dibaca dan dipahami betul2 ,tu matematik untuk sedekah ,bukan untuk matematik di sekolah ,dan alat pengukurnya iman ,bagi ALLAH tidak ada yg tidak mungkin …
Mamanglo@ la wong ente pake ilmu manusia makanye logika ente jg cetek
Pake iman,gw jamin logika ente gk bwt ente kaya
saya guru matematika dan paham betul matematika itu apa, tapi dalam hal ini ustad Yusuf Mansur menggunakan matematikanya Allah bukan matematikanya manusia. Matematikanya Allah jauh …jauh lebih “matematika” dari matematikanya manusia.
mamanglo ati2 kalo ngomong ya…..
Apa yg dikatakan mamanglo ada benarnya…
dia itu berbicara dalam ruang lingkup yg lebih besar.
pengertian “matematika” sedekah mgkin akan sangat dipahami bagi kita2 yg beragama islam dan dilingkungan pesantren. tapi bagaimana dengan “mereka” yg tidak mengerti agama islam sama sekali?? apa bisa terima rumus2 di atas?? padahal “mereka” mgkin lebih mengerti matematika sains daripada “matematika sedekah”. Bukannya takjub, tapi “mereka” mungkin akan menertawakannya.
itulah yg ditakutkan mamanglo. benar tidak mamanglo?? hihihi
mamanglo kan hanya berpendapat, ambil positifnya aja. OK
___islam itu damai____
bener mas taufik,, mamanglo cuma berpendapat,, itu hak semua orang,, bukannya ulasan ini dibuat untuk memberi informasi dan pelajaran bersedekah,, soal pemahaman orang kan berbeda – beda. Kenapa setelah berpendapat jadi keributan, dan penuh cacian. Islam itu damai dan Indah. belajar sedekah,, tapi jangan lupakan kesopanan dan tata krama,, apalagi sampai berkata kasar dan mencela orang lain. mungkin mamanglo percaya cuma cara penjelasan nya menurut dia kurang jelas,, jadi bisa dibuat untuk kedepannya dapat dibuat dengan lebih jelas ya,,
Maaf mamanglo, bukan mamanggue, mohon ampunlah apad Allah jika anda muslim. Tapi jika tidak, setidak tidaknya anda beragama. Dalam beragama jangan menggunakan otak kiri aja. Beragama menggunakan otak kanan. Karena jika anda menggunakan otak kiri, ya begitulah pendapat anda
anda pernah buktikan matematika sedekah ?
jangan bilang ngawur dulu.anda muslim bukan?
yang ngawur tu anda sendiri.
matematika sedekah bukan matematika kayak disekolah.pahami dulu, baru komentar.
sampeyan muslim ???? ngaji dulu dong ???
PUNYA SARUNG? PAKE DULU, BARU NGOMONG
lha wong namanya Allah itu ngasih rezeki tanpa bisa di logika, mungkin rasio kita mengatakan tidak tapi apa daya bila sang khalik berkehendak.
Anda sepertinya bukan seorang muslim, bila anda seorang muslim bertaubatlah karena dengan kata kata anda sudah menunjukan anda sudah tidak beriman lagi, mudah mudahan taubabat anda diterima oleh Allah SWT. amin.
Ust. Yusuf mansyur menjelaskan Ilmu Matematika Allah SWT seperti yang sudah ada dalam Al-Qur’an. Kalo yg sampeyan jelaskan itu ilmu matematika manusia jelas aja ga nyambung, lha wong logika manusia terbatas. Mungkin sampeyan baca bukunya dulu siapa tau ada pencerahan, dapet petunjuk tentang sedekah, jadi tambah banyak sedekah
anda coba dulu,,baru nanti akan percaya,,
mang emang bener 10-10=0 tapi ini kalau kita yakin allah akan berkehendak tidak ada yg tak mungkin 10-10=100 karena ALLAH sudah janji di firmannya yakin lah niscaya ALLAH akan membuktikanya AMIN
semua itu tergantung keyakinan kita, kalo pa mamanglo ga percaya rumus matematika sedekah ya ga pa-pa,susah amat boss…..GITU AJA KOQ REPOOT…
maaf nimbrung…
matematika adalah ilmu pasti….
jadi kalo 10-10=100 ntar dianggap orang gila. gak pernah sekolah SD kayakna..
Menurutq Juga kalo kita sedekah itu kita gak memikirkan kalo 10-10=100 coz tujuan utama sedekah adalah karena allah swt bukan karena ingin mendapatkan sesuatu yang lebih banyak..
contoh pengin sedekahin TV agar bisa dapet jodoh… Ya allah, bukannya itu udah termasuk syirik…??
Kalo kita sedekah harus karena allah swt. misalnya kita dapet yang lebih misalnya sedekah roti kepada semut eh selanjutnya kita dapet ayam goreng… itu merupakan bonus aja. tp niat utama sedekah adalah karena allah swt..
Aku juga ngefans sama yusuf mansur tp terkadang ada pendapat yg gak setuju. tp menurutku wajar coz kita punya akal dan pikiran.
contoh pengin sedekahin TV agar bisa dapet jodoh… Ya allah, bukannya itu udah termasuk syirik…??
ente mungkin salah kaprah, lo liat dulu yang dimksud di sini yaitu ente sedekah kemudian habis sedekah ente minta ma Allah biar bisa kebeli TV, toh kalo sedekah ente ikhlas insyaallah ada jalannya biar ente bisa punya TV,
menurut saya orang yang dah bersedekah dan minta kepada Allah SWT bukan termasuk syirik,,kan minta nya ma Allah SWT. mengenai hal apa yang diberi dan ingin minta yang lebih banyak lagi itu adalah motivasi untuk beribadah di jalan Allah..dan hal lain lagi mengenai matematika sedekah 10-10= 100 ini bukan masalah nggak bisa ngitung tapi,, keyakinan terhadap Allah dan apa yang di janjikan Allah yang Maha Kaya… apa sich yang mustahil bagi Allah SWT…..trims
menurut saya mending kita nyedakahin TV buat dapat jodoh, asal TV punya kita sendiri… Allah Rabbul Alamiin udah tau koq kita ini peritungan bgt… masa TV digadaikan buat dapat jodoh… kan gt??? tapi gk apalah mintanya kan ma Allah g salah kan? kalo blm mampu ikhlas Lillalahi Ta’alaa anggap aja bru belajar sedekah… dari pada nunggu ikhlas nya, sampai kapan? sampai kiamat???
maaf sedikit meluruskan, semua yang ada di dunia ini adalah sebuah lantaran/ sarana menuju kedekatan makhluk terhadap sang pencipta. “Sedekah TV agar dapat jodoh …… Ya Allah, bukannya itu udah termasuk syirik…..? ”
Perlu diketahui bahwa bahasa memiliki kelemahan untuk memberikan makna pada suatu emosi dan ungkapan hati.
Coba bandingkan kalimat tadi dengan kalimat saya ini ” Sedekah TV agar Allah segera menghadirkan jodoh buat saya “.
Nah dari kalimat saja udah keliatan syirik atau tidaknya karena itu masalahnya ada dalam hati kita masing-masing. Karena permintaan itu ditujukan kepada Allah.Bukankah doa adalah pedangnya buat orang mukmin.
Buat mas aciep jangan terlalu buru-buru menyimpulkan seperti itu. Karena penilaian atas apa yang seseorang lakukan adalah hak prerogatif Allah. Marilah kita tingkatkan ukuwah sesama muslim mas…..
mf,,kyaknya ente yang gila,,blajar stengah2 bgini neh jadinya…g usah nimbrung wong edan..kalo g mau berbagi diem aja..
hai mr.acipsucces datanglah ke masjid di jl.kebon jeruk samping holland bakery jl hayam wuruk.insya allah pertanyaan anda semua akan kami jawab.anda bisa bertanya kepada siapa saja yg ada dimasjid.tsb/
Setuju bung amal ibadah emang kudu ikhlas karena Allah. tapi bukan terus nggak boleh mengharap dari Allah, malah kita dianjurkan mengaharap/memohon hanya kepada Allah, dan justru kita dilarang mengharap atau meminta kepada selain Allah (ini yg disebut Syirik).
Hanya saja kita perlu pasang niat yang bener contoh:
1. Kita sholat dengan khusyu’ trus habis sholat kita berdoa memohon kepada Allah agar keperluan kita dicukupi/dipenuhi, kemudian Allah mengabulkan doa kita –> (tanpa pengorbanan materi);
2. Kita sedekah dengan niat ikhlas terus kita iringi dengan berdoa memohon kepada Allah agar keperluan kita dicupkupi/dipenuhi kemudian Allah mengabulkan doa kita —> (dengan berkorban materi, yakni pemberian sedekah yang membutuhkan).
Menurut Anda afdhol yang mana dari dua contoh di atas, dan di mana letak kesyirikannya ?!! Aku rasa bukan begitu, pada intinya Allah hendak menguji iman seseorang apakah kita ini termasuk golongan orang yang taat/taqwa (yg imannya kuat) atau yg lemah.
Bukankah Allah kalo mau, sesungguhnya amat mudah menjadikan seseorang yg tadinya miskin papa lantas menjadi kaya (seperti kisah Tsaklabah yg miskin tapi rajin sholat berjamaah bersama Nabi SAW) tapi Tsaklabah justeru menjadi malas beribadah bahkan lupa beribadah karena asik dengan kambing-kambing kekayaannya, maka Allah cabut lagi nikmat-Nya sehingga Tsaklabah menjadi miskin kembali.
Kembali kepada sedekah yang akan dibalas beberapa kali lipat 10 hingga 700 x bahkan, ini merupakan janji Allah (dalam Al-Quran) bagi mereka yang yakin dan beriman. Kita mesti sadar hidup itu ujian. sehingga Allah perlu menciptakan mekanisme, cara, dan jalan-jalan untuk mencapai kesuksesan dalam menempuh ujian tersebut, diantaranya perintah sholat, puasa, zakat, infak,sedekah, dll. juga larangan mencuri, zina, membunuh, dll. Agar Allah dapat memberi balasan yang setimpal atas amal perbuatan hamba-Nya.
Perlu diingat Allah adalah tuhan semua makhluk (termasuk manusia) yg namanya manusia itu macem2 tingkat imannya dan Allah maha tahu akan kondisi makhluknya sehingga perlu diberi iming2 ato motivasi agar mau beramal. itu semata-mata sifat rahman dan rohim Allah. Wallahu a’lam.
assalamualikum.., sorry nimbrung nich.., alloh maha memngetahui kok.., kita belum meminta aja Dia sudah tahu mana yang terbaik buat umatnya.., lagian soal tv yang kita sedekahin buat dapet jodoh itu menurut saya sich sah-sah aja.., ngga ada unsur syirik nya sama sekali.., Allah SWT itu maha baik, maha bijaksana pula, selama kita meminta nya kepada Alloh Swt.., itu sah2 aja..,, biarpun ada sedikit salah pengertian bagi sebagian orang mengenai hakikat sedekah tapi Dia maha bijaksana dan maha mengetahui.., apa lagi ini niatnya sedekah karena Allah swt…., jadi kesimpulannya, jangan mendahulukan kehendak Allah dan jangan suka berperasangka Buruk sama Allah SWT..!!!
hehehe, mas aciep, klo beri komentar jangan disunat bahasanya. sudah tau judulnya “matematika sedekah”, bukan matematika. Tolong direnungkan, dan pelajari lagi penjelasan “matematika sedekah”. 10-10=100, itu balasan minimal malah bisa lebih, belajar agama jangan hanya menggunakan otak kiri, tapi utamakan otak kanan.
Tentunya memberikan sedekah yg dilakukan dgn ikhlas, bkn untuk dipamerkan, ingin dipuji ,dihormati atau utk suatu penghormatan..!!
jika Allah akan memberikan petunjuk pd suatu kaum maka tidak ada yg dapt menghalanginya.. begitu juga jika Allah menutup hatinya dari petunjuk2xnya maka tidak ada pula yg dpt memberikan petunjuk kpdnya.. jd Hati-hati PA MAMANGLO.. INTROSPEKSI DIRI…PEACE..
Percaya deh, dengan bersedekah akan Alloh balas kontan. saya pernah membuktikan sendiri. Pagi hari dilemari saya banyak makanan dan makanan itu nga mungkin saya makan sendiri ,karena saya sedang puasa sunat, makanan itu dilamain juga bisa, cuma dari pada saya timbun toh lebih baik saya berikan pada anak2 dekat lingkungan rumah yang notabene anak2 tersebut lebih membutuhkan dari pada saya, kemudian saya bagikan semua sampai tak tersisa,saya pikir kalo habis toh saya mampu beli lagi, ternyata Alloh langsung membalas saya kontan. siangnya sepulang dari mengajar ternyata didepan rumah,ada 1 karung memberi salak pondoh yang enak rasanya, dan ternyata teman saya tang mengirimnya.Subhanalloh memang Alloh maha kaya. Kemudian saya bagikan salak tersebut dan saya hanya hanya mengambil beberapa buah saja yang akan saya makan. ternyata Alloh membalas kontan lagi, dengan membagikan salak tadi, malam harinya, saya dapat rejeki uang hasil usaha dengan teman yang saya rasa cukup lumayan. mulai dari situ saya tak pernah ragu untuk memberikan sebagian rejeki , karena saya yakin pasti akan ada balasan dari Alloh SWT. Doa yang selalu saya panjatkan diantaranya ingin menjadi orang yang selalu ingin bersedekah. amin..
Im agree.
saya sangat setuju dengan kang ade. sedekah itu bukan untuk mengharapkan imbalan sesuatu..tapi karena ada janji Allah bahwa apabila seseorang berbuat baik maka, kebaikannya akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat bahkan lebih…itu rahasia Allah. Intinya sedekah itu mendekatkan diri kepada Allah titik.
ass…
mav … bkn maksud utk menggurui. semoga allah membuka pintu hati bapak agar dpt melihat kebesarannya.. saya berdoa mudah2an bpk suatu hari nanti bisa merasakan betapa pentingnya sedekah!!!amin.
Alhamdulillah perlahan-lahan saya yakin dengan bersedekah Alah akan membantu dari sisi yang tidak kita duga2. Dalam keadaan sempit kami bersedekah meskipun ada kebutuhan mendesak untuk ganti monitor komputer karena sudah rusak dan harus segera diganti… alhamdulillah.. Allah menggantinya dengan cara membeli monitor yang masih gress baru dan merek bagus dari teman yang baru beli komputer cuma ngak mau pakai monitornya karena sudah punya TV LCD,, koq bisa2 nya itu terjadi, akhirnya dapat harga jauh lebih murah.. artinya uang yang kitasedekahkna tidak hilang begitu saja… alhamdulillah…
Alloh Maha Kaya dan Maha Berkehendak…..
Logika manusia seringkali tidak sampai kepada kekuasaan Alloh SWT. So, rumus 10-10=100 akan sangat mungkin terjadi. Kun Fayakun….
mungkin terjadi namun kalo 10-10=100 tp kalo dikaitkan ama sedekah termasuk gak ikhlas karena ingin mendapatkan yang lebih bukan karena allah swt.
@axiepsuccess :yg namanya ikhlas tu kalau kita dah bener2 percaya ma janji Allah, nah Allah dah menjanjikan kalau kita bersedekah maka Allah akan mengganti dengan 10 x lipat, nah kalau begitu kn memang Allah sendiri yang nyuruh kita …
iya maz aciep ansda benar ! tapi ustad YM jga sangat benar., mungkin anda sudah sampai pada tingkatan itu iman anda, tapi setiap orang itu kan punya kualitas iman berbeda-beda. iya kan ? mangkanya alloh kasih gambaran dalam waqiah itu adakalanya as-saabiquun, adakalanya ashabul yamin dan ashabus syimal. lha lek orang kyak anda mungkin berfikirnya bza kesitu, tapi klo orang awam kayak awak inie. kadang malah ada orang yang gak tau apa itu ikhlash.
lha… syarat pemimpin yang baik ialah bisa al-amru bil ma’ruf wan nahyu ‘anil munkar dengan mauidloh khasanah, kayak dalam surat an-nakhl ayat !25 juz 14 itu lho…, maka ustadz yusuf manshur pake’ bahasa yang kayak gituan agar lebih interesting, masak mau pake’ kata “HITUNGAN SEDEKAH” kan gak menarik ??
jadi, kita lihat segi positivnya aja ! toch kata umar dari rasululloh SAW : amal itu tergantung niatnya.
maaf. saya tidak berniat menabur garam di lautan.
sedeka bukan hanya mensucikan harta,menghapus dosa dan jiga dapat mengurangu penderitaan orang lain
Tuk bang mamanglo,aku doakan smg cpt sadar dan insaf dan semoga mata hatinya tidak dibutakan oleh Allah.amin
Kita sudah terlalu dijejali faham kaum barat, yang nota bene non muslim sehingga pemikiran kita selalu terbawa pada hal-hal yang bisa dihitung dengan akal, tak ada yang salah dari matematika sedekah karena perlu pendekatan dengan hati sebagaimana Allah SWT sudah menjanjikannya dalam AlQuran.
coba kaji rukun iman yang kita yakini dari situ mungkin kita bisa faham tentang matematika sedekah, untuk itu sadarlah teman-teman bahwa akal kita sedang tercuci oleh faham barat sehingga tidak bisa menerima konsep matematika sedekah.
mungkin teman yang tidak faham matematika sedekah harus ngaji dulu ke Ustadz supaya HATI nya faham dan otaknya bisa terima.
tenang ja bukanya kita semuslim?????????
tiap manusia pnya pendapat masng masing jd……………
Assalamualaikum wr wb
mohon maaf bisa dibilang telat,mslahny baru baca…
sgt menarik argumentasi pak mamanglo,tetapi yang perlu dijadikan pijakan untuk ilmu apapun. Dalam dunia filsafat atau keilmuan secara umum teori Tesis dan Anti Tesis. Artinya orang dengan tesis pertama dapat dibantah dg Tesis Selanjutnya (Anti Tesis).Begitu juga dg Matematika,Fisika,Biologi dll.Toh dulu yang menemukan juga manusia biasa spt kita dg penelitian2.Jadi Tdk salah jika kita mempunyai pendapat stlh melalui penelitian dan bahkan pergumulan spiritual.Bisa saja kita mengatakan 1+1 =5 asalkan nilai itu mjd ksepakatan scr umum.Salam Watawashoubilhaq Watawashoubishshobr…
benar coz dalam ilmu matematika pun 1+1=1 dan 1+0=1. liat di aljabar Bolean.
jadi untuk 10-10=100 mungkin bisa…. tp kalo berkaitan sama sedekah menjadi hancur ilmu matematika contoh
karena allah maha kuasa dan pemberi maka
10-10 bisa jawabannya 100, 1000,9999,7675674547
dan sebagainya jadi ngawur aja..
kalo fisika, biologi dll memang bisa dibantahkan contoh untuk rumus kecepatan
v=s/t distu masih banak yg diabaikan misal kecepatan angin, gesekan, dll. tp kalo matematika sedikit harus mikir2….
@aciepsucces & mamanglo
mas/mbak.. situ ngomongin apa sih? orang ini lagi ngomongin ‘matematika sedekah’ yg nyiptainnya namanya ALLAH. rumus hitung2annya ada di alqur’an surat al an’am 6:160. beda sama matematika versi euklides dan orang2 lain yang bikin rumus juga. kalau situ orang islam, ko ya mau2nya nurut hitung2an bikinan manusia. tapi bikinan tuhan sendiri dibilang salah.
Dalam islam sendiri ga haram kalo orang niat ibadah karna niatnya ngejar pahala. krn surga sendiri ada tingkatannya. dari yg iman dan taqwanya yg rendah sampai yg tertinggi. sedekah juga ga mesti harta melulu. kalo harta habis disedekahkan masih bisa sedekah senyum, sedekah tenaga, waktu, pikiran. ahh.. plis deh jgn lebay…
saya liat juga mayoritas komentr disini lagsung ngerti dan mahfum dengan apa yg namanya matematika sedekah. buat saya, ini ILMU PASTI. sepasti keyakinan saya terhadap Firman Allah. situ aja yg rada OOT
makasih ya.. bener bener bermanfaat postingannya. salam kenal dari kami sekeluarga.
assalamualaikum wr.wb
salam sekenala saudaraku..
terima kasih sekali…smga Allah melimpahkan rahmat bagi orang-orang yang mau berdakwah melalui web..
karena dalam islam..pertanya lah bersedekah, beribadah..dan sering-sering mengingatkan saudaramu..tentang kebesaran Allah…
saya sedikit pingin mengkoreksi atu memberikan masukan…
tentang zikir ustad arifin ilham…
kyknya kurang pas kl kita mengkritik tampa alasan..
karena saya dgr sebuah ceramah..kyknya gak da y salah dalam berzikir jamaah..ato sendiri..
sebaiknya…kita jgan membuat perpecahan dlam Islam..Rasulullah tidk pernah mengajarkan kita saling menghakimi, perbedaan pendapat itu anugerah..rahmat Allah…
tp tidak menghakimi…
begini maksud saya…disaat masa Rasul dulu..sahabat nabi umar dan abu bakar..
pernah disuatu malam mengaji dirumahnya masing2..disaat rasul mendengar…umar membaca Al – Qur’an dgn suara yang keras…sampai terdengar keluar rumah..sdgkan abu bakar membaca Al-Quran dgn suara kecil…
lalu keesokan harinya Rasulullah memanggil keduanya…
mkn kita pernah dgr cerita ini kan..
jd kl menurut saya sih…
ustad arifin berzikir berjamah pasti ada dasarnya..
ya kan..
ayo donk…kita sedikit membuka diri…kenapa tidak bertanya langsung kepada Ustad Arifin ato ke Majellis Az Zikra aja…Insya Allah…pasti ada Jawabannya..
setuju bang Zul…
aslmlkm.perbedaan pendapat itu sudah biasa dari dulu sampek sekarang pasti akan selalu ada karna ALLOH SWT menciptakan semua berlawanan,yg penting tidak berbeda pandangan ibadah yg wajib wslmlkm
Semoga tulisan-tulisan di atas bermanfaat!! Amin…
Ayo Fastabikhul khoirot, kita jangan menghakimi siapa, tapi apa yang sudah kita lakukan untuk diri kita, keluarga kita dan untuk masyarakat sekitar kita serta untuk negara kita. Inna akromakum indaallah ats-kokum.
Hanya Allah yang tahu persis berapa balasan orang yang bersedekah. Ilmu Allah melebihi apa yang hanya kita pahami saja. Ikhlas saja kalau mau bersedekah tidak usah berhitung dengan Allah SWT. Allah sudah tahu berapa kapaistas balasannya
Astagfirullah… banyak2 lah bertobat dan bersedekah.
bisa saja ilmu matimatika salah kalo kita berfikirNYa negatif tapi bener juga kan ilmu pasti. yah mttika semuanya benar Dunia yg indah jg bisa hancur kalo pake ilmu Alloh tp kita hidup skrng perlu makan minum kita harus kaya .dan seimbang dunia itu seimbang siang / malam .laki2 dan perempuan nikmati sajalah hidup ok sabat kita .salam sukses semuanya
jalan menuju tuhan. kenalilah dirimu agar mengenal tuhanmu “shobat ” ( man arofa nafsahu fagagd arofa rob,bahu ) ini yg penting !!!.kita akan pulang kemana dari mana aku datang. apa tugas manusia di bumi .berfikirlah positif jagan membuat kerusakan di bumi .Alloh mela,nat ………….renungkan.
gak perlu banyak berdebat…bagi yg ragu&berkomentar “miring” buka aja Al Quran…disitu sudah ada semua penjelasan&balasan tiap amal yg kita lakukan…baik sedekah,sholat,puasa,zakat dsb…sebagai seorang yg beriman perpeganglah pada Al Quran&Sunnah…Mari saudara seiman kita kuatkan ukhuwah islamiyah kita…jgn saling membuat pembenaran sendiri…
Allah tu maha kaya bang jadi jangan takut miskin kalo harta ente sedekahkan di jalan Allah, yang buat langit n bumi itu Allah, jadi imunya Allah tidak seperti imunya manusia yang suka ngebo`ong. janji Allah itu pasti sedangkan janji manusia perlu diper ? ………. klo Allah sudah bilang Kun Fayakun …………. tidak ada yang bisa mencegahnya. Allah Maha Besar. itulah nama Allah SWT.
ssst..jangan pd ribut ngapa ! Jangan suka mengkritisi sesuatu yang belum jelas ada jawabannya dari sumber utama….suatu konsep pasti sudah dikaji
yang dimaksud pak ustad 10-10=100 tapi semata mata bukan jumlah realnya, akan tetapi itu hanya agar kita mudah untuk membayangkan jika kita ikhlas dan sering bersedekah kita akan mendapatkan imbalan yang lebih besar dari apa yang sudah kita sedekahkan. angka matematika itu bukan patokan dan jangan di jadikan rumus apalagi untuk rumus togel.
qs alkahfi ihlas hanyalah karena balasan alloh yaitu di ahirat surganya alloh berjumpa dg alloh dll.kalo ibadah ingin balasan didunia biar mendapat imbalan yang lebih didunia itu berarti hanya mendapat dunia saja,analogikan dengan sholat itu niatnya usolli …lillahi ta’ala bukan usolli lirrizqi,jadi niatlah sodaqoh itu karena alloh kemudian berdoalah untuk mendapatkan rizqi dari wasilah amal sodaqoh kita
sholat duha ,usolli …lillahi ta’la bukan usholli …lirrizqi ,aqu sholat duha untuk allah,bukan aqu sholat duha untuk mendapatkan rizqi,setelah sholat berdolah untuk mendapatkan rizqi.kembalilah pada meng esakan allah semata berharaplah hanya pada ahirat semata,itulah keihlasan yang murni yang dapat menjadi investasi kita di ahirat,kembalilah pada qur’an dan sunnah
yakinlah janji alloh pasti ditepati alloh,tanpa kita mengharap imbalan yang langsung diberikan didunia berupa dilimpahkannya rizqi kita dengan bershodaqoh,kalao niat kita sodaqoh lillahi ta’la motivasi kita hanyalah pada alloh semata maka kita akan dapat dua duanya dunia dan ahirat ,kalo motivasi kita sodaqoh biar kaya ,imbalan 700 x dan atau alloh di nomor duakan atau nomer satu…maka hanya dapt dunia saja, ihlas artinya bersih dari kata kholaso
Ping-balik: makan menyehatkan « Fafadieva's Blog
sudahlah, jangan pada debat pada hal yang sepele.
yang mau sedekah, silakan sedekah, mumpung masih ada waktu.
soal berapa faktor balasannya, Allah SWT yang tentukan.
yang g mau sedekah, ya sudah, jangan ributin orang lain yg sedekah.
yang penting, nanti jangan kaget atau menyesal waktu di akhirat.
okky> setuju banget….
udah g mau sedekah banyak protes lg… yang sedekah aja g sewot lah yang g mau sedekah ini lho, islam kaga c… saudaranya yakin dengan janji allah koq dipengaruhi pemikirannya… ANEH!!!
Ustad hr ing aq menemukan 1 bendel selebaran yg berjudul “Miracle of giving”dg nama&foto ustadz.Trnyt stlh d buka berisi bisnis berantai yg kl mengirim uang sekian akan mendpt uang sekian.Aq g prcy kl ustad menganjurkan sedekah yg spt ini.Aq kira org memanfaatkn nama ustads untk mendptkan uang dg jln pintas.Mkn aq bisa krmkan selebaran tsb k ustads.Tlg krmkan alamat ustads.Thx, semoga bermanfaat.
Aniek> kebetulan sy juga prnah dapat yg gituan tapi sy mo bntu mengklarifikasi bukan berarti saya bagian dri bisnis itu ya… hehehe
itu bukan dri ust. yusuf mansur mba… covernya aj yang difotocopy agar bisa menarik perhatian… sepanjang sy mengikuti tausiah ust. yusuf, beliau tidak pernah mempromosikan itu… zaman skrg mba g heran dgn yg begituan… jazaa kumullah…
Saya setuju dengan pak ustad itu pak, dulu sewaktu sy luntang lantung cari kerja, saya banyak2 kasih uang ke pengemis2 dijalan sambil doa supaya cepat dapat kerja, eh ternyata cm 2 minggu pekerjaan yg dinanti2 datang juga dan sudah bertahan selama 3 tahun rejeki sy dikantor ini…..
Astaghfirullahal adzim. Ternyata qt tk slmanya sll mdpt ridlo manusia lain, skalipun qt sdh berselendang nama yg cukup mewarnai nuansa.
Tulisan mamanglo sy anggap motivator positif utk yg mulya ust.ym. Agar beliau rajin menggali rahasia ilahiah yg tersembunyi di balik sdekah. Bravo… Ust.ym.
ustad aq dlm masalah terlilit hutang gmn solusinya aq juga udah belajar sedikit sedekah apa sedekahku krg yaw?
10-1=9 ,10-10=0 matematis biasa itu logis manusia,logika akal manusia standard(umum).
10-1=19 , 10-10=90/100/100 itu baru matematika lur biasa(mttk sedekah,Red)…coba dipikir,,,,seseorang mmberi 1 diblas 1….mnrt pemberi itu msh kurang…..biasanya pemberi, harapanya bukan hanya 1,tp msh brhrp yg lain jg(umum/manusiawi)btul gak.jd blh dibilag matematika pun msh ada kelemahanya…..ini baru antara manusia dgn manusia(hrpan terselubung antar manusia)..kalau sedekah,,,,sama2 transaksi antar manusia dgn manusia,tapi hrpan trselubungnya yg beda.jd,antara matemtka logika dgn sedekah sama2 ada harapan (trslubung)..kunci realnya matematika sedekah,tak lain dan tak bukan adl IKHLAS……gak ikhlas =matematika logis..,ikhlas=matematika sedekah…….coba deh bayangin ,,,gbranya pasti ada,,,,,,oke ikhlasin aja,,gak usah diributin,
1:0= takterhingga ya?
Tak terhingga itu seberapa banyak
dan masih ada lagi matematika yg hasilnya tak terhingga. Tapi aku lupa . He he
gimana ya kalau allah gak beri imbalan masihka kita sedekah
Ass. Ustad, hampir 2th sy menikah dan bl di karuniai anak, padahal sy dan suami ingin sekali punya anak.Alhamdulillah, selama ini kami sll sedekah. tp smpai skarang kmi bl jg dikaruniai anak. Bagaimana si ustad cara sedekah yang baik buat kami? yang saya tau yg namanya sedekah harus dilakukan lillahitaalla karena Allah, tp kl selain itu kita memohon sesuatu misalnya supaya Allah memberikan keturunan boleh-boleh aja kn ustad ?
asslmlkm,maaf mbak hanya mau memberi saran,pertama mintalah maaf ulang kepada kedua orang tua[ortu anda sendiri dan mertua] kedua perbaikilah sholat anda ketiga pantasakanlah anda untuk menjadi orang tua keempat priksalah kedokter[ langkah iktiar] kelima sholat tahajut dan berdoa keenam shodakohkanlah barang kesayangan anda ketujuh banyaklah istigfar semoga membantu wslmlkm
Sedekah tuh.. Dasarnya keimanan, kalo masih punya iman ya.. Rajinlah sedekah kalo gak punya ya.. Udah diem aja.. Jgn komen yg gak perlu.
Salam Pak Uztad,
Saya juga pengagum anda … ,
Yang saya tangkap, rumusan “matematika sedekah” yang anda lontarkan merupakan rumusan matematika dalam hubungan kita dengan Sang Pencipta. Jadi … tidak untuk digunakan dalam urusan bisnis yang memang mengharapkan keuntungan yang besar dengan batasan waktu tertentu.
Tuhan mengasihi umatnya yang suka memberi dengan ikhlas dan sukacita, tidak dengan terpaksa. Soal balasannya, itu menjadi urusan Tuhan, bukan urusan kita, walaupun Tuhan memang menjanjikan balasan yang berlipat ganda kepada yang memberi dengan ikhlas.
Saya memahami bahwa matematika sedekah ini merupakan upaya untuk meyakinkan kita bahwa kita tidak akan menjadi miskin karena bersedekah, bahkan akan semakin “kaya” … dalam arti yang luas.
Berbuat dengan ikhlas, bukan karena mengharap balasan … , karena berapapun besarnya pemberian kita, tidak ada artinya dengan apa yang sudah kita terima dari Tuhan … dan apa yang dimiliki oleh Tuhan.
Mohon maaf se-besar2nya jika tulisan saya ini keliru.
Inti diterimanya semua amal manusia adalah keihklasan kita ketika mengamalkannya. Adapun hasil/pahala/kebaikan itu urusan Allah. Allah lebih tahu dari diri kita sendiri yang terbaik buat kita. Maka yang terbaik adalah Fafirru ila Llah (Larilah kepada Allah)
….baca alqur’an atau kitab2 lain bahwa anjuran2 untuk saling membantu itu merupakan suatu hukum keseimbangan dan itu adalah tanggung jawab moral , sosial serta matrial bagi orang yg hidup di dunia /hub manusia dg mansia (Hablumminallaoh). Satu sisi kita mempunyai tugas/kewajiban sbg hamba untuk mengabdi kepada Sang Khalik (Maha Pencipta) lewat tuntunan kitab2 nya setelah dibaca difahami dan di Amalkan. siapayg mau mengamalkanberarti Ia manusia yg berfikir dan berakal. Aaamiin
Saya sependapat dengan mamanglo, Yusuf Mansyur klo mau membuat hitung-hitungan sedekah dengan result yang dia mau, dia harus bikin ekspresi matematika yang benar. Kalo gak bisa tanya ma ahli matematika biar ketemu rumus n-nya. Aja ngawur kayak kuwe, kang. Wong islam kiye ora goblog kabeh.
asstagfirulloh
matematika shodaqoh boleh; sepersepuluh boleh, seperempat boleh semua juga boleh disedekahkan, yang penting seimbang ” jangan terlalu pelit dan jangan terlalu boros” ( QS; Al furqon:67), dan yang perlu diingat ..! balasan di dunia amat hina untuk sebuah amal sholeh, karena Allah Swt. membalasnya di akherat, jika memperoleh kenikmatan didunia jangan anggap sebagai imbalan amal sholeh, anggaplah anugerah Allah, balasan Amal sholeh akan tersimpan dan menjadi tabungan akherat kelak.
MANUSIA GADA YGSEMPURNA.KLO AKU JUJUR JA SLALU MENGHARAP KEDUANYA SLAMAT DUNIA AKHIRAT……..
mamanglo = mamang lolo
ente ngk baca kudu ada ayat al an’am (6) : 160,, intenye allah akan membalas setiap kebaikan dengan 10x lipat kebaikan dunia n akhirat..
ente klw ngk ngerti jgn asal nimbrung.. ente bahlul
saya yakin dengan matematika sedekah…..yang gak yakin, ya terserah dia.
Walau saya kurang setuju dengan penamaan matematika dalam rumusan ustadz mansyur, tapi isinya saya setuju.
Ada sebuah kisah dari teman saya. Dia dulu suka menghitung-hitung uang yang dimilikinya, maklum dia dari keluarga yang susah. Jadi semuanya mesti dihemat. Sampai suatu ketika dia bikin bisnis sendiri. Dan ternyata bisnisnya mengalami kesulitan. Dia stress luar biasa sampai sakit beberapa bulan tidak sembuh2. Sampai suatu ketika dia membaca tulisan bahwa : “bukan kekayaan-lah yang membuat seseorang bahagia, tapi hati yang bahagialah yang membuat seseorang merasa kaya”. Kalimat klise bukan? Tapi di titik itu, hatinya tergerak. Dan dia sadar, kesalahan dia selama ini adalah menghitung2 apa yang diberikan oleh Allah dan apa yang tidak, sehingga tanpa disadari dia kurang bersyukur apa yang dimiliknya.
Dan dia pun memberikan sebagian yang dimilikinya, dan betapa menakjubkan memang, usahanya tiba2 lepas dari kesulitan dan mulai memperlihatkan hasil.
Tuhan berkehendak dengan cara-Nya. Bukan hitungan bahwa ketika kita memberikan 1 lalu mendapat 10-lah yang harus kita pikirkan. Melainkan ketika kita ikhlas memberikan sebagian milik kita karena Allah, hati kita menjadi lebih bersih, pikiran kita menjadi lebih jernih, dan perasaan bahagia membuncah dalam dada kita. Dan itulah yang membuat kita mudah mengambil keputusan yang baik yang akan membukakan jalan rizki kita.
Wallahu’alam
assalamualaikum pak ustad yusuf mansyur yang saya hormati serta saya kagumi, saya ada unek- unek dan saya mohon penjelasan dari ustad
begini ustad:
saya 29th, seorang kepala keluarga dan mempunyai 1 anak, sejak 6 bl yang lalu saya sudah tidak bekerja dan sampai sekarang saya masih menunggu panggilan kerja yang dijanjikan oleh seseorang kepada saya(sudah 6bl)… setelah saya keluar dari kerja, saya menjual sepeda motor satu-satunya milik saya dan cukup untuk melunasi hutang, dan saya pergunakan untuk sedekah anak yatim piatu di pondok saya minta di doakan agar saya cepat mendapatkan pekerjaan dan barokah bagi keluarga… sudah 6bl saya menunggu tapi kenapa kabar baik belum juga menghampiri saya?? terimakasih atas petunjuk yang diberikan dan besar harapan saya mendapatkan respon dari ustad yusuf mansyur
wassalamualaikum wr wb
assalamualaikm, maaf sekedar saran buat anda, sedekah itu di ibaratkan sebuah tangga untuk menyampaikan doa kepada allah SWT, maka dari itu anda harus memanjatnya untuk langsung menyampaikan doa tersebut… itu bisa diartikan anda harus berikhtiar mencari kerja berdoa dan besodakhoh sebagai kesatuan jangan satu satu menjalankanya,kalau mau lebih mantab ;baguskanlah kedua orang tua anda jangan lupa sholat 5 waktu tepat waktu dan di tambah sholat dhuha dan tahajut semoga bisa membantu wassalamualaikum
loe aja yg ngawur….maksud nya itu matematika menurut sedekah dalam agama islam,jk kita sedekah kita mendapat balasan berlipat ganda dengan catatan harus ikhlas (krn gua uda membuktikannya)
Sedikit komentar, memang kalo dipikir dengan akal sehat dan seorang ahlinya matimatika sedunia tidak akan masuk akal kalo 10-10=100, tapi ini ada dalam Alqur’an, jadi tergantung kitanya percaya atau tidak dengan Alqur’an.
memang rezeki bukan seperti matematika….
InsyaAllah,apa yg d smpkan Ust.ada hikmahnya.
Syukron akh..Insya Alloh akan manfaat buat diri saya khususnya dan umat Islam umumnya…dan smoga kitapun Ikhlas dg sedekah2 kita shg Allohpun berkenan meridhoinya…amin.
Assalmkm
Mau nimbrung nich…
Enggak usah pada ribut kita pahami dulu judulnya jangan di potong-potong
“Matemetika Sedekah” bukan “Matemetika” dan “Sedekah”
Kalau matemetika sedekah yaitu seperti yang disampaikan Ustadz Mansur 10-10 = 100 tapi kalau matematika itu ilmu pasti yang artinya 1 + 1 = 2
sekian Wassalam
asalamualaikum wr.wb
bagi teman teman muslim di indonesia
yg mau membantu saya untuk membantu melunasi hutang orang tua saya ,saya akan banyak berterimakasih saya sudah berusaha semampu saya tapi saya dan keluarga belum juga mampu membayar.
bagi teman teman yg mau membatu
inbok aja ala.at emailq
terima kasih
wasalamualaikum wr.wb
buat mamang lo..
kalao anda umat islam anda dalammi dulu agama islam baru komen di sini… ok bro..
numpang lewat………..!!!!!!!!!PEACE………..!!!!!!!!!!
tingkatkan iman kita mas sehingga kita paham apa yg dikatakan ustad yusuf mansur & ustad2 yg laen… bacalah Alquran dengan terjemahannya….
Mamanglo benar, matematika ya tetap matematika.10-10=0.itu pasti.
Akan berbeda hasilnya kalo kita menggunakan hukum sedekah.
10-1=19.kenapa?
Karena Allah akan membalas sedekah kita 10 KALI LIPAT.
Check it out..
Jika..
@sedekah sebanyak 1, maka hitungan matematika dalam sedekah 10-1+(1×10)=19.
@Sedekah sebanyak 2, maka
10-2+(2×10)=28.
Seberapa banyak yang kita sedekahkan,akan dikembalikan 10 kali lipatnya.itulah kunci matematikanya.
Tidak bijak mensikapi perbedaan pendapat dengan emosional.ada baiknya kita cari klausulnya supaya kita bisa sampai pada muara kebenaran.kalau mau me-matematika-kan sedekah, kita harus melihat ketentuan “CASHBACK” yang Ditentukan oleh Allah dalam sedekah.”CASHBACK” sedekah dari dulu sampe sekarang Rp.1=Rp.10.silahkan hitung secara matematika.
Semoga bermanfaat.
Alloh maha kaya.terbukti 7 bulan yang lalu saya hy py uang kurang dari 500rb,sebagian sy sisihkan untuk shodakoh ke anak yatim,sisa untuk ongkos,ke bandung.apa yang terjadi,Alloh benar-benar balas lebih bahkan lebih,klu dihitung sy bs dpt dari sebagian yg sy sisihkan untuk sedekah dapat balasan 20jt.jadi bs lebh bila Alloh berkehendak.
ya Alloh bimbinglah setiap langkahku,jgan biarkan hmba mlngkah terlalu jauh dari tali agamamu
sangat bagus dan dapat dipercaya karena dengan begitu saya dapat tambahan memori dalam otak untuk berhitung secara matemateka diluar pada umumnya. itu baru seper miliar ilmu matemateka yang dipunyai Allah SWT. dan itu baru satu persen hitungan yang dikembalikan ke bumi hasil dari sodaqoh yang dilaksanakan manusia. makanya yang tidak bisa berhitung lebih baik berfikir lagi dan belajar dengan baik, selamat beramal dan beribadah .
wa’alaikumsalam…bwt yg salam… ada rahasia dibalik rahasia… mari sempurnakan sholat dan sedekah kita….
tolung,saya mau mintak no telpon/hpnya ustad yusuf mansur
terima ksih
numpang lewat….. Bismillahirrohmanirrokhim,
semoga kita semua selalu diberikan anugrah kedamaian antar sesama.
menurut saya kita sesama manusia dianjurkan saling mengingatkan dalam hal kebaikan,
kita sudah mengingatkan semampu kita, kalo memang diabaikan dipasrahkan saja ama Allah yang membolakbalikkan hati manusia. karna Allah lah yang mampu menyelesaikan semua yang ada ddunia
dan akhirat. semoga kita selalu dalam lindungan dan jalan lurusNya amin.
Intinya beramal dan bersedekah dan beribadah harus tulus dan ikhlas tanpa ada paksaan, lalu bersedekah jg harus kita lihat, rizki yg diperoleh asalnya halal atau tidak. Memang ada ganjaran yg langsung Allah berikan secara langsung yaitu berupa materi tetapi juga ada yang kasat mata misalnya kesehatan dan keselamatan atau ganjaran tsb jatuhnya akan keanak cucu kita nanti atau untuk bekal tabungan dihari akhir nanti dll, jadi tidak harus semuanya di kembalikan dgn bentuk materi. Buat saya sedekah itu tidak hanya berupa materi tetapi yg paling sederhana yaitu berbagi dengan tetangga sekitar kita terlebih jika ada yg kurang mampu, jika kita mempunyai lauk pauk atau makanan walaupun hanya sedikit jgn lupa tetangga kita diajak merasakan itu dari hal yg paling kecil. jadi Jangan jadikan sedekah sebuah ajang pelarian dan saat kita susah bersedekah mengharap hasilnya langsung terlihat didepan mata.
Saya memiliki seorang ibu yg hatinya begitu mulia beliau tidak tahu apa itu matematika sedekah ,jadi tanpa sepengetahuan saya dia sering membantu orang kesulitan entah tetangga dan orang yg liwat dijalan walau beliau sesungguhnya tidak dikenal. kalau ditanya dia hanya menjawab apa yg diberikan bahwa semuanya Allah yg akan membalas, sedekah ini adalah bekalku hari esok, aku bercita-cita ketika meninggal tidak ingin merasakan susah dan sakit dan repot jd ketika besok sukmanya dicabut dia akan langsung lurus dan sempurna menghadap Allah.
Dia kadang sering menegur saya krn pintu rumah kenapa selalu ditutup, beliau tau maksudnya supaya jangan ada pengemis, tukang ngamen mampir didepan rumah. lalu beliau bilang kalau dirimu janganlah berburuk sangka apa dirimu tau siapa orang minta2 yg liwat didepan rumah itu, bagaimana kalau yg liwat seorang wali, malaikat atau Allah yg sedang menyamar yg sedang menguji dirimu, apakah dirimu tidak malu apakah dirimu akan menyia-nyiakan sebuah pahala yg begitu mulia walaupun yg kamu berikan hanya Rp 500 atau Rp. 1.000 kamu tidak akan pernah tau seperti apa ganjaran yg akan kamu dapatkan esok.
masya Allah… subhanallah………
sesungguhnya semuanya akan berpulang kepadanya… semua ilmu datangnya dari Allah….manusia cuma salah satu media untuk mengungkapkan secuil ilmu Allah …sel-sel otak kita tunduk pada ilmu Allah jangan coba mengingkarinya…temukanlah jawabannya di Al-quran….itulah petunjuk yang benar…jadi jangan coba-coba memungkiri ayat2-Nya…AzabNya sangat pedih…………………..
sedakah yang kita berikan pada yang membutuhkanyasangat berarti bagi mereka yang tidak mampu dan disitu orang yang mnerimanya begitu ikhlasnya joga mendoakan kita, sedekah yang kita keluarkan tidak hanya materi saja yang kita terma namun kesahatan keslamatan kita yang diberikan ALLOH ,disamping rizki yang tak di duga duga yang dirasakan selama in alhamdulillah
“matematika” 10-10= 100 di”adopsi” dari “barang siapa yang membawa amal kebaikan maka baginya pahala sepuluh kali lipat dari amalnya, dan barang siapa yang membawa amal yang buruk tidak akan diberi pembalasan kecuali dengan yang buruk seperti itu pula. Dan mereka tidak dirugikan sedikitpun juga. (Q.S. Al-An’am 160)
dan tidak mustahil jika “matematika” Allah membuat 1-1= 700
silahkan selidiki hadist dan riwayat beserta terjemahan Al-Qur’an yang saya kutip dari http://selaras.web44.net/
NB: dan jika 100-100= 0 pun sebenarnya itu hak Allah, karena Dia-lah yang memiliki kehendak. karena, apakah “nol” ataukah “seratus”kah yang tebaik untuk kita, kita tidak pernah tahu. Karena hanya Allah lah yang maha mengetahui.
nikmatnya hidup jika bergantung kepada Allah, bukan kepada rumus atau yang lainnya. Jadikan syari’at sebagai ibadah dan tauhid sebagai tuntunannya.
sekedar pemberitahuan, kuliah agama online yang diasuh Ustad Yusuf Mansur sudah dibuka sejak 11 Juli 2011, FAQ dan info selengkapnya silahkan klik http://kuliah-online.com dari http://www.wisatahati.com
sekedar berbagi tanpa berniat menggurui, mari bersama-sama belajar dan semoga bermanfa’at
ralat: syari’at sebagai ibadah dan tauhid sebagai POLA PIKIRnya
tapi rada kurang sreg jika mikirin “balasan”, sejak kita lahir sebenarnya kita sudah diberi bekal berbagai anugrah dan kenikmatan, berbagai ridho yang kita tidak pernah minta………….
bukankah kita yang harus membalas?
Setuju, kalo dihitung dari sejak lahir, berapa rupiah yang telah kita makan tanpa bayar, berapa rupiah kita pakai baju tanpa bayar, berapa rupiah kita bernafas tanpa bayar. berapa rupiah uang untuk pendidikan. Toh kalaupun bayar, uang kita dari mana? Dari jerih payah, memeras keringat, dan putar otak? memangnya jiwa, akal dan fisik kita buatan sendiri.
Karena Allah telah berjanji dalam Al Quran, pasti Allah akan memenuhi janjiNya. tergantung kita mau cepat atau lambat balasanNya. Karena Allah tergantung pada prasangka hambanya.
Jadi ingat Ustadz Lihan Sahabat Ustdz Yusuf Mansyur yang sekarang masuk bui…. padahal banyak banget sedekahnya…
Kita dianugerahi beberapa otak di kepala kita , yaitu Otak kiri, Otak Tengah dan Otak Kanan
Kalau mau Memahami “Matematika” sedekah, Pakailah Otak Kanan atau biasa dikenal dg Bawah Sadar, Otak Kiri Hanya bisa berpikir secaraManusia Atau reelnya saja.
Masya Allah, ….. istigfar saudaraku seiman.
Jika semua itu kita sadari dan yakini 100 % bahwa HANYA ALLAH SWT yg akan membalas semua amal perbuatan manusia sebagai ciptaan-NYA. Entah itu langsung atau nanti setelah kita mati …. smua itu hanya Allah SWT yang MAHA BERKEHENDAK.
Janganlah sedikitpun kita menyangsikan / meragukan hal ini.
MOhon bantuannya bgmn agar bs konsultasi dg ustadz yusuf mansur
Minta sama Allah kok syirik? minta ama siapa lagi? minta sama bos? minta sama orang kaya? pemikiran yang aneh. Minta oksigen kalo gak dikasih oleh Allah.. Minta sama bos atau orang kaya kalo anda dalam kesusahan. Dijamin pusing!
Saya seringkali merasakan keajaiban2 dari bersedekah,walaupun kadang tujuannya bukan saja hanya ingin dekat dengan ALLAH,tapi tujuan lain ingin kaya.Bolehkah dg yg seperti itu ?
Saya senang bgt dg adanya ceramah2 ustad Yusuf Mansyur.Tapi,ketika suatu saat saya membaca sebuah blog di http://www.scribd.com/doc/24830509/KEAJAIBAN-SHODAQOH
Kok saya jadi mikir2 dulu kl mau bersedekah,krn jangan2 nanti tujuan saya salah.
Gimana pendapat teman2 ?
saya pernah belajar, kalau kita mengharapkan dunia saja, ya nanti kita dapat dunia saja. tapi kalo kita mengharapkan ridho ALLah, kita akan mendapatkan lebih dari apa yg kita harapkan.
menurut saya ga bisa dihakimi anda salah, karena yang menilai semuanya ALLah, ga masalah kita berharap jadi kaya, asal berharap kepada ALLah.
tapi, lebih dari itu semua.. segeralah bersedekah.. karena dengan bersegera kita akan belajar untuk membiasakan diri, setelah terbiasa insya ALLah kita akan mampu untuk ikhlas alias tidak lagi sekedar ingin kaya.
just do it..
Izin reshare ya mas…
”….Assalamualaikum ………..Ustd Yusuf Mansyur ……..salam kenal dari fan’s……………….
kenapa Nikmtnya sedekah tidak tayang di MNCTV lagi…..
tayang lagi dong….!!!
karena banyak ummat yang membutuhkan siraman rohani tengtang nikmatnya bersedekah…..
…….Wassalamualaikum Wr. Wb.
wes sing penting podho sedekah wae, men indonesia gak enek wong miskin.
say punya sedikit cerita, ini sekedar sherr aja bukan mau pamer gan….semoga cerita ini bisa mengilhami kalian semua..
senin, 5 september 2011 saya bersedekah kepada tukang sapu jalan sebesar 20.000 sekitar jam satu siang. MAHA SUCI ALLOH, JAM 7 MALAM SAYA MAIN KERUMAH BOS, SAYA DIKASIH UANG 500.000. Alhamdulillahirobbil’ngalamin…
ikhlass aja cuy ,
Mr Mamanglo yg ganteng, kalo sy sarankan lebih mendekatkan diri ke Allah SWT, jgn sampe azab Allah itu sangat pedih….
Kepada sahabat seiman tolong kasih solusi,saya lagi ada masalah keluarga yg kurang harmonis,apakah bisa diperbaiki dengan bersedekah
saling menghargai pendapat dan perhatian ditambah maz!
kita sebaiknya mendoakan mamanglo mudah2an allah memberikan hidayah kepadanya.amiiiiiiiiiiiiiiin. jangan saling menghujat malu dong ama allah.
Ping-balik: Masih gak mau Sedekah? | HIMA 52 al-Kautsar
Pay
Klo menurut saya ga ada yg perlu diperdebatkan, kita jgn sampai terprovokasi dgn hal/pendapat yang tak sepaham dengan kita, untuk Mas MAMANGLO kita ga menyalahkan anda biar bagaimana itu pendapat anda, klo menurut anda itu benar silahkan, kita tetap hargai pendapat anda, sebagai seorang Muslim kami sesuai dengan kenyakinan kami,,,,,salam hangat selalu,,,,,,,,,,,,,
pa ustad gmna crnya biar cpet pnya rmh tpi gx pnya uang tlng jwb di tv
mr.mardi..mati dulu lalu masuk kubur.saya yakin 100 percen .insyaallah mr mardi akan langsung diberikan rumah yg panjang 2mtr lebar 1mtr kedalaman 1mtr.dan diberi makanan yg hanya anda saja yg merasakanya.silahkan coba tips aku INSYAALLAH 1 X 24 JAM anda akan segera mendapatkannya
ketabahan keIkhlasan kejujuran yang membuat orang sukses……… palagi ditambah dengan sedekah…. belajarlah ikhlas dulu baru sedekah……..
susah sekali namanya keikhlasannnn… tolong gimana caranya Ustads Y M
@mamanglo mah orang yg ga tau apa apa mendingan ngajesog weh bosss
Maksud sedekah dari Yusuf Mansyur adalah untuk memotivator kita sebagai umat Manusia untuk selalu berbagi kepada orang yang membutuhkan ( Yatim-Piatu, janda tidak mampu, fakir miskin dan kaum du’fa yang lain ) ….bukankah semua agama menganjurkan demikian….???? masalah balasannya …Hanya Allah SWT yang akan memperhitungkan…..kita bersedekah ….baik secara ihklas atau terpaksa ( tersembunyi atau terang-terangan ) …..tetep janji Allah akan berlaku…..baik di dunia maupun diakherat kelak. Allah SWT tidak akan pernah ingkar janji dan janji Allah SWT itu pasti, seperti yang telah di Nash-kan dalam Al-Qur’anul Karim…Semoga kita semua selalu termotivasi untuk selalu membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan.Amiin..ya Robbal ‘Alamin……
yang jelas sedekah ga bakalan bikin kita jadi fakir miskin!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
terima kasih bwt rinaldimunir, yang pasti dengan membaca catatanmu, kita diingtakan kembali……
ALLOHHU AKBAR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
apakah matematika sedekah berlaku untuk semua orang..? Atau hanya yang pernah bertemu langsung dengan ust. Yusuf Mansur(karena berkah dari Ust Yusuf Mansur)..?
Ya, Pak Rin.. Secara keseluruhan saya setuju dengan konsep Ustaz Yusuf Mansur ini, memang yang jadi ‘spot’ nya itu rumus itung-itungannya yg kadang bikin garuk kepala. Benarkah akan pasti seperti itu? Saya bukannya ragu dengan janji Allah, bagi Allah tidak pernah sulit berapa ribu kali lipat Dia akan membalas, Dia Sang Maha Kaya. Hanya saja terkadang dengan konsepsi seperti ini jadi membentuk karakter masyarakat yang ‘matrealistis’. KALAU ‘untung’ yang diharapkan ternyata tidak ‘segera’ didapatkan, jangan2 kita akan kapok mengamalkan sedekah ‘matematika’ ini. Wallahu a’lam.
Stelah sy renungkan dan menghitung2 ternyata Rumus tersebut blm lama terbukti, sy 2bln lalu sdekah utk nambah modal Ibu tua tukang nasi uduk Rp.5jt (uang tdk bs kembali hingga sy ikhlaskan), 1,5bln lalu sy sdekah utk nambah modal tukang klapa parut rp.5jt (uang kembali 1,5jt sisanya sy ikhlaskan), 1bln lalu sy nambah rp.4jt utk nikahan adik sy, 1bln yg lalu 1minggu stelah sdekah trakhir sy dpt komisi proyek dari bos Rp.98jt, royalty design Rp.5jt, komisi anak prshaan rp.15jt, gaji rp.5jt, uang lain2 rp.2jt, total uang masuk bulan oktober rp.125jt sblmnya total sdekah sy stelah dikurangi pengembalian 5+5+4-1.5=12.5jt brati 10% dari pndptan sy yg lalu sbsar 125jt. Subhanallah Allah memang menepati janjiNya.
Memang alloh swt tdk pernah ingkar janji.wahai sobat2 mknya bila qt bersodaqoh hrus dg keikhlasan dan hnya berharap dg pertolongan alloh sj jangan sampai dikotori dg pujian sesama yg ada dikanan kiri qta.Apapun perbuatan yg qt lakukan akan kembali k diri qt masing2,mknya berbuatlah kebaikan sebnyak mungkin(sedekah).Selamat unt mas agung yg tlh memperoleh penggantinya
Stelah sy renungkan dan menghitung2 ternyata Rumus tersebut blm lama terbukti, sy 2bln lalu sdekah utk nambah modal Ibu tua tukang nasi uduk Rp.5jt (uang tdk bs kembali hingga sy ikhlaskan), 1,5bln lalu sy sdekah utk nambah modal tukang klapa parut rp.5jt (uang kembali 1,5jt sisanya sy ikhlaskan), 1bln lalu sy nambah rp.4jt utk nikahan adik sy, 1bln yg lalu 1minggu stelah sdekah trakhir sy dpt komisi proyek dari bos Rp.98jt, royalty design Rp.5jt, komisi anak prshaan rp.15jt, gaji rp.5jt, uang lain2 rp.2jt, total uang masuk bulan oktober rp.125jt sblmnya total sdekah sy stelah dikurangi pengembalian 5+5+4-1.5=12.5jt brati 10% dari pndptan sy yg lalu sbsar 125jt disaat yg sama Bos sy dapet komisi dari direksi Rp.1,25Milyar. Subhanallah Allah memang menepati janjiNya.
Allah akan memberikan 10x dari apa yg kita sedekahkan. Stelah sy renungkan dan menghitung2 ternyata Rumus tersebut blm lama terbukti, sy 2bln lalu sdekah utk nambah modal Ibu tua tukang nasi uduk Rp.5jt (uang tdk bs kembali hingga sy ikhlaskan), 1,5bln lalu sy sdekah utk nambah modal tukang klapa parut rp.5jt (uang kembali 1,5jt sisanya sy ikhlaskan), 1bln lalu sy nambah rp.4jt utk nikahan adik sy, 1bln yg lalu 1minggu stelah sdekah trakhir sy dpt komisi proyek dari bos Rp.98jt, royalty design Rp.5jt, komisi anak prshaan rp.15jt, gaji rp.5jt, uang lain2 rp.2jt, total uang masuk bulan oktober rp.125jt sblmnya total sdekah sy stelah dikurangi pengembalian 5+5+4-1.5=12.5jt brati 10% dari pndptan sy yg lalu sbsar 125jt disaat yg sama Bos sy dapet komisi dari direksi Rp.1,25Milyar. Subhanallah Allah memang menepati janjiNya. Ayo qta lanjutkan, semangat n jgn males!
islam yaitu agama /wahyu allah swt yang diterima nabi muhammad saw.
didalam bersedekah tidak dituntut besar kecilnya hanya yang dituntut;
keikhlasanya serta kemampuanya untuk bersedekah,semestinya semakin banyak bersedekah terasa sedikit rasanya memberi atau tidak ingat lagi tapi
yang harus diingat kapan lagi saya bersedekah,amin
mamanglo kamu tergolong orang yg pelit dan kikir, kalau orang dermawan gak pernah hitung -hitung berapa yg udh dia keluarkan, mereka ikhlas dan hanya mengharapkan ridho dari ALLAH SWT
Tolong pak ustad,gmn cara sodakoh dgn iklas
Tolong pak ustad,gmn cara sodakoh dgn iklas dan rejeki selalu tambah dan bertambah
semoga sedekah kita bermanfaat
IKUT GABUNG …
mungkin mamanglo bukan musli kali, (org cina aja percaya, semakin kita berbagi semakin banyak rezeki)
subhanallah,
sy jg kagum dg pnjlasan ust yusuf mansur..baru2 ini sy rjin mngikuti wisata hati d an tv…cman sy blm smpe 10-10…afwan y ust,,bru nyampe 10%nya aj..mg2 ad keikhlsn hti mnuju k arh sna..
Ass pak ustas.gman carax klau kt mau sedekah biar terbuka jodoh
Seperti biasa tausiyah Ustadz Yusuf Mansur diakhiri dengan pengumpulan sedekah dari pengunjung. Seolah terhipnotis mereka merelakan apa yang pengunjung bawa, seperti Emas, Handphon, dan sebagian besar mereka menyedekahkan uang. Saya kira tausiyah sangat bagus, banyak manfaatnya. Yang kurang adalah kenapa nggak ditanyakan membayar zakat dan sedekah ini sebaiknya bukan hanya untu Sang Uztad tetapi mustinya oleh disamping honor untuk Sang Ustad panitia juga menyalurkan ke badan-amal umat Islam dimana badan-badan amal di Indonesia banyak sekali membutukan dana. Kalau dana hanya disalurkan ke Sang Ustad YM saja yang jumlahnya sangat banyak.
Karena didalam sedekah itu ada beberapa umat yang meniatkan Zakat dan juga dimaksudkan untuk kesejahteran Umat Islam keseluruhan
Semoga saya nggak salah.
Seperti biasa tausiyah Ustadz Yusuf Mansur diakhiri dengan pengumpulan sedekah dari pengunjung. Seolah terhipnotis mereka merelakan apa yang pengunjung bawa, seperti Emas, Handphon, dan sebagian besar mereka menyedekahkan uang. Saya kira tausiyah banyak kelebihannya buat uamt Islam. Yang kurang adalah kenapa nggak ditanyakan membayar zakat dan sedekah ini sebaiknya bukan hanya untuk Sang Uztad saja, tetapi mustinya oleh Panitia penyelenggara disamping honor untuk Sang Ustad panitia juga menyalurkan ke badan-amal umat Islam dimana badan-badan amal di Indonesia banyak sekali membutukan dana. Kalau dana hanya disalurkan ke Sang Ustad YM saja yang jumlahnya sangat banyak.
Karena didalam sedekah itu ada beberapa umat yang meniatkan Zakat dan juga dimaksudkan untuk kesejahteran Umat Islam keseluruhan.
Tambahan dikit..
Punya gaji 1 juta disedekahin 200rb pahalanya lebih besar dari pada yg bersedekah 1 juta padahal gajinya 10 juta..
Disinilah keadilan Allah agar yg miskin tidak berkecil hati melakukan sedekah..
aslm.maaf ya ustad, masukan to tausiyah ustad pd penguasa jg, agr memperhatikan msyraktnya, apalg byk msyrakt yg susah/miskin. Sedekahnya individu (amal fardiyah),yg setahu saya tdk akan mengurangi amanah kwjiban yg hrs penguasa ini penuhi pd rakyatny.Negara tdk blh melepaskan tanggung jwbny dn membebankan kpd rakyatny dg bahasa yang cantik, seperti “kemandirian”.maaf ya ustad kalo ada kata-kata yg menyinggung.ws
namanya dah ” MAMANGLO ” so’ psti bkn islam X ….???, gk pnx iman X, ngment-nya kyak anak TK ja….!!!!!, so’ pinter….. kyak gk prnah makan bangku skolh ja….
culangung maneh,,ngaji dulu…
maaf…….apa sih artinya MAMANGLO?
betul mas yukino kynya dia cuma makan meja sekolahan jadi ga pinter2 hehehe piiss
Kapan yang tepat untuk bersodakoh dan dimana
Lbh sering tyangnya di tv biar puas.
tanda tanda akhir zaman salah satunya adalah semakin banyaknya para khutoba dan semakin sedikitnya para ulama. Dan insya Allah Yusuf mansur adalah salah satu ulama muda Indonesisa yang berjuang untuk memajukan kejayaan Islam .
hai…para khutoba berhentilah menghujat beliau karena sesungguhnya hati nurani anda mengakui kebenaran beliau.
Alhamdulillah,saya masih diberikan rizki untuk sedekah,saya mau tanya ustadz,apakah memberi sebagian rizki yang saya peroleh dari gaji,kepada orang tua termasuk sedekah?mana yang lebih baik kah antara sedekah dengan memberikan uang kepada adik saya ,untuk kebutuhan mereka atau sedekah kepada orang lain.mohon nasehatnya ustad,assalamualaikum
buat ustad yusup mansur,,,niat mu sungguh mantapp,,ku suka itu…
untuk ustad yusuf mansur………”maju terus pantang mundur”.ALLAH selalu bersama orang-orang yang slalu menegak kan kalimatNYA,
semua yang kita miliki saat ini itulah kepunyaan Allah swt. apa yang harus kita banggakan teman….olehnya patutlah kita mensyukurinya. Menghirup nafaspun dengan lancar itu anugrah Allah swt, bagaimana kalau sesak nafas apa yang Anda rasakan ? siksa kan….maka bersegeralah Anda mengingat Allah dengan zikir dan shalat.
Assalamualaikum Wr wb
maaf sedikit pendapat,
menurut pendapat saya, matematika sodaqoh ust, Yusuf Mansyur sangat benar, contohnya langsung ada di dunia nyata tidak perlu ber andai2. begini maksud saya, pernahkah anda mendengar istilah “lobi” dalam dunia bisnis?. lobi dalam dunia bisnis dimaksudkan untuk lebih mengakrabkan perusahaan 1 dengan perusahaan lain dengan tujuan proyek menjadi gol, apabila lobi berjalan dengan baik tentunya proyek akan semakin mudah dicapai, tetapi apabila lobi tidak berjalan maka bisa dipastikan hasilnya nol. disini sy umpamakan sedekah dengan melobi Allah swt, tentunya dengan keikhlasan tanpa mengharapkan imbalan. apabila kita di sayang oleh Allah SWT sy yakin segala permintaan bakal terwujud. maaf kata2 saya tidak beraturan karena sy bukan seorang penulis, dan pula kalau kita belum merasakan nikmatnya sedekah pastinya kita akan sama berfikirnya dengan mamanglo
sekali lagi maaf ini hanya perumpamaan sy saja tidak bermaksud menghina Allah SWT
Wassalam
bner bgt mas…sedekah itu membuka pintu rezeki
sy pernah bersedekah hanya krn menginginkan ridho Allah ,subhanallah tidak berselang lama saya dipinjemin sepeda motor seharga 15 juta tanpa sewa disuruh pake semampu saya kalo rusak ya di perbaikin ,kebetulan sy gak punya motor, itulah kebesaran Allah ,terima kasih ya Allah Engkau Maha Besar
sujud n syukur ku panjatkan kepadaMu
mamang lo@. hebat ente…. sekali lagi gua acungin jempol ke anda… selamat ya… ?.. kenapa ?…. anda telah membuka pemikiran kawan-kawan, dengan anda berkomentar seperti itu berarti anda memberikan keleluasan kawan-kawan untuk membuka pikiran dan ilmunya serta menuangkan dalam sebuah tulisan hingga bisa di ambil manfaat nya bagi pembaca. @dan untuk kawan-kawan yang kontra dengan mamang lo. saya juga berikan aplus, bukanya saya tidak punya pendirian, coba kawan-kawan pikir, pahlawan kita, pejuang-pejuang kita, bahkan nabi kita bukankah mereka disebut pahlawan setelh mengalahkan lawan? kalau tidak ada lawan mungkinkah dia disebut pahlawan? wong perang aja tidak. karena ada yang kontra dengan mereka makanya dan dapat mengalahkan dan menundukkan mereka maka bisa disebut pahlawan, ok. bro??????…
makasih pak ustadz yusup mansur,setelah saya mengenal pak ustadz,saya dan keluarga jadi ketagihan,untuk bersedekah.meskipun saya dan keluarga hidup pas2an,tapi tiap ada kesulitan pasti dapat teratasi dengan sedekah.
memang kita dengan rencana tapi Allah dengn ketentuan, tapi kalau kita berani bersedekah dengan lebih besar insya allah apa yang kita rencanakan akan terwujud
ini sekedar sharing aja bukan untuk menyombongkan diri ataupun riya.
ane udah pernah ngebuktiin matematikanya Allah.
sekedar cerita . . . . .
dulu ane pernah penasaran, jadi ane pengen ngebuktiin.
waktu itu hari jumat
ane berangkat dari kantor kemesjid bawa duit 5 ribu,dalam hati ane niat klo ane pengen buktiin janji Allah itu pasti.
ane bilang dalam hati ” ya Allah aku pengen buktiin janjiMU itu bener.ini ane sedekah kemasjid 5 rb. janjiMU bakal dibales 10x lipat.habis shalat ane balik deh kekantor,,, SUBHANALLAH, ALLAH buktiin janjiNYA.baru masuk ane kekantor.belum sempat duduk ane dipanggil bos, ternyata ane dikasih duit 100 rb.ane tanya duit apa nih boss,dia bilang ambil aja ngak usah tanya.SUBHANALLAH, bukan 10x lipat DIA kasih tapi lebih dari itu 20x lipat.
eh itu juge saye alami juge ketika bulan romadhon saya infaq kemesjid 500,000. ehh bulan maret dapat duit dari KKPA kebon sawit 4.200.000, dan bulan april dapat bonus tempat kerja 4.328.000,(masuk kerekening bank,) Mahasuci Allah, malah lebih banyak kelipatannya. 2 May 2012 dari sumpeno RIAU
Yang disampaikan Mas chandra betul juga, bisa jadi ( maaf , bukan mendokan) pada saat menuju ke kantor dijauhkan dari malapetaka yang jika itu terjadi , Mas candra kehilangan duit lebih dari 20 x lipat itu. 100 rb itu hanya contoh kecil dari berkah Allah SWT. Mungkin kita belum menyadari Berkah yang lebih besar, dan yang dilakukan oleh Mas Candra tidak ada salahnya di lakukan, malah baik tuh
sip
suuuip
siapapun yag mau bersedekah silahkan…… orang yg gak pernah sedekah gak bkaln bsa percaya tetang belesan sedekah !!! mknya sedekah dulu baru komentar, perkara dibales berapapun oleh ALLOH itu mutlak urusanya ALLOH,,,, yang pasti tetep dibales , jangankan diakhirat di dunia aja dibales berlipat kok, tpi waktu dan berapanya ALLOH yang tentukan !!! sedekah gak perlu diperdebatkan tapi diamalkan itu aja………… ! coba deh
iklas nggak iklas sedekah pasti dibalas…..otak kanan brow………………sing penting tetap sdekah.
He.. “mamanglo” eluh tuh orang Islam apa orang kafir ? Kalo ente seorang Muslim nggak bakalan luh ngomong asal ngablak aja. Nggak usah samain kekuasaan Allah dengan kemampuan otak lu yang cuma didengkul doang. Kecian deh ..lu.
mamanglo pasti kalo islam juga islam KTP spy cari aman aja…………yang ada diotaknya juga sbtas perut……..jd lom nyampe ilmunya kalo ngomongin msalah seedekah…………
Assww. nampaknya saya baca sudah banyak sekali yang menghujat mamanglo, mudah2an ini menjadi pelajaran kita semua. tapi mamanglo menyampaikan seperti itu karena mungkin persoalan keimanan, ketidaktahuan, kebodohan atau pelecehan agama? tugas kitalah untuk meluruskan itu semua. Jika MAMANGLO beragama Islam mudah2an dengan mengenyampingkan berbagai hujatan, tulisan di atas akan menambah keyakinan bahwa Firman Allah SWT benar adanya. jika bukan non muslim hati-hati menyampaikan pernyataan yang cenderung melecehkan Firman Allah dengan berbagai bentuk/statementnya dan khawatir hujatan ini makin meluas. Ok saran pelajari lagi Islam secara baik.
Manusia bfikir mmakai otak logika,perasaan.pengetahuan itu luas tp bagaimana kita myikapi na!Allah SWT Maha Segala na jd jgn pnh membandingkan dgn yg lain na!ssh mjbarkan sgla ssuatu dgn logika tp Allah SWT tau apa mn yg tbaik buat umatna slgi umat na mo brsaha Й mminta kpd -nya
kita seharusnya berterimakasih atas tanggapan mamanglo sebab didunia ini tidak semuanya mengerti apa arti shodakoh, seperti mamang lo saya yakin dia akan mengerti tentang matematika ini jika dia mau mempraktekannya bukan hanya sekedar teori ato wacana. selamat mempraktekan mamanglo senoga dibukakan pikiran , hati dan perasaan. hidup mamanglo
memang matemtika Allah itu bukan di logika tapi klo mau bukti ya dipraktekan
Ping-balik: Menanti Kunjungan ke-1.000.000 | Catatanku
Kita doakan saja mereka-mereka yang belum memahami ilmu ALLAH, agar diberi petunjuk hingga hatinya terbuka menerima kebenaran yang datangnya dari ALLAH TAALA….amin.
Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto Kontak person :
1. dr. Hj. Sri Sugiarti – ( 081 216 741 30 )
2. Umi Mutdrisah, SE - ( 085 746 300 533 )
melayani :
1.Umum
2.Asuransi Kesehatan Sosial (PNS, Purna Tugas, Veteran)
3.Asuransi kesehatan Inhealth. (ASKES untuk BUMN dan Perusahaan swasta)
4.Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (Jamkesmas ) dan PKH (Program Keluarga Harapan)
5.Jaminan persalinan (Jampersal)
6.Jamsostek JPK
7.Jamsostek JKK (TC), Tjiwi Kimia.
8.Asuransi Kesehatan CIKKO
9.Asuransai Kesehatan Nayaka Era Husada / Bringin Life
10.Asuransi kesehatan EASCO (Indosat/ Perhutani)
11.Asuransi kesehatan Ajinomoto
12.Asuransi kecelakaan lalulintas (Jasa Raharja)
13.Asuransi kesehatan KAI, Kimia Farma, PLN
14.Asuransi kesehatan Coca Cola, Sun Rise.
15.dan lain – lain
Kritik & Saran Ke : 085648280307
Bersedekah itu sebenarnya menyenangkan
saya sangat senabg dgn apa yg tlh d sampaikan oleh beliau semoga menjadi pelajaran yg bermanfaat bagi saya
subhanalah, makasi ustad, ilmu selamat dunia akhirat.
Bissmilah..
berkomentar (berkata-kata) baik Pun Sedekah
Aamiin
Bener tuh sedekah akan mendapatkan yg kita inginkan
Alhmdulillah trimksh tlh mmbri ptunjuk akn hitung2an sedekah sy sngt yakin Allah tdk akn mlupakn umatnya.
ust. saya minta solusinya.saya bekerja di perusahaan,dengan gaji yang saya dapat itu di kurangi tanggungan wajib saya.itu sisa 12rb..perminggu….tolong beri solusi..terima kasih.
Ass…
mas ini hanya pengalaman saya sendiri, dari saya bersedekah kepada anak yatim di sekitar desa saya selama bertahun – tahun saya merasa hidup saya selalu lebih dan cukup. yang paling terpenting jumlah yang kita sedekahkan itu tidak penting, yang penting keiklasan sedekah tersebut. dan saya pun bersedahkan tidak pernah diketahui pada siapa pun, hanya allah dan diri saya , dan anak yatim tersebut. kw lebaran saya sedekahkan ke masjid tanpa memberitahukan nama saya.. agar waktu diumumkan tidak ada yang tahu, . dan saya sedekah biasanya hanya 2000, kadang 5000, 10.000, dan itu pun tidak pada waktu mendapatkan gaji, jika dapat rejeki diluar gaji, saya berikan seikhlasnya. dan lagi saya hanya menyedahkan 1 anak yatim itu – itu saja, selama bertahun – tahun dan selama saya mendapatkan gaji atau sesuatu yang menguntungkan keluarga saya, saya selalu memberikan sedekah pada anak tersebut. semoga bermanfaat. Wass..
Tolong dong para ikhwan yg tahu alamatmya ustad Yusuf Mansur atau bagaimana menghubunginya. Terima kasih
MANTAB DAH POKOKNYA,,,,,,,,,,,,,,,,
Ass…
mas ini hanya pengalaman saya sendiri, dari saya bersedekah kepada anak yatim di sekitar desa saya selama bertahun – tahun saya merasa hidup saya selalu lebih dan cukup. yang paling terpenting jumlah yang kita sedekahkan itu tidak penting, yang penting keiklasan sedekah tersebut. dan saya pun bersedahkan tidak pernah diketahui pada siapa pun, hanya allah dan diri saya , dan anak yatim tersebut. kw lebaran saya sedekahkan ke masjid tanpa memberitahukan nama saya.. agar waktu diumumkan tidak ada yang tahu, . dan saya sedekah biasanya hanya 2000, kadang 5000, 10.000, dan itu pun tidak pada waktu mendapatkan gaji, jika dapat rejeki diluar gaji, saya berikan seikhlasnya. dan lagi saya hanya menyedahkan 1 anak yatim itu – itu saja, selama bertahun – tahun dan selama saya mendapatkan gaji atau sesuatu yang menguntungkan keluarga saya, saya selalu memberikan sedekah pada anak tersebut. semoga bermanfaat. Wass..
Pecaya 100 %………….
sama Allah ya percayanya.
Ah,, mamanglo teh aya-aya wae, dari namanya aja udah mamanglo, mamanglo kalo dalam bahasa sunda artinya=orang yg suka komplen,
naklum aja deh dia belum tau SYARI’AT & HAKIKAT.
Mudah-mudahan dia mau mencobanya,amiiin.
mamanglo……………….. kalo bicara jangan asal buka mulut. PIKIR dong …….. bukan pintar ilmu dunia itu kecil. kamu jauh gak nyambung menandakan kamu orang pelit. yang lebih parah lagi kamu orang tidak berimannnnnnnnnnnnn……………. TAUUUUUUUUUUUU????????????????
@tuty
mengingatkan saja kita tidak baik menjudge seseorang kafir atau tidak beriman… alangkah lebih baikk kita benarkan apayg salah, luruskan apa yg berselisih… bukankah Islam mengajarkan ilmunya untuk rahmatan lil’alamin…
insyaallah Allah Maha Pemegang JanjinNya…
Aku sangat senang dengan acara ini… Tambah lagi ya..
Bagi yang belum percaya, ya nikmatilah apa yang kalian percayai… tapi bagi yang percaya pada kekuasaan Allah silahkan baca surat Ali Imron ayat 26-27 dan pahami betul arti kedua ayat itu. bila anda sudah percaya akan isi surat itu.. lakukan sedekah… dan rasakan “matematika Sedekah”.
ada yang belum disadari oleh mamanglo,yang sebenarnya dia setiap hari sudah menikmati hasil matematika sedekah itu….istighfar aja dech buat mamanglo
subhanallah saya juga sering merasakan hasil sedekah….walau tak pernah diduga2 tapi Allah selalu memberi lebih dari yang saya harapkan……jangan takut sedekah …karena bukannya berkurang malah akan bertambah
Jika membutuhkan Ebook Dahsyatnya Matematika Sedekah, saya punya, karena saya penulisnya silahkan download aja di http://www.sharebeast.com/8xh7lpzrlwa7
jangan bimbang dan jangan ragu….. sesuatu yang kita sedekahkan dengan tulus ikhlas pasti akan dibalas pula. karena imbalan sedekah “MIN HAESU LAYAHTASIB”
like this.i agree
q sangat setuju sekali, tapi harus mulai dari mana
ah mamangloe pakai tu logika loe………..ketauan ahli pelit……ada aja ye orang pelit kayak loe…..
Tentang kebaikan dan balasan sedekah, semua orang sebenarnya sudah pada tahu. Tetapi eman di hati terlalu sering menyeruak menindas iman di hati. Sejujurny saja; eman tau imankah aku ?
Aq setuju banget berkaitan dengan kritik anda terhadap Ustad Arifin Ilham , dzikir yang begitu kayaknya gimana gitu bagi saya malah banyak lucunya boro2 menggetarkan hati .
Yang saya tahu menurut petunjuk Allah dalam Surat Al A’raf 205 adalah berdizikirlah dihatimu dengan suara yang tidak keras..
tentang matematika sedekah, YAKIN bisa merubah segalanya……….samikna waatokna aja sebagai umat yg taat pd ALLAH dan hukumnya…..ALLAH paling tahu apa yg kita inginkan
Perhitungan sedekah yang baik dan masyur itu 100 : 3. 1/3 modal 1/3 pribadi 1/3 bagi yang membutuhkan. Perhitungan seperti ini sebenarnya jauh lebih efektif ketimbang perhitungan Ustad Yusuf Mansyur.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. menceritakan seorang petani yang diberkahi usaha dan hartanya, dan beliau bersabda; “maka sesungguhnya aku (petani) memperhitungkan hasil yang didapat dari kebun ini, lalu aku (1) bersedekah dengan 1/3 (sepertiganya), dan aku (2) makan beserta keluargaku (biaya konsumsi) 1/3 (sepertiganya) lagi, kemudian aku (3) kembalikan (untuk menanam lagi) 1/3 (sepertiganya).”
Tahun ini, rata2 penghasilan kita 100 juta/bulan, berdasarkan perhitungan di atas maka 33,3 juta adalah untuk sedekah, 33,3 juta untuk pengembangan usaha dan 33,3 juta untuk diri dan keluarga. 33,3 juta untuk sedekah walaupun kita tidak mendapatkan balasan berupa uang kelipatannya dari Allah di dunia namun kita telah berbuat kebajikan dan mendapat pahala, jika mendapat balasan kelipatan uang maka X 10 = 333,3 juta hassilnya (tapi ini membutuhkan kesiapan yang luar biasa karena waktu pengembaliannya tidak dapat diukur). 33,3 juta untuk menambah modal kerja/usaha maka jika mengakibatkan pertumbuhan bisnis kita 20%/tahunnya maka tahun depan penghasilan kita per bulan adalah 120 juta, berarti nilai sedekah membesar menjadi 40 juta/bulan, begitu pula dengan modal usaha dan pendapatan keluarga.
Perhitungan ini lebih realistis. Walau tidak melarang seseorang sedekah 50% dari kekayaannya (seperti Umar RA) atau 100% dari kekayaannya (seperti Abu Bakar RA). Tapi jujur saja, ketika balasannya di tahan untuk akhirat atau di balas di dunia ‘tidak’ dalam bentuk uang maka dari kaca mata pertumbuhan ini membahayakan. Tapi menyumbang 30% dari pendapatan kita juga sudah sangat besar, bayangkan jika pendapatan anda 3 juta/bulan, 1 juta itu sudah besar. Bagi yang pendapatannya 1 milyar/bulan belum tentu ia mau bersedekah 300an juta/bulan.
kisah-kisah kehebatan sedekah yang disampaikan Ustad Yusuf Mansyur harus disikapi dengan kepala dingin. Terdapat konteks yang berbeda-beda. Manusia dituntut oleh Allah untuk berlaku adil dan menggunakan akal serta hatinya. Pembagian pendapatan menjadi tiga ini bisa menjadi solusinya dan juga dibenarkan oleh Nabi. Wallahu ‘alam