Feed on
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Cerita Ranah Minang’ Kategori

Sabtu malam tanggal 3 Mei 2008 yang lalu, saya menyempatkan diri hadir pada pegelaran kesenian Minangkabau yang diadakan oleh Unit Kesenian Minang ITB. Tahun ini tema pagelaran adalah “Marantiang Budayo Mamaga Pusako”, yang kalau diterjemahkan artinya kurang lebih adalah “merentangkan budaya sambil menjaga pusaka”.
Memasuki ruang pertunjukan yang berbentuk seperempat lingkaran, hati ini berdecak kagum. [...]

Read Full Post »

Meski jauh dari kampung halaman, saya sering memantau perkembangan Padang dan Sumatera Barat dari Bandung ini. Maklumlah keluarga saya masih tinggal di Padang; ibu, kakak-kakak, dan kemenakan saya ada di sana. Berbekal koran daerah yang punya edisi online nya di Interent (Harian Singgalang dan Padang Ekspres) , saya jadi tahu juga apa yang sedang terjadi di kampuang nan jauah [...]

Read Full Post »

Sewaktu masih SMA di Padang, saya dan teman-teman sering makan martabak mesir di Restoran Kubang, Jl. Prof. Muahammad Yamin, Padang. Biasanya setelah makan martabak kami duduk-duduk di Pantai Padang menikmati malam dengan deburan ombak dan hembusan angin malam yang dingin. Martabak mesir adalah sebutan orang Sumbar terhadap martabak telur atau martabak asin yang biasa dijumpai [...]

Read Full Post »

Berpuasa Ramadhan di Bandung tidak sulit-sulit amat, boleh dibilang agak “beruntung” dibanding dengan di kota lain. Suhu kota Bandung yang masih sejuk tidak membuat haus di siang hari. Coba kalau berpuasa di Surabaya, Jakarta, Padang, atau di kota-kota panas lainnya, sungguh besar godaannya. Di pasar-pasar banyak kita temukan penjual minuman yang menggoda dahaga. Di Padang [...]

Read Full Post »

Dua hari sebelum gempa besar melanda Bengkulu dan Sumbar dua minggu lalu, saya pulang ke Padang. Ada urusan keluarga. Tidak lama, hanya semalam saja. Naik pesawat sore dari Jakarta, dan kembali lagi ke Jakarta siang keesokan harinya. Singkat ya, tetapi ini memang bukan untuk urusan bersenang-senang, apalagi Kamis keesokan harinya saya ada kelas mengajar.
Beberapa jam sebelum [...]

Read Full Post »

Sabtu malam, 28 April, 2007,Unit Kesenian Minang ITB (UKM-ITB) mengadakan pagelaran seni dan budaya Minang dalam rangka dies-nya yang ke-32. Tempat pagelaran kali ini cukup wah, yaitu di Sabuga ITB, biasanya kan “cuma” di Aula Barat. Sabuga yang sering jadi tempat pertunjukan musik para artis ibukota maupun artis bule, malam itu berjodoh dengan “artis-artis” [...]

Read Full Post »

Kali ini giliran kampung halaman saya dihoyak oleh gempa dahsyat. Gempa berkekuatan 6,3 SR telah memporakporandakan negeri leluhur para perantau Minang pada Hari Selasa 6 Maet yang lalu. Saya yang tinggal di Bandung mengetahui  berita ini justru dari portal berita di internet. Saya telepon ke Padang, syukur alhamdulillah ibu kami di rumah tidak apa-apa, sebab di [...]

Read Full Post »

Mudik ke Padang

Lebaran tahun ini saya bersama keluarga mudik ke Padang dan Bukittinggi. Ke Padang ke rumah ibu dan ke Bukittinggi ke rumah mertua. Kami pulang setelah merayakan lebaran di Bandung. Oh ya, lebaran tahun ini terasa sumbing, pasalnya terjadi perbedaan hari raya antara dua ormas Islam terbesar di Indonesia: NU dan Muhammadiyah. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal [...]

Read Full Post »

Setiap kali puasa Ramadhan datang, saya selalu teringat kenangan bulan puasa pada masa kanak-kanak dulu. Bapak dan ibu saya sudah mengajarkan berpuasa kepada kami, tetapi memang tidak harus penuh, boleh buka di siang hari, maklum kami masih kecil. Secara bertahap akhirnya kami bisa juga berpuasa secara penuh dari pagi sampai sore. Saat-saat berbuka puasa adalah [...]

Read Full Post »

Entahlah, apakah masih ada kapal (penumpang) yang ke Padang? Sejak banyak pesawat murah yang lalu lalang di udara pertiwi, tidak ada lagi orang yang mau naik kapal laut dari dan ke Padang menuju Jakarta atau sebailiknya. Bus-bus ke Jawa pun banyak yang mati, jalan-jalan di Lintas Sumatera lengang, warung makanan pun gulung tikar. Dulu, entah [...]

Read Full Post »